• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1. Sejarah Perusahaan

Pada tahun 1938, Mr. Earl Tupper, seorang ahli kimia dari Amerika Serikat berusia 31 tahun mendirikan perusahaan Tupper Plastic Company dan pabrik pertamanya di Farnumsville, Massachussets, USA inilah produk plastik dengan merk Tupper Plastic mulai dijual tahun 1946 melalui toko dan katalog. Namun penjualan kurang sukses karena keistimewaan produk Tupperware yaitu “Seal” atau tutupnya yang kedap udara dan kedap cairan ini tidak diketahui konsumen karena tidak ada penjelasan tentang itu.

Keadaan berubah ketika seseorang wanita bernama Brownie Wise memperkenalkan cara penjualan produk Tupperware melalui “party plan / home party” atau peragaan di rumah-rumah yang terbukti lebih sukses dan efektif karena disertai penjelasan mengenai keistimewaan dan manfaat dari tiap produk. Fakta yang menajubkan saat ini setiap 2,5 detik terdapat Tupperware Party. Dengan Tupperware Party setiap 2,5 detik membuat Tupperware merupakan produk yang paling terkenal didunia.

(2)

menjadi salah satu perusahaan terkemuka didunia dibidang wadah plastik untuk penyimpanan maupun penyajian yang berkualitas tinggi. Dengan kantor pusat di Orlando, Florida (US), saat ini Tupperware telah dipasarkan hampir di 100 negara didunia. Saat ini Tupperware mempunyai lebih dari 200 item produk yang terdiri dari : Food storage containers, Tuppertoys, Entertainment products, Microwave products, dan lain-lain.

Tupperware mulai dikenal masyarakat Indonesia sekitar tahun 1978. Namun, nyatanya belum dapat berkembang luas, karena belum memiliki kantor perwakilan dan distributor resmi Tupperware di Indonesia. Sebagai sebuah peluang bisnis yang menjajikan, Tupperware pernah dilirik beberapa orang. Namun setelah mengetahui cara penjualan yang unik, antara lain dipasarkan melalui pesta/demo Tupperware mereka mundur teratur.

Setelah beberapa kali gagal mencari rekanan, tahun 1990 Kantor Pusat Tupperware dari Orlardo, datang ke Jakarta untuk menyeleksi tujuh calon rekanan.

Diluar dugaan, dari hasil seleksi terpilih Ibu Nafsiah Emir yang sebetulnya Cuma iseng-iseng saja mengikuti seleksi. Akhirnya pada 11 Juni 1991 diadakan pesta Tupperware pertama di Indonesia. Inilah cikal bakal bisnis Tupperware yang begitu hebat di Indonesia. Dapat dikatakan, tahun 1991 – 1994 merupakan masa peletakan pondasi bagi Tupperware Indonesia, tahun 1995 perlahan-lahan Tupperware bangkit dan berkembang pesat pada periode berikutnya. Pada saat ini Tupperware Indonesia

(3)

resmi yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

4.1.2 . Filosofi, Visi dan Misi Tupperware Indonesia

Tupperware telah sukses lebih dari 50 tahun dengan filosofo yang sangat sederhana. Kita percaya bahwa yang menjadi dasar untuk ukses tergantung pada:

people (orang), product (produk) dan party plan / home party (rencana).

Adapun visi dan misi dari Tupperware Indonesia yaitu:

a. Visi Tupperware adalah Caring and Sharing, Saling berbagi dan peduli selalu terjadi di Tupperware, nilai-nilai yang senantiasa dipelihara bersama.

b. Misi Tupperware adalah merubah hidup lebih banyak orang menjadi lebih baik lagi.

4.1.3. Struktur dan Manajemen Tupperware Indonesia

Dibawah ini adalah gambaran mengenai struktur organisasi yang ada pada Tupperware Indonesia dan uraian singkat mengenai tugas dan tanggung jawab yang merupakan wewenang dan tanggung jawab masing-masing bagian.

Tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian adalah sebagai berikut:

(4)

jawab terhadap keseluruhan aktivitas perusahaan.

2. Wakil Presiden Direktur sebagai wakil tertinggi perusahaan bertanggung jawab membantu seluruh aktivitas atasan.

3. Divisi Sales dan Distribution yang mengorganisir serta bertanggung jawab terhadap perencanaan pemasaran produksi perusahaan dan penyaluran produk ke seluruh wilayah Indonesia.

4. Divisi Marketing yang mengorganisir serta bertanggung jawab terhadap perencanaan penjulan hasil produksi perusahaan untuk jangka pendek, sedang, dan menengah.

5. Divisi Marketing Public Relations mempunyai tuas merencanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan pemasaran dan kegiatan-kegiatan humas mengembangkan citra positif perusahaan bagi masyarakat serta menjalin komunikasi internal dan eksternal perusahaan.

6. Divisi Finance mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mengatur segala keuangan perusahaan.

(5)

Pada bab ini penulis akan menguraikan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada responden yang berjumlah 89 orang, dimana respondennya adalah Member Tupperware di Distributor Tupperware, PT Merpati Pancaran Kinasih yang berlokasi di jalan Intercon plaza blok f8 Taman Kebon Jeruk Jakarta 11630, data yang dimaksud adalah jawaban-jawaban yang diberikan responden terhadap pertanyaan dalam kuesioner yang erat kaitannya dengan judul penelitian yaitu “Pengaruh Program Corporate Social Responsibility

“Bersinarlah Wanita Indonesia” Terhadap Reputasi PT Tupperware Indonesia”. Dalam penelitian ini Program Corporate Social Responsibility variabel X dan Reputasi variabel Y. Berikut ini adalah analisis dari hasil data tersebut:

4.2.1 Data Responden 4.2.1.1 Usia

Berdasarkan hasil kuesioner yang diolah , data responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1

n = 89

No Usia Frekuensi %

1 20 − 29 15 16.9

2 30 − 39 43 48.3

3 40 − 49 25 28.1

4 > 50 6 6.7

Total 89 100

(Sumber kuesioner : Identitas responden no.1)

(6)

responden (16.9) berusia antara 20 – 29 tahun, 43 responden (48.3) berusia antara 30 – 39 tahun, 25 responden (28.1) berusia antara 40 – 49 tahun, 6 responden (6.7) yang berusia > 50. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa member Tupperware lebih didominasi oleh responden yang berusia antara 30 – 39 tahun.

4.2.1.2 Tingkat pendidikan

Berdasarkan hasil kuesioner yang diolah , data responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2

n = 89

No. Pendidikan Frekuensi %

1 SLTP 9 10.1

2 SMU 18 20.2

3 Diploma 16 18.0

4 S1 37 41.6

5 S2 6 6.7

6 S3 3 3.4

Total 89 100

(Sumber kuesioner : Identitas responden no.2)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 9 responden (10.1) merupakan SLTP, 18 responden (20.2) merupakan SMU, 16 responden (18.0) merupakan Diploma, 37 responden (41.6) merupakan S1, 6 responden (6.7) merupakan S2, 3 responden (3.4) merupakan S3. Dari tabel tersebut disimpulkan bahwa member Tupperware lebih didominasi oleh responden berpendidikan S1.

1.2.1.3 Pekerjaan

(7)

pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3

n = 89

No. Pekerjaan Frekuensi %

1 Ibu rumah tangga 36 40.4

2 Wiraswasta 15 16.9

3 Swasta 26 29.2

4 PNS 12 13.5

Total 89 100

(Sumber kuesioner : Identitas responden no.3)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 36 responden (40.4) merupakan Ibu Rumah tangga, 15 responden (16.9) merupakan Wiraswasta, 26 responden (29.2) merupakan karyawan swasta, 12 responden (13.5) merupakan Pegawai negeri sipil. Dari tabel tersebut disimpulkan bahwa member Tupperware lebih didominasi oleh ibu rumah tangga.

4.2.2 Program corporate social responsibility

Berikut ini penulis akan menyajikan data mengenai program corporate social responsibility Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” dalam bentuk tabulasi tunggal dan dijabarkan sesuai dengan kuesioner yang diberikan kepada responden mengenai Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” dengan masing- masing pernyataan disertai dengan lima (5) pilihan jawaban.

Tabel 4

(8)

telah terjalin komunikasi dan relasi yang baik

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 5 5.6

4 Setuju 52 58.4

5 Sangat setuju 32 36.0

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.1)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 5 responden (5.6%) menjawab ragu-ragu, 52 responden (58.4%) menjawab setuju, 32 responden (36.0%) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Tupperware melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat sehingga telah terjalin komunikasi dan relasi yang baik.

Tabel 5

Program CSR “Bersinarlah Wanita Indonesia” dapat terbangunnya pemahaman, penerimaan dan kepercayaan dari masyarakat

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 15 16.9

4 Setuju 47 52.8

5 Sangat setuju 27 30.3

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.2)

(9)

responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.0%) menjawab tidak setuju, 15 responden (16.9%) menjawab ragu-ragu, 47 responden (52.8%) menjawab setuju, 27 responden (30.3%) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Program CSR

“Bersinarlah Wanita Indonesia” dapat terbangunnya pemahaman, penerimaan dan kepercayaan dari masyarakat.

Tabel 6

Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” berdasarkan kebutuhan perkembangan saat ini

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 11 12.4

4 Setuju 43 48.3

5 Sangat setuju 35 39.3

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.3)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 11 responden (12.4%) menjawab ragu-ragu, 43 responden (48.3%) menjawab setuju, 35 responden (39.3%) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” berdasarkan kebutuhan perkembangan saat ini.

(10)

Program CSR “Bersinarlah Wanita Indonesia” sudah memenuhi aspirasi masyarakat Indonesia

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 17 19.1

4 Setuju 57 64.0

5 Sangat setuju 15 16.9

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.4)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 17 responden (19.1%) menjawab ragu-ragu, 57 responden (64.0%) menjawab setuju, 15 responden (16.9) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Program CSR

“Bersinarlah Wanita Indonesia” sudah memenuhi aspirasi masyarakat Indonesia.

Tabel 8

Program CSR “Bersinarlah Wanita Indonesia” sesuai dengan misi perusahaan yaitu merubah hidup lebih banyak orang menjadi lebih baik lagi

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 1 1.1

3 Ragu − ragu 3 9.0

4 Setuju 43 48.3

5 Sangat setuju 37 41.6

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.5)

(11)

responden (00.0%) yang menjawab sangat tidak setuju, 1 responden (1.1%) menjawab tidak setuju, 3 responden (9.0%) menjawab ragu-ragu, 43 responden (48.3%) menjawab setuju, 37 responden (41.6%) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Program CSR

“Bersinarlah Wanita Indonesia” sesuai dengan misi perusahaan yaitu merubah hidup lebih banyak orang menjadi lebih baik lagi.

Tabel 9

Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” telah disepakati bersama antara Tupperware dengan masyarakat

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 13 14.6

4 Setuju 47 52.8

5 Sangat setuju 29 32.6

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.6)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 13 responden (14.6%) menjawab ragu-ragu, 47 responden (52.8%) menjawab setuju, 29 responden (32.6) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” telah disepakati bersama antara Tupperware dengan masyarakat.

(12)

Masyarakat terlibat dalam Program CSR “Bersinarlah Wanita Indonesia n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 17 19.1

4 Setuju 58 65.2

5 Sangat setuju 14 15.7

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.7)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 17 responden (19.1%) menjawab ragu-ragu, 58 responden (65.2%) menjawab setuju, 14 responden (15.7) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Masyarakat terlibat dalam Program CSR “Bersinarlah Wanita Indonesia.

Tabel 11

Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” sudah memberikan inspirasi kepada para wanita Indonesia

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 15 16.9

4 Setuju 56 62.9

5 Sangat setuju 18 20.2

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.8)

(13)

responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 15 responden (16.9%) menjawab ragu-ragu, 56 responden (65.9%) menjawab setuju, 18 responden (20.2) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” sudah memberikan inspirasi kepada para wanita Indonesia.

Tabel 12

Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” sudah berjalan dengan sukses

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 3 3.4

3 Ragu − ragu 22 24.7

4 Setuju 48 53.9

5 Sangat setuju 16 18.0

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.9)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 3 responden (3.4%) menjawab tidak setuju, 22 responden (24.7%) menjawab ragu-ragu, 48 responden (53.9%) menjawab setuju, 16 responden (18.0) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” sudah berjalan dengan sukses.

(14)

Berikut ini penulis akan menyajikan data mengenai program corporate social responsibility Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” dalam bentuk tabulasi tunggal dan dijabarkan sesuai dengan kuesioner yang diberikan kepada responden mengenai Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” dengan masing- masing pernyataan disertai dengan lima (5) pilihan jawaban.

Tabel 13

Tupperware sebagai perusahaan yang disukai, diminati dan dihormati n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 3 3.4

3 Ragu − ragu 22 24.7

4 Setuju 48 53.9

5 Sangat setuju 16 18.0

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.1)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 3 responden (3.4%) menjawab tidak setuju, 22 responden (24.7%) menjawab ragu-ragu, 48 responden (53.9%) menjawab setuju, 16 responden (18.0) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Tupperware sebagai perusahaan yang disukai, diminati dan dihormati.

(15)

Tupperware adalah perusahaan yang memiliki kualitas, inovai, nilai, kehandalan produk dan jasa yang baik

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 15 16.9

4 Setuju 56 62.9

5 Sangat setuju 18 20.2

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.2)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 15 responden (16.9%) menjawab ragu-ragu, 56 responden (62.9%) menjawab setuju, 18 responden (20.2) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Tupperware adalah perusahaan yang memiliki kualitas, inovai, nilai, kehandalan produk dan jasa yang baik.

Tabel 15

PT Tupperware Indonesia adalah perusahaan yang memiliki reputasi yang baik n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 17 19.1

4 Setuju 57 64.0

5 Sangat setuju 15 16.9

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.3)

(16)

responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 17 responden (19.1%) menjawab ragu-ragu, 57 responden (64.0%) menjawab setuju, 15 responden (16.9) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa PT Tupperware Indonesia adalah perusahaan yang memiliki reputasi yang baik.

Tabel 16

Tupperware sebagai perusahaan yang memiliki perhatian tinggi terhadap konsumen, produk/jasa berkualitas tinggi, perusahaan yang dapat dipercaya

dan perusahaan yang inovatif

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 5 5.6

4 Setuju 52 58.4

5 Sangat setuju 32 36.0

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.4)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 5 responden (5.6%) menjawab ragu-ragu, 52 responden (58.4%) menjawab setuju, 32 responden (36.0) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Tupperware sebagai perusahaan yang memiliki perhatian tinggi terhadap konsumen, produk/jasa berkualitas tinggi, perusahaan yang dapat dipercaya dan perusahaan yang inovatif.

(17)

Tupperware sudah menunjukkan visinya “Caring and Sharing” yaitu sebagai perusahaan yang peduli terhadap program-program sosial dan kepemimpinan

yang kokoh

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 13 14.6

4 Setuju 39 43.8

5 Sangat setuju 37 41.6

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.5)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 13 responden (14.6%) menjawab ragu-ragu, 39 responden (43.8%) menjawab setuju, 37 responden (41.6) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Tupperware sudah menunjukkan visinya “Caring and Sharing” yaitu sebagai perusahaan yang peduli terhadap program-program sosial dan kepemimpinan yang kokoh.

Tabel 18

Tupperware perusahaan yang memiliki peluang untuk terus tumbuh dan berkembang serta perusahaan yang dikelola dengan baik.

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 1 1.1

(18)

4 Setuju 41 46.1

5 Sangat setuju 35 39.3

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.6)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 1 responden (1.1%) menjawab tidak setuju, 12 responden (13.5%) menjawab ragu-ragu, 41 responden (46.1%) menjawab setuju, 35 responden (39.3) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Tupperware perusahaan yang memiliki peluang untuk terus tumbuh dan berkembang serta perusahaan yang dikelola dengan baik.

Tabel 19

Kinerja dari manajemen dan staff PT Tupperware Indonesia sangat baik dalam meningkatkan reputasi perusahaan

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 17 19.1

4 Setuju 58 65.2

5 Sangat setuju 14 15.7

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.7)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 17 responden (19.1%) menjawab ragu-ragu, 58 responden (65.2%) menjawab setuju, 14 responden (15.7) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Kinerja dari

(19)

reputasi perusahaan.

Tabel 20

Perusahaan Tupperware memiliki karyawan yang berkualitas

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 1 1.1

3 Ragu − ragu 16 18.0

4 Setuju 60 67.4

5 Sangat setuju 12 13.5

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.8)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 1 responden (1.1%) menjawab tidak setuju, 16 responden (18.0%) menjawab ragu-ragu, 60 responden (67.4%) menjawab setuju, 12 responden (13.5) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Perusahaan Tupperware memiliki karyawan yang berkualitas.

Tabel 21

Perusahaan Tupperware memiliki tanggung jawab sosial yang sangat baik n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 3 3.4

3 Ragu − ragu 22 24.7

4 Setuju 44 49.4

5 Sangat setuju 20 22.5

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.9)

(20)

responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 3 responden (3.4%) menjawab tidak setuju, 22 responden (24.7%) menjawab ragu-ragu, 44 responden (49.4%) menjawab setuju, 20 responden (22.5) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Perusahaan Tupperware memiliki tanggung jawab sosial yang sangat baik.

Tabel 22

Tupperware mendukung dedikasi para wanita inspiratif

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 18 20.2

4 Setuju 46 51.7

5 Sangat setuju 25 28.1

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.10)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 18 responden (20.2%) menjawab ragu-ragu, 46 responden (51.7.9%) menjawab setuju, 25 responden (28.1) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Tupperware mendukung dedikasi para wanita inspiratif.

(21)

Tupperware sebagai perusahaan yang peduli dengan komunitas, karyawan dan lingkungannya

n = 89

No. Skala Frekuensi %

1 Sangat tidak setuju 0 0

2 Tidak setuju 0 0

3 Ragu − ragu 17 19.1

4 Setuju 58 65.2

5 Sangat setuju 14 15.7

Total 89 100

(Sumber data : Pernyataan kuesioner no.11)

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 89 responden terdapat 0 responden (0.00%) yang menjawab sangat tidak setuju, 0 responden (0.00%) menjawab tidak setuju, 17 responden (19.1%) menjawab ragu-ragu, 58 responden (65.2%) menjawab setuju, 214 responden (15.7) menjawab sangat setuju. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan member Tupperware setuju bahwa Tupperware sebagai perusahaan yang peduli dengan komunitas, karyawan dan lingkungannya.

4.3 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan program SPSS 17 untuk menghitung uji validitas dan reliabilitas. Sehingga pernyataan – pernyataan dalam kuesioner yang digunakan dapat dibuktikan keabsahannya. Dengan cara ini pengukuran hanya dilakukan satu kali dan dapat diketahui nilainya sebagai berikut:

(22)

Hasil Perhitungan Validitas

r tabel = 0.211 Variabel Correlated Item – Total

Correlation

Valid / Tidak Valid

X1 .568 Valid

X2 .759 Valid

X3 .843 Valid

X4 .748 Valid

X5 .646 Valid

X6 .503 Valid

X7 .666 Valid

X8 .807 Valid

X9 .791 Valid

Y1 .791 Valid

Y2 .807 Valid

Y3 .748 Valid

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 89 100.0

Excludeda 0 .0

Total 89 100.0

Sumber SPSS 17

(23)

Y5 .834 Valid

Y6 .751 Valid

Y7 .666 Valid

Y8 .543 Valid

Y9 .776 Valid

Y10 .682 Valid

Y11 .666 Valid

Dari hasil analisis didapat nilai korelasi antara skor item dengan skor total.

Nilai ini kemudian dibandingkan dengan nilai r table, r tabel pada 0,05 dengan derajat bebas df = jumlah kasus – 2 atau 89 – 2 = 87 maka skor total item harus melebihi angka standar yang ada di r = tabel agar bisa dikatakan valid. Dari hasil skor item Correlated Item – Total Correlation sudah valid.

Tabel 25

Hasil Perhitungan Reliabilitas

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.957 20

Sumber SPSS 17

Reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauhmana suatu hasil pengukuran relative konsisten apabila pengujian diulang dua kali atau lebih.

(24)

ini menunjukkan variabel tersebut dapat dikatakan sangat reliable.

4.4 Hasil Regresi Linear Sederhana

Tabel 26

Hasil Perhitungan Regresi Linear Sederhana

Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .956a .915 .914 1.600

a. Predictors: (Constant), Program CSR (X)

R Square disebut juga dengan koefisien determinasi. Koefisien determinasi menerangkan seberapa variasi Y yang disebabkan oleh X, artinya seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel X terhadap variabel Y. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaru yang ditimbulkan Program Corporate Social Responsibility “Bersinarlahh Wanita Indonesia” terhadap Reputasi PT Tupperware Indonesia. Dari tabel tersebut didapat nilai R Square (R2) sebesar 0,915, artinya bahwa pengaruh yang terjadi terhadap reputasi PT Tupperware Indonesia sebesar (0.915 x 100) = 91.5% disebabkan oleh Program Corporate Social Responsibility

(25)

faktor lain di luar model regresi tersebut.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) .154 1.462 .106 .916

Program CSR (X) 1.199 .039 .956 30.569 .000

a. Dependent Variable: Reputasi (Y)

Dari sini didapat rumus regresinya Y = 0.154 + 1.199 X. Didapat nilai a merupakan nilai Reputasi PT Tupperware Indonesia murni yang menyatakan bahwa, jika tidak ada Program Corporate Social Responsibility “ Bersinarlah Wanita Indonesia” maka reputasi Tupperware Indonesia sebesar 0.154. Sedangkan nila b sebesar 1.199 merupakan nilai kontribusi positif yang dihasilkan oleh Program Corporate Social Responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia”. Artinya jika Program Program Corporate Social Responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia”

naik satu satuan maka nilai Reputasi PT Tupperware Indonesia akan naik sebesar 1.199.

4.5 Anova (Uji Normalitas Regresi)

Pada penelitian ini yang dipakai untuk melihat seberapa besar pengaruh Program CSR “Bersinarlah Wanita Indonesia” Terhadap Reputasi PT Tupperware

(26)

Bx. Anova merupakan uji normalitas regresi yang gunanya untuk mengetahui apakah model yang dipakai untuk melihat besarnya pengaruh sudah tepat atau belum.

Tabel 27

Uji Normalitas Model Regresi Linea

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 2391.466 1 2391.466 934.476 .000a

Residual 222.646 87 2.559

Total 2614.112 88

a. Predictors: (Constant), Program CSR (X) b. Dependent Variable: Reputasi (Y)

Pada tabel Anova diatas , dapat dilihat nilai F hitung sebesar 934.476. Untuk menguji apakah model regresi linear Y = a + Bx tersebut sudah tepat atau belum, maka F hitung pada anova perlu dibandingkan dengan F tabel. Besar F hitung sendiri pada tabel Anova adalah 934.476.

Untuk membandingkan apakah model yang digunakan sudah tepat atau belum dapat dilihat pada kolom Sig (Nilai probabilitas) dengan taraf nyatanya α = 0.05 atau 0.01.

(27)

Jika probabilitas < 0.05 maka model diterima

Pada kolom Sig (nilai probabilitas) adalah 0.000, berarti < 0.05 yang berarti model diterima atau dapat disimpulkan bentuk persamaan Regresi Linear Sederhana Y = a + bx sudah tepat dan dipertanggung jawabkan.

4.6 Uji Hipotesis

Berdasarkan perhitungan SPSS, dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi atau nilai r hitung adalah sama dengan 0.956. Maka dapat diperoleh t hitung adalah 30.569.

Hipotesis pada penelitian ini:

Ha : t hitung > t tabel Ho : t hitung < t tabel Atau

Ha : Adanya pengaruh antara program corporate social responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia” terhadap reputasi PT Tupperware Indonesia.

Ho : Tidak adanya pengaruh antara corporate social responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia” terhadap reputasi PT Tupperware Indonesia.

Dilihat dari hipotesis diatas dapat dikatakan, jika t hitung < t tabelmaka tidak ada pengaruh dan berarti Ho diterima. Jika t hitung > t tabelmaka ada pengaru dan Ho ditolak.

(28)

dan t hitung diperoleh hasil 30.569. Sedangkan untuk mengetahui besar t tabel pada penelitian ini maka perlu diketahui tingkat signifikan yang akan dipakai pada besar derajat bebas. Tingkat pada penelitian ini adalah α = 5% dengan derajat bebsan adalah

Derajat bebas = 89 – 2

Derajat bebas = 87

Maka hasil yang diperoleh untuk t tabel sebesar 1.663. Dikarenakan t hitung >

t tabel jadi t hitung 30.569 > 1.663 maka Ha diterima dan Ho ditolak, Ha artinya bahwa program corporate social responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia”

berpengaruh secara (signifikan) terhadap reputasi PT Tupperware Indonesia, artinya koefisien tersebut dapat digeneralisasikan atau dapat berlaku pada populasi di mana sampel yang 89 orang diambil.

4.7 Pembahasan

Saat ini banyak perusahaan yang menyadari arti penting dari pertanggungjawaban sosial dan memasukkan tanggung jawab sosial itu dalam strategi bisnis mereka, bahkan tidak jarang perusahaan yang memasukan isu tanggung jawab sosial ke dalam visi dan misi perusahaan. Pertanggungjawaban social ini lazim disebut sebagai corporate social responsibility (CSR).

(29)

yang memberikan perhatian kepada peningkatan kualitas perusahaan (profit), masyarakat , khususnya komunitas sekitar serta lingkungan hidup. Tanggung jawab ini diarahkan baik ke dalam (internal) maupun ke luar (eksternal) perusahaan.

Dengan menjalankan tanggung jawab sosial yang dijalankanya, perusahaan diharapkan tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, namun juga turut berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan sekitar dalam jangka panjang.

Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” SheCAN merupakan bukti kesungguhan Tupperware dalam mendukung dedikasi para wanita inspiratif. Filsofi Tupperware 3E Tupperware yaitu Enlighten (Mencerahkan), Educate (Edukasi) dan Empower (Memberdayakan). dapat memberikan inspirasi bagi seluruh wanita-wanita di dunia. Kekuatan wanita untuk merubah hidup mereka sendiri, keluarga hingga komunitas sekitarnya membuktikan kehebatan seorang wanita.

Tujuan program “Bersinarlah Wanita Indonesia” SheCAN, akan menjadi motivasi utama untuk membantu wanita-wanita Indonesia melihat bahwa hidup ini penuh dengan kesempatan dan peluang. Program ini diperuntukkan untuk para wanita-wanita Indonesia yang inspiratif, di dalam program CSR Tupperware

“Bersinarlah Wanita Indonesia” akan diketahui bahwa ternyata Indonesia tidak kekurangan wanita hebat. Peran wanita-wanita ini telah merambah ke banyak bidang

(30)

tidak menghalangi mereka untuk mampu sejajar dengan para pria. Mereka bekerja dengan luar biasa tetapi tetap tidak melupakan kodratnya sebagai wanita, istri, dan ibu yang cinta dengan keluarga. Filosofi Tupperware dapat memberikan inspirasi bagi seluruh wanita di dunia. Kekuatan wanita untuk merubah hidup mereka sendiri, keluarga hingga komunitas sekitarnya membuktikan kehebatan seorang wanita.

Untuk menjalin hubungan baik dengan komunitas sekitar diperlukan pendekatan-pendekatan khusus dengan masyarakat sekitar. Hubungan yang terjalin dengan baik tersebut akan mampu mempengaruhi kelancaran kinerja bagi segenap karyawan PT Tupperware Indonesia, jika hubungan yang terjalin baik maka akan memberikan dampak yang positif. Tetapi sebaliknya, jika hubungan yang terjalin kurang baik maka akan timbul opini negatif dari masyarakat sekitar. Hal ini dapat berpengaruh buruk terhadap reputasi Tupperware Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian yang didapat dengan menyebarkan kuesioner ke 89 member, maka dapat diketahui pengaruh program corporate sosial responsibility

“Bersinarlah Wanita Indonesia” terhadap reputasi PT Tupperware Indonesia.

Dari hasil identitas responden, diketahui bahwa usia member Tupperware antara 20 – >50 tahun, didominasi oleh responden yang berusia antara 30 – 39 tahun.

Sedangkan dari Tingkat pendidikan, member Tupperware lebih didominasi oleh

(31)

Tupperware lebih didominasi oleh ibu rumah tangga.

Dalam penelitian ini peneliti memiliki dua variabel yang berbeda dalam mengukur seberapa besar pengaruh program corporate social responsibility

“Bersinarlah Wanita Indonesia”, yaitu variabel X program corporate social responsibility dan variabel Y reputasi. Menurut teori yang dikemukakan oleh Edi Suharto , dalam bukunya Pekerjaan Sosial Di Dunia Industri: Memperkuat CSR, terdapat 5 dimeni tentang merumuskan program corporate social responsibility yaitu Engagement, assessment, plan of action, action and facilitation, evaluation and Termination or Reformation.

Sedangkan dalam variabel reputasi Menurut Fombrum dan foss dalam bukunya Reputation Quetient / Reputasi perusahaan di mata publiknya berkaitan dengan salah satu dari 6 (enam) dimensi yaitu imbauan emosional, produk dan layanan,kinerja financial, visi dan kepemimpinan, lingkungan kerja dan tanggung jawab sosial. Dalam tiap dimensi terdapat dua sampai tiga pertanyaan yang mewakili.

Jadi total dari keseluruhan pertanyaan yang ada yaitu sebanyak 20 pertanyaan, dengan pilihan jawaban sangat setuju, setuju, ragu – ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, dan telah diketahui hasilnya bahwa member menanggapi positif terhadap program corporate social

(32)

responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia” berpengaruh secara (signifikan) terhadap reputasi PT Tupperware Indonesia.

Dimensi pertama dari program corporate social responsibility adalah engagement, yaitu dimensi yang membahas tentang pendekatan awal kepada

masyarakat agar terjalin komunikasi dan relasi yang baik. Tujuan utama langkah ini adalah terbangunnya pemahaman, penerimaan dan trust masyarakat yang akan dijadikan sasaran CSR. Dengan adanya pendekatan awal kepada masyarakat melalui kegiatan – kegiatan sosial dapat membangun hubungan yang baik antara Tupperware dengan para member. Hasil penelitian yang ada pada dimensi pertama adalah ressponden menanggapi positif jika Tupperware telah melakukan pendekatan- pendekatan kepada masyarakat sehingga telah terjalin komunikasi dan relasi yang baik dan Program CSR “Bersinarlah Wanita Indonesia” dapat terbangunnya pemahaman, penerimaan dan kepercayaan dari masyarakat.

Dimensi kedua Assessment, yaitu dimensi yang membahas Identififikasi masalah dan kebutuhan masyarakat yang akan dijadikan dasar dalam merumuskan program. Hasil penelitian yang ada pada dimensi kedua dapat diketahui bahwa responden menanggapi positif Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” berdasarkan kebutuhan dan perkembangan wanita saat ini.

(33)

akan diterapkan sebaiknya memerhatikan aspirasi masyarakat (Stakeholders) di satu pihak dan misi perusahaan termasuk shareholders di pihak lain. Hasil penelitian yang ada pada dimensi ketiga responden telah menanggapi dengan positif bahwa Program CSR “Bersinarlah Wanita Indonesia” sudah memenuhi aspirasi masyarakat Indonesia dan Program CSR “Bersinarlah Wanita Indonesia” sesuai dengan misi perusahaan yaitu merubah hidup lebih banyak orang menjadi lebih baik lagi.

Dimensi keempat Action and facilitation yaitu dengan menerapkan program yang telah disepakati bersama. Program bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat atau organisasi local. Hasil penelitian yang ada pada dimensi keempat responden telah menanggapi dengan positif bahwa Program CSR Tupperware

“Bersinarlah Wanita Indonesia” telah disepakati bersama antara Tupperware dengan masyarakat dan Masyarakat terlibat dalam Program CSR “Bersinarlah Wanita Indonesia”.

Dimensi kelima Evaluation and Termination or Reformation yaitu Menilai sejauh mana keberhasilan pelaksanaan program CSR di lapangan. Hasil penelitian yang ada pada dimensi kelima responden telah menanggapi dengan positif bahwa Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” sudah memberikan inspirasi kepada para Wanita Indonesia dan Program CSR Tupperware “Bersinarlah Wanita Indonesia” sudah berjalan dengan sukses.

(34)

mana organisasi disukai, diminati, dan dihormati. Hasil penelitian yang ada pada dimensi pertama variabel Y responden telah menanggapi dengan positif bahwa Tupperware sebagai perusahaan yang disukai, diminati dan dihormati dan Tupperware adalah perusahaan yang memiliki kualitas, inovai, nilai, kehandalan produk dan jasa yang baik.

Dimensi kedua Produk dan layanan, yaitu persepsi atas kualitas, inovasi, nilai, kehandalan produk dan jasa. Hasil penelitian yang ada pada dimensi kedua variabel Y responden telah menanggapi dengan positif bahwa PT Tupperware Indonesia adalah perusahaan yang memiliki reputasi yang baik dan Tupperware sebagai perusahaan yang memiliki perhatian tinggi terhadap konsumen, produk/jasa berkualitas tinggi, perusahaan yang dapat dipercaya dan perusahaan yang inovatif.

Dimensi ketiga Kinerja financial, yaitu persepsi atas profitabilitas prospek, dan resiko perusahaan. Hasil penelitian yang ada pada dimensi ketiga variabel Y reponden telah menanggapi dengan positif bahwa Tupperware sebagai perusahaan yang memiliki perhatian tinggi terhadap konsumen, produk/jasa berkualitas tinggi, perusahaan yang dapat dipercaya dan perusahaan yang inovatif.

Dimensi keempat Visi dan Kepemimpinan, yaitu seberapa jauh organisasi menunjukkan visi yang jelas dan kepemimpinan yang kokoh. Hasil penelitian yang ada pada dimensi keempat variabel Y responden telah menanggapi dengan positif

(35)

perusahaan yang peduli terhadap program-program sosial dan kepemimpinan yang kokoh.

Dimensi kelima Lingkungan Kerja, yaitu persepsi atas seberapa baik perusahaan dikelola, bagaimana bekerjanya, dan bagaimana kualitas karyawannya.

Hasil penelitian yang ada pada dimensi kelima variabel Y responden telah menanggapi dengan positif bahwa Tupperware perusahaan yang memiliki peluang untuk terus tumbuh dan berkembang serta perusahaan yang dikelola dengan baik, Tupperware perusahaan yang memiliki peluang untuk terus tumbuh dan berkembang serta perusahaan yang dikelola dengan baik dan Perusahaan Tupperware memiliki karyawan yang berkualitas.

Dimensi keenam Tanggung Jawab Sosial, yaitu persepsi atas perusahaan sebagai warga Negara yang baik, yang berkaitan dengan komunitas, karyawan dan lingkungannya. Hasil penelitian yang ada pada dimensi keenam variabel Y responden telah menanggapi dengan positif bahwa Perusahaan Tupperware memiliki tanggung jawab sosial yang sangat baik, Tupperware mendukung dedikasi para wanita inspiratif dan Tupperware sebagai perusahaan yang peduli dengan komunitas, karyawan dan lingkungannya.

Berdasarkan hasil uji hipotesis statistic yaitu dengan menggunakan uji statistik, maka hasil perhitungan t hitung > t tabel jadi t hitung 30.569 > 1.663, maka

(36)

“Bersinarlah Wanita Indonesia” berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap reputasi PT Tupperware Indonesia.

Dari hasil regresi didapatkan hasil koefisien determinasinya R2 = 0.915. Hal ini berarti program corporate social responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia”

memiliki kontribusi 91.5% untuk mempengaruhi reputasi PT Tupperware Indonesia.

Sedangkan sisanya 8.5% ditentukan atau dipengaruhi oleh faktor lain. Dan dapat dilihat hasilnya terhadap 89 responden diketahui sebagai berikut :

Seberapa besarkah pengaruh program corporate social responsibility

“Bersinarlah Wanita Indonesia” terhadap reputasi PT Tupperware Indonesia, di dapat melalui uji regresi dengan hasil sebagai berikut :

“Pengaruh program corporate social responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia” terhadap reputasi PT Tupperware Indonesia memiliki nilai sebesar 0.915 yang berarti program corporate social responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia”

memiliki kontribusi 91.5% untuk mempengaruhi reputasi PT Tupperware Indonesia.

Sedangakan 8.5% ditentukan atau dipengaruhi oleh faktor – faktor lain di luar model regresi”.

Selanjutnya untuk mengetahui, apakah sampel yang digunakan dalam penelitian dan untuk mengetahui besarnya pengaruh anatara program corporate social responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia” terhadap reputasi PT Tupperaware

(37)

besarnya hasil pengujia t hitung. Dari hasil uji t hitung ini diperoleh nilai sebesar 30.569, maka pernyataan hipotesis (Ha) yaitu terdapat Pengaruh Program Corporate Social Responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia” terhadap reputasi PT Tupperware Indonesia. Artinya responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini mewakili populasi dalam data hasil penelitian menjadi valid.

Dengan demikian program corporate social responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia” memiliki korelasi dan pengaruh yang positif dalam reputasi PT Tupperware Indonesia. Karena dengan adanya program corporate social responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia” yang positif maka akan mempengaruhi reputasi PT Tupperware Indonesia yang positif pula, maka reputasi PT Tupperware meningkat dengan adanya program corporate social responsibility “Bersinarlah Wanita Indonesia”.

Gambar

Tabel 1  n = 89  No  Usia  Frekuensi  %  1  20 − 29  15  16.9  2  30 − 39  43  48.3  3  40 − 49  25  28.1  4  &gt; 50  6    6.7  Total  89  100

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

128 Walaupun mayoritas jawaban responden menyatakan setuju terhadap dimensi ini, namun jika diperhatikan sebanyak 6, 30 % yaitu 72 responden menyatakan ragu- ragu bahwa

Membahas mengenai Corporate Social Responsibility (CSR), Aprida mengemukakan bahwa CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan merupakan bentuk komitmen perusahaan

Amanah juga dapat diartikan sebagai amanah (Al wadiah) yang harus dijaga, dilindungi dan ditegakkan. Dalam bahasa Arab, amanah adalah segala sesuatu atau tanggung jawab

Ukuran suatu perusahaan tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan oleh perusahaan, dikarenakan perusahaan memiliki kewajiban

Berdasarkan tabel diatas mengenai jawaban responden dari item pernyataan variabel keputusan pembelian (Y). Hasil perolehan data rata-rata sebesar 4,16 hingga 4,46 dari jawaban

Hipotesis keenam : Lingkungan Kerja yang dimediasi oleh Motivasi Kerja ber pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi

Ukuran perusahaan sebagai salah satu dimensi variabel memiliki t hitung sebesar 1,314 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,197 > 0,05, dengan keadaan tersebut maka H0 diterima dan H1

Pada pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa dengan pemasaran media sosial, variabel citra merek berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen Generasi Z