Perekonomian Banten triwulan III-2016 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai 131,48 triliun rupiah dan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai 98,50 triliun rupiah.
Ekonomi Banten triwulan III-2016 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh 2,44 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh 6,31 persen dengan andil pertumbuhan sebesar 0,37 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Konsumsi Pemerintah sebesar 5,09 persen dengan andil terhadap total pertumbuhan sebesar 0,19 persen..
Ekonomi Banten triwulan III-2016 tumbuh melambat dibanding periode yang sama pada tahun 2015 yaitu sebesar 5,35 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 12,86 persen dengan andil 0,36 persen. Dari sisi pengeluaran dicapai oleh Komponen Total Ekspor Netto yang tumbuh sebesar 13,41 persen, dengan andil sebesar 1,12 persen.
Struktur ekonomi Jawa secara spasial pada triwulan III-2016 didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto, yakni masing-masing sebesar 29,00 persen, 25,31 persen dan 22,31 persen. Provinsi Banten menyumbang sekitar 6,93 persen.
No. 64/11/36/Th.X, 7 November 2016
P
ERTUMBUHAN
E
KONOMI
B
ANTEN
T
RIWULAN
III
T
AHUN
2016
EKONOMI
BANTEN
TRIWULAN
III
TAHUN
2016
TUMBUH
5,35
PERSEN
MELAMBAT
DIBANDINGKAN
DENGAN
TRIWULAN
YANG
SAMA
TAHUN
SEBELUMNYA
A.
PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2016 Terhadap Triwulan III-2015 (y-on-y)
Ekonomi Banten triwulan III-2016 dibandingkan dengan triwulan III-2015 (y-on-y) tumbuh 5,35 persen. Pertumbuhan didukung oleh semua lapangan usaha yang tumbuh positif kecuali pengadaan listrik dan gas. Pertumbuhan tertinggi pada triwulan ini dicapai oleh Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 12,86 persen. Peningkatan produksi terjadi di sublapangan usaha Jasa Perantara Keuangan.
12.86 10.13 8.69 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
Jasa Keuangan dan
Asuransi Informasi dan Komunikasi Penyediaan Akomodasi danMakan Minum
Grafik 1. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Triwulan III-2016
2.87 2.52 2.44 1.68 0.98 1.20 0.43 0.60 0.64 0.53 0.53 0.55 0.39 0.54 0.52 5.90 5.18 5.35 (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 Q3-2015 Q2-2016 Q3-2016
Grafik 2. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha di Banten
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Infokom Real Estate Industri Pengolahan Lainnya LPE Selanjutnya diikuti Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi tumbuh sebesar 10,13 persen, dan Penyediaan Akomodasi, Makan dan Minum sebesar 8,69 persen. Secara kumulatif (c-to-c) yakni dari triwulan I hingga triwulan III Tahun 2016, pertumbuhan PDRB Banten baru mencapai 5,21 persen atau tumbuh melambat dibanding periode yang sama tahun 2015 yakni sebesar 5,54 persen. Pertumbuhan ekonomi Banten secara kumulatif (c to c) Tahun 2016 tertinggi berturut-turut adalah Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 15,41 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 9,86 persen dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 9,37 persen.
Struktur perekonomian Banten pada triwulan III-2016 belum menunjukkan perubahan yang berarti. Lapangan usaha Industri Pengolahan memberikan kontribusi sebesar 32,40 persen; Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 11,88 persen; Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,75 persen dan Konstruksi sebesar 10,02 persen. Keempat sektor tersebut menyumbang sebesar 65,04 persen dari total PDRB Banten.
y-Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2016 Terhadap Triwulan II-2016 (q-to-q)
Pertumbuhan ekonomi Banten triwulan III-2016 terhadap triwulan II-2016 ( q-to-q) mengalami pertumbuhan yang positif pada hampir semua lapangan usaha kecuali Pengadaan Listrik dan Gas yang mengalami kontraksi sebesar 7,69 persen akibat penurunan produksi gas kota. Ekonomi Banten pada triwulan ini secara
q-to-q dipicu oleh pertumbuhan pada lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 6,31 persen yang disebabkan adanya peningkatan produksi padi sebagai dampak curah hujan yang merata dan ketersediaan air yang cukup. Setelah itu disusul lapangan usaha Konstruksi yang tumbuh sebesar 5,28 persen sebagai dampak percepatan belanja infrastruktur oleh pemerintah. Kemudian lapangan usaha Informasi dan Komunikasi yang tumbuh sebesar 4,91 persen serta Real Estate tumbuh 2,38 persen. Pertumbuhan lapangan usaha-lapangan usaha tersebut menyebabkan ekonomi Banten di triwulan III-2016 mampu tumbuh positif sebesar 2,44 persen, walaupun lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,70 persen. (4) (2) 0 2 4 6 8 10 12
III-14 IV-14 I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 II-16 III-16 Grafik 3. Pertumbuhan PDRB Banten (q to q)
Beberapa Lapangan Usaha
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Konstruksi
Informasi dan Komunikasi PDRB
13.41 5.19 5.12 0.0 2.0 4.0 6.0 8.0 10.0 12.0 14.0 16.0
Total Net Ekspor Konsumsi
Rumahtangga PMTB 2.84 3.23 2.98 1.93 1.46 1.50 1.91 1.08 1.12 LPE, 5.90 LPE, 5.18 LPE, 5.35 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0 8.0
Trw III-2015 Trw II-2016 Trw III-2016 PKRT PMTB Total Net Ekspor LPE
B.
PDRB MENURUT PENGELUARAN
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2016 Terhadap Triwulan III-2015 (y-on-y)
Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Banten triwulan III-2016 terhadap triwulan III-2015 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,35 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Total Net Ekspor sebesar 13,41 persen, Konsumsi Rumahtangga sebesar 5,19 persen, dan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 5,12 persen. Pertumbuhan positif juga terjadi pada komponen Lembaga Non Profit yang melayani rumahtangga (LNPRT) serta komponen Konsumsi Pemerintah, yang masing-masing tumbuh sebesar 4,28 persen, dan 1,46 persen.
Struktur PDRB Banten menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan III-2016 masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 52,52 persen, diikuti komponen PMTB sebesar 28,96 persen terhadap total nilai PDRB Banten.
Sumber pertumbuhan perekonomian Banten triwulan III-2016 dibanding periode sama tahun 2015 (y-on-y) sebagian besar berasal dari pertumbuhan komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) yaitu sebesar 2,98 persen, diikuti komponen PMTB sebesar 1,50 persen dan komponen Total Net Ekspor sebesar 1,12 persen, sedangkan komponen lainnya relatif kecil kontribusinya dengan besaran andil kurang dari 1 persen.
Grafik 5. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran (y on y)
Grafik 4. Pertumbuhan
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2016 Terhadap Triwulan II-2016 (q-to-q)
Dari sisi pengeluaran pertumbuhan ekonomi Banten triwulan III-2016 meningkat menjadi sebesar 2,44 persen. Pertumbuhan positif terjadi pada hampir seluruh komponen pengeluaran, kecuali Komponen Perubahan Inventori dan Total Net Ekspor. Komponen pengeluaran yang mengalami pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Konsumsi Pemerintah yaitu sebesar 5,09 persen diikuti komponen PMTB yang tumbuh sebesar 2,74 persen, dan Pengeluaran Lembaga Non Profit sebesar 2,47 persen. Sementara itu, kinerja ekspor luar negeri Banten masih tumbuh negatif sebesar 8,41 persen selama triwulan III-2016, begitupun dengan impor luar negeri masih terkontraksi pada level -1,33 persen.
Komponen pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 2,28 persen. Dampak liburan sekolah tahun ajaran baru yang berbarengan dengan perayaan dua hari raya keagamaan ikut meningkatkan konsumsi rumah tangga dari periode sebelumnya.
Kinerja ekspor luar negeri yang didominasi oleh produk dari industri alas kaki pada triwulan ini terkontraksi sebesar 15,39 persen; produk industri kimia organik tumbuh sebesar 5,73 persen; dan produk industri plastik sebesar 54,93 persen. Sementara itu, komoditas utama impor luar negeri untuk Banten yang mengalami penurunan diantaranya Bahan Bakar Mineral yang terkontraksi hingga 10,69 persen, bahan minuman gula sebesar 18,96 persen, dan produk besi dan baja yang mengalami penurunan sebesar 24,58 persen.
PERTUMBUHAN PROVINSI SE-JAWA
Secara regional, pertumbuhan ekonomi se-Jawa triwulan III-2016 terjadi di seluruh provinsi. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Provinsi Jawa Barat sebesar 5,76 persen, diikuti oleh Provinsi DKI Jakarta sebesar 5,75 persen dan Provinsi Jawa Timur sebesar 5,61 persen.
Struktur perekonomian triwulan III-2016 secara spasial didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta 29,00 persen, diikuti Provinsi Jawa Timur sebesar 25,31 persen dan Provinsi Jawa Barat sebesar 22,31 persen sementara Provinsi Banten sendiri hanya menyumbang sebesar 6,93 persen. 5.76 5.75 5.61 5.35 5.06 4.68 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0 Ja wa B ar at DK I J ak ar ta Ja wa Tim ur Ban ten Ja wa Ten gah DI Y og ya ka rt a
Grafik 7. Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Provinsi se-Jawa, Triwulan III-2016
Jawa : 5,57 Grafik 6. Pertumbuhan PDRB q to q Beberapa Komponen (15.0) (10.0) (5.0) 5.0 10.0 15.0 20.0 I-12 II -12 II I-12 IV-12 I-13 II -13 II I-13 IV-13 I-14 II -14 III -14 IV-14 I-15 II -15 II I-15 IV-15 I-16 II -16 II I-16
Tabel 1
PDRB Menurut Lapangan Usaha
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (triliun rupiah)
Lapangan Usaha
Harga Berlaku Harga Konstan 2010 Triw
III-2015 Triw II-2016 Triw III-2016 Triw III-2015 Triw II-2016 Triw III-2016
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 7,71 8,01 8,58 5,55 5,60 5,96 B Pertambangan dan Penggalian 0,98 1,02 1,03 0,71 0,72 0,72 C Industri Pengolahan 40,64 41,61 42,60 33,97 34,38 35,10 D Pengadaan Listrik dan Gas 3,32 3,19 2,84 1,06 1,05 0,97 E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 0,09 0,10 0,10 0,09 0,09 0,09 F Konstruksi 12,26 12,45 13,17 8,79 8,72 9,18 G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 14,63 15,31 15,62 12,41 12,76 12,89 H Transportasi dan Pergudangan 12,85 13,46 14,13 5,98 6,31 6,41 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 2,98 3,21 3,30 2,25 2,40 2,44 J Informasi dan Komunikasi 4,35 4,57 4,84 5,12 5,37 5,64 K Jasa Keuangan dan Asuransi 3,46 3,87 4,01 2,59 2,86 2,93 L Real Estat 8,50 9,21 9,51 7,43 7,84 8,03 M,N Jasa Perusahaan 1,25 1,35 1,40 0,91 0,97 0,99 O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 2,34 2,60 2,62 1,56 1,68 1,68 P Jasa Pendidikan 3,76 4,07 4,17 2,69 2,88 2,91 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,37 1,47 1,52 1,07 1,13 1,16 R,S,T,U Jasa Lainnya 1,88 1,99 2,04 1,32 1,38 1,41
Tabel 2
Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2010 (persen) Lapangan Usaha Triw III- 2016 terhadap Triw II-2016 Triw III-2016 terhadap Triw III-2015 Sumber Pertumbuhan Triw III-2016 (Q to Q) Sumber Pertumbuhan Triw III-2016 (Y on Y) (1) (2) (3) (4) (5)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 6,31 7,30 0,37 0,43
B Pertambangan dan Penggalian 0,26 2,00 0,00 0,02
C Industri Pengolahan 2,09 3,31 0,75 1,20
D Pengadaan Listrik dan Gas (7,69) (9,25) (0,08) (0,11)
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 0,38 8,39 0,00 0,01
F Konstruksi 5,28 4,40 0,48 0,41
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 1,01 3,88 0,13 0,52
H Transportasi dan Pergudangan 1,52 7,18 0,10 0,46
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 1,88 8,69 0,05 0,21
J Informasi dan Komunikasi 4,91 10,13 0,27 0,55
K Jasa Keuangan dan Asuransi 2,26 12,86 0,07 0,36
L Real Estat 2,38 8,10 0,19 0,64
M,N Jasa Perusahaan 1,83 8,07 0,02 0,08
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 0,25 8,03 0,00 0,13
P Jasa Pendidikan 1,08 8,06 0,03 0,23
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,93 8,46 0,02 0,10
R,S,T,U Jasa Lainnya 2,01 7,41 0,03 0,10
Tabel 3
Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2015, Triwulan III Tahun 2016
(persen)
Lapangan Usaha 2015 2016
Triw III Triw I-III
(1) (2) (3) (4)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 5,98 6,53 6,29
B Pertambangan dan Penggalian 0,81 0,79 0,80
C Industri Pengolahan 33,48 32,40 32,68
D Pengadaan Listrik dan Gas 2,74 2,16 2,42
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 0,08 0,08 0,08
F Konstruksi 10,01 10,02 9,80
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 12,08 11,88 11,93
H Transportasi dan Pergudangan 10,22 10,75 10,64
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 2,45 2,51 2,51
J Informasi dan Komunikasi 3,54 3,68 3,61
K Jasa Keuangan dan Asuransi 2,80 3,05 3,05
L Real Estat 7,03 7,23 7,21
M,N Jasa Perusahaan 1,02 1,07 1,07
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 1,94 2,00 2,01
P Jasa Pendidikan 3,11 3,18 3,18
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,13 1,15 1,16
R,S,T,U Jasa Lainnya 1,55 1,55 1,56
Tabel 4
PDRB Menurut Pengeluaran
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (Juta rupiah)
Komponen
Harga Berlaku Harga Konstan 2010
Triw III-2015 Triw II-2016 Triw III-2016 Triw III-2015 Triw II-2016 Triw III-2016
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 63,918,124.67 67,049,531.73 69,056,906.45 53,765,191.64 55,293,162.34 56,555,403.53
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 559,521.90 583,250.75 609,181.90 473,537.69 481,895.39 493,795.77
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 5,424,376.43 5,396,294.64 5,808,698.85 3,804,532.08 3,673,355.25 3,860,231.82
4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 35,415,749.89 36,701,362.60 38,076,737.62 27,427,557.39 28,062,658.52 28,830,674.66 5. Perubahan Inventori 134,303.78 (213,721.07) (17,560.43) 270,532.68 (424,178.49) (34,103.33)
6. Total Net Ekspor : 16,915,267.13 17,991,884.65 17,946,977.19 7,757,718.90 9,073,216.13 8,797,755.75 a. Total Ekspor 91,835,795.44 94,958,071.58 93,218,173.06 72,687,443.93 76,501,106.94 74,301,170.64 b. Dikurangi Total Impor 74,920,528.32 76,966,186.93 75,271,195.88 64,929,725.03 67,427,890.81 65,503,414.89
Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) 122,367,343.81 127,508,603.28 131,480,941.57 93,499,070.38 96,160,109.14 98,503,758.20
Tabel 5
Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Tahun Dasar 2010 (persen) Komponen Triw III-2016 Terhadap Triw II-2016 (Q to Q) Triw III-2016 terhadap Triw III-2015 (Y on Y) Sumber Pertumbuhan Triw III-2016 (Q to Q) Sumber Pertumbuhan Triw III-2016 (Y on Y) (1) (2) (3) (4) (5)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 2,28 5,19 1,31 2,98
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 2,47 4,28 0,01 0,02
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 5.09 1.46 0.19 0,06
4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 2,74 5,12 0,80 1,50
5. Perubahan Inventori (91,96) (112,61) 0,40 (0,33)
6. Total Net Ekspor: (3,04) 13,41 (0,29) 1,12
a. Total Ekspor (2,88) 2,22 (2,29) 1,73
b. Dikurangi Total Impor (2,85) 0,88 (2,00) 0,61
Tabel 6
Struktur PDRB Menurut Pengeluaran Tahun 2015,
Triwulan III-2015, Triwulan II-2016, dan Triwulan III-2016 (persen)
Komponen Tahun 2015 Triwulan III-2015
2016 Triw II Triw III
(1) (3) (4) (5) (6)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 52,74 52,23 52,58 52,52
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 0,46 0,46 0,46 0,46
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 4,63 4,43 4,23 4,42
4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 29,21 28,94 28,78 28,96
5. Perubahan Inventori 0,11 0,11 (0,17) (0,01)
6. Total Net Ekspor: 12,85 13,82 14,11 13,65
a. Total Ekspor 77,28 75,05 74,47 70,90
b. Dikurangi Total Impor 64,44 61,23 60,36 57,25
Informasi lebih lanjut hubungi:
Ir. Agoes Soebeno, M.Si Kepala BPS Provinsi Banten
Telepon: 0254-267027; Fax: 0254-267026 E-mail : [email protected]
Website : banten.bps.go.id