Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Gemar Membaca mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar
Teks penuh
(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SUBTEMA GEMAR MEMBACA MENGACU KURIKULUM SD 2013 UNTUK SISWA KELAS SATU (1) SEKOLAH DASAR. SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh: Arista Ninda Kusuma 111134099. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2015. i.
(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ii.
(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. iii.
(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. HALAMAN PERSEMBAHAN. Karya ini kupersembahkan untuk:. Allah SWT Yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya. Bapak dan Ibuku tercinta Bapak Sumarna dan Ibu Sumarsih yang sangat mengharapkan keberhasilanku dan kebahagiaan masa depanku dengan memberikan doa, semangat, dan dukungan.. Adikku Teddy Angger Kusuma yang selalu memberikan dukungan. Nanda Arif Wijayanto Terima kasih atas perhatian, bantuan, motivasi, dan dukungannya. Sahabat-sahabatku mahasiswa PGSD kelas A Terima kasih atas segala semangat, perhatian, bantuan, dan kasih sayang yang kalian berikan. Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv.
(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. MOTTO. Berangkat dengan penuh keyakinan, berjalan dengan penuh keikhlasan, dan istiqomah dalam menghadapi cobaan “YAKIN , IKHLAS, ISTIQOMAH” (TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid). Seorang pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, sedangkan seorang optimistis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan (Winston Churchill). Anda tidak akan pernah menang jika Anda tidak pernah memulai Helen Rowland (1876-1950). v.
(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA. Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.. Yogyakarta, 15 Desember 2014. Arista Ninda Kusuma. vi.
(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama. : Arista Ninda Kusuma. Nomor Mahasiswa. : 1111134099. Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Subtema Gemar Membaca Mengacu Kurikulum SD 2013 Untuk Siswa Kelas Satu (1) Sekolah Dasar. beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam. bentuk. media. lain,. mengelolanya. dalam. bentuk. pangkalan,. mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan rolayti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 15 Desember 2014. Yang menyatakan. Arista Ninda Kusuma. vii.
(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ABSTRAK. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SUBTEMA GEMAR MEMBACA MENGACU KURIKULUM SD 2013 UNTUK SISWA KELAS SATU (1) SEKOLAH DASAR Arista Ninda Kusuma Universitas Sanata Dharma 2015 Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum SD 2013 dengan menggunakan pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, berfikir tingkat tinggi, pendidikan karakter, dan penilaian otentik Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran ini memodifikasi langkah-langkah model Kemp yang telah direvisi dan penelitian pengembangan Borg and Gall melalui lima langkah, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi ahli, (5) revisi desain, hingga menghasilkan desain produk akhir berupa perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Instrumen dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan wawancara analisis kebutuhan dan kuesioner. Penelitian ini dilakukan dari bulan April sampai Desember 2014. Berdasarkan validasi pakar Kurikulum 2013 terhadap perangkat pembelajaran, dihasilkan skor 4,48 (sangat baik) dan skor 4,88 (sangat baik) serta dua guru kelas I SD menghasilkan skor 4,88 (sangat baik) dan 4,48 (sangat baik). Perangkat pembelajaran tersebut memperoleh rerata skor 4,68 dan termasuk dalam kategori “sangat baik”. Hal tersebut ditinjau dari aspek yang ada pada instrumen validasi yaitu, a) identitas RPPTH, (b) perumusan indikator, (c) perumusan tujuan, (d) pemilihan materi ajar, (e) pemilihan sumber belajar, (f) pemilihan media belajar, (g) metode pembelajaran, (h) skenario pembelajaran, (i) penilaian, (j) lembar kerja siswa, dan (k) bahasa. Dengan demikian bahan ajar yang dikembangkan sudah layak digunakan sebagai bahan ajar mengacu Kurikulum 2013. Kata kunci : perangkat pembelajaran, kurikulum SD 2013. viii.
(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF LEARNING INSTRUMENT BASED ON CURRICULUM 2013 SUBTHEME “GEMAR MEMBACA” FOR FIRST GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL Arista Ninda Kusuma Sanata Dharma University 2015 This research is a development research. The aim of this research is to produce teaching material refers to 2013 curriculum using thematic integrative approach, scientific approach, character education, and the use of authentic asessment in the learning activity. The method of this research is Research and Development (R&D). This learning instruments development use the procedure of material development by Jerold E. Kemp and the procedures are adopted by Borg and Gall. The procedures become a more simple development model, which is used as the research’s principal. There are five steps of development procedure used in this research. They include (1) potential and problem, (2) data gathering, (3) product design, (4) professionals’ validation, (5) design revision, in such a way that it create a final product in a from of learning instruments refer to curriculum of 2013 for elementary students in the first grade. The research instrument used is interview and questionnaire. This research was held on April until December 2014. Based on the expert two curriculum 2013 validation score 4.48 dan 4.88 means very good, two teachers of grade I validation score are 4.88 and 4.48 mean very good. The teaching material gets the average score of 4,68 and it is categorized “very good”. It is on the aspects in the validation instruments including the a) the identity of the larning plan, (b) the formulation of indicators, (c) the formulation of objectives, (d) the selection of teaching materials, (e) the selection of learning resources, (f) the selection of learning media, (g) learning method, (h) learning scenario , (i) assessment, (j) student worksheets, and (k) the language. Therefore the learning tools that is developed is appropriate to be used as the teaching material refer to 2013 curriculum. Key words: teaching material, 2013 curriculum. ix.
(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. KATA PENGANTAR. Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan. rahmat. dan. berkah-Nya,. sehingga. skripsi. yang. berjudul. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Subtema Gemar Membaca Mengacu Kurikulum SD 2013 Untuk Siswa Kelas Satu (1) Sekolah Dasar dapat penulis selesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung ataupun tidak langsung sehingga skripsi dapat terselesaikan dengan baik. Maka pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Romo Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A. selaku Ketua Program Studi PGSD. 3. Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku Dosen Pembimbing I yang telah membimbing. dan. memberi. dukungan. sehingga. penulis. dapat. menyelesaikan skripsi ini. 4. Galih Kusumo, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing II yang telah membimbing. dan. memberi. dukungan. sehingga. penulis. dapat. menyelesaikan skripsi ini. 5. Para dosen dan Staf PGSD yang telah melayani peneliti dengan baik. 6. Rr. Rumiyati, S.Pd. selaku guru kelas I SD Wonorejo I yang telah memberikan informasi mengenai kesulitanya dalam menyusun perangkat pembelajaran dan membantu dalam melakukan validasi produk penelitian. 7. Sukiman, M.Pd. selaku guru kelas I SD N Kemukus yang telah membantu peneliti dalam melakukan validasi produk penelitian.. x.
(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 8. Suyatmini, S.Pd guru kelas I SD N Merdikorejo yang telah membantu peneliti dalam melakukan validasi produk penelitian. 9. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd selaku validator Pakar Kurikulum 2013 yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan melakukan validasi produk penelitian. 10. Orang tua tercinta Sumarna dan Sumarsih yang telah memberikan doa, semangat, dan dukungan kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian ini sampai akhir. 11. Adikku tersayang Teddy Angger Kusuma yang selalu memberikan semangat. 12. Teman dekatku Nanda Arif Wijayanto yang selalu menemani, membantu, memberikan semangat dan motivasi dalam setiap proses pembuatan perangkat pembelajaran. 13. Teman-teman mahasiswa skripsi payung pengembangan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 yang selalu membantu dan memberikan motivasi. 14. Sahabat-sahabatku (Sali, Danik, Rosa, Ria, Ayu, Rimba, Eci, Silvie ) yang selalu datang untuk memberikan semangat dan dukungan. 15. Segenap pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih untuk bantuan dan dukungannya selama ini. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak keterbatasan dan kekurangannya, maka penulis sangat membutuhkan kritik dan saran dari berbagai pihak. Akhirnya penulis mengucapkan selamat membaca semoga bermanfaat bagi kita semua Yogyakarta, 15 Desember 2014 Penulis. Arista Ninda Kusuma. xi.
(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv HALAMAN MOTTO ....................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................ vii ABSTRAK ......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................ ix KATA PENGANTAR ....................................................................................... x DAFTAR ISI ...................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah............................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................ 5 1.3 Tujuan Penelitian ......................................................................................... 5 1.4 Manfaat Penelitian ....................................................................................... 6 1.5 Batasan Istilah .............................................................................................. 7 1.6 Spesifikasi Produk ....................................................................................... 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka ............................................................................................. 9 2.1.1 Kurikulum SD 2013................................................................................... 9 2.1.1.1 Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum SD 2013 ......................... 9 2.1.1.2 Penguatan Pendidikan Karakter dan Kemampuan Berfikir Tingkat Tinggi .....................................................13 2.1.1.3 Pendekatan Tematik Integratif ................................................................16. xii.
(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 2.1.1.4 Pendekatan Saintifik................................................................................ 21 2.1.1.5 Penilaian Otentik ..................................................................................... 22 2.1.2 Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran ........................................ 27 2.2 Penelitian yang Relevan ................................................................................ 35 2.3 Kerangka Pikir .............................................................................................. 37 2.4 Pertanyaan Penelitian .................................................................................... 40 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian............................................................................................. 41 3.2 Prosedur Pengembangan .............................................................................. 44 3.2.1. Potensi dan Masalah ................................................................................ 46. 3.2.2. Pengumpulan Data .................................................................................. 46. 3.2.3. Desain Produk ......................................................................................... 46. 3.2.4. Validasi Desain ....................................................................................... 47. 3.2.5. Revisi Desain........................................................................................... 47. 3.3 Jadwal Pelaksanaan Penelitian ..................................................................... 48 3.4 Validasi Ahli Kurikulum SD 2013 .............................................................. 48 3.5 Validasi Guru SD Kelas I Pelaksana Kurikulum SD 2013 .......................... 49 3.6 Instrumen Penelitian .................................................................................... 49 3.7 Teknik Pengumpulan Data ........................................................................... 50 3.8 Teknik Analisis Data .................................................................................... 50 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Kebutuhan ...................................................................................... 54 4.1.1 Hasil Wawancara Survei Kebutuhan ....................................................... 55 4.1.2 Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ............................... 58 4.2 Deskripsi Produk Awal ............................................................................... 59 4.2.1. Silabus ..................................................................................................... 59. 4.2.2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) ............. 60. 4.3 Data Hasil Validasi Pakar Kurikulum SD 2013 dan Revisi Produk ............ 63 4.4 Data Hasil Validasi Guru SD Kelas I Kurikulum SD 2013 ......................... 66 4.5 Kajian Produk Akhir dan Pembahasan ........................................................ 67 4.5.1. Rencana Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) .................................. 67. xiii.
(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 4.5.2. Pembahasan ............................................................................................. 69. BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan.................................................................................................... 73 5.2 Keterbatasan Pengembangan......................................................................... 74 5.3 Saran ............................................................................................................. 74 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 76 LAMPIRAN ....................................................................................................... 79. xiv.
(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 1. Identifikasi Kesenjangan Kurikulum ....................................................10 Tabel 2. Elemen Perubahan Kurikulum 2013 .....................................................12 Tabel 3. Karakteristik Penilaian Tradisional dan Otentik ...................................24 Tabel 4. Waktu Pelaksana Penelitian ..................................................................48 Tabel 5. Konversi Nilai Skala Lima ....................................................................51 Tabel 6. Kriteria Skor Lima ................................................................................53 Tabel 7. Komentar Pakar 1 Kurikuum 2013 dan Revisi .....................................65 Tabel 8. Komentar Pakar 2 Kurikulum 2013 dan Revisi ....................................65 Tabel 9. Komentar Guru Pelaksana Kurikulum SD 2013 dan Revisi .................67 Tabel 10. Rekapitulasi Validasi Pakar Kurikulum SD 2013 dan Guru SD .......................................................................................69. xv.
(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Revisi Taksonomi Bloom .................................................................... 15 Gambar 2.Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kemp ....................... 28 Gambar 3.Skema Kerangka Pikir Penelitian........................................................ 37 Gambar 4. Prosedur Pelaksanaan Penelitian dan Pengembangan Metode R&D. …………………………………….. 42 Gambar 5. Langkah-langkah Pengembangan Perangkat Pembelajaran………... 45. xvi.
(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Izin Wawancara Hasil ............................................................ 79 Lampiran 2 Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ............................................ 81 Lampiran 3 Bukti Melakukan Wawancara Analisis Kebutuhan ......................... 83 Lampiran 4 Data Vaidasi Pakar Kurikulum SD 2013 ......................................... 85 Lampiran 5 Data Validasi Guru Pelaksana Kurikulum SD 2013 ....................... 94 Lampiran 6 Silabus ............................................................................................. 103 Lampiran 7 Biodata Penulis ................................................................................ 198 Lampiran 8 Perangkat Pembelajaran (Dicetak Terpisah). xvii.
(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang masalah Tingkat satuan pendidikan yang dianggap sebagai dasar pendidikan adalah Sekolah Dasar (SD). Kemajuan suatu bangsa akan tercapai apabila memiliki dasar pendidikan yang kokoh dan dapat membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal I (I) dinyatakan pendidikan sebagai “…usaha sadar untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.” Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif menjadi fokus utama proses pendidikan. Dalam proses suatu pendidikan dibutuhkan suatu perencanaan. Perencanaan merupakan segala sesuatu yang dipikirkan dan disiapkan demi tercapainya suatu tujuan tertentu. Menurut Nawawi (1983: 16) perencanaan berarti menyusun langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu. Hal serupa juga dikemukankan oleh Ely (dalam Sanjaya, 2010: 24) bahwa perencanaan adalah suatu proses maupun cara yang aan dilakukan demi tecapainya apa yang diinginkan (tujuan).. 1.
(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 2. Dalam pendidikan perencanaan berperan sangat penting dalam pembuatan perangkat pembelajaran. Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan pendekatan dan metode pengajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanaan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Didalam kurikulum 2013 di harapkan untuk mampu melahirkan generasi masa depan yang cerdas komprehensif yakni tidak hanya cerdas dalam intelektualnya saja, akan tetapi juga cerdas dalam emosi, sosial dan spiritualnya. Hal tersebut tanpak dalam terintegrasikannya nilai-nilai karakter kedalam proses pembelajaran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter diartikan sebagai sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang dapat membedakan seseorang dari: tabiat; watak. Kurikulum yang terdapat diIndonesia sudah mengalami banyak perubahan, dari Kurikulum 1947-2013. Pemerintah Indonesia kini menerapkan kuriulum 2013. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004. Kurikulum 2013 dilaksanakan bertahap mulai tahun pelajaran 2013/2014. Tahap pertama diujicobakan kepada beberapa sekolah pada kelas 1 dan 4. Mulai tahun pelajaran 2014/2015 semua sekolah wajib serentak menerapkan kurikulum 2013, Untuk sekolah dasar dilakukan untuk kelas.
(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 3. 1 dan 4. Pada Kurikulum 2013 melanjutkan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang pernah dirintis pada tahun 2004 yaitu dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Kurikulum 2013 berorientasi untuk meningkatkan keseimbangan antara kompetensi sikap ( attitude ), keterampilan ( skill ) dan pengetahuan ( knowledge ). Dalam hal ini posisi guru harus diposisikan sebagai “aktorutama” dalam implementasi Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan mengenai pemahaman terhadap kurikulum 2013 yang dilakukan pada tanggal 15 April di SD Negeri 1 Wonorejo , Ibu RR memaparkan bahwa guru belum maksimal dalam menerapkan kurikulum 2013, selain itu menjelaskan bahwa Kurikulum 2013 sebenarnya sangat bermanfaat untuk diterapkan di Sekolah Dasar. Peserta didik dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Beliau sudah memahami bahwa Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajarannya dan indikator merupakan hal yang harus dicapai dalam langkah pada tujuan pembelajaran, keduanya harus saling terkait. Dalam melaksanakan pendekatan saintifik tersebut beliau sudah cukup paham dan sudah sedikit demi sedikit menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. Guru sudah melakukan 5 langkah dalam pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan). Akan tetapi guru masih kesulitan dalam hal melakukan penilaian, khususnya dalam melakukan penilaian sikap sosial. Beliau sudah paham bahwa pada Kurikulum 2013 menggunakan penilaian otentik. Penilaian otentik tersebut ada beberapa aspek yang dinilai, seperti pengetahuan, keterampilan, sikap sosial, dan sikap spiritual. Guru masih belum maksimal melakukan penilaian, karena proses.
(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 4. penilaian dilaksanakan dalam waktu bersamaan, mengajar sekaligus menilai. Mengenai pemahaman tentang pendidikan karakter, guru masih belum maksimal untuk menanamkan 18 nilai karakter pada diri siswa. Guru tersebut menyadari bahwa pemahamannya terhadap pendidikan karakter masih sangat terbatas karena kuranganya sosialisasi. Oleh karena itu, siswa masih belum optimal untuk membentuk karakter. Akan tetapi guru tetap berusaha menanamkan nilai karakter kepada siswa, seperti tanggung jawab, percaya diri, santun, teliti, dll. Mengenai perangkat pembelajaran guru masih mengalami kesulitan dalam tahap pelaksanaan di kelas. Di SD Negeri 1 Wonorejo sudah tersedia contoh-contoh perangkat pembelajaran yang telah sesuai dengan Kurikulum 2013, akan tetapi guru masih memerlukan adanya contoh-contoh perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum SD 2013. Oleh karena itu, guru-guru masih membutuhkan sosialisasi kurikulum 2013 lebih lanjut agar pelaksanaan pembelajaran dikelas dapat berjalan dengan maksimal. Berdasarkan kenyataan tersebut, perangkat pembelajaran merupakan sebuah bagian dari kurikulum. Sedangkan kurikulum merupakan alat terpenting dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Perangkat pembelajaran menjadi hal penting sebagai pedoman dalam mengarahkan dan memberikan materi kepada siswa. Peneliti mencoba mengembangkan perangkat pembelajaran dengan spesifikasi Komponen RPPTH yang disusun lengkap RPPTH yang disusun dengan memperhatikan keutuhan perkembangan pribadi siswa (intelektual, keterampilan, sikap sosial, dan sikap spiritual) yang nampak dalam perumusan indikator dan tujuan pembelajaran. Oleh.
(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 5. sebab itu, peneliti mencoba untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang mencakup. kebutuhan. guru. dan. siswa. pada. umumnya. dengan. judul. ”Pengembangan Perangkat Pelajaran pada Subtema Gemar Membaca Mengacu pada Kurikulum SD 2013 di Kelas I Sekolah Dasar” . 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1. Bagaimana prosedur pengembangan perangkat pembelajaran subtema Gemar Membaca mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar?. 1.2.2. Bagaimana kualitas produk perangkat pembelajaran subtema Gemar Membaca mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar?. 1.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.3.1. Untuk memaparkan prosedur pengembangan perangkat pembelajaran subtema Gemar Membaca mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.. 1.3.2. Untuk mendeskripsikan kualitas produk prosedur perangkat pembelajaran subtema Gemar Membaca mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar..
(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 6. 1.4 Manfaat Penelitian Penelitian Pengembangan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : 1.4.1 Bagi mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan bagimana siswa dapat memperoleh pengalaman melakukan pengembangan perangkat pembelajaran pada sub tema Gemar Membaca yang mengacu kurikulum 2013. 1.4.2. Bagi guru Hasil penelitian ini diharapkan bagi Guru dapat memiliki perangkat pembelajaran subtema Gemar Membaca mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas I.. 1.4.3. Bagi siswa Hasil penelitian ini diharapkan siswa dapat memahami materi pada subtema Gemar Membaca dengan perangkat pembelajaran yang telah disusun mengacu Kurikulum 2013.. 1.4.4. Bagi sekolah Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif pada sekolah dalam rangka perbaikan kualitas pengembangan perangkat pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum SD 2013.. 1.4.5. Bagi Prodi PGSD Prodi PGSD dapat menambah acuan untuk mengembangkan produk yang lain..
(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 7. 1.5 Batasan Istilah 1.5.1. Kurikulum adalah rencana dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan. Dalam kurikulum 2013 ini lebih ditekankan pada kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.. 1.5.2. Pendidikan karakter adalah Pendidikan yang mengajarkan cara berfikir dan bersikap serta berperilaku untuk bermasyrakat yang baik.. 1.5.3. Pendekatan tematik integratif merupakan pendekatan yang disampaikan dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran. Kompetensi dari berbagai mata pelajaran diintegrasikan kedalam berbagai tema yang mengintegrasikan sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan.. 1.5.4. Pendekatan saintifik adalah Pendekatan yang dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami. berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa. informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. 1.5.5. Penilaian otentik adalah prosedur penilaian yang menunjukkan adanya kemampuan, yaitu pengetahuan dan keterampilan sikap yang dilakukan siswa secara nyata.. 1.5.6. Perangkat pembelajaran adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) beserta lampirannya yang terdiri dari bahan.
(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 8. ajar/LKS, media pembelajaran, Instrumen penilaian yang berupa soal dan kunci jawaban serta tugas dan rubrik penilaian. 1.6. Spesifikasi Produk yang dikembangkan. 1.6.1. Komponen RPPTH yang disusun lengkap.. 1.6.2. RPPTH disusun dengan memperhatikan keutuhan perkembangan pribadi siswa (intelektual, keterampilan, sikap sosial, dan sikap spiritual) yang nampak dalam perumusan indicator dan tujuan pembelajaran.. 1.6.3. RPPTH disusun dengan pendekatan tematik integratif.. 1.6.4. RPPTH disusun basisaktivitas siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik.. 1.6.5. Penilaian dalam RPPTH menggunakan penilaian otentik.. 1.6.6. RPPTH disusun sesuai dengan ketentuan EYD..
(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 2.1.1. Kajian Pustaka Kurikulum SD 2013 Dalam. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem. Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang akan digunakan. sebagai. dasar. pedoman. penyelenggaraan. kegiatan. dalam. pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut J.Lioyd Trump dan Dalmes F. Miller dalam (Poerwati dan Amri, 2013: 3),. juga. menganut definisi kurikulum yang luas, menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi murid dan seluruh program, perubahan tenaga mengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervise dan administrasi dan hal-hal structural mengenai waktu, jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. Dari beberapa pengertian tersebut, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kurikulum adalah rencana yang disusun untuk melancarkan sebuah proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah ataupun lembaga pendidikan. 2.1.1.1 Rasional dan elemen perubahan Kurikulum SD 2013 Pengembangan merupakan kegiatan yang dapat menghasilkan atau menyusun sesuatu yang sama sekali baru dari pengembangan sesuatu yang telah. 9.
(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 10. ada. Pengembangan kurikulum suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai komponen yang terkait (Mulyasa, 2013: 59). Menurut Nuh (dalam Kemendikbud, 2013a: 1), menyatakan bahwa Kurikulum 2013 merupakan perkembangan dari kurikulum sebelumnya. Perkembangan zaman akan semakin pesat dan akan mengalami tantangan internal dan eksternal yang harus siap dihadapi. Pengembangan Kurikulum SD 2013 merupakan suatu penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Perlunya perubahan kurikulum, karena adanya kelemahan yang ditemukan dalam KTSP 2006 sebagai berikut (diadaptasi dari materi sosialisasi Kurikulum 2013). Tantangan internal dan eksternal merupakan dua hal yang harus dihadapi seiring dengan perkembangan zaman. Hal lain yang perlu dihadapi adalah kesenjangan kurikulum yang berlaku pada saat ini dan dapat dilihat pada tabel di bawah ini (Mulyasa, 2013: 61).. 1. 2. 3. 1. KONDISI SAAT INI KONSEP IDEAL A. KOMPETENSI LULUSAN Belum sepenuhnya 1 Berkarakter mulia menekankan pendidikan karakter Belum menghasilkan 2 Keterampilan yang relevan keterampilan sesuai kebutuhan Pengetahuan-pengetahuan 3 Pengetahuan-pengetahuan lepas terkait B. MATERI PEMBELAJARAN Belum relevan dengan 1 Relevan dengan materi yang kompetensi yang dibutuhkan dibutuhkan.
(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 2 3. 1 2. 3. 1. 2. 1 2. 1. 2. 3. 11. Beban belajar terlalu berat 2 Materi esensial Terlalu luas, kurang 3 Sesuai dengan tingkat mendalam perkembangan anak KONDISI SAAT INI KONSEP IDEAL C. PROSES PEMBELAJARAN Berpusat pada guru 1 Berpusat pada peserta didik Proses pembelajaran 2 Sifat pembelajaran yang berorientasi pada pada buku kontekstual teks Buku teks hanya memuat 3 Buku teks memuat materi dan materi bahasan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan D. PENILAIAN Menekankan aspek kognitif 1 Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proposional Tes menjadi cara penilaian 2 Penilaian tes pada portofolio yang dominan saling melengkapi E. PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Memenuhi kompetensi 1 Memenuhi kompetensi profesi, profesi saja pedagogi, sosial, dan personal Fokus pada ukuran kinerja 2 Motivasi mengajar PTK F. PENGELOLAAN KURIKULUM Satuan pendidikan 1 Pemerintah pusat dan daerah mempunyai pembebasan memiliki kendali kualitas dalam dalam pengelolaan kurikulum pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan Masih terdapat 2 Satuan pendidikan mampu kecenderungan satuan menyusun kurikulum dengan pendidikan menyususn mempertimbangkan kondisi kurikulum tanpa satuan pendidikan, kebutuhan mempertimbangkan kondisi peserta didik, dan potensi daerah satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah. Pemerintah hanya 3 Pemerintah menyiapkan semua menyiapkan sampai standar komponen kurikulum sampai isi mata pelajaran buku teks dan pedoman Tabel. 1 Identifikasi Kesenjangan Kurikulum.
(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 12. Melihat kesenjangan kurikulum diatas maka diperlukan adanya pola pikir dari pengembangan Kurikulum 2013. Pola pikir pengembangan kurikulum 2013 dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya sebagai berikut: 1. Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan. 2. Standar isi diturunkan dari Standar kompetensi lulusan melalui kometensi Inti yang bebas mata pelajaran. 3. Semua mata pelajaran harus berkonstribusi dalam pembentukan sikap, keterampilan dan pengetahuan. 4. Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. 5. Setiap pelajaran diikat oleh kompetemsi inti (tiap kelas) Dalam kurikulum 2013 terdapat elemen perubahan, meliputi : 1) standar kompetensi lulusan; 2) standar proses; 3) standar isi; dan 4) standar penilaian. Elemen perubahan tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini. (Majid, 2014: 35). DESKRIPSI SD. ELEMEN. Kompetensi Lulusan. Kedudukan mata pelajaran (ISI) Pendekatan (ISI) a. Struktur Kurikulum (Mata Pelajaran dan alokasi waktu) ISI. b. c. d.. Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi. Kompetensi dikembangkan melalui: Tematik terpadu dalam semua mata pelajaran Holistik dan integratif berfokus kepada alam, sosial dan budaya Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan sains Jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6 Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran.
(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 13. a. Standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. b. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi Proses pembelajaran juga di lingkungan sekolah dan masyarakat c. Guru bukan satu-satunya sumber belajar. d. Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan Tematik dan terpadu a. Penilaian berbasis kompetensi b. Pergeseran dari penilaian melalui tes (mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja), menuju penilaian otentik (mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil) c. Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) Penilaian yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal) d. Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga pada kompetensi inti dan SKL e. Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian a. Pramuka (wajib) b. UKS Ekstrakurikuler c. PMR d. Bahasa Inggris Tabel 2. Elemen Perubahan Kurikulum 2013 2.1.1.2 Penguatan pendidikan karakter dan kemampuan berfikir tingkat tinggi Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Karakter berasal dari akar kata latin yang berarti “dipahat”, oleh karena itu karakter adalah kualitas dan kekuatan mental atau moral, akhlak atau budi pekerti individu yang.
(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 14. merupakan kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan penegak, serta yang membedakan dengan individu lain Rutland (dalam Hidayatullah, 2010: 12). Megawangi (dalam Zubaedi, 2007: 197), menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah usaha yang dilakukan untuk mendidik anak-anak agar dapat melatih dalam hal mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat suatu hal yang positif untuk lingkungannya. Lickona (2012: 8),. menjelaskan pendidikan karakter adalah perihal. menjadi sekolah yang berkarakter, dimana sekolah adalah tempat terbaik untuk menanamkan karakter. Proses pendidikan karakter didasarkan pada totalitas psikologis yang mencakup seluruh potensi individu manusia ( kognitif, afektif, dan psikomotorik ). Russell & Megawangi (2010: 35), menekankan pentingnya pendidikan karakter disekolah, walaupun dasar dari pendidikan karakter ada didalam keluarga, akan tetapi jika anak medapatkan pendidikan karakter yang baik dari keluarganya maka anak akan berkarakter baik selanjutnya. Namun banyak kalangan orang tua yang beranggapan lebih mementingkan aspek kecerdasan otak dari pada pendidikan karakter. Selain itu, banyak orang tua yang gagal pula dalam mendidik karakter anak-anaknya, kemungkinan karena kesibukan atau karena lebih mementingkan aspek kognitif anak. Kekurangan tersebut dapat di koreksi dengan memberikan pendidikan karakter disekolah. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, pendidikan karakter dapat diartikan sebagai upaya yang dirancang untuk membantu peserta didik dalam.
(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 15. memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan yang berdasarkan norma-norma agama, hokum, tata karma, budaya, dan adat istiadat. Menurut Benyamin Bloom (dalam Akbar, 2013: 11) Berpikir Tinggi Tinggi adalah proses kognitif yang berguna untuk mengembangkan pengetahuan siswa. Taksonomi Bloom menggolongkan tujuan pendidikan menjadi tiga ranah yaitu 1. Ranah kognitif (berkaitan dengan kognisi atau penalaran/pemikiran– dalam bahasa pendidikan Indonesia disebut “cipta”), 2. Ranah afektif (berkaitan dengan afeksi atau “rasa”), 3. Ranah psikomotor (berkaitan dengan psikomotor atau gerak jasmanijiwani, gerak-gerik jasmani yang terkait dengan jiwa; mirip dengan “karya”–walau sebenarnya tidak sama persis.. Gambar 1 : Revisi Taksonomi Bloom.
(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 16. Tahap dimensi kemampuan berfiir tingkat tinggi menurut Bloom yaitu: (1) Tahap Mengingat Pengetahuan diambil dari jangka panjang (2) Tahap Memahami Mendalami apa yang telah diketahui untuk memperoleh suatu informasi (3) Tahap mengaplikasikan Menerapkan. prosedur,. gagasan,. metode,. rumus. dalam. keadaan. pembelajaran tertentu (4) Tahap menganalisis Memecah-mecah materi jadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antar bagian itu dan hubungan antara bagian-bagian tersebut dan keseluruhan struktur atau tujuan (5) Tahap Mengevaluasi Mengambil keputusan berdasarkan criteria untuk menguji keefetivitas pembelajaran (6) Tahap mencipta Memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru atau untuk membuat suatu produk 2.1.1.3. Pendekatan tematik integratif Pembelajaran Tematik akan membantu peserta didik melihat hubungan. antar mata pelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang variatif. Pembelajaran tematik merupakan salah satu pembelajaran terpadu yang didalam pembelajaran tersebut memungkinkan siswa untuk menggali atau menemukan.
(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 17. pengetahuan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan baik individu maupun kelompok secara holistik, bermakna, dan otentik (Majid, 2014: 80). Sutirjo dan Mamik (dalam Mulyasa, 2013: 15) menjelaskan pembelajaran tematik integratif adalah pembelajaran yang mengintegrasikan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema pembahasan. Ahmadi (2014: 224) menjelaskan kelebihan Pembelajaran Tematik Integratif sebagai berikut : 1. Premis utama pembelajaran tematik integratif terpadu bahwa siswa memerlukan. pelung. tambahan. (additional. opportunities). untuk. yang. untuk. capat. menggunakan talentanya. 2. Menyediakan. waktu. bersama. lain. secara. mengkonseptualisasikan dan mensintesis 3. Relevan untuk mengakomodasi kualitatif lingkungan belajar 4. Menginspirasi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar 5. Memiliki perbedaan kulitatif (qualitatively different) dengan model pembelajaran. lain,. karena. sifatnya. memandu. siswa. mencapai. kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher levels of thinking) atau keterampilan berpikir dengan mengoptimalkan kecerdasan ganda (multiple tinking skills), sebuah proses inovatif bagi pengembangan dimensi sikap, keterampilan dan pengetahuan..
(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 18. Adapun Karakteristik pembelajaran Tematik Integratif yang dipaparkan oleh Ahmadi (2014: 94) : 1. Berpusat pada siswa 2. Memberi pengalaman langsung kepada siswa 3. Pemisahan antar mata pelajaran tidak nampak 4. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran 5. Bersifat luwes ( fleksibel) 6. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Ahmadi (2014: 225) menguraikan tahap-tahap pembelajaran Tematik Integratif : 1. Menentukan tema. Dimungkinkan disepakati bersama dengan siswa 2. Mengintgrasikan tema dengan kurikulum yang berlaku, dengan mengedepankan dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 3. Mendesain rencana pebelajaran. Tahapan ini mencakup pengorganisasian sumber dan aktivitas ekstrakurikuler dalam rangka mendemonstrasikan kegiatan dalam tema. 4. Aktivitas kelompok dan diskusi. Yang memberi peluang berpartisipasi dan mencapai berbagai perspektif dari tema. Hal ini membangun guru dan siswa dalam mengeksplorasi..
(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 19. Manfaat Pembelajaran Tematik Integratif menurut Ahmadi (2014: 224) 1. Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan 2. Menggunakan kelompok kerja sama, kolaborasi, kelompok belajar, dan strategi pemecahan konflik yang mendorong siswa untuk memecahkan masalah 3. Mengoptimalkan lingkungan belajar sebagai kunci kelas yang ramah otak (brain-friendly classroom) 4. Siswa secara cepat dan tepat waktu mampu memproses informasi. Siswa dapat. mengeksplorasi. konsep-konsep baru. dan mengembangkan. pengetahuan secara siap 5. Proses pembelajaran di kelas mendorong siswa berada dalam format ramah otak 6. Materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru dapat diaplikasikan langsung oleh siswa dalam kehidupannya sehari-hari. 7. Siswa yang relatif mengalami keterlambatan untuk menuntaskan program belajar dapat dibantu oleh guru dengan cara memberikan bimbingan khusus dan menetapkan prinsip belajar tuntas. 8. Program pembelajaran yang bersifat ramah otak memungkinkan guru untuk mewujudkan ketuntasan belajar dengan menerapkan variasi cara penilain. Ahmadi (2014: 95) memaparkan prinsip pembelajaran tematik integratif dan Implementasi pembelajaran tematik integratif sebagai berikut :.
(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 20. Prinsip Pembelajaran Tematik Integratif : 1. Terintegrasi dengan lingkungan 2. Bentuk belajar dirancang agar siswa menemukan tema 3. Efisiensi Tahap-tahap Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif : 1. Perencanaan meliputi pemetaan KD, penentuan tema, analisis indkator, penetapan jaringan tema, penyusunan silabus, dan penyusunan RPP 2. Penerapan/pelaksanaan pembelajaran dengan langkah-langkah kegiatan pendahuluan, inti, dan akhir Penerapan Kurikulum 2013 pembelajaran tematik integratif dilaksanakan pada semua tingkatan kelas rendah dan kelas tinggi. Mata pelajarannya tidak disajikan. secara. terpisah. akan. tetapi. berdasarkan. tema. kemudian. dikombinasikan dengan mata pelajaran lain yang saling berkaitan. Pengertian pembelajaran intergratif (terpadu) adalah sebagai suatu sistem pembelajaran yang bertujuan untuk mengaktifkan siswa baik secara individu maupun kelompok dengan tujuan untuk mencari, menggali, serta menemukan konsep bahkan prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan otentik Joni (dalam Trianto, 2011: 56) Pembelajaran terpadu memiliki beberapa model, antara lain adalah : model keterhubungan (connected), model laba-laba (webbed), dan model keterpaduan (integrated) Fogarty (dalam Majid, 2014: 120). Berdasarkan teori-teori yang sudah diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Tematik merupakan model pembelajaran interdisipliner.
(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 21. (terpadu) yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik. 2.1.1.4. Pendekatan saintifik. Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah.. Pendekatan ilmiah. (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata pelajaran. Sudarman (dalam Majid, 2014: 194), pendekatan saintifik mempunyai ciri, yaitu penonjolan dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Proses pembelajaran tersebut harus dilaksanakan dengan dipandu dengan nilainilai, prinsip-prinsip, atau criteria ilmiah. Kemendikbud (2013a: 211) menyatakan hasil pembelajaran dengan pendekatan ilmiah lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran. tradisional. Adapun langkah-langkah. pembelajaran ilmiah adalah sebagai berikut 1. Mengamati, yaitu dengan menyajikan media obyek secara nyata sehingga peserta didik akan ditantang rasa ingin tahunya, 2. Menanya, yaitu dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk meningkatkan. dan. mengambangkan. sikap,. keterampilan,. dan. pengetahuannya dengan cara mengajukan suatu pertanyaan selama proses pembelajaran;.
(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 22. 3. Menalar, yaitu dengan merujuk pada kemampuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori yang dimiliki siswa, 4. Hubungan antar fenomena untuk mempertajam daya nalar peserta didik 5. Mencoba, yaitu dengan mengajak siswa untuk melakukan suatu percobaan. selama. proses. pembelajaran. untuk. meningkatkan. keterampilan siswa. Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik menekankan pada keterampilan proses. Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan saintifik (meliputi: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata pelajaran) 2.1.1.5. Penilaian Otentik. Penilaian merupakan proses sistematis dalam pengumpulan, analisis, dan penafsiran informasi untuk menentukan seberapa jauh seorang peserta didik dapat mencapai tujuan pendidikan. Penilaian otentik telah lama dikenal dalam dunia pendidikan, akan tetapi di Indonesia hal tersebut terkesan baru. Penilaian otentik merupakan penilaian terhadap tugas-tugas yang menyerupai kegiatan dalam membaca dan menulis sebagaimana halnya di dunia nyata maupun di sekolah. Penilaian otentik menekankan pada kemampuan peserta didik untuk mendemonstrasikan pengetahuan yang telah dimiliki secara nyata dan bermakna. Kinerja ini secara nyata dari pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai (Nurgiyantoro, 2011: 22)..
(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 23. Nurhadi (2004: 172) menegaskan bahwa penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi terkait perkembangan dan pencapaian pembelajaran mengunakan berbagai teknik hingga menunjukkan bahwa pembelajaran telah dikuasai siswa. Adapun Jenisjenis penilaian otentik yaitu: 1. Penilaian kinerja, berupa proses dan aspek-aspek yang akan dinilai. Guru dapat melakukannya dengan cara meminta siswa menyebutkan unsurunsur atau tugas yang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya. Cara merekam hasil penilaian berupa penilaian kinerja menggunakan daftar cek, catatan anekdot, skala penilaian, dan memori atau ingatan. 2. Penilaian proyek (project assessment) adalah kegiatan penilaian terhadap tugas yang akan diselesaikan oleh peserta didik menurut periode atau waktu tertentu. Penyelesaian tugas itu berupa investigasi yang dilakukan peserta. didik,. mulai. dari. perencanaan,. pengumpulan. data,. pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. 3. Penilaian portofolio merupakan penilian atas kumpulan artefak yang menunjukan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kinerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik baik individu atau kelompok, melalui refleksi, dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi. 4. Penilaian tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu. mengingat,. memahami,. mengorganisasikan,. menerapkan,.
(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 24. menganaalisis, mensitesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komperhensif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Ciri-ciri penilaian otentik Kunandar (2014: 38) 1. Dilaksanakan selama dan sesudah proses belajar, 2. Memanfaatkan berbagai sumber dan cara, 3. menggunakan tes sebagai salah satu alat pengumpul data, 4. Tugas-tugas yang dberikan harus mencerminkan kehidupan siswa, 5. harus menekankan kedalaman pengetahuan dan keahlian siswa, bukan kuantitasnya. Secara lebih konkret Mueller (dalam Rustaman, 2006) menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan antara penilaian tradisional dengan penilaian otentik. Berikut adalah karakteristik penilaian tradisional dengan penilaian otentik : NO 1.. 2.. 3.. Penilaian Tradisional. Penilaian Otentik. Misi sekolah adalah untuk mengembangkan warga Negara yang produktif Untuk menjadi warga Negara produktif, seseorang harus menguasai disiplin keilmuan dan keterampilan tertentu.. Misi sekolah mengembangkan yang produktif. adalah warga. untuk Negara. Sekolah mengajarkan peserta didik disiplin keilmuan dan keterampilan tersebut,. Sekolah mengembangkan peserta didik untuk dapat mendemonstrasikan. Untuk menjadi warga Negara produktif, seseorang harus mampu menunjukkan penguasaan melakukan sesuatu secara bermakna dalam dunia nyata..
(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 25. kemampuan/keterampilan melakukan sesuatu. 4.. Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran, guru harus mengetes peserta didik untuk mengetahui tingkat penguasaan keilmuan dan keterampilan itu.. Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran, guru harus meminta kepada peserta didik melakukan aktivitas tertentu secara bermakna yang mencerminkan aktivitas di dunia nyata.. 5.. Kurikulum menentukan penilaian, pengetahuan yang harus dikuasai ditentukan terlebih dahulu.. Penilaian menentukan kurikulum, guru terlebih dahulu menentukan tugas-tugas yang akandilakukan oleh peserta didik untuk menunjukkan penguasaannya.. Tabel 3. Karakteristik Penilaian Tradisional dan Penilaian Otentik Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Penilaian otentik adalah suatu penilaian belajar yang merujuk pada situasi atau konteks “dunia nyata”, yang memerlukan berbagai macam pendekatan untuk memecahkan masalah yang memberikan kemungkinan bahwa satu masalah bisa mempunyai lebih dari satu macam pemecahan. Dalam suatu proses pembelajaran, penilaian otentik mengukur, memonitor dan menilai semua aspek hasil belajar (yang tercakup dalam domain kognitif, afektif, dan psikomotor), baik yang tampak sebagai hasil akhir dari suatu proses pembelajaran, maupun berupa. dan perkembangan. aktivitas, dan perolehan belajar selama proses pembelajaran didalam kelas maupun diluar kelas. Cakupan penilaian dalam kurikulum 2013, kompetensi inti ( KI) menurut Hosnan, M (2014:391) dirumuskan sebagai berikut. . KI-1 : kompetensi inti sikap spiritual. . KI-2 : kompetensi inti sikap sosial.
(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. . KI-3 : kompetensi inti pengetahuan. . KI-4 : kompetensi keterampilan. 26. Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan adalah sebagai berikut. 1. Kompetensi Sikap (Attitude) Guru melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat” oleh peserta didik dan jurnal. a. Observasi:. merupakan. jenis. penilaian. yang. dilakukan. secara. berkesinambungan dengan menggunakan indera dengan menggunakan pedoman observasi dan memperhatikan sejumlah indikator perilaku yang diamati. b. Penilaian diri: dilakukan dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan diri. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian diri. c. Penilaian antar peserta didik/teman: dilakukan dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai sesuai dengan pencapaian kompetensi. Instrumen penilaian yang digunakan adalah lembar penilaian antar peserta didik. d. Jurnal/catatan guru: berisi catatan guru dalam melakukan pengamatan peserta didik di dalam kelas maupun di luar kelas yang berkaitan dengan sikap dan perilaku..
(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 27. 2. Kompetensi Pengetahuan (Knowledge) a. Instrumen tes tulis; yaitu berupa soal (pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian) dilengkapi dengan pedoman penskoran. b. Instrumen tes lisan; yaitu berupa daftar pertanyaan yang diberikan oleh guru dan peserta didik merespon pertanyaan tersebut. Jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat atau paragraph yang diucapkan. c. Instrumen penugasan berupa pekerjaan berupa projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas. 3.. Kompetensi Keterampilan (Skill) Guru menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja. Instrument yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian yang dilengkapi dengan rubrik. a. Tes praktik/kinerja, yaitu penilaian keterampilan dalam melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi. b. Penilaian projek adalag tugas-tugas belajar yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan. c. Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik.. 2.1.2. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sudjana (dalam Trianto, 2007: 81) mejelaskan bahwa untuk melaksanakan. pengembangan perangkat pengajaran diperlukan model-model pengembangan yang telah sesuai dengan sistem pendidikan. Rusman (2012: 167) Model Kemp.
(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 28. memberikan bimbingan kepada siswa untuk berpikir tentang masalah-masalah umum dan tujuan pembelajaran. Desain pembelajaran Model Kemp dirancang untuk menjawab tiga pertanyaan, yakni : 1. Apa yang harus dipelajari siswa ( tujuan pembelajaran ) 2. Apa/bagaimana prosedur, dan sumber-sumber belajar apa yang dapat untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan( kegiatan, media, dan sumber belajar yang digunakan ) 3. Bagaimana kita tahu bahwa hasil belajar yang diharapkan telah tercapai ( evaluasi ) Menurut Trianto (2010: 82), langkah model pengembangan menurut Jerold E. Kemp yang telah direvisi dapat dijelaskan sebagai berikut.. Gambar 2: Model Desain Pembelajaran Jerold E. Kemp yang Direvisi. (Morrison, dkk., 2011: 1).
(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 29. Berdasarkan gambar di atas, dapat dijelaskan model pengembangan perangkat pembelajaran menurut Kemp (dalam Trianto, 2010: 82). 1. Identifikasi Masalah Pembelajaran (Instructional Problems) Langkah ini bertujuan untuk mengindentifikasi terjadinya kesenjangan antara tujuan menurut kurikulum yang berlaku dengan fakta yang terjadi di lapangan, baik yang menyangkut model, pendekatan, metode, teknik maupun strategi yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Bahan kajian, pokok bahasan, atau materi yang dikembangkan, selanjutnya alternative atau cara pembelajaran yang sesuai dalam upaya pencapaian tujuan seperti yang diharapkan dalam kurikulum. 2. Analisis Siswa (Learner Characteristics) Pada langkah ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku awal dan karakteristik siswa yang meliputi ciri, kemampuan, dan pengalaman baik secara individual maupun berkelompok. Analisis siswa tersebut di antaranya adalah tingkah laku awal siswa dan karakteristik siswa. 3. Analisis Tugas (Task Analysis) Kemp (dalam Trianto, 2010: 83) memaparkan bahwa analisis tugas merupakan kumpulan prosedur untuk menentukan isi suatu pengajaran. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui dan menentukan model pembelajaran untuk mencapai tujuan, sehingga analisis ini mencakup analisis isi pelajaran, konsep, prosedural, pemrosesan informasi yang digunakan untuk memudahkan pemahaman atau penguasaan tentang tugas-tugas belajar dan tujuan.
(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 30. pembelajaran yang dibuat ke dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). 4. Merumuskan Indikator (Instructional Objectives) Indikator merupakan tujuan pembelajaran yang diperoleh dari hasil analisis tujuan. Analisis pembelajaran dan identifikasi tingkah laku awal siswa didasarkan pada perumusan indikator. Tujuan pembelajaran dilaksanakan untuk mengonversikan analisis tugas dan analisis konsep menjadi tujuan pembelajaran khusus yang lebih operasional. 5. Urutan Isi (Content Sequencing) Menurut Morrison (2011: 16-17), langkah ini dilakukan dengan cara menentukan urutan isi berdasarkan tingkat kesulitan untuk membantu siswa dalam memahami pembelajaran. 6. Strategi Pembelajaran (Instructional Strategies) Dalam hal ini memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan meliputi pemilihan model, pendekatan dan metode, dan pemilihan format yang dipandang dapat memberikan pengalaman yang berguna untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. 7. Pemilihan Media atau Sumber Pembelajaran (Designing the Message) Menurut Morrison (2011: 16), memilih alat dan bahan yang disesuaikan dengan tujuan dapat membantu keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran. Jika sumber-sumber pelajaran yang dipilih dan disiapkan dengan baik, maka dapat memenuhi tujuan pembelajaran antara lain memotivasi siswa dengan.
(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 31. menarik dan menstimulasi perhatian pada materi pelajaran, melibatkan siswa, menjelaskan dan .menggambarkan isi materi dengan lebih jelas. 8. Pengembangan Instruksi (Development of Instruction) Morrison (2011: 16) memaparkan bahwa setelah melengkapi proses analisis dan mendesain media dan sumber belajar, langkah selanjutnya adalah menyiapkan semua bahan ajar seperti halaman web, bahan cetak, dan rekaman video. 9. Penyusunan Instrumen Evaluasi (Evaluation Instruments) Penyusunan tes hasil belajar merupakan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur ketuntasan indikator dan ketuntasan penguasaan siswa setelah berlangsungnya proses pembelajaran. Kriteria penilaian yang dilakukan ialah penilaian acuan patokan, sehingga instrumen yang dikembangkan harus dapat mengukur ketuntasan pencapaian hasil belajar. 10. Revisi Perangkat Pembelajaran (Revision) Revisi perangkat pembelajaran dilakukan setelah mendapatkan masukan dan penilaian yang diperoleh dari kegiatan validasi perangkat pembelajaran oleh pakar. 11. Evaluasi Sumatif (Summative Evaluation) Evaluasi sumatif secara langsung berguna untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan utama pada akhir pembelajaran. Penilaian sumatif ini meliputi hasil ujian akhir unit dan uji akhir untuk pelajaran tertentu..
(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 32. 12. Evaluasi Formatif (Formative Evaluation) Evaluasi formatif merupakan bagian penting dari proses pengembangan yang berfungsi sebagai pemberi informasi bagi pengajar atau tim pengembang seberapa baik program yang telah berfungsi. Penilaian formatif dilaksanakan selama pengembangan dan ujicoba. 13. Evaluasi Penegasan (Confirmative Evaluation) Morrison (2011: 18) memaparkan bahwa proses evaluasi penegasan merupakan proses untuk menentukan apakah desain yang telah dirancang tetap sesuai dari waktu ke waktu. 14. Perencanaan (Planning) Menurut Morrison (2011: 17), proyek desain instruksional bervariasi dalam tingkat kerumitan dan jumlah perencanaan serta manajemen yang mereka butuhkan. Perencanaan sangat penting untuk mengembangkan dan mengelola jadwal dan anggaran untuk proyek. 15. Pelaksanaan (Implementation) Morrison (2011: 18) menjelaskan bahwa selain mendesain instruksi, penting juga untuk merencanakan pelaksanaan. Pelaksanaan seperti evaluasi formatif dilakukan diawal dalam proses merancang instruksional. Perencanaa dalam pelaksanaan yang dilakukan seawal mungkin, dapat membantu memastikan kelancaran program instruksional..
(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 33. 16. Manajemen Proyek (Project Management) Manajemen proyek diperlukan untuk mengelola jadwal dan anggaran untuk proyek. Upaya yang diperlukan untuk manajemen proyek ditentukan oleh lingkup proyek. 17. Pelayanan Pendukung (Support Services) Selama pengembangan pelayanan pendukung cukup penting bagi terlaksananya pengembangan yang baik. Pelayanan pendukung yang dimaksud seperti staf tata usaha, kebijakan kepala sekolah, guru mitra dan tenaga-tenaga terkait lainnya. Selain itu, anggaran atau dana, fasilitas, bahan, perlengkapan juga merupakan salah satu pelayanan pendukung yang dapat membantu berlangsungnya pengembangan. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kemp relatif lengkap dibandingkan dengan model pembelajaran yang lain. Berikut akan diuraikan perangkat pembelajaran, antara lain : 1. Rencana Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk digunakan dalam satu pertemuan atau lebih. RPP tersebut dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). RPPTH tersebut merupakan seperangkat rencana dalam melaksanakan sebuah kegiatan pembelajaran. Di mana rencana tersebut adalah penjabaran dari kompetensi inti dan kompetensi dasar yang.
(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 34. selanjutnya dibutat materi pembelajaran lengkap dengan metode, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 2. Lembar Kerja Siswa (LKS). Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu jenis alat bantu pembelajaran. Secara umum LKS merupakan perangkat pembelajaran sebagai pelengkap atau sarana pendukung pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH). Lembar kerja siswa berupa lembaran kertas yang berupa informasi maupun soal-soal (pertanyaan-pertanyaan) yang harus dijawab oleh peserta didik. LKS ini sangat baik digunakan untuk menggalakkan keterlibatan peserta didik dalam belajar baik dipergunakan dalam penerapan metode terbimbing maupun untuk memberikan latihan pengembangan. Dalam proses pembelajaran matematika, LKS bertujuan untuk menemukan konsep atau prinsip dan aplikasi konsep atau prinsip. 3. Materi Ajar. Materi ajar adalah segala bentuk materi yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Materi yang dimaksud bisa berupa materi tertulis, maupun materi tidak tertulis. Dengan materi ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau kompetensi dasar secara runtut dan sistematis, sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu. Materi ajar merupakan informasi, alat, dan teks yang diperlukan guru untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran..
(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 2.2. 35. Penelitian yang Relevan Penelitian pengembanagan perangkat pembelajaran yang mengacu. Kurikulum 2013 merupakan hal yang baru, sehingga sedikit yang dapat digunakan sebagai sumber penelitian yang relevan. Berikut ini tiga penelitian relevan yang sesuai dengan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran: 1. Penelitian yang dilakukan oleh Vigih Hery Kristanto (2012) yang berjudul ” Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar untuk Menumbuhkembangkan Jiwa Kewirausahaan “. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan berdasarkan strategi pengembangan Borg dan Gall, selain itu juga menghasilkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku siswa (BS), Buku Pedoman Guru (BPG), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes hasil belajar. 2. Penelitian pengembangan yang dilakuan oleh Wayan Lasmawan (2007) dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pengetahuan Sosial Sekolah Dasar yang Berorientasi pada Keterampilan Proses dan Komunikasi Sosial”. Penelitian ini menghasilkan produk sebuah analisis kebutuhan pembelajaran pengetahuan sosial, dan profil guru. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, angket, dan studi dokumen. Keseluruhan data dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif dan metode statistik, yaitu analisis varian dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) siswa kelas I dan II rata-rata berumur antara 6 – 7 tahun, (2) pengalaman mengajar guru rata-.
(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 36. rata di atas 20 tahun dengan kualifikasi pendidikan sarjana, (3) phenomena didaktik yang dihadapi guru adalah sulit mengembangkan dan menemukan sumber materi, serta terbatasnya sarana pembelajaran, (4) silabus, RPP, model pembelajaran, buku pegangan siswa, dan buku pedoman guru yang selama ini digunakan belum mencerminkan penerapan keterampilan proses dan komunikasi sosial, (5) candraan kompetensi pengetahuan sosial sekolah dasar berdasarkan kurikulum 2006 telah mengandung pokokpokok materi keterampilan proses dan komunikasi sosial, dan (6) rancangan awal model buku pegangan siswa dan pedoman guru mengacu pada aplikasi model keterampilan proses dan komunikasi sosial. Berdasarkan temuan ini, maka pada tahun kedua akan dilakukan pengembangan model dan eksperimen dalam skala terbatas. 3. Penelitian. yang. dilakukan. oleh. Subanindro. (2012). dengan. judul”. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematika Siswa SMA”. penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran trigonometri yang valid, praktis, dan efektif berorientasikan kemampuan penalaran dan komunikasi matematik siswa SMA. Perangkat pembelajaran dan instrumen yang berorientasi untuk menumbuhkembangkan kemampuan penalaran dan komunikasi matematik perlu dikembangkan secara serius. Selain itu, perangkat pembelajaran dan instrumen yang dikembangkan haruslah memenuhi kualifikasi dari sisi kevalidan, kepraktisan dan keefektifan..
(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 37. Ketiga penelitian tersebut relevan terhadap penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Pada penelian yang pertama, peneliti menghasilkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ), Buku siswa (BS), Buku Pedoman Guru (BPG), Lembar Kerja Siswa ( LKS), dan Tes hasil belajar. Selanjutnya penelitian yang ke dua menghasilkan produk sebuah analisis kebutuhan pembelajaran pengetahuan sosial, dan profil guru. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, angket, dan studi dokumen. Penelitian yang ke tiga adalah pengembangan perangkat pembelajaran pada mata pelajaran matematika pada trigonometri yang berorientasi pada penalaran dan komunikasi. Berdasarkan paparan ketiga penelitian di atas diketahui bahwa peneliti juga. mengembangkan. perangkat. pembelajaran.. akan. tetapi. perangkat. pembelajaran yang peneliti kembangkan lebih mengacu pada Kurikulum 2013 untuk kelas I di Sekolah Dasar. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan berupa Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian ( RPPTH ), Lembar Kerja Siswa ( LKS), dan materi ajar. Selain itu, data yang peneliti lakukan dikumpulkan dengan menggunakan wawancara survey kebutuhan oleh Guru kelas I. 2.3. Kerangka Pikir Berdasarkan uraian di atas maka disusun kerangka berfikir tentang. pengembangan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa sekolah. dasar. kelas. I.. Kurikulum. 2013. adalah. kurikulum. yang. melakukan penyederhanaan, dan tematik-integratif, menambah jam pelajaran.
(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 38. dan bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh setelah menerima materi pembelajaran. dan diharapkan. siswa. kita. memiliki. kompetensi. sikap,. keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Akan tetapi didalam penyusunan kurikulum tersebut diperlukan adanya perangkat pembelajaran sebagai penunjang guru agar lebih layak sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Berdasarkan alasan tersebut, peneliti berusaha mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum 2013 untuk sekolah dasar kelas I. Dalam hal ini peneliti memulai dengan menganalisis terlebih dahulu mengenai Kurikulum 2013. Dalam Kurikulum 2013 pendekatan yang digunakan adalah tematik integratif dan pendekatan saintifik. Pada dasarnya kurikulum 2013 bercirikan pendekatan tematik dan pendekatan saintifik dalam pembelajarannya. Selain itu peneliti juga melakukan penilaian, penilaian otentik adalah penilaian yang digunakan oleh peneliti. Penilaian otentik merupakan penilaian terhadap tugas-tugas yang menyerupai kegiatan dalam membaca dan menulis sebagaimana halnya di dunia nyata maupun di sekolah. Selanjutnya, penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran menjadi tujuan utama dalam Kurikulum 2013. Pada tahap selanjutnya, peneliti melakukan analisis kebutuhan kepada guru mengenai pemahaman. tentang. Kurikulum. 2013.. Pada. tahap. terakhir,. peneliti. mengembangkan perangkat pembelajaran Kurikulum SD 2013 Tema Kegemaranu Sub Tema Gemar Membaca untuk kelas 1 SD.
(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. Analisis Kurikulum 2013 . . . 39. Survei Kebutuhan. Kurikulum SD 2013 merupakan upaya pemerintah untuk menyiapkan generasi bangsa yang memiliki sikap, keterampilan serta pengetahuan yang dapat digunakan bagi masa depannya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik. Penillaian menggunakan penilaian otentik untuk menilai siswa secara keseluruhan yang terdiri dari 3 aspek yang dinilai yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran menjadi tujuan utama Kurikulum SD 2013. . Wawancara kepada guru mengenai pemahaman perangkat pembelajaran kurikulum 2013. Bahwa guru belum maksimal dalam memahami dan melaksanakan pendekatan saintifik, selain itu guru juga sulit melaksanakan penilaian otentik.. Setelah menganalisis dan Survei Kebutuhan. Spesifikasi Perangkat Pembelajaran . Komponen RPPTH yang disusun lengkap.. . RPPTH disusun dengan memperhatikan keutuhan perkembangan pribadi siswa. . RPPTH disusun dengan pendekatan tematik integratif.. . RPPTH disusun basisaktivitas siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik.. . Penilaian dalam RPPTH menggunakan penilaian otentik.. . RPPTH disusun sesuaidenganketentuan EYD.. Gambar 3: Skema Kerangka Pikir Penelitian.
(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 40. 2.4 Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori di atas makan dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut 1. Bagaimana langkah-langkah penelitian pengembangan perangkat pembelajaran subtema gemar menggambar mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar? 2. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran subtema kegemaran berolahraga mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar menurut Pakar Kurikulum 2013? 3. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran subtema kegemaran berolahraga mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar menurut Guru SD Kelas 1?.
Gambar
Dokumen terkait
Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan limpahan kasih, rahmat dan berkat-Nya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat
Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan sebuah produk berupa perangkat pembelajaran yang mengacu kurikulum 2013. Desain produk berupa perangkat pembelajaran yang
Puji syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan petunjuk-Nya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Subtema
Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Bahan Ajar Mengacu
Mewawancarai minimal 5 orang temannya mengenai kebiasaan belajar di rumah dan bersama siapa mereka belajar melakukan berjalan di papan titian guru mengajak siswa untuk
Kegiatan Pembelajaran kepada teman mengenai benda kesukaannya, misalnya buah Menanyakan manfaat melakukan olahraga secara teratur Menanyakan bagian-bagian anggota tubuh yang bisa
Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena rahmat dan penyertaan-Nya, sehingga skripsi yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran
Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kasih karunia-Nya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat