LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 2
“DESTILASI UAP”
Tanggal Praktikum : 11 April 2014
DISUSUN OLEH :
RIZKY HARRY SETIAWAN
1112016200069
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
DESTILASI UAP
Oleh : Rizky Harry Setiawan (1112016200069)
Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Jl. Ir. H. Juanda no. 95 Ciputat 15412
Tujuan : untuk membuat minyak mawar dengan melalui proses destilasi uap
ABSTRAK
Minyak Atsiri adalah zat cair yang mudah menguap bercampur dengan persenyawa padat yang berbeda dalam hal komposisi dan titik cairnya, kelarutan dalam pelarut organik dan keluratan dalam air yang diperoleh dari bagian tanaman, akar, kulit, batang, daun, buah, biji maupun dari bunga. Salah satu bunga yang baik dalam pembuatan minyak atsiri adalah bunga mawar. Metode yang digunakan dalam pembuatan minyak atsiri ini adalah dengan destilasi uap.
Minyak atsiri merupakan salah satu produk bahan rempah-rempah. Minyak atsiri lazim disebut minyak yang mudah menguap (volatil oils). Minyak atsiri umumnya berwujud cair, diperoleh dari bagian tanaman akar, kulit batang, daun, buah, biji atau bunga dengan cara destilasi uap, ekstaksi atau dipres (ditekan). Pada percobaan ini minyak atsiri yang diperoleh berasal dari bunga mawar melaui proses distilasi uap. Prinsip dari destilasi uap yaitu membebaskan minyak dari membran sel tanaman dengan adanya kelembaban, dengan menerapkan suhu yang tinggi dan kemudian mendinginkan campuran uap untuk memisahkan minyak dari air berdasarkan ketidakbercampuran dan densitas minyak esensial dengan air. Dalam percobaan ini minyak atsiri yang diperoleh dari bunga mawar seberat 26,18 gram sebanyak 55 mL.
INTRODUCTION
Prinsip pada destilasi biasa adalah pemisahan dua zat atau lebih yang mempunyai perbedaan titik didih. Jika zat-zat yang dipisahkan mempunyai perbedaan titik didih yang jauh berbeda, dapat digunakan metode isolasi biasa. Zat yang memiliki titik didih rendah akan cepat terdestilasi daripada zat yang bertitik didih tinggi. Uap zat yang bersifat volatil dan memiliki titik didih yang rendah akan masuk ke dalam pipa pada kondensator (terjadi proses pendinginan) sehingga akan turun berupa tetesan-tetesan yang turun ke dalam penampung atau disebut juga destilat. Dalam hal ini alkohol yakni etanol dan methanol yang masing-masing dicampur dengan air, dan terdestilasi terlebih dahulu.( Usu, 2011 )
menara yang terdiri dari piring (plate tower/tray) sehingga dengan pemanasan komponen dapat menguap, terkondensasi, dan dipisahkan secara bertahap berdasarkan tekanan uap/titik didihnya. Proses ini memerlukan perhitungan tahap kesetimbangan (Departemen Teknik Kimia ITB, 2005) Distilasi uap adalah tipe khusus dari distilasi (proses pemisahan) untuk suhu bahan sensitif seperti senyawa aromatik alami. Banyak senyawa organik cenderung terurai pada suhu tinggi berkelanjutan. Pemisahan dengan distilasi normal maka tidak akan menjadi pilihan, sehingga air atau uap dimasukkan ke dalam alat distilasi (Dedi Irwandi, 2014).
Minyak atsiri adalah zat berbau yang terkandung dalam tanaman. Minyak ini disebut juga minyak menguap, minyak eteris, atau minyak esensial karena pada suhu biasa (suhu kamar) mudah menguap di udara terbuka. Istilah esensial dipakai karena minyak atsiri mewakili bau dari tanaman asalnya. Dalam keadaan segar dan murni tanpa pencemar, minyak atsiri umumnya tidak berwarna (Caroline, 2011).
MATERIALS & METHODS
Materials
1) Kondensor 1) Kelopak bunga mawar 2) Tabung bola 2) Aquades
3) Kaki tiga 3) Batu didih 4) Labu destilasi
5) Labu destilasi alas bulat dan Refluks 6) Statif ,klem & Ring
7) Labu Erlenmeyer 8) Kawat Kasa 9) pembakar spirtus
Methods
1. Menimbang masa labu destilasi kosong dan menimbang masa labu destilasi yang berisi bunga Mawar
2. Memasang rangkaian alat destilasi 3. Mengisi labu destilasi dengan air
4. Memanaskan labu destilasi sampai air mendidih
5. Catat suhu ketika tetesan pertama ekstrak bunga mawar dan tetesan terakhir ekstrak bunga mawar
RESULT & DISCUSSION
Ø Tabel Hasil Pengamatan
Ø Gambar Percobaan
PERLAKUAN PENGAMATAN
Massa Labu Alas Kosong 146,76 gram
Massa Labu Alas Kosong + Kelopak Mawar 169,90 gram
Massa Mawar 169,90- 146,76 = 23,14 gram
Suhu tetesan awal 940C
Suhu tetesan akhir 960C
PEMBAHASAN
Pada praktikum ini dilakukan destilasi terhadap tumbuhan untuk mendapatkan minyak atsiri. Minyak Atsiri adalah zat cair yang mudah menguap bercampur dengan persenyawa padat yang berbeda dalam hal komposisi dan titik cairnya, kelarutan dalam pelarut organik dan keluratan dalam air yang diperoleh dari bagian tanaman, akar, kulit, batang, daun, buah, biji maupun dari bunga. Metode yang digunakan dalam pembuatan minyak atsiri ini adalah destilasi.
Prinsip pada destilasi biasa adalah pemisahan dua zat atau lebih yang mempunyai perbedaan titik didih. Jika zat-zat yang dipisahkan mempunyai perbedaan titik didih yang jauh berbeda, dapat digunakan metode isolasi biasa. Zat yang memiliki titik didih rendah akan cepat terdestilasi daripada zat yang bertitik didih tinggi. Uap zat yang bersifat volatil dan memiliki titik didih yang rendah akan masuk ke dalam pipa pada kondensator (terjadi proses pendinginan) sehingga akan turun berupa tetesan-tetesan yang turun ke dalam penampung atau disebut juga destilat. Dalam hal ini alkohol yakni etanol dan methanol yang masing-masing dicampur dengan air, dan terdestilasi terlebih dahulu.
Minyak atsiri merupakan salah satu produk bahan rempah-rempah. Minyak atsiri lazim disebut minyak yang mudah menguap (volatil oils). Minyak atsiri umumnya berwujud cair, diperoleh dari bagian tanaman akar, kulit batang, daun, buah, biji atau bunga dengan cara destilasi uap, ekstaksi atau dipres (ditekan). Pada percobaan ini minyak atsiri yang diperoleh berasal dari bunga mawar melaui proses destilasi uap.
Dalam destilasi uap minyak astiri dibebaskan dari jaringan tanaman dan kemudian menguap dengan adanya kontak dengan uap air. Campuran uap minyak atsiri dan uap air bersama-sama akan menuju ke pendingin. Dalam hal ini uap air tidak hanya berperan membawa uap minyak atsiri, tetapi juga untuk merendahkan suhu pendidihan campuran air dan minyak.
CONCLUSION
Berdasarkan hasil praktikum mengenai destilasi uap pada mawar ,maka praktikan dapat menyimpulkan bahwa :
1. Dari 23,14 gram mawar didapat air hasil destilasi yaitu sebesar 6,46 gram = 7,18 mL 2. Pada saat tetesan awal air pada proses destilasi ini bersuhu 94◦C
3. Pada saat tetesan akhir air pada proses destilasi ini bersuhu 96◦C
4. metode destilasi terhadap bagian tanaman yang mengandung minyak. Dasar dari metode ini adalah memanfaatkan perbedaan titik didih.
REFERENSI
Irwandi, Dedi. 2014. Experiment’s of Organic Chemistry. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta P.IPA-FITK Press
Asep Kadarohman . 2011.Minyak Atsiri Sebagai Teaching Material Dalam Proses Pembelajaran Kimia.http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._KIMIA/ 196305091987031-R._ASEP_KADAROHMAN/
Minyak_Atsiri_Sebagai_Teaching_Material_Dalam_Pembelajaran_Kimia.pdf( Diakses pada tanggal 24 April 2014 pukul 20.15 WIB)
Departemen Teknik Kimia ITB.2009. Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II
http://akademik.che.itb.ac.id/labtek/wp-content/uploads/2009/02/modul-205-distilasi.pdf ( Diakses pada tanggal 24 April 2014 pukul 21: 05 WIB)
Caroline. 2011. Pembuatan Minyak Esensial Dengan Cara Destilasi.
http://xa.yimg.com/kq/groups/78262509/1062263190/name/
Tugas+KHI+Pembuatan+Minyak+Esensial+dengan+Cara+Destilasi-Caroline+1106027655.pdf
(Diakses pada tanggal 24 April 2014 pukul 20.39 WIB)