• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III HASIL PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

HASIL PENELITIAN 3.1. Profil PT Primayuda Mandirijaya

3.1.1. Sejarah

PT.Primayudha Mandiri Jaya adalah sebuah perusahaan pemintalan benang serat kapas maupun serat sintesis yang berlokasi di desa Ngadirojo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. PT. Primayudha Mandiri Jaya didirikan dengan akta penderian nomor : 197 tanggal 31-05-1996 dan akta perubahan nomor: 135 tanggal 21-06-1996 oleh Notaris Benny Kristanto, S.H di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya nomor: C2-8625.HT 01.01 Th 1996. Tambahan Berita Negara RI tanggal 7/2-1997 no.11.

Pada akhir tahun 1996, proyeksudah mulai dikerjakan baik pembangunan gedung, maupun instalasi, mesin-mesin. Kemudian pada bulan Januari 1998 mulai produksi komersial. Hasil produksi PT. Primayudha Mandiri Jaya dipasarkan baik dalam maupun luar negeri, tetapi sebagian hasil produksinya adalah untuk diekspor ke beberapa negara baik Eropa,Asia, Afrika, Amerika, dan Australia. 3.1.2. Visi dan Misi

1. Menyediakan semua kebutuhan utilitas sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan dan menyediakan semua keperluan pelayanan engineering di area Engineering, Civil, Electric Engineering sehingga mampu memfungsikan mesin-mesin utama untuk menghasilkan produk yang berkualitas tanpa adanya gangguan apapun.

2. Pengupayaan iklim kerja yang baik sehingga terjalin kerjasama yang baik antara pihak produksi dengan manajemen perusahaan. 3. Pemerataan kesempatan kerja bagi masyarakat khusunya Desa

(2)

4. Ikut berperan dalam pemasukann devisa negara dari produk non migas dan pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri.

3.1.3. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas 3.1.3.1. Struktur Organisasi (Lampiran 2) 3.1.3.2. Uraian Tugas

PT Primayudha Mandirijaya dipimpin oleh President Director yang berkantor di Jakarta, sedangkan pabrik PT Primayudha Mandirijaya Ampel, Boyolali dipimpin oleh Vice President. Vice President membawahi seorang General Manager dan beberapa departemen, seperti:

1. Departemen Produksi kegiatan produksi untuk menghasilkan barang yang diharapkan perusahaan dan membuat rencana produksi sesuai dengan jenis, kualitas, serta kuantitas produksi.

2. Departemen PPIQC bertanggung jawab menerima,menyimpan, arang-barang produksi, serta mencatat cadangan barang-barang bahan baku untuk produksi, maupun barang-barang prasarana produksi. 3. Departemen Finance bertanggung jawab menangani

masalah lalu lintas keuangan perusahaan, membuat laporan keuangan, mengatasi dan mengendalikan Petty Cash perusahaan.

4. Departemen Purchasing bertanggung jawab atas pengadaan barang-barang untuk kebutuhan bahan baku produksi dan pengadaan barang-barang kebutuhan prasarana produksi. 5. Departemen Personalia dan Umum

Departemen Personalia yang mempunyai beberapa tugas atas absensi karyawan, menangani gaji karyawan, pembinaan karyawan baru maupun karyawan lama, merekrut tenaga kerja, menangani masalah BPJS ketenagakerjaan, menangani masalah mutasi; promosi;

(3)

demosi; serta dagradasi karyawan, sedangkan Departemen Umum memiliki tugas dan tanggung jawab bagian umum yaitu menangani masalah fasilitas umum di perusahaan. 6. Departemen Marketing bertanggung jawab mencari

alokasi pasar penjualan barang hasil produksi perusahaan dan membawahi bidang pemasaran serta distribusi barang-barang hasil produksi.

7. DepartemenMIS bertanggung jawab untuk menangani masalah kegiatan operasional perusahaan yang berkenaan dengan masalah keuangan serta pendataan aset-aset yang dimiliki perusahaan, dan membuat laporan pembukuan tentang rugi laba perusahaan.

8. DepartemenEngineering mempunyai tugas yang mendukung dari segi teknis operasional perusahaan melalui pengadaan Genset, Compressor (tenaga angin), Steam (uap air), Garden, Workshop, Electric, RTP, AC,Sipil, serta pengelolaan air konsumsi perusahaan dan limbah pabrik. 3.1.3.3. Responden

Penelitian ini dilakukan pada departemenEngineering PT Primayudha Mandirijaya. Responden yang menjadi objek adalah:

a. seorangstaf

administrasidepartemenEngineeringbertanggung jawab atas pengadaan kebutuhan departemen Engineering dalam pemenuhan tugas dari manager Engineering

b. 2 supervisor bagian Workshop, Sipil, RTP yang bertugas untuk memperbaiki segala keluhan di bagian Spinning 1 dan Spinning 2 serta perbaikan housing di PT Primayudha Mandirijaya.

(4)

3.2. Gaya Kepemimpinan

3.2.1. Relasi Antara Manager Engineering dan Staff Administrasi Beserta Para Supervisor

Dalam berkomunikasi, pimpinanDepartemen Engineeringturun langsung ke lapangan untuk mengkoordinasi rundown kegiatan bekerja dengan karyawan. Setiap pagi pimpinan mengunjungi ruangan supervisor untuk membicarakan ada tidaknya trouble mesin. Disebutkan terjadinya miss communication dengan bawahan, contohnya Divisi Electric Spinning 2 meminta untuk pembuatan memo pengadaan barang. Pagi hari pimpinan menyetujui memo pengadaan barang tersebut, namun ketika salah satu karyawan Engineeringmeminta tanda tangan kepada pimpinan, pimpinan tidak menyetujui pengadaan barang tersebut karena menganggap barang tersebut tidak begitu penting.

Bawahan merasa interaksi yang dibangun antara pimpinan dengan bawahan kurang harmonis, misalnya, hampir setiap pagi ketika pimpinan masuk ke dalam ruangan kerja, pimpinan tidak memberikan salam terlebih dahulu kepada karyawan dan bersikap acuh tak acuh terhadap karyawan. Selain itu ketika pimpinan berpapasan dengan seorang karyawan di jalan, pimpinan tidak menanggapi sapaan karyawannya.

Komunikasi diantara pimpinan dan karyawan terjadidisaat ada hal-hal penting saja,sehingga muncul persepsi pimpinan kurang memperhatikan kebutuhan karyawan dan kurang memahami karyawan.

3.2.2. Cara Pengambilan Keputusan Oleh Manager Engineering

Pimpinan Departemen Engineering memiliki cara pengambilan keputusan tanpamengikutsertakan karyawan. Sebagai contoh kasus pengadaan water heater. Salah satu departemen di PT Primayudha meminta pengadaan water

(5)

heateruntuk keperluan pimpinannya. Salah satu karyawan Departemen Engineering sudah membuatkan indent barang tersebut, tetapi pimpinan tidak menyetujuinya. Pimpinan memiliki alasan tersendiri untuk tidak menyetujui pengadaanwater heater, beliau ingin bertindak tegas kepada karyawan-karyawan departemen lain untuk tidak mudahmeminta pengadaan barang, dan mengacu pada anggaran yang telah ditentukan. Dalam pengadaan barang, perusahaan memiliki anggaran tersendiri untuk membeli barang-barang tersebut. Pimpinan bermaksud untuk tidak salah bertindak dalam menyetujui pengadaan barang karena akan terjadi pembengkakan anggaran. Pimpinan akan memilih barang berfasarkan prioritas dan anggaran.

Selain itu pimpinan mencegah timbulnya perasaan iri diantara karyawan-karyawan lain. Apabila satu departemen diberi water heater maka semua departemen akan menginginkannya, sedangkan di PT Primayudha Mandirijaya sudah disediakan water heater di ruangan pantry dan pimpinan Engineering berharap para karyawan departemen lain bisa memanfaatkan water heater yang ada di pantry.Contoh lainadalah kasuspimpinan tidak menyetujui jumlah pembelian pesawat telepon karena permintaan jumlah pembelian pesawat telepon yang melebihi batas. Sebelumnya pimpinan telah memeriksa telepon-telepon tersebut, apabila telepon masih bisa digunakan pimpinan tidak akan menyetujui pembelian telepon tersebut, tetapi apabila telepon tersebut memang benar-benar tidak bisa dipakai maka pimpinan mau tidak mau menyetujui pembelian telepon baru. Dalam hal ini karyawan hanya mengikuti alur pimpinan dalam menyetujui pembelian-pembelian barang- barang tersebut.

Pimpinan terlihat konsisten dan tegas dalam pengambilan keputusan untuk tidak menyetujui pembelian water heater tersebut. Meskipun pimpinan tidak menyetujui pengadaan barang

(6)

water heater, pimpinan memberi alternatif membeli termos untuk setiap departemen.

3.2.3. Cara Manager Engineering Memperlakukan Staff Administrasi dan Supervisor

PimpinanDepartemen Engineering tidak sukamelihat karyawannya menganggur atau tidak melakukan pekerjaan apa-apa dan hanya duduk santai.Pada saat diskusi,sering didapa-apati pimpinan kurang mendengarkanusulan atau gagasan para karyawan , dan tetap teguh dengan pendapatnya sendiri.

Selain itu, ketika karyawan tidak mengirimkane-mail laporan tepat waktu, pimpinan akanmarah tanpa mendengarkan penjelasan dari karyawan. Ini membuat para karyawan beranggapan pimpinan tidak memberikan penghargaan atas prestasi kerja dan kurang memperdulikan cara dan proses pengerjaan tugas oleh para karyawan. Hal terpenting bagi pimpinan adalah apabila pimpinan sudah memberikan batasan waktu tertentu untuk penyelesaian tugas yang beliau berikan, maka pada saat itu juga tugas tersebut sudah ada di inboxemail pimpinan.

3.2.4. Cara Manager Engineering Menghadapi Masalah

PimpinanDepartemen Engineering cepat tanggap dalam menyelesaikan sebuah masalah. Hal ini terlihat ketika ada seorang karyawan Electric Spinning 2 yang diberi surat peringatan oleh seorang forman ( Assistant Manager) karena mesin yang sudah diperbaiki tidak dapat berjalan normal kembali. Pimpinan Department Engineering kemudian turun tangan terhadap masalah ini. Pimpinan menanyakan mengenai kronologi kejadian, tetapi pimpinan tidak mengizinkan forman tersebut memberikan surat peringatan terhadap karyawannya karena

(7)

kerusakan terjadi bukan dari mereka tetapi dari teknisi mesin dari luar perusahaan yang salah dalam menangani kerusakan.

3.3. Kinerja Karyawan

3.3.1. Presensi Karyawan

PT Primayudha Mandirijaya memiliki mesin scanner yang digunakan untuk scan data pada barcodedi kartu identitas karyawan yang dilakukan di Tim

Keeper. Para karyawan mengantre untuk bergantian absen dan proses absensi karyawan dilakukan dua kali scanner di setiap hari kerja, yaitu pada saat karyawan berangkat dan karyawan pulang. Hasil scanner dari barcode tersimpan secara otomatis di software komputer kemudian user bisa mengolah data untuk pembuatan laporan presensi dan kemudian dicetak menjadi dokumen presensi.

Tampilan menu utama software absensi memerlukan proses login dari user. Setelah proses login selesai, secara otomatis data absensi karyawan ditarik dari server ke software absensi. Di dalam menu utama tersebut terdapat tiga menu bar yaitu menu kehadiran (waktu berangkat dan pulang), NIK (Nomor Induk Karyawan) dan keterangan absensi. Sejauh ini rekap absensi karyawan Departement Engineering dapat diketahui sebagai berikut, Bagian NIK Sebab Tidak Hadir Jumlah Hadir Keterangan S I A C STAFF 970711 1 1 970712 1 1 970713 1 2 3 970714 970115 970116 1 1 970117 970118 1 1 970119

(8)

970120 1 1 970121 2 2 RTP Umum 970904 970901 2 2 4 970902 2 2 980903 981228 990903 1 1 010904 151406 1 1 SIPIL 970945 1 1 990906 2 1 3 970911 1 1 970946 2 2 980908 010902 1 1 150902 150903 1 1 WTP 000319 020301 990373 150341 Workshop 140318 150347 150352 Diesel Oil Treatment 970447 000338 1 1 2 970469 2 2 000341 2 2 0100315 1 1 Diesel Compresor 140340 2 2 140347 970478 1 1 150358 4 4 000348 150342 010307 000375 970448 000333 150344 AC 2 140345 150305 151484 970369

(9)

151081 970327 AC 1 970321 1 1 140322 1 1 2 130352 150359 990348 000369 1 1 Power House 980328 1 1 130371 150350 970389 990323 140325 Elect Lab &

Winding 140304 150351 150327 150323 Elect 2 000324 140309 1 1 140310 1 1 141108 1 1 140327 140330 150343 1 1 150322 140331 140339 150316 140306 140344 150340 150348 Elect 1 970457 3 2 5 150320 2 2 150324 150335 1 1 980341 980330 1 1 2 150325 980546 3 3 980555 2 2 000123 150450 1 1 150679 972451

(10)

139805 1 1

000134 2 2

984502 2 2

980562

Total 71

Gambar 3.3.1. Rekap Absen Bulan November Karyawan Departement Engineering

Dari hasil rekap absensi karyawan Departement Engineering diketahuiDepartemen Engineering memiliki 93 karyawan dan 11 staff, dalam waktu satu bulan Departemen Engineering terdapat 38 karyawan yang tidak masuk kerja dengan alasan kepentingan keluarga, 18 karyawan tidak masuk kerja dengan alasan ijin sakit, 15 karyawan tidak masuk karena cuti. . Dalam waktu satu bulan karyawan yang tidak masuk berjumlah 71 dari 2496 per hari kerja, prosentase karyawan yang tidak masuk kerja adalah 8,78%. Ketidak hadiran karyawan mengindikasikan bagaimana komitmen pegawai terhadap perusahaan.

Perhari bulan : 6 hari kerja* 4 minggu*104 karyawan Prosentase kehadiran : perhari kerja *100%

total karyawan yang tidak masuk

3.3.2. Loyalitas karyawan Depertement Engineering

Beberapa alasan loyalitas karyawanDepartemen Engineering PT Primayudha Mandirijaya adalah:

1. Sudah mendapatkan banyak ilmu yang sebelumnya tidak mereka dapatkan.

Semakin sedikitnya lapangan kerja yang tersedia kadang menyebabkan seseorang tetap bekerja di perusahaan tempatnya bekerja meskipun dengan situasi kerja yang buruk.

(11)

2. Keraguan akan mendapatkan pekerjaan lain apabila berhenti dari pekerjaannya, meskipun pimpinan terkadang marah-marah terhadap hasil kinerja mereka. 3. Karyawan bekerja bukan semata-mata untuk mencari

uang, tetapi karena tempat mereka bekerja dirasa menyenangkan.

3.3.3. Disiplin Karyawan

3.3.3.1. Jam Kerja dan Presensi

Jam kerja karyawan day shift PT Primayudha Mandirijaya adalah pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB. Sebelum memulai aktivitas para karyawan melakukan absensi scanner di Timekeeper. Departemen Engineering tidak memberi sanksi khusus terhadap karyawanyang terlambat. Karyawan yang harus datang terlambat diberi slip keterangan mengapa karyawan tersebut datang terlambat. Tidak ada sanksi atau denda apapun terhadap ketidakdisiplinan kedatangan karyawan.

3.3.3.2. Ketaatan terhadap peraturan

Kedisiplinan kerja di Departemen Engineering tidak hanya meliputi absensi saja, namun ada peraturan khusus yaitu dilarang membawa makanan apapun ke dalam pabrik ataupun kantor. Saat absen scannerpara satpam memeriksa tas para karyawan apakah ada yang membawa makanan di dalam tas atau tidak. Tetapi para karyawan Departemen Engineering tidak sepenuhnya mematuhi peraturan tersebut, mereka masih saja membawa makanan melalui pintu belakang pabrik dan ketika istirahat mereka makan di dalam ruangan kantor.Para satpam lalai terhadap pengawasan, mereka hanya menjaga pintu masuk utama tanpa memeriksa pintu-pintu yang lain.

(12)

3.3.4. Kerjasama Tim

Responden mengungkapkan suatu tim akan bisa berhasil dalam suatu organisasi hendaknya dapat memahami hal-hal sebagai berikut:

1. Proses pengenalan tuntas antara anggota tim

2. Proses pemahaman yang mendalam antar anggota tim 3. Pembentukan solidaritas antara anggota tim

4. Strategi mengatur satu tim efektif 5. Motivasi dalam tim

6. Kepemimpinan dalam tim

7. Menentukan target, program dan tujuan bersama 8. Kepemimpinan dalam tim

9. Membangun norma dan aturan dalam tim

10. Membangun komunikasi dan hubungan antar tim 11. Mengelola konflik dalam tim

12. Proses kreatif dalam tim

Departemen Engineering memiliki cara tersendiri untuk memelihara kekompakan satu sama lain. Ini dapat dilihat dari cara Supervisor Elect Spinning 2 memenuhi kebutuhan para anggotanya untuk melaksanakan tugasnya. Seperti contohnya, supervisor yang mengambil sendiri buku laporan di ruang administrasi, mengambil keperluan alat tulis, isolasi, mengambil barang persediaan indent di store. Hal ini dilakukan oleh supervisor untuk meringankan para anggotanya, semua barang perlengkapan kerja disediakan oleh Supervisor Elect Spinning 2.

Berbeda dengan bagian Elect Spinning 1, supervisor tidak menyediakan barang-barang keperluan para anggotanya sehingga para

(13)

anggotanya mendapat kesulitan dalam melaksanakan tugasnya. Ini dapat mengurangi kekompakan tim.

3.4. Faktor Penilaian Kinerja Karyawan PT Primayudha Mandirijaya rekap Berikut adalah rekapitulasi hasil penilaian kinerja karyawan Departement Engineering PT Primayudha Mandirijaya :

No Faktor yang Dinilai

Penilaian 1-2 Sangat Buruk 3-4 Buruk 5-6 Cukup Baik 7-8 Baik 9-10 Sangat Baik 1 Absensi 1 3 2 2 Disiplin 1 4 1 3 Loyality 1 3 2 4 Tanggung Jawab 1 5 5 Kerjasama Tim 1 5 6 Efectivity 2 4 7 Work Quality 2 4 8 Creativity dan Inisiative 2 4 Total Penilaian Kinerja 11 32 5

Gambar

Gambar 3.3.1. Rekap Absen Bulan November  Karyawan Departement Engineering

Referensi

Dokumen terkait

Data primer adalah data yang dikumpulkan dari responden yang diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara melalui kuisioner tertutup, yang disebarkan kepada karyawan staff

Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik snowball sampling yang di mana peneliti menyebarkan kuesioner kepada satu departemen, kemudian karyawan tersebut membantu peneliti

Kemudian peneliti menanyakan pertanyaan yang sama kepada responden ketiga yaitu staff keuangan yang bernama Dwi Okta Setyorini mengenai tingkat kecepatan dalam

Selain untuk berkomunikasi e-mail juga digunakan untuk membantu kerja sekretaris dalam menghimpun informasi dari pimpinan, supplier, departemen lain, dan kolega

Waktu yang digunakan peneliti adalah terhitung sampai diperkenankan menepati penelitian dalam kurun waktu 2 bulan, 1 bulan pengumpulan data yaitu pada Januari 2022 – Febuari 2022

Arsip Administratif di Departemen Public Relations Lorin Solo Hotel Berdasarkan wawancara juga pengamatan yang dilakukan penulis, para informan menjawab pertanyaan

Setelah melakukan wawancara dengan beberapa orang yang terkait mulai dari pemilik toko, staff administrasi, karyawan dan juga pelanggan diketahui bahwa penundaan waktu

Kepala cabang Bagian admin Karyawan Mulai Selesai Form absensi karyawan Form absensi karyawan yang sudah diisi Laporan absensi karyawan 2 Data absensi 2 Laporan