• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRANSFORMASI LINEAR. Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aljabar Linear. Dosen Pengampu : Abdul Aziz Saefudin, M.Pd

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TRANSFORMASI LINEAR. Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aljabar Linear. Dosen Pengampu : Abdul Aziz Saefudin, M.Pd"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

1

TRANSFORMASI LINEAR

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aljabar Linear

Dosen Pengampu : Abdul Aziz Saefudin, M.Pd

Disusun oleh :

Kelompok 7/ Kelas III A2

Endar Alviyunita 13144100094 Ahmat Sehari --- Kunikatus Sangadah 151441000-- Nur Lailatus Shofiah 15144100060

PROGAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA 2016

(2)

2

TRANSFORMASI LINIER

A. Transformasi Linier dari R ke n R m

Jika pada suatu fungsi f dengan R sebagai domain dan n R sebagai m kodomain (m dan n mungkin sama) sehingga dapat dinyatakan bahwa fungsi f memetakan R ke n R dengan notasi m f : RnRm

Jika kita menotasikan suatu transformasi dengan T , maka : n m

T RR yang didefinisikan oleh persamaan-persamaan berikut:

1 11 1 12 2 ... 1n n wa xa x   a x 2 21 1 22 2 ... 2n n wa xa x   a x . . 1 1 2 2 ... m m m mn n wa xa x   a x Dalam notasi matriks

11 12 1 1 1 2 21 22 2 2 1 2 n n m m m mn n a a a w x w a a a x w a a a x                                    Atau wAx

B. Pengertian Transformasi Linier Secara Umum

Setelah mengetahui transformasi linier dari R ke n R , kita telah m menunjukkan bahwa sebuah transformasi T : RnRm adalah linier jika dan hanya jika kedua hubungan T

uv

T

 

uT v

 

dan

 

 

T kukT u

Berlaku untuk semua vektor u dan v pada R dan setiap skalar k n Bentuk tersebut dapat juga didefinisikan :

Jika T : VW adalah sebuah fungsi dari ruang vektor v kedalam ruang vektor w maka T dinamakan transformasi linier jika:

(3)

3

(i) T

uv

T

 

uT

 

v untuk semua vektor u dan v di V (ii) T

 

kukT

 

u untuk semua vektor u didalam V dan semua

skalar k

f

Diagram Venn

C. Contoh-contoh Transformasi Linier 1. Pemetaan Nol

Pemetaan Nol adalah fungsi yang memetakan setiap vektor di V ke vektor nol. Misalkan T : VW dengan T x

 

 0

 

adalah pemetaan yang menghubungkan vektor nol 0 W ke setiap vektor v V . Untuk sebarang vektor u v, V maka

0 T uv

0 0 T uv  

 

 

T uvT uT v

 

0 T ku

Oleh karena itu, T transformasi linier T ku

 

k.0

 

 

T kukT u 2. Pemetaan Identitas u u u+v ku k  T(u)  T(v)  T(u+v) T(ku) k

(4)

4

Pemetaan identitas adalah fungsi yang memetakan v ke dirinya sendiri .

Pemetaan T : VV yang didefinisakan oleh T v

 

V , biasanya dinotasikan oleh I.

Perhatikan pemetaan identitasI : VV , dengan T x y

 

, x y, yang memetakan tiap v V ke dirinya sendiri. Maka untuk sebarang u v, V

vektor kita mempunyai

   

I uv   u v I uI v Ambil u V dan k skalar, maka

 

I kuku

 

 

I kukI u

Jadi, I transformasi linier. 3. Pemetaan Konstan

Pemetaan konstan adalah suatu fungsi yang menghasilkan suatu konstanta (tetapan). Pemetaan T : VW yang didefinisikan oleh

 

=

T u c. Dengan uV dan c adalah suatu konstanta. Karena suatu konstanta tidak bisa menjadi suatu vektor, maka pemetaan konstan bukan merupakan suatu transformasi linier.

Bukti:

Misalkan 2

:

T RC adalah fungsi yang didefinisikan oleh

   

,

T vx y dengan v

 

x y, di R dan C2 R. Tunjukkan apakah T

merupakan suatu transformasi linier! Misalkan u

x y1, 1

dan v

x2, y2

1, 1

 

2, 2

T uvT x yx y

1 2, 1 2

T x x y y   

 

x1 x2 , y1 y2

  

(5)

5

 

x y1, 1 x2, y2

  T u

 

T v

 

c

Karena syarat pertama tidak terpenuhi, maka T bukan merupakan suatu transformasi linear.

4. Pemetaan dari R ke 2 R2 Misalkan 2 2

:

T RR adalah fungsi yang didefinisikan oleh

  

2 ,

T vx y dengan v

 

x y, di R ,Buktikan bahwa 2 T merupakan transformasi linear! Bukti : 2 2 : T RR

  

2 ,

T vx y

 

 

1 1 2 2 1 1 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 , , ( ) , , , 2 , 2 2 , 2 2 , 2 ( ( ) ( ) , 2 Misalkan u x y dan v x y i T u v T x y x y T x x y y x x y y x x y y x x y y x y                  

   

2, 2 x y T u T v   5. Pemetaan dari R ke 3 R

 

 

1, 1 1 1 1 1 ( ) 2 , 2 , ii T ku T kx ky k x k y k x y k T u    

(6)

6

Periksa linearitas transformasi, T: R3R dengan

, ,

 

! T x y zx y z Penyelesaian : 3 : T RR

, ,

T x y zx y z ! Misalkan u

x1 y1 z1

, v

x2y2z2

 

   

1 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 2 2 2 ( ) , , , , ( ) ) ( i T u v T x y z x y z T x x y y z z x x y y z z x y z x y z T u T v                       

 

 

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 ( ) ( , , , , ) ii T ku T kx ky kz T kx ky kz kx ky kz k x y z kT x y z k T u            

Dengan demikian, T transformasi linear

6. Pemetaan dari R ke R 2

Periksa linearitas transformasi, 2

: T RR dengan

  

. ! T xyx y Misalkan x y 8 maka, 8 x y

 

1, 7 

 

2, 6

(7)

7  (...,...)

Karena fungsi di atas mempunyai banyak pemetaan, sehingga T bukan merrupakan suatu transformasi linear.

Contoh:

1. Apakah fungsi T x y

 

,  2 3xy merupakan transformasi linear? Penyelesaian : 2 : T RR

 

,x y  (2 3xy) Misalkan u

x y1, 1

dan v

x y2, 2

 

1, 1

2 2

( )i T u v T x yx y, T x

1x y2, 1y2

2 3 x

1x2

 

y1y2

2 3 x13x2 y1 y2

 2 3x1 y1 3x2y2 T

2 3 x1y1

 

T 3x2y2

T u

  

T 3x2y2

3 2 2

 

T xyT v

 

1 1

( )ii T kuT 2k3kxkykT

2 3 x1ky1

kT u( )

Karena pada pembuktian pertama tidak terbukti, maka T bukan merupakan transformasi linear.

Contoh penyangkal

(8)

8

 

   

2, 3

T kuT K K

   

5.2 , 5,3

T

10,15

T  2 3.10 15 17     Sedangkan untuk Kt u

 

5T u

 

 

5

 

kT uT u

 

5T 2,3 

5 2 3.2 3   

 

5 5 25  

 

( ) T kukT u 1725

Jadi fungsi yang diberikan diatas bukan transformasi linear

D. Sifat-sifat Transformasi Linear

Jika T V  W adalah sebuah transformasi linear, maka : v dan 1 v 2 sebarang pada V dan skalar c dan 1 c sebarang, kita memperoleh 2

Dan secara lebih umum, jika v v1, 2,...,vn, adalah vektor-vektor pada V dan

1, ,...,2 n

c c c adalah skalar maka

1 1 2 2 1 1 2 2

( ... n n) ( ) ( ) ... n ( )n

T c vc v  c vc T vc T v  c T v ... (1)

Rumus (1) terkadang diuraikan dengan sebutan transformasi linear yang mempertahankan kombinasi linear. Teorema berikut ini mencantumkan tiga sifat dasar yang umum untuk semua transformasi linear.

Teorema 8.1.1

(9)

9 (a) T(0)0

(b) T(  v) T v( ) untuk semua v pada V

(c) T v( w)T v( )T w( ) untuk semua v dan w pada V

Bukti : Misalkan v adalah vektor sebarang pada V Karena 0. v0, kita memperoleh : (a) T(0)T(0 )v 0 ( )T v 0 (b) T( v) T(( 1) ) v  ( 1) ( )T v  T v( ) Akhirnya, v   w v ( 1) ;w sehingga, (c) T v( w)T v(  ( 1) )wT v( ) ( 1) ( )  T wT v( )T w( )

Dengan kata lain, bagian (a) dari teorema di atas menyatakan bahwa sebuah transformasi linear memetakan 0 ke 0. Sifat ini sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi transformasi-transformasi yang tidak linear. Sebagai contoh , jika x adalah sebuah vektor tak nol tetap pada 0 R , maka 2 transformasi T x( ) x x0.

Memiliki efek geometrik untuk mentranslasikan setiap titik pada x ke arah yang sejajar dengan x sejauh 0 x0 (Gambar 8.14). Hal ini bukan

merupakan sebuah transformasi linear karena T(0)x0 , sehingga T tidak memetakan 0 ke 0 .

E. Karnel dan Jangkauan 1. Kernel dari transformasi.

(10)

10

nol) dari T adalah himpunan vektor di V yang dipetakan ke vektor oW oleh T. Kernel dari transformasi T dinotasikan dengan

) ) ,

( (

Ker TvVT vo oW .

Untuk memperjelas pengertian dari kernel suatu transformasi, perhatikan transformasi T yang diberikan oleh gambar 1 berikut:

Gambar 1

Dari gambar 1 nampak bahwa kernel dari trasformasi T diberikan

1

( ) ,

Ker To v sebab kedua vector odanv dipetakan terhadap vektor 1 nol.

F. Jangkauan dari transformasi

Misal T V: Wmerupakan transformasi linear, maka Jangkauan/Range dari T yaitu himpunan vektor di W yang merupakan bayangan atau peta dari paling sedikit satu vektor di V. Jangkauan dari T dinotasikan dengan

( ), Im(T) ( ) ( ) ,

R TR Tw W T v │ w vV

Contoh karnel dan jangkuan

a. T R: R adalah transformasi linear yang dirumuskan oleh

  

2

T x   x untuk setiap

 

xR.

Apakah vektor berikut terletak dalam ker( )T dan R T( ) 1) (0)

Penyelesaian : (0) ( 2.0) (0)

(11)

11 Jadi (0)terletak dalam ker( )T

Dari vektor tersebut diperoleh SPL : (x) 2 0

T   x

Dari SPL tersebut diperoleh x0, sehingga T(0) terletak dalam ( ) R T 2) (1) Penyelesaian: (1) ( 2.1) ( 2) T    

Jadi (1) tidak terletak dalam ker( )T

Dari vektor tersebut diperoleh SPL: ( ) 2 1

T x   x

Dari SPL tersebut diperoleh 1 2

x  sehingga T(1) terletak dalam ( )

R T .

b. 2 2

:

T RR adalah transformasi linear yang dirumuskan oleh

 

, (2 2 , )

T x yxy xy untuk setiap ( )xR.

Apakah vektor ( 1,1) terletak dalam ker T

 

dan R T

 

Penyelesaian :

1,1

 

2 2, 1 1

  

0, 0

T       

Jadi ( 1,1) terletak dalam ker T

 

Dari vektor tersebut diperoleh SPL : 2 2 1 1 x y x y      11 12 1 21 22 2 2; 2; 1 1; 1; 1 a a b a a b        21 22 11 12 1 2 a a aa  dan 2 21 22 2 1 11 12 1 1 b a a b b    aab

Jadi, T

1,1

tidak terletak dalam R T

 

c. 3 3

:

(12)

12

( , , ) (2 2 , 2 2 , )

T x y zx y z xyz xy untuk setiap ( )xR

Apakah vektor (2,2,1) terletak pada ker (T) dan R(T) Penyelesaian :

(2, 2,1) (4 2 2, 2 4 2, 2 2) (0, 4, 0)

T        

Jadi, vektor (2,2,1) tidak terletak pada ker (T). Dari vektor tersebut diperoleh SPL :

2 2 2 2 2 2 1 x y z x y z x y        

Dari SPL tersebut dengan menggunakan metode Cramer diperoleh

1 2 1 , 2 xy  ,dan 1 4 z 

Ini berarti T(2, 2,1)terletak dalam R(T) Teorema 2

Jika T V: Wadalah sebuah transformasi linear, maka : (a) Kernel dari T adalah subruang dari V

(b) Jangkauan dari T adalah subruang dari W

Bukti :

(a) Berdasarkan teorema 1, vektor 0 berada didalam ker (T), sehingga himpunan ini mengandung setidaknya satu vektor misalkan v1 dan v2

adalah vektor-vektor didalam ker(T), dan misalkan k adalah skalar sebarang, maka:

1 2 1 2

( ) ( ) ( ) 0 0 0

T vvT vT v    Sehingga v1v2 terletak pada ker (T), dan

1 1

( ) ( ) 0 0

T kvkT vk

Sehingga kv1terletak pada ker(T)

(b) Karena T(0)=0 , terdapat setidaknya satu vektor pada R(T). Misalkan w1

danw2adalah vektor-vektor di dalam jangkauan dari T, dan k adalahskalar sebarang. Untuk membuktikan hal tersebut, harus ditunjukkan bahwa

(13)

13 1 2

ww dan kw1terletak didalam jangkauan dari T. Dengan menemukan vektor a dan vektor b pada V sedemikian rupa sehingga T a( )w1w2 dan

1 ( )

T bkw karena w1danw2berada didalam jangkauan dari T, terhadap vektor-vektor a1dan a2 dan V sedemikian rupa sehingga T a( )1w1dan

2 2 ( )

T aw

Jika a a1 a2 dan bka1 maka:

1 2 1 2 1 2 1 1 1 ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) T a a a T a T a w w T b T ka kT a kw          Definisi 2

Jika T V: Wadalah sebuah transformasi linear, maka dimensi range dari T disebut sebagai rank dari T (rank of T) dan dinotasikan dengan rank (T); dimensi karnelnya disebut nulitas dari T (nulity of T) dan dinotasikan dengan nuitas (T) jangkauan T adalah ruang kolom dari A.

Karnel T adalah ruang pemecahan Ax0 sehingga : Rank (T)=dim(ruang kolom A)=rank(A)

Nulitas(T)=dim(ruang pemecahan Ax0)

Teorema 4 (Teorema dimensi)

Jika T V: Wadalah sebuah transformasi linear dari ruang vektor V yang berdimensi n kepada sebuah ruang vektor W, maka:

Rank dari T

 

nulitas dari T

n

Dengan kata lain, teorema ini menyatakan bahwa rank + nulitas dari transformasi linear sama dengan dimensi domainnya. dalam kasus khusus dimana VR Wn, Rmdan T V: Wmerupakan perkalian oleh sebuah matriks A yang berukuran m x n dan Rank(A) + dim (ruang pemecahan Ax = 0) = n

(14)

14

Tentukan rank dan nulitas dari transformasi linear T P: 2P3 yang didefinisikan dengan T(p(x))xp(x). Penyelesaian: 2 2 2 2 3 ker { a bx cx ( ( )) ( ) ( ( )) 0 (a bx cx ) 0 (a bx cx ) 0 ax+bx cx a=b=c= ( ) 0} 0 ( ( ) ) 0 T v V T p x xp x T p x T x Ker T T v p x                  │

Nulitas (T)dimensi (Ker T( ))0

Sehingga rank (T)dimensi ( )P2 nullitas(T)  3 0 3 F. Representasi Transformasi Linear

Misalkan : Rn m

TR adalah transformasi linear dari ruang vektor V ke ruang vektor W , bila V dan W berdimensi berhingga, maka transformasi linear tersebut dapat dinyatakan dengan suatu matriks, yang disebut matriks penyajian (representasi matriks). Misalkan e e1, ,2 ,en adalah basis baku untuk R dan misalkan n A adalah sebuah matriks

m n

yang dibentuk oleh

1 2

( ), ( ),..., ( )n

T e T e T e sebagai vektor-vektor kolomnya, maka A disebut sebagai matriks penyajian (representasi matriks).

Misalkan T: VW : V

TW

n m

(15)

15 1 1 2 2 n m x b x b x b                        1 1 2 2 n m x b x b T x b                        

Maka diperoleh sistem persamaan linear Ax0

11 1 12 2 1 1 21 1 22 2 2 2 1 1 2 2 n n n n m m mn n m a x a x a x b a x a x a x b a x a x a x b            

Bentuk perkalian matriks:

1 11 12 1 1 21 21 2 2 2 1 2 n n n n m m mn a a a x b a a a x b x b a a a                                                Jadi 1 11 12 21 21 2 1 2 n n m m mn a a a a a a A a a a                 

sebagai matriks standarnya.

(16)

16

Transpose dari matriks koefisien-koefisien di atas, yang dilambangkan dengan ( )

s

m T atau [ ]T sdisebut representasi matriks T relatif terhadap basis S , atau cukup dinyatakan dengan matriks T pada basis S .

Dengan menggunakan notasi vektor koordinat (kolom), representasi matriks

T dapat ditulis dalam bentuk m Ts( )[ ]T s

[ ( )] ,..., [ ( )]sT e1 s

T es

Yaitu kolom-kolom m T( ), berturut-turut adalah vektor-vektor koordinat dari

1 2 (e ), ( ),..., T(e )n T T e Contoh: 1. Misalkan jika 2 2 : T RR diberikan oleh: 1 1 2 2 1 2 3 2 2 x x x T x x x                

Apakah merupakan representasi matriks? Maka penyelesaian: 1 1 3 (e ) T 0 1 T             dan 2 0 2 (e ) T 1 2 T             

Ini didapat dari:

1 3 2 1 3 (e ) 1 2 0 1 T                  2 3 2 0 2 (e ) 1 2 1 2 T                   1 0       0 1      

Atau dapat juga diselesaikan dengan mengeluarkan x dari matriks yang diketahui: 1 1 2 2 1 2 3 2 2 x x x T x x x                 1 2 3 2 1 2 x x             

(17)

17

Jadi 3 2

1 2 A  

  adalah representasi matriks untuk

1 1 2 2 1 2 3 2 2 x x x T x x x               2. Misalkan 2 2 :

T RR adalah operator linear yang didefinisikan sebagai

  

, 2 3 , 4 5

T x yxy xy tentukan matriks T e terhadap basis ( )1

1, 2

    

1, 2 , 2,5

Se e

Penyelesaian:

Tentukan representasi matriksT e , dan kemudian nyatakan sebagai ( )1 kombinasi linear dan vektor-vektor e e 1, 2

1 1 8 1 2 (e ) 2 6 2 5 TT    x  y              danx2y8, 2x5y 6 Atau dengan cara:

diubah ke dalam bentuk matriks menjadi

2 3 ( , ) 4 5 x y T x y x y        Sehingga: 1 1 2 3 1 8 ( ) T 2 4 5 2 6 T e                         

Dengan menyelesaikan SPL tersebut, maka didapat x52dan y 22 Sehingga T(e )1 52e122e2. (dengan eliminasi substitusi)

Selanjutnya tentukan T(e )2 dan kemudian nyatakan sebagai kombinasi linear dari e dan 1 e ; 2

2 2 19 1 2 (e ) 5 17 2 5 TT  x  y              dan x2y19, 2x5y 17

(18)

18 2 2 2 3 2 19 ( ) T 5 4 5 5 17 T e                        

Dengan menyelesaikan SPL tersebut, maka didapat x129dan y 55. Jadi, T e

 

2 129e155e2. (dengan eliminasi substitusi)

Kemudian menuliskan koordinat-koordinat dan dan sebagai kolom-kolom untuk memperoleh representasi matriks dari . Jadi, 1 2 1 2 e 52 22 (e , e ) e 129 55 T     

    merupakan representasi matriks dari

( , ) (2 3 , 4 5 ) T x yxy xy atau

 

52 129 22 55 S T       

(19)

19

LATIHAN SOAL

1. Misalkan T R: 2R3 adalah fungsi yang didefinisikan oleh ( ) ( , , )

T vx xy xy dengan v( , )x y di R . Buktikan bahwa 2 T

merupakan transformasi linear!

2. Periksa linearitas transformasi, T R: 2R3 dengan ( , ) (2 , 3 ,3 1)

T x yxy xy x !

Tentukan T(2v13v24 )v3 !

3. Diketahui T R: 2R3 dengan T x y( , )(xy x y, , ) apakah T

merupakan transformasi linear ?

4. Diketahui T R: 2R3 dengan T x y( , )(2 ,x x y2, 2) apakah T

merupakan transformasi linear ?

5. Gunakan definisi transformasi linear untuk menunjukkan bahwa fungsi T R: 3R2 yang dirumuskan oleh

( , , ) (2 , 4 )

T x y zx y z yz adalah transformasi linear!

6. Misaldiberikantransformasi linear, 3 2 : T RR dengan 2 2 3 x x y z T y x y z z                   

, manakah di antaravektorberikut yang

merupakananggota Ker(T)? a. 2 2 2            b. 2 1 3           

7. Diketahui sebuah transformasi linear T: R3→R3, dimana T[x,y,z] = [x + 2y – z, y+z, x+y-2z]

(20)

20

8. MisalkanF R: 2 R2adalah operator linear yang didefinisikan sebagaiF x y( , )(x3 ,y x5 )y

a. Tentukan representasi matriks F relative terhadap basis

1 2

{ , } {(1,3), (3,5)} Su u

b. Tentukan representasi matriks relative terhadap basis (standar)

1 2

{ , } {(1, 0), (0,1)} Ee e

9. W adalah ruang vector dari matriks simetris yang berukuran2 2 .

2 : T WP didefinisikan dengan: 2 ( ) ( ) ( ) a b T a b b c x c a x b c            

Tentukan rank dan nullitas dari transformasi linear T.

10. Tentukan matriks standar transformasi linier T R: 2R3dengan

definisi 1 2 1 1 2 2 1 2 3 5 7 3 x x x T x x x x x                

(21)

21 JAWAB 1. Diketahui : 2 3 : T RR ( ) ( , , ) T vx xy xy dengan v( , )x y di R 2 Penyelesaian : Misalkan u( ,x y1 1) 2 2 ( , ) vx y

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 1 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 ( ) , , , , , , , , , , , , , ( ) ( ) i T u v T x y x y T x x y y x x x x y y x x y y x x x x y y x x y y x x y x y x x y x y T x y T x y T u T v                                

 

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 ( ) ( ) , , , , , , ( , ) ( ) ii T ku T k x y T kx ky kx k x y k x y k x x y x y kT x y kT u          

Karena syarat(i) dan (ii) terbukti maka fungsi tersebut merupakan transformasi linear.. 2. Diketahui : 2 3 : T RR ( , ) (2 , 3 ,3 1) T x yxy xy x Penyelesaian : Misalkan u( ,x y1 1) 2 2 ( , ) vx y

(22)

22

 

 

 

 

 

 

 

1 1 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 ( ) , , , 2 , 3 , 3 1 2 2 , 3 3 , 3 3 1 2 , 3 , 3 1 , 2 , 3 , 3 , 2 , 3 , 3 ( ) 2 , 3 , 3 i T u v T x y x y T x x y y x x y y x x y y x x x x y y x x y y x x x y x y x x y x y x T x y x y x y x T u x y x y x                                      

2 2 2 2 2

( ) 2 , 3 ,3

T vxy xy x , Sehingga pembuktian (i) tidak terbukti.

1 1 1 1 1 1 1 1 1 ( ) ( ) , , 2 , 3 ,3 1 ii T ku T k x y T kx ky kx ky kx ky kx      

1 1 1 1 1

( ) 2 , 3 ,3 1

kT ukxky kxky kx  Sehingga pembuktian (ii)

tidak terbukti.

Karena pembuktian (i) dan (ii) tidak terbukti, maka fungsi tersebut bukan merupakan transformasi linear.

3. Diketahui : 2 3 : T RR dan T x y( , )(xy x y, , ) Penyelesaian : Misalkan u( ,x y1 1) 2 2 ( , ) vx y

 

 

 

 

 

 

1 1 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 1 1 2 2 ( ) , , , , , , , , , , , , , , ( ) ( ) i T u v T x y x y T x x y y x x y y x x y y x x y y x x y y x y x y x y x y T x y T x y T u T v                         

(23)

23

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 ( ) ( ) , , , , , , ( , ) ( ) ii T ku T k x y T kx ky kx ky kx ky k x y x y kT x y kT u        

Karena syarat(i) dan (ii) terbukti maka fungsi tersebut merupakan transformasi linear. 4. Diketahui : 2 3 : T RR 2 2 ( , ) (2 , , ) T x yx x y Penyelesaian: Misalkan u( ,x y1 1) 2 2 ( , ) vx y

 

 

 

 

1 1 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 ( ) , , , 2 , , 2 2 , 2 , 2 2 , 2 , 2 , , 2 , , ( ) ( ) i T u v T x y x y T x x y y x x x x y y x x x x x x y y y y x x x x y x x y y y T x y T x y T u T v                       

     

1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 1 1 ( ) ( ) , , 2 , , 2 , , 2 , , ii T ku T k x y T kx ky kx kx ky kx k x k y k x kx ky     

2 2

1 1 1 ( ) 2 , ,

(24)

24

Jadi, karena syarat (i) dan (ii) tidak terpenuhi maka fungsi tersebut bukan merupakan transformasi linear.

5. Diketahui : 3 2 : T RR dengan T x y z( , , )(2x y z y, 4 )z Penyelesaian : Misalkan u( ,x y z1 1, )1 2 2 2 ( , , ) vx y z

 

 

 

 

 

 

1 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 2 ( ) , , , , , , 2 , 4 2 2 , 4 4 2 , 4 , 2 , 4 , , , , ( ) ( ) i T u v T x y z x y z T x x y y z z x x y y z z y y z z x x y y z z y y z z x y z y z x y z y z T x y z T x y z T u T v                                     

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 ( ) ( ) , , , , 2 , 4 2 , 4 ( , , ) ( ) ii T ku T k x y z T kx ky kz kx ky kz ky kz k x y z y z kT x y z kT u            

Karena syarat(i) dan (ii) terbukti maka fungsi tersebut merupakan transformasi linear. 6. Bayangandari 2 2 2            dan 2 1 3            olehtransformasi T adalahsebagaiberikut: T 2 2 2            = 2 4 2 0 4 6 2 0                  

(25)

25 T 2 1 3            = 2 2 3 4 3 3            = 1 4        Sehinggadapatdisimpulkan 2 2 2            ∈Ker(T) dan 2 1 3             Ker(T)

7. Kita tentukan dulu matriks transformasinya: T[1,0,0] = [1,0,1] T[0,1,0] = [2,1,1] T[0,0,1] = [-1,1,-2] A = 32( 1) 31(3) 1 2 1 1 2 3 1 2 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 2 1 1 3 1 1 0 K K                                  

Rank matriksA (secarakolom) adalah 2. Jadi rank(T) = 2 dan basis nya dapat diambil {[1,0,1], [2,1,1]}.

Untuk mencariker(T):

Misalkanv

v v v1, 2, 3

Ker T( )maka Av = 0 atau

1 2 3 1 2 1 0 0 1 1 0 1 1 2 0 v v v                                 nulitas(T) = n - rank(A) = 3 – 2 = 1

Ambil dua persamaan yang bebas : 1 2 3

2 3 2 0 0 v v v v v       

Ambil parameter, misalnyav2makav1 3, v3  . Jadi [ 3,1, 1]

v   ; Ker(T) mempunyai basis (-3,1,-1) atau Ker(T) = L{[-3,1,-1]}

(26)

26 8. a. ( )1 1 10 1 3 3 14 3 5 F uF  x  y              danx3y10,3x5y 14 Atau dengan cara:

diubah ke dalam bentuk matriks menjadi

( , ) 3 5 x y F x y x y        Sehingga: 1 1 1 3 1 10 ( ) T 3 1 5 3 14 F u                        

Dengan menyelesaikan SPL tersebut, maka didapat x 23dan y11 Sehingga F u( )1  23u111u2. (dengan eliminasi substitusi)

Selanjutnya tentukan F u( )2 dan kemudian nyatakan sebagai kombinasi linear dari u dan 1 u ; 2

2 3 18 1 3 ( ) 5 22 3 5 F uF  x  y              dan x3y18, 3x5y 22

Atau dengan cara:

2 3 1 3 3 18 ( ) 5 1 5 5 22 F uF                      

Dengan menyelesaikan SPL tersebut, maka didapat x 39dan y19. Jadi, F

 

u2  39u119u2. (dengan eliminasi substitusi)

Kemudian menuliskan koordinat-koordinat dan dan sebagai kolom-kolom untuk memperoleh representasi matriks dari .

(27)

27 Jadi, 1 2 1 2 23 11 ( , ) 39 19 u F u u u        

    merupakan representasi matriks dari

( , ) ( 3 , 5 ) F x yxy xy atau

 

23 39 11 19 S F       b. 1 1 1 ( ) 0 1 F uF           dan 2 0 3 ( ) 1 5 F uF           

Ini didapat dari:

1 1 3 1 1 ( ) 1 5 0 1 F u                  2 1 3 0 3 ( ) 1 5 1 5 F u                   1 0       0 1      

Atau dapat juga diselesaikan dengan mengeluarkan x dari matriks yang diketahui: 3 5 x x y F y x y                 1 3 1 5 x y              Jadi 1 3 1 5 E F       9. P(x) = a+bx+cx2

(28)

28 2 ( ) : 0 ( ) : ( ) ( ) ( ) 0 ( ) : ( ) ( ) ( ) 0 ( ) : ( ) : a b a b Ker T T b c b c a b Ker T a b b c x c a x b c a b Ker T a b b c c a b c a b Ker T a b c b c c c Ker T c c c                                                             

Jadi, basis Ker(T) 1 1 1 1    

 sehingganulitas(T) = dimensiker(T) = 1

Rank(T)= dimensi W – nulitas(T) = 3 - 1 = 2

10.

Kemudian menuliskan koordinat-koordinat dan sebagai kolom-kolom matriks standar yaitu

(29)

29

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Aziz Saefudin. 2015. Modul Aljabar Linear.Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta.

Andrilli, Stephen and David Hecker. 2010. Elementary Linear Algebra Fourth Edition. Canada: Elsevier.

Anton, Howard. 2004. Aljabar Linear Elementer Versi Aplikasi. Jakarta: Erlangga

Danang Mursita. 2010. Aljabar Linear. Bandung: Rekayasa Sains.

Matthews, K. R. 1998. Elementary Linear Algebra. Department of Mathematics: University of Queensland.

Gambar

Diagram Venn

Referensi

Dokumen terkait

Diktat Aljabar Linear Bagian I oleh Abdul Jabar, M.Pd (STKIP PGRI Banjarmasin) Hal17 2.5 Hubungan Determinan, Invers Matriks dan Penyelesaian untuk Sistem Persamaan Linier.

Tidak memiliki alat gerak. Hidup sebagai parasit pada makhluk hidup lain. Contoh makhluk hidup yang termasuk dalam sporozoa adalah plasmodium malariaedan plasmocilum

tetapi mukallaf ditunut melaksanakan kewajiban yang tidak terbatas seperti infak dijalan Allah, tolong menolong dalam kebaikan, member makan kepada orang yang

1) Perbedaan pendapat tentang valid – tidaknya suatu teks dalil syar’i tertentu sebagai hujjah (tentu saja ini tertuju kepada teks hadits, yang memang ada yang shahih

1) Filtrasi (penyaringan), yaitu metode pemisahan yang digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan yang tidak larut dengan menggunakan penyaring (filter)

1) Peluruhan alpha adalah jenis peluruhan radioaktif dimana inti atom yang memancarkan partikel alpha, dan dengan demikian mengubah (meluruh) menjadi atom dengan nomor massa 4

a) Yang menjadi warga Negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang- orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara. b) Penduduk ialah

Institut diringkas dasar pemikirannya dengan menyatakan "[Multimedia] telah menjadi kata sentral dalam dunia media baru yang indah“.Sehingga pada tahun sebelum dan