ANALISA HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Penulis melakukan penelitian yang dilakukan di MT. Victory Maju selama praktek, selama itu penulis menemukan suatu temuan yang terjadi di atas kapal saat melakukan olah gerak memasuki alur pelayaran sempit. Penulis mengharapkan agar pembaca mampu daan bisa merasakan tentang semua hal yang terjadi selama penulis melaksanakan penelitian. Berikut adalah beberapa gambaran dari pengalaman atau data-data yang pernah dialami oleh penulis pada waktu melaksanakan praktek laut di MT. Victory Maju yang merupakan kapal tanker yang berada di bawah managemen PT.
Maxima Maritima Indonesia.
SHIP NAME : MT. VICTORY MAJU
CALL SIGN : YBFN2
IMO NUMBER 9798040
OWNER’S NAME : PT. MAXIMA MARITIMA INDONESIA PORT OF REGISTRY : JAKARTA –INDONESIA
PLACE OF BUILDING : PT. SMI
FLAG : INDONESIA
GRT : 2232 T
NETT TONNAGE : 1234 T
DWT : 3500 T
LOA : 88,84 M
LENGTH P.P : 82,50 M
DEPTH : 5,60 M
HIGH MAXIMUM : 25,40 M
DRAFT : 4,60 M
NUMBER OF DECK : ONE ( 1 ) NUMBER OF MAST : TWO ( 2 ) NUMBER OF C.O.T : TWELVE ( 12 )
MAIN ENGGINE : WEICHAI HEAVY MACHINERY 2X420 KW x 1200 RPM
YEAR BUILT 2014
CARGO TANK : 3935,556 K/L
WBT : 1302.26 K/L
F.O.T BUNKER : 150,17 K/L F.O.T DIESEL OIL : 80,10 M3
FWT : 120,53 T
COATING : SUS 316 ( ALL TANK )
HEATING : FITTED
EMAIL : [email protected]
B. HASIL PENELITIAN
Selama taruna melaksanakan praktek laut pada tanggal 24-08-2019 sampai 01-01-2021, penulis menemukan permasalahan yang terkait dengan faktor- faktor yang mempengaruhi kecepatan aman pada saat berlayar di alur ramai dan alur pelayaran sempit seperti di sungai. Penulis mencoba menggambarkan permasalahan yang pernah dialami pada waktu melaksanakan praktek laut. Pada saat memasuki alur pelayaran sempit maupun ramai dengan pentingnya menggunakan alat navigasi berupa radar dan di bantu look out. Berhubungan dengan penlitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan aman pada saat berlayar, penulis mencoba melakukan metode wawancara dengan cara membagikan kuisioner dan obeservasi pada beberapa crewyang ada di atas kapal khususnya perwira jaga di deckadapun jawaban yang didapat dari hasil penulis membagikan kusioner.
HAL-HAL YANG HARUS DI PERHATIKAN UNTUK MENENTUKAN KECEPATAN YANG AMAN.
1. Jarang diperhatikan ( 20% ) 2. Kemungkinan diperhatikan ( 40% ) 3. Mungkin di perhatikan ( 60% ) 4. Kemungkinan diperhatikan ( 80% ) 5. Pasti di perhatikan ( 100% )
NO. Pertanyaan
Jabatan
Rata-rata Capt C/O 2/O 3/O AB
1. Apakah draft kapal diperhatikan untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 100% 80% 80% 80% 88%
2. Apakah jarak tampak deperhatikan untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 80% 100% 100% 80% 92%
3. Apakah kepadatan alur diperhatikan untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 100% 100% 100% 100% 100%
4. Apakah keadaan laut dan cuaca diperhatikan untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 100% 100% 100% 100% 100%
5. Apakah radar diperhatikan untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 100% 100% 100% 100% 100%
6. Apakah komunikasi diperhatikan menentukan kecepatan yang aman?
100% 80% 60% 60% 80% 76%
7. Apakah bahaya-bahaya navigasi di perhatikan untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 100% 100% 80% 100% 96%
8. Apakah pasang surut diperhatikan untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 100% 80% 80% 60% 84%
9. Apakah kemampuan olah gerak kapal diperhatikan menentukan kecepataan yang aman?
100% 80% 100% 100% 80% 92%
10. Apakah UKC diperhatikan untuk menetukan kecepatan yang aman?
80% 100% 100% 80% 80% 88%
Dari hasil jawaban kuisioner yang di bagikan kepada beberapa crew kapal tentang hal apa saja yang harus diperhatikan untuk menentukan kecepatan yang aman dengan sistem persentase mendapatkan nilai 91.6% dimana kategori dari semua pertanyaan yang diajukan berada pada hal-hal yang harus / pasti di perhatikan untuk menentukan kecepatan yang aman.
Consequences (Level Uraian)
1.Tidak Signifikan ( 20% ) 2.Kecil (rendah) ( 40% ) 3.Sedang ( 60% )
4.Berat (Tinggi) ( 80% )
5.Ekstrim atau Bencana ( 100% )
NO. Pertanyaan
Jabatan
Rata-rata Capt C/O 2/O. 3/O AB
1. Seberapa besar resiko kapal kandas jika tidak memperhatikan draft kapal untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 100% 100% 100% 100% 100%
2. Seberapa besar resiko kapal tubrukan jika tidak memperhatikan jarak tampak kapal untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 100% 100% 100% 80% 96%
3. Seberapa besar resiko kapal tubrukan jika tidak memperhatikan kepadatan alur untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 100% 100% 100% 80% 96%
4. Seberapa besar resiko kecelakaan kapal jika tidak memperhatikan keadaan laut dan cuaca untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 80% 80% 80% 80% 84%
5. Seberapa besar resiko kecelakaan kapal jika tidak memperhatikan radar untuk menentukan kecepatan yang aman?
80% 60% 100% 100% 100% 88%
6. Seberapa besar resiko kecelakaan kapal jika tidak memperhatikan komunikasi untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 80% 80% 80% 80% 84%
7. Seberapa besar resiko kecelakaan kapal jika tidak memperhatikan bahaya-bahaya navigasi untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 80% 100% 80% 80% 84%
8. Seberapa besar resiko kapal kandas jika tidak memperhatikan pasang surut kapal untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 80% 100% 100% 100% 96%
9. Seberapa besar resiko kecelakaan kapal jika tidak memperhatikan olah gerak kapal untuk menentukan kecepatan yang aman?
100% 80% 80% 100% 100% 92%
10 Seberapa besar resiko kapal kapal jika tidak memperhatikan UKC kapal untuk menentukan kecepatan yang aman?
80% 100% 100% 100% 100% 96%
Dari hasil jawaban kuisioner yang di bagikan kepada beberapa crew kapal tentang bagaimana dan seberapa besar resiko kecelakaan kapal jika tidak memperhatikan faktor-faktor yang menentukan kecepatan yang aman n dengan sistem persentase mendapatkan nilai 91.6% dimana kategori dari semua pertanyaan yang diajukan yang extrim berisko kecelakaan kapal dalam menentukan kecepatan yang aman.
Adapun penjelasan hal-hal apa saja yang harus di perhatikan untuk menentukan kecepatan yang aman.
1. Draft kapal
Dimana draft kapal harus diperhatikan pada saat menentukan kecepatan aman di karenakan draft kapal akan mempengaruhi olah gerak kapal sehingga mualim jaga harus mengatuhi draf kapal untuk menentukan kecepatan yang aman.
2. Jarak tampak
Jarak tampak harus diperhatikan pada saat berlayar di alur padat dan alur pelayaran sempit, karena jarak tampak sangat mempengaruhi perwira jaga untuk mementukan kecepatan yang aman untuk menghindari bahaya tubrukan atau bahaya navigasi lainnya.
3. Kepadatan alur
Kepadatan alur harus di perhatikan dan di perhitungkan saat kapal melintas di alur yang padat, perwira jaga harus menentukan kecepatan yang aman dikarenakan di alur padat banyak kapal-kapal yang melintas dan berbagai macam ukuran yang membuat resiko bahaya tubrukan mungkin terjadi jika tidak menentukan kecepatan yang aman.
4. Keadaan laut dan cuaca
Keadaan laut dan cuaca sangat berpengaruh besar dalam faktor kecepatan aman, karena keadaan laut dan cuaca seperti arus, kabut, hujan lebat, gelombang, badai, sangat mempengaruhi pergerakan kecepatan kapal, maka perwira jaga harus menentukan kecepatan yang aman agar kapal tetap bernavigasi dengan aman tanpa mendapat kendala bahaya-bahaya navigasi yang dapat merugikan perusahaan atau pihak crew kapal sendiri.
5. Radar
Radar sangat penting saat kapal memasuki alur pelayaran padat dan sempit, dan sangat membantu saat di gunakan dalam situasi keadaan khusus saat malam hari dan cuaca buruk, karena dengan radar perwira jaga dapat mengetahui dengan jelas jarak dan baringan suatu sosok benda yang ada di
sekitar kapal yang memungkinkan sosok benda tersebut kapal lain atau bahay navigasi lainnya.
6. Komunikasi antar kapal atau VTS
Komunikasi antar kapal-kapal atau dengan VTS sangat penting dan harus benar di perhatikan, karena dengan komunikasi kita dapat mengatahui pergerakan kapal-kapal saat keluar masuk alur atau saat akan passing menyusul atau dalam situasi berhadapan maupun situasi menyilang, sehingga perwira jaga harus menentukan kecepatan aman setelah mengetahui pergerakan kapal hasil dari komunikasi radio VHF.
7. Bahaya-bahaya navigasi
Bahaya-bahaya navigasi harus selalu di perhatikan saat mualim jaga melaksanakan dinas jagga, karena bahaya navigasi sangat berbahaya untuk keselamatan kapal dan seluruh awak kapal, maka jika mualim jaga melihat sosok bahaya navigasi maka perwira jaga harus menentukan kecepatan yang aman untuk menhindari bahaya navigasi tersebut.
8. Pasang surut
Pasang surut sangat berpengaruh dalam menentukan kecepatan yang aman, karena jika kapal berlayar di alur sungai yang kedalaman perairannya dangkal maka perwira jaga harus memperhitungkan waktu pasang surut air agar dapat dilalui oleh kapal dengan aman tanpa ada kendala kandas.
9. Kemampuan olah gerak kapal
Kemampuan olah gerak kapal di alur sangat berpengaruh dalam menentukan kecepatan yang aman, kendala olah gerak kapal di pengaruhi
oleh bentuk baling-baling kapal, kemudi kapal, besar kapal dan sarat suatu kapal. Kapal akan sukar berolah gerak saat di alur jika ada masalah dari sarat kapal atau bentuk bangunan kapal.
10. Memperhatikan UKC ( under keel clearance )
UKC (under keel clearance) sangat penting dan harus selalu di perhatikan jika kapal memasuki perairan sempit dan dangkal seperti alur sungai atau alur pelabuhan kecil, karena dapat mempengaruhi olah gerak kapal dan harus tetap dengan kecepatan aman jika ragu dengan keadaan laut yang dangkal tersebut, karena untuk menghindari bahaya kandas.
C. PENYAJIAN DATA
Dalam penyajian data ini akan diuraikan mengenai hasil observasi dan hasil wawancara yang dapat dijelaskan sebagaimana berikut.
1. Hasil Observasi
MT. VICTORY MAJU melaksanakan kegiatan muat di Pelabuhan Palembang oleh karena itu, kapal selalu melewati alur sungai telang.
Sungai telang mempunyai alur yang sangat sempit, tentunya harus memperhatikan faktor kecepatan aman seperti air pasang surut, bahaya navigasi, tikungan tajam saat di alur. Berdasarkan pengalaman yang di alami penulis di kapal, terjadi beberapa kendala saat melakukan dinas jaga navigasi di anjungan, yaitu :
a. Jika siang hari/ jarak pandang tempak jelas perwira jaga lebih menggunakan visual mata untuk pengamatan sekitar kapal.
b. Jika malam hari/jarak pandang terbatas, perwira jaga lebih memperhatikanradar.
c. Perwira jaga tidak pernah melakukan koreksi peta.
d. Tidak semua perwira jaga memperhatikan atau look out pada saat kapal memasuki alur pelayaran sempit.
e. Perwira di kapal kurang perhatiannya dalam melaksanakan perawatan mesin kapal.
f. Pentingnya komunikasi dengan VTS di pelabuhan singgah.
Kebanyakan perwira jaga mengabaikan tanggung jawab sebagai seorang perwira di atas kapal karena kebiasaan yang terbawa dari kapal-kapal sebelumnya.
2. Hasil Wawancara
Dalam melakukan penelitian ini, selain dilakukan dengan metode pengamatan secara langsung di lapangan, taruna juga melakukan metode dengan wawancara pada mualim jaga navigasi pada saat di alur pelayaran sempit dan padat. Menurut jawaban narasumber yang saya dapatkan,dalam menentukan kecepatan yang aman harusmemperhatikan look out, penggunaan radar pada keadaan khusus, memperhatikan keadaan laut dan cuaca, memperhatikan lebar alur perairan, kedalaman perairan, dan memperhatikan bahaya-bahaya navigasi serta komunikasi antar kapal harus benar-benar di laksanakan sesuai aturan yang ada di dalam COLREG 1972.
D. PEMBAHASAN
Hasil observasi yang di lakukan pada analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan aman pada saat kapal berlayar di alur pelayaran sempit maupun di alur ramai. Di alur pelayaran sempit para mualim jaga hampir mendekati sempurna dalam memahami pentingnya kecepatan aman guna menghindari bahaya navigasi dan bahaya tubrukan di alur pelayaran sempit. Kebanyakan perwira jaga melaksanakan dinas jaga navigasi menurut kebiasaannya yang dibawa dari pengalaman berlayar sebelumnya, tentang faktor yang mempengaruhi kecepatan aman pada saat berada di alur pelayaran sempit. Berikut adalah pembahasan tentang beberapa masalah yang terjadi di atas kapal MT. VICTORY MAJU tentang kecepatan aman yang seharusnya dilakukan mualim jaga sesuai dengan colreg 1972 (aturan 6 ) saat di alur pelayaran sempit guna menghindari bahaya tubrukan dan bahaya navigasi lainnya :
1. Jika siang hari/jarak pandang tampak jelas perwira jaga lebih menggunakan visual mata untuk pengamatan sekitar kapal.Penilaian akan bahaya tubrukan harus dilakukan oleh setiap kapal dengan menggunakan sarana yang tersedia, misalnya; kompas, radar/arpa, radio vhf, teropong dll. Sesuai dengan keadaan dan suasana yang ada :
a. Tidak harus menggunakan radar;
b. Cuaca terang lebih baik dengan visual bearing;
c. Dalam situasi bersilangan kapal yang bertahan sebaiknya radar pada posisi on.
2. Jika malam hari/jarak pandang terbatas jaga lebih memperhatikan RADAR
a. Mualim yang sedang bertugas jaga navigasi dalam daerah alur sempit dan di perairan yang padat lalulintasnya/ramai harus menggunakan radar. Dalam menggunakan radar harus memperhatikan akan keterbatasan-keterbatasan radar yang sedang digunakannya;
b. Bilamana kondisi penglihatan menjadi terbatas atau akan menjadi terbatas, mualim yang sedang bertugas jaga sebagai tanggung jawab/tugas petamanya adalah melaksanakan aturan-aturan yang relevan dari colreg 1972 terutama aturan isyarat bunyi dilanjutkan berlayar dengan kecepatan aman dengan mesin siap berolah gerak.
Selain dari pada itu mualim yang sedang bertugas jaga navigasi harus : 1) Memberitahu nahkoda;
2) Menempatkan seorang pengamat yang baik;
3) Menghidupkan lampu navigasi;
3. Perwira jaga tidak pernah melaksanakan koreksi peta yang selalu di update oleh BPI ( Berita Pelaut Indonesia ). Jika perwira tidak pernah melaksanakan koreski peta, akan membahayakan kapal itu sendiri karena di dalam peta tersebut terdapat bahaya-bahaya navigasi yang
tidak kita ketahui jika perwira tidak melaksanakan koreksi peta. Jika perwira selalu melaksanakan koreksi peta, kita akan mengetahui dimana letak posisi bahaya navigasi, maka kita akan selalu memperhatikan kecepatan aman dan jarak aman pada bahaya navigasi tersebut.
4. Tidak semua perwira jaga melaksanakan pengamatan atau look out pada saat kapal memasuki alur ramai atau alur pelayaran sempit dan pada saat cuaca buruk, hujan, dan kabut. Hal ini sangat mempengaruhi keselamatan kapal tersebut, maka di wajibkan seorang perwira jaga dan seorang pengamat lain seperti juru mudi jaga membantu seorang perwira jaga untuk melaksanakan pengamatan sekitar kapal guna menghindari bahaya-bahaya navigasi yang akan timbul sewaktu-waktu.
5. Perwira di kapal kurang memperhatikan dan kurang melaksanakan perawatan rutin untuk mesin di kapal. Hal ini sangat membahayakan untuk keselamatan kapal pada saat berlayar di alur ramai maupun alur pelayaran sempit. Jika mesin kurang perawatan maka akan terjadi trouble enggine sewaktu-waktu, jika terjadi kerusakan mesin maupun kerusakan sebuah kemudi kapal maka akan terjadi bahaya tubrukan yang akan timbul di alur pelayaran. Maka seorang perwira mesin harus selalu melaksanakan perawatan rutin guna menghindari bahaya yang akan terjadi pada saat berlayar.
6. Pentingnya komunikasi dengan VTS pada saat kapal berlayar di alur pelayaran sempit maupun ramai. Perwira jaga harus selalu memperhatikan kecepatan aman sebuah kapal tersebut pada kecepatan berapa knots jika kapal berada di alur sempit, alur ramai, kapal akan berlabuh jangkar. Jika tidak melakukan komunikasi maka kita tidak mengetahui ada kapal apa yang akan masuk alur maupun keluar alur pelayaran yang di lewati MT. VICTORY MAJU.
penggunaan pesawat RADARdan AIS harus dilakukan dengan tepat, jika dipasangi dan bekerja dengan baik, termasuk penyimakan jarak jauh untuk memperoleh peringatan dini akan adanya bahaya tubrukan dan pelacakan posisi radar atau pengamatan sistematis yang sepadan atas benda-benda yang terindera. Penggunaan AIS harus tepat, untuk ketepatan menyimpulkan informasi data kapal yang akan keluar masuk alur.
Dalam pembahasan di atas, jika di bandingkan dengan aturan yang berlaku di P2TL 1972 / COLREG 1972 hampir semua perwira di atas kapal MT. Victory Maju memahami aturan dan memahami apa tindakan yang harus di lakukan dalam menentukan faktor-faktor yang menentukan kecepatan aman pada saat berlayar di alur pelayaran sempit atau padat. Dalam hal ini jika perwira jaga hampir mendekati kata paham maka memungkinkan resiko bahaya yang akan terjadi di kapal karena pengaruh faktor-faktor kecepatan aman tersebut otomatis akan sangat kecil akan terjadi resiko bahaya yang
dapat merugikan pihak perusahaan, awak kapal. Maka untuk semua pelaut di Indonesia maupun pelaut Asing harus benar-benar memahami faktor-faktor yang menentukan kecepatan aman, agar tidak ada lagi kecelakaan yang di sebabkan oleh faktor-faktor kecepatan aman.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa : 1. Masing-masing perwira di atas kapal dalam memahami faktor-faktor
yang mempengaruhi kecepatan aman hampir semua sama saat di lapangan. Alasan mereka karena kecepatan aman sangat berpengaruh besar dalam keamanan kapal saat berlayar, kecepatan aman mencakup banyak aturan-aturan yang ada di P2TL. Jadi yang saya alami di lapangan jika di bandingkan di buku sudah mendekati kesamaan meskipun belum sempurna, karena masing-masing perwira mempunyai opsi sendiri dan menggunakan pemahaman sesuai pengalaman yang sudah di alami saat bekerja di kapal-kapal yang sebelumnya.
2. Manfaatkan semua sarana dan prasarana yang ada di atas kapal yang mendukung faktor kecepatan aman, pahami dan laksanakan aturan- aturan P2TL yang termasuk faktor yang mempengaruhi kecepatan aman, karena kecepatan aman berperan penting untuk keselamatan pelayaran suatu kapal agar dapat bernavigassi dengan aman dan tiba di tempat tujuan dengan aman
B. SARAN
Setelah melakukan penelitian, penulis dapat memberikan masukan dan saran sebagai berikut:
1. Sebagai Perwira Jaga di anjungan, ketika kapal melakukan olah gerak di alur pelayaran sempit, jangan menggunakan handphone, gunakan sarana prasarana yang membantu kelancaran dalam faktor kecepatan aman agar terhindar dari bahaya navigasi
2. Kurangi kesalahan atau human error serta perwira navigasi harus meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan crew yang bertugas di anjungan, untuk meminimalisir adanya bahaya navigasi dan juga Perwira Jaga harus melakukan pengecekan posisi kapal secara berkala.
3. Kerja sama tim sangat penting saat melaksanakan dinas jaga di anjungan, saling menerima masukan dari petugas dinas jaga di anjungan, agar tidak terjadi bahaya navigasi yang akan timbul.
4. Melakukan pengamatan dengan berbagai cara seperti secara visual maupun dengan alat bantu navigasi sangat penting dalam faktor kecepatan aman saat berlayar.
5. Sebaiknya tidak membiasakan yang di anggap remeh dan hal yang tidak terlalu penting, karena dari hal kecil tersebut akan timbul masalah yang dapat membahayakan serta merugikan seluruh pihak yang terlibat 6. Perwira jaga harus benar paham tentang faktor-faktor kecepatan aman
7. Lakukan perawatan mesin kapal secara berkala agar memperlancar dalam pelayaran kapal, agar tidak terjadi bahay yang tidak diinginkan saat di alur ramai atau sempit
8. Perwira jaga harus berani memutuskan suatu komando untuk memutuskan apa yang harus di laksanakan dan apa yang tidak boleh di laksanakan agar kapal tetap aman dari faktor kecepatan aman