PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
No. 46 / VII / 16 Agustus 2004
PDB INDONESIA TRIWULAN II TAHUN 2004 TUMBUH 0,86 PERSEN
PDB Indonesia pada triwulan II tahun 2004 meningkat sebesar 0,86 persen dibanding triwulan I tahun 2004.
PDB Indonesia pada triwulan II tahun 2004 dibanding triwulan yang sama tahun 2003 mengalami pertumbuhan sebesar 4,32 persen.
Secara kumulatif, PDB semester pertama tahun 2004 dibandingkan dengan semester pertama tahun 2003 meningkat sebesar 4,66 persen.
Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan II tahun 2004 mencapai Rp.568,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan II tahun 2004 adalah Rp.409,6 triliun.
Pengeluaran konsumsi rumahtangga pada triwulan II tahun 2004 dibandingkan dengan triwulan I tahun 2004 meningkat secara riil sebesar 1,02 persen. Pada periode yang sama pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat sebesar 3,91 persen, pembentukan modal tetap bruto (investasi fisik) meningkat sebesar 1,12 persen dan ekspor meningkat sebesar 3,91 persen. Sebaliknya impor pada periode tersebut menunjukkan penurunan sebesar minus 1,52 persen.
Dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya, pada triwulan II tahun 2004 pengeluaran konsumsi rumahtangga dan pengeluaran konsumsi pemerintah secara riil meningkat masing-masing sebesar 5,26 persen dan 6,08 persen. Demikian pula pembentukan modal tetap bruto (investasi fisik), ekspor dan impor pada periode tersebut meningkat masing-masing sebesar 9,25 persen, 3,07 persen dan 8,96 persen.
Secara kumulatif dibandingkan dengan semester yang sama tahun 2003, pada semester pertama tahun 2004 semua komponen PDB penggunaan mengalami peningkatkan terutama komponen pengeluaran kosumsi pemerintah yang meningkat sebesar 8,83 persen. Peningkatan yang besar lainnya yaitu impor, pembentukan modal tetap bruto (investasi fisik), pengeluaran konsumsi rumahtangga, dan ekspor masing-masing sebesar 8,56 persen, 8,32 persen, 5,45 persen dan 1,99 persen.
I. PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II TAHUN 2004
Kinerja perekonomian Indonesia yang digambarkan oleh perkembangan PDB atas dasar harga konstan 2000, pada triwulan II tahun 2004 meningkat sebesar 0,86 persen bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terjadi pada hampir semua sektor ekonomi kecuali sektor pertanian dan pertambangan-penggalian.
Sektor pertanian pada triwulan II tahun 2004 mengalami sedikit penurunan, yaitu sebesar minus 1,01 persen setelah terjadi peningkatan yang sangat tajam sebesar 21,58 persen pada triwulan I tahun 2004. Pada triwulan II, pertumbuhan negatif sektor ini disebabkan oleh subsektor tanaman bahan makanan yang turun sebesar minus 11,25 persen dan subsektor peternakan dan hasil-hasilnya turun sebesar minus 2,64 persen, walaupun subsektor lainnya tumbuh positif yaitu subsektor tanaman perkebunan tumbuh 47,64 persen, subsektor kehutanan tumbuh 10,77 persen dan subsektor perikanan tumbuh sebesar 2,88 persen.
Sektor pertambangan-penggalian pada triwulan II ini juga mengalami penurunan, yaitu sebesar minus 1,32 persen. Sektor industri pengolahan mengalami kenaikan sebesar 1,27 persen. Kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan II ini bersumber pada kenaikan sub sektor industri pengolahan bukan migas sebesar 2,16 persen, sedangkan pada subsektor migas terjadi penurunan sebesar minus 5,41 persen. Sektor listrik-gas-air bersih meningkat sebesar 3,15 persen pada triwulan II 2004, dan sektor bangunan meningkat pada triwulan II sebesar 2,21 persen. Sektor perdagangan-hotel-restoran menunjukan kenaikan sebesar 1,96 persen pada triwulan II. Sektor pengangkutan-komunikasi meningkat sebesar 3,29 persen. Sektor keuangan-persewaan-jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa masing-masing meningkat sebesar 0,27 persen dan 1,21 persen.
PDB Indonesia pada triwulan II tahun 2004 bila dibandingkan dengan triwulan II tahun 2003 dapat mencerminkan perubahan tanpa dipengaruhi faktor musim. Hasil perbandingan kedua angka triwulan ini menunjukkan peningkatan pada hampir semua sektor ekonomi. Secara total PDB Indonesia meningkat sebesar 4,32 persen. Sektor pertanian meningkat sebesar 1,67 persen, sektor pertambangan-penggalian mengalami penurunan sebesar minus 7,22 persen, sektor industri pengolahan meningkat sebesar 5,98 persen, sektor listrik-gas-air bersih naik sebesar 5,95 persen, sektor bangunan tumbuh 7,54 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran meningkat sebesar 7,45 persen, sektor pengangkutan-komunikasi tumbuh cukup tajam yaitu 13,28 persen, sektor keuangan dan jasa-jasa masing-masing tumbuh sebesar 4,36 persen dan 4,59 persen.
TABEL 1. LAJU PERTUMBUHAN PDB MENURUT LAPANGAN USAHA (Persentase)
Laju Pertumbuhan Berantai
LAPANGAN USAHA Triw I 2004 Terhadap Triw IV 2003 Triw II 2004 Terhadap Triw I 2004 Triw I 2004 Terhadap Triw I 2003 Triw II 2004 Terhadap Triw II 2003 (1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan
2. Pertambangan dan Penggalian 3. Industri Pengolahan
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 5. Bangunan
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 7. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. 9. Jasa-jasa PDB PDB TANPA MIGAS 21,58 -3,44 2,47 0,01 -1,32 3,96 -0,79 2,43 1,19 4,08 4,74 -1,01 -1,32 1,27 3,15 2,21 1,96 3,29 0,27 1,21 0,86 1,28 5,43 -2,31 5,23 4,99 7,28 6,29 12,20 4,91 4,37 5,01 5,59 1,67 -7,22 5,98 5,95 7,54 7,45 13,28 4,36 4,59 4,32 5,07
PDB semester pertama tahun 2004 dibandingkan dengan semester pertama tahun 2003 menunjukkan kenaikan sebesar 4,66 persen. Pertumbuhan ini ditunjang oleh sektor pertanian yang meningkat sebesar 3,53 persen; sektor pertambangan-penggalian menurun sebesar minus 4,81 persen; sektor industri pengolahan meningkat 5,61 persen, sektor listrik-gas-air bersih meningkat 5,48 persen, bangunan tumbuh sebesar 7,41 persen, perdagangan-hotel-restoran tumbuh sebesar 6,88 persen, pengangkutan-komunikasi naik secara tajam yaitu sebesar 12,74 persen, keuangan naik sebesar 4,63 persen dan jasa-jasa sebesar 4,48 persen.
II. NILAI PDB HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 TRIWULAN I DAN II TAHUN 2004
Pada triwulan I tahun 2004 PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp.553,2 triliun, kemudian pada triwulan II tahun 2004 mencapai Rp. 568,1 triliun. Atas dasar harga konstan 2000, PDB triwulan I tahun 2004 mencapai Rp.406,1 triliun dan triwulan II tahun 2004 adalah Rp.409,6 triliun.
TABEL 2. PDB MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 (Triliun Rupiah)
Harga Berlaku Harga Konstan 2000
LAPANGAN USAHA
Tr I 2004 Tr II 2004 Tr I 2004 Tr II 2004
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan
2. Pertambangan dan Penggalian 3. Industri Pengolahan
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 5. Bangunan
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 7. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. 9. Jasa-jasa PDB PDB TANPA MIGAS 88,9 42,4 166,8 5,0 30,4 89,1 31,9 46,1 52,6 553,2 507,5 87,7 43,5 171,4 5,2 31,5 92,2 34,2 46,4 55,9 568,1 522,5 63,2 39,8 114,7 2,6 23,1 67,2 22,6 35,9 37,0 406,1 367,4 62,6 39,3 116,1 2,7 23,6 68,5 23,3 36,0 37,4 409,6 372,1
Atas dasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto yang terbesar pada triwulan II tahun 2004 adalah sektor industri pengolahan sebesar Rp. 171,4 triliun atau mempunyai andil sebesar 30,17 persen terhadap total PDB, kemudian sektor perdagangan sebesar Rp. 92,2 triliun (16,23%), disusul sektor pertanian sebesar Rp.87,7 triliun (15,45%). Sektor ekonomi lainnya masing-masing menghasilkan nilai tambah bruto di bawah Rp. 60 triliun. Pada perhitungan atas dasar harga konstan 2000, ketiga sektor di atas, memberikan nilai tambah bruto berturut-turut sebesar Rp.116,1 triliun, Rp.68,5 triliun dan Rp.62,6 triliun. Nilai tambah bruto sektor pertambangan-penggalian, sektor jasa-jasa dan sektor keuangan masing-masing sebesar Rp. 39,3 triliun, Rp. 37,4 triliun dan Rp. 36,0 triliun. Sektor bangunan dan pengangkutan-komunikasi dan listrik-gas-air minummasing-masing sebesar Rp. 23,6 triliun, Rp. 23,3 triliun dan Rp.2,7 triliun.
III. STRUKTUR PDB MENURUT LAPANGAN USAHA TRIWULAN II TAHUN 2003 DAN TRIWULAN II TAHUN 2004
Perbandingan peranan antar sektor ekonomi pada triwulan II tahun 2004 menunjukkan bahwa lebih separoh (61,85%) dari PDB atas dasar harga berlaku berasal
Masing-masing sektor ini memberikan kontribusi 15,45 persen, 30,17 persen dan 16,23 persen terhadap PDB. Ini berarti peranan sektor pertanian pada PDB harga berlaku triwulan II tahun 2004 ada peningkatan sedikit dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2003, sedangkan sektor industri mengalami sedikit penurunan.
TABEL 3. STRUKTUR PDB MENURUT LAPANGAN USAHA TAHUN 2003 - 2004
(Persentase)
2003 2004
LAPANGAN USAHA
Triw I Triw II Triw I Triw II
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan
2. Pertambangan dan Penggalian 3. Industri Pengolahan
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 5. Bangunan
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 7. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa
Perusahaan 9. Jasa-jasa PDB PDB TANPA MIGAS 15,77 8,90 30,71 0,81 5,20 16,37 5,31 8,28 8,64 100,00 90,23 15,32 8,58 30,61 0,86 5,38 16,22 5,58 8,32 9,13 100,00 91,36 16,07 7,66 30,15 0,90 5,50 16,10 5,77 8,34 9,50 100,00 91,74 15,45 7,66 30,17 0,91 5,54 16,23 6,03 8,18 9,85 100,00 91,97
Urutan peranan masing masing sektor ekonomi dari yang terbesar hingga yang
terkecil sampai dengan triwulan II tahun 2003 yaitu; (1) industri pengolahan, (2) perdagangan-hotel-restoran, (3) pertanian, (4) jasa-jasa, (5) keuangan-persewaan-jasa
perusahaan, (6) pertambangan dan penggalian, (7) pengangkutan dan komunikasi, (8) bangunan dan (9) listrik-gas-air bersih.
IV. PDB MENURUT PENGGUNAAN TRIWULAN II TAHUN 2004
Ditinjau dari sisi penggunaan atau permintaan, PDB Indonesia triwulan II tahun 2004 digerakkan oleh semua komponen permintaan, yaitu pengeluaran konsumsi rumahtangga, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik, dan ekspor maupun impor.
Pengeluaran konsumsi rumahtangga atas dasar konstan 2000 meningkat dari Rp. 246,9 triliun pada triwulan I tahun 2004 menjadi Rp. 249,5 triliun pada tiwulan II tahun 2004 atau naik sekitar 1,02 persen. Pengeluaran konsumsi rumahtangga atas dasar harga berlaku naik dari Rp. 377,7 triliun pada triwulan I tahun 2004 menjadi Rp. 390,5 triliun pada triwulan II tahun 2004 atau naik sekitar 3,41 persen. Dilihat dari kontribusinya terhadap PDB atas dasar harga berlaku, kontribusi nilai konsumsi rumah tangga triwulan II tahun 2004 sebesar 68,74 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2004 sebesar 68,26 persen.
Pada triwulan II tahun 2004 pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami peningkatan dibandingkan triwulan I tahun 2004. Besarnya pengeluaran konsumsi pemerintah atas dasar harga konstan 2000 meningkat dari Rp. 29,5 triliun pada triwulan I tahun 2004 menjadi Rp. 30,7 triliun pada triwulan II tahun 2004 atau tumbuh sebesar 3,91 persen. Atas dasar harga berlaku, pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat dari Rp. 41,0 triliun pada triwulan I tahun 2004 menjadi Rp. 45,0 triliun pada triwulan II tahun 2004 atau meningkat sebesar 9,71 persen. Dilihat dari kontribusinya terhadap PDB atas dasar harga berlaku, kontribusi nilai konsumsi pemerintah triwulan II tahun 2004 sebesar 7,93 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2004 sebesar 7,42 persen.
TABEL 4. LAJU PERTUMBUHAN KOMPONEN-KOMPONEN PDB PENGGUNAAN
(Persentase)
Laju Pertumbuhan Berantai JENIS PENGGUNAAN Triw I 2004
Terhadap Triw IV 2003 Triw II 2004 Terhadap Triw I 2004 Triw II 2004 Terhadap Triw II 2003 (1) (2) (3) (4)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 2. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 4. a. Perubahan Stok
b. Diskrepansi Statistik 5. Ekspor Barang dan Jasa
6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa
PDB 0,50 -16,58 3,05 70,45 - 2,03 2,27 4,08 1,02 3,91 1,12 -56,70 - 3,91 -1,52 0,86 5,26 6,08 9,25 -15,19 - 3,07 8,96 4,32
Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) pada triwulan II tahun 2004 atas dasar harga konstan 2000 mencapai sebesar Rp 81,5 triliun meningkat sekitar 1,12 persen bila dibandingkan dengan triwulan I tahun 2004 yang sebesar Rp. 80,6 triliun. Atas dasar harga berlaku, PMTB mengalami peningkatan dari Rp. 101,2 triliun pada triwulan I tahun 2004 menjadi Rp. 104,0 triliun pada triwulan II tahun 2004 atau meningkat sekitar 2,71 persen. Dilihat dari kontribusinya terhadap PDB atas dasar harga berlaku, kontribusi nilai PMTB triwulan II tahun 2004 sebesar 18,30 persen sama dengan distribusi triwulan I tahun 2004.
TABEL 5. PDB PENGGUNAAN HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 (Triliun Rupiah)
Harga Berlaku Harga Konstan 2000
JENIS PENGGUNAAN
Tr I 2004 Tr II 2004 Tr I 2004 Tr II 2004
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 2. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 4. a. Perubahan Stok
b. Diskrepansi Statistik 5. Ekspor Barang dan Jasa
6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa
PDB 377,7 41,0 101,2 11,7 -7,0 153,8 125,2 553,2 390,5 45,0 104,0 4,0 -9,0 167,0 133,4 568,1 246,9 29,5 80,6 8,0 4,5 152,6 116,0 406,1 249,5 30,7 81,5 3,5 0,1 158,6 114,3 409,6
Nilai ekspor pada triwulan II tahun 2004 berdasarkan harga konstan 2000 naik sebesar 3,91 persen dibandingkan triwulan I tahun 2004, yaitu dari Rp. 152,6 triliun menjadi Rp. 158,6 triliun. Atas dasar harga berlaku, ekspor juga naik dari Rp.153,8 triliun pada triwulan I 2004 menjadi Rp. 167,0 triliun pada triwulan II 2004 atau meningkat sekitar 8,55 persen. Dilihat dari kontribusinya terhadap PDB atas dasar harga berlaku, kontribusi nilai ekspor triwulan II tahun 2004 sebesar 29,39 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2004 sebesar 27,80 persen tetapi sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan triwulan yang sama (triwulan II) tahun 2003 sebesar 29,99 persen.
Impor Indonesia atas dasar harga konstan 2000 turun sebesar minus 1,52 persen, dari Rp. 116,0 triliun pada triwulan I tahun 2004 menjadi Rp. 114,3 triliun pada triwulan II tahun 2004. Namun impor atas dasar harga berlaku naik dari Rp. 125,2 pada triwulan I tahun 2004 menjadi Rp. 133,4 triliun pada triwulan II tahun 2004, atau meningkat sebesar 6,50 persen. Kontribusi nilai impor terhadap PDB pada triwulan II tahun 2004 sebesar 23,48 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2004 sebesar 22,64 persen dan dengan triwulan yang sama (triwulan II) tahun 2003 sebesar 22,03 persen.
TABEL 6. DISTRIBUSI KOMPONEN-KOMPONEN PDB PENGGUNAAN TAHUN 2003 - 2004
(Persentase)
2003 2004
JENIS PENGGUNAAN
Triw I Triw II Triw I Triw II
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 2. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 4. a. Perubahan Stok
b. Diskrepansi Statistik 5. Ekspor Barang dan Jasa
6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa
PDB 67,25 6,39 17,39 1,37 1,25 29,62 23,27 100,00 66,46 7,31 17,74 1,39 -0,86 29,99 22,03 100,00 68,26 7,42 18,30 2,12 -1,27 27,80 22,64 100,00 68,74 7,93 18,30 0,71 -1,59 29,39 23,48 100,00
Pada beberapa komponen-komponen PDB penggunaan terlihat adanya percepatan laju pertumbuhan bila dibandingkan dengan triwulan I tahun 2004. Laju pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumahtangga naik dari 0,50 persen pada triwulan I tahun 2004 menjadi 1,02 persen pada triwulan II tahun 2004; pengeluaran konsumsi pemerintah dari minus 16,58 persen (triwulan I tahun 2004) menjadi 3,91 persen (triwulan II tahun 2004); dan ekspor dari 2,03 persen (triwulan I tahun 2004) menjadi 3,91 persen (triwulan II tahun 2004). Sebaliknya komponen impor laju pertumbuhannya turun dari 2,27 persen (triwulan I tahun 2004) menjadi minus 1,52 persen (triwulan II tahun 2004). Sementara pada komponen pembentukan modal tetap bruto terjadi perlambatan kenaikan laju pertumbuhan dari 3,05 persen (triwulan I tahun 2004) menjadi 1,12 persen (triwulan II tahun 2004).
Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi: DIREKTORAT NERACA PRODUKSI
u.p. Supriyanto, SE, MA Telepon 3810291-5, Pes. 6100 E-mail: [email protected]
dan
DIREKTORAT NERACA KONSUMSI u.p. DR.Slamet Sutomo
Telepon 3810291-5, Pes. 6200 E-mail: [email protected]
BADAN PUSAT STATISTIK
Jl. Dr. Sutomo No.6-8, Kotak Pos 1003, Jakarta - 10010 Telepon: 3841195, 3842508, 3810291-5
Teleks: 45159, 45169, 45325, 45375, 45385 Faks: 3857046, E-mail: [email protected]