• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

33 BAB 4

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisa Perbandingan Survey Rumah Sakit 4.1.1 Analisa Citra Bangunan

1. Kemang Medical Care

Gambar 4.1 Kemang Medical Care Sumber: archdaily.com

Untuk sebuah fasilitas kesehatan untuk anak, bangunan Kemang Medical Care cukup mencerminkan aspek tersebut. Dari jauh fasad kaca warna-warni cukup menarik perhatian. Keunikan desain rumah sakit ini dimaksudkan untuk menarik perhatian konsumen dan mendapatkan pengakuan publik. Selama ini rumah sakit biasanya hanya di desain secara konvensional tanpa memperhatikan keunikan desain.

Gambar 4.2 Fasad Kemang Medical Care Sumber: archdaily.com, diakses 14 Maret 2014

Aboday Architect sebagai konsultan arsitek Kemang Medical Care menggunakan panel kaca warna-warni sebagai fasad selain untuk meningkatkan tampilan ekterior bangunan, tapi juga meningkatkan kualitas interior ruang dengan memproduksi berbagai warna cahaya untuk setiap kamar. Ide fasad yang berwarna-warni ini datang dari

(2)

sebuah teori tentang terapi warna. Terapi warna merupakan bagian dari penyembuhan alami yang menggunakan warna untuk menyeimbangkan energi pada tubuh sesorang, baik itu fisik, emosional, spiritual, maupun mental.

Secara interior, Kemang Medical Care memberikan suasana alam pada ruang tunggu, dengan member bukaan jendela ke pemandangan luar, atau dengan lukisan mural pada dinding ruang, memberi kesan pada anak tidak sedang berada di rumah sakit.

2. RSUD Pasar Rebo

Rumah Sakit ini terdiri dari beberapa masa bangunan. Gedung A terdiri dari 4 lantai yang melayani pelayanan kesehatan umum dan rawat inap. Sedangkan gedung B terdiri dari 8 lantai dengan pelayanan poli klinik dan kapasitas rawat inap yang lebih banyak.

Bangunan yang mengadopsi arsitektur tropis dengan penggunaan atap limas ini tidak terlihat begitu istimewa. Penggunaan warna biru untuk atap dan merah oranye terlihat seperti bangunan rumah sakit konvensional. Hal ini dapat dikarenakan rumah sakit ini merupakan milik Gambar 4.3 Interior ruang tunggu KMC

Sumber: archdaily.com

Gambar 4.4 Interior lobby KMC Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.5 RSUD Pasar Rebo

Sumber: rsudpasarrebo.com, diakses 14 Maret 2014

(3)

pemerintah dan diselenggarakan untuk semua golongan dengan pelayananan secara umum sehingga tidak memperlihatkan aspek anak di luar maupun dalam bangunannya.

3. Randall Children Hospital

Bangunan yang memiliki 9 lantai ini memiliki fasilitas dan pelayanan kesehatan yang didedikasikan untuk anak. Rumah sakit ini terkesan modern dan bold dengan fasad kaca, baja, dan struktur beton.

Secara ekterior mungkin rumah sakit ini tidak terlalu menampakkan unsur anak yang seharusnya dicirkan dengan desain arsitektur yang lebih dinamis dan playful. Karakter bangunan ini terkesan formal dengan penggunaan material dengan warna senada pada fasad. Namun, kesan ini jauh berbeda dengan kesan interiornya. Interior rumah sakit ini terkesan hangat dan playful.

4. Konsep Perancangan Bangunan

Dalamp perancangan rumah sakit, kesan formal harus tetap ditunjukkan. Hal ini terkait dengan rumah sakit sebagai fasilitas yang

Gambar 4.6 Tampak RSUD Pasar Rebo Sumber: rsudpasarrebo.com, diakses 18 Maret 2014

Gambar 4.7 Randall Children Hospital

Sumber: coffmanexcavation.com, diakses 11 April 2014

(4)

memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Karena itulah rumah sakit masih mempertahankan kesan konvensionalnya. Untuk perancangan rumah sakit anak, berbeda dengan rumah sakit pada umumnya. Rumah sakit anak harus dapat menunjukkan kesan yang tidak menakutkan, sehingga anak-anak tidak merasa takut jika datang ke rumah sakit.

Berdasarkan hasil analisa survey dan studi literatur, perancangan rumah sakit ini tetap mempertahankan kesan formal dari rumah sakit, namun dengan menambahkan elemen lain seperti warna dan material pada fasad bangunan.

Kesan formal bisa didapat dari Randall Children Hospital yang terlihat modern dengan penggunaan kaca-kaca yang mendominasi bangunan dan ditambah elemen warna seperti pada Kemang Medical Care, sedangkan untuk RSUD Pasar Rebo memiliki beberapa massa bangunan yang dapat memaksimalkan view ke taman dan pencahayaan.

Gambar 4.8 Konsep Fasad Bangunan Sumber: pinterest.com, diakses 11 April 2014

Gambar 4.9 Konsep Ruang Luar Bangunan Sumber: pinterest.com, diakses 11 April 2014

(5)

4.1.2 Analisa Fasilitas Ruang Rawat 1. Kemang Medical Care

a. Kamar VVIP

Kamar ini tersedia 4 kamar: Kamar Sakura, Kamar Lotus, Kamar Violet, Kamar Lavender.

Gambar 4.10 Kamar Sakura KMC

Sumber: kemangmedicalcare.com, diakses 14 Maret 2014

Gambar 4.11 Kamar Violet KMC

Sumber: kemangmedicalcare.com, diakses 14 Maret 2014

Gambar 4.12 Kamar Lavender KMC

Sumber: kemangmedicalcare.com, diakses 14 Maret 2014

Gambar 4.13 Kamar Lotus KMC

Sumber: kemangmedicalcare.com, diakses 14 Maret 2014

(6)

Kamar VIP Fasilitas:

1 (satu) electric bed, bed side cabinet, over bed table, LCD TV 32”, shower, water heater, lemari, AC, sofa bed, lemari es, dispenser, microwave, pantry, dining table, dining chairs, telepon, guest room, Wifi-area.

Kamar ini tersedia 7 (Tujuh) kamar: Kamar Amaryllis, Kamar Peony, Kamar Paus, Kamar Kupu-Kupu, Kamar Lumba Lumba, Kamar Bintang Laut, Kamar Jerapah.

Fasilitas:

1(satu) electric bed, bed side cabinet, over bed table, LCD TV 32”, shower, water heater, lemari, AC, arm chair, folding bed, lemari es, hot water jug, pantry, telepon.

b. Kamar Kelas 1

Kamar ini Tersedia 3 (tiga) kamar: Kamar Singa, Kamar Gajah, Kamar Flamingo.

Fasilitas:

2 (dua) electric bed, bed side cabinet, over bed table, TV 29”, shower, water heater, lemari, AC, water pitcher, telepon.

Gambar 4.14 Kamar VIP KMC

Sumber: kemangmedicalcare.com, diakses 14 Maret 2014

Gambar 4.15 Kamar VIP (2) KMC

Sumber: kemangmedicalcare.com, diakses 14 Maret 2014

(7)

c. Kamar Kelas II

Kamar ini tersedia 2 (dua) kamar: Kamar Kakatua, dan Kamar Rusa.

Fasilitas:

3 (tiga) electric bed (sementara 2 (dua) electric bed) , bed side cabinet, over bed table , TV 21” , shower , water heater , lemari , AC, water pitcher.

d. Kamar Kelas III

Tersedia 1 (satu) kamar: Kamar Sapi.

Fasilitas:

3 (tiga) semi electric bed , bed side cabinet, over bed table, shower, water heater, lemari, AC.

2. RSUD Pasar Rebo a. Kamar Kelas I

Kamar ini tesedia 1 ruang, terdiri dari 3 tempat tidur dan 1 ruang kamar madi. Fasilitas pendukung antara lain: bed, bed side table, kursi, TV 29”.

Gambar 4.16 Kamar Kelas 1 KMC

Sumber: kemangmedicalcare.com, diakses 14 Maret 2014

Gambar 4.17 Kamar Kelas I RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

(8)

b. Kamar Kelas II

Kamar ini tersedia 3 ruang, setiap ruang terdiri dari 6 tempat tidur dan 1 kamar mandi.Fasilitas pendukung antara lain: bed, bed side table, kursi, dan TV.

c. Kamar Kelas III

Kamar ini tersedia 2 ruang, setiap ruang terdiri dari 7 tempat tidur dan 1 kamar mandi.

d. Ruang Tindakan

Kamar ini berfungsi sebagai ruang yang digunakan untuk memberi tindakan perawatan pada pasien seperti, menyuntik, menjahit dan membuka perban, dan lain-lain yang dikhawatirkan akan membuat anak menangis dan mengganggu pasien yang lain, sehingga pasien anak harus dipisahkan sementara. Ruang ini tersedia 1 ruang yang terdiri dari 2 tempat tidur.

Gambar 4.18 Kamar Kelas I (2) RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.19 Kamar Kelas II RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.20 Kamar Kelas III RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

(9)

e. Ruang Isolasi

Ruang ini merupakan ruang inap khusus pasien yang menderita penyakit menular, seperti campak, paru-paru, hepatitis, dan penyakit yang dikhawatirkan dapat menulari pasien lain jika digabungkan.

Ruang ini terdiri dari 4 kamar terpisah dengan 1 kamar mandi.di ruang ini tidak menggunakan penghawaan AC, namun menggunakan penghawaan alami untuk mencegah penularan penyakit melalui udara.

3. Randall Children Hospital

Randall Children Hospital menyediakan 165 tt (tempat tidur) tanpa klasifikasi kelas kamar seperti ruamh sakit yang disebutkan sebelumnya. Seluruh ruang menyediakan fasilitas dan kapasitas yang sama. Rumah sakit ini menerapkan ruang privat bagi seluruh pasien untuk mengurangi resiko infeksi dan meningkatkan privasi dan

Gambar 4.21 Ruang Tindakan RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.22 Ruang Isolasi RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.23 Ruang Isolasi (2) RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

(10)

hubungan pasien dengan keluarga yang kurang didapatkan jika pasien berada dalam ruang rawat multi-occupancy.

Ruang rawat terbagi dalam usia anak, yaitu usia neonatus dan usia anak. Adapun jenis kamar tersebut terbagi atas:

1. Ruang Inap Neonatus

Ruang ini menyediakan area khusus untuk family zone dengan fasilitas seperti sofa bed untuk keluarga dan furniture pelengkap lainnya, namun tidak terdapat kamar mandi di ruang rawat ini. Fungsi kamar mandi sendiri lebih digunakan oleh keluarga. Dengan tidak adanya kamar mandi di dalam ruang, keluarga harus keluar dari ruang rawat jika membutuhkan kamar mandi.

2. Ruang Inap Anak

Seperti ruang sebelumnya, ruang ini juga dillengkapi family zone dan memiliki kamar mandi sendiri di dalam ruang.

Gambar 4.24 Ruang Neonatus Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

Gambar 4.25 Ruang Anak Randall Children Hospital Sumber: thcaritasproject.info, diakses 11 April 2014

(11)

4.2 Analisa Aspek Lingkungan Terapetik

Analisa yang dijelaskan berdasarkan aspek empat faktor kunci yang mempengaruhi yang dapat menciptakan lingkungan terapetik menurut Smith dan Watkins (2010) dalam jurnal World Building Design Guide (WBDG).

4.2.1 Faktor “Reduce or Eliminate Environmental Stressor”

1. Kemang Medical Care a. Artwork dan estetika

Penggunaan artwork dan unsur estetika pada Kemang Medical Care cukup baik, mulai dari pemasangan instalasi artwork dengan warna-warna menarik pada dinding, pemasangan lukisan pada dinding, juga lukisan mural pada dinding di ruang publik seperti poli anak dan area lobby dan ruang tunggu.

Pemasangan artwork dan estetika pada ruang publik cukup mecerminkan suasana anak di rumah sakit ini. Dengan kehadiran artwork dan estetika pada elemen interior rumah sakit membuat anak merasa tidak seperti di lingkungan rumah sakit yang selama ini ditakuti oleh anak-anak.

b. Menghindari ‘crowding’ dengan space ruang yang cukup

Pada ruang publik seperti lobby, ruang pendaftaran dan ruang tunggu banyak terdapat aktivitas yang membuat pengunjung untuk menunggu. Maka dari itu ruamah sakit perlu menyediakan ruang yang cukup luas untuk menghindari crowding.

Gambar 4.26 unsur artwork pada Kemang Medical Care Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.27 Ruang publik Kemang Medical Care Sumber: dokumentasi pribadi

(12)

Kemang Medical Care telah menyediakan tempat duduk yang tersebar di ruang publik untuk pengunjung agar bias duduk sambil menunggu, namun ruang tersebut tidak cukup luas untuk menampung aktivitas dari anak-anak yang berlarian pada ruang tunggu dan lobby.

Sedangkan pada ruang poli anak dimana anak-anak menunggu untuk dapat berkonsultasi dan diperiksa oleh dokter, ruang tunggu tersebut tidak begitu luas, namun disediakan tempat bermain di area luar poli anak, sehingga ruang tunggu tersebut lebih digunakan oleh orang tua yang mengantar anak mereka.

c. Privasi visual dan kebisingan

Privasi visual dan kebisingan pada Kemang Medical Care mengelompokkan ruang-ruang berdasarkan aktivitas pengguna.

Ruang rawat inap yang sangat membutuhkan privasi visual dan kebisingan dipisahkan dengan ruang lainnya.

Untuk di dalam ruangnya sendiri, yang maksimal terdiri dari 3 tempat tidur pada ruang kelas 3 cukup membuat privasi. Dari aspek visual, pada ruang tersebut diberi sekat berupa tirai, namun tidak menjamin aspek kebisingannya. Namun, dengan konfigurasi satu

Gambar 4.28 ruang tunggu Kemang Medical Care Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.29 Privasi visual ruang rawat inap non-private Sumber: dokumentasi pribadi

(13)

ruang maksimal terdiri dari tiga pasien, cukup untuk privasi secara visual maupun kebisingan.

d. Wayfinding

Secara visual Kemang Medical Care telah cukup baik memberikan sign pada pengguna menuju tempat tujuannya. Sign dibuat dengan aplikasi warna yang cukup menunjukkan fungsi. Selain itu, nama ruang tidak hanya dengan tulisan saja, namun dengan bentuk simbol. Simbol lebih mudah dipahami daripada verbal.

e. Mengurangi atau menghilangkan sumber kebisingan

Pada ruang rawat inap, sumber kebisingan bisa berasal dari koridor dimana para petugas, perawat, dokter, atau keluarga pasien yang datang akan menghasilkan kebisingan dari percakapan mereka atau suara langkah kaki. Untuk mengurangi sumber kebisingan tersebut, rawat inap perlu diberikan treatment khusus untuk mengurangi sumber kebisingan agar tidak mengganggu pasien saat tidur.

Kemang Medical Care menggunakan material akustik pada koridornya. Selain untuk mengurangi kebisingan, pemasangan

Gambar 4.30 wayfinding pada Kemang Medical Care Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.31 Sistem akustik pada koridor Kemang Medical Care Sumber: dokumentasi pribadi

(14)

material tersebut dibuat secara sequence juga menjadi unsure estetis yang membuat koridor tidak terlihat plain.

f. Sistem pencahayaan

Sistem pencahayaan pada Kemang Medical Care berasal dari cahaya alami dan buatan. Pencahayaan alami berasal dari jendela dan pembatas ruang dari kaca, dan skylight.Sedangkan cahaya buatan berasal dari lampu jenis downlight, namun pada siang hari rumah sakit ini lebih memanfaatkan cahaya alami pada ruang publik maupun ruang inap.

g. Menjaga kualitas udara

Seluruh ruang pada Kemang Medical Care menggunakan Air Conditioner, dimana tidak ada bukaan jendela yang memasukan udara alami. Hal ini disesuaikan dengan kondisi udara di Jakarta.

Penggunaan AC digunakan untuk memenuhi kenyamanan pengunjung.

h. Warna

Warna-warna yang digunakan di rumah sakit ini di dominasi oleh warna putih dengan permainan warna-warna cerah pada ruang- ruang tertentu. Warna oranye menjadi warna aksen yang digunakanpada koridor merupakan warna corporate dar rumah sakit ini. Warna oranye digunakan untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi serta menambah kesan ceria. Warna lain yang yang digunakan adalah biru, kuning, juga warna-warna alam seperti warna

Gambar 4.32 Pencahayaan alami Kemang Medical Care Sumber: dokumentasi pribadi

(15)

kayu, dan pastel. Warna biru sangat cocok digunakan di area publik, karena terkesan aktif dan dinamis. Termasuk warna yang paling disukai anak-anak usia prasekolah. Sedangkan warna pastel Berkesan bersih, ringan, namun lembut dan nyaman. Karea alasan inilah warn apastel banyak digunakan di ruang rawat inap.

2. RSUD Pasar Rebo a. Artwork dan Estetika

Pada RSUD Pasar Rebo tidak terdapat aspek artwork dan estetika yang dikhususkan untuk anak. Interior pada instalasi anak terlihat seperti rumah sakit pada umumnya yang tidak mementingkan aspek anak.

b. Menghindari “crowding” dengan space ruang yang cukup

Area yang di observasi pada penelitian ini hanya ruang instalasi anak saja, sehingga tidak ada aktivitas lain yang membuat

‘crowding’. Karena aktivitas tersebut maka ruang instalasi anak ini tidak ada indikasi untuk ‘crowding’.

c. Privasi visual dan kebisingan

Pada ruang inap anak, privasi visual diatasi dengan penggunaan tirai pada kelas 1 dan kelas 2.

Gambar 4.33 Instalasi anak RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.34 Privasi visual ruang inap RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

(16)

Sedangkan pada kelas 3 tidak terdapat penyekat sama sekali sehingga pasien tidak memiliki privasi secara visual maupun kebisingan. Ditambah dengan kapasitas ruang kelas 3 yang menampung sebanyak 6 pasien anak.

d. Wayfinding

Secara visual, wayfinding yang digunakan pada instalasi anak RSUD Pasar Rebo tidak ada sign khusus. Tidak ditemukan direksi keterangan untuk menuju ruang mana. Begitu juga dengan penaman kamar inap yang menggunakan angka dengan sign yang biasa.

e. Mengurangi atau menghilangkan sumber kebisingan

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, pada instalasi anak di RSUD Pasar Rebo tidak ada penggunaan material akustik pada dinding. Namun, berdasarkan pengamatan tidak terdapat sumber kebisingan di area tersebut yang dapat mengganggu kualitas istirahat anak.

f. Sistem Pencahayaan

Sistem pencahayaan yang dominan pada instalasi anak di RSUD Pasar Rebo ini adalah Pencahayaan buatan. Pada siang hari lampu-lampu pada ruang inap hamper seluruhnya menyala.

Gambar 4.35 Pencahayaan ruang inap RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.36 Wayfinding pada RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

(17)

Pencahayaan alami dari bukaan jendela dimaksimalkan pada koridor ruang inap dan nurse station. Namun, dengan koridor seperti ini membuat suasana lebih nyaman disbandingkan dengan koridor pada Kemang Medical Care yang gelap dan jarang dinyalakan lampunya.

g. Menjaga kualitas udara

Seluruh ruangan di instalasi anak menggunakan Air Conditioner kecuali ruang isolasi yang merupakan ruang inap untuk anak yang memiliki penyakit yang menular sehingga perlu perawatan di ruang terpisah agar tidak menulari pasien lain. Agar kondisi pasien pada ruang isolasi tersebut membaik, maka kualitas udaranya pun harus baik. Maka dari itu di ruangan ini tidak menggunakan AC melainkan melaluli pertukaran udara dengan jendela. Namun tidak semua ruang mempunyai jendela sendiri sehingga kualitas udaranya pun belum cukup baik seperti yang diharapkan.

h. Warna

Warna yang dominan digunakan pada rumah sakit ini adalah warna krem seperti pada rumah sakit konvensional lainnya. Warna akses yang digunakan pada tirai di ruang inap adalah warna hijau

Gambar 4.37 Pencahayaan buatan ruang inap RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.38 Pencahayaan alami ruang inapRSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

(18)

pastel. Warna pastel berkesan bersih, ringan, namun lembut dan nyaman. Biasanya digunakan pada ruang tidur bayi yang menciptakan kehalusan dan kelembutan. Sedangkan warna warna natural (terakota, cokelat kayu) memberi kesan hangat, dekat dengan alam.

3. Randall Children Hospital a. Artwork dan estetika

Randall Children Hospital mempunya tujuan untuk membangun kualitas penyembuhan seni yang akan melengkapi perawatan pada pasien dan keluarganya. Maka dari itu Randall Children Hospital membentuk Randall Children’s Hospital Art Committee yang telah diresmikan sejak tahun pertama pembangunan rumah sakit.

Penggunaan artwork tidak hanya mencerahkan dinding rumah sakit, tetapi artwork menambah pengalaman pasien di banyak kasus untuk mempercepat proses penyembuhan.

Penempatan artwork tidak hanya pada area publik, namun juga pada area klinis. Koridor yang panjang yang menjadi cirri khas dalam rumah sakit menjadi sangat menarik pada Randall Children Hospital karena lukisan mural pada dindingnya. Begitu juga dengan ruang lain, seperti ruang pemeriksaan dan ruang tunggu.

Pemilihan artwork pun menjadi bahan pertimbangan bagi Art Committee. Keamanan adalah syarat utama pemilihan artwork, benda yang mempunyai sisi yang tajam, ujung runcing yang dapat menyebabkan cedera, bagian kecil yang dapat hancur, bingkai yang tidak layak, merupakan hal-hal yang dihindari dalam pemilihan artwork di Randall Hospital.

Gambar 4.39 Unsur artwork pada Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

(19)

a. Menghindari ‘crowding’ dengan space ruang yang cukup

Crowding dapat diatasi dengan penyediaan ruang yang cukup bagi pengguna. Ruang yang cukup nyaman tidak hanya dengan luas dimensinya saja, namun dengan ceiling yang lebih tinggi dapat membuat ruang tersebut terlihat luas. Skala besar seperti ini diterapkan pada lobby dan area tunggu Randall Hospital.

b. Privasi visual dan kebisingan

Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui manfaat ruang pasien privat diabanding ruang pasien semi privat. Pada ruang pasien privat, selain mengurangi resiko infeksi penyakit, juga dapat menyediakan lingkungan yang tenang. Karena alasan inilah Randal Children Hospital hanya menyediakan ruang pasien privat.

Pada ruang privat, pasiendan keluarga yang mengendalikan lingkungan mereka untuk menciptakan ketenangan yang diinginkan, sehingga seluruh privasi baik visual maupun kebisingan tidak menjadi gangguan pada Randall Children Hospital.

c. Wayfinding

Secara visual Randall Children Hospital dengan sangat menarik memberikan sign visual yang menggunakan pola-pola

Gambar 4.40 Ruang publik Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

Gambar 4.41 Privasi Ruang Rawat Inap Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

(20)

gambar. Seperti penamaan lantai pada lobby elevator, pnamaan nama ruang dengan didesain menggunakna warna-warna menarik.

d. Mengurangi atau menghilangkan sumber kebisingan

Sesuai dengan yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa seluruh ruang pasien di rumah sakit ini adalah single room, maka secara internal, kebisingan tidak begitu mengganggu. Untuk menciptakan lingkungan yang tenang, pemasangan independent wall yang dibangun di belakang headwall untuk memastikan bahwa tidak ada suara yang merambat antara ruang pasien melalui outlet pada headwall.

e. Sistem pencahayaan

Dengan kulit bangunan yang didominasi oleh kaca, memaksimalkan pencahayaan alami pada ruang dalam bangunan.

Cahaya tersebut tidak mengakibatkan radiasi panas melalui kaca yang besar karena material kaca rumah sakit ini kaca berkinerja tinggi yang meningkatkan isolasi termal yang melebihi Oregon Energi Kode standar energi minimum. Sedangkan cahaya buatan berasal dari lampu jenis downlight pada ruang pasien dan lampu artificial pada ruang publik.

Gambar 4.42 Sign pada lobby elevator Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject, diakses 11 April 2014

Gambar 4.43 Pencahyaan pada Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

(21)

f. Menjaga kualitas udara

System penghawaan pada rumah sakit ini menggunakan Air Conditioner seperti pada rumah sakit lainnya. Hal ini dilakukan karena mereka dapat mengontrol sendiri penghawaan yang mereka inginkan.

g. Warna

Warna-warna yang digunakan di rumah sakit ini di dominasi oleh warna coklat, penggunaan material kayu sangat dominan, area lobby, koridor, dan lounge juga ruang rawat terdapat unsur material kayu di dalamnya. Penggunaan kayu untuk membuat kesan ruang yang hangat dan menciptakan suasana seperti rumah si rumah sakit.

Warna lainnya yang menjadi warna aksen adalah warna hijau pastel dan biru.

4.2.2 Faktor “Provide Positive Distraction”

1. Kemang Medical Care

a. Pemandangan alam dari ruang pasien, lobby, ruang tunggu

Pemandangan alam ini dapat dilihat di ruang tunggu dan lobby Kemang Medical Care. Walaupun taman ini sangat kecil, namun cukup memberi gangguan positif saat sedang menunggu atau hanya sekedar duduk.

Gambar 4.45 Pemandangan alam dari ruang tunggu KMC Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.44 Penggunaan warna pada Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

(22)

b. Akses ke ruang luar, healing garden

Taman kecil ini dirawat cukup baik, namun dalam praktiknya, taman ini tidak digunakan oleh pasien, hanya sebatas sebagai pemandangn saja dan bukan merupakan healing garden.

c. Artwork yang melukiskan alam, termasuk fotografi alam

Pemasangan artwork pada jendela besar dibawah bukan secara langsung direncanakan oleh arsitek, namun karena alasan silau dan panas, maka kaca jendela ini diberi sticker yang bernuansa daun.

Selain menghalangi silau dan panas, sticker ini member kesan estetis,

Pemasangan lukisan pada dinding di lobby ini memberi gangguan positif terhadap pengunjung, pada anak, lukisan ini bisa mencegahkebosanan pada anak.

d. Musik: live piano di area publik, rekaman music di ruang pasien Pada ruang publik terdapat piano, namun jarang difungsikan.

Hal ini dikarenakan tidak adanya minat dari pengunjung sekitas untuk memainkannya secara bebas. Audio musik sebagai terapi penyembuhan pun tidak terdapat di rumah sakit ini.

Gambar 4.46 Taman pada Kemang Medical Care Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.47 Artwork bernuansa alam pada KMC Sumber: dokumentasi pribadi

(23)

e. Olahraga ringan: koridor, area publik, dan taman

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, tidak terdapat area yang dapat dijadikan tempat untuk olahraga ringan. Hal ini mungkin dikarenakan tidak ada aktivitas olahraga dari pasien.

2. RSUD Pasar Rebo

a. Pemandangan alam dari ruang pasien

Karena area yang di observasi hanyalah area instalasi anak, maka pemangan alam yang dapat dilihat dari ruang pasien adalah pemandangan lingkungan sekita berupa gedung-gedung.

b. Akses ke ruang luar, healing garden

Di rumah sakit ini tidak terdapat akses ke luar berupa taman.

Dar ipengamatan yang dilakukan, tidak ada aktivitas pasien anak di luar ruang instalasi rawat anak.

c. Artwork yang melukiskan alam, termasuk fotografi alam

Di ruang rawat maupun ruang lainnya di instalasi anak tidak terdapat artwork yang melukiskan alam.

d. Musik: live piano di area publik dan rekaman musik di ruang pasien Tidak terdapat audio musik yang di perdengarkan di rumah sakit ini. Namun, pasien bebas mendengarkan musik yang mereka

Gambar 4.48 Piano pada ruang publik di KMC Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 4.49 Pemandangan dari instalasi anak di RSUD Pasar Rebo Sumber: dokumentasi pribadi

(24)

kehendaki namun dengan volume suara yang tidak mengganggu pasien lain.

e. Olahraga ringan: koridor, area publik, dan taman

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, aktivitas pasien hanya berada di lingkungan instalasi anak. Selama masa perawatan pasien tidak ada yang bergerak akttif atau melakukan olahraga ringan.

3. Randall Children Hospital

a. Pemandangan alam dari ruang pasien, lobby, ruang tunggu

Pemandangan alam ini dapat dilihat di ruang tunggu dan lobby dengan material kaca yang besar selain dapat memasukan cahaya alami juga dapat menampilkan pemandangan sekitar berupa taman.

Pada ruang setiap ruang rawat, pasien mempunyai jendela besar yang menampilkan pemandangan kota dan pemandangan gunung.

b. Akses ke ruang luar, healing garden

Terrace garden pada lantai tiga di desain untuk menyediakan lingkungan untuk bermain dan berbincang bagi pasien maupun keluarga. Taman ini mempunyai banyak elemen, seperti sculpture, panel kaca, struktur pergola, tanaman, dan material paving yang dipilih untuk membuat lingkungan restoratif.

Gambar 4.50 Pemandangan dari ruang rawat dan lobby Randall Children Hospital

(25)

c. Artwork yang melukiskan alam, termasuk fotografi alam

Penerapan artwork bukan merupakan gambar realistis, namun dibuat sesuai dengan usia anak. Artwork dibuat seinteraktif mungkin yang membuat anak untuk ikut bermain di dalamnya.

Pemasangan lukisan pada dinding koridor ini memberi efek positif. Koridor yang biasanya terkesan panjang dan membosankan, dibuat dinamis sehingga membuat pengguna yang melewatinya tidak merasa bosan.

d. Musik: live piano di area publik, rekaman musik di ruang pasien Berdasarkan data-data literatur yang ditemukan melalui internet, tidak terdapat muskc live piano di area publik, tidak diketahui secara pasti dalam keadaan langsung terdapat audio musik di rumah sakit ini.

Gambar 4.51 Terrace garden pada Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

Gambar 4.52 Taman pada Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11April 2014

Gambar 4.53 Artwork bernuansa alam pada Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

(26)

e. Olahraga ringan: koridor, area publik, dan taman

Randall Children Hospital membuktikan bahwa paradigma pasien yang sedang sakit tidak dapat berolahraga itu salah. Rumah sakit ini menyediakan taman dan ruang bermain yang walaupun tidak digunakan sebagai area untuk berolahraga, tapi digunakan sebagai ruang gerak anak.

4.2.3 Faktor “Enable Social Support”

1. Kemang Medical Care

a. Family zone di ruang pasien

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, family zone di ruang pasien pada Kemang Medical Care hanya terdapat di fasilits ruang VVIP dan VIP saja. Fasilitsa ruang ini cukup menyediakan area ruang duduk dimana keluarga dapat menjenguk pasien tanpa membuat ruangan menjadi penuh sesak.

b. Tempat dimana pasien dapat bersosialisasi dengan keluarga

Selain di ruang pasien yang terdapat ruang duduk untuk keluarga, tidak ada tempat khususu yang disediakan oleh rumah sakit yang dijadikan tempat sosialisasi bagi pasien dengan keluarganya.

c. Menyediakan akomodasi bagi keluarga

Akomodasi yang dimaksud disini lebih terhadap pemenuhan kebutuhan bagi keluarga yang menemani pasien seperti adanya sleeper sofa yang bisa digunakan untuk tidur bagi keluarga, juga fasilitas penunjang lain seperti kantin. Kemang Medical Care menyediakan akomodasi untuk keluarga pasien yang tidur di rumah sakithanya pada fasilitas ruang VVIP dan VIP.

Gambar 4.54 Ruang bermain pada Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject, diakses 11 April 2014

(27)

2. RSUD Pasar Rebo

a. Family zone di ruang pasien

Berdsarkan hasil pengamatan, area family zone sngat terbatas.

Hal ini dikarenakan kebijakan dari rumah sakit tentang maksimal hanya satu orang yang menunggu pasien. Namun psien dapat bertemu dengan penjenguk yang datang dengan keterbatasan waktu. Area yang disediakan adalah kursi di samping tempat tidur. Tidak ada area khusus.

b. Tempat dimana pasien dapat bersosialisasi dengan keluarga

Area untukbersosialisasi hanya dapat digunbakan di ruang pasien karena tidak disediakannya ruang lain sebagai ruang komunal atau area untuk menerima tamu.

c. Menyediakan akomodasi bagi keluarga

Akomodasi bagi keluarg ayang dapathanya beberapa kursi, tak jarang keluarga yang menunggu pasien pun tidur di tempat yang sama dengan pasien.

3. Randall Children Hospital a. Family zone di ruang pasien

Seluruh ruang rawat pada Randall Children Hospital menggunakan ruang rawat privat yang sekaligut menyediakan family zone di setiap ruangnya. Rumah sakit ini sangat memperhatikan bahwa kehadiran keluarga sangat berpengaruh pada kondisi pasien anak. Selain menyediakan sofa dan kursi untuk keluarga, juga disediakan 2 buah sleepers untuk keluarga dan storage di bawah sofa untuk barang milik keluarga.

Gambar 4.55 Family zone pada Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

(28)

b. Tempat dimana pasien dapat bersosialisasi dengan keluarga

Randall Children Hospital menyediakan family-centered care.

Dimana keluarga menjadi pusat dari dunia anak, maka dari itu kehadiran dan partisipasi keluarga dalam perawatan menjadi fasilitas terapi terhadap kesakitan anak. Ruang-ruang yang disediakan sebagai tempat untuk bersosialisasi dengan keluarga antara lain, lounge, ruang bermain, dan terrace garden.

c. Menyediakan akomodasi bagi keluarga

Beberapa keluarga mungkin tinggal selama berbulan-bulan untuk menemani anaknya yang sakit, yang mengharuskan mereka untuk tinggal dirumah sakit. Sebagai rumah sakit yang menyediakan pelayanan yang didedikasikan untuk anak, maka rumah sakit ini juga menyediakan kebutuhan keluarga, antara lain family resource room, wellness center, family lounge, dan terrace garden.

Pada family resourse room terdapat komputer, buku, dan ruang bagi orang tau untuk bekerja, dan melakukan pencarian mengenai diagnosa anak mereka. Wellness center merupakan fasilitas bagi orang tua untuk melepaskan kepenatan dengan berolahraga dan pijat.

Wellness center pada rumah sakit ini terbuka untuk seluruh keluarga selama 24 jam. Sedangkan family lounge didesain menyerupai lingkungan rumah dan membebaskan keluarga untuk makan bersama,

Gambar 4.56 Area keluarga pada Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

Gambar 4.57 Akomodasi bagi keluarga pada Randall Children Hospital Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

(29)

menonton film, atau melakukan pencarian pada komputer. Selain itu disediakan pula dapur untuk keluarga.

4.2.4 Faktor “Give a Sense of Control”

1. Kemang Medical Care a. Ruang rawat privat

Ruang-ruang yang disediakan di Kemang Medical Care maksimal menampung tiga orang pasien dalam 1 kamar. Hal ini menunjukkan bahwa Kemang Medical Care menyediakan layanan rawat inap yang lebih privat. Bila dibandingkan dengan kuantitas dari ruang inapnya. Kelas 1 merupakan kelas yang paling banyak digunakan oleh pasien. Hal ini menunjukkan bahwa preferensi pasien lebih memilih ruang inap privat.

b. Memberikan ruang privasi yang cukup bagi pasien

Untuk memberikan ruang privasi bagi pasien otomatis dengan penggunaan ruang rawat privat.

2. RSUD Pasar Rebo a. Ruang rawat privat

Pada RSUD Pasar Rebo yang target pasanya merupakan semua kalangan termasuk kalangan menegah ke bawah, maka rumah sakit ini menyediakan ruang rawat yang dapat dijangkau oleh lapisan masyarakat tersebut. Hal ini berpengaruhpada tipe kamar inap pasien.

Dalam satu kamar minimal disediakan untuk tigas pasien, sedangkan yang palingbanya adalah kamar kelas 3 yang berjumlah 7 orang dalam satu kamar. Hal in icukup mengganggu pasien yang ingin beristirahat.

Dengan tidak disediakannya pembatas ruang dengan tirai, maka pasien akan bebas melihat ke sekeliling ruang, termasuk kebisingan yang dapat langsung di dengar.

b. Memberikan ruang privasi yang cukup bagi pasien

Dengan kondisi tidak adanya ruang privat bagi pasien kecuali di ruang isolasi, maka ruang privasi basgi pasien pun sangat ssedikit.

Kondisi ini dapat membuat rekasi hospitaslisasi anak.

(30)

3. Randall Children Hospital a. Ruang rawat privat

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa seluruh ruang rawatdi rumah sakit ini adalah ruang rawat privat. Rumah sakit ini ingin memberikan pelayanan terpusat pada keluarga sehingga membuat ruang-ruang tersebut menyediakan fasilitas untuk keluarga seperti, family zone di ruang pasien.

b. Memberikan ruang privasi yang cukup bagi pasien

Dengan model ruang rawat yang seluruhnya ruang privat ,maka ruang privasi untuk pasien akan sangat terpenuhi.

4.3 Hasil Analisa Perbandingan Lingkungan Terapetik

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti, aspek- aspek dalam lingkungan terapetik yang tertera dalam World Buliding Design Guidline of Therapeutic Environments oleh Smith dan Watkins (2013) masih belum semuanya diterapkan pada Rumah Sakit yang menjadi objek pengamatan oleh peneliti.

Tabel 4.1

Perbandingan Ketersediaan Aspek Lingkungan Terapetik

Faktor Aspek

Kemang Medical Care

RSUD Pasar Rebo

Randall Children Hospital Reduce or

eliminate environmental stressor

Artwork dan estetika v x v

Menghindari crowding v v v

Privasi visual dan kebisingan

v x v

Wayfinding v x v

Mengurangi/menghilang kan sumber kebisingan

v v v

Treatment akustik pada koridor

v x x

Pemisahan akustik pada area kerja staf dari ruang pasien

x v v

(31)

Reduce or eliminate environmental stressor

Aspek

Kemang Medical Care

RSUD Pasar Rebo

Randall Children Hospital Sistem pencahayaan

yang tepat

v x v

Menjaga kualitas udara dalam ruang

x x x

Warna v x v

Provide positive distractions

Pemandangan alam v x v

Akses ke ruang luar x x x

Kapel, ruang meditasi, dan taman meditasi

x x x

Artwork yang

melukiskan alam

v x v

Musik: live piano di area publik

x x x

Olahraga ringan:

koridor, area publik, dan taman

x x v

Enable Social Support

Family zone di ruang pasien

v v v

Tempat dimana pasien dapat bersosialisasi dengan keluarga

x x v

Menyediakan akomodasi bagi keluarga

v x v

Give a Sense of Control

Ruang rawat privat v x v

Memberikan ruang privasi

v x v

(32)

Give a Sense

of Control Aspek

Kemang Medical Care

RSUD Pasar Rebo

Randall Children Hospital Memberikan pasien

mengendalikan lingkungannya

x x v

Adapun perbandingan ketersediaan aspek-aspek yang meliputi faktor lingkungan terapetik diuraikan dalam diagram berikut.

Gambar 4.58 Diagram Perbandingan Ketersediaan Aspek Lingkungan Terapetik Untuk mengetahui penilaian aspek-aspek lingkungan terapetik tersebut dan bagaimana pengaruhnya pada penyembuhan pasien anak, penulis melakukan wawancara kepada orang tua pasien yang mengantar anaknya melakukan pengobatan dan orang tua yang menemani anaknya yang sedang di rawat. Didapatkan faktor lingkungan terapetik mana yang paling berpengaruh pada penyembuhan pasien. Adapun diagramnya adalah sebagai berikut.

Kemang Medical Care

Kemang Medical Care

Kemang Medical Care Kemang

Medical Care RSUD

Pasar Rebo

RSUD Pasar Rebo

RSUD Pasar Rebo

RSUD Pasar Rebo Randall Children

Hospital Randall Children

Hospital

Randall Children Hospital

Randall Children Hospital

(33)

29%

19%

43%

9%

Perbandingan Faktor Lingkungan Terapetik yang Paling Mempengaruhi Pasien

Reduce or Eliminate Environmental Stressor Provide Positive Distraction

Enable Social Support

Give a Sense of Control

Gambar 4.59 Diagram Perbandingan Faktor Lingkungan Terapetik

Dari hasil wawancara terhadap 10 orang narasumber tersebut didapatkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi penyembuhan anak adalah faktor Enable Social Support (44%), faktor Reduce or Eliminate Environmental Stressor (30%), faktor Enable Social Support (20%), dan faktor Give a Sense of Control (6%).

Kriteria lingkungan terapetik yang dipaparkan oleh Smith dan Watkins (2013) bukan merupakan lingkugan terapetik yang dikondisikan pada rumah sakit anak. Untuk mengetahui aspek lain yang perlu dimasukkan dalam kriteria desain lingkungan terapetik untuk anak ini, maka penulis menggali data dengan melakukan wawancara dengan narasumber orang tua pasien anak.

Adapun aspek lain yang disebutkan oleh para narasumber namun tidak terdapat pada faktor lingkungan terapetik tersebut antara lain:

(34)

6 7 9

6

4

8

6 Perbandingan Faktor Anak dalam Fasilitas Rumah Sakit

Gambar 4.60 Hasil Wawancara Tentang Aspek Anak dalam Rumah Sakit Uraian dari hasil wawancara adalah sebagai berikut:

1. Dampingan dari keluarga. Yang dimaksud disini adalah orang tua dari pasien anak tersebut menemani pasien saat di rumah sakit. Tak jarang pasien anak membutuhkan kehadiran orang tuanya selama 24 jam di rumah sakit. Kondisi yang ditemukan pada RSUD Pasar Rebo orang tua ikut tidur di tempat tidur anak yang di rawat, kondisi ini terjadi karena tidak tersedianya sofa bed untuk keluarga yang menginap. Randall Children Hospital dan Kemang Medical Care menyediakan fasilitas ini pada ruang-ruang tertentu seperti VVIP dan VIP.

2. Interior ruang bernuansa anak. Berdasarkan hasil wawancara dengan para orang tua dari Kemang Medical Care, mereka membawa anaknya untuk mendapat perawatan di rumah sakit ini karena penataan interior ruangnya yang memunculkan aspek anak. Sedangkan di RSUD Pasar Rebo, karena tidak adanya aspek interior anak dalam instalasi anak, mereka menginginkan fasilitas seperti ini tidak hanya tersedia pada rumah sakit khusus bertarif mahal, namun di rumah sakit menegah kebawah pun ada.

3. Terapi bermain, sarana hiburan anak, dan ruang bermain anak dapat disatukan dalam penyediaannya. Anak yang sakit sebenarnya tetap membuthukan suatu hiburan. Dengan penyediaan ruang bermain anak dan

(35)

didalamnya tidak hanya diisi dengan permainan saja. Namun dengan aktivitas lainnya yang disebuut terpi bermain. Ibu Indar yang mrupakan Kepala Perawat di RSUD Pasar Rebo membenarkan pernyataan ini.

4. Bagi anak, peran keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan, saat mendapatkan kegiatan medis, anak yang pertama kali masuk rumah sakit akan sangat menolak ketika didekati oleh petugas medis. Suatu kasus pada RSUD Pasar Rebo, saat perawat hendak memberikan uap pada pasien anak, mereka akan menolak dengan menangis dan takut didekati, mereka hanya mau dekat dengan keluarganya. Hal ini membuat perawat mengajarkan bagaimana prosedur medis untuk member uap pada anak kepada orang tua pasien, sehingga orang tua mereka yang melakukannya.

5. Beberapa rumah sakit membatasi pasien yang masuk ke ruang rawat inap.

Hal ini dikarenakan resiko terbawanya kuman dari luar ke ruang rawat.

Namun, pasien anak biasanya membutuhkan suatu kunjungan dari keluarganya. Hal ini tidak masalah jika pasien berada dalam ruang rawatt privat. Sehingga seharusnya penyediaan ruang atau area bersosialisasi bagi pasien dan keluarganya diperlukan dalam rumah sakit.

Tabel 4.2

Kesan Ruang Terhadap Aspek Aktivitas Anak

Aspek Kegiatan Kesan Ruang

Terapi bermain anak

Kegiatan menggambar, bermain puzzle, bernyanyi bersama, konseling pasien

Ruang bermain anak indoor

Gambar 4.59 Randall Children Hospital

Sumber:

thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014

(36)

Sarana hiburan anak

Televisi, kegiatan menonton bersama

Kegiatan bermain di dalam maupun luar area perawatan

Gambar 4.60 Evalina Children Hospital

Sumber: twitter.com, diakses 18 April 2014

Gambar 4.61 Royal London Children Hospital

Sumber:

creativereview.co.uk, diakses 18 April 2014 Dampingan dari

keluarga

Orang tua selalu menemani anaknya

Kunjungan keluarga pasien

Gambar 4.62 Toronto SickKids Hospital

Sumber:

candpartnersinc.com, diakses 18 April 2014 Ruang bermain

anak

Permainan indoor ruang anak Permainan outdoor di taman

Gambar 4.63 Abdullah Children Hospice Sumber: piterest.com, diakses 18 April 2014

Gambar 4.64 Children

(37)

Hospital Zurich Sumber: dezeen.,com, diakses 18 April 2014 Sosialisasi

dengan keluarga

Keluarga yang memasak sesuatu untuk pasien (atas izin dari ahli gizi)

Aktivitas di luar raung rawat (jika memungknkan)

Gambar 4.65 Brighton Children Hospital, UK Sumber: bsuh.nhs.uk, diakses 18 April 2014

Gambar 4.66 New Royal Children Hospital Sumber: blp.com.au, diakses 18 April 2014 Interior ruang

bernuansa anak

Berikan suatu elemen interior yang mengajak anak untuk ikut berinteraksi, tidak hanya dari pemilihan warna-warna pada dinding, tapi juga jenis furniturnya.

Gambar 4.67 Children Hospital, Pittsburgh Sember: post-gazette.com,

diakses 18April 2014

(38)

Gambar 4.68 Kids pantone chairs

Sumber:

stardustmoderndesign.com, diakses 18 April 2014

Gambar 4.69 Tivolo kids furniture

Sumber:

polopuetearanda.com, diakses 18 April 2014 Peran keluarga

dalam perawatan

Orang tua yang melakukan kegiatan medis untuk mencegah anak menangis

Keterlibatan orang tua dalam kegiatan perawatan

4.4 Program Perencanaan Desain 4.4.1 Analisa Lokasi Proyek

Lokasi tapak ada pada wilayah DKI Jakarta yaitu di Jakarta Barat, kecamatan Kebon Jeruk. Wilayah DKI Jakarta memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata 27°C-40° dan curah hujan tertinggi ada pada bulan januari dan febuari.

(39)

Kecamatan Kebon Jeruk

Kecamatan Kebon Jeruk terletak di bagian barat provinsi DKI Jakarta dengan luas 17,92 km². Dalam kecamatan Kebon Jeruk, terdapat 7 kelurahan, yaitu Kelurahan Sukabumi Selatan, Sukabumi Utara, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Duri Kepa, Kedoya Selatan, dan Kedoya Utara. Kecamatan Jagakarsa memiliki 54 RW serta 538 RT.

Jumlah penduduk di kecamatan Kebon Jeruk adalah sebanyak 313.445 jiwa dengan kepadatan penduduk 10.640 jiwa/km² (Badan Pusat Statistik). Fasilitas kesehatan yang paling banyak di wilayah kecamatan Kebon Jeruk yaitu Poli Klinik dengan jumlah 24, sedangkan fasilitas yang paling sedikit yaitu rumah sakit dengan jumlah 3 rumah sakit. Fasilitas lainnya adalah praktek dokter umum sebanyak 127 buah dan puskesmas sebanyak 10 buah. (sumber: Kebon Jeruk Dalam Angka 2012).

Tabel 4.3

Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kebon Jeruk

No. Kelurahan Praktek

Dokter

Rumah Sakit

Puskesmas Poli Klinik

1 Sukabumi Selatan 24 - 1 2

2 Sukabumi Utara 6 - 1 4

3 Kelapa Dua 4 - 1 4

4 Kebon Jeruk 32 1 2 3

5 Duri Kepa 43 - 2 3

6 Kedoya Selatan 17 1 1 2

7 Kedoya Utara 11 1 2 5

Kec. Kebon Jeruk 127 3 10 24

Sumber: Badan Pusat Statistik Jakarta

Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk

Gambar: 4.61 Lokasi Proyek

Sumber: en.wikipedia.org diakses 18 april 2014

(40)

Analisa tapak

Tapak berlokasi di Jl. Raya Kelapa Dua, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Berhadapan dengan SMAN 65 Jakarta.

Data Tapak

Alamat : Jl. Raya Kelapa Dua, Kelurahan Kelurahan Kelapa Dua, Kebon Jeruk

Luas : 4200 m²

Peruntukan Lahan : Wkt/Wdg

KDB : 50%. Maka luas lantai bangunan yang Diperbolehkan: 50/100 x 4200 = 2100 m² KLB : 2. Maka luas seluruh bangunan yang

Diperbolehkan: 2 x 4200 m² = 8400 m² GSB : 7 m dari Jalan Raya Kelapa Dua dan 7 m dari

Jalan Musyawarah Jumlah Masa Bangunan : Deret

Ketinggian Maksimal : 4 lantai Batas Tapak

Utara : Jl. Musyawarah

Selatan : Perkantoran milik swasta Timur : Perumahan penduduk

Barat : Jl. Raya Kelapa Dua, terdapat SMAN 65 Jakarta

Tapak berada dekat dengan area pemukiman penduduk dan dekat dengan sarana pendidikan, yaitu SMAN 65. Sepanjang Jl. Raya Kelapa Dua difungsikan sebagai pertokoan maupun perkantoran.

Gambar 4.62 Tapak Proyek Sumber: google earth diakses

18 April 2014

Gambar 4.63 Peta RTRW tapak proyek.

Sumber: Dinas tata kota DKI Jakarta,, diakses tanggal 18 April 2014

(41)

Tabel 4.4 Analisa Tapak Proyek

(42)
(43)
(44)

4.4.2 Analisa Jenis Pelayanan Rumah Sakit

Sampai saat ini belum ada peraturan pemerintah mengenai acuan pelayanan rumah sakit khusus anak. Saat ini fasilitas pelayanan kesehatan khusus anak berupa rumah sakit khusus masih digabungkan dengan fasilitas rumah sakit ibu dan anak yang setara dengan Rumah Sakit Kelas C. Karena ketiadaan acuan tersebut, maka jeni s pelayanan pada rumah sakit khusus anak ini mengacu pada Kemenkes No. 340 mengenai pelayanan yang harus disediakan dalam Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak yang pengadaan jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan objek Rumah Sakit Anak sebagai berikut.

Tabel 4.5

Analisa Jenis Pelayanan Rumah Sakit No.

Jenis Pelayanan Berdasarkan Kemenkes

No. 340 Pengadaan

Pertimbangan Pengadaan

1. Pelayanan Gawat Darurat O Diadakan

2. Pelayanan Rawat Jalan O Diadakan

3. Pelayanan Rawat Inap O Diadakan

4. Pelayanan Bedah O Diadakan

5. Pelayanan Persalinan dan Perinatologi X Ditiadakan kaena objek RS Anak

6. Pelayanan Intensif O Diadakan

7. Pelayanan Radiologi O Diadakan

8. Pelayanan Laboratorium dan Patologi Klinik

O Diadakan

9. Pelayanan Farmasi O Diadakan

10. Pelayanan Gizi O Diadakan

11. Pelayanan Transfusi Darah X Ditiadakan

12. Pelayanan Rekam Medik O Diadakan

13. Pengelolaan Limbah O Diadakan

14. Pelayanan Administrasi Manajemen O Diadakan

15. Pelayanan Ambulans O Diadakan

16. Pelayanan Pemusalaraan Jenazah O Diadakan

17. Pelayanan Laundry O Diadakan

18. Pelayanan Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit

O Diadakan

(45)

19. Pelayanan Spesialis Anak Umum O Diadakan 20. Pelayanan Rawat Intensif (ICU dan

HCU)

O Diadakan

4.4.3 Analisa Jumlah dan Persyaratan Ruang Rawat

Pasien rawat inap di Rumah Sakit Anak yang akan dirancang dibedakan menurut jenis ruang perawatan (ICU, Isolasi, dan Non Isolasi), kelompok umur (bayi dan non bayi), kelas (VIP, I, II, III).

1. Kapasitas tempat tidur menurut jenis ruang perawatan a. Ruang ICU 5 % dari jumlah tt dalam Rumah Sakit anak

= 5% x 100 tt = 5 tt

b. Perbandingan jumlah tt pada ruang Isolasi dan Non isolasi adalah 1:3, adalah sebagai berikut :

Isolasi = ¼ x (100 tt – 5 tt) = ¼ x 95 tt = 23,6 ≈ 24 tt

Non Isolasi = ¾ x (95tt – 23,6 tt) = ¾ x 71,4 tt = 53,55 ≈ 54 tt

2. Kapasitas tempat tidur anak menurut kelompok umur dibagi ke dalam 25% bayi dan 75% non bayi.

a. Isolasi

Bayi = 25% x 24 tt = 6 tt Non Bayi = 75% x 24 tt = 18 tt

b. Non Isolasi

Bayi = 25% x 71tt = 17.25 ≈ 18 tt Non Bayi = 75% x 71tt = 53.25 ≈ 54 tt

Menurut Petunjuk Pelaksanaan SK MENTRI KESEHATAN RI NO.

920/MENKES/ PER/XII/1986, dan menentukan jumlah tempat tidur untuk tiap-tiap kelas ruangan hendaknya tidak melebihi prosentase berikut :

1. Kelas Utama : 5%

2. Kelas I : 15%

3. Kelas II : 15%

4. Kelas III : 40 % (termasuk golongan kurang/tidak mampu membayar, di tetapkan sebanyak 25%)

Berdasarkan ketentuan SK tersebut, maka didapatkan data hasil pembagian sebagai berikut.

(46)

Tabel 4.6

Perhitungan Jumlah Ruang Rawat Inap Anak

Bayi Non Bayi

Isolasi

Kelas I = 15% x 24 tt = 3,6 ≈ 4 tt Kelas II = 15% x 24 tt = 3,6 ≈ 4 tt Non Isolasi

Kelas Utama = 5% x 24 tt = 1,2 tt ≈ 1 tt Kelas I = 15% x 24 tt = 3,6 ≈ 4 tt Kelas II = 15% x 24 tt = 3,6 ≈ 4 tt Kelas I : Kelas II = 1: 2

Kelas II = 2 x 4 tt = 8 tt

Kelas III = 40% x 24 tt = 9,6 tt ≈ 10 tt

Isolasi

Kelas I = 15% x 54 tt = 8,1 tt ≈ 8 tt Kelas II = 15% x 54 tt = 8,1 tt ≈ 8 tt Non isolasi

Kelas Utama = 5% x 54 tt = 2,7 tt ≈ 3 tt Kelas I = 15% x 54 tt = 8,1 tt ≈ 8 tt Kelas II = 15% x 54 tt = 8.1 ≈ 8 tt Kelas I : Kelas II = 1: 2

Kelas II = 2 x 8 tt = 16 tt Kelas III = 40% x 54 tt = 21 tt

Tabel 4.7

Pembagian Kelas Ruang Rawat Inap Umur Jenis Perawatan Pembagian Kelas Jumlah

tt Jumlah Ruang

ICU 5 5

Bayi

Isolasi Kelas I 4 4

Kelas II 4 2

Non Isolasi

Kelas Utama (VIP) 1 1

Kelas I 2 1

Kelas II 8 2

Kelas III 10 2

Non Bayi

Isolasi Kelas I 8 8

Kelas II 8 4

Non Isolasi

Kelas Utama 3 3

Kelas I 6 3

Kelas II 16 4

Kelas III 21 4

Ruang Tindakan - 4 2

Jumlah 100 45

Berdasarkan dan jenisnya, ruang rawat inap terbagi menjadi:

a. Ruang ICU (Intensive Care Unit)

Area ruang rawat pada rumah sakit anak perlu perlakuan khusu terhadap ruang rawatnya. Ruang rawat ICU ini tidak dilengkapi dengan kamar mandi di dalamnya, hanya terdapat WC di dalamnya. Ruang ICU memang didesain sebisa mungkin minim terhadap furnitur. Keluarga

(47)

pasien yang datang pun jumlahnya dibatasi. Sehingga terjadi desain model seperti ini.

b. Ruang Isolasi

Ruang isolasi seharusnya adalah single-occupancy room dimana hanya satu pasien yang menenpati satu ruang. Namun kondisi ini menyebabkan harga yang ditawarkan di ruang isolasi akan lebih mahal sehingga disediakan juga ruang isolasi dengan multi-occupancy room yang maksimal terdiri dari 2 pasien dengan ketentuan tetap 1 ruang per orang namun ruang family zone yang digabungkan.

Family zone Toilet

Wall Treatment

Nursing zone

Nursing zone Family zone Wall treatment

Toilet / shower

Transition area Gambar 4.64 Desain prototype ruang ICU

Sumber: Interior Design Manual for Contruction and Renovation Hospitals and Clinics

Gambar 4.65 Desain prototype ruang isolasi

Sumber: Interior Design Manual for Contruction and Renovation Hospitals and Clinics

(48)

c. Ruang Non Isolasi

Ruang Non Isolasi merupakan ruang standar yang ditempati oleh pasien.

Ruang ini tidak memerlukanperlakuan khusus seperti ruang isolasi dan ICU.

Menurut design trend, ruang privat merupakan ruang yang paling tepat untuk membentuk lingkungan terapetik, namun klasifikasi sosial yang ada dalam kota Jakarta menyebabkan penggunaan single room untuk setiap pasien tidak dapat diwujudkan.

4.4.4 Analisa Studi Ruang Rawat Inap 1. Ruang ICU (Intensive Care Unit)

Gambar 4.67 Studi Pola Ruang ICU Sumber: Olahan Penulis Family zone

Wall treatment Nursing zone

Toilet / shower

Transition area

Gambar 4.66 Desain prototype ruang standar Sumber: Interior Design Manual for Contruction and

Renovation Hospitals and Clinics

(49)

2. Ruang Isolasi Kelas 1

Gambar 4.68 Studi Pola Ruang Isolasi Kelas 1 Sumber: Olahan Penulis 3. Ruang Isolasi Kelas 2

Gambar 4.69 Studi Pola Ruang Isolasi Kelas 2 Sumber: Olahan Penulis 4. Ruang Non Isolasi Kelas Utama (VIP)

Gambar 4.70 Studi Pola Ruang Non Isolasi Kelas VIP Sumber: Olahan Penulis

(50)

5. Ruang Non Isolasi Kelas 1

Gambar 4.71 Studi Pola Ruang Non Isolasi Kelas 1 Sumber: Olahan Penulis 6. Ruang Non Isolasi Kelas 2

Gambar 4.72 Studi Pola Ruang Non Isolasi Kelas 2 Sumber: Olahan Penulis 7. Ruang Non Isolasi Kelas 3

Gambar 4.73 Studi Pola Ruang Non Isolasi Kelas 3 Sumber: Olahan Penulis

(51)

4.4.4 Analisa Pelaku dan Program Aktivitas

Analisa ini berdasarkan jenis pelaku dan kegiatan pelaku selama di rumah sakit. Adapun uraian kegiatan tesebut dapat dilihat pada table berikut.

Tabel 4.8

Analisa Pelaku dan Program Aktivitas

No Pelaku Kegiatan

1

Pasien (Rawat Inap)

 Pasien masuk ruang rawat inap dari IGD/

rawat jalan melalui admisi

 Pasien mendapatkan nomor rekam medis

 Serah terima dan orientasi di nurse station

 Pasien ganti pakaian

 Mendapatkan perawatan di kamar rawat inap

 MCK

 Melakukan Pendaftaran

Pasien (Rawat Jalan)

 Menunggu giliran/antri

 Pemeriksaan kesehatan

 Pemesanan obat

 Membayar tagihan di kasir

 MCK

Pasien Laboratorium

 Melakukan pendaftaran

 Pemeriksaan lab

 Menunggu hasil lab

 Mengambil hasil lab

 Membayar tagihan di kasir

 MCK

2 Dokter

 Ganti pakaian

 Menyimpan barang

 Melakukan pemeriksaan pasien di rawat jalan dan rawat inap

 Beribadah

 Istirahat

 Makan dan minum

 Rapat

 MCK

3 Perawat

 Ganti pakaian

 Menyimpan barang

 Menyimpan data pasien

 Melakukan kegiatan keperawatan

 Beribadah

 Istirahat

 Rapat

(52)

 Makan dan minum

 MCK

4 Petugas Gizi

 Mempersiapkan makan untuk pasien

 Memberikan makan dan minum kepada pasien

 Menjaga pantry

 Makan dan minum

 Beribadah

 MCK

5 Servis

 Ganti pakaian

 Perawatan bangunan (maintenance)

 Menyimpan peralatan

 Makan dan minum

 MCK

6 Keamanan / security

 Menjaga pos keamanan

 Berpatroli ke semua paviliun

 Makan dan minum

 Beribadah

 MCK

7

Pengantar Pasien Rawat Jalan

 Menunggu pasien mendapat giliran pemeriksaan

 Menunggu giliran menebus obat

 Makan dan minum

 MCK

Keluarga Pasien Rawat Inap

 Menemani pasien selama di ruang rawat

 Mencari research mengenai diagnosa pasien

 Menemani pasien bermain dan berjalan-jalan

 Makan dan minum

 Memasak (kadang-kadang)

 MCK Pengunjung

 Menghibur pasien dengan bermain, berbincang

 Makan dan minum

 MCK

4.4.5 Analisa Kebutuhan Ruang

Berdasarkan analisa kegiatan pelaku, didapatkan jenis-jenis ruang yang sesuai dengan kebutuhan ruang rumah sakit.

Tabel 4.9

Analisa Kebutuhan Ruang a. Lobby

 Ruang tunggu / Lobby Utama

 Pusat administrasi dan rekam medik

 Kasir berobat jalan /inap

 Toilet

 Resepsionis

(53)

b. Rawat Inap

 Kamar rawat inap VIP

 Kamar rawat inap kelas 1

 Kamar rawat inap kelas 2

 Kamar rawat inap kelas 3

 Hall /Ruang tunggu

 Nurse station

 Gudang medis

 Toilet

 Lounge keluarga

 Ruang bermain anak

 Ruang Tindakan

c. Poli Klinik Anak

 Ruang tunggu

 Ruang tunggu bermain anak

 Ruang laktasi

 Ruang pemeriksaan d. UGD (Unit Gawat Darurat)

 Ruang administrasi

 Ruang tunggu pengantar pasien

 Ruang triase

 Ruang resusitasi

 Ruang jaga paramedis

 Ruang tindakan non bedah

 Ruang tindakan bedah

 Gudang bersih

 Gudang kotor e. Ruang Bedah

 Ruang cuci tangan (scrub station)

 Ruang persiapan dan ruang anestesi

 Ruang bedah

 Ruang pemulihan

 Ruang diskusi medis

 Gudang alat operasi

 Gudang kotor

 Loker petugas f. Ruang Radiologi

 Ruang konsultasi dokter

 Ruang ahli fisika medis

 Ruang pemeriksaan

 Ruang operator

 Ruang mesin

 Ruang ganti pasien

 Ruang jaga radiografer

 Gudang penyimpanan berkas g. Laboratorium

 Ruang pengambilan sampel

 Bank darah

 Ruang laboratorium patologi

 Laboratorium kimia klinik

 Gudang regensia dan bahan habis pakai

(54)

 Ruang diskusi dan istirahat personil

 Ruang cuci

 Ruang kepala laboratorium h. ICU (Intensive Care Unit)

 Ruang rawat pasien

 Gudang bersih

 Gudang kotor

 Ruang jaga

 Nurse station

 Parkir trolley

 Toilet

i. Farmasi

 Ruang peracikan obat

 Depo bahan baku obat

 Gudang perbekalan dan alat kesehatan

 Konter apotik

 Ruang staff

 Depo obat jadi

j. Pemusalaran Jenazah

 Ruang tunggu keluarga jenazah

 Administrasi

 Ruang dekontaminasi dan pemusalaran jenazah

k. Administrasi Manajemen

 Ruang genset

 Ruang AHU

 Ruang Chiller

 Tangki reservoir

 Parkir

 Depo laundry

 Ruang kontrol

 Pos jaga

 Drop-off mobil

l. Sarana Penunjang

 Kantin

 Minimarket

 Fotokopi

 ATM

 Healing garden

 Dapur gizi

 Retail (took peralatan/ mainan anak)

m. Servis

 Ruang genset

 Ruang AHU

 Ruang chiller

 Tangki reservoir

 Parkir

 Depo laundry

 Ruang control

 Pos jaga

(55)

4.4.6 Analisa Program Ruang

Berdasarkan data-data dari Data Arsitek, peraturan Depkes, dan hasil survey didapatkan standar besaran ruang dan besaran ruang menurut kelompok ruangnya sebagai berikut.

(56)

Tabel 410 Program Ruang

(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)

Besaran keseluruhan ruang dapat dilihat pada table berikut.

Tabel 4.11

Luas Total Rumah Sakit Anak

No. Nama Unit Luas Lantai

1. Lobby 108 m²

2. Instalasi Rawat Inap 2012 m²

3. Poli Klinik Anak 150 m²

4. Unit Gawat Darurat (UGD) 166 m²

5. Unit Bedah 191,8 m²

6. Unit Radiologi 96 m²

7. Unit Laboratorium 101 m²

8. Intensive Care Unit (ICU) 119 m²

9. Unit Farmasi 78 m²

10. Unit Pemusalaran Jenazah 52 m²

11. Adiministrasi Manajemen 185 m²

12. Sarana Penunjang 152 m²

13. Servis 643 m²

Luas 4053,8 m²

Sirkulasi (30%) 1216,14 m²

Luas Total 5269,94 m²

4.4.7 Analisa Hubungan Ruang antar Unit

Gambar 4.74 Bubble Diagram Unit Ruang

(70)

4.4.8 Analisa Akses dan Sirkulasi Tapak

Gambar 4.75 Alur Sirkulasi Tapak Keterangan:

4.4.9 Analisa Zoning Per Unit Ruang

Gambar 4.76 Zoning Ruang Lantai 1

(71)

Gambar 4.77 Zoning Ruang Lantai 2

Gambar 4.78 Zoning Ruang Lantai Tipikal 3 dan 4

Gambar

Gambar 4.24  Ruang Neonatus Randall Children Hospital  Sumber: thecaritasproject.info, diakses 11 April 2014
Gambar 4.31  Sistem akustik pada koridor Kemang Medical Care   Sumber: dokumentasi pribadi
Gambar 4.35  Pencahayaan ruang inap RSUD Pasar Rebo   Sumber: dokumentasi pribadi
Gambar 4.37  Pencahayaan buatan ruang inap RSUD Pasar Rebo   Sumber: dokumentasi pribadi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk yang unik yang dimiliki kemasan Peripera, selain itu warna dan tulisan/gambar yang menarik dapat menjadi faktor yang dijadikan sebagai pertimbangan sehingga

Dalam data produk baik (output) yang dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja (input) maka hasil yang didapat adalah total produktivitas pada tahun 2008 mengalami penurunan pada

Tiga warna dari skema triad yang juga merupakan warna primer, yaitu merah, kuning dan biru biasanya digunakan untuk anak – anak.. Tiga warna merupakan warna

Dalam item stationery, logo ditampilkan dengan dua elemen visual pendukung yaitu berupa logogram dengan warna abu-abu soft dan elemen visual pendukung lainnya adalah bidang

Untuk mengevaluasi outer model akan dilakukan uji convergent validity, discriminant validity dan composite reliability. Hasil PLS dalam penelitian ini didapat

Elemen interior area facial yaitu, dinding : tembok finishing cat warna cream dan wallpaper, lantai : keramik warna putih, plafon : gysum board warna putih. Area facial ini

Dari komposisi jenis bahan pada semua sampel sampah lampu listrik baik lampu pijar, flourescent jenis pipa dan compact serta lampu merkuri terlihat bahwa kaca memiliki

Setelah mengurutkan waktu dari yang terbesar, selanjutnya adalah mengelompokkan elemen-elemen kerja ke stasiun kerja berdasarkan prioritasnya dengan acuan waktu baku