• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

RISALAH RAPAT KOMISI VIII DPR RI

(BIDANG AGAMA, SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK, DAN KEBENCANAAN)

Tahun Sidang : 2020-2021

Masa Persidangan : IV

Rapat Ke : 10

Jenis Rapat : Rapat Kerja

Dengan : Kepala Badan Nasional Penanggulangan

Bencana RI

Sifat Rapat : Terbuka

Hari, Tanggal : Senin, 22 Maret 2021

Waktu : Pukul 14.54- 17.44 WIB

Tempat : Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI Gedung Nusantara II Lt. 1, Jl. Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta 10270

Acara : 1. Penyesuaian Penggunaan (Refocussing)

Kebijakan APBN Tahun 2021.

2. Isu-isu aktual lainnya.

Ketua Rapat : H. Yandri Susanto, S.Pt/F- PAN.

Sekretaris Rapat : Sigit Bawono Prasetyo, S.Sos., M.Si.

(Kabag Sekretariat Komisi VIII DPR RI) Anggota yang Hadir : 39 Anggota dari 49 Anggota

PIMPINAN:

1. H. Yandri Susanto, S.Pt. (F-PAN)

2. Diah Pitaloka, S.Sos., M.Si (F-PDI Perjuangan)

3. Dr. TB. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si. (F-PG) 4. Laksdya. TNI (Purn) Moekhlas Sidik, MPA. (F-

Partai Gerindra) ANGGOTA:

FRAKSI PDI PERJUANGAN 5. Inna Ammania

6. Drs. H. Samsu Niang M. Pd.

FRAKSI PARTAI GOLKAR 7. H. John Kenedy Azis, S.H.

8. Hj. Endang Maria Astuti, S.Ag., SH., MH.

9. Muhammad Fauzi, S.E.

(2)

- 2 -

FRAKSI PARTAI GERINDRA 10. M. Husni, S.E., M.M.

11. Dr. H. Jefry Romdonny, S.E., S.Sos., M.Si., M.M.

12. Abdul Wachid.

FRAKSI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT 13. Sri Wulan, S.E., M.M.

14. H. Rudi Hartono Bangun, S.E., M.A.P.

FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA 15. Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag.

16. H. Dedi Wahidi, S.Pd.

FRAKSI PARTAI DEMOKRAT -

FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA 17. H. Iskan Qolba Lubis, M.A.

FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL -

FRAKSI PARTAI PERSATUAN

PEMBANGUNAN -

Anggota yang Izin : 1. Hj. Itje Siti Dewi Kuraesin, S.Sos., MM.

2. H. Maman Imanul Haq 3. H. Mhd. Asli Chaidir, SH.

Undangan : Kepala BNPB RI beserta jajaran

(3)

- 3 -

JALANNYA RAPAT:

KETUA RAPAT/F-PAN (H. YANDRI SUSANTO, S. Pt):

Yang saya hormati para Anggota, para Pimpinan baik yang secara fisik maupun secara virtual;

Hadirin yang berbahagia.

Pertama kita marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat rahmat dan karunia-Nya kita bisa hari ini kembali bersidang atau rapat dalam rangka membahas beberapa hal sesuai agenda acara. Sebelumnya kita awali rapat pada hari ini dengan berdoa secara agama dan kepercayaan masing-masing. Kepada yang beragama Islam kita baca Ummul Kitab Al Fatihah.

Baik Bapak Ibu yang saya hormati.

Sesuai dengan Acara Rapat-rapat di DPR Masa Sidang IV Tahun Sidang 2020-2021 yang telah diputuskan dalam Rapat Konsultasi Pengganti Rapat Badan Musyawarah DPR antara Pimpinan DPR dan Pimpinan Fraksi tanggal 19 Januari 2021 dan Rapat Internal Komisi VIII tanggal 8 Maret 2021, maka pada hari ini tanggal 22 Maret 2021 hari Senin Komisi VIII DPR menyelenggarakan Rapat Kerja dengan Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana dengan agenda Penyesuaian penggunaan (refocusing) anggaran, kebijakan APBN tahun 2021 dan Isu-isu aktual lainnya.

Oleh karena itu berdasarkan laporan dari Sekretariat Komisi VIII hadir 11 anggota, virtual ada 26 anggota dari 9 Fraksi. Izin Pak Anggota, oleh karena itu atas dasar Tata Tertib DPR Pasal 251 ayat (1) forum sudah tercapai. Izinkan kami untuk membuka Rapat Kerja ini dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirahim dan saya nyatakan terbuka untuk umum.

(RAPAT DIBUKA : PUKUL 14.54 WIB.) Baik, rapat kita dengan agenda :

1. Pengantar dari Pimpinan rapat;

2. Penjelasan dari Kepala BNPB terhadap agenda yang sudah saya bacakan tadi;

3. Kalau ada perlu tanya jawab kalau tidak ada ya berarti ya rapat yang tidak terlalu panjang. karena tadi sebelum rapat saya bertemu dengan Kepala BNPB dan Pak Sestama kalau dari dan ini sudah disampaikan di materi BNPB ini bahwa tidak ada penyesuaian atau refocusing anggaran ya tahun 2021. Tapi yang perlu kami konfirmasi Pak Doni dari hasil rapat kami tanggal 22 September 2020. Kesimpulan rapat ini Pak bisa dibuka. Itu anggaran yang kita cantumkan di kesimpulan itu Rp.813. 103.749.000,- dengan anggaran :

1) Untuk ketahanan bencana 2) Dukungan manajemen

(4)

- 4 -

Kita rapat lagi tanggal 14 Januari, angkanya masih sama Pak Rp.813.103.749.000,- tapi di paparan nanti Pak Doni ini ada penambahan 1,6 miliar Pak kurang lebih ya. Di sini ada angka Rp.814.755.204.000,-. Nah ini mungkin yang perlu nanti saya kira kita konfirmasi kepada Pimpinan. Oleh karena itu terhadap agenda acara yang saya bicarakan tadi apakah bisa disetujui? Setujui ya?

(RAPAT: SETUJU)

Kita mulai rapat jam 15.00 WIB kita akhiri jam jam 16.00 WIB setuju ya? Nanti kita lihat kondisi lah kalau misalkan penjelasan Pak Doni lengkap singkat padat jelas ya buat apa kita bertele-tele ya kan. Apalagi yang kita hadapi jenderal. Jadi kalau sudah pas nggak usah dibuat macam-macam Pak Samsu Niang. Kecuali kalau mau ada yang mau di olah-olah ya nanti lain lagi ya kan.

ANGGOTA:

Pak Ketua, Pak Ketua sebelah kiri. Mungkin nanti dari BNPB menyampaikan poin-poin yang penting saja tak usah dibacakan gitu.

KETUA RAPAT :

Oke, baik. Oleh karena itu kita dengan agenda yang sudah saya sudah bacakan tadi sekali lagi kalau dari kesimpulan rapat kita anggaran BNPB Rp.813.103.749..000,- tapi ada selisih anggaran yang ditayangkan atau dari bahan yang kami terima sebesar Rp.814.755.204.000,-. Oleh karena itu dalam rapat kali ini kami ingin memastikan atau menyampaikan kepada Pak Kepala BNPB dari sisi selisih angka tersebut muncul angkanya dari mana sehingga berbeda dengan hasil kesimpulan rapat kerja pada dua kali rapat kerja di Komisi VIII. Kemudian kira-kira ada apa atau alasan apa sehingga dari BNPB tidak melakukan refocusing, pengurangan atau penambahan dari BNPB terhadap anggaran yang sedang berjalan.

Nah oleh karena itu kami juga ingin mendapat gambaran kira-kira apa kendala dan tantangan selama periode pertama atau triwulan pertama ini terhadap pelaksanaan anggaran atau kalaupun bisa disampaikan serapannya atau kemungkinan-kemungkinan yang bisa disampaikan nanti Pak. Saya kira itu Bapak Ibu, kita jelaskan poin-poin dari Pak Kepala BNPB kita dengarkan nanti kalau ada saran pendapat tetap tanya jawab akan kita buka seluas- luasnya kepada seluruh anggota.

Baik, sekarang kita tapi belum saya ketok loh sampai tanggal, tadi udah saya ketok belum sampai pukul 16.00 WIB ? \

ANGGOTA:

Udah.

(5)

- 5 -

KETUA RAPAT :

Udah ya. Ya baik sekarang kita persilakan dengan hormat Pak Jenderal Doni Monardo untuk menyampaikan paparannya. Kami persilakan Pak.

KEPALA BNPB (DONI MONARDO):

Terima kasih Bapak Pimpinan Bismillahirohmanirohim.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Shalom.

Om Swastiastu.

Namo Buddhaya.

Salam Kebajikan.

Yang sama-sama kita hormati Bapak Pimpinan Rapat, Ketua Komisi VIII DPR RI bersama dengan para Wakil Ketua dan seluruh Anggota Komisi VIII DPR RI baik yang hadir secara fisik maupun virtual;

Teman-teman dari BNPB dan juga Satgas hadir semua Pak Ketua;

Sestama, Irtama dan Para Deputi termasuk juga Satgas yang unsurnya terdiri dari berbagai macam latar belakang.

Yang pertama adalah Profesor Wiku dari akademisi Pak dari UI.

Kemudian dr. Alex Ginting Purnawirawan TNI Staf Ahli Menteri Kesehatan periode yang lalu yang sekarang menjadi Ketua Bidang Penanganan Kesehatan. Ada saudara Dr. Sony Harmedi juga akademisi dari UI yang sekarang menjabat sebagai Ketua Bidang Perubahan Perilaku. Dr. Dewi yang selama ini menghimpun seluruh data bidang data dan IT jadi kalau Bapak Pimpinan dan Bapak Ibu kalian mendapatkan data harian itu adalah kerja keras dari timnya Ibu Dewi. Kemudian saudara Andre Rahadian Ketua Bidang Relawan yang menghimpun puluhan ribu relawan dari Aceh sampai Papua di bawah koordinasi dari Pak Andre.

Bapak Pimpinan izinkan kami kalau boleh membaca sedikit dulu Pak.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan rapat kerja dengan Pimpinan dan para Anggota Komisi VIII DPR RI.

Pimpinan dan para Anggota dewan yang kami hormati.

Rapat kerja diselenggarakan sesuai dengan undangan dari Wakil Ketua DPR RI/Koorkesra Nomor PW 03 683 DPR RI 2021 tanggal 18 Maret 2021 perihal undangan rapat yang membahas :

1. Penyesuaian penggunaan refocusing kebijakan APBN tahun 2021 2. Isu isu aktual dan solusinya

(6)

- 6 -

Bapak Pimpinan, kami laporkan bahwa sebagaimana yang sudah pernah kami jelaskan pada rapat beberapa waktu yang lalu dan bencana memang mengalami peningkatan. Oleh karenanya yang harus kita siapkan adalah mitigasi dan upaya untuk pencegahan sehingga diperlukan berbagai langkah sosialisasi dan edukasi termasuk juga literasi yang diharapkan mulai dari bangku sekolah dasar. Kemudian kami juga mendorong agar ekokrasi kedaulatan lingkungan menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan oleh seluruh daerah. Ekokrasi kedaulatan lingkungan merupakan hal yang sangat penting sekali karena yang lalu juga sudah kami laporkan kawasan hutan kita sudah mulai berkurang banyak sekali kemudian sungai-sungai kita juga sudah banyak tercemar. 98% sungai kita statusnya kritis dan sangat kritis tetapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan perubahan, bukti-bukti beberapa sungai yang mengalami kerusakan saat ini sudah mulai ada perbaikan seperti halnya Citarum.

Kemudian untuk bencana non alam kami laporkan pada minggu ke-4 bulan Maret kayaknya semakin membaik Bapak Pimpinan. Kasus aktif sudah berada di 129.844 atau 8,89% dari jumlah yang sebelumnya mencapai 176.672 pada tanggal 5 Februari. Jadi ini menunjukkan sebuah prestasi Pimpinan, kerja keras dari seluruh pihak, baik dari Bapak Presiden selaku Pimpinan yang mengendalikan penanganan covid, para Menteri yang terkait Gubernur, Bupati, Walikota sampai ke tingkat RT dan RW terutama daerah- daerah yang telah menerapkan PPKM mikro. tetapi ini tentunya tidak boleh kita lantas lengah karena biasanya setelah kasus turun lengah diikuti dengan kasus berikutnya beberapa negara di Eropa telah mengalami gelombang ke-3 bahkan ada yang ke-4. Jadi kita belum tahu sampai kapan covid ini akan berlangsung oleh karenanya kewaspadaan dan juga kesiapsiagaan dan tidak dengan serta konsisten ini menjadi pedoman kita. Demikian juga angka kesembuhan mengalami peningkatan mencapai 88,4% dan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kesembuhan global.

Kemudian sebentar lagi kita akan memasuki Lebaran Idul Fitri yang biasanya diawali dengan kegiatan liburan. Jadi ini juga akan menjadi atensi kami pengalaman yang sudah ada selama ini setelah libur panjang pasti akan diikuti dengan kenaikan kasus aktif, kasus-kasus positif harian, lantas rumah sakit akan penuh, angka kematian akan meningkat, dokter pun banyak yang berguguran. Jadi inilah yang menjadi atensi kami semua belajar dari pengalaman setahun terakhir tetapi delama 2 bulan terakhir ini ada hal yang berbeda Bapak Pimpinan. Ketika bahwa Presiden menugaskan Menko selaku Ketua Komite itu Bapak Menko Perekonomian liburan tetap ada tetapi khusus TNI, Polri, ASN dan BUMN dilarang bepergian keluar kota.

Jadi Alhamdulillah walaupun ada libur Imlek dan juga libur Isra’ Mikraj tetapi tidak diikuti dengan penambahan kasus harian dan juga tidak diikuti dengan penambahan kasus aktif sehingga kalau kita lihat angka kematiannya betul menurun. Kalau kita disini angka kematian harian itu pada bulan Januari itu mencapai 270-an kemudian di Februari turun 250-an kemudian saat ini turun 160-an. Jadi ini pengalaman yang sangat penting sekali, libur panjang diikuti dengan kasus aktif, rumah sakit penuh kemudian prosentase keterisian

(7)

- 7 -

bad accupancy rate meningkat lantas diikuti dengan angka kematian dokter dan juga perawat. Kemudian ini juga kita lihat setelah program vaksinasi sejak Pak Presiden melaksanakan vaksinasi pada tanggal 13 Januari yang lalu kemudian diberitahukan kepada para nakes adalah kelompok yang punya risiko tinggi dan juga kelompok rentan Alhamdulillah kita lihat juga berkurang.

Jadi vaksin, PPKM mikro dan tingkat kepatuhan masyarakat yang semakin baik inilah menjadi modal kita untuk bisa dalam mengendalikan konflik sehingga saat ini Bapak Pimpinan hanya tinggal 2 Provinsi saja yang yang bad accupany ratenya itu di atas 60% yaitu Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Ada di slidenya coba ditanyangkan, sisanya sudah jauh dibawah Bapak Pimpinan. Jadi ini harus kita jaga sehingga dokter kita, perawat kita punya kesempatan rileks relaksasi, punya kesempatan yang lebih banyak untuk beristirahat sehingga apa namanya kelelahan, keletihan merawat pasien bisa berkurang.

Kami juga melaporkan Bapak Pimpinan, semua pintu-pintu masuk kedatangan WNA dan WNI kami perketat. Kalau pengalaman selama ini Bapak Presiden menugaskan Menko dan kami semua bahwa harus swab 2 kali. Jadi yang pertama datang itu mereka sudah bawa sertifikat negatif kemudian diperiksa ada yang positif. Nah yang positif ini langsung diisolasi yang negatif karantina 5 hari kemudian setelah 5 hari berikutnya di swab ulang lagi, ada lagi yang positif masuk ruang isolasi, yang negatif boleh melanjutkan kegiatan. Jadi ternyata efektif di banyak negara terjadi penambahan kasus tetapi Alhamdulillah Indonesia mudah-mudahan bisa tren yang menurun dan akan terus menurun.

Bapak Pimpinan dan Anggota Dewan yang kami hormati.

Selanjutnya kami sampaikan mengenai kebijakan refocusing anggaran tahun 2021 bahwa berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S 30 MK 02 2021 tanggal 12 Januari 2021 tentang refocusing dan realokasi belanja kementerian/lembaga tahun anggaran 2021, Pagu Anggaran Badan Nasional Penanggulan Bencana tahun 2021 tidak mengalami perubahan. Jadi adapun tadi yang Bapak Pimpinan sampaikan, kami sudah tanyakan kepada staf ada tambahan dari mana ternyata tambahan bantuan dana hibah dari Islamic Development Bank untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah. Islamic Development Bank untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa dan tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah sebesar Rp.1.651.455.000,-. Jadi kami izin Bapak Pimpinan kalau diperkenankan kami tidak akan membacakan karena sudah ada semua disini hanya kami laporkan sesuai dengan arahan dari Bapak Pimpinan tadi pemahamannya seperti yang tadi sudah kami laporkan.

Kemudian dalam rangka penanganan pada covid 19, kami juga telah menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar 5,2 triliun kepada Menteri Keuangan melalui Surat Kepala BNPB Nomor B76 Kepala BNPB PR 040103 2021, tanggal 4 Maret 2021 yang akan digunakan antara lain :

1. Untuk percepatan penanganan pandemi covid 19

2. Pembiayaan tenaga testing sampai dengan 31 Maret dan

(8)

- 8 -

3. Selanjutnya kegiatan testing testing serta penyediaan alkes akan dilaksanakan oleh Kemenkes per 1 April 2021.

Bapak Pimpinan dan para Anggota Dewan yang kami hormati.

Dari paparan yang kami sampaikan tersebut sebenarnya bisa melihat bahwa dari tahun ke tahun anggaran rutin BNPB makin turun sedangkan anggaran DSP cenderung naik secara drastis setiap tahunnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pola penanganan bencana kita masih berada pada mindset responsif atau penanganan yang dilakukan saat bencana telah datang. Hal ini secara bertahap tentu harus kita ubah penanganan bencana harus lebih banyak ditekankan pada aspek pencegahan, kesiapsiagaan dan mitigasi sebagaimana arahan Bapak Presiden pada tanggal 3 Maret saat membuka Rakornas Kebencanaan. Jangan sampai kita pontang-panting di kalimat, kata kuncinya adalah pontang-panting karena kita tidak mempersiapkan diri. BNPB berupaya agar kegiatan-kegiatan saat pra bencana lebih dikedepankan.

Kami berterima kasih kepada Bapak Pimpinan dan juga Bapak Wakil Ketua Komisi VIII yang telah ikut hadir dalam kegiatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi longsor di Giriasih Kabupaten Bandung Barat minggu yang lalu. Izin kami memutarkan videonya Bapak Pimpinan.

(PEMUTARAN VIDEO)

Ada suaranya ? ini sebuah bukit Bapak Pimpinan di Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat. Nah ini yang ini yang kami lihat dari pinggir jalan lantas kami hubungi BPBDnya nah ini kalau kita biarkan ini akan hampir pasti kasusnya nanti seperti Sumedang ini Sumedang. Jadi di atasnya dibuat pemukiman Bapak Pimpinan. Ini Sumedang 8 orang pertama tertimbun kemudian ditolong oleh tim gabungan termasuk para prajurit TNI Polri. Udah cukup cukup. Jadi setelah dibantu terjadi longsor kedua akhirnya yang tertimbun bertambah jadi 32 orang sehingga total semuanya 40 orang. Jadi ini yang menjadi upaya-upaya kami Bapak Pimpinan untuk tidak bosan-bosan menyampaikan pesan kepada masyarakat dan juga para Pimpinan di daerah untuk program pembangunan harus berorientasi kepada rencana tata ruang yang betul-betul berdasarkan kajian dari para pakar karena kalau tidak maka korban semakin bertambah banyak.

Pimpinan dan para Anggota dewan yang terhormat.

Kegiatan-kegiatan seperti inilah yang kami harapkan kedepan bisa lebih masih dilaksanakan tidak hanya untuk jenis ancaman tanah longsor tapi juga untuk gempa, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, kebakaran hutan dan lahan serta jenis-jenis ancaman lainnya. Bapak Presiden telah mengamanatkan bahwa kunci utama dalam mengurangi risiko terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana. Jangan sampai ketika terjadi bencana kita pontang-panting, ribut atau bahkan saling menyalahkan.

(9)

- 9 -

Dengan integrasi kebijakan dari hulu hingga hilir kita harapkan ke depan potensi kerugian jiwa dan harta akibat bencana bisa kita minimalkan.

Bapak Pimpinan dan para Anggota dewan yang terhormat.

Demikian penjelasan singkat yang dapat kami laporkan tentang penyesuaian penggunaan refocusing kebijakan APBN tahun 2021 serta isu- isu aktual lainnya. Apabila ada hal yang perlu pendalaman kami akan memberikan penjelasan lebih lanjut. Demikian terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Om Santi Santi Santi Om.

Namo Buddhaya.

Salam Kebajikan.

KETUA RAPAT :

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih Pak Kepala BNPB atas penjelasan singkatnya. Memang saya sampaikan dari awal tadi BNPB tidak terjadi refocusing anggaran tapi memang yang kita konfirmasi tadi ada penambahan 1,6 M itu ternyata hibah dari apa namanya tadi Islamic Development Bank untuk hibah ke Sulawesi Tengah itu Pak Doni ya. Jadi sehingga klop total anggarannya Rp.814.755.204..000,- tapi ada yang menarik memang di halaman 13 itu ada usulan tambahan dana siap pakai dari BNPB kepada Menteri Keuangan untuk kebutuhan bencana alam itu 2 triliun dan untuk apa usulan anggaran covid 19 tahun 2021 sebesar 5,2 triliun. Nah ini mungkin ada hal-hal yang perlu Bapak Ibu perdalam, saya katakan tadi di sini tidak ada refocusing anggaran dari yang sudah kita ketok 814 miliar. Jadi ini kita perbaiki nanti di kesimpulan supaya tidak terjadi kekeliruan lagi dari 813 miliar menjadi 814 miliar dari penambahan hibah dari Islamic Development Bank tadi untuk tiba di Sulawesi Tengah.

Tapi mungkin juga Pak Kepala BNPB sebelum ke para Anggota waktu rapat gabungan dengan Menteri Keuangan dan Menteri Sosial itu ada tunggakan tagihan ke Menteri Keuangan 1,3 Triliun Pak. Mungkin ini juga perlu kita sikapi secara bersama di Komisi VIII sehingga kita karena melibatkan pihak luar ya kan kemungkinan juga akan ada lagi kebakaran hutan kalau ini tidak diselesaikan mungkin akan menghambat proses kita untuk menghadirkan para pihak yang memang kompeten untuk memadamkan kebakaran yang mungkin kita secara alat ataupun secara personil tidak mungkin kita lakukan. Maka 1,3 triliun ini menjadi perhatian kami juga Pak Doni nanti mungkin bisa dijelaskan progresnya sampai ke mana dan tentu yang kami dengar waktu itu hambatannya adalah melampirkan audit BPKP anggaran yang sedang berjalan. Mungkin itu pengantar dari saya terhadap penjelasan Pak Doni tadi ada dua DSP-nya minta tambah 27 triliun yaitu untuk bencana alam dan covid 19. Di samping tadi ada penjelasan penambahan 1,6 triliun sudah dijelaskan tapi ada

(10)

- 10 -

tunggakan atau tagihan dari BNPB ke Kementerian Keuangan 1,3 triliun terhadap pemadaman kebakaran hutan tahun 2020 yang lalu.

Silakan Bapak Ibu bila ada ada pendalaman atau pertanyaan Pak Rudi dari Nasdem, Pak Samsu Niang dari PDIP, Pak John Kenedy Aziz dari Golkar. Silakan Pak Rudi.

F-PARTAI NASDEM (H. RUDI HARTONO BANGUN, SE., M.A.P.) : Terima kasih Ketua

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Ketua anggota dan Wakil Ketua dan seluruh Anggota.

Yang saya hormati Pak Doni dan Pak Sestama dan Direktur atau Deputi.

Saya langsung saja Pak Doni tadi sudah disampaikan bahwasanya tidak ada perubahan refocusing. Tadi saya dengar Bapak menyebut yang sampai halaman 9 saja 814 miliar pagu anggarannya BNPB tapi kan di sini di halaman 13 ada permintaan tadi penambahan yang karhutla tadi yang kebakaran yang harusnya Pak Doni paparkan bagaimana respon dirjen kemarin setelah kita rapat bersama Mensos itu gitu atau Bapak loi-lobi yang lainnya dengan dirjen ini bagaimana gitu.

Jadi di forum ini kami juga mau dengar Apakah Dirjen minta BPKP nya harus diikutin kan saya dengar Pak Isa kemarin kan di akhir pembicaraan dia minta ya diikutilah administrasi ketentuan yang ada begitu kan Pak. Nah bagaimana Pak Doni menindak lanjuti setelah pertemuan kita kemarin? Kan itu yang belum clear Pak. Nah jadi setelah itu ini kita rapat kembali kan Pak, masuk di halaman 11 ini di halaman 13 ini Bapak minta lagi di DSP-nya dengan Pagu total 2 triliun dengan banjirnya, erupsinya, gunung berapi dan kebakaran hutannya. Penjelasannya tadi kan hanya sepenggal kan ya Bapak ya gitu. Makanya ini harus jelas kami juga harus mendengar apakah setuju Menteri Keuangan atau tidak gitu.

Kemudian yang tadi disampaikan Pimpinan juga tentang ada yang di belakang Ini kan 5 triliun lagi nih Pak covid ya Pimpinannya. Mana tadi nih.

Usulan tambahan untuk penanganan covid 2021 total 5,2 triliun dari mulai item nomor 1 kepakaran sampai biaya sekretariat Satgas covid totalnya 5,2.

Nah ini Bapak belum jelaskan juga ini Pak yang pertama tadi 2 triliun karhutla dan lain-lain. Yang 5 triliun ini apakah memohon kepada Menkeu atau sudah ada dana tahunan yang diberikan Menkeu gitu. Kami mau jelas meminta masuk apa paparan dari Pak Doni ini gitu. Jadi kami tahu, Pimpinan tahu respon kami apa kan untuk apa kita rapat di sini kalau Pak Doni tidak jelaskan ini gitu.

Itu saja saya pikir Pimpinan karena ini rapat anggaran, terima kasih.

(11)

- 11 -

KETUA RAPAT :

Terima kasih Pak Rudi Hartono dari Nasdem. Silahkan Pak Samsu Niang dari PDIP.

F-PDI PERJUANGAN (Drs. H. SAMSU NIANG, M.Pd.) : Terima kasih.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Pimpinan Komisi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana beserta seluruh jajarannya.

Saya cuma mau mengatakan bahwa mengembalikan kepada agenda rapat kita pada hari ini bahwa hari ini kita mau rapat tentang refocusing anggaran tetapi ternyata BNPB tidak tidak ada refocusing gitu berarti ya selesai pembahasan kalau tidak ada refocusing kan undangan substansi pembahasan kita refocusing anggaran. Pikiran kita itu ada ada refocusing yang mau dilakukan di BNPB tetapi ternyata tidak ada ya tapi tidak baik juga kalau dia sudah datang kita tidak sedikit memberikan masukan-masukan terhadap BNPB ini tapi intinya tidak ada refocusing anggaran.

Tentu yang kedua yang saya sampaikan tadi ada video-video yang ditayangkan itu jadi jangan cuma di Jawa Barat saja, ya Sulawesi Selatan juga Pak Doni jadi banjir terus di Sulawesi Selatan. Kita telepon-telepon terus tidak ada bantuan ke Sulawesi Selatan. Jadi jadi perlu biasanya Kalimantan apa semua ya apa semua Kaltim ya cuma ya saya juga karena terus kan kemarin banjir semua Sulawesi Selatan sampai saya telepon sampai sekarang belum ada ini bantuan-bantuan ke Sulawesi Selatan ini, kosong anggaran katanya. Padahal di sini di dana DSP masih ada sisa-sisa anggaran 34 miliar cukup banyak ini, setela saya uka-buka saya liat masih ada 34 miliar sisa anggaran DSP. Susah sekali mendpatkan bantuan, Pak Armen Ibu Sinta, Pak apa semua Pak Egi semua saya telepone. Wah banjir di Sulsel ini malah saya naik perahu Pak sendiri saya forward kesitutapi bantuan ya adalah sedikit. cuma BNPB hadir cuma sedikit.

Jadi maksud saya ini mumpung hari ini kita hadir ya kalau Anggota juga menelpon-menelpon Pak ini di dengar-dengar juga lah ya kan kalau anggota menelpon tidak didengar gitu maksud saya seperti itu. Jadi oleh karena itu hari ini curhat-curhat kita ini karena tidak ada refocusing mau apa mau apa dibahas, tidak ada refocusing. Yang jelas pusing-pusing kita banjir.

Jadi itu yang saya ingin sampaikan kepada Pak Doni bahwa Pak Jenderal bahwa Sulsel banjir kemarin kita butuh bantuan dan masih hutang saya masih ada di sana Pak. Saya belum sampaikan, udah bilang ada bantuan tetapi belum di salurkan. Jadi mudah-mudahan hutang saya ini dalam waktu cepat bisa selesaikan Pak, terima kasih.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Pak.

(12)

- 12 -

KETUA RAPAT :

Ya mungkin Pak Samsu Niang nggak ngundang ke Sulsel kali, nggak ngundang ? nggak diundang Pak Doninya ? Baik, tadi saya nggak ada videonya Pak tapi saya nggak protes Pak, belum bikin video saya sama Pak Doni. Tapi Sulsel memang banyak Pak bencana yang perlu diperhatikan Pak apalagi tempatnya Pak apa namanya haah? Iya Luwu Utara kan belum selesai kan Bupati kita kan. Ya silakan Pak John Kenedy Aziz dari Golkar.

Gerindra dulu, silakan Pak Jefry Romdonny.

F-PARTAI GERINDRA (Dr. H. JEFRY ROMDONNY, SE., S.Sos., M.Si.) : Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatulllahi wabarakatuh.

Yang terhormat Pimpinan dan Anggota Komisi VIII dan juga Pak Doni, Pak Sestama beserta jajarannya.

Mengenai tadi yang disampaikan, saya menyoroti di usulan tambahan anggaran ini. Jadi ini ada di poin 5 ini penanganan kesehatan yang penganggarannya cukup besar dari total usulan. Mungkin disini kami perlu penjelasan yang dimaksudkan dalam penanganan kesehatan ini bagaimana dan juga bentuknya seperti apa. Kemudian saya juga melihat disini ada operasional Wisma Atlet ini memang menjadi tanggung jawab BNPB saja kalau memang iya alokasi operasionalnya Ini untuk apa saja. Kemudian juga mau juga dijelaskan alokasi bidang relawan sebesar 50 miliar ini untuk apa saja dan untuk relawan mana saja. Dari paparan di slide lainnya juga saya melihat bahwa ini sering terjadi bencana setiap tahunnya memang berulang terutama pada musim penghujan jadi ada banjir dan juga longsor. Nah terkait dengan itu DSP untuk banjir longsor ini memang dinaikkan jumlahnya. Saya juga berharap BNPB membuat pemetaan potensi banjir dan longsor sehingga bisa lebih antisipatif dan juga cepat tanggap.

Kemudian pada pertanyaan berikutnya menurut perkiraan ini penanganan penurunan kasus aktif dan tidak semuanya di atas 25% tapi data disini menunjukkan bahwasanya libur panjang ini berdampak signifikan pada kenaikan kasus covid 19 ini. Nah saya ingin tahu tanggapan dari pada BNPB terkait rencana Kemenhub yang memperbolehkan mudik lebaran dan juga mungkin ada masukan juga kalau libur lebaran itu berapa lama sebaiknya.

Dan kemudian yang terakhir terkait dengan usulan tambahan anggaran secara keseluruhan dengan nilai sekitar 5,2 trilyun ini mungkin bisa saja kami setuju tapi permasalahannya ini covid ini kapan kira-kira berakhir atau minimal dibawah 500 kasus per hari. Demikian pertanyaan dari saya, terima kasih Pimpinan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

(13)

- 13 -

KETUA RAPAT :

Waalaikumsalam warahmatullahi waarakatuh.

Silakan Pak John Kenedy Aziz dari Golkar.

F-PARTAI GOLKAR (H. JOHN KENEDY AZIZ, S.H.) : Terima kasih Pimpinan

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Pimpinan dan Anggota Komisi VIII yang saya hormati.

Bapak Doni Monardo Kepala BNPB beserta seluruh jajaran yang hadir pada saat ini yang saya hormati dan yang saya banggakan.

Terima kasih Pak Kepala atas paparannya walaupun agenda utamanya pada hari ini adalah tentang refocusing namun berdasarkan penjelasan dan paparan dari pak kepala tadi ternyata dan Alhamdulillah refocusing dan relokasi dana di BNPB tidak ada. Bahkan BNPB dapat dana hibah dari Islamic Development Bank walaupun hanya satu, sekian miliar dan terima kasih Alhamdulillah.

Dari penjelasan-penjelasan Pak Kepala dan dari pada harapan Anggota Komisi VIII maupun harapan dari masyarakat Indonesia. Bagaimana begitu pentingnya tentang keberadaan BNPB ini di republik ini termasuk saya.

Negara kita adalah negara yang banyak terjadi bencana bencana alam baik bencana laut, bencana udara, sungai, longsor dan lain-lain sebagai macamnya. Sehingga keberadaan BNPB ini adalah suatu yang betul-betul tidak perlu disangsikan lagi begitu sangat pentingnya bagi masyarakat Indonesia. Sekarang ini sebagaimana kita ketahui, kami Komisi VIII Pak Kepala sedang melakukan pembahasan perubahan dari pada undang- undang tentang penanggulangan bencana.

Saya adalah termasuk salah satu anggota Panja. Berkaitan dengan itu niat dan karena inisiatif dari perubahan ini adalah berasal dari DPR yang notabennya dari Komisi VIII tentu dalam konteks ini, kami betul-betul pertanggungjawabkan bahwa maksud dan tujuan kita itu dilakukan perubahan adalah untuk menjadi lebih baik bukan untuk menjadi lebih tidak baik. Namun ada suatu kekhawatiran bagi saya dan ada suatu kegelisahan bagi saya secara pribadi saya melihat dari perkembangan-perkembangan yang kita hadapi dalam perubahan ini dalam pembahasan perubahan penanggulangan bencana ini.

Mohon maaf kalau saya salah menilai sepertinya BNPB pasif. Kita melihat beberapa kali kita melakukan FGD, melakukan pembahasan- pembahasan dari BNPB pasif. Sedangkan kita di sisi lain kita bicara BNPB apalagi di dalam konteks ini selaku koordinator dari Pemerintah bukan BNPB, ini suatu kesedihan buat saya gitu Pak. Tapi sepertinya walaupun demikian menanggapi tentang ini BNPB bukannya reaktif tetapi justru pasif gitu. Seperti

(14)

- 14 -

tidak berdaya gitu. Sehingga memunculkan suatu pertanyaan-pertanyaan bagi saya. Mohon maaf kalau saya menyampaikan dalam forum yang terhormat ini karena ini suatu kelangkaan bagi kita bertemu seperti ini, saya curhat ini Pak.

Bapak-Bapak yang ada di dalam dalam ruangan ini, BNPB dalam ruangan ini masih punya kepentingan nggak terhadap BNPB, serius ini kita bicara. Sebab dalam pembahasan itu ada 2 poin penting yang akan diperkuat ini Pak :

1. Status kelembagaan BNPB 2. Mengenai penganggaran BNPB

Kalau dua-duanya out Pak selesai sudah kelembagaan BNPB, selesai sudah BNPB kalau dua-dua ini out. Status kelembagaan BNPB dan status penganggaran BNPB karena macannya BNPB ada di dua ini. Ini yang saya tidak temukan di dalam rapat-rapat pembahasan BNPB dari BNPB.

Sehingganya sehari-hari kebetulan saya ngotot Pak seharusnya BNPB mengucapkan terima kasih kepada saya. Walaupun saya tidak minta proyek apapun dengan BNPB, bener. Apakah saya pernah telepon Pak Doni. Pernah nggak saya telepon Pak Doni, enggak ada. Tapi saya orang yang paling ngotot terhadap perubahan anggaran terhadap perubahan dari pada undang- undang penanggulangan bencana ini. Makanya melalui kesempatan ini sekali lagi saya mohon maaf. Apakah Bapak dan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang duduk BNPB ini masih punya kepentingan tidak terhadap BNPB? Kalau punya kepentingan mari Pak, kita sama-sama dengan Komisi VIII khususnya dengan Panja penanggulangan bencana untuk menyelesaikan pembahasan undang-undang ini.

Terakhir kami rapat FGD di Millenium Hotel. Bagaimana Ketua Pimpinan Saya, Pak Yandri bicarakan mana yang porsinya Kementerian Sosial, mana yang porsinya BNPB, kami tidak mau mengganggu. Saking artinya kita Komisi VIII ini cinta terhadap BNPB Pak kami Komisi VIII cinta dengan BNPB, rakyat Indonesia juga menginginkan BNPB ini tetap ada.

Sampai ke misalnya Pak Yandri berbicara pada waktu itu walaupun Pak Yandri terlambat, dia menyampaikan pada waktu itu. Kami tidak mengganggu kepada porsinya Kementerian Sosial, tapi di sisi lain apa fungsi dari pada tugas BNPB juga jangan diganggu, justru kita perkuat, begitu kan Pak Yandri?

Jadi melalui kesempatan ini Pak Doni, betul-betul artinya karena kita belum masuk kepada substansi dari perubahan-perubahan ini kasih ke kita masih punya waktu untuk artinya menerima input menerima, masukan dan bahkan bekerja sama BNPB dengan kita di sini Pak. Kita dalam satu posisi duduk nih sama-sama Pak untuk membicarakan kebaikan daripada BNPB ini.

Mungkin kementerian lembaga lain yang tidak ada yang masuk ke dalam ini Pak makanya saya sengaja saya tidak ambil bicara tentang refocusing tentang realokasi tetapi saya ambil bicara tentang BNPB yang sangat sangat sangat kami harapkan dan kami cintai ini gitu.

(15)

- 15 -

Tentang hal-hal lain ya tentang hal-hal lain ya saya menyetujui kalau seumpamanya secara pribadi saya menyetujui atas izin Pak Ace Profesor Ace, saya menyetujui tentang DSP penambahan DSP menjadi dua triliun tadi dan lain-lain. Karena apa karena memang kami perlu, Indonesia bukan kami pribadi, bukan, rakyat Indonesia perlu itu. Bagaimana banyaknya bencana- bencana alam di Republik ini yang perlu memang DSP itu kita gitu.

Terima kasih Pimpinan. Mohon maaf saya di luar jalur sedikit untuk berbicara dengan BNPB tetapi ini adalah demi kebaikan kita semua dan justru ini sama ini adalah timing yang paling tepat waktu yang paling tepat kita bahas konteks ini itu gitu loh Pak. Supaya kami juga punya semangat supaya kiranya kami juga punya energi untuk membahas itu gitu loh Pak. Terima kasih mohon maaf saya kalau seumpamanya ada perkataan dan perbuatan yang tidak berkenan.

Wabillahi taufik wal hidayah.

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT :

Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Terima kasih Pak John Kenedy Azis. Pak Doni memang besok akan ada Paripurna Prolegnas Pak, yang kemarin kita waktu di Millenium itu belum secara resmi karena memang belum diketuk kembali untuk Prolegnas prioritas tahun 2021, besok Insya Allah diketok dan kita kalau besok itu diketok di Paripurna mungkin dalam minggu ini kita akan konsinyering kembali Pak. Tentu ya tetap di leading sectornya Menteri Sosial. Dan kemarin dilaporkan Pak John, penguatan lembaga BNPB itu sesuai dengan hasil Raker dengan Mendagri dan Menpan sudah di kirim surat ke Istana.

Jadi mudah-mudahan Pemerintah sudah satu suara ya. Kalau sudah satu suara kita tetap jalankan revisi ini Pak cuma kalau BNPB tetap dihilangkan. Saya sudah bisik-bisik bersama teman-teman lebih baik revisi ini nggak jadi Pak Sestama. Kita kembali lagi ke undang-undang yang lama aja Pak dari pada ya ada gonjang-ganjing atau ada yang disalahkan, ada yang disanjung kita juga tidak mau Pak. Kita ingin benar-benar mengawal undang- undang ini, yang niat awalnya dan memperkuat koordinasi, membuat kelembagaan, memperkuat anggaran Pak. Keluar dari itu pasti Komisi VIII akan tolak Pak. Jadi komitmen kami tetap dengan semangat itu dan saya yakin Pemerintah walaupun BNPB tidak masuk dalam bagian apa nama secara bersama-sama berjalan sendiri dengan Menteri yang lain. Tapi kami yakin kajian dari BNPB itu sangat berharga bagi kami untuk mengawal review isi undang-undang ini Pak.

Silakan yang lain, siapa ? Pak Fauzi oh Bu Ina duu Bu Ina. Tadi dari Golkar kita ke PDIP dulu, iya. Ini ribut aja kalau Bu Ina sama Pak Moekhlas masih ribut sama saya.

(16)

- 16 -

F-PDI PERJUANGAN (INA AMMANIA) : Terima kasih

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang terhormat Pimpinan, terima kasih kesempatannya Pak Pimpinan dan juga rekan-rekan Komisi VIII.

Yang terhormat Bapak Kepala BNPB beserta jajarannya.

Tadi juga sudah diutarakan oleh sahabat saya Pak Samsu Niang.

Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S30 MK02 2021 tanggal 12 Januari tentang refocusing kita sudah nggak ada. Jadi sepertinya rapat ini clear tetapi dengan bertemu begini rapat dengar pendapat, kita perlu mengutarakan sesuatu sehingga adanya penguatan antara Komisi VIII dengan BNPB. Sesuai dengan tadi teman saya mengutarakan sebagaimana kita harus harmonis Pak. Jadi BNPB dengan Komisi VIII ini harus harmonis.

Jadi kalau mamah harmonis jalannya enak Pak. Bapak jalan sebagai apa pengguna anggaran juga enak, kita sebagai legislatif juga di Dapil sama- sama enak.

Nah dalam paparan Bapak di sini saya hanya menyinggung sedikit total bencana tahun 2021 adalah 873. Ini adalah bencana yang menurut saya luar biasa tidak seperti yang tahun-tahun sebelumnya karena tahun 2009- 2010 tidak sebanyak ini Pak. Oleh sebab itu disini, saya hanya masukan rencana bahwa mitigasi lebih ditingkatkan lagi sehingga supaya bencana yang ada jadi kalau umpama biaya anggaran mitigasi yang akan ditingkatkan tidak mengurangi dana DSP Pak tetapi itu akan ditingkatkan sehingga akan menurunkan total bencana yang 873 ini.

Nah tadi berkaitan dengan penggunaan dana Pak siap pakai 2021.

Saya hanya mengilustrasi saja banjir, longsor, puting beliung 25 miliar sekian- sekian, gempa bumi 77 miliar sekian, covid nah ini paling besar ini covid adalah 111 sekian sekian miliar ya Pak, operasional adalah 1 miliar dan dana yang masih tersisa 34 miliar sekian. Pertanyaan saya Pak sebagai leading sector apa namanya penanganan covid 19 dan bagaimana dengan kesiapan dan ketersediaan vaksin? Mohon penjelasannya Pak karena kita memang dapat privilege apa namanya tentara, DPR dan yang lainnya adalah dan lansia semuanya divaksin tetapi secara globalnya jumlah penduduk adalah 200 sekian juta Pak.

Kalau umpamanya secara matematikanya kalau umpama virus itu kita suntik 60%. Artinya 60% itu akan apa namanya melemahkan virus itu sendiri yang yang yang terkena apa namanya covid. Oleh sebab itu dengan ketersediaannya covid sekarang hanya 1 juta, 2 juta sedangkan kita per suntik itu akan memerlukan waktu 2 minggu sampai 3 minggu Pak. Nah kita mau bertanya nih pak berapa bulan itu sampai terselesainya untuk vaksin yang diberikan oleh masyarakat karena masyarakat juga bertanya-tanya kapan ini untuk masyarakat dibuka luas.

(17)

- 17 -

Ada juga yang bertanya kenapa swasta nggak diikutkan Pak. Padahal swasta juga bisa lo bayar sendiri kayak kantor-kantor swasta yang mempunyai uang tetapi tidak ada kesempatan untuk dia mengakomodir apa yang menjadi pemikirannya membantu Pemerintah. Nah itu catatannya yang apa namanya perlu dipertimbangkan perlu nanti saya perlu masukannya Pak.

Nah tadi arahan dari teman saya Pak, masukkannya juga saat ini adalah di daerah kami juga banjir Pak tetapi sayang cuman ini hanya keluh kesah Pak. Jadi saya mohon kepekaan Bapak, saya tidak meminta apa-apa lho Pak cuman kepekaan Bapak. Bagaimana daerah saya di Magetan banjir dan banyak yang mengungsi? Jadi kepekaan aja nih pak ya begitu aja.

Terima kasih.

Wabillahi taufik wal hidayah.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT :

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Kalau Pak Doni ini sudah sangat peka Bu Ina, dia enggak pulang- pulang lho di kantor, tidur di BNPB. Saya belum tentu sanggup Pak tapi ya namanya bencana kan dimana-mana ya.

Pak Fauzi.

F-PARTAI GOLKAR (MUHAMMAD FAUZI, SE.) : Ya. Terima kasih Pak Ketua

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Pak Ketua dan Wakil Ketua, teman-teman Komisi VIII dan Pak Doni beserta jajarannya.

Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini.

Yang pertama saya setuju sekali apa yang disampaikan oleh Pak Ketua tadi mengenai pembicaraan apa Pansus ya ya kalau memang terakhirnya seperti apa yang kita tidak inginkan, saya setuju itu Pak Ketua, dianggap digagalkan saja Pansus ini, dianggap tidak ada hasilnya gitu karena merujuk apa yang disampaikan oleh Pak Doni yang mengatakan Indonesia ini menjadi sebuah miniatur bencana bukan miniatur, supermarket bencana Pak Doni ya supermarket bencana. Saya pikir sangat naif pada saat ada suatu sebuah negara yang menjadi kompleks mengenai bencananya sehingga tetapi penanganannya terkesan kurang maksimal. Kita tidak bisa bayangkan kalau ternyata penanganannya ada di sebuah dimasukkan ke sebuah departemen- departemen ya dia tidak wabil khusus gitu ya ini saya nggak bisa bayangkan penanganannya. Di bawah badan saja kita masih di sana sini masih ada kekurangan apalagi ini hanya sekedar melekat nanti di sebuah departemen kita tidak bisa bayangkan itu Pak Ketua. Jadi disamping itu tetap kita harus berjuang ikhtiar itu perlu teman-teman. Kebetulan saya tidak masuk situ Pak

(18)

- 18 -

Doni. Saya minta tolong sama teman-teman untuk memperjuangkan itu gitu, itu yang pertama.

Yang kedua, ini permasalahan tidak lebih kepada hal-hal yang berawal dari sebuah persepsi itu. Sama tadi Pak Ketua dengan misalkan Barnas dengan BWI ya? Iya itu sama dengan dengan BNPB yang sekarang sedang kita bicarakan karena segala sesuatu itu dimulai dari persepsi kita. Kalau persepsi kita baik bagus terhadap sesuatu pasti perlakuannya juga bagus gitu. Kalau persepsi kita jelek pasti perlakuannya pun kurang maksimal. Nah kita harus menempatkan persepsi tentang bencana ini gitu sama dengan yang tadi barnas, bayangkan dalam satu tahun anggarannya kalau tidak salah tadi cuma 8 miliar bayangkan. Apa yang bisa dilakukan begitu juga BNPB?

Jadi kita harus dengan forum-forum ataupun dengan cara-cara tertentu menyamakan persepsi bahwasanya sangat pentingnya sebuah kementerian atau sebuah badan kalaupun tidak layak yang terbaiknya seperti itu untuk kita pertahankan dalam rangka kita menangani bencana-bencana yang ada di republik ini. Nah kalau seandainya persepsi itu sudah baik mudah-mudahan perlakuannya juga baik. Nah perlakuan itu nanti akan tercermin dari bagaimana Pemerintah apa apa persepsinya maupun penanganannya terhadap permasalahan-permasalahan bencana ini. Kalau seandainya persepsi sudah baik. Nah ini harus dimulai mulai dari Pemerintah, DPR, pihak-pihak yang terkait yang lainnya untuk untuk mencoba menempatkan persepsi lebih lebih ini lebih kita anggap untuk penanganan bisa lebih positif di kemudian hari.

Apalagi kalau saya pikir sih Pak Doni sudah menguasai lah secara teori penanganan bencana ini. Seharusnya Pak Doni dengan keilmuannya kompetensinya bisa lebih menjelaskan meyakinkan terutama Presiden terhadap apa perlunya sebuah penanganan lebih khusus gitu. Nanti di DPR juga pasti Insya Allah dengan Pak Ketua dan teman-teman yang lainnya juga akan melakukan lobi-lobi untuk menguatkan lembaga ini Pak Doni. Walaupun tadi ada sedikit ini artinya kritik ya ataupun ingat mengingatkan mungkin dari senior saya ini Bang John ya, mengenai kurang ketidak seriusan mungkin Bang John terhadap pembahasan di depan apa Pansus ya Panja sorry di Panja ya sudah ini mungkin apa mungkin sekedar masukan apalagi temen- temen yang di BNPB yang yang yang mungkin saja menganggap “wah saya sebentar lagi juga mau pensiun jadi nggak terlalu membutuhkan itu, saya pikir sedikit-sedikit terus hilang” mudah-mudahan tidak ada pemikiran-pemikiran seperti itu sehingga kita sama-sama berjuang, mau yang sebentar lagi pensiun ataupun yang masih lama kita sekarang nggak lihat kita pribadi lah.

Kita lihat bagaimana penanganan bencana ini secara secara keseluruhan.

Kemudian berikutnya, saya setuju pencegahan itu harus dikedepankan dibanding penanganan ini juga sama dengan kesehatan, pencegahan harus diutamakan dibanding pengobatan. Nah kalau pencegahan pasti lebih murah dibanding penanganan. Saya juga setuju dan ini juga harus dimaksimalkan Pak Ketua dimana kita harus tetap memperjuangkan alokasi APBN dan APBD 2% di setiap penganggaran setiap tahunnya. Itu kita harus

(19)

- 19 -

maksimalkan itu karena itu dia tadi memang negara kita negara apa super paketnya bencana. Saya mengalami lah di daerah saya itu kalau sudah bencana wah kalau sudah kejadian kasihan rakyat, pejabat yang pejabat di daerah saja sangat prihatin bagaimana masyarakat gitu. Jadi enggak main- main kalau sudah kalau sudah apa kalau sudah bencana.

Yang terakhir Pak Doni, ini saya mau nitip saya ingatkan saja khusus untuk di Luwu Utara. Alhamdulillah, saya terima kasih juga Pak berkat bantuan Ketua dan Wakil Ketua, Pak Doni berapa kali ke Luwu Utara, saya ucapkan terima kasih. Cuma ada sedikit juga hutang Pak Dodi, Pak Doni, yah Huntapnya belum jalan, kemudian RRnya juga kemungkinan RRnya yang dari ada tambahan itu tadi ya, kelihatannya kalau dilihat dari itu tadi.

Yang terakhir ini harapannya pada saat penanganan bencana kalau bisa keterlibatan masyarakat terutama dalam menggunakan kearifan-kearifan lokal itu tetap harus dikedepankan. Terima kasihkurang lebihnya, saya mohon maaf.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT :

Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Terima kasih Pak Fauzi dari Golkar. Pak Iskan Qolba dari PKS.

F-PKS. (H. ISKAN QOLBA LUBIS, M.A) : Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Terima kasih Pimpinan, pertama sebetulnya kan secara legal formalnya itu kita boleh melakukan pengalihan refocusing anggaran. Nah walaupun umpamanya BNPB tidak melakukan reproduksi tetapi kita sebagai anggota dewan boleh gitu ya. Jadi jangan kita belum dibilang begitu kita seolah-olah sudah selesai gitu. Khususnya teman-teman yang punya, saya dengar tadi itu di kampung saya juga ada banjir ini di sana ada apa gitu ya?

Karena kita harus membuat konsep juga dana-dana musibah atau dana bencana berbasiskan dapil kita itu penting kita itu penting.

Karena saya lihat umpamanya, ke depan ini untuk menjaga NKRI ini anggaran ini juga sensitif Pak. Umpamanya kita lihat operasional Wisma Atlet 848 miliar ya kan. Ini kan di daerah pulau Jawa yang 70% uang itu beredar di pulau Jawa dan uang itu beredar cuma 2 km dari dari Blok M sampai pinggir laut sana. Nah makanya wajar kalau teman-teman marah itu 10 juta jadi nggak dapat di dapilnya gitu ya wajar aja Pak Ketua gitu ya.

Saya bukan untuk diri saya, saya ingin mema ingin memahami apa sebelumnya keluhan teman-teman itu Komisi VIII. Jadi laporan 46 bukan apa- apa ini saya bukan cemburu adalah pelaporan Wisma Atlet di Jakarta, Jakarta

(20)

- 20 -

itu 75 triliun anggarannya pusat tinggal Wisma Atlet Anis selesaikan itu ini yang 800 mau kami bagi ini, 100 ke tempatnya Pak Samsu Niang, 100 nya Pak Ketua, ini ke Jawa Barat. Minimal ke dapil saja 10 juta aja nggak aduh ya. Ini kan kadang kita eksekutif ini bingung saya itu, otak NKRI-nya itu nggak nyambung gitu ya. NKRI itu dari Sabang sampai Merauke. NKRRI itu harus dipahami dalam bentuk keadilan anggaran.

Maka saya ingat Pak ya nanti saya tanggal 3 akan ke Dapil itu ada namanya Padang Lawas di sana banyak yang mati, ada banjir bandang dan saya sudah kirim uang. Tanggal 3 saya ingin ada satu dari BNPB, nggak bawa uang enggak apa-apa, minimal 1 orang datang bersama saya. Karena ini tempat ini akan terus berlanjut karena di situ banyak apa banjir bandang dan kalau nggak ada RR itu dia enggak akan selesai sampai akhir zaman.

Jadi ini saya terus terang aja Pak saya hanya beritahu kalau ada memang BNPB datang Alhamdulillah kalau nggak datang nggak apa-apa tetapi mulai Padang Lawas ya Pak namanya Padang Lawas itu Padang Lawas itu di Tapanuli Selatan lama, itu di internet ada itu kalau di Padang Lawasnya tapi uangnya nanti belum masuk ke Padang Lawas itu.

Jadi anggaran itu kita ke depan untuk konsep NKRI itu adalah konsep keadilan anggaran ya. Kalau yang di Jakarta ini anggaran konsumsi atlet yang memanfaatkan apa pak Iskan juga, saya, teman-teman ya kita di sini tuh tak usah diurus lah, kita bisa hidup sendiri. Yang kita urus itu ya daerah- daerah di di pinggir-pinggir di Jawa Barat sana, di NTT, di Sulawesi Selatan, kan di Aceh gitu. Jadi tolong Pak kalau teman-teman ini tadi itu dari Bu tadi itu staff Bapak itu harus mendata harus apa sensitif gitu harus sensitif gitu aja di mana ini Padang Lawas. Ini siapa punya ini oh ini dapilnya Pak Ketua umpamanya ya atau ini siapa ini siapa gitu. Padahal kita nggak butuh banyak- banyak sih. Bapak bawa aja situ umpamanya Indomie apa kita ada di situ “Oh rupanya Pak Iskan itu Komisi VIII yang mengurusi BNPB, oh dia bawa orang BNPB, oh dia bawa orang BNPB bawa Indomie” orang udah senang gitu. Kita sih enggak cemburu laporan 46 Bapak bagi di Wisma Atlet. Tapi perlu diketahui Jakarta itu udah banyak duit itu udah banyak duitnya di Jakarta ini 35 triliun anggaranya DKI, itu yang pertama.

Jadi saya minta kalau memang tidak bisa dianggarkan kayak apa namanya bencana berbasis dapil gitu. Kenapa disebut berbasis dapil karena kita ini apa gunanya anggota DPR. DPR itu adalah representative NKRI ya kan dan kalau DPR itu dapil dia dia memang bagian dari NKRI tapi dia itu bertanggung jawab untuk dapil dia. Sebab kalau dia enggak pikirkan itu siapa yang mikirin gitu ya. Jadi wajar kalau teman-teman Komisi VIII itu ngambek itu dapil saya enggak ada ini apa ya. Jadi itu Pak Pak Ketua jadi tolong staf Bapak itu sekali-kali Bapak jewer juga kalau enggak sensitif ke kita itu Pak.

Yang kedua tentang aja jadi lupa semuanya ya. Anggaran kan di, saya kadang lihat BNPB itu dia kalau dulu dia P3A Pemberdayaan Perempuan itu kalau di anggaran itu sensitif mereka karena memang nggak ada tambahan kalau di BNPB, saya lihat itu nggak ada anggaran ya selow selow aja.

Kenapa ? karena ada dana on call di Menteri Keuangan ada dana siap pakai hebat itu badan yang paling hebat di Indonesia ini. Dia bisa mendapatkan

(21)

- 21 -

anggaran tanpa melalui perencanaan. Maka kita sendiri enggak tahu ini anggaran ini habis 2 triliun, 3 triliun dari mana asalnya terus apa kita nggak nggak nggak bisa ngontrol sama sekali Pak Ketua. Jadi tolong kalau memang DSP ini sudah lewat ya tolonglah anggaran yang sedikit juga dibagi-bagi juga ke apa namanya dapilnya, Ibu ini paling memperhatikan dapilnya. Sudah berapa Bu yang habis katanya senin kemarin 1000 itu. Jadi habis apa gajinya Ibu ini semua dikasih ke dapilnya Masya Allah.

Yang terakhir Yang Pak Ketua ini yang saya sampaikan jadi tolong pak ya untuk Padang Lawas itu ya tanggal 3 ada 1 lah. Saya nggak minta si Meterinya dating, Eselon 1 2 3 juga nggak apa-apa yang penting ada BNPB- nya capnya gitu kan. Insya Allah kita kalau dapilnya saya bantu lah ya kalau masalah biayanya.

Terus yang terakhir, barangkali saya tadi seperti yang saya katakan kita masih mengusulkan supaya ada refocusing untuk berbasis dapil. Jadi nanti mungkin bicara aja Bapak dengan Ketua seperti apa bentuknya dan yang terakhir begitu pun saya tetap memberikan apresiasi Pak kepada Bapak-Bapak yang sudah kerja keras siang malam tapi memang begitu kalau eksekutif itu harus harus dikritik kalau dikritik kalau enggak dikritik dia nanti makin dikritik itu makin bagus kinerjanya Pak ya. Jadi Bapak-Bapak itu pasti butuh sama DPR. Saya itu pak Ketua tolong di ini diperhatikan ini teman- teman

KETUA RAPAT : Ya

F-PKS. (H. ISKAN QOLBA LUBIS, M.A) :

Bukan kita minta-minta tapi ada sesuatu yang kita pertanggungjawabkan ke publik kan kalau bilang Pak Iskan di BNPB ya orang jadi gitu sama pesantren kalau nggak dapat umpamanya walaupun dia cuma 3 juta itu. Oh berarti adanya manfaatnya kawan itu kira-kira begitu jadi masalah ini lupa masalah karakter, masalah harga diri juga ya, bukan masalah uang enggak tapi masalahnya masa sih nggak ada perhatian gitu.

Jadi kalau kita di Komisi VIII, pesantren dapat wajar dong ya kan karena kita udah gak dapat lagi jembatan di Komisi V kan gede. Jadi kita yang hak-hak rakyat itu kita perhatikan lah ya.

Itu saja Pak Ketua, mohon maaf ya Pak Doni dan teman-teman BNPB tetap semangat, sehat-sehat dan berharap supaya BNPB juga tetap lanjut ya.

Jadi Ketua kalau memang undang-undang ini jadi rancu semua banyak- banyak apa namanya makin tidak jelas ya udah kita stop aja ya yang ada aja ini kita pertahankan tapi mudah-mudahan BNPB juga makin makin aktif lah ya sama-sama teman-teman juga.

Terima kasih.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(22)

- 22 -

KETUA RAPAT :

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih Pak Iskan Qolba dari PKS. ya mungkin tadi saya buka seluas-luasnya kepada para Anggota, sedangkan di sini untuk bencana alam memang sudah tertulis 2 triliun misalnya banjir, tanah longsor, angin puting beliung itu sudah disebutkan dari Aceh, Sumut, nah Sumut mungkin luas Sumut itu kan bisa nanti di sana juga dengan Pak Sestama lah nanti gimana, Banten ini Banten daerah saya nih. Ya tapi di Serang kan nggak ada bencana masa minta uang bencana kan nggak mungkin juga gitu kan.

Nah jadi nanti saya kita masih bisa ditindaklanjuti lah nanti apa namanya hal-hal yang berkaitan dengan aspirasi teman-teman dan saya memang mendukung teman-teman kalau ada bencana di tempat para Anggota nggak ada perhatian ya tapi tetap itu kalau anggota langsung mungkin nggak bisa tapi mungkin melalui Pemdanya ya kita tetap harus skema.

Entar dulu Bu Anisah nyela nyela aja.

Jadi saya kira kita tetap memperhatikan itu ya nanti coba kita komunikasikan lebih lanjut. Cukup dari Pak Iskan. Iya tadi sorry Pak Wachid dari Gerindra.

F-PARTAI GERINDRA (ABDUL WACHID) : Terima kasih.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang kami hormati Pimpinan dan Anggota Komisi VIII.

Yang kami hormati dari BNPB terutama Pak Jenderal Doni.

Saya dari Dapil 2 Jawa Tengah Pak yang Doni, dari Jawa Tengah yang juga termasuk juga daerah bencana Pak. Ada banjir yang kemarin juga berhari-hari bahkan berminggu-minggu, tanah longsor ya, gempa bumi dan juga ada merapi, erupsi. Jadi cukup kompleks, tadi udah sampai kan temen- temen saya hanya ingin tambahin aja Pak Doni. Sebenarnya bahasa yang disampaikan oleh teman-teman itu terutama Pak Iskan itu harus benar-benar dimengerti ya, dari Pak John barang.

Jadi itu apa sih Pak, komunikasi, komunikasi itu artinya komunikasi, kan ini itu komunikasi, komunikasi itu komunikasi Pak, ya Pak Ace ya. Jadi bahasa saya itu biar ini ada semangat Pak Doni, biar ada semangat teman- teman ini terutama kita kemarin melakukan konsinyering namun kami tidak bisa ikut ya karena ada kunjungan di Dapil. Terus terangnya kita semangat untuk membahas masalah undang-undang bencana tapi sifatnya memang

(23)

- 23 -

harus memperkuat BNPB kalau tidak memperkuat BNPB kami tidak mau Komisi VIII Pak itu seperti itu.

Yang perlu kami sampaikan Pak Doni, jadi kami harapkan itu Komisi VIII ini ada begitu ada semacam kita ini kita ini punya mitra yang bener-bener bisa kita andalkan di suatu saat kejadian di daerah Pak. Jadi kalau suatu saat kontak temen-temen Komisi VIII ini, mohon diperhatikan karena Bapak ini kan di bawah mitra kami ya, diperhatikan. Saya sampai ini saya terus terangnya ini pembina resque ya untuk lembaga saya, saya punya di Provinsi Jawa Tengah dan itu lengkap sudah. Kami belum pernah Pak mendapatkan bantuan apa itu kapal karet atau apapun belum pernah. Pasukan saya Pak siap ya dan ini sudah lama saya bentuk Pak sudah 10 tahun saya bentuk.

Kami menanggalkan namanya partai politik meskipun saya ini Ketua Partai di Jawa Tengah, ya kami tanggalkan Pak. Selalu Bapak bisa tanya bener nggak itu BPBD Jawa Tengah itu yang bahkan selalu aktif Pak bahkan dulu karena ada kan untuk pelatihan di Magelang di Srumbung. Saya minta kehadiran dari BNPB enggak ada yang datang Pak.

Kami sebenarnya -maaf- kami ini Pimpinan Partai di Jawa Tengah saya punya mitra tapi saya menghadirkan BNPB satu kebanggaan Pak meskipun perlu Pak Doni hadir jadi kami ini di mata dapil atau di mata BPBD

“Oh ternyata Pak Wachid Komisi VIII ya” kan begitu Pak itu hanya itu saja Bapak hadir itu sudah sangat luar biasa. Alhamdulillah Ketua BPBD Jawa Tengah proaktif ada kami. jadi gini Pak tadi saya sampaikan sebelum rapat ke Bapak itu, itu sebenarnya antaranya adalah keluh kesah dari kami.

Selanjutnya kaitannya dengan masalah kehadiran dari pada BNPB, banjir yang ada di Jawa Tengah kemarin itu partisipasi masyarakat sangat luar biasa Pak. Kami bikin dapur-dapur umum yang itu baik di Kudus. Di Pati, baik di Demak ya, di Kendal, Semarang bikin dapur umum Pak. Uang dari pribadi sendiri Pak dari masyarakat. Lha tapi sebenarnya itu yang disampaikan Pak Iskan, ada nggak itu, anggaran yang bisa dipastikan basis dapil tidak harus masuk kepada kami pribadi Pak. Meskipun kami bicara pada BNPB, BNPB kami teruskan ke BPBD oh BPBD diteruskan ke BNPB oh ini Komisi VIII ini gitu Pak atau bisa juga Kementerian Sosial. Nah ini kaitanya dengan yang sampaikan teman-teman.

Yang selanjutnya kaitanya dengan bencana itu Pak, Bapak kan tidak langsung dibawah naungan Kementerian tapi langsung kepada Presiden. Jadi sebenarnya masalah banjir ini kami soroti ya ini terus terangnya Peran dari pada Menteri, Kementerian PUPR ini sangat penting. Jadi kalau terutama masalah tanggul-tanggul sungai yang sekarang ini sudah rusak ya, yang banyak terjadi sekarang itu untuk perbaikan ya, saluran irigasi sekarang ini sudah rusak Pak. Bapak bisa menyampaikan kepada Presiden terjadi masalah banjir karena diantaranya adalah perawatan dari pada tanggul- tanggul Sungai kurang Pak.

Di Indonesia ini hanya ada 2 adalah musim hujan dan musim panas.

Sedangkan di negara, kita katakan di Eropa ada hujan, ada panas dan musim dingin ada ada tiga, empat musim. Kitanya ada dua musim ke musim panas

(24)

- 24 -

dan musim hujan. Musim panas kebakaran, musim hujan banjir. Mosok kita ini bertahun-tahun seperti itu terus ya. Ini kaitanya masalah kaitanya dengan itu tadi Pak Kementerian yang kaitannya yang membidangi kurang ada keseriusan terhadap masalah kaitannya dengan masalah tanggul, masalah waduk ini ya jadi masalah. Juga termasuk juga pasca banjir yang saya baca Pak pasca banjir Ini juga perlunya Bapak sampaikan kepada pada Presiden bahwa pasca banjir itu kasihan dengan petani yang sekarang ini dengan dampaknya banjir Pak. Tidak ada bantuan untuk bibit, tidak ada bantuan untuk pupuk ini jadi masalah juga Pak ini. Jadi ini Bapak yang bisa langsung kepada Presiden bisa sampaikan Presiden bisa nanti menyampaikan kepada kementerian terkait ya itu sampaikan seperti itu.

Jadi maksud saya Pak Doni ini terus terangnya kami siap untuk bekerja sama dan sekaligus kita dalam dalam masalah undang-undang bencana kita perkuat Bapak. Terkait masalah anggaran kita siap untuk lobi- lobi lobi-lobi kepada Menteri Keuangan siap tapi di itu tadi Pak, terkait dengan komunikasi itu permasalahan disitu Pak. saya kira begitu Pak, terima kasih.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

KETUA RAPAT :

Terima kasih Pak Wahid apa itu komunikasi. Silakan Bu Endang dari Golkar.

F-PARTAI GOLKAR (Hj. ENDANG MARIA ASTUTI, A.Ag., S.H., M.H.) : Terima kasih Pimpinan dan rekan-rekan Komisi VIII, Pak Doni.

KETUA RAPAT :

Sorry sorry Bu Endang tadi saya itu Pak Doni izin harus memperpanjang waktu tadi harusnya jam 16.00 WIB kita sampai 17.00 WIB ya. Setuju ya.

(RAPAT: SETUJU) Oke lanjut Bu Endang.

F-PARTAI GOLKAR (Hj. ENDANG MARIA ASTUTI, A.Ag., S.H., M.H.) : Terima kasih Pimpinan dan rekan-rekan Komisi VIII, Pak Doni beserta jajarannya

Sedikit menambahkan saja Pak karena sudah banyak yang dibahas oleh rekan-rekan. Kemudian tadi juga sudah disampaikan beberapa hal hanya saja mengingatkan karena kita kalau tidak salah saya bertahun-tahun sejak Pak William kemudian ganti sekarang ke Pak Doni. Nah kita ingin tetap

(25)

- 25 -

memperkuat BNPB itu sudah sejak lama namun semakin kesini mungkin karena banyaknya bencana sehingga Pak Doni lupa bahwa kita berharap BNPB itu bukan sekadar sebagai pemadam kebakaran ketika terjadi bencana turun. Kita berharap bahwa ini diperkuat juga melalui pencegahan dalam bencana itu dicegah melalui apa sosialisasi, sosialisasi ini ternyata sejak ada Pak Dodi dulu, Pak Sestama sampai sekarang Pak Harmen belum juga pernah ada sosialisasi itu.

Di daerah Pak sebagaimana yang disebutkan oleh Pak Achmad tadi itu terealisasi Pak. Jadi di Provinsi Kabupaten bisa melakukan itu tetapi dari DPR RI yang anggarannya justru kita seringkali sampaikan DSP bantuan ke daerah belum pernah kita mengadakan sosialisasi itu. Kita ingin masyarakat aware terhadap terhadap bencana sehingga pencegahan itu sedini mungkin bisa bisa dilaksanakan harapan kita sehingga program ketahanan bencana ini bisa bisa maksimal jadi kan ada ada hubungannya seperti itu. Jadi harapan saya itu aja Pak Ketua, semoga nanti di undang-undang bencana karena saya tidak masuk di Panja itu bisa diingatkan kembali, terima kasih Pimpinan.

KETUA RAPAT:

Ya memang kalau dari paparan Pak Doni tadi belum menyampaikan serapan anggaran memang belum ya kita minta itu tapi setahu saya waktu kita meletakkan 813 miliar itu ada ada kampanye apa itu Pak Sestama kampanye tentang bencana ya itu ada beberapa tempat itu termasuk di tempat saya itu ada tapi memang belum terlaksananya Pak Doni ya. Mungkin aja akan diatur jadwalnya Bu tapi sekali lagi kalau yang mitigasi bencana yang gak ada ya kemungkinan enggak dapat itu tapi saya lihat sudah sangat detil waktu itu dipaparkan di usulan BNPB daerah mana saja yang ada kampanye atau sosialisasi tentang kebencanaan pokoknya ada gitu. Cukup ya.

Oh ini Bu Sri Wulan, ini dari Nasdem ni Pak Doni pindahan dari Komisi berapa ha Komisi IX ya . Silakan Bu Sri Wulan.

F-PARTAI NASDEM (Hj. SRI WULAN, SE., MM.) : Terima kasih Bapak Ibu yang saya hormati,

Karena ini baru pindahan jadi baru semuanya buat saya jadi tidak ada salahnya kalau tadi begitu saya membuka slide ke 15 yang Pak Doni sampaikan ke meja kita semuanya bahwa ada usulan tambahan anggaran sebesar 5,xxx. Jadi mohon kiranya ini kan banyak hal-hal yang tertuang di sini dengan globalnya saja saya buka belakangnya tidak ada rinciannya Jadi mohon kiranya ini kan hal-hal yang tertuang disini dengan globalnya saja saya buka belakangnya tidak ada rinciannya jadi mohon juga memberikan gambaran kepada kita dan juga rinciannya nanti seperti apa, terima kasih.

(26)

- 26 -

KETUA RAPAT :

Cukup ya? Saya kira itu Pak Doni intinya banyak saran dan harapan Pak ya mudah-mudahan dengan dialog terbuka seperti ini saya kira inilah bentuk komitmen Komisi VIII untuk mengawal BNPB dari kemarin sampai ke depan ya pak terutama apa yang disampaikan Pak Joh Kenedy Aziz tadi tadi tentang undang-undang kebencanaan itu Pak. Saya kira Anggota Panja dari Komisi VIII ini saya tahu semangatnya sama Pak Doni walaupun mereka nggak ada deal apapun Pak.

Saya tahu tuh nggak ada pembicaraan dengan BNPB, nggak ada pembicaraan dengan Kementerian Sosial, nggak ada harus begini terus begini nggak ada Pak pasal ini harus kita bicarakan enggak Pak. Kami karena memang itu murni dari inisiatif Komisi VIII Pak sesama atau undang-undang itu tapi semangatnya sama Pak apa mau Pimpinan mau Anggota sama kami ingin memperkuat BNPB karena kita juga dosa rasanya Pak Doni kalau kebencanaan ini kita serius sih Pak.

Nah, salah satu kita setia payung hukumnya harus jelas juga. Maka ketika ada ada pendapat pertama dari Pemerintah akan melemahkan BNPB kami langsung pasang badan Pak. Kami bilang tidak lebih baik tidak merevisi Undang-Undang Nomor 24 dari pada melemahkan BNPB. Itu pun tidak kami negokan dengan apapun Pak tidak kami apa namanya atau saya kumpulkan para anggota Panja udahlah kita mainkan dulu barang nggak juga Pak. Jadi ini demi merah putih lah kira-kira begitu Bapak Ibu. Jadi kalaupun tadi ada harapan banyak dari para anggota, saya kira itu masih tingkat kewajaran Pak walaupun juga saya sarankan para anggota tetap kita harus mekanisme yang baku Pak. Kita lewati Pak kita juga nggak mau ingin ada hal-hal yang tercederai gara-gara kita mau bawa program dapil, ada aspirasi dapil, ada ini kita juga nggak mau kalau hal-hal itu melampaui batasan sebagai wewenang kita sebagai anggota DPR ya. Jadi silakan saja saya kira Pak Doni, Pak Sestama semuanya terbukalah untuk kita ini ya gan kalau ada usulan.

Saya juga kalau misalkan BNPB enggak dengar Pak Bu Ina atau Pak Iskan, saya juga siap menyuarakan teman-teman gitu loh tapi asal sekali lagi patuh dan taat peraturan yang berlaku kalau nggak ya kita nggak mau juga Pak ke hal yang tidak tidak kan, kita nggak mau seperti itu tapi saya lagi yakinlah Pak Doni. Kami membahas undang-undang bencana itu nothing to lose Pak, demi anak cucu kita pak, demi kita semua ya kan kita juga nggak tahu kapan akan berakhir tetapi kita ingin melakukan sebuah undang-undang yang betul-betul menaungi anak bangsa ini pak jadi nggak ada sedikit pun kami apa namanya mem-bargain-kan apa enggak Pak. Komitmen kami tetap kalau selama itu ada pelemahan BNPB pasti Kami pasang badan Pak terutama iya anggota Panja dan seluruh anggota Komisi VIII. Baik dari meja Pimpinan kami persilakan Bu Diah Pitaloka.

F-PKB (Dra. ANISAH SYAKUR, M.Ag.) : Pak saya Pak.

(27)

- 27 -

KETUA RAPAT :

Astaghfirullahaladzim iya iya aduh aduh ampun kita.

F-PKB (Dra. ANISAH SYAKUR, M.Ag.) : Wah lupa.

KETUA RAPAT :

Iya iya iya aduh. Ibu ini. silakan Ibu Anisah Syakur dari PKB. Walaupun nggak datang bajunya berubah juga Bu ya, tadi kan enggak baju ijo Ibu

F-PKB (Dra. ANISAH SYAKUR, M.Ag.) : Halo.

KETUA RAPAT :

Silakan Bu Anisah Syakur.

F-PKB (Dra. ANISAH SYAKUR, M.Ag.) : Ya terima kasih.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak Pimpinan beserta Anggota Komisi VIII, Pak Doni beserta jajaran yang saya hormati semuanya

KETUA RAPAT :

Bu Bu Bu Anisah

F-PKB (Dra. ANISAH SYAKUR, M.Ag.) : Langsung saja halo.

KETUA RAPAT :

Bu Anisah, itu burungnya bisa ditertibkan dulu enggak Bu itu Bu.

F-PKB (Dra. ANISAH SYAKUR, M.Ag.) : Apanya?

Referensi

Dokumen terkait

Yang saya hormati Pak Sekjen bersama dengan jajaran Pejabat Eselon I Kementerian Pertanian.. Terima kasih atas paparan yang disampaikan oleh Pak Sekjen dan para

Terima kasih Ketua. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Para Anggota yang terhormat, Pimpinan yang saya hormati. Bahwa Panja yang dibentuk ini terkait dengan

Silakan Pak Syarif. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Pimpinan yang saya hormati, Anggota-Anggota Komisi V, Para Sekjen dan seluruh jajaran. Pertama, ke

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Mas Kadafi dari Fraksi PKB, pas 3 menit. Selanjutnya kami persilakan dari Fraksi Partai Demokrat, Kang Dede.

Terima kasih, banyak kurang bersabar menunggu selesainya Pak Dewo, tapi rupanya mewakili juga Pak Hamka, mewakili Pak Hamka, Bu Novi, Pak Mul. Jadi kita bisa mengerti

Terima kasih Pimpinan. Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pimpinan dan Anggota Komisi X yang berbahagia.. Mas Menteri beserta seluruh jajaran. Tema yang yang akan

Baik. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera buat kita semua. Terima kasih, Pimpinan rapat yang sudah menyapa dan kepada juga terima kasih kepada

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Mohon maaf Ketua, Pak Menteri, saya masukan saja. Kalau memang rapat ini hari ini dilaksanakan setengah jalan, kenapa tidak