• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2017"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT)

KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2018

(2)

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar ...

i

Daftar Isi ...

ii

BAB I

PENDAHULUAN ...

I-1

1.1

Latar Belakang ...

I-1

1.2

Tujuan Rencana Kinerja ...

I-1

1.3

Manfaat Rencana Kinerja ...

I-2

BAB II

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH ...

II-1

2.1

Visi ...

II-1

2.2

Misi

...

II-2

2.3

Tujuan dan Sasaran ...

II-4

BAB III PERMASALAHAN, KONDISI EKONOMI DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN

III-1

3.1

Reviu Capaian Kinerja RPJMD Tahun 2014 -2019 sampai dengan

Tahun 2016 ...

III-1

3.2

Permasalahan Pembangunan Daerah

...

III-6

3.3

Kondisi Ekonomi Daerah ...

III-10

3.4

Prioritas Pembangunan Daerah ...

III-18

BAB IV RENCANA KINERJA TAHUNAN PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat

dan karunia-Nya, sehingga Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Pemerintah Kabupaten

Ciamis Tahun 2018 sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ciamis Tahun 2014 – 2019 dapat disusun

sesuai peraturan.

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2016

merupakan pedoman kerja bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di

lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis guna mewujudkan visi dan misi

Pemerintah Kabupaten Ciamis. Oleh karena itu Rencana Kinerja Tahunan

Pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2018 telah memuat tentang rencana kinerja

berdasarkan program prioritas untuk pencapaian sasaran dari misi pembangunan.

Rencana Kinerja Tahunan Pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2018

nantinya akan menjadi pedoman dalam penyusunan laporan kinerja instansi

pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2018. Oleh karena itu, semua program prioritas

beserta indikator kinerja yang termuat dalam Rencana Kinerja Tahunan tersebut

harus menjadi acuan kerja bagi SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Rencana Kinerja Tahunan Pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2018 juga

dapat menjadi alat ukur dalam pencapaian visi pembangunan Kabupaten Ciamis

yaitu “Ciamis Maju Berkualitas Menuju Kemandirian Tahun 2019”. Disamping itu,

rencana kinerja tahunan ini juga dapat dijadkan referensi dalam pengawasan

terhadap implementasi dari program prioritas yang telah direncanakan, baik oleh

SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis maupun oleh

stakeholders

lainnya.

Akhirnya kepada tim penyusun dan semua pihak yang telah terlibat secara

langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan Rencana Kinerja Tahunan

Pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2018 diucapkan terima kasih. Mudah-mudahan

semua target kinerja yang telah disusun dalam rencana tersebut dapat tercapai dan

bermanfaat.

(4)

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kabupaten Ciamis Tahun 2018 I - 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Perencanaan kinerja tahunan merupakan proses penyusunan

rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang

telah ditetapkan dalam rencana strategis yang akan dilaksanakan oleh

instansi Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui berbagai kegiatan

tahunan. Penyusunan rencana kinerja tahunan dilaksanakan seiring

dengan agenda penyusunan kebijakan anggaran serta merupakan

komitmen bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan daerah

untuk mencapainya dalam tahun tertentu.

Rencana kinerja tahunan yang baik tentu akan memuat

indikator kinerja yang menjadi target pencapaian selama tahun

anggaran tersebut. Sehingga rencana kinerja tahunan yang telah

disusun dapat digunakan untuk menganalisis capaian kinerja sasaran

dan kinerja keuangan selama tahun anggaran. Selain itu, terhadap

permasalahan yang ditemui selama pelaksanaan rencana kinerja

tahunan akan dapat dicarikan solusi yang tepat agar tidak terulang di

tahun tahun yang akan datang. Rencana kinerja mempunyai nilai

strategis dalam perencanaan dan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten

Ciamis. Oleh karena itu, dalam desain rencana kerja tahunan

diperlukan objektivitas terhadap kemampuan dan daya dukung daerah.

Disamping itu, diperlukan pula partisipasi aktif dan keseriusan dari

semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dari program

pembangunan daerah agar rencana kinerja pemerintah Kabupaten Ciamis

dapat tercapai dengan baik.

1.2. Tujuan Rencana Kinerja

Rencana Kinerja Tahunan Pemerintah Kabupaten Ciamis

Tahun 2018 disusun dengan tujuan untuk :

a.

Menetapkan strategi pembangunan daerah berdasarkan visi dan

misi pembangunan daerah;

b.

Menetapkan rencana kinerja tahunan daerah beserta indikatornya;

(5)

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kabupaten Ciamis Tahun 2018 I - 2

1.2.

Manfaat Rencana Kinerja

Rencana

Kinerja

Tahunan

Pemerintah

Kabupaten

Ciamis

diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut :

a.

Menjadi dasar dalam penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah

Kabupaten Ciamis Tahun 2018;

b.

Menjadi bahan masukan dalam peningkatan kinerja pelaksanaan

(6)

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kabupaten Ciamis Tahun 2018 II - 1

BAB II

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH

2.1.

Visi

Visi merupakan arah pembangunan atau kondisi masa depan daerah yang

ingin dicapai dalam 5 (lima) tahun mendatang.Visi juga harus menjawab

permasalahan pembangunan daerah dan/atau isu strategis yang harus diselesaikan

dalam jangka menengah serta sejalan dengan visi dan arah pembangunan jangka

panjang daerah.

Dengan mempertimbangkan kondisi daerah, permasalahan pembangunan,

tantangan yang dihadapi serta isu-isu strategis, dirumuskan visi, misi, tujuan

dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah maka Visi Kabupaten Ciamis

Tahun 2014-2019.

“ Ciamis Maju Berkualitas Menuju Kemandirian Tahun 2019”

Visi tersebut mengandung makna sebagai berikut :

Maju Berkualitas

: Bahwa pembangunan Kabupaten Ciamis yang saat ini

telahmemberikan

perubahan

ke

tingkat

kemajuan

berdasarkan perkembangan indikator makro pembangunan,

diperlukan penguatan agar tidak hanya sekedar kemajuan

melainkan kemajuan yang lebih berkualitas. Oleh karenanya

pembangunan daerah kedepan harus dirancang sedemikian

rupa sehinggasecara efektif harus berdampak terhadap

pertumbuhan

yang

tinggi,

percepatan

penanggulangan

kemiskinan, penyediaan

lapangan kerja dan berusaha

dengan tetap menjaga dan

memelihara kualitas sumber

daya alam dan lingkungan hidup guna pembangunan

berkelanjutan. Hasil-hasil pembangunanjuga tidak hanya

sekedar kuantitas tetapi ke depan lebih ditekankan pada

kualitas.

Kemandirian

: Kabupaten Ciamis ke depan harus diarahkan untuk dapat

mendayagunakan

segenap

potensi

yang

dimiliki

gunaterwujudnya kemandirian, baik

kemandirian sosial,

politikmaupun ekonomi.

(7)

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kabupaten Ciamis Tahun 2018 II - 2

atas Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Ciamis Tahun

2005-2025 secara jelas direfleksikan pada Visi Dengan Iman dan Taqwa Ciamis Menjadi

Kabupaten yang Maju, Mandiri dan Sejahtera.

2.2.

Misi

Misi disusun dalam rangka mengimplementasikan langkah-langkah yang

akan dilakukan dalam mewujudkan visi yang telah dipaparkan di atas. Rumusan

misi merupakan penggambaran visi yang ingin dicapai dan menguraikan

upaya-upaya apa yang harus dilakukan. Rumusan misi disusun untuk memberikan

kerangka bagi tujuan dan sasaran serta arah kebijakan

yang ingin dicapai dan

menentukan jalan yang akan ditempuh untuk mencapai visi.

Rumusan misi disusun dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan

strategis, baik eksternal dan internal yang mempengaruhi serta kekuatan,

kelemahan, peluang dan tantangan yang ada dalam pembangunan daerah. Misi

disusun untuk memperjelas jalan atau langkah yang akan dilakukan dalam rangka

mencapai perwujudan visi.

Dengan gambaran misi yang demikian, tim menelaah misi kepala daerah

dan

makna

serta

implikasinya

bagi

perencanaan

pembangunan,

lalu

menerjemahkannya

ke dalam pernyataan misi sesuai kriteria pernyataan misi

sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Dalam

rangka

mewujudkan

visi

tersebut,

ditetapkan

5

(lima)

misi

pembangunan Kabupaten Ciamis 2014-2019, sebagai berikut:

Misi 1

:

Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Pembangunan yang menekankan pada kualitas Sumber Daya Manusia

(SDM) ini ditandai dengan membaiknya tarafpendidikan dan derajat

kesehatan penduduk, yang didukung olehmeningkatnya ketersediaan

dan kualitas pelayanan sosial dasar bagi masyarakat agar lebih

produktif serta berdaya saing untuk mencapai kehidupan yang lebih

makmur dan sejahtera.

Misi 2

:

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif

serta penguatan kemitraan pemerintah dengan dunia usaha dan

masyarakat

Dimaksudkan

untuk

mewujudkan

pelayanan

publik

yang prima,

penyelenggaraan

pemerintahan

yang

baik

dan

bersih,

serta

menjalankan fungsi pemerintah sebagai mitra masyarakat dan dunia

usaha yang didukung dengan kompetensi aparat yang profesional serta

sarana dan prasarana yang memadai.

Misi 3

Meningkatkan

ketersediaan

dan

kualitas

infrastruktur

serta

pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan

Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur yang mendukung

pertumbuhan dan kelancaran aktivitas sosial dan perekonomian dengan

tetap memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ciamis

sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Misi 4

:

Membangunperekonomian daerah yang tangguh

(8)

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kabupaten Ciamis Tahun 2018 II - 3

kerakyatan

dengan

seluruh

kekuatan

sumber

daya

daerah,

menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta penyediaan sarana

dan prasarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari semua

sektor dan meningkatkan daya saing daerah dengan tetap menjaga

keseimbangan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan hidup.

Misi 5

:

Meningkatkan percepatan pembangunan perdesaan

Meningkatkan

kemampuan

pemerintah

desa

melalui pemberian

wewenang secara proporsional kepada pemerintahan desa, sesuai

dengan semangat otonomi desa, baik dalam

menentukan nasibnya

sendiri,

maupun

dalam

pengambilankeputusan

dalam

rangka

membangun diri dan lingkungannya secara mandiri.

RPJMD Kabupaten Ciamis periode tahun 2014-2019 merupakan tahap

ketiga dari Rencana Pembangunan Panjang Jangka Daerah (RPJPD) 2005-2025,

yaitu tahap yang diarahkan untuk

memantapkan

pengembangan

hasil

pembangunan pada tahap sebelumnya dalam rangka pencapaian daya saing

untuk mewujudkan kemandirian masyarakat yang berlandaskan pada keunggulan

sumber daya manusia dan pengelolaan potensi wilayah yang berkualitas dengan

pemantapankemampuan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Misi dalam RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun 2014-2019 tersebut mengacu

dan berpedoman pada RPJPD Kabupaten Ciamis Tahun 2005-2025, dan oleh

karenanya terdapat hubungan yang kuat antara Misi dalam RPJPD dengan

Misi dalam RPJMD sebagaimana tabel berikut ini:

Tabel 2.1.

Keterkaitan Misi pada RPJPD Kabupaten Ciamis 2005-2025 dengan Misi pada

RPJMD Kabupaten Ciamis 2014-2019

MISI RPJPD 2005-2025

MISI RPJMD 2014-2019

Misi 1

Meningkatkan kualitas sumber

daya manusia yang beriman,

bertaqwa dan berakhlak mulia.

Misi 1

Meningkatkan Kualias Sumber

Daya Manusia

Misi 2

Meningkatkan penyelenggaraan

Pemerintahan yang baik.

Misi 2

Mewujudkan tata kelola

pemerintahan yang efisien dan

efektif serta penguatan kemitraan

pemerintah dengan dunia usaha

dan masyarakat

Misi 3

Meningkatkan pengelolaan dan

pemanfaatan sumber daya

alam yang berwawasan

lingkungan

Misi 3

Meningkatkan ketersediaan dan

kualitas infrastruktur serta

pengelolaan lingkungan hidup

yang berkelanjutan

Misi 5

Meningkatkan percepatan

pembangunan perdesaan

Misi 4

Meningkatkan produksi,

produktivitas, kualitas, nilai

(9)

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kabupaten Ciamis Tahun 2018 II - 4

MISI RPJPD 2005-2025

MISI RPJMD 2014-2019

tambah dan pemasaran

komoditas daerah

2.3.

Tujuan dan Sasaran

Tujuan dan sasaran adalah tahap perumusan sasaran strategis yang

menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam RPJMD Kabupaten Ciamis 2014-2019

yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan arsitektur kinerja pembangunan

daerah secara keseluruhan.

(10)

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kabupaten Ciamis Tahun 2018 II - 5

Tabel 2.3.

Keterkaitan Misi, Tujuan, Sasaran, Indikator Kinerja dan Target Kinerja

Misi Tujuan Indikator Kinerja

Tujuan Satuan

Target

Target Kinerja Sasaran Target Kinerja pada Akhir RPJMD (2013) Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun

2019 2015 2016 2017 2018

1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

1 Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan

1 Indeks Pendidikan

Poin 69,2 1 Meningkatkan

layanan pendidikan yang berkualitas

1 RLS Tahun 7,82 8,01 8,24 8,38 8,52 8,66 8,66

2 AHLS %

2 Indeks Kesehatan

Poin 77,38 1 Meningkatnya

layanan kesehatan

1 Angka

Harapan Hidup;

Tahun 67,97 68,07 68,12 68,17 68,22 68,27 68,27

2 Mengendalikan pertumbuhan penduduk

1 LPP % 0,44 1 Mempertahanka

n laju pertumbuhan penduduk

1 LPP % 0,44 0,44 0,44 0,44 0,44 0,44 0,44

3 Meningkatkanya peran

perempuan dalam pembangunan

1 Indeks Development Gender

Orang 85,20 1 Meningkatnya

partisipasi organisasi pemuda dalam pembangunan

1 Prestasi Pemuda Pelopor

(11)

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kabupaten Ciamis Tahun 2018 II - 6

4 Meningkatkan perlindungan dan

kesejahteraan sosial

1 Jumlah

penduduk miskin

orang 78.516 1 Menurunnya

tingkat kemiskinan.

1 Jumlah

penduduk miskin

orang 109.546 98.394 93.297 88.456 83.834 78.516 78.516

2 Mewujudkan

tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif serta penguatan kemitraan pemerintah dengan dunia usaha

1 Predikat penilaian LPPD

kategori B

1

Meningkatnya kualitas tata kelola

kategori sangat tinggi

Opini BPK. Nilai WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP

2 Meningkatkan pelayanan publik

1 Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

% 72

2 Meningkatnya kesadaran hukum dan HAM serta stabilitas keamanan dan ketertiban umum

1 Persentase menurunnya pelanggaran hukum

% 956 1 Terkendalinya

stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

1 Menurunnya

jumlah kriminalitas

kasus 5.276 3.836 3.116 2.396 1.676 956 956

3 Meningkatkan hubungan kerjasama kemitraan dengan masyarakat, dunia usaha (perindustrian dan

perdagangan ) dan perguruan tinggi dalam pelaksanaan pembangunan daerah

1 Jumlah

kerjasama kemitraan dengan masyarakat, dunia usaha dan perguruan tinggi dalam pelaksanaan pembangunan daerah

buah 10 1 Mengembangkan

kerjasama pemerintah daerah dengan masyarakat dunia usaha dan perguruan tinggi

1 Jumlah

kerjasama kemitraan dengan masyarakat, dunia usaha dan perguruan tinggi

Buah 5 1 1 1 1 1 10

3 Meningkatkan ketersediaan dan kualitas

1 Menyediakan infrastruktur yang

1 Kemantapan

jalan kabupaten

% 70,05 1 Meningkatnya

keandalan sarana dan

1 Kemantapa

n jalan kabupaten

(12)

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kabupaten Ciamis Tahun 2018 II - 7

infrastruktur serta pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan

mendukung aktivitas ekonomi, sosial dan budaya serta keselamatan dan kelancaran transportasi

2 Rasio

jaringan irigasi dalam kondisi baik

m/ha 11 11 11 11 11 11 11

2 1 Menurunnya

angka kecelakaan lalu lintas

2 Jumlah ruas jalan kabupaten yang dilalui angkutan penumpang umum

Ruas 10 11 11 11 12 12 12

3 Meningkatkan penanggulangan bencana dan perlindungan masyarakat

1 Persentase kejadian bencana alam yang tidak ada korban jiwa (dan material)

%

4 Membangunan

perekonomian daerah yang tangguh

1 Meningkatkan kemampuan ekonomi daerah

1 LPE % 5,1 1 Meningkatnya

kinerja perekonomian

1 LPE % 5,09 5,04 5,07 5,01 5,05 5,1 5,1

2 Inflasi % 7,21 7,04 7,13 7,07 7,07 7,04 7,04

3 Penganggur an

Rp 16.706.05

1

2 Daya Beli Masyarakat

(13)

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kabupaten Ciamis Tahun 2018 II - 8

3 NTP

3

Menurunnya disparitas pendapatan

1 Indek Gini poin

2 Meningkatkan ketahanan pangan

1 Penurunan

rumah tangga rawan pangan;

% 1 Meningkatnya

ketersediaan, keterjangkauan, konsumsi, sistem informasi dan kelembagaan pangan

1 Ketersediaa n: cadangan pangan daerah dan masyarakat

Stabilitasi harga dan pasokan pangan

% 98 90 90 90 90 90 90

Persentase Angka Kecukupan Energi (%AKE)

% 64 66 70 75 80 90 90

5 Meningkatkan percepatan pembangunan perdesaan

1 Mewujudkan

kemandirian masyarakat desa

1 Meningkatnya Indeks Pembanguna n Desa

1 Meningkatnya Indeks Pembangunan Desa

1 Indeks Pembangun an Desa

2

Meningkatnya Indeks Desa Membangun

2 Meningkatnya Indeks Desa Membangun

(14)

BAB III

REVIU CAPAIAN KINERJA, PERMASALAHAN, KONDISI EKONOMI DAN

PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2018

3.1. Reviu Capaian Kinerja RPJMD Tahun 2014 -2019 sampai dengan Tahun 2016

Realisasi RPJMD Tahun 2014 -2019 berisi uraian mengenai hasil evaluasi target dan

capaian Tahun 2016 terhadap RPJMD Tahun 2014-2019.

Dalam melaksanakan kegiatan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Ciamis telah

menetapkan 5 (lima) misi yang akan dicapai. Pencapaian misi-misi ini perlu untuk selalu

dievaluasi sebagai masukan bagi perbaikan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Ciamis.

Evaluasi pencapaian misi pembangunan Kabupaten Ciamis dilakukan melalui evaluasi terhadap

berbagai indikator RPJMD, evaluasi terhadap pelaksanaan program APBD Tahun 2016 dan

evaluasi terhadap data-data BPS. Berdasarkan pada hasil evaluasi yang telah dilakukan, maka

pencapain misi pembangunan Kabupaten Ciamis dapat dijelaskan sebagaimana tabel berikut :

Tabel 2.60.

Target Dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD 2014-2019 Tahun 2016

No. Sasaran No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi

Persentase Capaian Kinerja (%)

Misi 1 : Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

1

Meningkatkan layanan pendidikan yang berkualitas

1 Indeks Pendidikan Poin 84,38 84,84 100,55 2 RLS Tahun 8,24 8,36 101,46 3 AMH % 99,11 99,39 100,28 4 Partisipasi anak usia dini dalam

PAUD % 50,00 55,20 110,40

2 Meningkatnya budaya dan minat baca

1 Kapasitas perpustakaan: Jumlah Perpustakaan daerah &

perpustakaan keliling; buah 195 340 174,36

3 Meningkatnya layanan kesehatan

1 Angka Harapan Hidup Tahun 68,12 68,12 100,00 2 AKI Orang 16 15 106,25 3 AKB Bayi 210 136 135,24 4 Balita gizi buruk Balita 137 135 101,46

5 Cakupan desa/kelurahan

Universal Child Imunitation (UCI) % 100 100 100,00

6

Cakupan level I pelayanan yang harus diberikan gawat darurat di sarana kesehatan (RS)

% 100 100 100,00

7

Cakupan yang dilakukan desa/kelurahan penyelidikan epidemiologi <24 jam

% 100 100 100,00

8 Cakupan desa siaga aktif % 100 100 100,00

4 Meningkatnya kesehatan lingkungan 1

Sanitasi Total Berbasis

(15)

No. Sasaran No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi

Persentase Capaian Kinerja (%)

5 Mempertahankan laju

pertumbuhan penduduk 1 LPP % 0,44 0,46 95,45

6

Meningkatnya partisipasi organisasi pemuda dalam pembangunan

1 Jumlah organisasi kepemudaan Kelompo

k 181 110 60,77

7

Meningkatnya peran perempuan dalam ber-politik/kemasyarakatan

1 Partisipasi perempuan di pasar

kerja; Persen 1 1 100,00

8 Meningkatnya prestasi

olahraga. 1

Prestasi Olahraga:

- Jumlah sarana olahraga Unit 1.019 1.022 100,29

9

Pengembangan dan penguatan nilai budaya yang berkembang di masyarakat.

1 Jumlah situs seni dan budaya; Situs 303 162 53,47

2 Tempat seni dan budaya unit 234 79 33,76

10

Pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan sehari-hari.

1

Tempat ibadah yang menerima bantuan

- Mesjid Unit 740 270 36,49

- Gereja Unit 4 0 0

- Kelenteng Unit 1 0 0

11

Mewujudkan harmoni-sasi dan kerukunan antar kelompok masyarakat, inter umat beragama maupun antar umat beragama serta pengembangan toleransi terhadap keragaman agama

1 Kasus berlatar belakang SARA kasus 0 0 100,00

12 Menurunnya tingkat

kemiskinan. 1 Jumlah penduduk miskin orang 93.297 93.480 99,80 13

Terlindunginya perempuan dan anak-anak dari tindak kekerasan.

1 Jumlah KDRT terhadap ibu dan

anak; kasus 16 45 281 14 Menurunnya PMKS. 1 Penurunan jumlah PMKS; sasaran 12.300 36.061 293,18

Misi 2 : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif serta penguatan kemitraan pemerintah dengan dunia usaha dan masyarakat

1 Meningkatnya kualitas

SDM aparat 1 Kapasitas aparatur:

PNS berijazah S1,S2,S3 % 52 57,41 110,40 Keikutsertaan dalam diklat orang

1.120 2.774 274,68 2 Meningkatnya efektifitas

dan efisiensi birokrasi 1 Database:

Persentase ketersediaan SOP; % 40 40 100,00 Pengadaan arsip secara baku % 100 100 100,00 2 Ketersediaan berbagai dokumen

perencanaan

Ada/Tid

ak Ada Ada 100,00 3 Prestasi:

penilaian LAKIP; Nilai B CC 90,80 Predikat penilaian LPPD; kategori sangat

tinggi

Sangat

tinggi 100,00 Opini BPK. Nilai WTP WTP 100,00 3 Meningkatnya

transparansi. 1 Kepemilikan web pemerintah Unit 1 1 100,00 4 Meningkatnya pelayananmasyarakat. 1 Indeks kepuasan masyarakat;(jumlah unit kerja) % 57 84,21 147,74

5

Meningkatnya pelayanan administrasi

kependudukan.

(16)

No. Sasaran No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi

Persentase Capaian Kinerja (%)

6 Meningkatnya KesadaranHukum masyarakat. 1 Jumlah produk hukum yangdilegalkan Perda 10 19 190,00 2 Jumlah desa sadar hukum desa 45 50 111,11

8

Terciptanya supremasi hukum dan perlindungan Hak Azasi Manusia (HAM).

1 Cakupan penegakan perdadan/atau perkada kasus 3.116 482 15,47

9

Terkendalinya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

1 Jumlah anggota Linmas per

10.000 penduduk Orang 45 44 97,78 2 Rasio pos siskamling per desa/

kelurahan unit 42 37 88,10

10

Mengembangkan kerjasama pemerintah daerah dengan masyarakat dunia usaha dan perguruan tinggi

1 Jumlah kerjasama Buah 1 2 200,00

Misi 3 : Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur serta pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan

1

Meningkatnya keandalan sarana dan prasarana transportasi

1 Kemantapan jalan kabupaten % 59,25 66,78 112,71

2

Jumlah ruas jalan kabupaten yang sudah dilengkapi fasilitas keselamatan lalu lintas

ruas 5 5 100,00

3

Jumlah ruas jalan kabupaten yang dilalui angkutan

penumpang umum Ruas 11 11 100,00

2

Meningkatnya keandalan sistem jaringan

infrastruktur sumber daya air dan pengelo-laan sumber daya air

1 Rasio jaringan irigasi dalam

kondisi baik m/ha 21.461 29.554 137,71

2 Proporsi jumlah kecamatan yang

bebas banjir % 92,3 85,18 92,29

3

Meningkatkan Akses Masyarakat terhadap Sarana dan Prasarana Dasar Permukiman

1

Cakupan desa/kelurahan dengan akses sarana pra sarana dasar pemukiman

% 57,2 22,64 39,58

4

Meningkatnya cakupan pelayanan dan kualitas infra-struktur energi, ketenegalistrikan dan pembinaan usaha tambang

1 Rasio elektrifikasi rumah tangga % 72 82,17 114,13

5

Meningkatnya daya dukung dan daya tampung lingkungan

1

Persentase luas kawasan lindung dan berfungsi lindung terhadap luas wilayah

% 39,59 40,65 102,68

2 Pencapaian status mutu sungai

dengan tingkat cemar sedang % 20 10 50,00 6 Meningkatnya RTH yang

dikelola Pemerintah 1

Persentase RTH yang dimiliki dan dikelola Pemerintah Daerah di Wilayah Perkotaan

% 1,35 3,01 222,96

2

Persentase Tempat

Pemakaman Umum Per Satuan Penduduk

% 0,059 0,162 274,06

7

Meningkatakan

penanggulangan bencana dan perlindungan masyarakat

1 Cakupan pelayanan bencana

kebakaran % 12,33 12,29 99,68

8 Meningkatnya kualitas

penataan ruang 1 Jumlah Rencana Tata Ruang

dokume

n 6 7 116,67 2

Kawasan pertanian berkelanjutan yang harus dipertahankan

Ha 17.815 18.000 101,04

3

Kawasan Hutan produksi terbatas yang harus dipertahankan

Ha 9.910,72 9.910,72 100,00

(17)

No. Sasaran No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi

Persentase Capaian Kinerja (%)

Misi 4 : Membangun perekonomian daerah yang tangguh

1

Meningkatnya peran koperasi, UMKM dan lembaga keuangan non perbankan dalam pengembangan perekonomian rakyat

1 Jumlah koperasi aktif Unit 319 292 91,54

2 Jumlah UMKM Unit 3.833 14.545 379,47 Meningkatnya investasi

yang berbasis potensi unggulan lokal

1 Lama proses perijinan Hari 10 10 100,00

2 Jumlah investasi:

Jumlah investor PMA perusaa

han 1 0 0,00 Jumlah PMDN perusaa

han 991 703 70,94 Nilai investasi PMA (juta

US$) 1 0 0,00 Nilai investasi PMDN Milyar

Rp 173 178 102,89 3 Meningkatnya daya saing

potensi unggulan daerah 1

Jumlah produk yang telah

dilindungi oleh HAKI IKM 11 11 100,00 2 Jumlah komoditas unggulan

pertanian bersertifikat Jenis 3 3 100,00 3 Dokumen potensi daerah Dokume

n 1 1 100,00 4 Jumlah kunjungan wisatawan Orang 500.000 640.941 128,19

5

Jumlah pameran produk unggulan pariwisata dan ekonomi kreatif

Kali 6 9 150,00

6 Jumlah objek wisata rintisan

baru lokasi 6 4 66,67

4

Terwujudnya sentra-sentra pertumbuhan ekonomi yang berbasis potensi unggulan lokal

1 Jenis komoditi industri jenis 30 33 110,00

2 Jumlah kluster indutri kluster 1 1 100,00 5 Meningkatnya kuali-tas

sarana prasarana perekonomian masyarakat

1 Jumlah pasar pemda unit 4 4 100,00

2 Jumlah pasar desa unit 48 48 100,00

6

Meningkatnya pendapatan masyarakat dan

menurunnya disparitas pendapatan

1 LPE % 5,07 5,02 99,01

2 PDRB Per kapita (AdHB) Rp 20.570.7 52

20.721.06

6 100,73 3 Paritas Daya Beli (PPP) (x 1000) Rp 64.236 64.326 100,14 4 Inflasi % 7,13 2,75 138,71 5 Pengangguran % 5,47 5,30 103,11 7 Terjaminnya lahan

pertanian berkelanjutan 1

Luas tanah pertanian pangan

berkelanjutan Ha

16.802,2

9 18.000 107,13

8

Meningkatnya produksi dan produktivitas komoditi pertanian , peternakan, perikanan dan kehutanan

1 Kinerja sektor pertanian:

Produksi padi per tahun Ton/Ha 549.134 530.496 96,61 Produksi jagung Ton/Ha 21.972 36.022 163,95 Produktivitas padi ku/Ha 64,52 66,04 102,36 Produktivitas jagung Ku/Ha 68,75 72,16 104,96 Produksi Kelapa dalam ton 19.344,0

(18)

No. Sasaran No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi

Persentase Capaian Kinerja (%)

Produksi kakao ton 324,93 350,09 107,74 Produksi cengkeh ton 58,57 60,30 103,06 Produksi karet ton 61,12 122,80 200,92 Produksi teh ton 345,37 346,00 100,18 Produksi kopi ton 658,49 668,15 101,47

2

Kontribusi setiap sub-sektor di sektor perta-nian terhadap PDRB :

Tanaman bahan makanan % 20,82 17,71 85,08 Tanaman perkebunan % 1,67 1,84 110,20 Peternakan dan hasil-hasilnya % 3,43 3,45 100,61 Kehutanan % 0,23 0,25 108,70 Perikanan % 0,88 0,91 103,41 3 Konsumsi ikan kg/kapit

a/ tahun 17,56 17,72 100,91

9

Berkembangnya berbagai aktivitas off farm untuk meningkatkan penghasilan petani

1 Jumlah promosi hasil

a. Pertanian/ perkebunan kali 4 5 125,00 b. Peternakan kali 4 6 150,00 c. Kehutanan kali 1 2 200,00

10

Meningkatnya ketersediaan,

keterjangkauan, konsumsi, sistem informasi dan kelembagaan pangan

1 Ketersediaan cadangan pangan daerah dan masyarakat :

Jumlah lumbung pangan

masyarakat; unit 105 428,52 408,11 Besarnya cadangan padi/ beras

di lumbung;

ton/tahu

n 255 259 101,57 Besarnya cadangan gabah

daerah

ton/tahu

n 65 410,53 631,58 2 Distribusi dan akses pangan :

Stabilitasi harga dan pasokan

pangan % 90 100 111,11 3 Penganekaragaman dan

keamanan pangan Tingkat konsumsi pangan

berbasis non-beras; % 45 22,98 51,07 Skor pola pangan harapan % 70 76,2 108,86 4 Penanganan kerawanan

pangan:

Penurunan rumah tangga rawan

pangan; % 40 65,38 163,45 Daerah rawan pangan

tertangani lokasi 12 4 33,33

Misi 5 : Meningkatkan percepatan Pembangunan Perdesaan

1

Meningkatnya kapasitas sumber daya aparatur pemerintah desa dan BPD.

1 Aparatur desa yang mengikutidiklat Orang 100 2.401 2.401

2

Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana perdesaan.

1 Bangunan desa dalam kondisi

baik Persen 73,64 86,43 117,37 3 Menurunnya jumlah desa

tertinggal. 1 Jumlah desa tertinggal Desa 27 27 100,00

4

Meningkatnya kappa-sitas kelembagaan masyarakat dalam pembangunan desa.

1 Jumlah LPM aktif Lembag

(19)

No. Sasaran No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi

Persentase Capaian Kinerja (%)

5

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat desa.

1 Jumlah UPPKS aktif Kelompo

k 288 243 84,38

6

Penguatan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan pembangunan.

1 Jumlah kader pembangunan Orang 530 530 100,00

2 Kader Posyandu Orang 7.895 8.042 101,86

Sumber : RPJMD Kabupaten Ciamis 2014-2019, BPS Kab. Ciamis, Buku LKPJ Bupati Ciamis Tahun 2016

Dari Tabel 2.4 diatas dapat diketahui bahwa dari keseluruhan indikator kinerja RPJMD

Tahun 2014-2019 sebanyak 88 buah, capaian kinerja sampai dengan tahun 2016 menunjukkan

hasil terdapat 62 indikator kinerja atau sebanyak 70,45% mencapai/melebihi target, dan 25

indikator kinerja atau sebanyak 28,41% tidak mencapai target kinerja RPJMD Tahun 2014-2019.

3.2. Permasalahan Pembangunan Daerah

Berdasarkan hasil analisis gambaran umum kondisi daerah dan evaluasi pelaksanaan

program dan kegiatan RKPD tahun 2016 yang menjadi isu permasalahan daerah yang

berhubungan dengan prioritas pembangunan daerah, dan permasalahan lainnya yang

berhubungan dengan layanan dasar dan potensi unggulan daerah, adalah sebagai berikut :

Prioritas 1. Peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan

, dengan permasalahan

antara lain pada urusan Pendidikan yaitu jumlah tenaga pendidik PNS semakin

berkurang, serta sarana dan prasarana sekolah masih kurang memadai.

Prioritas 2. Peningkatan kualitas dan aksesibilitas kesehatan

, dengan permasalahan antara

lain pada urusan Kesehatan yaitu terbatasnya SDM tenaga Medis Spesialistik,

kualitas sarana pelayanan dasar (Aspek Fisik) Puskesmas, Pustu di beberapa

wilayah masih belum memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam Peraturan

Menteri Kesehatan RI Nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas; intensitas

penyebaran beberapa penyakit menular (

multiple burden of desease

) atau

munculnya penyakit lain, kejadian luar biasa serta penyakit tidak menular yang

berkontribusi terhadap kesakitan dan kematian; ancaman bencana alam, bencana

buatan manusia termasuk

Global Warming

yang berdampak pada kesehatan

masyarakat.

Prioritas 3. Revitalisasi Pertanian, kehutanan dan perikanan

, dengan permasalahan antara

lain:

(20)

2.

Pada urusan Pertanian yaitu penerapan input teknologi pertanian belum

optimal, Nilai tambah hasil produksi pertanian belum optimal, akses pemasaran

dan kinerja kelembagaan pemasaran di tingkat petani belum optimal, Potensi

Alih Fungsi Lahan Sawah Produktif, produksi pangan perlu dioptimalkan,

kurang diminatinya usaha pembibitan ternak oleh masyarakat, sehingga

berpengaruh terhadap jumlah akseptor IB.

3.

Pada urusan Kehutanan yaitu sesuai dengan amanat Pemerintah Provinsi Jawa

Barat luas kawasan lindung di Kabupaten Ciamis sebesar 42,5% dari total luas

wilayah, dengan luas kawasan lindung yang demikian besar tersebut maka

diperlukan adanya kejelasan bebas lokasi dari kawasan yang ada di Kabupaten

Ciamis.

4.

Pada urusan Kelautan dan Perikanan yaitu konsumsi ikan di Kabupaten Ciamis

tidak berbanding lurus dengan produksi ikan, yang disebabkan faktor budaya

masyarakat.

Prioritas 4. Pengembangan pariwisata dan dunia usaha,

dengan permasalahan antara lain:

1.

Pada urusan Koperasi dan UKM, yaitu masih adanya koperasi yang kodisinya

tidak sehat, hal tersebut dikarenakan para pengurus dan anggota masih ada

yang belum menguasai tentang manajemen pengelolaan koperasi, pendirian

koperasi tidak didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi anggota atau

kesamaan kegiatan usaha anggota, sehingga koperasi mengalami kesulitan

dalam menentukan kegiatan usaha yang seharusnya memiliki kepentingan

langsung dengan kepentingan ekonomi atau kegiatan usaha anggotanya;

masih banyak koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang

memerlukan bantuan fasilitas dalam mengembangkan usahanya; serta akses

layanan perbankan terhadap pelaku usaha koperasi maupun UKM masih relatif

rendah.

2.

Pada urusan Penanaman Modal, yaitu belum mempunyai Rencana Umum

Penanaman Modal (RUPM) Kabupaten, serta belum optimalnya promosi

investasi daerah.

3.

Pada urusan Pariwisata, yaitu belum tertatanya beberapa Obyek Wisata

terutama Obyek Wisata rintisan.

(21)

5.

Pada urusan Industri, yaitu Daya saing produk-produk Industri Kecil dan

Menengah (IKM) untuk bersaing di pasaran dalam hal pemasaran

produk-produknya masih sangat kurang.

Prioritas 5. Penanggulangan kemiskinan, pengangguran, dan ketenagakerjaan

, dengan

permasalahan antara lain:

1.

Pada urusan Sosial yaitu Belum adanya panti jompo dan panti psikotik milik

pemerintah, serta Database penduduk miskin masih belum terintegrasi;

2.

Pada urusan Ketenagakerjaan yaitu Sarana dan prasarana Kursus Latihan

Kerja (KLK) sebagai pusat pelatihan keterampilan di Kabupaten Ciamis

mengalami rusak berat; dan Tenaga instruktur

yang ada untuk KLK masih

kurang;

3.

Pada urusan Transmigrasi, yaitu Adanya pembatasan kuota transmigran dari

pemerintah pusat;

4.

Pada

urusan

Kesatuan

Bangsa

dan

Politik

Dalam

Negeri,

yaitu

penertiban/penanganan masalah Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar

(PGOT) dengan OPD terkait di wilayah Kabupaten Ciamis masih belum

maksimal; serta kegiatan penanganan Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat)

seperti penertiban para Pekerja Seks Komersial (PSK) ke hotel-hotel dan

kost-kostan masih belum maksimal penanganannya.

Prioritas 6. Pemberdayaan masyarakat, pengarustamaan gender serta pemuda dan

olahraga

, dengan permasalahan antara lain:

1.

Pada urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, yaitu belum seluruh desa

di Kabupaten Ciamis memiliki BUMDes;

2.

Pada urusan Pemberdayaan Perempuan dan Anak, yaitu masih tingginya

Angka Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, belum memiliki

Tenaga Ahli (Psikolog) dan Sarana Prasarana untuk penanganan korban

Kekerasan

Dalam

Rumah

Tangga,

belum

optimalnya

pengembangan

Kabupaten Layak Anak (KLA), serta pengarusutamaan Gender (PUG),

Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dan Forum Anak Daerah (FAD);

3.

Pada urusan Pemuda dan Olahraga, yaitu masih terbatasnya sarana dan

prasarana olahraga.

(22)

Prioritas 7. Penanggulangan

bencana

dan

pengelolaan

lingkungan

hidup

,

dengan

permasalahan

antara

lain

pada

urusan

Lingkungan

Hidup,

yaitu

Belum

terintegrasinya prinsip-prinsip pembangunan berwawasan lingkungan di berbagai

sektor, kualitas udara dan air belum dapat diuji secara legal formal meskipun

Kabupaten Ciamis telah memiliki laboratorium lingkungan, masih banyak pelaku

usaha/kegiatan

yang

menimbulkan

dampak

bagi

lingkungan

tetapi

belum

melakukan upaya pengelolaan limbah yang dihasilkan, Keterbatasan sarana dan

prasarana pengelolaan sampah, masih rendahnya pemahaman dan kesadaran

masyarakat dalam penanganan sampah, belum optimalnya keterlibatan pihak

swasta dalam pengelolaan sampah, belum optimalnya lahan untuk Ruang Terbuka

Hijau yang dikelola dan dimiliki oleh pemerintah.

Prioritas 8. Ketersediaan dan kualitas infrastruktur wilayah

, dengan permasalahan antara

lain:

1.

Pada urusan Pekerjaan Umum, yaitu masih tingginya tingkat kerusakan jalan

kabupaten untuk kategori rusak berat, sehingga memerlukan penanganan yang

bertahap, terjadinya pendangkalan dan kerusakan tebing sungai/ saluran irigasi

sehingga menyebabkan banjir dan mengurangi pasokan air baku dan irigasi,

banyaknya kejadian bencana alam yang merusak saluran irigasi, sehingga

proporsi jaringan irigasi dalam kondisi baik dan sedang pada akhir tahun

dibawah target yang ditetapkan, kurangnya pemeliharaan dan masih adanya

tonase kendaraan yang melalui jalan perdesaan tidak sesuai dengan kekuatan

konstruksi jalan yang dibangun, belum tersedianya masterplan pengembangan

jaringan drainase di Kabupaten Ciamis;

2.

Pada urusan Perumahan, yaitu masih banyak rumah tangga yang rawan

sanitasi dan air bersih terutama di daerah dataran tinggi, masih lemahnya

kualitas kelembagaan pengelola air bersih pedesaan, masih rendahnya

cakupan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) dibandingkan dengan luas

wilayah kabupaten, belum terdapatnya Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang

dimiliki dan dikelola Pemerintah Daerah dan terbatasnya lahan Tempat

Pemakaman

Umum

(TPU)

yang

dikelola

Pemerintah

Desa

maupun

masyarakat.

Prioritas 9. Meningkatkan Kinerja Aparatur dan Tata Kelola Pemerintahan Daerah

, dengan

permasalahan antara lain:

(23)

2.

Pada urusan Pertanahan, yaitu kurang optimalnya pengelolaan administrasi

tanah-tanah hak pakai pemerintah Kabupaten Ciamis;

3.

Pada urusan Kependudukan dan Catatan Sipil, yaitu perangkat pelayanan

KTP-el yang pengadaannya dari Kemendagri sudah banyak yang kurang berfungsi

secara optimal, Alokasi blangko KTP-el dari Kemendagri tidak memadai

sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan; Pengolahan data kependudukan

belum optimal, hal ini disebabkan Laporan Lahir Mati Pindah Datang (LAMPID)

dari desa belum disampaikan secara rutin tiap bulan; serta Pelayanan keliling

dokumen kependudukan ke kecamatan, terutama ke desa-desa masih belum

optimal karena kendala jaringan komunikasi data.

4.

Pada urusan Otonomi Daerah, yaitu jumlah aparatur pengawasan belum ideal;

potensi PAD belum tergali secara optimal; serta kekurangan ASN yang

profesional dan kompeten.

5.

Pada urusan Kearsipan, yaitu masih kurangnya kualitas dan kuantitas SDM

fungsional arsiparis; serta masih kurangnya kapasitas depo arsip yang

menampung roll opack arsip-arsip vital.

6.

Pada urusan Komunikasi dan Informatika, yaitu perlunya koordinasi antar

SKPD dalam mengirimkan data website Kabupaten Ciamis sehingga data yang

ditampilkan selalu merupakan data yang mutakhir; serta sering terjadi

gangguan dalam keamanan sistem informasi Pemerintah Daerah.

Prioritas 10.Pembangunan Perdesaan,

dengan permasalahan antara lain: Pada urusan

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, yaitu belum seluruh desa di Kabupaten

Ciamis memiliki BUMDes.

3.2. Kondisi Ekonomi Daerah

Perkembangan perekonomian suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari

interaksi aktivitas ekonomi baik dalam skala lokal, regional, nasional dan

aktivitas ekonomi internasional yang saling tarik menarik dan memiliki korelasi

antar satu dengan yang lainnya. Aktivitas ekonomi yang semakin terbuka

dewasa ini, pada akhirnya juga dipengaruhi oleh kondisi perekonomian baik

secara

nasional

maupun

internasional,

baik

itu

menyangkut

kebijakan

pemerintah

di

sektor

moneter

maupun

sektor

riil,

maupun

pengaruh

perekonomian global seperti naik turunnya harga minyak dunia dan nilai tukar

mata uang asing, serta pengaruh kondisi keuangan global yang diyakini akan

(24)

3.2.1. Produk Domestik Regional Bruto

Perkembangan perekonomian daerah dapat dilihat dari pertumbuhan Produk Domestik

Regional Bruto (PDRB), baik PDRB Atas Dasar Harga Berlaku maupun Atas Dasar Harga

Konstan. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi

yang dihasilkan oleh suatu wilayah. Distribusi PDRB atas Dasar Harga Berlaku menurut sektor

menunjukkan struktur perekonomian atau peranan setiap sektor ekonomi dalam suatu daerah.

Sektor-sektor ekonomi yang mempunyai peranan besar menunjukkan basis perekonomian dari

suatu daerah, sementara PDRB Atas Dasar Harga Konstan berguna untuk menunjukkan Laju

Pertumbuhan Ekonomi (LPE) secara keseluruhan maupun sektoral (lapangan usaha) dari Tahun

ke Tahun. Nilai PDRB yang besar menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang besar

pula, sedangkan kualitas perkembangan suatu wilayah salah satunya dapat dilihat dari tingkat

pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam

perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat

bertambah. Nilai dan kontribusi PDRB berdasarkan lapangan usaha Atas Dasar Harga Berlaku

tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.2.1.1

Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2014 - 2016

Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2010 (Juta Rupiah) Kabupaten Ciamis

Kategori Lapangan Usaha Tahun

2014 *) % 2015 **) % 2016***) %

A Pertanian, Kehutanan, dan

Perikanan 5.184.719,87 25,42 5.589.159,99 24,42 5.499.212,2 22,59 B Pertambangan dan

Penggalian 47.072,43 0,23 49.773,96 0,22 51.064,0 0,21 C Industri Pengolahan 1.530.467,67 7,50 1.702.926,85 7,44 1.835.433,4 7,54 D Pengadaan Listrik dan Gas 13.954,35 0,07 16.334,35 0,07 16.067,4 0,07 E Pengadaan Air,

Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

6.916,03 0,03 7.336,03 0,03 7.589,0 0,03

F Konstruksi 1.853.028,93 9,09 2.025.104,63 8,85 2.162.005,6 8,88 G Perdagangan Besar dan

Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

4.322.638,40 21,19 4.800.838,40 20,98 5.171.938,4 21,24

H Transportasi dan

Pergudangan 2.362.041,88 11,58 2.944.529,88 12,87 3.296.613,9 13,54 I Penyediaan Akomodasi dan

Makan Minum 840.032,88 4,12 940.532,88 4,11 1.026.427,9 4,22 J Informasi dan Komunikasi 599.696,59 2,94 691.596,59 3,02 790.996,6 3,25 K Jasa Keuangan dan

Asuransi 739.162,92 3,62 818.575,92 3,58 872.737,9 3,58 L Real Estate 650.579,53 3,19 710.791,53 3,11 762.991,5 3,13

M,N Jasa Perusahaan 179.477,49 0,88 198.277,49 0,87 215.627,5 0,89

O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

693.783,57 3,40 765.859,56 3,35 792.993,6 3,26

P Jasa Pendidikan 865.389,09 4,24 1.029.389,09 4,50 1.169.789,1 4,81 Q Jasa Kesehatan dan

Kegiatan Sosial 169.924,63 0,83 196.624,63 0,86 218.534,6 0,90 R,S,T,U Jasa lainnya 336.575,17 1,65 398.575,17 1,74 454.375,2 1,87

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL BRUTO 20.395.461,43 100,00 22.886.226,94 100,00 24.344.397,8 100,0

(25)

Dari tabel tersebut terlihat bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan setiap

tahunnya masih merupakan sektor unggulan kabupaten meskipun persentase nilainya

mengalami penurunan dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016. Kontribusi sektor pertanian,

kehutanan dan perikanan berdasarkan harga berlaku pada tahun 2016terhadap perekonomian

Kabupaten Ciamis, yaitu sebesar 22,59 %, tahun 2015 sebesar 24,42 % semakin menurun

dibandingkan tahun 2014 yang sebesar 25,42 %. Kontribusi sektor terbesar kedua adalah sektor

perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor yang memberikan kontribusi

sebesar 21,24% pada tahun 2016 dan 20,98% pada tahun 2015 serta tahun 2014 sebesar

21,19%. Kontribusi sektor terbesar ketiga berdasarkan harga berlaku pada tahun 2016 adalah

sektor

transportasi

dan

pergudangan

yang

memberikan

kontribusi

sebesar

32,54%,

perkembangan sektor ini sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 terus mengalami

peningkatan.

Berdasarkan kondisi tersebut, maka dilihat dari strukturnya, perekonomian Kabupaten

Ciamis pada dasarnya ditunjang oleh 3 (tiga) sektor utama, yaitu sektor pertanian, kehutanan

dan perikanan, sektor perdaganganbesar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor serta

sektor transportasi dan pergudangan. Ketiga sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar

57,38 % dari total PDRB Kabupaten Ciamis pada tahun 2016. Hal ini terjadi karena karakter

Kabupaten Ciamis adalah agraris dan perdagangan sehingga kontribusi sektor pertanian,

kehutanan dan perikanan serta sektor perdaganganbesar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda

motor mendominasi struktur ekonomi Kabupaten Ciamis.Selain itu, kontribusi sektor transportasi

dan pergudangan memberikan kontribusi yang signifikan.

(26)

Tabel 3.2.1.2

Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2014 s.d 2016

Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2010 (Juta Rupiah)

Kabupaten Ciamis

Kategori Lapangan Usaha Tahun

2014 *) % 2015 **) % 2016***) %

A Pertanian, Kehutanan, dan

Perikanan 3.955.539,82 23,49 3.918.595,70 22,04 3.829.792,8 20,51 B Pertambangan dan Penggalian 38.237,56 0,23 38.449,07 0,22 38.777,1 0,21

C Industri Pengolahan 1.294.506,79 7,69 1.384.131,78 7,78 1.477.475,7 7,91

D Pengadaan Listrik dan Gas 12.440,61 0,07 12.525,81 0,07 12.623,5 0,07

E Pengadaan Air, Pengelolaan

Sampah, Limbah dan Daur Ulang 5.954,32 0,04 6.026,36 0,03 6.100,4 0,03

F Konstruksi 1.583.580,85 9,40 1.658.172,91 9,33 1.734.666,5 9,29

G Perdagangan Besar dan Eceran;

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 3.638.354,91 21,61 3.902.990,39 21,95 4.114.657,1 22,04

H Transportasi dan Pergudangan 1.931.119,33 11,47 2.113.382,79 11,89 2.313.542,4 12,39

I Penyediaan Akomodasi dan

Makan Minum 678.969,84 4,03 725.629,57 4,08 775.937,8 4,16 J Informasi dan Komunikasi 600.647,69 3,57 693.327,63 3,90 800.601,4 4,29

K Jasa Keuangan dan Asuransi 615.887,33 3,66 658.058,07 3,70 703.200,5 3,77

L Real Estate 533.242,95 3,17 559.972,26 3,15 588.161,3 3,15

M,N Jasa Perusahaan 147.370,32 0,88 157.842,09 0,89 169.078,9 0,91

O

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

642.132,30 3,81 656.479,72 3,69 671.195,2 3,59

P Jasa Pendidikan 725.879,61 4,31 810.202,93 4,56 900.632,0 4,82

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan

Sosial 145.443,96 0,86 160.226,65 0,90 174.292,9 0,93 R,S,T,U Jasa lainnya 290.107,46 1,72 323.790,67 1,82 361.440,9 1,94

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL BRUTO 16.839.415,64 100,00 17.779.804,41 100,00 18.672.176,4 100,0

Sumber: BPS Kabupaten Ciamis *)Angka Perbaikan

**)Angka Sementara

***)Angka Sangat Sementara

3.2.3. PDRB Per Kapita

(27)

Grafik 3.2.3.1

Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Ciamis

Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2014-2016

Sumber: BPS Kabupaten Ciamis *)Angka Perbaikan

**)Angka Sementara

***)Angka Sangat Sementara

Grafik 3.2.3.2

Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Ciamis

Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2014-2016

Sumber: BPS Kabupaten Ciamis *)Angka Perbaikan

**)Angka Sementara

***)Angka Sangat Sementara

3.2.4. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)

Kualitas perkembangan suatu wilayah salah satunya dapat dilihat dengan tingkat

pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam

perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat

bertambah.

(28)

Tabel 3.2.4

Laju Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan

Kabupaten Ciamis Tahun 2014-2016 (%)

Kategori Lapangan Usaha Tahun

2014 *) 2015 **) 2016 ***)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan -1,97 -0,93 -2,27

B Pertambangan dan Penggalian 2,03 0,55 0,85

C Industri Pengolahan 7,49 6,92 6,74

D Pengadaan Listrik dan Gas 0,22 0,68 0,78

E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan

Daur Ulang 1,18 1,21 1,23

F Konstruksi 4,70 4,71 4,61

G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil

dan Sepeda Motor 7,71 7,27 5,42

H Transportasi dan Pergudangan 11,44 9,44 9,47

I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 6,88 6,87 6,93

J Informasi dan Komunikasi 15,41 15,43 15,47

K Jasa Keuangan dan Asuransi 1,82 6,85 6,86

L Real Estate 4,41 5,01 5,03

M,N Jasa Perusahaan 9,77 7,11 7,12

O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan

Jaminan Sosial Wajib -4,08 2,23 2,24

P Jasa Pendidikan 12,02 11,62 11,16

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 14,63 10,16 8,78

R,S,T,U Jasa lainnya 12,23 11,61 11,63

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 5,07 5,58 5,02

Sumber: BPS Kabupaten Ciamis *)Angka Perbaikan

**)Angka Sementara

***)Angka Sangat Sementara

3.2.5. Tingkat Inflasi

Laju Inflasi Kabupaten Ciamis pada tahun 2016 tergolong inflasi ringan atau inflasi

merayap (

creeping inflation

) yang masih wajar dan belum mengganggu perekonomian secara

menyeluruh, yaitu mencapai 2,75 %, lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang

mencapai 3,51% dan tahun 2014 mencapai 7,47 %. Pada tahap inflasi ringan diyakini dapat

mendorong peningkatan pendapatan nasional.

Grafik 3.2.5

Perkembangan Inflasi di Kabupaten Ciamis

Tahun 2014-2016

Sumber: BPS Kabupaten Ciamis

(29)

3.2.6. Gini Ratio

Tingkat pemerataan perekonomian suatu daerah dapat dilihat dari pemerataan distribusi

pendapatan yang sering diukur dengan koefisien gini dan persentase kemiskinan. Adapun kriteria

kesenjangan/ketimpangan yang ditentukan oleh Bank Dunia (

World Bank

) adalah G<0,40 berarti

ketimpangan rendah, antara 0,40

G

0,50 berarti ketimpangan sedang dan G > 0,50 berarti

ketimpangan tinggi. Selama tahun 2014 sampai tahun 2015 kondisi gini rasio di Kabupaten

Ciamis berada pada angka <0,40 yang artinya memiliki tingkat ketimpangan rendah. Kondisi gini

ratio di Kabupaten Ciamis tahun 2014 sebesar 0,31, pada tahun 2015 menjadi 0,33 dan pada

tahun 2016 menjadi sebesar 0,30.

3.2.7. Tingkat Kemiskinan

Penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu kebijakan prioritas pembangunan,

baik

pemerintah

pusat,

provinsi

termasukKabupaten

Ciamis.

Program-program

yang

dilaksanakan diarahkan untuk menurunkan angka kemiskinan. Gambaran angka kemiskinan di

Kabupaten Ciamis selama kurun waktu 3 (tiga) tahunseperti terlihat pada tabel 2.10.

Tabel 3.2.7

Perkembangan Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Ciamis Tahun 2014-2016

No.

Indikator

Tahun

Satuan

2014

2015

2016*

1

Jumlah Penduduk Miskin

99.610

104.870

93.480

Orang

2

Persentase Penduduk

Miskin

8,44

8,98

7,95

%

Sumber: BPS Kabupaten Ciamis *) Angka Sangat Sementara

(30)

3.2.8. Indeks Pembangunan Manusia

Peningkatan kualitas sumber daya manusia ditandai oleh semakin meningkatnya Indeks

Pembangunan Manusia (IPM) yang dapat terlihat dari tiga indikator utama, yaitu Indeks

Kesehatan, Indeks Pendidikan dan Indeks Pengeluaran.

Indikator

yang

mewakili

bidang

pendidikan terhadap IPM adalah Angka Harapan Lama Sekolah serta Angka Rata-Rata Lama

Sekolah (RLS). Gambaran umum Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Ciamis

selama kurun waktu 3 (tiga) tahun seperti terlihat pada tabel 2.11 dibawah ini:

Tabel 3.2.8

Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Ciamis Tahun 2014-2016

No.

Indeks

Tahun

2014

2015

2016

1

Indeks Pendidikan

62,49

62,58

63,13

2

Indeks Kesehatan

77,45

78,06

78,29

3

Indeks Pengeluaran

63,93

64,43

64,74

IPM

67,64

68,02

68,40

Sumber: BPS Kabupaten Ciamis

Tabel di atas menunjukan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) setiap tahunnya

mengalami peningkatan, dimana IPM Kabupaten Ciamis pada tahun 2014 sebesar 67,64 poin

meningkat menjadi 68,02 poin pada tahun 2015 atau terjadi peningkatan sebesar 0,38 poin dan

tahun 2016 menjadi sebesar 68,40 poin. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari peningkatan

Indeks Pendidikan, Indeks Kesehatan, dan Indeks Pengeluaran setiap tahunnya. Capaian Indeks

Pendidikan untuk tahun 2014 sebesar 62,49 poin, Indeks Kesehatan 77,45 poin dan Indeks

Pengeluaran 63,93 poin, meningkat pada tahun 2015 menjadi sebesar 62,58 point untuk indeks

pendidikan, 78,06 poin untuk indeks kesehatan dan sebesar 64,43 poin untuk indeks

pengeluaran. Demikian halnya untuk tahun 2016 ketiga indeks tersebut mengalami peningkatan

kembali. Gambaran umum kondisi IPM serta faktor-faktor pendukungnya selama 3 (tiga) tahun

seperti terlihat pada Grafik 2.7 dibawah ini:

Grafik 3.2.8

Perkembangan IPM dan Komponennya di Kabupaten Ciamis

Tahun 2014-2016

(31)

3.2.9. Ketenagakerjaan

Aspek ketenagakerjaan dapat terlihat dari jumlah angkatan kerja, tingkat pengangguran

terbuka, tingkat kesempatan kerja dan upah minimun. Secara rinci perkembangan indikator

ketenagakerjaan di Kabupaten Ciamis Tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.14

Angkatan Kerja, Tingkat Pengangguran Terbuka, Tingkat Kesempatan Kerja dan

Upah Minimun Kabupaten di Kabupaten Ciamis Tahun 2014-2016

No. Indikator

Tahun

Satuan

2014 2015 2016

1 Angkatan Kerja 555.648 531.235 569.974 Orang 2 Tingkat Pengangguran Terbuka 5,39 6,99 5,30 % 3 Tingkat Kesempatan Kerja 94,61 93,01 94,70 % 4 Upah Minimum Kabupaten * 1.040.982 1.177.000 1.363.319 Rp.

Sumber: Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan BPS Kabupaten Ciamis tahun 2016

Gambaran kondisi sosial masyarakat Kabupaten Ciamis dapat dilihat diantaranya dari

indikator ketenagakerjaan dan kemiskinan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten

Ciamis tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 mengalami fluktuatif dimana pada tahun 2015

mengalami peningkatan namun menurun kembali pada tahun 2016. Peningkatan tingkat

pengangguran ini ditunjang dengan tingkat kesempatan kerja yang menunjukkan penurunan dari

sebesar 94,61% pada tahun 2014, menjadi sebesar 93,01% pada tahun 2015 dan tahun 2016

sebesar 94,70%. Sedangkan untuk Upah Minimum Kabupaten, setiap tahun mengalami

peningkatan, dimana pada tahun 2016 sebesar Rp1.363.319,00.

3.3.

Prioritas Pembangunan

Program pembangunan daerah yang akan dilaksanakan untuk mencapai sasaran prioritas

pembangunan dan target indikator makro Kabupaten Ciamis Tahun 2016 dengan mengacu pada

RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun 2014-2019 adalah berjumlah 171 program yang terbagi ke

dalam 6 Urusan Wajib Pelayanan Dasar, 18 Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar, 8 Urusan

Pilihan, 5 Urusan Penunjang Pemerintahan, 4 Urusan Pendukung, Urusan Kesatuan Bangsa dan

Politik, Kewilayahan dan Non Urusan, yaitu:

A.

Urusan Wajib Pelayanan Dasar

(1)

Pendidikan

1. Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);

2. Program Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI);

3. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan;

(32)

5. Program Pendidikan Non Formal dan Informal;

6. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.

(2)

Kesehatan

1. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan;

2. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana

Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya;

3. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan;

4. Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit ;

5. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/RS Jiwa/RS

Paru-paru/Rumah Sakit Mata;

6. Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD;

7. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan;

8. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat;

9. Program Upaya Kesehatan Masyarakat;

10. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin;

11. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak

Menular;

12. Program Perbaikan Gizi Masyarakat;

13. Program Pengembangan Lingkungan Sehat;

14. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan makanan.

(3)

Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

1. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan;

2. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan;

3. Program Pembangunan turap/talud/bronjong;

4. Program Pembangunan sistem informasi/database jalan dan jembatan;

5. Program Sarana dan Prasarana Kebinamargaan;

6. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan

Pengairan Lainnya;

7. Program Pengendalian Banjir;

8. Program Pembangunan Jalan Lingkungan Permukiman Perkotaan;

9. Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong;

10. Program Perencanaan Tata Ruang;

11. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang;

12. Program Pemanfaatan Ruang;

(33)

(4)

Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

1. Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh;

2. Program Pengembangan Perumahan;

3. Program Lingkungan Sehat Perumahan;

4. Program Pengelolaan Areal Pemakaman;

5. Program Peningkatan Jalan Lingkungan Permukiman Perkotaan.

(5)

Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat

1. Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal;

2. Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan;

3. Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan;

4. Program Peningkatan Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran;

5. Program Pencegahan dan Penanggulangan Korban Bencana Alam.

(6)

Sosial

1. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan

PMKS Lainnya;

2. Program Layanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial;

3. Program Pembinaan Anak Terlantar;

4. Program Pembinaan Panti Asuhan atau Panti Jompo;

5. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial.

B.

Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar

(1)

Tenaga Kerja

1. Program Peningkatan Kesempatan Kerja;

2. Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja;

3. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja;

4. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan.

(2)

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

1. Program

Peningkatan

Peran

Serta

dan

Kesetaraan

Gender

dalam

Pembangunan;

2. Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan;

(34)

(3)

Pangan

1. Program Peningkatan Ketahanan Pangan;

2. Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan pangan Masyarakat.

(4)

Pertanahan

1. Program Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan

Tanah;

2. Program Penyelesaian Konflik-konflik Pertanahan.

(5)

Lingkungan Hidup

1. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup;

2. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam;

3. Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber daya Alam;

4. Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan

Lingkungan Hidup;

5. Program Pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH);

6. Program Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim.

(6)

Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

1. Program Penataan Administrasi Kependudukan.

(7)

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

1. Program Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa;

2. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa;

3. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Pedesaan;

4. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan;

5. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa;

(8)

Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

1. Program Keluarga Berencana;

2. Program Kesehatan Reproduksi Remaja;

3. Program Pengembangan Pusat Pelayanan informasi dan Konseling.

(9)

Perhubungan

1. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas;

2. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan;

3. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ;

4. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan.

(10) Komunikasi dan Informatika

(35)

2. Program Kerjasama Informasi dan Mass Media.

(11) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

1. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha

Mikro, Kecil dan Menengah;

2. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi.

(12) Penanaman Modal

1. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi;

2. Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi;

3. Program Penyiapan Potensi Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Daerah.

(13) Kepemudaan dan Olahraga

1. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga;

2. Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga;

3. Program Pembinaan Kepemudaan;

4. Program Kepemudaan dan Olahraga;

5. Program peningkatan peran serta kepemudaan.

(14) Statistik

1. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik daerah.

(15) Persandian

1. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi.

(16) Kebudayaan

1. Program Pengelolaan Kekayaan Budaya;

2. Program Pengelolaan Keragaman Budaya;

3. Program Pengembangan Kerjasama pengelolaan kekayaan budaya.

(17) Perpustakaan

1. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan.

(18) Kearsipan

1. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi;

2. Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah;

3. Program Pembinaan Arsip Statis.

C.

Urusan Pilihan

(1)

Kelautan dan Perikanan

1. Program Pengembangan Budidaya Perikanan;

2. Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan.

Gambar

Tabel 2.1.
Tabel 2.3.
Tabel 2.60.
Tabel 3.2.1.1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sasaran Indkator Kinerja Program (Outcome) Indikator Kinerja Kegiatan (output) IKU=Indikator kinerja yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD..

Isu Strategis LH (RPJMD) Tujuan Indikator Tujuan Target Indikator Tujuan (Tahun 2016) Sasaran Indikator Kinerja Sasaran Alasan Pemilihan Indikator Formulasi/Penjelasan

Isu Strategis LH (RPJMD) Tujuan Indikator Tujuan Target Indikator Tujuan (Tahun 2017) Sasaran Indikator Kinerja Sasaran Alasan Pemilihan Indikator Formulasi/Penjelasan

Dari Tabel 3.48 diatas Indikator Kinerja Indeks Pencemaran Air Sungai bisa mencapai target yang ditetapkan oleh RPJMD untuk tahun 2017 yang sebesar 63 sedangkan capaian

Disisi lain berdasarkan target Indikator Makro Pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Barat, tahun 2017 bahwa

Indikator Kinerja Persentase Jalan Lingkungan dalam kondisi baik pada tahun 2017 sebesar 57,88 % atau mencapai 59,54 % dari target RPJMD tahun 2017, capaian

Capaian Kinerja Program Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo Tahun 2021 Program Prioritas Pembangunan Indikator Kinerja Program Satuan Target RPJMD Target Renja Realisasi

TARGET INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN 2019 Seluruh tujuan dan sasaran misi dan prioritas pembangunan Tahun 2019 diarahkan untuk mencapai target indikator kinerja utama Kota Mataram