• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELLENG;Studi Etnofood Tentang Makna Pelleng Dalam Upacara Adat Masyarakat Pakpak Simsim

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PELLENG;Studi Etnofood Tentang Makna Pelleng Dalam Upacara Adat Masyarakat Pakpak Simsim"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PELLENG

(Studi Etnografi Mengenai Manfaat Pelleng dalam Upacara Adat

Masyarakat Pakpak Simsim)

SKRIPSI

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dalam Bidang Antropologi Sosial

Oleh:

Sakti Hendra Dwi Putra Bancin

100905042

ANTROPOLOGI SOSIAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

PERNYATAAN ORIGINALITAS

PELLENG

(Studi Etnofood Tentang Makna Pelleng Dalam Upacara Adat

Masyarakat Pakpak Simsim)

SKRIPSI

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain,kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.

Apabila dikemudian hari terbukti lain atau tidak seperti yang saya nyatakan di sini,saya bersedia diproses secara hukum dan siap menanggalkan gelar kesarjanaan saya.

Medan, Juni 2016

(3)

ABSTRAK

Skripsi ini berjudul PELLENG ( Studi Etnofood Tentang Makna Pelleng

Dalam Upacara Adat Masyarakat Pakpak Simsim),disusun oleh Sakti

Hendra Bancin, NIM 100905042,berjumlah 102 halaman dengan 3 gambar

dan 2 tabel.

Penelitian yang telah dilakukan ini bertujuan untuk mendeskripsikan makanan tradisional,yakni Pelleng yang memiliki simbol dalam kehidupan masyarakat Pakpak. Pelleng adalah makanan tradisional masyarakat Pakpak yang memiliki simbol dan keterkaitan dengan kehidupan kebudayaan masyarakat Pakpak secara umum. Simbol yang dimiliki oeleh Pelleng adalah representasi kehidupan masyarakat Pakpak yang menjadi fokus penelitian ini.

Proses penelitian yang dilakukan menggunakan metode etnografi yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara utuh dan menyeluruh mengenai Pelleng pada masyarakat Pakpak Simsim,dengan menggunakan pendekatan observasi dan wawancara terhadap masyarakat khususnya tetua adat Pakpak Simsim. Dalam proses pengumpulan data lapangan yang dilakukan,peneliti menemui beberapa informan yang mengetahui seluk-beluk pembuatan dan simbol Pelleng di Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat.

Penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa Pelleng merupakan makanan tradisional masyarakat Pakpak yang memiliki simbol ekspresi,simbol kultural,dan simbol identitas bagi masyarakat Pakpak,selain itu Pelleng selain memiliki simbol kultural juga turut memiliki simbol ekspresi kuliner tradisi yang dapat menjadi dasar pengembangan kuliner dalam lingkup ketahanan pangan dan juga kekayaan tradisi Pakpak secara umum dan secara khusus. Kesimpulan dari penelitian ini sampai pada Pelleng memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat yang dapat menyatukan kehidupan masyarakat Pakpak dan juga menjadi identitas budaya masyarakat Pakpak secara khusus.

(4)

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa

karena berkat rahmat dan karunianya lah penulis dapat menyelesaikan

penulisan skripsi yang berjudul “PELLENG;Studi Etnofood Tentang Makna

Pelleng Dalam Upacara Adat Masyarakat Pakpak Simsim” dengan baik.

Skripsi ini,secara khusus penulis sampaikan rasa hormat dan

terimakasih yang sebesar-besarnya kepada orangtua saya Raja Loloan

Bancin dan Erlinda Girsang yang penuh cinta dan kasih sayang telah

membesarkan dan setia mendoakan,mendukung,dan selalu menyemangati

serta selalu mencukupi kebutuhan penulis. Semoga apa yang saya berikan

saat ini dapat menambah kebanggan bagi orangtua dan keluarga semua.

Selama penyusunan skripsi ini penulis menyadari akan sejumlah

kekurangan dan kelemahan. Untuk itu penulis membuka diri untuk

menerima saran dan kritik yang membangun guna perbaikan di masa yang

akan datang.

Penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak

yang membantu dalam penyelesaian skripsi ini dan penulis ucapkan

terimakasih kepada Dr.Muryanto Amin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu

Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Bapak Dr.Fikarwin

Zuska, selaku Ketua Departemen Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Sosial

dan Ilmu Politik, Bapak Drs. Agustrisno, M.S.P selaku dosen pembimbing

(5)

memberi dukungan kepada saya dengan sebaik mungkin dalam

penyelesaian skripsi ini. Kepada Bapak Drs.Lister Berutu, M.A selaku dosen

pembimbing akademik saya yang selama ini dengan sangat baik telah

memberi bimbingan dan dukungan serta arahan kepada saya selama saya

berada di dunia perkuliahan. Kepada seluruh dosen ilmu Antorpologi Sosial

dan dosen pengajar mata kuliah,yang telah memberikan materi kuliah

selama penulis menjalankan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Sumatera Utara. Terimakasih kepada para informan saya selama

berada dilapangan yaitu Empung P.T.Padang, Empung J.H.Manik, dan

Bapak Sakkap Boangmanalu yang telah bersedia memberikan informasi

mengenai skripsi saya sebaik dan semaksimal mungkin. Kepada silih saya

Basen Mungkur selaku guide saya selama berada didaerah penelitian saya

mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya karena tanpanya saya

mungkin akan mengalami kesulitan selama pencarian lokasi rumah para

informan. Terimakasih kepada sahabat-sahabat terdekat sekaligus senior

saya abangda Avena Matondang, Bastian Tambunan, Azhari Siregar, Lalan

Tobing, Nessya Presella. Terimakasih kepada teman-teman seperjuangan

saya Mario Sembiring, Mark Girsang, Gorat Siahaan, Iyan Sinuraya ,Martin

Mamora, Jop Sembiring, Amy Ginting, Rini Sinulingga,Lamtiur

Sihotang,Silton Sidauruk,Christoper Sirait. Terimakasih juga kepada

adik-adik angkatan saya Winggou Purba,Erwin Simarmata,Muhammad

Rizky,Subur,Trio,Drixen,Madun,Arif dan semuanya. Tak ada satupun waktu

yang tak berkesan saat kebersamaan menjadi milik kita semua. Sukses untuk

(6)

Bancin dan Andre Ricardo Bancin yang selalu mendoakan,menegur dan

menasehati serta memberikan masukan kepada saya. Terimakasih juga buat

semua sepupu saya Chrsitian Sitorus,Irene Sari Sinaga,Citra Paraditha,Papin

Herdian yang turut serta juga telah memberikan semangat dan masukan

kepada saya selama saya aktif diperkuliahan. Terimakasih atasbantuan

kalian yang tidak mungkin dilupakan.

Dan kepada semua yang tidak dapat disebutkan satu per satu saya

ucapkan terimakasih untuk dukungan,doa,serta semangat sehingga saya

dapat menyelesaikan skripsi ini,semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Juni 2016

(7)

RIWAYAT HIDUP

Sakti Hendra Dwi Putra Bancin, lahir di Sidikalang pada tanggal 30

Oktober 1991. Anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Raja Loloan

Bancin dan Erlinda Girsang beragama Kristen Protestan dan berdarah Batak

Pakpak.

Penulis menyelesaikan pendidikan Sekolah dasar dari SD ST Yosef

Sidikalang pada tahun 2004,kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP

Cinta Rakyat,akan tetapi karena suatu halangan harus pindah dan

menyelesaikan pendidikan SMP nya dari SMP Bukit Cahaya Sidikalang.

Kemudian penulis melanjutkan sekolah menengah atas dari SMA Negeri 1

Sidikalang Kabupaten Dairi pada tahun 2010 dan melanjutkan pendidikan

keperguruang tinggi negeri Universitas Sumatera Utara di Departemen

(8)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa

atas rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan

skripsi ini. Penulisan dan penyusunan penelitian ini dilakukan guna

memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana sosial pada

bidang antropologi dari departemen antropologi. Skripsi ini berjudul “

Pelleng ( Studi Etnofood Mengenai Makna Pelleng Dalam Upacara Adat

Simsim)”.

Dalam penulisan skripsi ini banyak hambatan yang dihadapi,hal ini

dikarenakan keterbatasan pengetahuan,pengalaman,dalam menulis

kepustakaan dan materi penulisan. Namun,berkat pertolongan Tuhan Yang

Maha Esa yang memberikan ketabahan,kesabaran dan kekuatan sehingga

kesulitan tersebut dapat dihadapi.

Dalam penulisan skripsi ini dilakukan pembahasan secara holistik

mengenai makna Pelleng dalam upacara adat masyarakat Pakpak Simsim.

Pembahasan tersebut diuraikan dari bab I sampai dengan bab V. Adapun

penguraian yang dilakukan oleh penulis pada skripsi ini adalah :

Bab I penelitian yang dilakukan ini merupakan deskripsi mengenai

simbol makna yang terdapat pada Pelleng,adapun Pelleng adalah salah satu

makanan tradisional masrakat Pakpak yang masih ada hingga saat ini.

(9)

Salak,kabupaten Pakpak Bharat serta deskripsi masyarakat Pakpak.

Bab III deskripsi mengenai Pelleng,mencakup bahan baku dan

proses pembuatan Pelleng , proses penyajian dan hal lainnya yang terkait

dengan Pelleng pada kehidupan masyarakat Pakpak.

Bab IV deskripsi mengenai Pelleng ditinjau dari aspek simbol yang

termuat pada Pelleng, baik simbol warna yang terkandung, bentuk, bahan

dan simbol penyajian Pelleng dalam kehidupan masyarakat Pakpak pada

saat sekarang ini.

Bab V memuat kesimpulan dan saran penelitian mengenai Pelleng

pada masyarakat Pakpak Simsim di Kecamatan Salak,kabupaten Pakpak

Bharat.

Sebagai penutup dari penulisan skripsi ini,dilampirkan pula daftar

kepustakaan sebagai penunjang dalam penulisan termasuk juga

sumber-sumber lainnya.

Penulis telah mencurahkan segala kemampuan,tenaga,pikiran,serta

juga waktu dalam penyelesaian skripsi ini. Namun penulis menyadari masih

banyak kekurangan dalam penyelesaian skripsi ini. Dengan kerendahan

hati,penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun dari

para pembaca. Harapan dari penulis,agar skripsi ini dapat berguna bagi

seluruh pembaca.

Medan, Juni 2016

(10)

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN

PERNYATAAN ORIGINALITAS ... i

ABSTRAK ... ii

(11)

2.2.2. Letak Lokasi ... 39

2.2.3. Kependudukan ... 44

2.2.4. Sistem Kekerabatan Suku Pakpak ... 47

BAB III PELLENG... 52

3.1. Deskripsi Pelleng ... 52

3.2. Bahan – Bahan Pembuatan Pelleng ... 56

3.3. Proses Pembuatan Pelleng ... 59

3.4. Proses Penyajian ... 64

3.4.1. Penyajian Secara Adat... . 64

3.4.2. Penyajian Secara Umum... ... 69

BAB IV SIMBOL PELLENG... 72

4.1. Makna Pada Pelleng ... 72

4.1.1.Bahan ... 79

4.1.2. Ayam ... 81

4.2. Simbol Penyajian Pelleng... ... 83

4.2.1. Tata Cara Penyajian... .. 83

4.2.2. Upacara-Upacara Penyajian Pelleng... 86

4.3. Pengembangan Nilai Pada Pelleng... .... 88

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... 97

5.1. KESIMPULAN ... 97

5.2. SARAN ... 98

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Keterangan Halaman

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel Keterangan Halaman

Tabel 1 Perbandingan Jumlah Penduduk 46 Kabupaten Pakpak Bharat

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi makan Nasi Pelleng bagi masyarakat Pakpak di Desa Parratusan memiliki khasiat yang sangat penting bagi masyarakat

Kajian ini berkenaan dengan ragam bahasa Pakpak yang mencakupi pemilihan kata, frasa, penggunaan ungkapan (idiom) dan satuan estetis bahasa berupa umpama ‘pantun’ dan kata

Eva Yeni Banurea,2015. Judul Skripsi:Upacara Ritual Menanda Tahun Di Sisada Rube Pada Masyarakat Pakpak di Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut. Dalam penelitian ini penulis

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana deiksis persona, waktu, dan ruang dalam sastra lisan masyarakat pakpak di Kabupaten Pakpak Bharat serta makna

Kesimpulan dari penelitian ini sampai pada pulut kuning memiliki kekuatan yang menyatukan kehidupan masyarakat Melayu Hamparan Perak (silaturahim) dan juga simbol kultural

Debora (2014) dalam skripsinya yang berjudul Makna Simbolik Upacara Adat Mangulosi (Pemberian Ulos) pada Siklus Kehidupan Masyarakat Batak Toba di Kecamatan

Metode yang dipakai adalah observasi (partisipasi maupun non- partisipasi) observasi partisipasi membantu untuk memahami lingkungan dan menilai keadaan yang terlihat ataupun

Sehingga, dapat diartikan bahwa Tari Dewa Memanah merupakan simbol dari sebuah perjuangan yang memiliki makna keselamatan bagi masyarakat suku Kutai.. Makna dan Simbol Iringan