EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
TERHADAP DUNIA KERJA
OLEH
CUT MUTIA FAHIRA 160501050
pp
PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2020
ABSTRAK
RELEVANSI PENDIDIKAN ALUMNI PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TERHADAP DUNIA KERJA
Pendidikan tinggi yang ditempuh oleh seseorang sudah seharusnya mengandung unsur-unsur penting untuk diimplementasikan dalam pekerjaan para lulusan. Oleh karena itu, perlu ada kesesuaian antara pendidikan lulusan dengan dunia kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi pendidikan lulusan Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang diamati dari bidang pekerjaan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh prestasi belajar, masa studi, dan keaktifan berorganisasi terhadap dunia kerja para lulusan.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah lulusan Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara tahun angkatan 2011-2015. Pengambilan sampel sebanyak 100 responden dengan proportional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis menggunakan analisis Partial Least Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa relevansi pendidikan alumni terhadap dunia kerja yang diukur berdasarkan bidang pekerjaan mereka sebesar 66% pada pekerjaan pertama dan sebanyak 71% pada pekerjaan saat ini yang dikategorikan dalam bidang ekonomi dan non-ekonomi. Selanjutnya, relevansi yang diukur melalui variabel Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pekerjaan, variabel masa studi tidak berpengaruh terhadap pekerjaan, dan variabel keaktifan berorganisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pekerjaan.
Kata Kunci: Relevansi Pendidikan, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Masa Studi, Keaktifan Berorganisasi, Dunia Kerja
ABSTRACT
RELEVANCE OF ALUMNI EDUCATION OF ECONOMIC DEVELOPMENT STUDY PROGRAM FACULTY OF ECONOMICS AND BUSINESS NORTH SUMATERA UNIVERSITY ON WORK FIELD
Higher education pursued by someone should contain important elements to be implemented in the work field of the graduates. Therefore, there needs to be a match between graduates’ education with the work field. This research aims to determine the relevance of graduates' education of the Economic Development Studies Program Faculty of Economics and Business, University of North Sumatera, observed from the field of work. In addition, this stu
dy also aims to determine the effect of academic achievement, study period, and organizational activity on the work of graduates.
The type of research is quantitative descriptive, which is descriptive research with a quantitative approach. The population is graduates of the Economic Development Studies Program Faculty of Economics and Business, University of North Sumatera class of 2011-2015. The amount of sample is 100 respondents using a proportional random sampling technique. The data collection used is a questionnaire. The analysis technique uses Partial Least Square.
The results show that the relevance of alumni education to the work field as measured by their occupational fields is 66% in the first job and 71% in the current employment categorized in the economic and non-economic fields.
Furthermore, relevance, as measured by the cumulative achievement index (GPA), has a positive and significant effect on work, the study period has no effect on work, and organizational activity has a positive and significant effect on work.
Keywords: Relevance of Education, Cumulative Achievement Index (GPA), Study Period, Activeness in Organization, Work Field
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan pendidikan tinggi yang berjudul “Relevansi Lulusan Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Terhadap Dunia Kerja”. Skripsi ini dapat diselesaikan oleh penulis tentunya atas bantuan banyak pihak terutama kedua orang tua Ibu Farida Wati dan Bapak Nazarul Ula yang telah menjadi sumber motivasi dalam menjalani masa studi di perguruan tinggi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai yang telah banyak membantu kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, S.E., M.S., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Coki Ahmad Syahwier, SE., MP., selaku Ketua Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Inggrita Gusti Sari Nastion, S.E., M.Si., selaku Sekretaris Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara sekaligus dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi dan arahan dalam penyusunan skripsi ini.
4. Ibu Dra. Raina Linda Sari, M.Si dan Bapak Wahyu Sugeng Imam Soeparno, S.E., M.Si, selaku dosen pembanding I dan II yang telah memberi masukan hasil penelitian yang lebih baik.
5. Seluruh dosen pengajar Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang telah menambah ilmu pengetahuan penulis selama menempuh pendidikan.
6. Seluruh staff Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang turut membantu proses administrasi yang diperlukan untuk kebutuhan penyelesaian penelitian.
7. Keluarga besar penulis terutama kedua kakak terkasih Devi Prasetya dan Tika Lestari, serta kedua abang ipar Fauzi dan Ocon yang telah memberi banyak masukan yang membangun dalam penulisan skripsi ini.
8. Sahabat-sahabat selama saya menempuh jenjang sarjana yaitu Tobat Geng (Rizka A. Khalisha, Gemi Nastiti Swifa, Fatima Karmila, Anggita Salsabilah, Revina Amanda, Astry Aridhana, Rizky Marie Maarif, dan Aldo Prawana) yang turut memberi dukungan dan masukan dalam proses penyelesaian skripsi.
9. Orang-orang baik seperti Yulia, Zulfan, Nindya, Kak Putri, Bang Taufiq, Bu Herfita, Bang Qodri, atas bantuan yang diberikan untuk menyelesaikan skripsi ini.
10. Keluarga besar HMD-EP FEB USU terutama Divisi Diklitbang 2019/2020 terkasih yang selalu menjadi tempat berbagi penulis selama periode kepengurusan.
11. Seluruh mahasiswa/i Ekonomi Pembangunan 2016, terima kasih atas dukungan, dan semangat yang telah diberikan kepada penulis dalam
pengerjaan skripsi ini. Dan seluruh pihak yang turut membantu penyelesaian skripsi ini, namun tidak dituliskan pada lembaran ini.
Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan yang harus disempurnakan oleh peneliti-peneliti selanjutnya. Oleh karena itu, penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan, program studi dan penelitian serupa ke depannya.
Medan, 24 Juli 2020 Penulis
Cut Mutia Fahira NIM. 160501050
DAFTAR ISI
... Halaman
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... . viii
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 6
1.3 Tujuan Penelitian... 7
1.4 Manfaat Penelitian... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teoritis ... . 9
2.1.1 Teori Pembelajaran Berbasis Masalah ... . .. 9
2.1.2 Teori Human Development Index ... 10
2.1.3 Relevansi Pendidikan Tinggi ... 12
2.1.4 Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan ... 14
2.1.5 Indeks Prestasi Kumulatif ... 17
2.1.6 Masa Studi ... 18
2.1.7 Keaktifan Berorganisasi ... 18
2.1.8 Dunia Kerja ... 19
2.2 Penelitian Terdahulu ... 20
2.3 Kerangka Konseptual ... 23
2.4 Hipotesis ... 23
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 25
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 25
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... 25
3.3.1 Populasi ... 25
3.3.2 Sampel ... 26
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 28
3.4.1 Kuesioner ... 28
3.4.2 Dokumentasi ... 29
3.5 Definisi Operasional ... 29
3.6 Analisis Data ... 30
3.6.1 Analisis Statistik Deskriptif ... 30
3.6.2 Analisis Regresi Linier Berganda ... 30
3.7 Teknik Analisis Data ... 31
3.7.1 Model Pengukuran ... 32
3.7.2 Model Struktural ... 33
3.7.3 Uji Hipotesis ... 34
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Data Penelitian ... 35
4.1.1 Data Penelitian ... 35
4.1.2 Karakteristik Responden ... 36
4.1.3 Riwayat Pendidikan Responden ... 37
4.1.4 Profil Pekerjaan Pertama Alumni ... 42
4.1.5 Profil Pekerjaan Alumni Saat Ini ... 45
4.1.6 Variabel dan Indikator Penelitian ... 49
4.2 Relevansi Pendidikan Alumni Terhadap Dunia Kerja ... 54
4.3 Hasil Analisis Tabulasi Silang ... 55
4.4 Hasil Analisis Partial Least Square ... 59
4.4.1 Hasil Model Pengukuran ... 59
4.4.2 Hasil Model Struktural ... 61
4.5 Pembahasan ... 65
4.5.1 Relevansi Pendidikan Alumni ... 65
4.5.2 Pengaruh Indeks Kumulatif Prestasi Terhadap Dunia Kerja ... 66
4.5.3 Pengaruh Masa Studi Terhadap Dunia Kerja ... 67
4.5.4 Pengaruh Keaktifan Berorganisasi Terhadap Dunia Kerja ... 67
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan... 69
5.2 Saran ... 69
DAFTAR PUSTAKA ... …… 72
DAFTAR TABEL
Nomor ... Judul Halaman
1.1 Karakteristik Penduduk Bekerja Berdasarkan
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, Agustus 2018-2019... 3
1.2 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan (persen), Agustus 2018-2019 ... 4
2.1 Penelitian Terdahulu ... 20
3.1 Data Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara………… 26
3.2 Skala Likert ... ...29
4.1 Data Kuisioner Tersebar ... 35
4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 36
4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 37
4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan IPK Terakhir ... 38
4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Waktu Mendapat Pekerjaan Pertama ... 38
4.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan yang Diminati ... 39
4.7 Responden Berdasarkan Keaktifan Berorganisasi ... 40
4.8 Responden Berdasarkan Mata Kuliah Paling Berguna Bagi Pekerjaan ... 40
4.9 Jenis Pekerjaan Pertama Responden ... 42
4.10 Profil Pekerjaan Pertama Responden Sesuai Dengan Profil Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan ... 43
4.11 Lama Waktu Bekerja Pada Pekerjaan Pertama Responden ... 44
4.12 Rata-rata Pendapatan Pekerjaan Pertama ... 45
4.13 Jenis Pekerjaan Saat Ini Responden ... 46
4.14 Profil Pekerjaan Responden Saat Ini Sesuai Dengan Profil Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan ... 47
4.15 Lama Waktu Bekerja Pada Pekerjaan Saat Ini Responden ... 48
4.16 Rata-rata Pendapatan Pekerjaan Saat Ini Responden ... 49
4.17 Kesesuaian Bidang Pekerjaan Pertama Responden ... 54
4.18 Kesesuaian Bidang Pekerjaan Saat Ini Responden ... 55
4.19 Hasil Tabulasi Silang Antara Profil Pekerjaan dengan Angkatan .... 56
4.20 Hasil Uji Validitas dengan Convergent Validity ... 58
4.21 Hasil Uji Validitas dengan Discriminant Validity ... 59
4.22 Hasil Uji Reliabilitas dengan Composite Reliability ... 60
4.23 Hasil Uji Reliabilitas dengan Nilai Cronbach’s Alpha ... 61
4.24 Nilai Koefisien Determinasi (R²) ... 61
4.25 Nilai Ukuran Pengaruh (f²) ... 62
4.26 Hasil Uji Hipotesis ... 64
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
2.1 Kerangka Konseptual ... 23
4.1 Hasil Kuesioner Variabel Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ... 50
4.2 Hasil Kuesioner Variabel Masa Studi... 51
4.3 Hasil Kuesioner Variabel Keaktifan Berorganisasi ... 52
4.4 Hasil Kuesioner Variabel Dunia Kerja ... 53
4.5 Model Penelitian... 57
4.6 Nilai Koefisien Jalur... 64
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Judul
1 Kuesioner Penelitian
2 Hasil Kuesioner
3 Hasil Uji Statistik 4 Profil Pekerjaan Alumni
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
Negara-negara di dunia telah menyepakati 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dunia demi kelangsungan hidup manusia di masa depan. Program ini berjalan selama 15 tahun mulai dari 2015 dan berharap dapat tercapai pada 2030 menggantikan program sebelumnya yaitu Millenium Development Goals (MDGs). Salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan berdasarkan halaman sdgs.un.id adalah mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan layak bagi semua yang salah satu targetnya adalah pada tahun 2020 secara substansial mengurangi proporsi usia muda yang tidak bekerja, tidak berpendidikan atau tidak terlatih. Tujuan ini sangat tepat dirumuskan mengingat permasalahan ketenagakerjaan terutama di negara-negara berkembang cukup meresahkan karena dapat mengakibatkan munculnya permasalahan-permasalahan baru.
Bersamaan dengan itu, inovasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kian hari kian berkembang. Dunia sedang memasuki era perubahan proses produksi yang perkembangannya sangat cepat melalui penerapan konsep digitalisasi dan automasi yang disebut dengan Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu, perubahan tersebut perlu direspon dengan melakukan evaluasi dan perbaikan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Evaluasi juga penting dilakukan agar dunia pendidikan tinggi yang menjadi wadah pengelolaan sumber daya tidak
terpisah dengan dunia kerja. Adanya dinamika keterkaitan antara pendidikan tinggi dengan jenis pekerjaan telah diteliti oleh Teichler (1997) dalam Handayani (2015) terutama terkait dengan perbedaan antara outcome pendidikan tinggi dengan tuntutan kompetensi di dunia kerja. Beberapa perubahan ini mengakibatkan munculnya isu ketenagakerjaan yaitu peningkatan pengangguran.
Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak keempat sebanyak 264,2 juta jiwa harus menghadapi problematika yang semakin kompleks ini. Faktanya, memang sedikit sekali negara di dunia yang bisa terbebas dari problematika pengangguran. Melalui halaman viva.co.id, negara Indonesia diberitakan masuk dalam peringkat kedua tertinggi dengan pengangguran terbanyak di Asia Tenggara. Dari sudut pandang ekonomi, pengangguran merupakan suatu bentuk kegagalan pasar kerja dalam menyerap angkatan kerja yang tersedia salah satunya diakibatkan oleh kesempatan kerja yang tidak dapat menampug tenaga kerja.
Berdasarkan data yang dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat pada Agustus 2019 tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,28 persen atau sebanding dengan 7,05 juta jiwa dari total angkatan kerja yang berjumlah 133,56 juta jiwa.
Firdhania dan Muslihatinningsih (2017) menunjukkan bahwa indeks pembangunan manusia (IPM) berpengaruh terhadap tingkat pengangguran.
Apabila indeks pembangunan manusia meningkat, maka tingkat pengangguran akan mengalami penurunan. Sebaliknya, apabila indeks pembangunan mamnusia menurun, maka tingkat pengangguran akan mengalami peningkatan.
3
Tabel 1.1
Karakteristik Penduduk Bekerja Berdasarkan Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, Agustus 2018-2019
Karakteristik Penduduk Bekerja
Agustus 2018 Agustus 2019 juta
orang
persen (%)
juta orang
persen (%)
SD ke Bawah 50,46 40,69 50,18 39,66
SMP 22,43 18,09 22,62 17,88
SMA 22,34 18,01 23,19 18,33
SMK 13,68 11,03 14,84 11,73
Diploma I/II/III 3,45 2,78 3,41 2,70
Universitas 11,65 9,40 12,27 9,70
Sumber: Badan Pusat Statistik 2019
Namun, realita yang ada berdasarkan data di atas bahwa penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2019 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah sebanyak 50,18 juta orang (39,66 persen). Penduduk bekerja berpendidikan SMP sebanyak 22,62 juta orang (17,88 persen), SMA sebanyak 23,19 juta orang (18,33 persen), dan SMK sebanyak 14,84 juta orang (11,73 persen). Sementara itu, penduduk bekerja berpendidikan tinggi (Diploma ke atas) ada sebanyak 15,68 juta orang (12,40 persen) mencakup 3,41 juta orang berpendidikan Diploma I/II/III dan 12,27 juta orang berpendidikan universitas.
Dalam setahun terakhir, persentase penduduk bekerja yang meningkat adalah mereka yang berpendidikan SMA (0.32 persen poin), SMK (0,7 persen poin), Universitas (0,3 persen poin). Sementara penurunan persentase terutama pada penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah (1,03 persen poin), SMP (0,21 persen poin), dan Diploma (0,08 persen poin). Data tersebut menunjukkan bahwa lulusan pendidikan dasar dan menengah terserap di pasar kerja lebih banyak dari lulusan pendidikan tinggi diploma dan universitas.
Tabel 1.2
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan (persen), Agustus 2018-2019
Tingkat Pengangguran Terbuka
Agustus 2018
Agustus 2019
SD ke Bawah 2,43 2,41
SMP 4,8 4,75
SMA 7,95 7,92
SMK 11,24 10,42
Diploma I/II/III 6,02 5,99
Universitas 5,89 5,67
Sumber: Badan Pusat Statistik 2019
Apabila melihat data tingkat pengangguran yang diolah oleh Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran lulusan pendidikan tinggi diploma dan universitas pada Februari 2019 sebesar 13,13 persen, persentase pengangguran SD 2,65 persen, SMP 5,04 persen, SMA 6,78 persen, SMK 8,63 persen. Persentase pengangguran pendidikan tinggi jauh lebih tinggi dari pengangguran pendidikan rendah. Padahal pendidikan lebih tinggi seharusnya bisa menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Pengangguran ini disebabkan oleh ketidaksesuaian antara keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja dengan ketersediannya di pasar kerja. Perlu adanya relevansi dan kesesuaian antara pendidikan tinggi sebagai penyedia dan pengelola sumber daya manusia dengan dunia industri. Kementerian Ketenagakerjaan menginformasikan bahwa Indonesia diproyeksikan membutuhkan tenaga kerja terampil sebanyak 113 juta.
Namun, saat ini baru tersedia sekitar 57 juta orang. Menteri Ketenagakerjaan periode lalu, Hanif Dhakiri, mengatakan Indonesia membutuhkan sekitar 3,7 juta tenaga kerja terampil setiap tahun. Mengingat transformasi industri dan teknologi
5
yang menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka harus lahir tenaga kerja yang terampil dan berdaya.
Pendidikan menjadi salah satu alat yang dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan dan memutus rantai kemiskinan. Pendidikan diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja yang bermutu, menciptakan lapangan kerja dan tenaga kerja yang memenuhi kriteria kebutuhan pemerintahan dan swasta.
Menurut Kien dan Wie dalam Handayani (2015), pertumbuhan perguruan tinggi di Indonesia termasuk yang tercepat di dunia. Namun, pertumbuhan jumlah perguruan tinggi ini tidak dibarengi dengan pertumbuhan kualitas yang memadai.
Pertumbuhannya masih sebatas penambahan jumlah Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK-PT) yaitu sekitar 27,11 persen pada tahun 2011 menjadi 29,15 pada tahun 2018.
Pendidikan harus berorientasi pada dunia kerja yang tidak hanya melibatkan aspek kognitif. Namun juga pada pengembangan diri dan karakter sehingga berkualitas baik secara intelijensi dan secara emosional karena para peserta didik dituntut untuk mampu menghadapi perubahan di dunia industri yang serba cepat. Pendidikan harus berfokus pada life skills. World Economic Forum (WEF) menyatakan terdapat top 10 life skills for Future of Jobs yang harus dimiliki oleh tenaga kerja yaitu: Complex problem solving, Critical thinking, Creativity, People management, Co-ordinating with others, Emotional intelligence, Judgment and decision making, Service orientation, Negotiation, dan Cognitive flexibility. Kemampuan tersebut hanya bisa dimiliki apabila pendidikan
saat ini berorientasi dunia industri agar tercipta relevansi pendidikan dengan dunia kerja. Sekarang ini berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk menciptakan pendidikan yang memiliki keterkaitan dan kesepadanan (link and match) dengan dunia industri dan meningkatkan kompetensi peserta didik agar sesuai kebutuhan pasar kerja. Fenomena yang terjadi adalah banyak lulusan yang bekerja berbeda dengan profil lulusan program studinya.
Oleh karena itu, penelitian ini dibuat untuk melihat bagaimana relevansi antara lulusan perguruan tinggi dalam penempatan kerja. Penelitian ini hanya dikhususkan pada pengaruh beberapa faktor seperti prestasi, masa studi, dan keaktifan berorganisasi dengan pekerjaan para lulusan perguruan tinggi khususnya lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera.
Penting bagi suatu Program Studi atau lembaga pendidikan untuk mengetahui sejauh mana relevansi profil lulusan dengan penyerapan dunia kerja dengan harapan dari penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan kompetensi lulusan selanjutnya. Maka, penelitian ini diberi judul “Relevansi Pendidikan Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Dunia Kerja”.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, adapun permasalahan yang menjadi bahan penelitian yaitu sebagai berikut.
1. Apakah terdapat relevansi pendidikan dengan jenis da bidang pekerjaan alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?
7
2. Apakah Indeks Prestasi Kumulatif berpengaruh terhadap dunia kerja alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?
3. Apakah Masa Studi Tepat Waktu berpengaruh terhadap dunia kerja alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?
4. Apakah Keaktifan Berorganisasi berpengaruh terhadap dunia kerja alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu:
1. Mengetahui relevansi pendidikan lulusan yang dilihat dari pengaruh mata kuliah dengan dunia kerja yang dilihat dari jenis pekerjaan alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Mengetahui pengaruh Indeks Prestasi Kumulatif dengan dunia kerja alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Mengetahui pengaruh masa studi dengan dunia kerja alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
4. Mengetahui pengaruh antara pengalaman organisasi lulusan dengan dunia kerja alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
1.4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian mengenai relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja ini yaitu sebagai berikut:
1. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat memberi wawasan mengenai relevansi lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bagi Pemerintah
Penelitian ini memberikan sumbangan pemikiran bagi pemerintah atau pihak-pihak terkait untuk dipertimbangkan dalam merumuskan kebijakan yang tepat untuk memperbaiki kompetensi lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Bagi Pihak Lain
Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji permasalahan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teoritis
2.1.1. Teori Pembelajaran Berbasis Masalah
Barrow (dalam Lidinillah, 2013) mendefinisikan PBM sebagai “The learning that results from the process of working towards the understanding of a resolution of a problem. The problem is encountered first in the learning process.” Sementara Cunningham et.al mendefiniskan PBM sebagai “…Problem- based learning (PBL) has been defined as a teaching strategy that
“simultaneously develops problem-solving strategies, disciplinary knowledge, and skills by placing students in the active role as problem-solvers confronted with a structured problem which mirrors real-world problems".
Jadi, PBM atau PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran yang mengguanakan masalah dalam kehidupan nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk mempelajari cara berpikir kriris dan memecahkan masalah, serta memperoleh pengetahuan dari materi kuliah atau materi pelajaran. Linidillah menjelaskan landasan teori PBM adalah kolaborativisme, suatu pandangan yang berpendapat bahwa mahasiswa akan menyusun pengetahuan dengan cara membangun penalaran dari pengetahuan yang dimlikinya dan dari semua yang diperoleh sebagai hasil interaksi dengan individu lainnya. Menurut paham konstruktivisme, manusia hanya dapat memahami melalui segala sesuatu yang dikonstruksinya sendiri (Lidinillah, 2013).
PBM memberikan gagasan bahwa pembelajaran dapat dicapai jika kegiatan pendidikan dipusatkan pada tugas atau permasalahan yang otentik,
relevan, dan dipresentasikan dalam suatu konteks. Cara tersebut bertujuan agar mahasiswa berbekal pengalaman yang nantinya siap mereka hadapi di kehidupan profesional. Pengalaman tersebut sangat penting karena pembelajaran yang efektif dibentuk dari pengalaman konkrit yang dialami sendiri oleh mahasiswa.
Pertanyaan, pengalaman, formulasi, serta perencanaan konsep tentang pemasalahan yang mereka ciptakan sendiri merupakan dasar untuk pembelajaran.
Maka, pendidikan yang relevan akan sangat membantu dunia kerja para mahasiswa setelah menyelesaikan masa studinya.
2.1.2. Teori Human Development Index
Kondisi suatu negara dipengaruhi oleh kondisi sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Maka, negara perlu memberi perhatian bagaimana pembangunan manusia harus terus dilakukan seiring dengan perkembangan zaman yang menuntut peningkatan kualitas manusia agar mampu menciptakan produktivitas yang tinggi. United Nations Development Programme (UNDP) telah mempublikasikan laporan pembangunan sumber daya manusia yang disebut Human Development Indeks (HDI) dalam bentuk kuantitatif. HDI merupakan tolak ukur yang dirumuskan secara konstan dalam pembangunan sumber daya manusia. Berdasarkan Human Development Report 2006, terdapat tiga komponen utama yang digunakan untuk mengukur HDI (Stanton, 2007), yaitu:
1. Indeks Harapan Hidup (Longevity)
Pengukuran dengan indikator perhitungan angka harapan hidup saat lahir (life expectancy of birth) dan angka kematian bayi per seribu penduduk (infant mortality rate).
11
2. Indeks Pendidikan (Educational Achievement)
Pengukuran dengan dua indikator, yaitu angka melek huruf pada usia 15 tahun keatas (adult literacy rate) dan angka jumlah penduduk tahun rata-rata usia 25 tahun ke atas yang masih menduduki bangku sekolah (the mean years of schooling).
3. Indeks Hidup Layak (access to resource)
Pengukuran dengan menggunakan angka pengeluaran riil perkapita. Sejak tahun 2014 di Indonesia mengalami perubahan dalam perhitungan IPM (Indeks Pembangunan Manusia), namun secara umum metode perhitungan pembangunan manusia sama dengan yang digunakan UNDP.
Berdasarkan uraian tersebut, kita mengetahui bahwa pendidikan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas guna meningkatkan produktivitas. Sumber daya manusia (human resources) dari suatu bangsa, tidak dinilai dari modal fisik ataupun sumber daya material yang dimilikinya tapi dilihat dari faktor yang paling menentukan karakter dan kecepatan pembangunan sosial dan ekonomi bangsa tersebut (Todaro, 2010). Dalam hal ini, pembangunan manusia sangat penting untuk membangun suatu bangsa yang diimplementasikan melalui pendidikan. Pembentukan modal manusia sering dikaitkan dengan investasi membangun bangsa. Hasil penelitian Bowles dan Gintis menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara derajat pendidikan dengan kehidupan ekonomi, berarti semakin tinggi derajat pendidikan maka semakin tinggi pula derajat kehidupan ekonomi. Penelitian memperlihatkan bahwa antara keduanya memiliki hubungan yang saling memengaruhi, yaitu bahwa pertumbuhan
12
pendidikan memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memengaruhi petumbuhan pendidikan (Saripudin, 2017). Kita berasumsi bahwa keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi dapat digunakan untuk pembangunan bidang lain di dalam kebijakan pembangunan, termasuk pendidikan. Oleh karena itu, penduduk harus dipersiapkan pendidikannya agar terbentuk tenaga kerja yang dapat meningkatkan pembangunan. Proses persiapan sumber daya manusia yang berkualitas, mempunyai keahlian, produktif dan inovatif sangat penting bagi suatu negara dalam meningkatkan ketahanan nasional. Keberhasilan pembangunan dalam pemerintahan, perekonomian hingga ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan untuk melihat seberapa besar ketahanan tersebut.
2.1.3. Relevansi Pendidikan Tinggi
Relevansi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya hubungan, kesesuaian, berkaitan dengan tujuan, berguna dengan apa yang dibutuhkan.
Muhson, dkk, (2012) memaparkan suatu lembaga pendidikan tinggi dikatakan relevan keberadaannya jika seluruhnya atau setidaknya sebagian besar lulusannya dapat dengan cepat diserap oleh lapangan kerja yang sesuai dengan bidang dan peringkat stratanya, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Bidang pekerjaan para lulusan perguruan tinggi dengan latar belakang pendidikannya juga menjadi salah satu ukuran relevan atau tidaknya pendidikan yang mereka tempuh.
Tingkat penyerapan para lulusan sangat bergantung pada mutu lulusan yang terbangun dari tingginya keterpaduan unsur keterampilan, pengetahuan dan kemampuan dari lulusan tersebut. Pendidikan yang dijalani selama berada di
13
perguruan tinggi seharusnya bisa berkaitan dengan pekerjaan seusai menempuh pendidikan tinggi.
“Relevansi pendidikan adalah tingkat keterkaitan tujuan maupun hasil keluaran program ditinjau dari ukuran ideal secara normatif yang didukung oleh ketepatan unsur masukan, proses dan keluaran” (Panduan Akreditasi dalam Muhson, dkk). Relevansi pendidikan tinggi bagi mahasiswa terkait dengan lulusan yang akan menyesuaikan diri dengan dan berpartisipasi dalam dunia kerja nantinya.
Faktor pendidikan dan latihan berkaitan pula dengan kompetensi yang pencari kerja miliki. Menurut Anjani pendidikan berkaitan dengan relevansi kurikulum yang mengarah pada kesesuaian antara mata kuliah, materi dalam buku pengajaran bahkan buku referensi yang digunakan para pengajar (Asnawi dkk, 2015). Perguruan tinggi diharapkan memberi ilmu yang sesuai dengan kebutuhan kerja. Oleh sebab itu, beberapa pekerjaan memerlukan kualifikasi pendidikan dari jurusan dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertentu yang harus dipenuhi oleh pelamar kerja sebagai salah satu syarat. Lembaga pendidikan akan memberikan kesempatan magang atau praktik kerja lapangan bagi peserta didik. Maka, beberapa jenis pekerjaan memerlukan kualifikasi berupa pengalaman kerja sehingga pembelajaran melalui magang sangat penting diberikan untuk mengaplikasikan ilmu dan mengembangkan kemampuan praktik kerja secara langsung. Karena hal ini dinilai penting bagi perusahaan untuk mengetahui bahwa peserta didik memahami hal-hal mendasar tentang pekerjaan.
2.1.4. Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universits Sumatera Utara
Alumni berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan orang- orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi.
Alumni adalah hasil dari suatu institusi pendidikan. Kualitas alumni adalah representasi dari kualitas institusi pendidikan tersebut. Kualitas lulusan yang dihasilkan tidak cukup hanya melihat outputnya saja seperti kemampuan penguasaan pengetahuan yang diwujudkan dalam indeks prestasi. Tetapi harus pula dilihat dari kesesuaian pendidikan lulusan ini ditunjukkan melalui profil pekerjaan, relevansi pekerjaan dengan latar belakang pendidikan dan penggunaan mata kuliah dalam pekerjaan. Perguruan tinggi merupakan wadah tenaga ahli yang diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberi sumbangan kepada pembangunan terutama pembangunan ekonomi. Sebagai usaha sistematis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia maka Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan empat kebijakan pokok dalam bidang pendidikan yaitu (1) pemerataan dan kesempatan; (2) relevansi pendidikan dengan pembangunan;
(3) kualitas pendidikan; dan (4) efisiensi pendidikan. Khusus untuk perguruan tinggi akan lebih diutamakan membahas mengenai relevansi.
Lulusan dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara diharapkan berhasil menjadi salah satu dari enam profil lulusan yang telah ditetapkan oleh program studi Ekonomi Pembangunan, yaitu:
15
2.1.4.1. Asisten Perencana Pembangunan
Adapun keterampilan khusus yang diharapkan dari pekerjaan ini sebagai berikut.
1. Mampu menerapkan teori ekonomi dalam pemecahan masalah ekonomi 2. Mampu mendisain perencanaan pembangunan
3. Mampu membuat laporan keuangan daerah
4. Mampu mengaplikasikan alat-alat (tools) analisis dalam pemecahan masalah ekonomi
5. Mampu berkomunikasi dengan baik dan benar dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
6. Mampu mengaplikasikan teknologi informasi.
2.1.4.2. Asisten Peneliti Ekonomi
Adapun keterampilan khusus yang diharapkan dari pekerjaan ini sebagai berikut.
1. Mampu menerapkan teori ekonomi dalam pemecahan masalah ekonomi 2. Mampu mendisain penelitian mulai dari perumusan masalah, analisis hingga
evaluasi hasil.
3. Mampu mengaplikasikan alat-alat (tools) analisis untuk pemecahan masalah ekonomi
4. Mampu mendisain karya ilmiah yang berkaitan dengan penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupuan bahasa Inggris.
5. Mampu mengaplikasikan teknologi informasi.
2.1.4.3. Asisten Bankir
Adapun keterampilan khusus yang diharapkan dari pekerjaan ini sebagai berikut.
1. Mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang prinsip-prinsip dan teori ekonomi dibidang perbankan dan moneter untuk memecahkan masalah perbankan.
2. Mampu mengaplikasikan konsep tentang perbankan, pengelolaan perbankan dan resiko perbankan.
3. Mampu mengaplikasikan alat-alat (tools) analisis untuk memecahkan permasalahan perbankan
4. Mampu mengakses data keuangan dan perbankan nasional dan internasional.
2.1.2.4. Asisten Konsultan Investasi
Adapun keterampilan khusus yang diharapkan dari pekerjaan ini sebagai berikut.
1. Mampu menerapkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip dan teori ekonomi untuk memecahkan masalah di bidang keuangan.
2. Mampu mengaplikasikan metode perencanaan keuangan.
3. Mampu mengaplikasikan alat-alat (tools) analisis yang mendukung keputusan dalam berinvestasi.
2.1.4.5. Wirausaha Muda
Adapun keterampilan khusus yang diharapkan dari pekerjaan ini sebagai berikut.
17
1. Mampu menerapkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip kewirausahaan dan etika bisnis.
2. Mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang pengelolaan dan keuangan perusahaan untuk menjadi pengusaha mikro dan kecil.
3. Terampil dalam pemasaran produk yang dihasilkan baik secara offline maupun online.
4. Mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
2.1.4.6. Asisten Ahli Ekonomi Syariah
Adapun keterampilan khusus yang diharapkan dari pekerjaan ini sebagai berikut.
1. Mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang prinsip-prinsip dan teori ekonomi syariah dalam pemecahan masalah ekonomi islam.
2. Mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
2.1.5. Indeks Prestasi Kumulatif
Winkel (1996) menyatakan prestasi belajar adalah bukti keberhasilan proses belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajar sesuai bobot yang dicapainya. Prestasi belajar peserta didik perguruan tinggi yang dinyatakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan angka yang menunjukkan prestasi atau hasil pembelajaran mahasiswa secara kumulatif mulai dari semester pertama sampai dengan semester paling akhir yang telah
diselesaikan. Perhitungan IPK dilakukan setiap akhir semester. IPK inilah yang nanti dapat digunakan sebagai penentuan jumlah beban studi semester berikutnya.
2.1.6. Masa Studi Perguruan Tinggi
Masa studi adalah periode waktu yang harus ditempuh oleh mahasiswa untuk menyelesaikan studinya sesuai dengan waktu yang disyaratkan. Masa studi adalah waktu yang dibutuhkan seseorang menempuh suatu program studi pada tingkat strata tertentu yang dihitung melalui Satuan Kredit Semester minimal.
Setiap mahasiswa memiliki batas waktu studi. Program sarjana Ekonomi Pembangunan sendiri menawarkan mata kuliah yang dapat diselesaikan dalam kurun waktu 8 semester atau setara dengan 4 tahun lamanya. Namun, program sarjana harus dapat diselesaikan selambat-lambatnya 14 semester atau 7 tahun terhitung sejak terdaftar sebagai mahasiswa pada semester satu. Jika tidak, maka mahasiswa harus drop out dari perguruan tinggi tersebut. Lulusan yang memiliki masa studi lebih lama dari rata-rata masa studi teman dalam satu angkatannya, akan cenderung terlambat dalam mencari pekerjaan.
2.1.7 Keaktifan Berorganisasi
Keaktifan berorganisasi merupakan keterlibatan seseorang dalam suatu kegiatan organisasi. Menurut Susseldrop, berbagai bentuk keterlibatan atau keaktifan dalam organisasi dapat berupa hadir di pertemuan, keterlibatan dalam diskusi, ikut melaksanakan kegiatan, berperan dalam pengambilan keputusan dengan mengutarakan pendapat, dan ikut serta memanfaatkan hasil program (Anjani, 2018). Dalam hal ini, berbagai pengalaman tersebut cukup aplikatif untuk diterapkan di dunia kerja sehingga para lulusan tidak gamang berada di
19
lingkungan pekerjaan terutama saat bekerja sama dengan rekan kerja lainnya.
Lulusan yang memiliki pengalaman berorganisasi saat masa perkuliahan atau dengan kata lain lulusan tersebut aktif berorganisasi, tentunya juga memeroleh nilai tambah bagi para lulusan agar diterima di sebuah instansi maupun perusahaan.
2.1.8. Dunia Kerja
Kerja adalah sebuah aktivitas fisik dan mental seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Kerja adalah aktivitas manusia baik bersifat sosial maupun mengarah kepada pendapatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dunia kerja saat ini memiliki persaingan yang sangat ketat. Hal ini akibat dari lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah peningkatan sarjana dari seluruh universitas di Indonesia tiap tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran tingkat pengangguran lulusan pendidikan tinggi diploma dan universitas pada Februari 2019 sebesar 13,13 persen. Pada saat ini, para pekerja dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan yang lebih tinggi agar mampu menghadapi tuntutan global. Oleh karena itu, para calon sarjana dituntut untuk lebih kreatif, inovatif, memiliki kompetensi, keterampilan kerja, dan kepribadian yang baik.
Dalam penelitian ini, dunia kerja didefinisikan sebagai bidang pekerjaan yang berkaitan dengan sarjana ekonomi khususnya program studi ekonomi pembangunan serta jenis pekerjaan para lulusan.apakah sudah berdasarkan profil alumni yang diterbitkan oleh program studi.
2.2 Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu merupakan penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya guna menjadi referensi bagi peneliti berikutnya. Maka, penelitian terdahulu yang digunakan peneliti yaitu sebagai berikut.
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian 1 Ali Muhson, Daru
Wahyuni,
Supriyanto dan Endang Mulyani Universitas Negeri Yogyakarta (2012)
Analisis Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi dengan Dunia Kerja
Penelitian ini menemukan bahwa tingkat relevansi dilihat dari jenis pekerjaan termasuk kategori cukup karena sebanyak 51%
lulusan bekerja di bidang pendidikan. Sementara itu jika dilihat dari mata pelajaran yang diampu juga relevan karena sebagian besar alumni mengajar IPS,
Ekonomi dan
Kewirausahaan.
2 Mellawati Lesatari
UIN Sunan
Gunung Djati (2018)
Profil Lulusan Pendidikan
Matematika
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Relevansinya
dengan Penyerapan Dunia Kerja
Rata-rata lulusan tidak menunggu atau sudah memasuki dunia kerja sebelum lulus dengan persentase sebesar 68%.
Lulusan terserap ke dalam beberapa jenis pekerjaan diantaranya: guru, dosen,staff administrasi, karyawan, wiraswasta, dan ibu rumah tangga. Pekerjaan lulusan diklasifikasikan kedalam beberapa bidang diantaranya: bidang pendidikan ,bidang perusahaan, bidang bisnis
mandiri, bidang
pemerintahan dan bidang kesehatan. Rata-rata hampir setengahnya berpenghasilan
>Rp3.000.000. Dan sebagian besar lulusan
21
Program Studi Pendidikan Matematika tahun 2006- 2010 atau 71% relevan dengan penyerapan dunia kerjanya.
3 Syamsidar
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
(2017)
Studi Keterserapan Alumni dalam Dunia Kerja Pada Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar Angkatan 2008 dan 2009
Hasil penelitian ini diperoleh responden sebanyak 33 orang alumni dari angkatan 2008 dan 2009. Dari jumlah tersebut diperoleh 30 alumni yang telah bekerja dengan waktu tunggu 1 bulan sampai 2 tahun. Dari 33 responden yang telah bekerja, 23 orang yang memiliki relevansi pendidikan dengan bidang pekerjaannya dan 8 orang memiliki pekerjaan yang tidak relevan dengan pendidikannya. 23
responden yang
pekerjaannya relevan dengan dunia pendidikan pada umumnya berprofesi sebagai guru, sementara 8 orang bekerja dalam bidang wirausaha dan sebagai karyawan usaha.
4 Supriyati dan Tri Handayani
Politeknik Negeri Bengkalis (2018)
Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi dalam Penempatan Kerja
Hasil dalam penelitian ini adalah tingkat relevansi lulusan perguruan tinggi dalam penempatan kerja diperoleh persentase 67,2%
terkait dengan bidang administrasi dan manajemen dan 32,8% non administrasi dan manajemen. Hal ini membuktikan bahwa relevansi lulusan perguruan tinggi dalam hal ini adalah Politeknik Negeri Bengkalis khususnya Program Studi Administrasi Bisnis yang sudah relevan dengan penempatan kerja ini
dilihat dari uraian pekerjaan (job description) sesuai dengan bidang administrasi dan pengelolaan. Faktor relevansi lulusan dengan penempatan kerja adalah faktor profil kerja, tingkat kompetensi dan tingkat pendidikan.
5 Nabila Sitta Anjani
Universitas Negeri Yogyakarta
(2018)
Pengaruh Prestasi Belajar, Masa Studi, dan Keaktifan Berorganisasi
Terhadap Masa
Tunggu dan
Relevansi Pekerjaan X1: Prestasi Belajar X2: Masa Studi X3: Keaktifan Berorganisasi Y1: Masa Tunggu Y2: Relevansi Pekerjaan
Hasil penelitian ini adalah prestasi belajar tidak berpengaruh terhadap masa tunggu, prestasi belajar berpengaruh positif terhadap relevansi pekerjaan, masa studi tidak berpengaruh terhadap masa tunggu, masa studi tidak berpengaruh terhadap relevansi pekerjaan, lulusan yang aktif berorganisasi memiliki masa tunggu lebih cepat dari yang tidak aktif berorganisasi, keaktifan berorganisasi tidak berpengaruh terhadap relevansi pekerjaan, prestasi belajar, masa studi, dan keaktifan berorganisasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap masa tunggu, prestasi belajar, masa studi, dan keaktifan berorganisasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap relevansi pekerjaan.
Sumber: Data diolah (2020)
23
2.1. Kerangka Konseptual
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual
Fenomena adanya kondisi tidak relevan antara pendidikan yang ditempuh peserta didik di perguruan tinggi dengan pekerjaannya membuat peneliti tertarik melihat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kebutuhan kerja para lulusan.
Maka kerangka konseptual di atas menggambarkan Indeks Prestasi Kumulatif (X1), Masa Studi (X2), dan Keaktifan Berorganisasi (X3) sebagai variabel bebas yang mana diasumsikan mempunyai pengaruh terhadap Dunia Kerja Para Lulusan (Y). Penelitian ini ingin mengamati bagaimana variabel-variabel bebas ini berpengaruh terhadap dunia kerja yang dilihat dari jenis dan bidang pekerjaan para alumni.
2.4. Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan sementara terhadap permasalahan yang ingin diteliti. Maka, untuk mengetahui dugaan tersebut harus dibuktikan secara empiris untuk mengetahui kebenarannya. Adapun hal-hal yang menjadi dugaan sementara dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut.
Indeks Prestasi Kumulatif
(X1) Masa Studi
(X2) Keaktifan Organisasi
(X3)
Dunia Kerja Para Lulusan
(Y)
1. Indeks Prestasi Kumulatif Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara berpengaruh positif terhadap dunia kerja para lulusan.
2. Masa Studi Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara berpengaruh positif terhadap dunia kerja para lulusan.
3. Keaktifan Oganisasi Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara berpengaruh positif terhadap dunia kerja para lulusan.
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan, menggambarkan, dan memvalidasi fenomena sosial yang terjadi di sekeliling masyarakat. Penelitian ini akan dijabarkan melalui angka-angka sebagai hasil dari pengamatan yang dilakukan langsung di lapangan.
Dalam hal ini, permasalahan yang diambil yaitu mengenai apakah terdapat keterkaitan antara latar belakang pendidikan tinggi lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Sumatera Utara dengan pekerjaan yang didapatkan para lulusan seusai masa studinya .
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan persebaran alumni yang berada di wilayah Provinsi Sumatera Utara dan di luar provinsi sesuai dengan tempat para alumni bekerja saat ini. Sedangkan, waktu penelitian dilakukan mulai dari bulan Februari 2020 hingga bulan Juli 2020.
3.3. Populasi dan Sampel Penelitian 3.3.1. Populasi
Populasi merupakan objek yang akan diteliti dalam sebuah peneitian.
Maka, populasi penelitian ini adalah lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara angkatan 2011-2015 yang sedang bekerja.
Tabel 3.1
Data Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
Angkatan Alumni Jumlah Alumni
2011 139
2012 221
2013 157
2014 106
2015 102
Total Alumni 2011-2015 725 Sumber: Direktori Mahasiswa USU
Berdasarkan tabel di atas, terhitung alumni angkatan 2011 sejumlah 139 orang, angkatan 2012 sebanyak 221, angkatan 2013 sebanyak 157 orang, angkatan 2014 sebanyak 106 orang, dan angkatan 2015 sebanyak 102 orang. Maka terdapat 725 alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang menjadi populasi dalam penelitian ini.
3.3.2. Sampel
Sampel menggambarkan secara keseluruhan keadaan populasi sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan dalam tujuan penelitian. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi yang benar-benar merepresentasikan keadaan sebenarnya. Penelitian ini menggunakan metode non probability sampling, dimana semua populasi tidak mempunyai peluang atau kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari sampel penelitian. Dalam mengambil sampel penelitian ini digunakan teknik Purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu yaitu dikhususkan untuk alumni program studi.
Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Adapun kriteria yang
27
1. Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU yang terdiri dari angkatan 2011 sampai dengan 2015.
2. Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang sudah bekerja minimal satu tahun.
3. Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang bekerja di institusi pemerintah, perusahaan swasta, institusi pendidikan, dan wirausaha.
Selain itu, penelitian ini menggunakan teknik Quota Sampling. Quota Sampling atau Sampling Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu dengan jumlah (kuota) yang diinginkan. Sampel diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum tertentu terhadap kelompok. Oleh karena itu ditetapkan kuota sampel yaitu sebesar 100 responden yang merupakan alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang akan menjadi sampel dalam penelitian ini.
Penentuan sampel dilakukan dengan cara yaitu sebagai berikut:
Angkatan 2011
= 19 responden
Angkatan 2012
= 30 responden
Angkatan 2013
= 22 responden
Angkatan 2014
= 15 responden
Angkatan 2015
= 14 responden
Hasil penentuan sampel di atas apabila dijumlahkan dari angkatan 2011 sampai dengan 2015 maka diperoleh 100 responden.
3.4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan merupakan langkah penting dalam melakukan penelitian karena melalui data tersebut pertanyaan dalam penelitian ini dapat dijawab. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber objek penelitian dilakukan.
Dari segi tekniknya, mengingat sampel dari penelitian ini memiliki jumlah yang banyak, maka terdapat dia jenis teknik pengumpulan data yaitu sebagai berikut.
3.4.1. Kuesioner
Kuisioner atau angket yang berisi daftar pertanyaan dan pernyataan untuk para responden akan dibagikan melalui telepon, formulir online, dan bertemu langsung dengan responden yang bersangkutan.
Pernyataan disusun menggunakan skala Likert. Skala Likert adalah sebuah skala yang dapat digunakan untuk mengatur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu objek atau fenomena tertentu (Siregar, 2013). Skala ini berisikan pilihan lima jawaban responden terhadap relevansi pendidikan yang mereka jalani saat kuliah dengan pekerjaan mereka yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS).
Semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin tinggi pengaruh beberapa variabel untuk mengukur relevansi pendidikan tinggi dengan duina kerja,
29
sebaliknya semakin rendah skor yang peroleh maka semakin rendah pula relevansinya.
Tabel 3.2 Skala Likert
Skala Bobot
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Netral 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1 Sumber: Siregar, 2013 (Data diolah)
3.4.2. Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen profil lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3.5. Definisi Operasional
Adapun definisi operasional dari variabel-variabel dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut.
1. Indeks Prestasi Kumulatif adalah penjumlahan hasil belajar peserta didik perguruan tinggi tiap semester mulai dari semester pertama hingga semester akhir masa studi selama kurang lebih 4 hingga 7 tahun.
2. Masa Studi adalah periode waktu belajar yang dibutuhkan peserta didik perguruan tinggi untuk menyelesaikan proses belajar mengajar hingga penyelesaian skripsi.
3. Pengalaman Organisasi adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang diikuti peserta didik perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar kampus selama masa studinya.
4. Dunia Kerja adalah sebuah tempat dimana para pekerja berkumpul untuk melakukan suatu aktivitas kerja baik di perusahaan maupun organisasi.
3.6. Analisis Data
3.6.1 Analisis Statistik Deskriptif
Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Uji statistik dalam analisis deskriptif digunakan untuk menguji hipotesis dari suatu penelitian yang bersifat deskriptif. Pengukuran relevansi menggunakan statistik deskriptif dimana peneliti menjelaskan data berupa frekuensi dan persentase dengan cara mengklasifikasikan data.
3.6.2 Analisis Regresi Linier Berganda
Model regresi linier berganda adalah model regresi yang mempunyai lebih dari satu variabel independen. Model regresi linier berganda dikatakan model yang baik jika model tersebut bebas dari uji asumsi klasik. Model penelitian yang akan dianalisis diformulasikan dengan hubungan atau fungsi sebagai berikut :
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e Keterangan :
Y = Dunia Kerja
a = Konstanta (Intercepts)
b1 = Koefisien regresi variabel Indeks Prestasi Kumulatif (X1) b2 = Koefisien regresi variabel Masa Studi (X2)
31
b3 = Koefisien regresi variabel Keaktifan Berorganisasi (X2) e = Standard Error
X1= Indeks Prestasi Kumulatif X2= Masa Studi
X3= Keaktifan Berorganisasi 3.7. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan analisis tabulasi silang (crosstabs). Tabulasi silang merupakan alat statistik yang dapat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi dari kombinasi dua atau lebih variabel. Metode tabulasi silang merupakan tabel dua atau lebih variabel yang digunakan untuk menguji asosiasi atau hubungan antar dua atau lebih variabel kategorial. Tabulasi silang dapat memberikan masukan mengenai sifat hubungan, karena penambahan satu atau lebih variabel pada analisis kualifikasi silang dua arah adalah dengan mempertahankan masing-masing variabel. Analisis crosstabs diolah menggunakan aplikasi SPSS 23.
Selain itu, pengukuran tiga variabel dalam penelitian ini dianalisis menggunakan model Partial Least Square (PLS). Partial Least Square (PLS) merupakan metode analisis multivarian yang melakukan perbandingan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Teknik ini cukup powerful karena dapat diterapkan pada semua skala data, asumsi yang dibutuhkan tidak banyak, dan ukuran sampel tidak harus besar. Metode ini juga tidak mensyaratkan penggunaan uji asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolinieritas, dan heterokedastisitas.
Analisis ini merupakan alternatif yang baik untuk analisis regresi berganda karena
sifatnya lebih kebal. SmartPLS menjadi aplikasi pengolah data yang dianggap software yang cukup efektif apabila digunakan pada data yang tidak berjumlah besar.
3.7.1. Model Pengukuran (Outer Model)
Model pengukuran (Outer Model) pada Partial Least Square (PLS) digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas model. Kriteria untuk menilai outer model yaitu dengan menghitung nilai Convergent Validity, Discriminant Validity, Composite Reliability, dan Cronbach’s Alpha.
3.7.1.1. Uji Validitas
Uji Validitas yang dimaksud adalah pengujian terhadap indikator dalam variabel laten untuk memastikan bahwa indikator yang digunakan dalam penelitian ini benar-benar mampu dipahami dengan baik oleh responden sehingga responden tidak mengalami kesalahpahaman terhadap indikator yang digunakan.
Uji ini menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang akan diukur.
Uji validitas akan mengamati nilai convergent validity dan nilai discriminant validity dengan menggunakan aplikasi SmartPLS. Convergent validity mengukur korelasi antara butir pernyataan dengan konstruk dalam penelitian dengan kriteria pengujian:
Apabila nilai Outer Loadings > 0,7 maka alat ukur dinyatakan valid
Apabila nilai Outer Loadings < 0,7 maka alat ukur dinyatakan tidak valid Validitas juga bisa ditentukan melalui metode lainnya yaitu discriminant validity dengan membandingkan nilai dari Average Variance Extracted (AVE)
33
konstruk dalam model. Dengan kriteria pengujian, apabila nilai Average Variance Extracted > 0,5 maka alat ukur tersebut dinyatakan valid, dan sebaliknya apabila Average Variance Extracted < 0,5 maka alat ukur tersebut dinyatakan tidak valid.
Metode ini menggunakan SmartPLS.
3.7.1.2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah uji yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula (Siregar, 2013). Dengan kata lain, reliabilitas menunjukkan konsistensi alat pengukur terhadap gejala yang sama.
Pengukuran validitas ini menggunakan nilai Composite Reliability dan nilai Cronbach’s Alpha ang akan diolah pada aplikasi SmartPLS dengan kriteria pengujian:
Apabila nilai Composite Reliability dan nilai Cronbach’s Alpha >
0,7 maka alat ukur dikatakan reliabel
Apabila nilai Composite Reliability dan nilai Cronbach’s Alpha >
0,7 maka alat ukur dikatakan tidak reliabel 3.7.2. Model Struktural (Inner Model)
Pengujian inner model atau model struktural dilakukan untuk melihat hubungan antara konstruk, nilai signifikansi dan R-square dari model penelitian.
3.7.2.1. Koefisien Determinasi (R²)
Nilai R² digunakan untuk menjelaskan besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Apabila nilai R² semakin tinggi, maka model prediksi
dari model penelitian yang diajukan semakin baik. Model yang tinggi ditunjukkan dengan nilai 0,67, model yang moderat ditunjukkan dengan nilai 0,33 dan model yang lemah ditunjukkan dengan nilai 0,19.
3.7.2.2. Ukuran Pengaruh (f²)
Effect size atau ukuran pengaruh (f²) digunakan untuk melihat besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas dalam membentuk variabel terikat.
Acuan nilai yang digunakan adalah 0,02 mengindikasikan pengaruh lemah, 0,15 mengindikasikan sedang dan 0,35 mengindikasikan kuat.
3.7.3. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis bertujuan menjawab rumusan masalah tentang bagaimana variabel Indeks Prestasi Kumulatif (IP), Masa Studi (MS), Keaktifan Berorganisasi (KB) berpengaruh terhadap Dunia Kerja (DK). Menguji hipotesis pada model Partial Least Square (PLS) dapat dilihat dari nilai koefisien jalur yang ditunjukkan dengan nilai P-Values dan nilai t-statistik. Nilai koefisien jalur dapat diperoleh dengan prosedur bootstrapping. Untuk pengujian hipotesis menggunakan nilai signifikansi dengan α = 5%, P-Values harus lebih kecil dari 0,05 dan nilai t-statistik yang digunakan adalah 1,66. Sehingga kriteria penerimaan hipotesis adalah apabila nilai t-statistik > 1,66.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Data Penelitian
4.1.1. Data Penelitian
Penelitian ini menargetkan para alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang terdiri dari lima angkatan yakni angkatan 2011 sampai dengan angkatan 2015.
Maka, populasi penelitian berjumlah 725 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling, yaitu sampel dengan kriteria tertentu.
Penentuan sampel masing-masing angkatan memiliki jumlah yang berbeda sesuai dengan persentasenya. Adapun kriteria pemilihan responden yaitu para alumni angkatan 2011-2015 dan sudah bekerja minimal satu tahun. Penentuan jumlah sampel menggunakan sampel kuota atau quota sampling sehingga objek penelitian terdiri atas 100 responden.
Jenis data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada para alumni. Penyebaran kuesioner dilakukan melalui pembagian link google form atau formulir daring. Penyebaran diselesaikan dalam kurun waktu 6 hari. Penjelasan lebih rinci akan dijabarkan dalam tabel berikut:
Tabel 4.1
Data Kuesioner Tersebar
No. Angkatan Jumlah
1 2011 18
2 2012 33
3 2013 13
4 2014 20
5 2015 16
Total 100
Sumber: Data Hasil Penelitian (2020)
4.1.2. Karakteristik Responden
Berdasarkan hasil penelusuran data para alumni, maka diperoleh data tentang responden penelitian yang terdiri atas beberapa bagian yaitu pertama, identitas responden yang terbagi menjadi jenis kelamin dan usia. Kedua, riwayat pendidikan responden yang terdiri dari kurun waktu alumni mencari pekerjaan pertama, pilihan jenis pekerjaan para alumni sebelum lulus kuliah, IPK terakhir, keaktifan berorganisasi, organisasi yang pernah ditekuni, dan mata kuliah yang dirasa paling bermanfaat. Ketiga, penelusuran mengenai pekerjaan para alumni baik pekerjaan pertama dan juga pekerjaan alumni saat ini yang terdiri dari jenis pekerjaan pertama, bidang pekerjaan alumni, rata-rata pendapatan pada pekerjaan pertama, dan relevansi bidang ilmu ekonomi terhadap pekerjaan para alumni.
4.1.2.1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
(%)
1 Laki-laki 36 36
2 Perempuan 64 64
Total 100 100
Sumber: Data Hasil Penelitian (2020)
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa responden dengan jenis kelamin Laki-laki sebanyak 36 orang (36%). Sedangkan responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 64 orang (64%). Hasil penelitian menunjukkan
37
bahwa responden yang paling banyak adalah kelompok jenis kelamin perempuan yaitu sejumlah 64%.
4.1.2.2. Responden Berdasarkan Usia
Karakteristik responden berdasarkan kelompok usia disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Usia Frekuensi
(orang)
Persentase (%)
1 22 6 6
2 23 17 17
3 24 22 22
4 25 17 17
5 26 28 28
6 27 10 10
Total 100 100
Sumber: Data Hasil Penelitian (2020)
Data penelusuran dari Tabel 4.3 menjelaskan bahwa responden yang berusia 22 tahun sebanyak 6 orang (6%), usia 23 tahun sebanyak 17 orang (17%), usia 24 tahun sebanyak 22 orang (22%), usia 25 sebanyak 17 orang (17%), usia 26 sebanyak 28 orang (28%), dan usia 27 sebanyak 10 orang (10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak adalah responden yang berusia 26 tahun yaitu sebanyak 28%.
4.1.3. Riwayat Pendidikan Responden
4.1.3.1. Responden Berdasarkan IPK Terakhir
Karakteristik responden berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir disajikan dalam tabel berikut: