DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RISALAH RAPAT PANITIA KHUSUS DPR RI RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG ADVOKAT

18  Download (0)

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

RISALAH RAPAT

PANITIA KHUSUS DPR RI

RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG ADVOKAT

Tahun S idang Masa Persidangan Jenis Rapat Sifat Rapat Hari/Tanggal Waktu Dengan Tempat Ketua Rapat Sekretaris Acara

Anggota Hadir

: RAPAT PANJA RUU ADVOKAT

: 25 FEBRUARI 2002

PIMPINAN PAN SUS RUU TENTANG ADVOKAT DPR RI :

ARSIP DPR RI

(2)

RISALAH RAPAT PANJA RUU TENTANG ADVOKAT TANGGAL 25 F EBRUARI 2002

P E M ERINTAH

Perintah kalau kata tentang di apa bukan tentang profesi d i h i langkan itu tidak menj ad i soal memang sebaiknya, j ad i umpamanya Advokat webs ya nggak adajad i istilahnya apa namanya itu j adi Advokat U U tentang Advokat.

Jad i kalau Advokat itu masalah profesinya ya! Apa namanya, nah itulah kita tidak menggunakan kata penasihat hukum itu tad i,jadi Advokat dalam ha! ini kita setuju kata Advokat dan setuj u pemerintah itu kalau dihi lang kata profesi, jad i RUU tentang Advokat. Oh itu bukan ketiganya salah satunya usu lan !

Nah ini mengusulkan bersama-sama.

KETUA RAPAT : S i lahkan Reformasi.

ANGGOTA (PATRIALIS)

Jad i dari Refomasi memang mengusulkan sebetu lnya memang penasehat hukum kalau dil ihat dari dokumen aslinya di Sekreatariat, itu memang penasihat, bukan penasehat yang ada dokurnen asl i nya nanti l i hat. Ya ada di dalarn KU HAP kita agak sedikit berbeda dengan pemerintah, tidak satu pun rnenyebut yang namanya Advokat, yang ada itu adalah penasehat hukum, j adi kalau d ikatakan bahwa penasehat hukum. Bagian dari pada Advokat d i dalam KU HAP tidak begitu baik. di dalam materinya rnaupun di dalarn penjelasannya, satu.

Yang kedua Menteri Kehakirnan sampai hari ini mengel uarkan surat keputusan untuk pemberian bantuan hukum, ini adalah namanya penasihat hukurn. I n i M enteri Kehakirnan. Departemen Kehaki man sarnpai hari narnanya penasehat hukurn, Ini tidak Advokat d i Departemen Kehakirnan . Bahkan berita acara pun yang d i kel uarkan d i dalam apa namanya bantuan hukurn itu yang n arnanya j uga penasehat hukum(2 ) .

Yang ketiga kita ingin apa narnanya kedepan inij uga sudah ada kebijakan dari Mahkarnah Agung dan j uga Departernen Kehakirnan bahwa kedepan ini seorang yang rnelakukan bantuan hukurn itu tidak lagi dilakukan dikriminasi, antara seseorang pengacara denga seorang Advokat sekarang dalarn praktiknya begitu, kalau dibilang pengacara, \Vah berarti orang ini S Knya baru terbatas di wi layah l ingkungan pengadi l an tinggL sedang Advokat

192

ARSIP DPR RI

(3)

katanya adalah selurnh Indonesia

Nah ini diskriminasi itu sudah mulai kita ingin hilangkan, bahkan kalau kita kedepan ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia, ini secara keseluruhan karena ini adalah merupakan dari apa namanya peluang untuk membuat tenaga kerja sendiri. Maka penasehat itu nanti tidak akan membeda-bedakan lagi posisi-posisi seperti itu. Sehingga yang akan dijadikan lulus atau tidaknya seseorang menjadi penasehat hokum itu adalah mungkin kita lebih tetapkan dari persyaratannya saja, persyaratan sehingga kualifikasi atau kualitas soorangpenesehat itu memang lebih bisa dipertanggung jawabkan.

Yang terakhir adalah memang tadi sudah diakui oleh pemerintah tidak semua Negara memang memakai advokat itu, kita kaiau bicara dengan orang Amerika kadang-kadang memang dia nggak nyambung, kerjaan anda apa!

Advokat aja tidak tahu, ya kan. Karena ini adalah merupakan bagian dari togas bangsa Indonesia, dan masyarakat di pedesaan pun juga tidak ngerti itu namanya advokat, kayaknya barat ini masih barat elit,sehingga mereka untuk masuk ke kantor advokat pun juga bingung, apa itu advokat, dikira advokat.

Masih banyak orang yang takut masuk kantor advokat, kayak elit benar gitu loh. Jadi tidak bersahabat dengan masyarakat Indonesia.

Nah bagaimana kita bisa menyentuh dan masyarakat itu mau akrab dengan kita. ya kita kasih obat penasehat hukum langsung dia nyambung. Enggak perlu lagi ada penafsiran tidak perlu lagi tanyaAdvokat itu apa, oh penasehat hukum, oh berarti penasehat hukum. Nah itu alasan kami untuk lebih mengakrabkan suasana juga antara masyarakat pencari keadilan dengan lembagaprofesi yang memberikan bantuan hukum ini. Kalau mengenai profesi kami setuju untuk dihilangkan.

Terima kasih.

KETUA RAPAT ::

Ada yang ingin ditambahkan sebelum saya kembalikan kepada pemerintah, baik silakan pemerintah langsung.

PEMERINTAH :

Terma kasih Bapak Charles.

Bahwa sahnya Menteri Kehakiman tidak menggunakan kata Advokat dan menggunakan kata penasehat-penasehat hukum sampai hari ini, karena UU ini memang belum lahir. kalau UU lahir, berarti UU !ahir sudah menggunakan Advokat berarti tidak menggunakan kata penasehat hukum.

ARSIP DPR RI

(4)

Kedua kalau dikampung saya orang lebih tahu Advokat dari penasehat hukum, di kampung saya (kata toe di kampung orang lain). Sebab betul Advokat ini adalah dari bahasa Belanda Inckeberger sudah memaysarakat, orang tahu eh dari Advokat karena orang kampung itu h anya dua yang tahu dia, advokat dengan pengalaman pohon bambu itu d i a yang tahu, ngak ada yang tahu penasehat hukum, itukan kekel iruan d idalam UU apa namanya 1470 sebetulnya itu. disitu tempat kekeliruan kalau soal orang tahu boleh tanya apa itu namanya tidak ada namanya kampung tahunya Advokat, wah hebat itu Advokat apa namanya pohon bambu.

Oleh karena itu j adi pohon bambu itu <lulu orang cuma banyak yang apa namanya itu orang Bumi Putera yang hanya d isandera di luar negeri oleh karen a itu Advokat i n i sudah betul-betul apa namanya sudah d iterima dimasyarakat kata-kata, dan ini j uga d i dalam RUU K U HAP j uga sekarang kata-kata Advokat itu tidak lagi penasehat hukum digunakan. Jadi barangkal i Mer.�eri Kehakiman kalau sudah i n i UU i n i menggunakan Advokat dia tidak lagi akan menggunakan penasehat hukum, pasti akan meruj uk kepada ini. Kalau sampai sekarang pasti akan menggunakan kata itu karena U U masih memakai kata ini, dan sebetulnya ini tidak perlu menj adikan apa namanya bahan panj ang. Sebetulnya ini kan inckeberger sudah memasyrakat ya! kata seumpamanya Got coba kampung mana itu apa gol itu kita ribut bawah B ahasa Belanda ke B ahasa Inggris seperti masuk.

ANGGOTA (AMIN) :

Begini sebetulnya isti lah Advokat itu sudah menjadi bahasa Indonesi a, tadi I nckeberger seperti Rad io, Dokter, Insinyur itu sudah rnenj ad i bahasa Indonesia, dan i sti l ah sebetul nya sudah d iputuskan dalam musyawarah I KADIN , AAI, dan IPPI itu ada musyawarah di situ yang mengambil keputusan isti lahnya Advokat, ada pun tadi pengertian seolah-olah d iskrim inasi,j ustru tidak ada diskriminasi karena pada waktu itu deal dari pertemuan kesepakatan itu pengacara praktik untuk seterusnya namanya Advokat j uga, j ad i tidak ada diskriminasi terus pengacara praktek itu IPPI pada waktu bisa menerima karena komposisinya begini, I KADIN menggunakan isti lah Advokat, AAI menggunakan istilah Advokat, tinggal IPPI yang tidak mau, kan akhirnya d icari satu kompromi mulai selanjutnya, kan perbedaan antara Advokat dan penasehat hukum. Itu kalau Advokat itu izi n dari Menteri Kehakiman, kalau penasehat hukum itu izin dari Pengad i lan Tinggi, untuk selanjutnya satu pintu izin hanya dari Menteri Kehakiman dan isti!ahnya Advokat, itu!ah dari teman­

ternan ! P P ! rnenerima istilah ini, j ad i karena i n i sudah menj ad i bahasa

194

ARSIP DPR RI

(5)

Indonesia dan masyarakat sendiri itu sudah menerima istilah ini, saya kira yang paling tepat Advokat tetap dipertahankan, Terima kasih.

KETUA RAPAT :

Silakan Reformasi.

ANGGOTA (PATRIALIS) :

Justru saya melihat kenapa Departemen Kehakiman menggunakan kata penasehat hukum bukan karena UU yang belum ada, karena Departemen Kehakiman itu mengerti betul mana yang lebih dipahami masyarakat gitu, sehingga sekaligus saya kaitkan dengan Pak Amin, Justru Pak Amin sayajuga seorang penasehat hukum yang SK nya oleh Menteri Kehakiman bukan Advokat, kebetulan sampai hari ini masih sah dan berlaku, j adi saya taruh di dinding namanya penasehat hukum setiap saat, saya pikir-pikir Advokat atau penasehat hukum, oh penasehat hukum.

KETUA RAPAT :

Nah itu saya tengahkan Pak, memang belakang diakan penasehat hukum izin putih, kalau dulu mungkin zaman Pak Amin, kan masih buku biru itu, yang ada tulisan Advokat memang belakang berubah jadi penasehat hukum, tapi sama saja lah artinya boleh.

ANGGOTA (PATRIALIS) :

Ya itu satu, yang kedua kalau kita menggantikan sesuatu dengan belum jelas, tadi Pak Pemerintah mengatakan bahwa ada RUU, ini jangan RUU, ini UU sudah ada jangan kita be1tolak belakang dengan sudah ada yang dipatok, RUU kan masih diawang-awang Pak, entah kapan pula akan direfisi itukan.

Nah ini kita supaya tidak ada kontradiktif supaya tidak confuse j uga, nanti di dalam apa namanya, di dalam pelaksanaan yang kita miliki katakanlah misalnya, di Kepolisian, ini di KUHAP, kami hanya ada penasehat hukum kenapa tidak ada Advokat, kita repot j u ga, mana yang benar, j adi s upaya j angan membingungkan,jadi kalau sudah ada patokannya, kita patok saja. saya kira begitu, namun demokrasi ditangan kita semua.

KETUA RAPAT :

Silakan lbu Dwi.

ANGGOTA (DWI) :

Saya ikut saja!ah, kalau Advokat boleh, penasehat hukum j uga bo!eh, yang penting tidak ada lagi diskriminasi itu. pengacara praktik tidak ada,jadi

ARSIP DPR RI

(6)

disatu pintu ini S K Menteri Kehakiman, kalau itu saya yang paling penting.

Terima kasih.

ANGGOTA (AMIN) : S audara Pimpinan.

KETUA RAPAT : S i l akan Pak Amin.

ANGGOTA (AMIN) :

Supaya ini tidakjadi debat yang tidak bertele-tel e, maka sebetulnya kalau kita mengundang kalangan Advokat, mereka bisa menjelaskan yang lebih jelas, mengapa mereka mau menggunakan kata istilah itu. j ad i memang mengundang mereka itu lebi h penting.

Terima kasih.

KETUA RAPAT : S i l akan Pemerintah.

PEMERINTAH :

Kalau saya sebetu lnya dengan Advokat tidak ada diskrim inasi l agi dan secara ekonomis itu, mengetiknya itu singkat kata. Yang kedua, orang send iri menamakan Advokat, masa d ia kita rubah namanya, l bu ini kan namanya Dwi Ria, masa kita ganti namanya dengan yang lain, kan marah.

sekarang realisasi yang namanyaAdvokat sudah Advokat, AA!, ia menamakan Advokat, I KADIN Advokat, KORADIN Advokat, masa kita mau robah dia.

!PHI A l sudah menyatakan Advokat, kenapa lagi orang ini sudah menggunakan kata Advokat kita merobah, kan lucu j uga namanya.

ANGGOTA (PATRIALIS) :

Kita dengarkan saja nanti masukan dari saksi . KETUA RAPAT :

Jadi a1tinya kita mendengarkan, tap i mungkin tidak kita putarkan l agi nanti, karena Pak Patrialis sudah b isa mencoba memahami sebetulnya.

196

ANGGOTA (PATRIALIS) :

Ta pi alasan pemerintah tidak cocok sebetulnya.

KETUA RAPAT :

Kita tunggu, kita pending 1111, baik tentang Advokat kita tunggu, kita

ARSIP DPR RI

(7)

pending, baik j ad i sebetulnya kalau kita l ihat di nomor 2 dan seterusnya i n i, lebih banyak redaksional saja, berkaitan dengan rumusan sebetulnya.

ANGGOTA (PATRIALIS) :

Tidak ada yang redaksi onal saj a, tapi juga ada substansijuga, ya silahkan mulai dari mana.

KETUA RAPAT :

Baik kita mulai, kita lanjutkan dari DIM nomor 2, kita langsung ada usulan adalah perubahan dari reformasi, dari POU, kemudian lainnya dari reformasi , karena POU tidak ada, ya, silakan.

ANGGOTA (PATRIALIS) :

Dari Reformasi menambahkan satu kal i m at d i belakangnya yaitu menjunj ung tinggi HAM . Apalagi i nikan bicara tentang masalah profesi Advokat, jad i amar konsiderannya itu harus j uga merujuk pada menj unj ung HAM, apalagi HAM ini sudah merupakan bagian yang sudah kita masukan di dalam konstitusi kita, U UD kita pada perubahan yang kedua,jadi ini ingin menambahkan saj a.

Terima kasih KETUA RAPAT :

Ya, ini Udin dari POU, usulan perubahan kal imat, ada perubahan kali mat dengan membuat formulasinya, Jesed Koma itu dihi langkan adalah Negara hukum yang menj amin semua orang, d ihadapan hukum semua tiap-tiap orang memperoleh perlindungan hukum, kemudian kalau dirumusan meminta sendiri hanya menegakkan sebagai Negara hukum bertujuan j uga mewujudkan tata keh idupan kesehj ahteraan, aman, tertib dan berkeadilan.

S ilakan pemerintah.

PEMERINTAH :

Sebetulnya in ikan masa taste, memang kalau masalah taste itu kita tidak bisa bertengkar mengenai masalah taste, tapi sebetulnya ketahui lah bahwa men imbang itu adalah merupakan sesuatu landasan yang fi losofinya, kalau kita sudah mengatakan sebetulnya Negara hukum mewujudkan sej ahtera, aman, tentram, te11ib, berkead i lan. apakah tidak termasuk juga menj unj ung HAM. sebetulnya kalau kita itu berbicara Negara hukum, di dalamnya itu pasti menjunjung tinggi HAM, sebab HAM itu ada kaitannya dengan Negara hukum, iidak ada kaitannya dengan sejahtera, aman, tentram. tertib itu. Yaitu tentunya tapi kalau urnpamanya su paya lebih mantap boleh-bo leh saj a

ARSIP DPR RI

(8)

ini tidak menjadi persoalan, tapi kalau d isamai reformasi menjuj ung tinggi HAM, ya boleh-boleh saja. Ketahui lah bahwa berbicara Negara hukum itu kita berbicara mengenaijuga menjunj ung HAM,j ad i kalau yang terlampau panj ang, kalau dari POU "orangnya ada tidak".

KETUA RAPAT :

Tidak ada, lagi ada d i pencucian uang. jadi itu saya kira cukup kalau mau ditambah menjunjung tinggi HAM, boleh-boleh saja, tapi pemerintah menyatakan bahwasannya itu akan "Ridaden", berlebih-lebih an .

S ilakan.

ANGGOTA (AKIL)

Ini Ketua, boleh tanggapan, menanggapi usu! reformasi, j adi saya kirakan karena d i nomor 2 i ni kan konstritannya adalah konstritan menimbang, d imana I ndonesia sebagai N egara hukum berdasarkan Pancas i l a d an UUD 1 945 bertuj uan, itu memang tuj uan dasar dari Negara RI. Saya kira itu adalah kalimat Letterlij k d i pembukaan UUD, sedangkan yang berkaitan dengan HAM, itu sebenarnya bisa d i l ihat pada D I M No.3 h uruf D, karena apa, karena d i dalam kekuasaan keh akiman yang bebas itu termasuk pula di dalamnya adalah HAM.

D i dalam konsiderannya, meni mbang adal ah kita ingin mengambarkan tuj uan Negara RI ini, begitu. j adi saya kira masuk atau tidak masuknya itu sudah terakomodif di nomor 3 pada huruf B, sebab kalau saya mau melihat pada konsideran huruf A i n i m emang, itu Negara RI sebagai Negara h ukum berdasarkan Pancasi la dan U U D 1 945 bertujuan mewuj udkan tata kehi dupan yang sej ahtera, aman, tentaram, tertib dan berkeadi l an, itukan saya kira adalah sebuah kal imat yang masukj uga d i dalam penjelasan pembukaan UUD 1 945.

Sedangkan pada DIM d i nomor 3 itu kekuasaan kehakiman yang bebas yang segala campur tangan dan pengaruh dari luar memerlukan pula profesi Advokat yang bebas untuk terselenggaranya sesuatu peradi lan yangjuj ur, adi l dan mem i l iki kepastian hukum bagi semua pencari keadi l an, dan menegakan hukum dan kebenaran dan keadi lan HAM, j ad i profesi yang bebas, jujur d an adi l itu d i dalam kerangka menu ju kepastian hukum. bahwa kepastian itu harus mel ingkupi pula, dalam hal penegakan HAM, kalau menurut pengertian saya.

jadi saya kira pada DIM nomor 2, ini tidaklah perlu d itambah menjunjung tinggi HAM, kal imat terakhir. ya, cukup.

Teri ma kasih.

KETUA RAPAT :

1 98

ARSIP DPR RI

(9)

Jadi saya kira pertama usu Ian Reformasi ini pada prinsipnya pemerintah keberatan untuk mencantumkan ini sebagai bentuk penegasan. kemudian pertanyaan dari saudara Aki I adalah bahwa apakah HAM di dalam berikutnya sudah bisa dianggap atau sama dengan maksud dari yang diinginkan oleh reformasi tadi.

ANGGOTA (PATRIALIS) :

Ya, sebetulnya dari reformasi memang sudah melihat bahwa substansi tentang masalah penegakan dan menjunj ung tinggi HAM. itu sudah termasuk di dalam inti DIM 3 dan ini kita setuj ui, cuma kami kurang sependapat dengan pemerintah kalau alasan menjunj ung tinggi HAM itu sudah masuk dalam kategori Negara hukum. Justru Negara hukum kita selama ini j ustru tidak menegakkan HAM karena memang eksl usif adanya penegakan HAM sehingga seperti yang dikatakan kami tadi bahwa jelas di dalam UUD kita mengatakan bahwa Indonesia adalah Rechtstaat bukan Maachtstaat, tapi tidak penegak HAM, oleh karena itu tidak ada, maka pasal yang penting banyak di dalam UUD kita, itu adalah mengenai penegakan HAM ketimbang penegakan hukum yang lain, oleh karena itu lain tern pat terdirinya penegakan HAM dengan penegakan hukum, tidak semua masalah-masalah HAM, masalah-masalah hukum bisa dijangkau kepada HAM termasuk dalam aturan-aturan hukum kita. Kami setuj u sebetulnya penegakan hak asasi ini sudah masuk substansi di DIM nomor 3,jadi kalau dalam DIM nomor 2 ini tidak masuk, tidak apa­

apa, tapi alasan-alasan tadi kami kurang sependapat.

Terima kasih.

KETUA RAPAT :

Ya, terima kasih Reformasi. Jadi terhadap usulan-usulan menganggap bahwa substansi HAM sudah diakomodasikan di DIM nomor 3, konsideran menimbang huruf B sehingga menganggap untuk usu Ian tetap saja rumusannya seperti rumusan awal. Seperti rumusan asli yang demikian kita bisa melajutkan di DIM nomor 3, biar setuju. terima kasih. selanj utnya di DIM nomor 3 , dari DIM nomor 3 ini artinya PPP ada Reformasi. tadi Advokat diganti penasehat hukum, sehingga menj adi kita Planning, Om Bondan, TNI POLRI, kemudian POU.

Silakan PPP.

ANGGOTA FPPP :

Terima kasih Pimpinan dan Pemerintah, sebagaimana tertuang dalam Tim kami, P PP mengusulkan kata profesi ini dihapus bercampuran dengan

ARSIP DPR RI

(10)

usu fan judul, namun selain itu kami mohon pertimbangan tentang kata setelah profesi Advokat, acla kata�kata yang bebas, apakah kata yang bebas inimasih tepat:untukdicantumkan atau tidak, sebabjangan�janganadapermikiranbahwa ada Adv(IJkat yang t'idak bebas. jadi wisalkanAdvokat terikat atau bagaimana, ataupun misalkan j angan sampai bebas juga, :ini kebabl asan.' Nah kenapa kami be I um membuatsatu alasan�rkarena memang inipun he I um menemukan sesuatu alasan yang pal ing tepat. Seandainya memang kata-kata bebas ini dihi langkan, n amun menurut pemikiran kami apakah memang masih tepat yang bebas ini d icantumkan, yang berikutnya kami tambahkan bahwa setelah kata Advokat d itambahkan "dijamin serta dil indungi" o leh hukum. barangkali kata yang b�bas ini dapat d i akomodif dengan kalimat itu, seandainya memang dapat d iakomodif, barangkal ijtulah sebagai pengantinya,,demi kianl ah dari kami , barangkal i ada rekan kami Pak Anwar Mal i k mau menambah kan silahkan.

ferima kasih.

KETUA RAPAT :

. . .

Cukup Pak Anwar Mal i k,

elanjutpya Refor111asi kita ingin kompoten

denganj udul. ·

PATRIALIS

Saya ingin tanggapi nanti yang dari PPP.

KETUA RAPAT : S i l ahkan dari TNI-POLRL ANGGOTA TNI POLRI : Terima kasih, Pak.

I ntinya kami hanya ingin menyederhanakan kalimat d isamping memang kaitannya tidak saling terkait langsung. kekuasaan Kehakiman dengan profesi yang bebas itu seh ingga tanpa menghi langkan substansi yang ada, kita sederhanakan kal i matnya menj ad i apa yang ada d i dalam utamanya disini bahwa itu terselenggaranya suatu peradi lan yang j uj ur dan adi l memi l iki kepastian hukum, maka bagi semua pencari keadi lan dalam menegakan hukum, kemudian kead ilan dan HAM, diperlukan profesi Advokat yang bebas ini. Mengingatpad� pelaksanaan profesinya tidak d ipengaruhi terima kasih.

KE TUA RAPAT : Ya, si lahkan Pemerintah .

200

ARSIP DPR RI

(11)

PEMERINTAH :

Yang dari PPP ya, untuk disini kata profesi tidak bisa keluar, tidak bisa dihilangkan, kalau untukjudul betul. Tapi disini kita yang mengatur mengenai kata profesi Advokat saja, memang kalau kita berbicara tentang Advokat yang bebas, profesi Advokat yang bebas biasanya itu gandengannya bukan yang dijamin, tapi bebas dan bertanggung jawab, biasanya namanya Free and respobility. Sekarang yang dari POLRI, memang kalau lihat ininya hampir sama bahwa suatu peradilan yangjuj ur,j adi disini kita melihatnya itu adalah kekosongan kehakimannya yang be bas dari segala campur tangan dan pengaruh dari luar,jadi bukan saja proses peradilan tapi bisajuga kekuasaan. Oleh karena itu kita munculkan sekarang ini kekuasaan kehakiman yang bebas dari segala campur tangan dan pengaruh dari luar itu, jadi tidak hanya melihat proses pengadilanjuj ur, adil, tapi nuansanya kesanajuga. Jadi terhadap ketiga tadi itu kata profesi itu harus tetap ada dan jika mau ditambah bebas takut ini itu bebas dan bertanggungjawab untuk suatu peradilanjujur dan adil, itu barangkali jawabannya dari pemerintah.

KETUA RAPAT : S ilahkan Reformasi.

ANGGOTA (PATRIALIS)

Saya ingin menanggapi tentang masalah kalimat yang bebas ini. Meskipun di dalam usul an pertama tidak ada, tetapi memang menarik apa yang disampaikan oleh PPP ada penekanan kal imat yang bebas, saya kira kalimat yang bebas ini adalah sangat berbahaya, meskipun adalah saya seorang Advokat, mengatakan suatu kalimat yang bebas, ini dapat diartikan secara luar biasa. Dan bisa-bisa ini menjadi sesuatu yang tidak bisa terkontrol, yang paling penting bagi kita adalah bukan kebebasan, tetapi adalah bagaimana hubungan tatanan antara lembaga-lembaga tertinggi negara atau instansi­

instansi atau lembaga-lembaga penegak hukum ini satu sama lain. Kalau bebas sehingga tidak bisa dijangkau. Saya kira inijuga merepotkan bangsa ini nanti, meskipun ia adalah sebagai seorang Advokat, kalau ini terj adi maka instansi lain pun minta bebasjuga, ini sesuaijuga dengan sama dengan kalimat mandiri.

Inijuga menjadi persoalan,jad! Aporeal sekarang ini. Betul sekarang ini, kalau kita mencoba mel ihat secara lebih mendalam.

Sebetulnya disini sudah dikatakan bahwa adanya kekuasaan kehakiman yang bebas dari segala can1pur tangan dan pengaruh dari luar. Ini men1eilukan pula profesi Advokat untuk terselenggaranya sesuatu peradilan dan selanjutnya, jadi memang kalau kita ingin bebas, bebas itu tidak ada yang namanya

ARSIP DPR RI

(12)

fi lsafat tidak ada, tapi kalau memang be bas dari campur tangan dan pengaruh dari luar kita setuj u, j ariganlah ini disalahgunakan, karena apalagi kita. tahu bahwa organisasi profesi adalah satli Vokatinir, satu profesi yang d inamikanya terlalu dan sangat tinggi, saya tambahkan satu lagi, j uj ur, adil, j adi untuk terselenggaranya satu peradilan yangjuj ur, adi l dan transparan, transparannya ditambah karena ternyata sekarang saat inijuga putusan-putusan peradi lan ini j uga kadang-kadang tidak transparan, didalam masyarakat in gin memperoleh

informasi tentang itu, saya kira demikian, terima kasih.

KETUA RAPAT :

Saya teringatjika mula-mulajadi Advokat itu, oleh para senior-senior itu dibilang bahwa profesi Advokat itu adalah profesi yang Option Mobile, apa kira-kira artinya itu ndawai, artinya profesi Advokat yang bebas dan mandiri, begitulah kira-kira. Jadi di dalam menjalankan fungsi- fungsi advikatnya tentu artinya d i dalam melakukan proses penegakan hukum atau Law I nforcement daripada keyakinan seorang Advokat itu, sebenarnya kalimat bebas itu kan d ibanyak tempat j uga kita bisa l ihat, misalkan kekuasaan kehak iman yang bebas dan merdeka, kekebebasan seorang Advokat itu tentu adalah bukan kebebasan yang tanpa batas, tetapi kekebasan disitu yang kita maksudkan dalam kerangka Option Mobile itu adalah profesi yang memang bebas dan mandiri, lepas dari campur tangan kekuasaan-kekuasaan, baik kekuasaan peradilan, kekuasaan kepolisian maupun kekuasaan-kekuasaan lain sesama.

Kalau d u l u kan belum d ianggap kekuasaan penegakan hukum, sebagaimana kita tahu bahwa kalau misalnya tidak ada jaminan kebebasan sebagai seorang Advokat itu untuk melakukan pekerjaannya, maka kitajuga mengalami sesuatu kemunduran menurut saya, mengapa. Dari posisi-posisi yang telah lalu bagaimana profesi advokat itu menjadi tidak bebas, bahkan d ia dianggap sebagai sebuah posisi yang marginal daripada aparat penegak hukum yang lain, itu telah memberikan pengalaman yang berharga kepada kita, walaupun dulu kita mengatakan bahwa memang profesi Advokat itu, atau didalam rnenjalankan pekerjaan itu memang bebas, tetapi itukan kebebasan itu baru berupa simbolik yang masih sangat rentan dari terjadinya tekanan­

tekanan terhadap Advokat didalam menjalankan profesinya. Baik dia dalarn melakukan peke1jaan di depan pengadilan, di hadapan penyidik atau berhadapan dengan penuntut um um, karena apa, karena memang tidak dijamin d ia menurut U U , sekarang di akomodir di dalam U U ini.

202

ARSIP DPR RI

(13)

Jadi, kalau memang kita ingin menyamakan dfa kepada profesi penegak hukum lain yang institusonal, ke1nudhin y.atig mempunyai hubungan terapi yang jelas, itu meinang agak sulit, kenapa, karena Adv<Jkat itukan dia bertanggung jawab terhadap masyarakat, terhadap klierinya dan hati nuraniriya berdasarkan kode etik. Kalau misalnya kebebasan itu sesuatu yang meinbahayakan sebagaimana dikatakan oleh rekart-rekan saya Patrialis, saya tidakjuga begitu sependapat artinya ukuran kebebasan itu adalah mungkin di dalam pehjelasan daripada konsinderan ini kan nada penj�lasan-penjelasan yang berkaitan dengan kalimat ini, tetapi jelas bahwa profesi Option Mobile itu adalah profesi yang mandiri, merdeka dia, merdeka dan mandiri itu memang harus bebas. Didalam menjalankan kekuasaan yang ada pada dia, tetapi kan tidak ada kebebasan tanpa batas di Indonesia ini, batasnya adalah aturan-aturan yang mengatur tentang itu.

Walaupun rnisalnya di dalam U U saj a rnenyatakan bahwa penasehat hukum dalam berhubungan dengan kliennya itu setiap saat menurut KU HAP, tapi kan tidak mungkin setiap saat berj umpa kepada klien, kita juga tunduk kepada aturan-aturan yang berlaku dilingkungan-lingkungan Kepol isian, di lembaga pemasyarkatan dan lain sebagainya. Artinya kebebasan-kebebasan tanpa batas, menurut saya. Jadi saya setuj u bahwa rnemang hanis disebutkan ada kebebasan , ada bebas, ada Advokat,'itu adalah prof�si yang bebas. Tentu mungkin ka\au kita ingin menambahkan, kita tambahkanlah. Profesi yang bebas, mandiri dan bertanggungjawab, saya kira itu.

Terima kasih.

KETUA RAPAT :

Ya, saya minta dulu persetujuan sudahj am 1 6.00 lebih 2 men it. Pak Amin dan Pak Agun (diselingi dulu Pak Amin)

ANGGOTA (AMIN) :

Memang istilah bebas ini kita perlu hati-hati, karena sepanjang pengetahuan saya profesi Advokat itu dinyatakan bebas, itu dihubungkan dengan profesi Frijyebrubs atau jabatan bebas itu artinya tidak digaji. Oleh karena itu istilahnya mereka mendapatkan honorari um, mereka pekerj a, d i hargai namanya honorarium, mereka tidak digaj i. I tu I ah narnanya Frijyebrubs, tapi perigertian bebas sekarang ini sebetulnya sudah agak lain. Bebas itu kadang-kadang pengertian dari Independent, padahal Independent itu ditekankan Independent tapi komitmennya kepada apa, itu tidakje!as. Sehingga ka!au ini tidak diberikan rambu-rambu dalam pengertian bebas bertanggu1ig j awab, i i1 i aka11 menempatkan profesi meiijadi tidak terkendali.

ARSIP DPR RI

(14)

Sepe11i halnya sekarang ini Bank Indonesia itu juga Independent, art in ya Independent terhadap pemerintah, tetapi tidak independent kepada IMF. ini juga bahaya. Tempo hari juga pol isi minta independent, dia m inta independent itu bisa Negara dalam Negara, oleh karena itu Advokat ini j angan diberikan kesempatan untuk melaksana. Oleh karena itu sekalipun ada istilah bebas harus dikaitkan dengan komitmennya itu apa, pertanggungjawabannya apa, jadi saya setuju bebas bertanggung j awab dengan begitu setidak-tidaknya i sti l ah i n i sudah secara otomatis memberikan rambu-rambu terhadap kebebasan itu sendiri.

Terima kasih . KETUA RAPAT

Ya, selanjutnya dari saudara Agum ANGGOTA (AGUM) :

Terima kasih Pak Ketua.

Yang pertama saya mencoba melihat di DIM 3 ini yang merupakan satu kesatuan di DIM nomor 2, nomor 3, nomor 4 dan nomor 5 . l n i konstruksi berfikir daripada konsideran menimbang. Oleh karena itu pembahasannya saya pikir mempersoalkan yang satu akan terkait persoalan berikutnya.kami satu kesatuan, dan konstruksi yang dipaparkan oleh pemerintah dalam RUU ini saya melihat kosistensi dan ada keterkaitan yang satu dengan yang lain, sehingga dalam kosideran menimbang ini sudah cukup baik, itu yang pertama.

Kemudian yang kedua menyangkut masalah Advokat yang bebas, saya hanya ingin memberikan pendapat sebagai berikut. Tadi kita sudah menyinggung pada DIM nomor 2 tentang usulan menjunj ung tinggi HAM. Ini juga ada relevansinyajuga, yang beda dalam pemikiran kami, singat kami mungkin di bangku perkuliahan, katakanlah begitu, saya lihat sampai dengan hari ini prinsip­

prinsip itu bergeser belum berubah, saya tidak tahu buat teman-teman yang sedang mengikuti program Magister atau program dokter apakah sudah berubah paradigma itu. Karena pemahaman saya dalam sebuah N egara hukum itu ada 4 prinsip dasar yang harus dimiliki, yang pertama itu adanya pemisahan yang secara tegas antara cabang kekuasaan eksekutif, legislative, yudikatif itu dalam N egara hukum, itu harus jelas dulu itu.

Kemudian yang kedua, pemerintah harus berdasar atas hukum,jadi tidak bisa penyelenggaraan jalannya sebuah pemerintahan tidak berdasarkan atas hukum, yang ketiga, syarat-syarat yang ketiga itu menj unjung tinggi HAM, jadi kalau kita bicara tentang prinsip Negara hukum, bicara Negara hukum,

204

ARSIP DPR RI

(15)

HAM itu sudah ada di dalarnnya, kalau prilisip yang keernpat, itu adanya suatu peradilan Negara yang bebas, itu syaratyang keernpat.

Oleh karena itu saya rnelih�t di DIM nonior 3 dengan rurnusan adanya kekuasaan kehakirnan yang bebas dari segala carnpur tangan dan pengaruh dari luar, itu adalah salah satu kondisining, salah satu persyaratan rnenuj u sebuah Negara hukum dengan tuj uan tadi d i DIM nomor 2 sud,ah dikatakan yang arnan, tentram, berkesejahteraan, berkeadi lan dan sebagainya. Untuk itu untuk mewujudkan suatu kekuasan kehakiman yang bebas. ltu logika disitu saj a.

Kemudian yang dipengertian yang dimaksud dengan seolah-olah menjadi tanpa batas saya pikir pengertian bebas dalam konteks kekuasaan kehakiman disana, itu tidak diarahkan kesana. Yang dimaksud dengan bebas itu adaiah semata­

mata dalam konteks, dalam menj alankan profesi di dalam menj alankan fungsinya, jadi yang dimaksud dengan bebas itu disana adalah bebas dia dari pengaruh hubungan struktural di dalam menj alankan profesinya, di dalam menjalankan fungsi-fungsinya itu. Jadi tidak ada hubungan antara organisasi profesi ini di dalam menjalankan tugas profesinya itu adalah hubungan atasan bawahan, h ubungan antara organi sasi ini dengan pemerintahan rnembina, itu tidak ada, dalam menj alankan profesinya dia bebas, pengertian bebas disitu adalah bebas di dalam menjalankan profesi fungsinya, sehingga yang ada adalah hubungan fungsional. Hubungan fungsional tetap ada.

Jadi dikatakan bebas yang seperti apa, dalam konteks hubungan fungsional diatur dalan UUD, KU HAP, misalkan mengatur. Ada pembatasan-pembatasan seperti itu, oleh karena itu saya melihat rumusan yang sudah dimuat ini, sudah cukup baik, karena Hakim dan j uga Jaksa, Polisi, Pengacara semua harus bebas di dalarn rnenjalankan profesinya. kalaupun diberikan tambahan, memang di dalam l iterature pun mernang padanannya, itukan sebetulnya tidak bebas.

Kalau dalam istilah-istilah bukunya itu indentendensi itu, iya Pak. lndentendensi itu konforden dengan akutanbilitas itu. Akuntan indentendensi dan akutanbi l iti itu selalu 2 kata itu bergandeng. Itu yang berkembang terakhir, sehingga kalaupun mau ditambahkan ya Advokat yang bebas dan beratnggungj awab.

Pal ing sebatas itu yang ditambahkan, tapi untuk menghindari hal saya kira demikian.

Terima kasih.

KETUA RAPAT :

!ya, untuk keadi lan saya kira putaran keduanya. Silahkan Pemerintah.

ARSIP DPR RI

(16)

PEMERINTAH :

Saya kira Pemerintah merumuskan profesi Advokat yang bebas, ini sudah dikemukan juga oleh dari Pak Agum. memang ini kaitannya dengan kal imat di atas bahwa adanya kekuasaan kehakiman yang bebas dari segala campur tangan dan pengaruh dari luar, memerlukan pula, ada kata pula, profesi Advokat yang bebas, Nah bebas disini sebetulnya memang dia ada kaitannya dengan freebow, jadi pekerjaan yang bebas itu d ia bukan sebagai, jadi sama dengan Dokter, sama dengan Notaris.

Oleh karena itu saya tadi kalau memang mau dikasih, i n i sebetulnya kata lebih tetap ini kata ada mau kaitannya dengan freebow i n i, mestinya kata itu mandiri, kata mandiri, jad i profesi Advokat yang mandiri. Tapi kaiau mau lebih banyak lagi, kata bebas, mandiri bertanggungjawab, itu lebih lengkap.

Memang itu ada kaitannya dengan karena itu diatas ada kekuasaan kehakiman yang bebas, maka ini j uga Advokat yang merupakan dari pada kekosongan kehakiman, menjalankan kekosongan kehakiman maka juga ia harus bebas, mandiri, jangan ada p ihak-pihak yang lain mengatur segala macam. Ini maksudnyajadi ada kaitannya dengan ini,jad i ini sebetulnya.

Terima Kasih.

KETUA RAPAT :

Jadi saya kira terhadap dari pertanyaan dari PPP tadi, nah supaya tidak ada kebablasan, j uga antara dari TNI terhadap kaitan antara kekuasan kehakiman yang bebas, profesi Advokat yang bebas, semua sudah dijelaskan oleh sebagaian teman-teman dan j uga Pemerintah. B isakah k ita mengaggap bahwa usulan ini tetap rumusan. Dengan setelah kita mendapat penj elasan yang demikian atau bisa kita harus pending ini.

ANGGOTA (TATANG) :

Saya rasa sesuai rumusan semua tidak ada keberatan.

KETUA RAPAT :

Ya tidak ada keberatan, ya saya rasa TNI.

ANGGOTA :

Yang penting disini bebas itu memang dikaitkan dengan masalah tidak intenpendensi begitu. Jadi dikuatirkan tentu kalau dia freedom dulu. misalkan be bas gitu, kita kuatir karena kita ada sesuatu yang semua orang yang dalam profesinya apa pun disini dalam menjaga ketertiban Negara ini,jangan sampai terbebasan itu memang diakui sebagai bongkar-bongkar rahasia Negara dan

206

ARSIP DPR RI

(17)

sebagai berikut semacam itu. Karena misalnya si Advokat ini berada di arena konflik, di bawah konflik begitu Pak. Jadi kebebasan inijangan sampai diartikan kesana begitu terlalujauh. Mungkin masalah intenpendensi, masalah bebasnya jangan sampai, karena mungkin dia harus memenangkan kliennya begitu, bebasnya itu.

Oleh karena itu kami ingin membatasi pada pencari keadilan disini, mulai dari peradilan yangjuj ur begitu,jad i dalam konteks itu saj a pengadi lan yang jujur, yang adi l dalam mencari keadilan jadi tidak merembet kemana-mana.

Terima Kasih.

KETUA RAPAT :

Ya j adi saya kira begini Pak, untuk mencegah kekuatiran nanti yang disampaikan tadi sebetulnya kalau b isa d isampaikan bahwa pada point berikutnya butir C, itu juga akan dijelaskan dalam ketentuan umumjuga ada beberapa ha! yang berkaitan dengan koridor terhadap kebebasan itu, bukan freedom begitu ya. Bukan semata-mata yang dikuatirkan, saya kira bisa dipahami, bisa dimengerti.

ANGGOTA (AMIN) :

Saya kira perlu ditambahkan dalam kaitannya bebas bertanggungjawab itu, sebab kalau tidak begitu.

KETUA RAPAT :

Ya jad i dengan tambahan bebas, mandiri, tambahannya mandiri dan bertanggungjawab.

ANGGOTA (PATRIALIS) :

Ya saya kira itu bagus tapi di dalam penjelasan harus dijelaskan lagi.

KETUA RAPAT :

Nanti di Patrialis dalam ini ketentuan umum bisa kita buat rumusan dengan jelas begitu. !tu berikutnya, sebetulnya kebebasan Advokat di Point C, tapi harus kita harus pending besok, kalau perlu harus kita paksakan sekarang.

N ib Ketua sudah hadir, artinya sudah harus dibubarkan rapat ini, begitu saj a ya,jadi beberapa hal lusa kita mengundang, membuat EPBU tentang kesiapan organisasi alat Advokat dan rumusan kode etik dalam rangka menyongsong RUU Advokat.

Ketnudian kita akan inembuatjadvval, berkai�an dengiln hari=hari Kon1isi.

Kalau bisa dimungkinkan di pagi hari, kemudlan kita akan membuat DIM

ARSIP DPR RI

(18)

Subtansi, Redaksional, DIM yang tetap, kemudian kita j uga akan menj aj aki proses percepatan pembahasan RUU ini, dan besok kita minta Pemerintah secara khusus mengambarkan kepada Forum Rapat PANJA untuk kontruksi RUU ini secara utuh, sehingga kita bisa melihat kaitan satu dengan kaitan lainnya, dengan lebih cepat dan lebih tepat. Saya kira itu saja Bapak, lbu sekalian. Hari ini kita sampai dengan di DIM No.3, semangat saya mau meneruskan tapi ketua sudah hadir disebelah saya. Maka saya harus skors, maka besok kita lanjutkan pada siang hari.

208

Terima Kasih.

Wassalamm ualaikum wr.wb.

Jakarta, 25 Februari 2002

a.n. Ketua Rapat Sekretaris Rapat,

ARSIP DPR RI

Figur

Memperbarui...

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di