• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEHIDUPAN ALAM MONSTER DALAM KARYA SENI LUKIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEHIDUPAN ALAM MONSTER DALAM KARYA SENI LUKIS"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Basuki
  • Pengajar:
    • Arfial Arsad Hakim, M.Sn.
    • Agustinus Sumargo, M.Sn
  • Sekolah: Universitas Sebelas Maret
  • Mata Pelajaran: Seni Rupa Murni
  • Topik: Kehidupan Alam Monster dalam Karya Seni Lukis
  • Tipe: Pengantar Karya Tugas Akhir
  • Tahun: 2012
  • Kota: Surakarta

I. BAB I PENDAHULUAN

Bab ini memperkenalkan topik utama tesis, yaitu kehidupan alam monster dalam karya seni lukis. Latar belakang masalah menjelaskan kesulitan mahasiswa dalam penyusunan laporan akademik, dikaitkan dengan tekanan batin dan konflik internal yang dianalogikan sebagai 'monster' dalam alam pikiran. Penulis menghubungkan masalah ini dengan konsep penalaran postformal dan teori psikoanalisis Sigmund Freud, khususnya struktur kepribadian id, ego, dan superego. Batasan masalah difokuskan pada hubungan antara struktur alam pikiran dan mekanisme pertahanan ego sebagai manifestasi 'monster' dalam karya seni lukis. Rumusan masalah mengidentifikasi tiga pertanyaan utama yang akan dikaji: karakter id, ego, dan superego; gagasan kreatif kehidupan alam monster; dan perwujudan bentuk kehidupan alam monster dalam karya lukis. Tujuan penulisan menjabarkan tiga tujuan utama yang selaras dengan rumusan masalah, sementara manfaat penulisan mencakup pemahaman yang lebih baik tentang struktur kepribadian manusia, gagasan kreatif, dan perwujudan bentuk visual dalam seni lukis, serta wawasan diri bagi pembaca.

1.1 Latar Belakang Masalah

Bagian ini membahas kesulitan penulis dan mahasiswa lain dalam menyusun laporan akademik, mengaitkannya dengan kurangnya wawasan literatur dan krisis kepercayaan diri. Ketidakmampuan memfokuskan masalah dan ketakutan akan kualitas laporan memicu tekanan batin. Penulis mencontohkan pernyataan Dian (2012) mengenai kesulitan dalam menulis laporan, menggambarkan kebingungan dan ketegangan yang dialami. Kondisi ini dihubungkan dengan penalaran postformal (Turner & Helms, 1995 dalam Agoes Dario, 2008) yang dihadapi mahasiswa dewasa muda, dimana mereka harus menghadapi dan mensintesiskan ide-ide yang kontradiktif. Konsep imajinasi (Sarte, 1972 dalam Sillvester G. Sukur, 2000) dan tiga sistem psikis Freud (id, ego, superego; Bertens, 2006) diperkenalkan sebagai kerangka pemahaman. Konflik internal dalam alam pikiran dianalogikan sebagai medan pertempuran monster, yang kemudian divisualisasikan dalam karya seni lukis.

1.2 Batasan Masalah

Bagian ini mendefinisikan ruang lingkup penelitian dengan membatasi fokus pada hubungan antara struktur alam pikiran manusia (id, ego, superego) dan mekanisme pertahanan ego sebagai monster dalam diri manusia. Batasan ini bertujuan untuk menjaga agar pokok bahasan tetap terfokus pada implementasi karya seni lukis yang akan disajikan, mencegah perluasan konsep yang tidak relevan.

1.3 Rumusan Masalah

Bagian ini merumuskan tiga pertanyaan penelitian yang akan dijawab dalam tesis: 1. Bagaimana karakter perilaku id, ego, dan superego dalam struktur kehidupan pikiran manusia? 2. Bagaimana gagasan kreatif id, ego, dan superego dalam kehidupan alam monster sebagai tema karya lukis? 3. Bagaimana konsep perwujudan bentuk kehidupan alam monster sebagai tema dalam karya lukis?

1.4 Tujuan Penulisan

Bagian ini menjabarkan tiga tujuan utama penelitian yang selaras dengan rumusan masalah: 1. Menjelaskan karakter id, ego, dan superego dalam kehidupan pikiran manusia. 2. Menjelaskan gagasan kreatif karakter id, ego, dan superego dalam mekanisme pertahanan ego sebagai kehidupan alam monster dalam karya lukis. 3. Menjelaskan konsep perwujudan bentuk kehidupan alam monster dalam karya lukis.

1.5 Manfaat Penulisan

Bagian ini menjelaskan manfaat tesis, meliputi: 1. Kejelasan karakter ketiga struktur kepribadian manusia. 2. Kejelasan gagasan kreatif id, ego, dan superego sebagai kehidupan alam monster dalam karya lukis. 3. Kejelasan konsep perwujudan bentuk visual. 4. Wawasan tentang pentingnya memahami diri sendiri (kekurangan dan kelebihan) bagi penulis dan pembaca.

II. BAB II KAJIAN PUSTAKA

Bab ini menelaah literatur yang relevan untuk mendukung argumen tesis. Sub-bab A membahas alam dan kehidupan, meliputi pemahaman tentang alam sebagai keseluruhan zat dan energi, dan kehidupan sebagai proses kelangsungan hidup. Pemahaman tentang alam pikiran sebagai tempat ingatan dan informasi, melibatkan proses persepsi dan imajinasi, dijelaskan secara detail. Konsep psikoanalisis Freud (id, ego, superego) dan mekanisme pertahanan ego diuraikan sebagai kerangka untuk memahami konflik internal. Sub-bab B membahas pemahaman tentang monster, dari segi etimologi, sejarah perkembangan, kepercayaan, ilmu pengetahuan, sastra, dan perfilman. Jenis-jenis monster berdasarkan bentuknya (perpaduan makhluk hidup, teknologi, alam benda) dikategorikan. Sub-bab C membahas seni, seni rupa, dan seni lukis. Definisi seni dari berbagai perspektif (barat dan non-barat) diberikan, beserta teori-teori seni yang relevan. Seni rupa dan seni lukis didefinisikan, dan material karya seni lukis (kertas karton ivory) dijelaskan. Komponen seni rupa (tema, bentuk, isi) dan unsur-unsur seni rupa (garis, bentuk, tekstur, ruang, warna) diuraikan, serta prinsip organisasi desain (kesatuan, keseimbangan, dominasi, kesederhanaan) dijelaskan. Konsep abstraksi juga dibahas.

2.1 Alam dan Kehidupan

Sub-bab ini mendefinisikan 'alam' dari berbagai perspektif, termasuk etimologi dan ilmu alam, sebagai keseluruhan zat dan energi. 'Kehidupan' dibahas dari sudut pandang etimologi, biologi, dan filsafat, menekankan kerumitan definisi universal. Alam pikiran dijelaskan sebagai tempat informasi dan pengalaman, melibatkan persepsi dan imajinasi. Psikoanalisis Freud diperkenalkan sebagai kerangka untuk memahami alam pikiran, khususnya tiga sistem psikis (id, ego, superego) dan mekanisme pertahanan ego.

2.2 Pemahaman tentang Monster

Sub-bab ini menelusuri pengertian 'monster' secara etimologi dan dari berbagai sumber. Sejarah perkembangan pemahaman monster dibahas dari berbagai perspektif: kepercayaan (agama dan mitologi), ilmu pengetahuan, sastra, dan perfilman, menggambarkan bagaimana persepsi monster berubah seiring waktu. Jenis-jenis monster dibedakan berdasarkan bentuknya, yaitu perpaduan antara makhluk hidup, teknologi, dan alam benda, menunjukkan kompleksitas dan variasi monster sebagai representasi simbolis.

2.3 Seni, Seni Rupa, dan Seni Lukis

Sub-bab ini mendefinisikan 'seni' dari perspektif Barat dan non-Barat, membahas berbagai teori seni (formalisme, ekspresi, metafisika, kontekstual, psikologi) dan pengaruh filsafat seni (Schopenhauer). Seni rupa dan seni lukis dibedakan, dengan penjelasan material (kertas karton ivory) yang digunakan. Komponen dan unsur seni rupa diuraikan, termasuk prinsip-prinsip organisasi desain dan konsep abstraksi, memberikan landasan teoritis bagi analisis karya seni lukis.

III. BAB III IMPLEMENTASI

Bab ini mempresentasikan implementasi teoritis dan visual dari tesis. Implementasi teoritis menghubungkan konsep id, ego, dan superego dengan visualisasi monster dalam karya lukis. Implementasi visual menjelaskan konsep dan perwujudan karya, mencakup bentuk, medium, teknik, proses visualisasi, deskripsi, dan penyajian karya. Analisis mendalam tentang bagaimana elemen-elemen desain (bentuk, warna, tekstur) digunakan untuk merepresentasikan konflik internal dan mekanisme pertahanan ego dalam bentuk monster akan dibahas dalam bagian ini.

3.1 Implementasi Teoritis

Bagian ini menjelaskan bagaimana teori-teori yang telah dikaji di Bab II diimplementasikan dalam karya seni lukis. Penulis menghubungkan konsep id, ego, dan superego dengan karakteristik visual monster yang diciptakannya. Mekanisme pertahanan ego juga dikaitkan dengan strategi visual yang digunakan untuk menampilkan monster tersebut. Bagian ini menunjukkan bagaimana penulis menginterpretasikan konsep-konsep psikologis dalam bentuk visual.

3.2 Implementasi Visual

Bagian ini menjelaskan secara detail aspek visual karya seni lukis. Konsep bentuk, medium, teknik, proses visualisasi, deskripsi karya, dan penyajian karya diuraikan. Penulis menjelaskan pilihan-pilihan estetis yang dibuat dan bagaimana pilihan tersebut merepresentasikan konsep id, ego, dan superego sebagai monster. Analisis visual karya seni akan menjadi fokus utama bagian ini. Analisis mendalam tentang bagaimana elemen-elemen desain (bentuk, warna, tekstur) digunakan untuk merepresentasikan konflik internal dan mekanisme pertahanan ego dalam bentuk monster.

IV. BAB IV PENUTUP

Bab ini menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan merangkum bagaimana karakter id, ego, dan superego divisualisasikan sebagai monster dan bagaimana bentuk-bentuk visual tersebut mencerminkan mekanisme pertahanan ego. Saran diberikan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut, misalnya perluasan kajian ke berbagai jenis karya seni lain atau penggunaan teori psikologis lain.

4.1 Kesimpulan

Bagian ini merangkum temuan utama penelitian, menjelaskan bagaimana penelitian ini berhasil menjawab rumusan masalah. Kesimpulan menggarisbawahi bagaimana karakter id, ego, dan superego dalam alam pikiran manusia divisualisasikan dalam bentuk monster, dan bagaimana bentuk-bentuk tersebut mewakili mekanisme pertahanan ego. Kesimpulan juga menekankan kontribusi originalitas penelitian ini.

4.2 Saran

Bagian ini memberikan saran untuk pengembangan penelitian lebih lanjut, mencakup perluasan kajian ke berbagai jenis karya seni atau penggunaan teori psikologis lain yang dapat memperkaya pemahaman tentang hubungan antara psikodinamik dan ekspresi artistik. Saran juga dapat mencakup metode penelitian yang lebih komprehensif atau pendekatan interdisipliner.

Gambar

gambar 1, 2, 4, 5, 7, 8), namun ada pula yang mengunakan campuran teknik dusel

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk-bentuk dari alam dan fenomenanya yang menginspirasi munculnya ide untuk memvisualkannya dengan improvisasi bentuk dengan mengeksplorasi berbagai teknik dan bahan

Penciptaan Karya Seni dengan judul DESTRUKSI TERHADAP ALAM DALAM SENI LUKIS dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat kelulusan jenjang pendidikan Sarjana Strata 1

kepribadian id, ego dan super ego tokoh Ray dalam novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Karya Tere Liye yang telah diulas dalam hasil penelitian di atas, maka

Dengan menggunakan teori psikoanalisa Sigmund Freud tentang struktur kepribadian manusia yaitu Id, Ego, dan Super Ego yang saling berkaitan satu dengan yang lain dan menuntut

Penciptaan Karya Seni dengan judul DESTRUKSI TERHADAP ALAM DALAM SENI LUKIS dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat kelulusan jenjang pendidikan Sarjana Strata 1

Dengan menggunakan teori psikoanalisa Freud tentang struktur jiwa manusia yaitu id, ego, dan super ego yang saling menekan satu dengan yang lainnya dan menuntut

Kata Kunci: Struktur, Kepribadian, Id, Ego, dan Superego, Tokoh Utama Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian id, ego, dan superego tokoh utama yang

Id yang mengungkapkan naluri tokoh Kakek Garin, Ego tokoh Kakek Garin yang mencoba mengendalikan dorongan kesenangan yang dilakukan oleh kepribadian Id, dan Super Ego tokoh Kakek Garin