• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efek Virgin Coconut Oil (VCO) Dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah Mencit Jantan Galur Swiss Webster Yang Diinduksi Aloksan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Efek Virgin Coconut Oil (VCO) Dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah Mencit Jantan Galur Swiss Webster Yang Diinduksi Aloksan."

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

iv ABSTRAK

EFEK VIRGIN COCONUT OIL (VCO)

DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER

YANG DIINDUKSI ALOKSAN

Arum S. Subhari, 2008; Pembimbing I : Endang Evacuasiany, dra, MS, APT, AFK

Pembimbing II : Lisawati Sadeli, dr, M.Kes

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif kronik progresif dengan kelainan metabolisme glukosa. Virgin Coconut Oil (VCO) dengan kandungan lemak jenuh rantai sedang, secara empiris digunakan dalam pengobatan DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efek VCO dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi Aloksan. Desain penelitian prospektif eksperimental sungguhan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang bersifat komparatif, dengan metode uji diabetes aloksan. Hewan coba digunakan 25 ekor mencit jantan galur Swiss Webster yang telah diinduksi Aloksan selama 14 hari dan dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing diberi perlakuan VCO dosis 1, dosis 2, dosis 3, CMC 1% dan glibenklamid selama 7 hari. Kadar glukosa darah puasa mencit diukur setelah perlakuan. Analisis data dengan metode ANOVA dengan =0,05, dilanjutkan uji beda rata-rata Tukey HSD menggunakan program SPSS 15.0. Hasil penelitian persentase penurunan kadar glukosa darah setelah diberi VCO dosis 1 (20,20 %), dosis 2 (25,72 %), dosis 3 (24,35 %) berbeda sangat signifikan dengan kontrol (-19,10 %) maupun pembanding (55,13 %) dengan p<0,01. Kesimpulan Virgin Coconut Oil (VCO) dosis 1 , 2 dan 3 efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah.

(2)

v ABSTRACT

THE EFFECT OF VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TO REDUCE BLOOD GLUCOSE LEVEL ON ALLOXAN INDUCED MICE SWISS WEBSTER MALE

Arum S. Subhari, 2008; 1st Tutor : Endang Evacuasiany, dra, MS, APT, AFK

2nd Tutor : Lisawati Sadeli, dr, M.Kes

Diabetes mellitus (DM) is a progressive chronic degenerative disease with glucose metabolic dysfunction.VCO which contains medium chain fatty acid is used empirically as a therapy for DM. The aim of this research is to assess the effect of VCO to reduced blood glucose level on Alloxan induced mice. This is a real prospective experimental research with Complete Random Design method and comparative characterized in diabetic aloxan test methode. This research used 25 male Swiss Webster mice that induced with Alloxan for 14 days and were grouped into 5 groups, each group were treated with VCO dose 1, dose 2, dose 3, CMC 1% and glibenclamide for 7 days. Blood glucose level of the mice measured after treated. The research results was analyzed by ANOVA method in =0.05 continued with Tukey HSD test in SPSS 15.0 program. The result after treated with 1, 2, and 3 doses of VCO (20.20 %, 25.72 %, 24.35 %) are very significant with control (-19.10 %) and also with comparison (55.13%), p<0.01. The conclusion of this study is Virgin Coconut Oil 1 , 2 and 3 doses is effective to reduced blood glucose levels.

(3)

vi PRAKATA

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala

karunia dan ridhaNya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini pada waktu

yang telah ditentukan. Karya Tulis Ilmiah yang berjudul ”EFEK VIRGIN

COCONUT OIL (VCO) DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA

DARAH MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER YANG DIINDUKSI

ALOKSAN” ini disusun sebagai salah satu syarat dalam memperoleh gelar

Sarjana Kedokteran (S.Ked) di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen

Maranatha.

Selama melakukan penelitian dan penyusunan karya tulis ini, penulis

banyak memperoleh bantuan serta dukungan dari banyak pihak. Oleh karena itu

penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Lukas Tanubrata, dr., Sp.S(K) selaku dekan Fakultas Kedokteran

Universitas Kristen Maranatha.

2. Tim KTI atas kesempatan yang diberikan sehingga penulis dapat

menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

3. Endang Evacuasiany, dra., M.S., AFK., APT selaku pembimbing utama

yang banyak membantu selama penelitian hingga penyelesaian Karya

Tulis Ilmiah ini.

4. Lisawati Sadeli, dr., M.Kes selaku pembimbing kedua atas nasihat dan

koreksi selama pengerjaan Karya Tulis Ilmiah.

5. Pak Nana dan Pak Kris yang telah membantu penulis selama melakukan

penelitian.

6. Elizabeth Tanuwijaya yang selalu memberikan bantuan baik saat

penelitian maupun selama pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini.

7. Analia Sandjaja dan Dia Mayang Sari yang banyak memberi masukan

selama pengerjaan Karya Tulis Ilmiah.

8. Bapak dan ibu tercinta, atas dukungan moral, material serta doanya kepada

(4)

vii

9. Kakak-kakakku tercinta, Yarda Subhari dan Hardian Subhari yang selalu

mendukung dan memberi semangat kepada penulis.

10.Dinda, Ratika, Bheto, Puti dan Adam atas dukungan moral kepada penulis.

11.Teman-teman penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima

kasih banyak semua.

Penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat dan menambah

wawasan bagi para pembaca.

Bandung, Januari 2008

Arum Susilowati Subhari

(5)

viii DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ………. i

SURAT PERNYATAAN ……….. ii

ABSTRAK …...……….. iii

ABSTRACT ..………..… iv

PRAKATA……….. v

DAFTAR ISI ……….. viii

DAFTAR TABEL ………. xi

DAFTAR DIAGRAM ………... xii

DAFTAR GAMBAR ………. xiii

DAFTAR LAMPIRAN ………. xiv

BAB I PENDAHULUAN ……….. 1

1.1 Latar Belakang ………... 1

1.2 Identifikasi Masalah ………... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ……… 3

1.3.1 Maksud ………... 3

1.3.2 Tujuan ………...……….. 3

1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah ...……… 3

1.4.1 Manfaat Akademis ………. 3

1.4.2 Manfaat Praktis ……….. 3

1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian ……...………… 4

1.5.1 Kerangka Pemikiran ………... 4

1.5.2 Hipotesis Penelitian ………...………. 4

1.6 Metodologi Penelitian ………...………. 5

1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian ……….. 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ………... 6

2.1 Pankreas...…………. 6

(6)

ix

2.1.2 Histologi Pankreas…...……… 7

2.1.3 Korelasi Fungsional Pankreas.………. 8

2.2 Insulin… ………. 9

2.3 Diabetes Melitus ……… 10

2.3.1 Definisi Diabetes Melitus ……….. 10

2.3.2 Kriteria Diagnosis DM……. ……….. 12

2.3.3 DM Tipe 1 dan DM Tipe 2… ………. 12

2.3.3.1 DM Tipe 1 ……….……….. 12

2.3.3.2 DM Tipe 2 ………... 13

2.4 Pemeriksaan Penyaring DM... 13

2.5 Komplikasi DM………..………... 14

2.5.1 Komplikasi Akut………. 2.5.2 Komplikasi Kronik………... 14 16 2.6 Penatalaksanaan DM……….. 19

2.6.1 Terapi non-Farmakologis………. 2.6.2 Terapi Farmakologis………... 19 24 2.7 Kelapa (Cocos nucifera)……….. 29

2.7.1 Taksonomi………… ……….. 29

2.7.2 Virgin Coconut Oil (VCO). ……… 30

2.8 Aloksan ……… 32

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN ………. 33

3.1 Karakterisrik Penelitian .………. 33

3.2 Hewan Coba ………... 33

3.3 Penentuan Besar Sampel ……… 34

3.4 Variabel Penelitian ………. 34

3.5 Bahan dan Alat ....………... 34

3.5.1 Bahan ... 34

3.5.2 Alat ... 35

3.6 Prosedur Kerja ……… 35

(7)

x

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ……… 38

4.1 Hasil Penelitian ……….. 38

4.2 Pembahasan ……… 41

4.3 Uji Hipotesis Penelitian ……...………... 43

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ……… 44

5.1 Kesimpulan ………. 44

5.2 Saran ………... 44

DAFTAR PUSTAKA ……… 45

LAMPIRAN ..….………... 48

(8)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kadar glukosa darah sewaktu dan puasa sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM (mg/dl)……….. ………...

14

Tabel 2.2 Obat Hipoglikemik Oral di Indonesia.……….. 28 Tabel 4.1 Rata-rata Kadar Glukosa Darah Mencit Sebelum, Sesudah

Perlakuan dan Rata-rata Persentase Penurunan Kadar Glukosa Darah ………...………...

38 Tabel 4.2 Hasil ANOVA Rata-rata Kadar Glukosa Darah Mencit Sebelum

Perlakuan (Setelah Induksi Aloksan) ………... 39 Tabel 4.3 Hasil ANOVA Rata-rata Persentase Penurunan Kadar Glukosa

Darah Mencit Setelah Perlakuan ………..……….. 40 Tabel 4.4 Hasil Uji Beda Rata-rata Tukey HSD Persentase Penurunan Kadar

(9)

xii

DAFTAR DIAGRAM

(10)

xiii

DAFTAR GAMBAR

(11)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Perhitungan Dosis ………... 48 Lampiran 2. Data Kadar Glukosa Darah Sebelum dan Sesudah Perlakuan... 50 Lampiran 3. Perhitungan Statistik Kadar Gula Darah Setelah Induksi

Aloksan ... 51 Lampiran 4. Perhitungan Statistik Persentase Penurunan Kadar Gula Darah

(12)

48

Lampiran 1

Perhitungan Dosis

1.

Perhitungan Dosis Aloksan

-

Dosis Aloksan = 120 mg/kgBB tikus

-

Dosis untuk tikus 200g

(200/1000) x 120mg = 24 mg/tikus 200g

-

Konversi dosis tikus 200 g ke mencit 20 g = 0,14

-

Dosis Aloksan untuk mencit

24 mg x 0,14 = 3,36 mg/mencit 20 g

untuk 1 Kg BB mencit = 1000 / 20 x 3,36 mg

= 168 mg / Kg BB mencit

-

Berat mencit rata-rata pada percobaan = 28,07 g

-

Dosis Aloksan untuk mencit 28,07 g

(28,07 g/20 g) x 3,36 mg = 4,72 mg

2.

Perhitungan Dosis Glibenklamid

-

Dosis glibenklamid manusia = 5 mg

-

Konversi dosis manusia ke mencit 20 gram = 0,0026

-

Berat mencit rata-rata = 28,07 gram

-

Volume lambung mencit = 0,5 ml

-

Dosis glibenklamid untuk mencit 20 gram

5 mg x 0,0026 = 0,013 mg

-

Dosis glibenklamid untuk 1 Kg BB mencit

1000 / 20 x 0,013 = 0,65

-

Dosis untuk mencit 28,07 gram

(28,07 g /20 g) x 0,013 mg= 0,018 mg

(13)

49

-

Berat mencit rata-rata = 28,07

-

Dosis I VCO untuk mencit 20 gram

0,0026 x 30 ml x (28,07 g/20 g) = 0,1 ml

-

Dosis II VCO = 3x dosis I

= 3x 0,1 ml = 0,3 ml

-

Dosis III VCO = 6x dosis I

(14)

50

Lampiran 2

Data Kadar Glukosa Darah Sebelum dan Sesudah Perlakuan

Kadar Glukosa Darah (mg/dl)

Kelompok

Perlakuan

Sebelum

Sesudah

Selisih

Penurunan

(%)

1 DM

127

114

13

10.24

136

121

15

11.03

140

106

34

24.29

142

97

45

31.69

160

122

38

23.75

2 DM

128

101

27

21.09

137

120

17

12.41

143

112

31

21.68

161

104

58

35.40

200

124

66

38.00

4 DM

132

125

7

5.30

138

109

29

21.01

145

120

25

17.24

188

118

70

37.23

210

124

96

40.95

Kontrol

130

160

-30

-23.08

132

171

-39

-29.55

136

156

-20

-14.71

131

163

-32

-24.43

237

246

-9

-3.80

Pembanding

140

57

83

59.29

128

79

49

38.28

140

57

83

59.29

207

63

144

69.57

130

66

64

49.23

Keterangan :

(15)

51

Descriptives KGDSIA

5 141.0000 12.08305 5.40370 125.9969 156.0031 127.00 160.00 5 153.8000 28.50789 12.74912 118.4028 189.1972 128.00 200.00 5 162.6000 34.43545 15.40000 119.8427 205.3573 132.00 210.00 5 153.2000 46.90096 20.97475 94.9648 211.4352 130.00 237.00 5 149.0000 32.89377 14.71054 108.1570 189.8430 128.00 207.00 25 151.9200 30.91645 6.18329 139.1583 164.6817 127.00 237.00 1.00

2.00 3.00 4.00 5.00 Total

N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound 95% Confidence Interval for

Mean

Minimum Maximum

Test of Homogeneity of Variances

KGDSIA

1.434 4 20 .260

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

ANOVA

KGDSIA

1235.040 4 308.760 .285 .885

21704.800 20 1085.240

22939.840 24

Between Groups Within Groups Total

Sum of

(16)

52

Post Hoc Tests

Multiple Comparisons Dependent Variable: KGDSIA

Tukey HSD

-12.80000 20.83497 .971 -75.1460 49.5460 -21.60000 20.83497 .835 -83.9460 40.7460 -12.20000 20.83497 .976 -74.5460 50.1460 -8.00000 20.83497 .995 -70.3460 54.3460 12.80000 20.83497 .971 -49.5460 75.1460 -8.80000 20.83497 .993 -71.1460 53.5460 .60000 20.83497 1.000 -61.7460 62.9460 4.80000 20.83497 .999 -57.5460 67.1460 21.60000 20.83497 .835 -40.7460 83.9460 8.80000 20.83497 .993 -53.5460 71.1460 9.40000 20.83497 .991 -52.9460 71.7460 13.60000 20.83497 .964 -48.7460 75.9460 12.20000 20.83497 .976 -50.1460 74.5460 -.60000 20.83497 1.000 -62.9460 61.7460 -9.40000 20.83497 .991 -71.7460 52.9460 4.20000 20.83497 1.000 -58.1460 66.5460 8.00000 20.83497 .995 -54.3460 70.3460 -4.80000 20.83497 .999 -67.1460 57.5460 -13.60000 20.83497 .964 -75.9460 48.7460 -4.20000 20.83497 1.000 -66.5460 58.1460 (J) Kelompok 2.00 3.00 4.00 5.00 1.00 3.00 4.00 5.00 1.00 2.00 4.00 5.00 1.00 2.00 3.00 5.00 1.00 2.00 3.00 4.00 (I) Kelompok 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 Mean Difference

(17)

53

5 141.0000 5 149.0000 5 153.2000 5 153.8000 5 162.6000 .835 Kelompok 1.00 5.00 4.00 2.00 3.00 Sig. N 1 for alpha = .05

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000. a.

Lampiran 4

Perhitungan Statistik Persentase Penurunan Kadar Gula Darah Setelah

Perlakuan

Oneway (ANOVA)

Descriptives Persentase Penurunan Kadar Glukosa Darah Sesudah Perlakuan

5 20.1983 9.28299 4.15148 8.6719 31.7246 10.24 31.69 5 25.7169 10.71797 4.79322 12.4088 39.0250 12.41 38.00 5 24.3491 14.71464 6.58059 6.0784 42.6197 5.30 40.95 5 -19.1106 10.08440 4.50988 -31.6321 -6.5892 -29.55 -3.80 5 55.1297 11.84902 5.29904 40.4172 69.8422 38.28 69.57 25 21.2567 26.35974 5.27195 10.3759 32.1374 -29.55 69.57 VCO dosis 1

VCO dosis 2 VCO dosis 3 Kontrol Pembanding Total

N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound 95% Confidence Interval for

Mean

(18)

54

Test of Homogeneity of Variances

Persentase Penurunan Kadar Glukosa Darah Sesudah Perlakuan

.506 4 20 .732

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

ANOVA

Persentase Penurunan Kadar Glukosa Darah Sesudah Perlakuan

14037.405 4 3509.351 26.600 .000

2638.655 20 131.933

16676.060 24

Between Groups Within Groups Total

Sum of

(19)

55

Tukey HSD

-5.51861 7.26451 .939 -27.2567 16.2195 -4.15077 7.26451 .978 -25.8889 17.5874 39.30894* 7.26451 .000 17.5708 61.0471 -34.93144* 7.26451 .001 -56.6696 -13.1933 5.51861 7.26451 .939 -16.2195 27.2567 1.36785 7.26451 1.000 -20.3703 23.1060 44.82755* 7.26451 .000 23.0894 66.5657 -29.41282* 7.26451 .005 -51.1510 -7.6747 4.15077 7.26451 .978 -17.5874 25.8889 -1.36785 7.26451 1.000 -23.1060 20.3703 43.45971* 7.26451 .000 21.7216 65.1978 -30.78067* 7.26451 .003 -52.5188 -9.0425 -39.30894* 7.26451 .000 -61.0471 -17.5708 -44.82755* 7.26451 .000 -66.5657 -23.0894 -43.45971* 7.26451 .000 -65.1978 -21.7216 -74.24037* 7.26451 .000 -95.9785 -52.5022 34.93144* 7.26451 .001 13.1933 56.6696 29.41282* 7.26451 .005 7.6747 51.1510 30.78067* 7.26451 .003 9.0425 52.5188 74.24037* 7.26451 .000 52.5022 95.9785 (J) Kelompok Perlakua

VCO dosis 2 VCO dosis 3 Kontrol Pembanding VCO dosis 1 VCO dosis 3 Kontrol Pembanding VCO dosis 1 VCO dosis 2 Kontrol Pembanding VCO dosis 1 VCO dosis 2 VCO dosis 3 Pembanding VCO dosis 1 VCO dosis 2 VCO dosis 3 Kontrol (I) Kelompok Perlakua VCO dosis 1

VCO dosis 2

VCO dosis 3

Kontrol

Pembanding

Mean Difference

(I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound 95% Confidence Interval

(20)

56

Homogeneous Subsets

Persentase Penurunan Kadar Glukosa Darah Sesudah Perlakuan

Tukey HSDa

5 -19.1106

5 20.1983

5 24.3491

5 25.7169

5 55.1297

1.000 .939 1.000

Kelompok Perlakuan Kontrol

VCO dosis 1 VCO dosis 3 VCO dosis 2 Pembanding Sig.

N 1 2 3

Subset for alpha = .05

Means for groups in homogeneous subsets are displayed. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

(21)

57

NRP

: 0410109

Tempat, Tanggal lahir : Bandung, 19 Juli 1986

Alamat

: Jl. Yudo no.8, Arcamanik, Bandung

Riwayat Pendidikan

: Lulus TK Bunda Asuh Nanda Bandung, 1992

Lulus SDPN Sabang, Bandung, 1998

Lulus SMP Negeri 5, Bandung, 2001

Lulus SMU Negeri 20, Bandung, 2004

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha,

Bandung.

(22)

1

Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu sindrom klinis kelainan metabolik yang

ditandai oleh adanya hiperglikemia yang disebabkan oleh defek sekresi insulin, defek

kerja insulin atau keduanya (

American Diabetes Association

, 1998).

DM sering disebut

the great imitator

karena penyakit ini dapat mengenai organ

tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. DM dapat timbul perlahan-lahan

sehingga penderita tidak menyadari akan adanya perubahan seperti minum yang

banyak (polidipsi), buang air kecil yang lebih sering (poliuri), ataupun berat badan

yang menurun. Gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan, sampai

diketahui kadar gula darahnya. Terkadang gambaran klinisnya tidak jelas,

asimptomatik dan DM baru ditemukan saat pemeriksaan penyaring atau pemeriksaan

untuk penyakit lain. Dapat pula gejala DM lebih nyata dan timbul mendadak serta

dramatis sekali, seperti pandangan kabur, infeksi superfisialis yang sering dan

sulitnya penyembuhan luka. Dalam perjalanannya dibutuhkan riwayat medis yang

lengkap terutama pada berat badan, olahraga, pemakaian alkohol, riwayat DM

keluarga dan faktor risiko penyakit kardiovaskular (Harrison, 2005; Sarwono

Waspadji, 2002).

Di Indonesia,

Insulin Dependent Diabetes Mellitus

(IDDM) memang sangat jarang

dan mungkin disebabkan faktor genetik yang tidak menyokong. Disamping itu juga

mungkin banyak penderita yang tidak terdiagnosis akibat datang terlambat hingga

penderita sudah meninggal akibat komplikasi sebelum diagnosis ditegakkan. Menurut

penelitian epidemiologi yang sampai saat ini dilaksanakan di Indonesia, kekerapan

diabetes di Indonesia berkisar antara 1,4 sampai 1,6%, kecuali di dua tempat yaitu di

(23)

Universitas Kristen Maranatha

secara global terutama disebabkan oleh peningkatan kemakmuran suatu populasi

(Slamet Suyono, 2006).

Dalam penanggulangan DM, obat hanya merupakan pelengkap diet. Pengobatan

diberikan, bila pengaturan diet secara maksimal tidak berhasil mengendalikan kadar

gula darah. Bila dengan diet saja tidak berhasil boleh diberikan insulin, sedang

antidiabetik oral hanya diberikan pada penderita yang benar-benar membutuhkan

(Tony Handoko dan B. Suharto, 2004).

Menurut Walujo S. Soejobroto (2005), guru besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran

Universitas Indonesia, minyak kelapa memiliki banyak kelebihan, 50% asam lemak

pada minyak kelapa adalah asam laurat dan 7% asam kapriat. Kedua asam tersebut

merupakan asam lemak jenuh rantai sedang (

medium chain fatty acid

) disebut juga

sebagai asam laurat (

lauric acid

) yang mudah dimetabolisasi dan mudah diubah

menjadi energi. Kandungan

medium chain fatty acid

(MCFA) dalam

Virgin Coconut

Oil

(VCO) mampu merangsang produksi insulin dan dapat menembus dinding usus

tanpa bantuan enzim sehingga sel menghasilkan energi lebih cepat (Sutarmi, Hartin

Rozaline, 2005).

Karena itu, diharapkan masyarakat dapat menjadikan VCO sebagai salah satu

alternatif pilihan dalam pengobatan DM di kemudian hari.

1.2

Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, identifikasi masalah sebagai berikut:

(24)

3

Universitas Kristen Maranatha

1.3

Maksud dan Tujuan

1.3.1 Maksud Penelitian

Maksud penelitian ini adalah untuk membuktikan manfaat VCO sebagai terapi

alternatif penyakit DM.

1.3.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah menilai efek hipoglikemi VCO dalam menurunkan

kadar glukosa darah.

1.4

Manfaat Karya Tulis Ilmiah

1.4.1 Manfaat Akademis

Manfaat akademis penelitian ini dapat menambah wawasan dan informasi di dunia

kedokteran khususnya pada ilmu pengobatan tradisional (

herbal medicine

) mengenai

Virgin Coconut Oil

(VCO) sebagai obat antidiabetik.

1.4.2 Manfaat Praktis

Manfaat praktis penelitian ini VCO diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu

(25)

Universitas Kristen Maranatha

1.5

Kerangka Pemikiran dan Hipotesis (Penelitian)

1.5.1 Kerangka Pemikiran Penelitian

Diabetes mellitus ialah suatu keadaan yang timbul karena defisiensi insulin relatif

maupun absolut. Hiperglikemia timbul karena penyerapan glukosa ke dalam sel

terhambat serta metabolismenya terganggu (PERKENI, 2006).

Aloksan merupakan suatu molekul radikal bebas, yang dapat merusak sel

pankreas. Penyuntikan aloksan ke dalam tubuh hewan menyebabkan kerusakan

membran dan kematian sel pankreas. Reduksi aloksan di dalam sel pankreas

mengakibatkan insulin tidak dapat terbentuk secara normal sehingga keadaan

menimbulkan hiperglikemik pada hewan (Szkudelski, 2001).

Gliburid (glibenklamid) termasuk golongan sulfonil urea dan bekerja merangsang

sekresi insulin di pankreas. Golongan obat ini membantu mengurangi kebutuhan

insulin yang diberikan dari luar (Tony Handoko dan B. Suharto, 2004).

VCO yang mengandung MCFA yang mempunyai pengaruh sangat besar dalam

menstimulir terjadinya sekresi insulin oleh sel-sel pankreas sehingga metabolisme

glukosa dapat berjalan normal. MCFA ( asam laurat, asam kaprilat, kaprat dan

miristat) dan asam lemak jenuh berantai pendek yang terkandung dalam VCO dapat

berperan positif dalam pembakaran nutrisi makanan menjadi energi (Sutarmi, Hartin

Rozaline, 2005).

1.5.2 Hipotesis Penelitian

(26)

5

Universitas Kristen Maranatha

1.6

Metodologi Penelitian

Desain penelitian prospektif eksperimental sungguhan dengan Rancangan Acak

Lengkap (RAL) yang bersifat komparatif, disertai metode uji diabetes aloksan.

Data yang diukur kadar glukosa darah puasa mencit (mg/dl) setelah induksi aloksan

dan setelah diberi perlakuan. Analisis data dengan

ANOVA

satu arah, apabila ada

perbedaan dilanjutkan dengan uji beda rata-rata Tukey

HSD

dengan =0,05.

1.7

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi, Fakultas Kedokteran,

Universitas Kristen Maranatha Bandung, yang dimulai dari Februari 2007 sampai

(27)

44

Universitas Kristen Maranatha

5.1

Kesimpulan

Virgin Coconut Oil

(VCO) dosis 1 , dosis 2, dan dosis 3 efektif dalam

menurunkan kadar glukosa darah dengan persentase penurunan kadar glukosa darah

berturut-turut 20,20%, 25,72%, dan 24,35%.

5.2

Saran

Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang masih dapat dilakukan

penelitian lanjutan seperti :

Penelitian untuk menentukan dosis efektif terkecil.

Penelitian tentang uji toksisitas dari VCO.

Penelitian tentang efek samping yang mungkin dapat terjadi pada penggunaan

(28)

45

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Alwi Shahab. 2006. Komplikasi Kronik DM Penyakit Jantung Koroner. Dalam:

Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam

. Jilid 3. Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit

Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal: 1917.

Andi Nur Alam Syah. 2005. Perpaduan Sang Penakluk Penyakit. Jakarta: AgroMedia

Pustaka. Hal: 15-17, 74-76.

Asman Manaf. 2006. Insulin: Mekanisme Sekresi dan Aspek Metabolisme. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

. Jilid 3. Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu

Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal: 1890-1891.

Dedi Subardja, Ryadi Fadil, Diet S. Rustama. 2005. Endrokinologi. Dalam:

Pedoman

Diagnosis dan Terapi

. Bandung: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas

Kedokteran Universitas Padjajaran. Hal: 549-552.

Djoko Wahono Soemadji. 2006. Hipoglikemia Iatrogenik. Dalam:

Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam

. Jilid 3. Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal: 1892-1893.

Em Yunir, Suharko Soebardi. 2006. Terapi Non Farmakologis Pada Diabetes Melitus.

Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

. Jilid 3. Edisi IV. Jakarta: Departemen

Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal: 1864,

1886-1887.

(29)

Universitas Kristen Maranatha

Hendromartono. 2006. Nefropati Diabetik. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

.

Jilid 3. Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran

Universitas Indonesia. Hal: 1920-1921.

Karel Pandelaki. 2006. Retinopati Diabetik. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

.

Jilid 3. Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran

Universitas Indonesia. Hal: 1911-1913.

Pradana Soewondo. 2006. Ketoasidosis Diabetik. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam

. Jilid 3. Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia. Hal: 1896-1900.

Richard S. Snell. 1997. Anatomi Klinik.edisi 3. Jakarta: EGC. Hal 266-267.

Sarwono Waspadji. 2006. Komplikasi Kronik Diabetes: Mekanisme Terjadinya,

Diagnosis dan Strategi Pengelolaan. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

.

Jilid 3. Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran

Universitas Indonesia. Hal: 1908-1909.

Sarwono Waspadji. 2006. Kaki Diabetes. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

.

Jilid 3. Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran

Universitas Indonesia. Hal: 1933.

Sidartawan Soegondo, Pradana Soewondo, Imam Subekti. 2002. Penatalaksanaan

(30)

47

Universitas Kristen Maranatha

Sidartawan Soegondo. 2006. Farmakoterapi Pada Pengendalian Glikemia Diabetes

Melitus Tipe 2. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

. Jilid 3. Edisi IV. Jakarta:

Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Hal: 1882-1884.

Susilo Wibowo. 2005. VCO Pencegahan Komplikasi Diabetes. Jakarta: PT.

Temprint.

Sutarmi, Hartin Rozaline. 2005. Taklukan Penyakit dengan VCO. Jakarta: Penebar

Swadaya. Hal: 15-16, 34-36.

T. Szkudelski. 2000. The Mechanism of Alloxan and Streptozotocin Action in B

Cells of the Rat Pancreas.

http://www.biomed.cas.cz/physiolres/2001/issue6/pdf/szkudelski.pdf. 20 Maret

2001.

Tony Handoko, B. Suharto. 2005. Insulin, Glukogon dan Anti Diabetik Oral. Dalam:

Farmakologi dan Terapi

. Edisi 4. Jakarta: Gaya Baru. Hal: 467-479.

Victor P. Eroschenko. 2003. Atlas Histologi. Edisi 9. Jakarta: EGC. Hal 224-227.

http://cookislands.bishopmuseum.org/species.asp?id=5960

http://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa

http://www.indiamart.com/richworld-exports/

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji rambutan terhadap kadar glukosa darah mencit Swiss Webster jantan yang diinduksi aloksan.. Penelitian

# # Untuk mengetahui efek ramuan herbal yang mengandung kulit kayu pulai terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit jantan galur Swiss Webster yang

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun Mengkudu (EDM) terhadap penurunan gula darah mencit Galur Swiss Webster yang di

Data yang diukur adalah kadar glukosa darah puasa mencit yang sudah diinduksi Aloksan dalam mg/dl dan sesudah perlakuan dengan ekstrak etanol buah pare dan jamu

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek ekstrak etanol biji alpukat (EEBA) dalam menurunkan KGD mencit yang diinduksi aloksan.. Desain penelitian bersifat

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek kumis kucing terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan.. Penelitian ini merupakan

Ekstrak Meniran (Phyllanthus niruri L.) memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah mencit yang diinduksi Aloksan dengan kemanjuran yang hampir sama dengan Glibenklamid pada 1

Pengaruh Pemberian Infusa Kopi dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah Mencit yang Diinduksi Aloksan Subeki1, Muhartono2 1 Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas