Autis
Buku Guru
Bahasa Inggris
Hak Cipta pada kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang – Undang
Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi kurikulum 2013.
Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudaya an, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan kurikulum 2013.
Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.
Penulis : Vinna Mei Astuti,S.Pd Penelaah : Lusi Nurhayati,M.App.Ling.
Ilustrator : Vinna Mei Astuti,S.Pd Desain Sampul : Vinna Mei Astuti,S.Pd
Diterbitkan Oleh : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Cetakan ke-1, 2016
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Bahasa Inggris SMALB ~Autis : Buku Guru/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. –Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.
ix, 223 hl.
Untuk SMALB Kelas XI
ISBN 978-602-358-502-1 (jilid lengkap) ISBN 978-602-358-504-5 (jilid 2)
I. Bahasa Inggris – Studi dan Pengajaran I. Judul Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Milik Negara
Tidak Diperdagangkan
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan, Allah yang Esa karena atas izin dan ridho-Nya saya dapat menyelesaikan buku ini.
Buku ini dibuat untuk melengkapi buku teks kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa inggris kelas XI bagi ketunaan autis yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Dit.PPKLK) Direktorat Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Siswa berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan.Oleh karena itu dibuatlah buku ini yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Pada buku Bahasa Inggris ini penulis sengaja memperbanyak tampilan visual dan pembelajaran yang bersifat aktif sehingga siswa dapat langsung berperan aktif dan akan lebih berkesan untuk mereka khususnya bagi siswa berketunaan autis.
Buku ini terdiri dari enam bab yang disesuaikan dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar kurikulum Bahasa Inggris untuk siswa autis kelas XI kurikulum 2013.Kemauan dan kerja keras siswa di dalam mengikuti proses pembelajaran serta peran aktif guru dan orang tua juga turut mendorong keberhasilan peningkatan kompetensi siswa.
Penulis sadar masih banyak kekurangan dan kelemahan yang terdapat dalam buku ini. Untuk itu, segala saran konstruktif demi penyempurnaan, saya terima dengan senang hati. Harapan saya semoga buku ini dapat bermanfaat dan melengkapi program kurikulum 2013 yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
.
Sukoharjo, 30 Mei 2016 Penulis
Vinna Mei Astuti, S.Pd
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... iv
Daftar Isi ... vi
Daftar Tabel ... ix
Daftar Gambar ... x
BAGIAN I PETUNJUK UMUM A. Pembelajaran Bahasa Inggris SMALB-Autis Kelas XI ... 2
B. Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris SMALB-Autis Kelas XI ... 15
C. Remedial ... 23
D. Pengayaan ... 26
E. Interaksi dengan Orang Tua ... 29
BAGIAN II PETUNJUK KHUSUS Chapter I This is Aldi ... 31
Chapter II May I Borrow Your Pen? ... 61
Chapter III Read Your Book, Please ... 87
Chapter IV Let‘s Go To The Library. ... 116
Chapter V Can I Help You? ... 166
Chapter VI I Go To School At Morning ... 196
DAFTAR PUSTAKA ... 222
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Kompetensi Dasar dan Inti Bahasa Inggris Autis
Kelas XI ... 3 Tabel 1.2 Alokasi Waktu Materi Pembelajaran Bahasa
Inggris Autis Kelas XI ... 6 Tabel 1.3 Langkah Pembelajaran dengan Kegiatan Belajar
dan Kompetensi yang dikembangkan ... 9 Tabel 1.4 Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif
(Cooperative Learning) ... 10 Tabel 1.5 Sintaks Model Pembelajaran Berbasis Masalah
(Problem Based Learning) ... 11 Tabel 1.6 Format Penilaian Individu ... 17
DAFTAR GAMBAR
Picture 1.1 ... 33
Picture 1.2 ... 34
Picture 1.3 ... 38
Picture 1.4 ... 39
Picture 1.5 ... 39
Picture 1.6 ... 43
Picture 1.7 ... 44
Picture 1.8 ... 44
Picture 1.9 ... 44
Picture 1.10 ... 45
Picture 1.11 ... 45
Picture 1.12 ... 45
Picture 1.13 ... 57
Picture 2.1 ... 61
Picture 2.2 ... 61
Picture 2.3 ... 61
Picture 2.4 ... 61
Picture 2.5 ... 64
Picture 2.6 ... 64
Picture 2.7 ... 66
Picture 2.8 ... 69
Picture 2.9 ... 70
Picture 2.10 ... 70
Picture 2.11 ... 70
Picture 2.12 ... 73
Picture 2.13 ... 73
Picture 2.14 ... 74
Picture 3.1 ... 89
Picture 3.2 ... 89
Picture 3.3 ... 90
Picture 3.4 ... 90
Picture 3.5 ... 90
Picture 3.6 ... 90
Picture 3.7 ... 90
Picture 3.8 ... 90
Picture 3.9 ... 90
Picture 3.10 ... 90
Picture 3.11 ... 94
Picture 3.12 ... 99
Picture 3.13 ... 100
Picture 3.14 ... 100
Picture 3.15 ... 100
Picture 3.16 ... 101
Picture 3.17 ... 104
Picture 3.18 ... 111
Picture 3.19 ... 112
Picture 3.20 ... 113
Picture 3.21 ... 113
Picture 3.22 ... 113
Picture 3.23 ... 114
Picture 4.1 ... 139
Picture 4.2 ... 139
Picture 4.3 ... 139
Picture 4.4 ... 139
Picture 4.5 ... 140
Picture 4.6 ... 140
Picture 4.7 ... 147
Picture 4.8 ... 147
Picture 4.9 ... 147
Picture 4.10 ... 148
Picture 4.11 ... 148
Picture 4.12 ... 151
Picture 5.1 ... 168
Picture 5.2 ... 168
Picture 5.3 ... 168
Picture 5.4 ... 168
Picture 5.5 ... 169
Picture 5.6 ... 169
Picture 5.7 ... 175
Picture 5.8 ... 175
Picture 5.9 ... 176
Picture 5.10 ... 176
Picture 5.11 ... 177
Picture 5.12 ... 180
Picture 6.1 ... 198
Picture 6.2 ... 198
Picture 6.3 ... 198
Picture 6.4 ... 198
Picture 6.5 ... 199
Picture 6.6 ... 199
Picture 6.7 ... 199
Picture 6.8 ... 199
Picture 6.9 ... 199
Picture 6.10 ... 199
Picture 6.11 ... 203
Picture 6.12 ... 207
Picture 6.13 ... 207
BAGIAN I
PETUNJUK UMUM
A. Pembelajaran Bahasa Inggris SMALB-Autis Kelas XI
Secara formal Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran wajib bagi peserta didik SMA/MA demikian juga dengan anak berkebutuhan khusus di jenjang pendidikan SMALB. Dalam mempelajari Bahasa Inggris akan menemukan banyak aspek perbedaan dengan bahasa ibu peserta didik yaitu Bahasa Indonesia seperti perbendaharaan kata, pengucapan, tekanan kata, tata bahasa, dan aspek lainnya.
Mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak-anak berkebutuhan khusus memerlukan metode, media dan pendekatan yang agak berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Anak-anak auits memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi yang disebabkan adanya faktor genetik dan faktor lingkungan, oleh karena itu ketika mengajarkan Bahasa Inggris kepada mereka hendaknya selain hindari verbalisme juga menerapkan aspek pemodelan dan visual support.
Pengajaran bahasa Bahasa Inggris hendaknya berpusat pada peningkatan kompetensi peserta didik dalam menggunakan bahasa tersebut untuk mencapai tujuan komunikasi di berbagai konteks, baik lisan maupun tulis. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik dalam berkomunikasi dengan mengguna- kan bahasa yang dipelajarinya adalah melalui pengajaran berbasis media visual. Pembelajaran ini adalah pembelajaran yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual.
Simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien. Selain fungsi umum
fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan. Oleh sebab itu, pembelajaran berbasis media visual sangat sesuai untuk diterapkan.
1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMALB-Autis Kelas XI
KOMPETENSI INTI 3
(PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4
(KETERAMPILAN) 3. Memahami pengetahuan
faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca]dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah di sekolah, dan tempat bermain
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR 3.1. Mengidentifikasi fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan pada ungkapan memperkenal kan orang lain secara sederhana sesuai dengan konteks penggunaannya
4.1. Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis pendek dan seder hana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait jati diri orang lain, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks 3.2. Mengidentifikasi fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi interpersonal lisan dan tulis yang melibatkan tindakan menawarkan jasa, serta menanggapinya, sesuai dengan konteks
4.2. Menyusun teks interaksi interpersonal lisan dan tulis sederhana yang melibatkan tindakan menawarkan jasa, dan menanggapinya dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang
penggunaannya benar dan sesuai konteks 3.3. Mengidentifikasi fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis tentang kebiasaan sehari-hari, sesuai dengan konteks penggunaannya
4.3. Menyusun teks interaksi interpersonal lisan dan tulis sederhana tentang kebiasaan sehari-hari dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai konteks 3.4. Menafsirkan fungsi sosial
dan unsur kebahasaan dalam lirik lagu
4.4. Mengungkapkan makna secara kontekstual terkait dengan fungsi sosial dan unsur kebahasaan lirik lagu
3.5. Menafsirkan fungsi sosial dan unsur kebahasaan dalam lirik lagu.
4.5. Mengungkapkan makna secara kontekstual terkait dengan fungsi sosial dan unsur kebahasaan lirik lagu.
Tabel 1.1 Kompetensi Dasar dan Inti Bahasa Inggris Autis Kelas XI 2. Tujuan Pembelajaran
Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SMALB-Autis bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan;
a. Meningkatkan harga diri;
b. Mendukung program pembelajaran keterampilan (komputer, tata busana, tata boga, otomotif, sablon, dan lain-lain) untuk kemandirian;
c. Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulisan untuk mencapai tingkat literasi functional;
d. Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa inggris untuk meningkatkan daya saing sebagai bagian masyarakat global; dan
3. Materi Pembelajaran Bahasa Inggris SMALB-Autis Kelas XI
Materi ini dipergunakan pada siswa yang mengalami hambatan kecerdasan, emosional dan sosial. Untuk itu sebelum pembelajaran guru perlu melakukan assesmen. Apabila hasil assesmen kemampuan siswa di bawah materi ini maka guru wajib melakukan penyederhanaan pembelajaran. Apabila siswa terlalu mudah, guru wajib melakukan penambahan materi pembelajaran.
MATERI ALOKASI
WAKTU Memperkenalkan orang lain (Guru, teman dan
lingkungan)
a. How to asking and giving personal information b. How to respond of asking and giving personal
information
Unsur kebahasaan yang muncul:
a. Pronoun
b. Kata ganti possessive my, your, his, dsb.
c. Kata memperkenalkan sesorang dengan ‗this ... ‘ d. Penggunaan ‗to be‘ (is,am dan are)
e. Verb : meet,introduce
f. Ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, dan tanda baca.
6 jp 4 jp
Meminta ijin
a. How to ask for permission b. How to give permission
c. How to refuse to giving permission Unsur kebahasaan yang muncul :
a. Ungkapan pernyataan niat yang sesuai, dengan modal may dan can
b. Nomina singular dan plural dengan atau tanpa a, the, this, those, my, their, dsb.
c. Ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, tanda baca, dan tulisan tangan.
4 jp 3 jp 3 jp
Instruksi dan larangan
a. How to give instruction and prohibition
b. How to respond to an instruction and prohibition c. Singing and practice ―If you‘re happy and you
know it‖
Unsur kebahasaan yang muncul:
d. Verba: sweep, erase, pray dsb (dalam simple
6 jp 4 jp 4 jp
MATERI ALOKASI WAKTU present tense)
e. Simple present tense (don,t and doesn‘t )
f. Ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, tanda baca, dan tulisan tangan
g. Ungkapan yang mengandung informasi dan nilai moral terkait topik dari lagu
Ajakan
a. How to request someone to do something something
b. How to respond to a request to do something Unsur kebahasaan yang muncul:
a. Verba: Let‘s go...,Let‘s take ... dsb (dalam simple present tense)
b. Ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, tanda baca, dan tulisan tangan
6 jp 4 jp
Menawarkan Sesuatu
a. How to offering something
b. How to respond to an offering something Unsur kebahasaan yang muncul:
a. Ungkapan pernyataan niat yang sesuai, dengan modal can ...
b. Ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, tanda baca, dan tulisan tangan
6 jp 4 jp
Kebiasaan Sehari-Hari a. Talk about daily activities
b. Simple present to talk about daily activities Unsur kebahasaan yang muncul :
a. Simple present tense
b. Nomina singular dan plural
c. Ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, dan tulisan tangan.
3 jp 3 jp
Total Jam Pertemuan 60 jp
Tabel 1.2 Alokasi Waktu Materi Pembelajaran Bahasa Inggris Autis Kelas XI
4. Pengalaman Pembelajaran Bahasa Inggris SMALB-Autis Kelas XI Salah satu pendekatan pembelajaran bahasa Inggris ber- dasarkan kurikulum 2013 adalah saintifik (mengamati, menanya,
seperti explicit instruction/direct instruction cooperative learning, problem-based learning, discovery learning, Project Based Learning, dan sebagainya, yang semuanya kurang lebih mengacu pada makna alami, sesuai fitrah manusia, terpusat pada siswa, autentik, kontekstual, dan bermakna bagi kehidupan siswa sehari-hari.
Kelima langkah tersebut pada proses pembelajaran tidak selalu berurutan dan tidak selalu menggunakan kelimanya, tetapi disesuaikan dengan materi yang disampaikan. Kelima langkah tersebut dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini.
Keterkaitan antara Langkah Pembelajaran dengan Kegiatan Belajar dan Kompetensi yang dikembangkan.
Langkah
Pembelajaran Kegiatan
Belajar Kompetensi Yang Dikembangkan Mengamati Membaca, mendengar,
menyimak, melihat
(tanpa atau dengan alat)
Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi
Menanya Mengajukan per tanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau per- tanyaan untuk mendapat kan informasi tambahan ten tang apa yang
diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke per-tanyaan yang bersifat hipotetik)
Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat
Meng-
eksplorasi - Melakukan eksperimen - Membaca sumber lain
selain buku teks - Mengamati objek/
kejadian/
- Aktivitas
- Wawancara dengan nara sumber
Mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berko munikasi, menerap kan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengem- bangkan kebiasaan
Langkah
Pembelajaran Kegiatan
Belajar Kompetensi Yang Dikembangkan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Mengasosiasi - Mengolah informasi yang sudah dikumpul kan baik terbatas dari hasil kegiatan mengum pulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiat an mengumpulkan informasi.
- Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menam bah keluasan dan ke dalaman sampai kepada pengolah an informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemam- puan menerapkan prosedur dan kemam puan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan .
Mengomunika
sikan Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampu- an berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan ber- bahasa yang baik dan benar.
Tabel 1.3 Langkah Pembelajaran dengan Kegiatan Belajar dan Kompetensi yang dikembangkan
Model pembelajaran seperti tersebut di atas dapat diuraikan
Model pembelajaran langsung merupakan sebuah model pembelajaran yang dirancang khusus untuk menunjang proses pembelajaran siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari dengan bertahap, selangkah demi selangkah. Pembelajar an langsung meskipun berpusat pada guru tetap harus menjamin keterlibatan siswa, jadi lingkungan harus diciptakan yang berorientasi pada tugas.
Rosenshina & Stevent dalam Rachmad Widodo (2009) mengajukan langkah–langkah pembelajaran langsung (Explicit instruction) sebagai berikut:
1) Menyampaikan kompetensi/tujuan pembelajaran dan mempersiapkan siswa.
2) Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan.
3) Membimbing pelatihan kepada siswa.
4) Mengecek pemahaman siswa dan memberikan umpan balik.
5) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk latihan lebih lanjut.
6) Menyimpulkan.
Guru dapat menggunakan model pembelajaran langsung (Explicit Instruction) pada pembelajaran untuk anak tunarungu. Bagi mereka, proses pembelajaran yang mengajarkan materi dengan bertahap selangkah demi selangkah akan sangat membantu memudahkan mereka dalam memahami materi yang diterima.
b. Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif (Cooperative learning) adalah model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk menuntaskan materi belajar, di dalam kelompok yang terdiri dari berbagai kemampuan
dan latar belakang, mereka belajar secara kolaboratif. Mereka saling membantu untuk tercapainya ketuntasan belajar. Pemberian penghargaan lebih ditujukan kepada kelompok daripada perorang an. Pada pembelajaran kooperatif, peran guru tidak dominan, dan tugasnya cenderung untuk mengelola kelas yaitu membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil.
Berikut ini salah satu sintaks model pembelajaran kooperatif.
Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
Fase Tingkah Laku Guru
Fase 1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
Fase 2
Menyajikan informasi. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
Fase 3
Mengorganisasi siswa ke dalam kelompok-
kelompok belajar.
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
Fase 4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar.
Guru membimbing kelompok- kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
Fase 5
Evaluasi. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
Fase 6
Memberikan penghargaan.
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.
Tabel 1.4 Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
c. Pembelajaran Berbasis Masalah
dengan maksud agar siswa dapat menyusun pengetahuan mereka sendiri sehingga dapat mengembangkan kemandirian dan rasa percaya diri.
Langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah menurut Richard (2008) di dalam Arfiyadi Ahsan (2012) ditampilkan dalam tabel sebagai berikut.
Sintaks Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Fase Kegiatan Perilaku Guru
1 Memberikan orientasi tentang permasalahan kepada siswa.
1. Guru membahas tujuan pelajaran.
2. Guru mendeskripsikan berbagai kebutuhan logistik.
3. Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pemecahan masalah.
2 Mengorganisasi siswa untuk belajar.
Guru membantu siswa untuk
mendefinisikan dan mengorganisasi kan tugas-tugas belajar yang terkait dengan permasalahannya.
3 Membantu
investigasi mandiri dan kelompok.
Guru mendorong siswa mendapat informasi yang tepat, melaksanakan ekperimen dan memberi penjelasan dan solusi.
4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan artifak dan exhibit yang tepat seperti laporan, rekaman video dan model- model.
Guru membantu siswa menyampai kan/mempresentasikan kepada orang lain.
5 Menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah.
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi terhadap investigasinya dan proses-proses yang mereka gunakan.
Tabel 1.5 Sintaks Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
d. Model Discovery Learning
Model Discovery Learning merupakan teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang menekankan pada keaktifan siswa dalam mencaritemukan berbagai informasi sendiri.
Materi atau bahan pelajaran yang akan disampaikan guru, tidak disampaikan dalam bentuk final akan tetapi siswa didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri kemudian mengorgansasi atau membentuk (konstruktif) apa yang mereka ketahui dan mereka pahami dalam suatu bentuk akhir.
Pada mata pelajaran Bahasa Inggris, misalnya: sebelum siswa membuat surat pribadi, diawali dengan langkah mengamati berbagai informasi tentang surat pribadi tersebut. Informasi tentang surat pribadi yang meliputi apa, bagaimana, untuk apa, di mana, dll dengan bimbingan guru siswa tunarungu dapat mengamatinya dari majalah, internet, buku-buku di perpustakaan, informasi dari guru lain, contoh surat pribadi, dan sebagainya. Melalui aktivitas pengamatan, siswa mempertanyakan pada dirinya sendiri atau menanyakan pada guru tentang susunannya, isinya, cara membuatnya, kegunaannya, dan sebagainya. Pada akhirnya siswa dapat mengaplikasikannya menjadi sebuah surat pribadi.
Dengan model Discovery Learning hendaklah guru memberi kan kesempatan kepada siswa untuk menjadi seorang problem solver. Melalui kegiatan tersebut siswa akan menguasainya, menerapkan, serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.
e. Model Pembelajaran Berbasis Project Based Learning
Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based
interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Peran guru dalam Pembelajaran Berbasis Proyek sebaiknya sebagai fasilitator, pelatih, penasehat dan perantara untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan daya imajinasi, kreasi dan inovasi dari siswa.
Untuk itu disarankan menggunakan team teaching dalam proses pembelajaran, sebagai contoh dalam mempersiapkan pembelajaran surat elektronik (email) guru Bahasa Inggris dapat bekerja sama dengan guru TIK sesuai dengan perannya masing- masing. Misalnya guru bahasa Inggris memberi tugas siswa mengirim email kepada guru, guru TIK memandu siswa membuat surat elektronik yang akan dikirim kepada guru dan seterusnya.
Pendekatan dan model pembelajaran tersebut selaras dengan prinsip-prinsip pembelajaran bahasa Inggris berbasis genre atau teks, yang berdasarkan pada serangkaian konsep tentang bahasa, fungsi, serta penggunaannya seperti yang diuraikan sebelumnya. Pembelajaran diperlukan untuk mendorong siswa bersikap mandiri, aktif terlibat dalam proses pembelajaran, bekerjasama dengan teman, berpikir eksploratif dan kritis, dan secara proaktif memperoleh bimbingan dan arahan dari guru.
Berdasarkan pendekatan dan model pembelajaran tersebut di atas, pembelajaran Bahasa Inggris perlu mencakup beberapa bentuk kegiatan berikut ini.
Tujuan untuk melaksanakan fungsi sosial. Teks-teks yang diucapkan, disimak, dibaca, dan ditulis siswa diarahkan untuk melaksanakan fungsi sosial secara autentik atau mendekati autentik dalam hal sumber maupun penggunannya. Melalui kegiatan inilah siswa akan menemui masalah atau kesulitan yang autentik juga.
Proses pembelajaran mencakup kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi atau mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Dalam melaksanakan setiap kegiatan tidak menutup kemungkinan dilakukannya langkah-langkah lainnya.
Misalnya, kegiatan menanya dapat langsung dilakukan pada tahap pengamatan, bahkan sampai pada kegiatan mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasi kan. Ketika mengumpulkan informasi, bisa saja muncul hal-hal yang mengharuskan siswa untuk memperbaiki pengamatannya.
Proses pembelajaran dilakukan melalui proses pembiasaan dan pembudayaan, dengan menggunakan banyak contoh dan keteladanan dalam ketepatan dan keberterimaan isi makna maupun struktur teks dan unsur kebahasaan dari teks yang diucapkan, disimak, dibaca, ditulis, termasuk perilaku dalam konteks penggunaannya.
Proses pembelajaran memadukan inisiatif dan keaktifan diri, kerja sama dalam kelompok, dan bimbingan profesional dari guru
Pembelajaran juga mencakup pengembangan kemampuan menyusun langkah kerja dalam melaksanakan setiap tugas, termasuk dalam menggunakan alat-alat seperti tabel, bagan, power point, peralatan audio/visual, dsb.
Pembelajaran juga mencakup pengembangan kemampuan menanya, termasuk bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui, mempertanyakan hal-hal yang sudah mapan, dan sebagainya.
B. Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris SMALB-Autis Kelas XI
1. Konsep Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa Inggris SMALB- Autis Kelas XI
Konsep penilaian proses dan hasil belajar dilaksanakan berdasarkan berikut ini.
a. Penilaian dilakukan secara integratif, mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam menggunakan bahasa Inggris lisan dan tulis secara kontekstual sesuai dengan tujuan dan fungsi sosialnya.
b. Penilaian sikap difokuskan pada sikap yang tampak dalam bentuk perilaku selama proses belajar berkomunikasi secara lisan dan tulis dengan bahasa Inggris di dalam dan di luar kelas, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, percaya diri, toleransi, kerjasama, dan kesantunan.
2. Karakteristik Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris SMALB- Autis Kelas XI
Karakteristik penilaian proses dan hasil belajar dilaksanakan berdasarkan berikut ini.
a. Tingkat ketercapaian fungsi sosial penggunaan teks.
b. Tingkat kelengkapan, keruntutan, keutuhan, dan keterpaduan struktur teks.
c. Tingkat ketepatan unsur kebahasaan:tata bahasa,kosa kata, ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, dan tulisan tangan.
d. Tingkat kesesuaian format penulisan/penyampaian.
3. Teknik dan Instrumen Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris SMALB-Autis Kelas XI
a. Teknik Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris SMALB-Autis kelas XI sebagai berikut.
1) Unjuk kerja
a) Sasaran :keterampilan menggunakan bahasa Inggris secara produktif, seperti memajang tulisan, presentasi, membacakan, dan sebagainya secara berterima.
b) Peserta didik menunjukkan proses berpikir tingkat tinggi (high-order thinking skills) dan mandiri.
c) Penilaian berorientasi pada proses dan produk.
d) Kedalaman materi lebih penting daripada keluasan.
e) Dapat diintegrasikan dengan penilaian observasi, evaluasi diri dan evaluasi sejawat.
2) Pengamatan
a. Sasaran: proses pembelajaran peserta didik melibatkan tindakan komunikatif (berbicara, menyimak, membaca, menulis) secara natural.
b. Jenis tindakan:verbal dan nonverbal, baik pembelajaran di dalam maupun di luar kelas.
c. Tujuan: memberi balikan,bukan merupakan penilaian formal.
d. Jumlah peserta didik.
3) Portofolio
a) Portofolio merupakan kumpulan pekerjaan peserta didik yang mendukung proses belajar (laporan kemajuan, jadwal kerja, outline proyek, jurnal, buku harian), mencerminkan hasil atau capaian belajar (teks yang disalin, diringkas, dibuat sendiri yang telah dibaca, foto, video, dan clipping), dan kumpulan hasil tes (nilai harian, tugas, tengah semester, dan semester).
b) Sasaran portofolio ini meliputi penilaian ketekunan,
rekaman evaluasi diri dan evaluasi sejawat (komentar dan/atau checklist).
4) Penilaian Diri dan Penilain Sejawat a) Sasaran: proses atau hasil belajar.
b) Penilaian metakognitif.
c) Bentuk: diary, jurnal, format khusus (komentar dan/
atau checklist)
b. Instrumen Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris SMALB- Autis kelas XI sebagai berikut.
1) Format Penilaian Individu
Nama Kegiatan :_____________________________
Tanggal Pelaksanaan :_____________________________
Nama :_____________________________
No Aspek Yang Dinilai Skor Perolehan 1-5 KNOWLEDGE
1 Kosa kata (vocabulary) 2 Kelancaran (fluency) 3 Ketelitian (accuracy)
4 Pengucapan (pronunciation) 5 Intonasi (intonation)
6 Pemahaman (understanding) 7 Pilihan kata (diction)
SKOR MAKSIMAL 35
ACTION/SKILL
1 Kerja sama (team work)
2 Melakukan tindak komunikasi (communicative action)
SKOR MAKSIMAL 10
SKOR KESELURUHAN 45
Tabel 1.6 Format Penilaian Individu Catatan:
Skala Skor Perolehan 1-5 Nilai = Skor perolehan x 100
Skor maksimal
1) Aspek Penilaian
a) Pengetahuan (knowledge) (1) Kosa kata (vocabulary)
5 = Tidak ada kesalahan sama sekali
4 = Ada kesalahan tapi tidak mengganggu makna 3 = Ada kesalahan dan mengganggu makna 2 = Banyak kesalahan dan mengganggu makna 1 = Terlalu banyak kesalahan
(2) Kelancaran (fluency) 5 = Sangat lancar 4 = Lancar
3 = Cukup lancar 2 = Kurang lancar 1 = Tidak lancar (3) Ketelitian (accuracy)
5 = Sangat teliti 4 = Teliti
3 = Cukup teliti 2 = Kurang teliti 1 = Tidak teliti
(4) Pengucapan (pronunciation)
5 = Tidak ada kesalahan sama sekali
4 = Ada kesalahan tapi tidak mengganggu makna 3 = Ada kesalahan dan mengganggu makna 2 = Banyak kesalahan dan mengganggu makna 1 = Terlalu banyak kesalahan
(5) Intonasi (intonation)
5 = Tidak ada kesalahan sama sekali
2 = Banyak kesalahan dan mengganggu makna 1 = Terlalu banyak kesalahan sehingga sulit dipahami (6) Pemahaman (understanding)
5 = Sangat cepat memahami materi pembelajaran.
4 = Cepat memahami materi pembelajaran . 3 = Cukup memahami materi pembelajaran.
2 = Kurang memahami materi pembelajaran.
1 = Tidak memahami materi pembelajaran.
(7) Pilihan Kata (diction)
5 = Tidak ada kesalahan sama sekali
4 = Ada kesalahan tapi tidak mengganggu makna 3 = Ada kesalahan dan mengganggu makna 2 = Banyak kesalahan dan mengganggu makna 1= Terlalu banyak kesalahan sehingga sulit dipahami.
b) Keterampilan (skill)
(1) Kerja sama (team work) 5 = Selalu bekerja sama.
4 = Sering bekerja sama.
3 = Beberapa kali melakukan kerja sama.
2 = Pernah bekerja sama.
1 = Tidak pernah bekerja sama
(2) Melakukan tindak komunikasi yang tepat
5 = Selalu melakukan kegiatan komunikasi yang tepat.
4 = Sering melakukan kegiatan komunikasi yang tepat.
3 = Beberapa kali melakukan kegiatan komunikasi yang tepat.
2 = Pernah melakukan kegiatan komunikasi yang tepat.
1 = Tidak pernah melakukan kegiatan komunikasi yang tepat.
4. Pengolahan Hasil Penilaian dan Pelaporan Bahasa Inggris SMALB-Autis Kelas XI
a. Pengolahan Hasil Penilaian Bahasa Inggris
Mengolah data berarti memberikan nilai dan makna terhadap data yang sudah dikumpulkan sebagaimana dikatakan oleh Carl H. Witherington (1952) ―an evaluation is a declaration that something has or does not have value‖. Jika datanya tentang prestasi belajar, berarti pengolahan data tersebut memberi nilai kepada peserta didik berdasarkan kualitas hasil pekerjaannya.
Penilaian harus memberikan sumbangan positif terhadap pecapaian belajar peserta didik.Hasil penilaian tentunya harus dapat dinyatakan dan dirasakan sebagai penghargaan kepada peserta didik yang berhasil atau sebagai pemicu semangat belajar bagi peserta didik yang masih harus berjuang memperoleh keberhasilan (Sudjatmiko dan Lili Nurlaili, 2003:
18).
Fenomena yang terjadi banyak guru (evaluator) yang sudah mengumpulkan data hasil tes dari peserta didiknya, namun belum tahu bagaimana mengolahnya sehingga data tersebut menjadi mubadzir, data tanpa makna. Sebaliknya jika ada data yang relative sedikit, tetapi sudah mengetahui cara pengolahannya maka data tersebut akan mempunyai makna.
Agar data yang terkumpul memiliki makna, guru sebagai evaluator harus benar-benar menguasai bagaimana cara memberikan skor yang baik dan benar-benar dilakukan secara adil sehingga tidak merugikan berbagai pihak.
Pengolahan penilaian merupakan sesuatu yang urgen untuk diaplikasikan di institusi pendidikan karena menyangkut nasib terutama peserta didik dan tidak menimbulkan kerugian
skor total (total score), konversi skor, cara memberi skor untuk skala sikap, cara memberi skor untuk domain psikomotorik, dan pengolahan data hasil tes yang terdiri dua cara penggunaan yaitu dengan menggunakan penilaian acuan patokan dan penilaian acuan norma.
Tanggung jawab itu tentu harus dilakukan oleh guru ketika memberikan penilaian dan mengolah nilai berdasarkan data dan informasi terhadap peserta didik secara obyektif sehingga tidak melakukan kesalahan.
b. Pelaporan Bahasa Inggris
Pada dasarnya pelaporan kegiatan hasil belajar merupakan kegiatan mengkomunikasikan dan menjelaskan hasil penilaian guru tentang penambahan dan perkembangan anak.
Laporan hasil penilaian proses dan hasil belajar meliputi aspek kognitif, psikomotorik dan afektif. Tidak semua mata ajar dinilai aspek psikomotornya, yang dinilai aspek psikomotornya yaitu mata ajar yang melakukan kegiatan praktek.
Informasi ranah kognitif dan psikomotor diperoleh dari sistem penilaian yang digunakan untuk mata pelajaran yang sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar. Informasi ranah afektif diperoleh melalui kuesioner, inventori, dan pengamatan yang sistematik.
Aspek kognitif dan afektif dinilai untuk seluruh mata ajar.Informasi aspek kognitif dan psikomotor diperoleh melalui sistem penilaian sesuai dengan tuntutan indikator-indikator dari kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Aspek afektif diperoleh melalui lembar pengamatan yang sistematik, kuesioner dan inventori.Hasil penilaian kognitif dan psikomotorik dapat berupa nilai angka maupun deskripsi kualitatif mengenai kompetensi dasar tertentu.
1) Manfaat pelaporan untuk siswa dan orang tua
Pelaporan yang berisi catatan tentang siswa diusahakan selengkap mungkin agar dapat memberikan informasi yang lengkap. Akan tetapi, membuat laporan yang lengkap setiap saat merupakan beban yang berat bagi seorang guru. Oleh karena itu, pembuatan laporan dapat bersifat singkat, disesuaikan dengan kebutuhan.
Pelaporan yang dibuat guru untuk siswa dan orang tua berisi catatan prestasi belajar siswa. Catatan itu dapat dibedakan atas dua cara, yaitu lulus atau belum lulus. Prestasi siswa yang dilaporkan guru kepada siswa dan orang tua dapat dilihat dalam buku rapor yang diisi pada setiap semester.
2) Manfaat pelaporan untuk sekolah
Guru juga harus membuat laporan untuk sekolah, sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses belajar-mengajar. Oleh karena itu pihak sekolah berkepentingan untuk mengetahui catatan perkembangan siswa yang ada di dalamnya. Dengan demikian hasil belajar siswa akan diperhatikan dan dipikirkan oleh pihak sekolah.
Pelaporan yang dibuat guru untuk pihak sekolah sebaiknya lebih lengkap. Guru tidak semata-mata melaporkan prestasi siswa tetapi juga menyinggung problem kepribadian mereka.
Pelaporan tidak hanya dalam bentuk angka tapi juga dalam bentuk deskripsi tentang siswa.
3) Manfaat pelaporan untuk masyarakat
Pada umumnya laporan untuk masyarakat berkaitan dengan jumlah lulusan sekolah. Setiap siswa yang telah lulus
keterampilan yang diperoleh siswa dari suatu sekolah tidaklah sama. Tingkat keberhasilan ini dinyatakan secara lengkap dalam laporan prestasi.
C. Remedial
Pembelajaran remedial dilakukan ketika peserta didik teridentifikasi oleh guru mengalami kesulitan terhadap penguasaan materi pada KD tertentu yang sedang berlangsung.
Guru dapat langsung (segera) melakukan perbaikan pembelajaran (remedial) sesuai dengan kesulitan peserta didik tersebut, tanpa menunggu hasil tes (ulangan harian). Program pembelajaran remedial dilaksanakan di luar jam pelajaran efektif atau ketika proses pembelajaran berlangsung (bila memungkinkan).
1. Prinsip-Prinsip Remedial
Program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompentensi minimalnya dalam satu kompetensi dasar tertentu. Metode yang digunakan dapat bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakang kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan tujuan pembelajarannya pun dirumuskan sesuai dengan kesulitan yang dialami peserta didik.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain:
a. Adaptif
Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan daya tangkap, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing.
b. Interaktif
Pembelajaran remedial hendaknya melibatkan keaktifan guru untuk secara intensif berinteraksi dengan peserta didik dan selalu memberikan monitoring dan pengawasan agar mengetahui kemajuan belajar peserta didiknya.
c. Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian.
Pembelajaran remedial perlu menggunakan berbagai metode pembelajaran dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
d. Pemberian umpan balik sesegera mungkin.
Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin agar dapat menghindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut.
e. Pelayanan sepanjang waktu.
Pembelajaran remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing- masing
2. Pembelanjaran Remedial
Setiap guru berharap peserta didiknya dapat mencapai penguasaan kompetensi yang telah ditentukan. Berdasarkan permendikbud No. 65 tentang Standar Proses, No. 66 thn 2013 tentang standar penilaian, setiap pendidik hendaknya memperhatikan prinsip perbedaan individu (kemampuan awal, kecerdasan, kepribadian, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, gaya belajar), maka program pembelajaran remedial
didik, untuk memahami kesulitan belajar yang dihadapinya, mengatasi kesulitannya tersebut dengan memperbaiki cara belajar dan sikap belajar yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal.
Mengacu pada Permendikbud 65 tentang Standar Proses, No. 66 thn 2013: Hasil penilaian otentik dapat digunakan oleh guru untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment) atau pelayanan konseling.
Penilaian yang dimaksud adalah tidak terpaku pada hasil tes (ulangan harian) pada KD tertentu. Penilaian juga bisa dilakukan ketika proses pembelajaran berlangsung (dari aspek pengetahuan, sikap ataupun keterampilan).
Pengertian Pembelajaran RemedialPembelajaran remedial dilakukan ketika peserta didik teridentifikasi oleh guru mengalami kesulitan terhadap penguasaan materi pada KD tertentu yang sedang berlangsung. Guru dapat langsung (segera) melakukan perbaikan pembelajaran (remedial) sesuai dengan kesulitan peserta didik tersebut, tanpa menunggu hasil tes (ulangan harian). Program pembelajaran remedial dilaksanakan di luar jam pelajaran efektif atau ketika proses pembelajaran berlangsung (bila memungkin kan).
Program pembelajaran remedial dilaksanakan sampai peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diharapkan (tujuan tercapai). Ketika peserta didik telah mencapai kompetensi minimalnya (setelah program pembelajaran remedial dilakukan), maka pembelajaran remedial tidak perlu dilanjutkan.
Teknik pembelajaran remedial bisa diberikan secara individual maupun secara berkelompok (bila terdapat
beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan pada KD yang sama).
Beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran remedial yaitu:
pembelajaran individual, pemberian tugas, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, dan tutor sebaya.
Aktivitas guru dalam pembelajaran remedial, antara lain:
memberikan tambahan penjelasan atau contoh, menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya, mengkaji ulang pembelajaran yang lalu, menggunakan berbagai jenis media. Setelah peserta didik mendapatkan perbaikan pembelajaran,ia perlu menempuh penilaian, untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai kompetensi dasar yang diharapkan.
Program pembelajaran remedial dapat dilakukan oleh guru kelas maupun guru mata pelajaran yang perludiremedial. Guru kelas maupun guru mata pelajaran dapat melakukan identifikasi terhadap kesulitan peserta didik dan langsung membuat perencanaan pembelajaran remedial. (misal mencari metode dan aktivitas yang lebih tepat, mencari dan menetapkan waktunya).
D. Pengayaan
1. Prinsip-Prinsip Pengayaan
Prinsip-prinsip program pengayaan yang perlu diperhatikan dalam mengkonsep program pengayaan:
a. Inovasi
Guru perlu menyesuaikan program yang diterapkannya
b. Kegiatan yang memperkaya.
Dalam menyusun materi dan mendisain pembelajaran pengayaan, kembangkan dengan kegiatan yang menyenang kan, membangkitkan minat, merangsang pertanyaan, dan sumber-sumber yang bervariasi dan memperkaya.
c. Merencanakan metodologi yang luas dan metode yang lebih bervariasi. Misalnya dengan memberikan project, pengembangan minat dan aktivitas-akitivitas menggugah (playful). Menerapkan informasi terbaru, hasil-hasil penelitian atau kemajuan program-program pendidikan terkini.
2. Pembelajaran Pengayaan
Pengayaan adalah kegiatan tambahan yang dieberikan kepada siswa yang telah mencapai ketenetuan dalam belajar yang diamaksudkan untuk menambah wawasan atau memeperluas pengetahuannya dalam materi pelajran yang telah dipelajarinya. Disamping itu pembeljaran pengayaan bisa diaetikan memberikan pemahaman yang lebih dalam dari pada sekedar standar kompetensi dalam kurikkulum. Dalam hal ini, mukhtar dan rusmini (2009) menguatakan bahwa kegiatan oengayaan merupakan kegiatan yang relatif bebas, karena bersifat memperluas, memperdalam dan menunjang satuan pelajaran yang diterapkan kepada semua siswa yang sudah tuntas dalam belajar. Artinya, kegiatan pengayaan ini bukanlah merupakan suatu kasus yang dialami oleh siswa-siswa yang belum tuntas yang disebabkan oleh kelambatan, kesulitan atau kegagalan dalam belajar.
Kegiatan pengayaan ini ada dua macam, yaitu ;
a. Pengayaan horizontal , yaitu upaya memberikan tugas sampingan yang akan memperkaya pengetahuan siswamengenai materi yang sama.
b. Pengayaan vertikal, yaitu kegiatan pengyaan yang berupa peningkatan dari tingkat pengetahua yang sedang diajarkarkan ketingkat yang lebih tinggi diajarkan, sehingga siswa maju dari satuan pelajaran sedang yang diajarkan kesatuan pelajaran berikutnya menurut kemampuan dan kecerdasannya sendiri.
Tujuan pengayaan selain untuk meningkatakan pemahaman dan wawasan tehadap materi yang sedang atau telah dipelajarinya juga agar siswa dapat belajar secara optimal baik dalam hal pendaya gunaan kemampuannya maupun perolehan dari hasil belajar.
Prosedur pelaksanaan program pengayaan diawali dari kegiatan pembelajaran atau dengan penyajian pelajaran terlebih dahulu denagan mengacu kepada kriteria belajar tuntas. Pelaksanaan program pengayaan didasarkan pada hasil tes formatif atau sumaatif yang fungsinya sebagai feed back bagi guru dalam rangka memeperbaiki kegiatan pembelajran, akan terapat dua kemunngkinan :
a. Bagi siswa yang taraf penguasaannya kurang dari 75%
perlu diberikan perbaikan (remedial teaching).
b. Bagi siswa yang taraf penguasaannuuya lebih dari 75%
perlu diberikan pengyaan. Pelaksanaan pengayaan ini bisa dilakukan baiak di dalam atau di luar jam tatap muka.
E. Interaksi dengan Orang Tua
Interaksi dengan Orang Tua dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan ini sangat diperlakukan untuk menunjang keberhasilan pembelajar an peserta didik. Adapun kegiatan Interaksi dengan Orang Tua akan dirinci sebagai :
1. Interaksi secara langsung
Interkasi langsung antara guru dengan orang tua peserta didik dapat dilakukan dengan cara :
a. Menghadirkan orang tua/wali peserta didik ke sekolah untuk diberi penjelasan tentang perkembangan belajar peserta didik selama di sekolah.
b. Penyerahan rapor yang harus diambil oleh orang tua/wali peserta didik, bertujuan untuk memberikan kesempatan wali kelas berinteraksi langsung dengan orang tua/wali peserta didik.
c. Guru melakukan kunjungan ke rumah peserta didik.
2. Interaksi tidak langsung
Interaksi tidak langsung atau tertulis dapat dilakukan dengan cara :
a. Komunikasi antara guru dengan orang tua melalui media (SMS, Email, BBM, telepon, dll).
b. Meminta orang tua untuk memeriksa PR atau tugas yang dikerjakan peserta didik dengan cara mengisi lembar monitoring.
BAGIAN 2
PETUNJUK KHUSUS
CHAPTER I THIS IS ALDI
PETA KONSEP
A. Pembelajaran How to Introducing People and How to Respond it 1. Kompetensi Dasar
3.1. Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan pada ungkapan memperkenalkan orang lain secara sederhana sesuai dengan konteks penggunaan nya.
4.1 Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait jati diri orang lain, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
2. Indikator
a. Siswa dapat menyusun teks lisan dan tulis pendek dan sederhana memberi dan meminta informasi jati diri orang lain.
b. Siswa dapat merespon orang yang memberikan informasi jati diri.
Asking and giving personal
information
making introductions
responding to introductions
3. Pengalaman Belajar
a. Siswa dapat melafalkan ekspresi memberi dan meminta informasi jati diri orang lain dengan lancar dan akurat.
b. Siswa dapat merespon orang yang memberikan informasi dengan tepat.
4. Media dan Sumber Belajar
a. Model oleh guru yang mempraktikan secara langsung kepada siswa atau beberapa siswa sebagai model.
b. Media visual berupa beberapa gambar baik yang sudah dikenal atau yang belum dikenal sama sekali oleh siswa yang sesuai dengan tema.
c. Boneka kaos kaki yang berguna untuk merangsang daya kreatif siswa selain itu boneka kaos kaki tersebut dapat menjadi alat peraga untuk beromunikasi.
5. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Pembuka
a. Guru masuk kelas dengan senyum mengembang. Lalu menyapa para siswa dengan ramah menggunakan bahasa Inggris,seperti good morning,hello, dan hi‘ .
b. Pastikan siswa melihat ke arah guru.
c. Siswa dapat merespon sapaan guru secara verbal atau non verbal seperti tersenyum dan melihat kearah guru.
d. Apabila siswa belum merespon,guru dapat mendatangi siswa,duduk didekatnya sembari menjabat tangannya dan mengucapkan ―Good morning‖ sekali lagi.
e. Sebelum memulai pelajaran siswa berdoa terlebih dahulu sesuai kepercayaan masing-masing.
f. Siswa menjawab beberapa pertanyaan guru berdasar
Activity 1
Observing and Questioning
g. Apabila suasana dirasa sudah tidak terlalu kaku dan siswa sudah mulai fokus dengan guru. Siswa menyimak penjelasan dari guru mengenai materi ajar pada bab 1 yaitu how to asking and giving personal information dan how to respond of asking and giving personal information yaitu bagaimana meminta,memberi dan merespon informasi terkait ati diri orang lain.
Study the pictures below.
Pic.1.1 This is Aldi
He is my freind Hi‘,Sasa. Hi‘,Aldi.
Pic.1.2
h. Siswa dipandu oleh guru mempelajari gambar 1.1 dan 1.2.
i. Siswa menjawab beberapa pertanyaan dari guru berkaitan dengan gambar pada activity 1.
j. Siswa dirangsang untuk bertanya oleh guru mengenai materi yang kurang dimengerti.
k. Siswa dan guru dapat menggabungkan dua bahasa sekaligus.Bahasa Inggris dan bahasa kesehariannya These are my freinds
They are Fauzan and
Fauzi Hello,Fauzan
and Fauzi.
Hello, Dika.
Hello, Dika.
Collecting Information
Activity 2
l. Siswa dan guru secara berkelanjutan mempraktikan bagaimana memberi dan menerima informasi terkait jati diri orang lain sesuai pada gambar 1.1 dan gambar 1.2 secara perlahan dan berulang-ulang.
m. Setelah konsep siswa dirasa sudah cukup masuk.Siswa dipandu guru dapat melanjutkan pada activity 2.
a.
This is Aldi .
This ... Aldi ...
... is ... .
He is my freind .
He ... ... freind .
... is ... ... .
Hi‘ , Aldi .
... , Aldi ...
Hi‘ , ... .
b.
These are my freinds .
These ... my ... .
... are ... freinds .
They are Fauzan and Fauzi .
They ... Fauzan ... ... .
... are ... ... Fauzi .
Hello , Fauzan and Fauzi .
... , Fauzan ... ... ...
Hello , ... ... Fauzi .
Table 1.2
n. Siswa melengkapi tabel dengan mengumpulkan informasi dari materi yang telah diajarkan pada activity 1 atau sesuai kalimat yang tertulis di atasnya.
Associating
Activity 3
Complete the dialogue below.
a.
b.
Kunci Jawaban a. Hello, this,is b. Hi‘, these, are
o. Siswa melengkapi kalimat rumpang sesuai materi yang telah diajarkan pada activity 1 dan 2. Penggunaan gambar diharapkan membantu siswa dalam mengingat materi yang telah diajarkan.
Rani :Hi‘,Dika!
Dika :...‘, Rani.
Rani :... are my freinds
They ... Fauzan and Fauzi Aldo :Hello,Sasa!
Sasa :...,Aldo.
Aldo :... is Aldi
He ... my freind
Activity 4 Observing and Questioning
p. Pada activity 2 dan 3 guru tetap memandu siswa misal dengan membacakan atau memandu dalam penulisan jawaban apabila siswa masih belum dapat membaca dan menulis dengan lancar.
Reflection
I can respond of asking and giving personal information.
q. Apabila siswa dirasa telah memahami konsep,siswa dapat melakukan refleksi dengan merespon perkenalan dari gurunya.
Observe the pictures below .
This is Mrs.Endah.
She is your teacher.
Nice to meet you.
Nice to meet you,too.
Pic.1.4
Pic.1.5
This is Agung.
He is your freind.
Nice to meet you.
Nice to meet you,too.
This is Mr.Sumawardi.
He is your headmaster.
Nice to meet you.
Nice to meet you,too.
Collecting Information
Activity 5
r. siswa mempraktikan secara langsung bagaimana cara memperkenalkan orang lain sesuai dengan gambar yang tertera di dalam materi ,mulai dari gambar 1.3 hingga 1.5 s. Siswa menirukan apa yang dikatakan guru dalam
memperkenalkan orang lain.
t. Guru terus mengulang-ulang materi hinga konsep materi masuk di dalam siswa.
u. Setelah konsep siswa dirasa sudah cukup difahami.Guru dapat melanjutkan pada activity 5.
a.
This is Mrs. Endah .
This ... Mrs. ... .
... is ... Endah .
She is your teacher .
Nice to meet you .
Nice ... meet ... .
... To ... you .
b.
This is Agung .
This ... Agung ...
... is ... .
He is your friend .
He ... your ... .
... is ... friend .
Nice to meet you too .
Nice ... meet ... ... .
... To ... you too .
c.
This is Mr. Sumawardi .
This ... Mr. ... .
... is ... Sumawardi .
He is your headmaster .
He ... your ... .
... is ... headmaster .
Nice to meet you .
Nice ... meet ... .
... To ... you .
v. Siswa melengkapi tabel dengan mengumpulkan informasi dari materi yang telah diajarkan pada activity 4 atau sesuai kalimat yang tertulis di atasnya.
Activity 6 Communicating
Let‘s asking and giving personal information with your teacher.
Pic.1.6
w. Pada activity 6 siswa dan guru bermain peran sesuai pada gambar 1.6 memperkenalkan teman-teman siswa melalui media gambar/foto.
x. Siswa menirukan apa yang diucapkan oleh guru.
y. Setelah konsep masuk barulah siswa mengulang apa yang diucapkan oleh guru secara mandiri.
Activity 7 Assosiating
Let‘s play practicee the expressions of how to introducing people using sock puppets.
Let‘s make the sock puppet.
a) Tools and materials : 1) a pair sock puppet 2) a BC paper
3) a pen 4) glue
5) scissor Pic.1.7
b) The steps:
1) Pick your sock.
Pic.1.8
2) Draw the eyes on your BC paper.
Pic.1.9
3) Cut the eyes.
Pic.1.10
4) Stick the eyes on your sock.
Pic.1.11 c) How to play it!
1) Put one of the sock puppet on your hand.
2) Put the other sock puppet on your friend hand.
3) Give it a name.
4) Introduce your sock puppet name, address and hobby to your friend.
5) You can talk each other like playing puppet .
Pic.1.12
z. Pada activity 7 siswa dipandu guru membuat boneka kaos kaki dimana cara pembuatannya seperti pada gambar 1.7 hingga 1.12.
aa. Boneka kaos kaki nanti digunakan sebagai media pembelajaran siswa dalam materi how to giving and asking personal information.
bb. Boneka kaos kaki digunakan dalam media bermain peran antara siswa dan guru dalam materi giving and asking personal information seperti pada gambar 1.12.
Activity 8 Associating
Let‘s complete the dialogues.
a.
b.
. . . . Nice to meet
you,too.
This . . . Mrs.Endah.
She is your teacher.
. . . is Agung.
He is your freind.
Nice to meet you.
. . . .
c.
d.
This is Mr.Sumawardi.
. . . is your headmaster.
. . . . Nice to meet
you,too.
This is Riri.
. . . is your freind.
Nice to meet you.
. . . .
e.
Kunci Jawaban
a. is,nice to meet you b. this,nice to meet you too c. this,nice to meet you d. she,nice to meet you too e. is,nice to meet you
cc. Pada activity 8 siswa tetap dipandu oleh guru semisal dengan membacakan atau memandu dalam penulisan jawaban apabila siswa masih belum dapat membaca dan menulis dengan lancar.
Reflection
I can introduce someone.
dd. Apabila siswa dirasa telah memahami konsep how to giving and asking personal information. Siswa dapat melakukan refleksi dengan memperkenalkan guru secara mandiri.
ee. Guru boleh memancing sedikit apabila siswa dirasa sulit mengingat apa yang hendak diucapkannya.
This is Tito
He . . . your freind.
. . . .
Nice to meet you,too.
B. Penilaian dan Tindak Lanjut 1. Penilaian
Activity 2 : jawaban maksimal nilai 28 Jawaban betul nilai :1
Jawaban salah nilai:0
Nilai = Skor perolehan x 100 Skor maksimal
Activity 3 : jawaban maksimal nilai 6 Jawaban betul nilai :1
Jawaban salah nilai:0
Nilai = Skor perolehan x 100 Skor maksimal
Activity 5 : jawaban maksimal nilai 37 Jawaban betul nilai :1
Jawaban salah nilai:0
Nilai = Skor perolehan x 100 Skor maksimal
Activity 6 : menggunakan skala 1-5 Format Penilaian Individu
Nama Kegiatan :_____________________________
Tanggal Pelaksanaan :_____________________________
Nama :_____________________________
NO ASPEK YANG DINILAI SKOR PEROLEHAN 1-5 KNOWLEDGE
1 Kosa kata (vocabulary) 2 Kelancaran (fluency) 3 Ketepatan (accuracy)
4 Pengucapan (pronunciation) 5 Intonasi (intonation)
6 Pemahaman (understanding)
SKOR MAKSIMAL 30
SKILL
1 Melakukan tindak komunikasi (communicative action)
SKOR MAKSIMAL 5
SKOR KESELURUHAN 35
Catatan:
Aspek penilaian tertera di instrumen penilaian Skala Skor Perolehan 1-5
Nilai = Skor perolehan x 100 Skor maksimal
Activity 8:jawaban maksimal nilai 10 Jawaban betul nilai :1
Jawaban salah nilai:0
Nilai = Skor perolehan x 100 Skor maksimal
2. Tindak lanjut
a.
Apabila konsep siswa telah masuk dan siswa dapat mengerjakan setiap activity dengan baik, maka siswa mengerjakan soal refleksi.Guna merefleksi seberapa besar pemahaman yang diserap oleh siswa.b.
Apabila siswa masih mengalami kebingungan dan dirasa konsep belum masuk,maka guru dapat mengulangi materi manakah yang siswa dirasa belum memahami.c.
Sebaiknya bila konsep siswa belum masuk, hendaknya guru masih terus mengulang-ulang materi tersebut hingga siswaB. Interaksi dengan Orang Tua
a. Siswa dapat mempraktekan giving and asking personal information (semisal memperkenalkan guru atau temannya) tersebut dirumah dengan orang tua atau anggota keluarga jika memungkinkan.
b. Beberapa activity dapat menjadi tugas rumah dan dikerjakan bersama orang tua, barulah keesokan hari guru bersama siswa membahas activity tersebut.
PEMBELAJARAN PROYEK
Pembelajaran proyek merupakan pembelajaran yang berbasis proyek dimana siswa diberikan tugas untuk membuat sesuatu yang nantinya dari setiap masalah yang ditimbulkan selama proses pembelajaran berlangsung akan menjadi refleksi diri bagi siswa sendiri mengenai pembelajaran tersebut. Siswa dapat belajar secara mandiri maupun dipandu oleh guru.
1. Dalam pembelajaran ini siswa diminta membawa foto keluarga, tugas tersebut dapat ditulis dibuku tugas dan dipesankan secara langsung kepada orang tua yang menjemputnya.
2. Keesokan hari guru memandu siswa untuk membuat pohon kelurga.
3. Siswa diminta mengenalkan anggota keluarganya melalui foto yang dibawanya.
PROJECT LEARNING
1. Bring your family picture.
2. Let‘s make family tree.
Father Mother
Brother Me Sister
3. Introduce your family to your teacher.
RANGKUMAN
Pada halaman rangkuman materi disajikan kumpulan matei yaitu how to asking and giving personal information. Siswa dapat mempelajari rangkuman sebelum mengerjakan soal uji kompetensi.
SUMMARY
In this chapter,we have learned how to introduce people and respond it.
1. To introduce ...
This is ...
2. To respond of introducing people I say ...
Hi‘...
Hello...
Nice to meet you.
UJI KOMPETENSI
Pada halaman uji kompetensi disajikan sebuah percakapan singkat, siswa diminta membaca terlebih dahulu sebelum menjawab soal. Soal dalam bentuk pilihan ganda terdiri dari 10 butir soal merupakan soal-soal dari materi memperkenalkan orang dan bagaimaname responnya.Siswa diminta mengerjakan soal uji kompetensi dengan cara menyilang huruf A,B atau C di depan pilihan jawaban yang benar. Berikut adalah soal-soal uji kompetensi.
EVALUATION
Choose A,B or C for the correct answer.
1. Adam : ... is Lala,Syuaib.
Syuaib :Hi‘,Lala.
Lala :Hi‘,Syuaib.
a. this b. that c. those
2. Dika : This is Bimo.
Ratih :...,Bimo.
Bimo :Hello,Ratih.
a. hi‘
b. hello
c. nice to meet you
3. Lila :... are Abi and Siti.
Joko :Hi‘,Abi.
Abi :Hi‘, Joko a.this
b.those c. these
4. Alex : This is Dodo.
Nisa :Nice to meet you,Dodo.
Dodo :...,Nisa.
a. ok Alex
b. nice to meet you too c. I‘m glad meet you too 5. Cika :This ... Anita.
Hamid : Hello,Anita.
b. am c. is
6. Mutia :This is my sister.
Her name ... Oki.
Cici :Hi‘,Oki.
Oki :Hi‘, Cici.
a. is b. am c. are
7. Ridwan :This is Agung.
... is my freind.
Lani :Nice to meet you,Agung.
Agung :Nice to meet you too.
a. she b. he c. you
8. Heru :Those ... my freinds.
They sit next you.
Dita : Hi‘,everybody.
Ali :Hi‘,Dita.
a. am b. is c. are
9. Teacher:This is Mrs.Endah She is your...
Gani :Good morning Mrs.Endah.
Mrs.Endah :Good morning,Gani.
a. student b. sailor c. teacher
10. Teacher: This is Mr. Sumawardi.
He is your...
Ruri :Good afternoon, Mr.Sumawardi.
Mr.Sumawardi:Good afternoon,Ruri.
a. headmaster b. sailor c. teacher
Kunci Jawaban
1.A 6.A
2.B 7.B
3.A 8.C
4.B 9.C
5.C 10.A
PENGAYAAN
Pengayaan diberikan kepada siswa yang telah menuntaskan KD3.1 dan 4.1 dengan tujuan memperkaya wawasan siswa. Tugas yang diberikan guru bisa berupa tugas langsung atau mencari referensi di perpustakaan sekolah atau dari internet.Tugas disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.
Pemberian tugas pada setiap akhir bab merupakan materi pengayaan bagi siswa yang telah mencapai Kompetensi Dasar tersebut. Sebagai contoh guru mengarahkan siswa untuk menjawab pertanyaan dengan benar sesuai isi bacaan yang tersedia .
ENRICHMENT
Pic. 1.13
1. Who is he ?
2. What is his name?
3. How is his hair ? 4. How is his look?
5. How is his body?
Kunci Jawaban:
1. Novi‘s friend 2. Adi
3. Short 4. Handsome 5. Slim
I have new friend.
His name is Adi.
He has short hair.
He is handsome boy.
He has slim body
REFLEKSI
Guru dapat mengevaluasi perkembangan siswa dari tiap satu aktivitas ke aktivitas yang lain.Hasil evaluasi tersebut dapat dituliskan pada reflection yang terdapat pada buku siswa.
REFLECTION
In this chapter we learned
What I like most about the lesson is
________________________________________
I have problem in ________________________