• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan praktikum teknik pengelolaan lab

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "laporan praktikum teknik pengelolaan lab"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGELOLAAN DAN TEKNIK LABORATORIUM IPA PENGENALAN DAN PENGGUNAAN MIKROSKOP

DISUSUN OLEH: KELOMPOK II

- Arfin Hasanah (13312241003) - Erlin Aprilia (13312241004) - Hesti Kurniawati (13312241056) - Windy Septiana M. (13312244010) - Citra Hanum W. (13312244013)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

Pratikum Pengelolaan Dan Teknik Laboratorium Ipa Pengenalan Dan Penggunaan Mikroskop

oleh: Kelompok II

Yogyakarta, 7 November 2014

Anggota:

Nama NIM Tanda tangan

Arfin Hasanah 13312241003

Erlin Aprilia 13312241004

Hesti Kurniawati 13312241056 Windy Septiana M. 13312244010 Citra Hanum Wardhani 13312244013

Diserahkan pada tanggal 10 November 2014, jam 13.00 WIB

Mengetahui:

Dosen Pembimbing/ Asisten Praktikum

(3)

PENGENALAN DAN PENGGUNAAN MIKROSKOP

A. TUJUAN PRAKTIKUM

1. Mengetahui jenis-jenis mikroskop dan mengetahui bagian-bagian mikrsokop 2. Mampu mengoperasikan mikroskop

3. Mampu membawa mikroskop dengan benar 4. Mampu menyimpan mikroskop dengan benar 5. Mampu membersihkan mikroskop dengan benar

B. KAJIAN PUSTAKA

Kata atau istilah mikroskop berasal dari bahasa yunani yakni Micros yang berarti kecil dan scopein yang berarti melihat. Jadi, Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata (Anonim, 2014).

Sejarah ditemukannya mikroskop sejalan dengan penelitian terhadap mikrobiologi. Yang memasuki masa keemasan saat berhasil mengamati jasad renik. Pada tahun 1664 Robert Hooke, menggambarkan struktur reproduksi dari moulds, tetapi orang pertama yang dapat melihat mikroorganisme adalah seorang pembuat mikroskop amatir berkebangsaan Jerman yaitu Antoni Van Leeuwenhoek (1632-1723), menggunakan mikroskop dengan konstruksi yang sederhana. Dengan mikroskop tersebut dia dapat melihat organism sekecil mikroorganisme (Anonim, 2014).

(4)

subseluler termasuk organel yang merupakan kompratemen terselubung membrane terlalu kecil untuk diresolusi dengan mikroskop cahaya (Campbell, 2008).

Mikroskop terdiri atas bagian-bagian optik dan nonoptik. Bagian optik terdiri atas cermin, kondensor, lensa objektif dan lensa okuler. Sedangkan bagian nonoptik atau bagian mekanis terdiri atas kaki dan tangkai mikroskop, knop penggerak bagian optik yang terdiri atas knop penggerak kasar (makrometer) dan knop penggerak halus (mikrometer), meja benda dan revolver atau pembawa objektif (Nasir dkk, 1993).

Macam atau jenis mikroskop beraneka ragam, dari yang sederhana, untuk keperluan sekolah menengah, sampai dengan yang cukup canggih untuk keperluan penelitian. Ciri utama dari keragamannya antara lain dari mikroskop satu okuler (monokuler) dengan tabung tegak dan miring, penggunaan dua okuler (binokuler) atau tiga (trinokuler), kekuatan lensa yang dipakai, sumber sinar (menggunakan lampu yang terpasang), bahka dapat dipasang kamera (kamera-diam atau video) pada mikroskop trinokoler dan dapat disambung ke monitor TV. Semua perlengkapan ini semakin menyamankan pengguna mikroskop. Ada perlengkapan lain untuk mikroskop, yaitu penyediaan lensa (objektif) phase contrast. Lensa ini digunakan untuk melihat obyek yang tidak diberi warna (Wirjosoemarto dkk, 2004). Berdasarkan atas sumber cahayanya, mikroskop terbagi atas mikroskop cahaya/ optik dan mikroskop elektron.

(5)

Merupakan mikroskop yang menggunakan lensa dari gelas dan cahaya matahari atau lampu sebagai sumber penyinaran. Dalam mikroskop cahaya, cahaya tampak diteruskan melalui spesimen dan kemudian melalui lensa. Lensa ini merefraksi (membengkokkan) cahaya sedemikian rupa sehingga citra spesimen diperbesar ketika diproyeksikan ke mata, ke film fotografi atau sensor digital, atau ke layar video. Mikroskop cahaya dapat memperbesar secara efektif sekitar 1000 kali dari ukuran asli specimen (Campbell, 2008).

Bagian-bagian Mikroskop adalah sebagai berikut:

a. LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif

b. LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.

c. TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.

d. MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.

e. MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.

f. REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.

g. REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.

(6)

i. KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.

j. MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.

k. PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.

l. LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop. m. KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. n. SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau

tegaknya mikroskop.

Mikroskop optik terdiri atas 2 yaitu, mikroskop biologi dan mikroskop stereo. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis transparan. Mikroskop biologi ini umumnya memiliki lensa okuler dan lensa objektif dengan kekuatan pembesaran sebagai berikut:

1. Objektif 4 denga okuler 10 , pembesaran 40 ; 2. Objektif 10 dengan okuler 10 , pembesaran 100 ; 3. Objektif 40 dengan okuler 10 , pembesaran 400 ; 4. Objektif 100 dengan okuler 10 , pembesaran 1000 .

Objektif yang paling kuat pada mikroskop optik 1000 disebut mikroskop emersi, karena penggunaannya harus dengan minyak emersi dan cara memakainya dengan khusus pula.

Mikroskop stereo digunakan untuk pengamatan benda-benda yang tidak terlalu besar, transparan atau tidak. Penyinarannya dapat diatur dari atas maupun dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Memiliki dua buah objektif dan dua buah okuler, sehingga diperoleh bayangan tiga dimensi dengan pengamatan dua belah mata. Kekuatan pembesaran tidak terlalu kuat umumnya sebagai berikut:

Objektif 1 atau 2 dengan okuler 10 atau 15 b. Mikroskop elektron

(7)

kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.

Karena keterbatasan daya tembus cahaya dan sulitnya membuat lensa yang sangat tipis maka sangat sulit untuk mendapatkan perbesaran yang lebih tinggi dari 1000x dengan miroskop monokuler. Untuk mengamati bagian-bagian sel yang sangat halus digunakan mikroskop elektron yang menggunakan megnit sebagai pengganti lensa, dan elektron sebagai pengganti cahaya. Elektron mempunyai gelombang yang lebih pendek daripada cahaya putih sehingga memiliki daya tembus yang besar. Ada dua jenis mikroskop elektron, yaitu: mikroskop elektron transmisi (TEM= trasmission electron microscope) dan mikroskop elektron skening (SEM= scanning electron microscope) (Campbell, 2008).

1. Mikroskop transmisi elektron (TEM)

Mikroskop transmisi elektron (Transmission electron microscope-TEM) adalah sebuah mikroskop elektron yang cara kerjanya mirip dengan cara kerja proyektor slide, di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar.

2. Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)

Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM) adalah merupakan salah satu tipe yang merupakan hasil pengembangan dari mikroskop transmisi elektron (TEM). Pada sistem STEM ini, electron menembus spesimen namun sebagaimana halnya dengan cara kerja SEM, optik elektron terfokus langsung pada sudut yang sempit dengan memindai obyek menggunakan pola pemindaian dimana obyek tersebut dipindai dari satu sisi ke sisi lainnya (raster) yang menghasilkan lajur-lajur titik (dots)yang membentuk gambar seperti yang dihasilkan oleh CRT pada televisi / monitor.

Berikut adalah cara-cara penggunaan mikroskop dan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan mikroskop.

(8)

2. Pastikan mikroskop terletak pada tempat yang aman, atur pencahayaan dan peralatan yang telah siap dipakai, kemudian lakukan pengaturan pencahayaan. 3. Objek pengamatan (preparat) dapat diamati di mikroskop dengan jelas apabila cahaya yang masuk cukup memadai. Mikroskop ada yang sudah dilengkapi sumber cahaya berupa lampu sehingga untuk mengatur pencahayaan tinggal menghidupkan lampunya saja. Mikroskop yang belum dilengkapi dengan sumber cahaya dapat menggunakan cahaya lampu maupun sinar matahari. Bila menggunakan lampu, arahkan lampu pada jarak kira-kira 20 cm dari mikroskop. Jika sumber cahaya dari sinar matahari, bagian cermin pada mikroskop diarahkan pada datangnya sumber cahaya matahari, misalnya dekat pintu atau jendela.

4. Aturlah diafragma dan kedudukan cermin hingga cahaya terpantul melalui lubang meja objek. Jangan mengarahkan cermin ke arah sinar matahari secara langsung, karena cahaya yang memantul ke mata dapat mengganggu penglihatan. Pencahayaan sudah tepat dan memadai, bila diamati dari lensa okuler akan tampak lingkaran yang terangnya merata. Inilah yang disebut dengan bidang pandang. Apabila bidang pandang sudah tampak namun belum jelas, cobalah putar atau ubah perbesaran lensa objektif dengan cara memutar revolver.

5. Setelah pengaturan pencahayaan, maka untuk dapat melihat objek melalui mikroskop gunakan lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah dulu, kemudian lakukan langkah langkah berikut:

5.1. Letakkan kaca benda beserta objek yang akan diamati pada meja objek. Aturlah posisi kaca benda sehingga objek yang akan diamati berada pada bidang pandang.

5.2. Jepitlah kaca benda dengan penjepit yang terletak di atas meja objek. 5.3. Sambil melihat dari samping, turunkan lensa objektif secara perlahan

(9)

sampai lensa objektif membentur kaca objek. Hal ini dapat menyebabkan lensa objektif tergores).

5.4. Perhatikan bayangan melalui lensa okuler. Gunakan pemutar kasar untuk menaikkan atau menurunkan lensa objektif sampai preparat terlihat jelas. Apabila bayangan belum terlihat, ulangi langkah (5.3).

5.5. Setelah preparat terlihat, dengan menggunakan pemutar halus, naik turunkan lensa objektif agar tepat pada fokus lensa (preparat tampak lebih jelas).

5.6. Untuk memperoleh perbesaran kuat, kita dapat mengganti/mengubah lensa objektif dengan cara memutar revolver.

C. METODE PRAKTIKUM

1. Tempat dan Waktu Praktikum

Tempat : Laboratorium IPA 2 FMIPA UNY Hari, Tanggal : Senin, 03 November 2014

Waktu : 13.00-14.40 WIB

2. Alat dan Bahan Alat :

a. Mikroskop binokuler b. Mikroskop monokuler Bahan :

a. Metanol/Alkohol b. Aquades

(10)

3. Prosedur Kerja

Mengulangi pengamatan dengan berbagai tingkat pembesaran. Setelah selesai menggunakan mikroskop, mikroskop dibersihkan kemudian disimpan ditempat

semula.

Untuk memperoleh perbesaran kuat, harus mengganti/mengubah lensa objektif dengan cara memutar revolver. Mengusahakan agar posisi preparat tidak

bergeser.

Setelah preparat terlihat, dengan menggunakan pemutar halus, menaik-turunkan lensa objektif agar tepat pada fokus lensa.

Memperhatikan bayangan melalui lensa okuler. Menggunakan pemutar kasar untuk menaikkan atau menurunkan lensa objektif sampai preparat terlihat jelas. Sambil melihat dari samping, menurunkan lensa objektif secara perlahan dengan

menggunakan pemutar kasar hingga jarak lensa objektif dan preparat yang diamati kira-kira 5 mm.

Menjepit kaca benda dengan penjepit yang terletak di atas meja objek. Mengatur posisi kaca benda sehingga objek yang akan diamati berada pada jarak

pandang

Meletakkan object glass beserta objek yang akan diamati (preparat/sediaan) pada meja objek

Meletakkan mikroskop pada meja sedemikian rupa agar lebih mudah melakukan pengamatan

Memberi tanda anak panah pada masing-masing bagian mikroskop dan memberi keterangannya.

Menggambar mikroskop tersebut dengan baik.

Menyiapkan alat dan bahan yang telah ditentukan yaitu mengambil mikroskop monokuler, mikroskop binokuler, metanol/alkohol, aquades, kertas, preparat, dan

(11)

D. HASIL PENGAMATAN

Bagian-bagian Mikroskop Monokuler dan Mikroskop Binokuler

No Nama Bagian Penyusun Fungsi

1. Lensa objektif Bagian Optis Memperbesar benda

yang diamati.

2. Lensa okuler Bagian Optis Memperbesar bayangan yang di hasilkan oleh lensa objektif.

3. Kondensor Bagian Optis Sebagai pengumpulan

cahaya.

4. Cermin Bagian Optis Berfungsi untuk

membantu pencahayaan pada mikroskop.

5. Tubus (Observation tube) Bagian Mekanik Memperjelas pengamatan objek.

6. Lengan mikroskop (Arm) Bagian Mekanik Pegangan jika mikroskop di pegang atau di pindahkan.

7. Meja/sediaan (Stage) Bagian Mekanik Tempat meletakkan preparat

8. Penjepit Sediaan (Stage clip)

Bagian Mekanik Berfungsi agar kaca objektif yang di gunakan

Revolver Bagian Mekanik Pengatur `pembesaran pada lensa objektif. 12

.

(12)

Praktikum pengenalan dan penggunaan mikroskop yang dilakukan pada hari Senin, 03 November 2014 di laboratorium IPA 2 FMIPA UNY jam 13.00-14.40 WIB bertujuan untuk mengenal jenis-jenis mikroskop dan mengetahui bagian-bagian mikroskop serta mampu mengoperasikan mikroskop dengan benar, mampu membawa mikroskop dengan benar, mampu menyimpan mikroskop dengan benar dan mampu membersihkan mikroskop dengan benar

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda mikroskopik/ renik yang tidak dapat dilihat menggunakan mata telanjang. Terdapat beberapa jenis mikroskop diantaranya:

1. Mikroskop cahaya

Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang memiliki tiga dimensi lensa yaitu lensa okuler, lensa objektif dan lensa kondensor. Mikroskop ini mempunyai kaki yang kokoh yang bertujuan agar mikroskop dapat berdiri dengan stabbil. Mikroskop cahaya dapat memperbesar objek hingga 1000 kali. Untuk menggunakan mikroskop ini diperlukan cahaya yang cukup agar objek dapat terlihat dengan jelas.

2. Mikroskop stereo

Mikroskop ini hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama dari mikroskop ini hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri dari lensa okuler dan lensa objektif.

3. Mikroskop elektron

Mikroskop elektron adalah mikroskop yang mampu melakukan perbesaran objek hingga dua juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan perbesaran objek dan resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya.

4. Mikroskop ultraviolet

(13)

daripada cahaya tampak. Penggunaan cahaya ultraviolet dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat daripada mikroskop biasa. Karena cahaya ultraviolet tidak dapat diamati dengan mata, bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya (photografi plate). Mikroskop ini menggunakan lensa kuasa.

5. Mikroskop pender

Mikroskop pender dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau antigen dalam jaringan. Dalam teknik ini protein antibody yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau konjungsi dengan pewarna pendar. Karena reaksi antibody-antigen itu bersifat khas maka peristiwa pendar akan terjadi apabila antigen yang dimaksud ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna pendar.

6. Mikroskop medan-gelap

Mikroskop ini digunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hampir mendekati batas daya mikroskop majemuk. Mikroskop medan gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat. Berkas cahaya dari kerucut hampa ini dipantulkan dengan sudut yang lebih kecil dari bagian atas gelas preparat. 7. Mikroskop fase kontras

Berdasarkan jumlah lensa okulernya, mikroskop dibedakan menjadi tiga yaitu mikroskop monokuler yang memiliki satu lensa okuler, mikroskop binokuler yang memiliki dua buah lensa okuler dan mikroskop trinokuler yang dilengkapi dengan monitor.

Pada praktikum ini jenis mikroskop yang digunakan yaitu mikroskop cahaya monokuler dan binokuler. Mikroskop binokuler menggunakan listrik sebagai sumber cahaya dan mikroskop monokuler menggunakan sinar matahari atau sinar lampu didalam ruangan sebagai sumber cahaya. Berdasarkan pengamatan bagian-bagian mikroskop cahaya bersumber listrik dan fungsinya antara lain :

(14)

Tabung (tubus) berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungkan lensa objektif dengan lensa okuler. Di bagian atas tabung melekat lensa okuler, dengan perbesaran tertentu. Dibagian bawah tabung terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa objektif.

2. Lensa okuler

Yaitu lensa yang berada dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.

3. Lensa objektif

Lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif. Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X, dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.

4. Lengan

Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau direbahkan. Lengan dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop. Lengan mikroskop terbuat dari bahan logam yang dilapisi dengan cat agar tidak mudah korosi.

5. Revolver

Revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya hingga berbunyi “klik”. Revolver terbuat dari logam yang dikelilingnya terdapat karet hitam dan bergerigi.

(15)

Meja benda digunakan untuk meletakkan preparat yang akan diamati. Pada bagian tengah terdapat lubang agar sinar dapat menembus preparat. Meja pada mikroskop yang diamaati terdapat skala dibagian atas dan samping meja serta penjepit preparat yang berada di samping kanan kiri lubang. Dibagian samping meja juga terdapat pengatur posisi preparat agar pengamat dapat mengamati dengan mudah.

7. Penjepit preparat

Penjepit preparat atau klip terdapat sisi kanan dan kiri lubang pada meja benda. Preparat terbuat dari logam aluminium. Klip digunakan untuk menjepit preparat agar tidak bergerak.

8. Diafragma

Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek Diafragma berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris. Letak diafragma melekat pada diafragma di bagian bawah. Pada mikroskop sederhana hanya ada diafragma tanpa kondensor.

9. Kondensor

Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop.

10.Pengatur kasar

Komponen ini letaknya pada bagian lengan dan berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop pengatur kasar dan halus berfungsi untuk mengatur fokus lensa objektif dengan memutar pengatur kasar sehingga meja preparat bergerak naik atau turun dengan signifikan.

11.Pengatur halus

(16)

Kaki mikroskop berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. mikroskop terbuat dari bahan logam yang kokoh dan dilapisi dengan cat agar tidak mudah korosi.

13.Sumber cahaya

Sumber cahaya pada mikroskop yang diamati berupa lampu yang berada didalam kaca pada bagian bawah mokroskop. Cahaya pada mikroskop ini dapat diatur intensitas yang akan digunakan dalam pengamatan. Lampu dikelilingi dengan lingkaran berbahan melamin hitam.

14.Tombol on/off

Tombol on/off terletak di samping kaki mikroskop berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan lampu pada mikroskop.

15.Pengatur intensitas cahaya

Pengatur intensitas cahaya terletak dibagian kaki mikroskop dibelakang tombol on/off. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan digunakan dalam pengamatan dengan cara memutarnya. Pengatur intensitas ini terbuat dari melamin berwarna hitam

16.Kabel

Kabel terdapat dibagian belakang kaki mikroskop digunakan untuk menghubungkan mikroskop dengan sumber listrik.

17.Pengatur posisi preparat

(17)

Sumber gambar : hasil praktikum

Pada pengamatan mikroskop dengan menggunakan sinar matahari atau lampu ruangan sebagai sumber cahaya tidak memiliki lampu pada bagian kaki. Mikroskop yang diamati adalah mikroskop monokuler.Untuk mendapatkan cahaya, mikroskop dilengkapi dengan reflektor Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar. Perbedaan hanya terdapat pada adanya reflektor dan jumlah lensa okulernya saja, untuk bagian-bagian yang lainnya sama dengan mikroskop yang menggunakan listrik sebagai sumber cahaya.

Setelah mengetahui bagian-bagian utama mikroskop beserta fungsinya, selanjutnya dalam praktikum pengamatan objek atau preparat dengan menggunakan mikroskop, praktikan harus mampu menggunakan mikroskop secara baik dan benar agar objek dapat diamati secara jelas. Hal pertama yang penting untuk diperhatikan dalam pengamatan menggunakan mikoskop ialah mengatur pencahayaan. Pengaturan pencahayaan ini penting karena pencahayaan merupakan salah satu aspek utama dalam pengamatan agar objek dapat terlihat dengan jelas.

(18)

terdapat tekniknya. Untuk membawa mikroskop yang baik dan benar adalah dengan menggunakan kedua tangan. Tekniknya yaitu dengan cara tangan kanan memegang pegangan mikroskop atau lengan mikroskop dan tangan kiri menyangga bagian kaki mikrsokop. Hal ini ditujukan agar mikroskop tidak jatuh saat dibawa. Setelah memastikan mikroskop terletak pada tempat yang aman, praktikan kemudian mempersiapkan objek atau preparat yang akan diamati. Praktikan selanjutnya mengatur pencahayaan.

Objek pengamatan (preparat) dapat diamati di mikroskop dengan jelas apabila cahaya yang masuk cukup memadai. Mikroskop ada yang sudah dilengkapi sumber cahaya berupa lampu sehingga untuk mengatur pencahayaan tinggal menghidupkan lampunya saja. Apabila praktikan ingin menggunakan cahaya lampu, lampu tersebut optimalnya jika diarahkan pada jarak kira-kira 20 cm dari mikroskop.

Jika menggunakan sumber pantulan cahaya matahari, untuk mengoptimalkan pencahayaan tersebut, praktikan harus mengarahkan bagian cermin pada mikroskop pada datangnya sumber cahaya, seperti yang telah praktikan lakukan yaitu di dekat jendela.Selanjutnya praktikan mengatur diafragma dan kedudukan cermin hingga cahaya terpantul melalui lubang meja objek. Pencahayaan yang sudah tepat dan memadai, bila diamati dari lensa okuler akan tampak lingkaran yang terangnya merata. Inilah yang disebut dengan lapangan pandang.Dalam beberapa pengamatan lapangan pandang sudah tampak namun objek belum dapat terlihat jelas. Hal ini dapat diatasi dengan memutar/mengganti lensa objektif dengan cara memutar revolver.

Setelah pengaturan pencahayaan selesai dilakukan, maka untuk dapat melihat objek (preparat/sediaan) melalui mikroskop digunakan lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah terlebih dahulu.Hal ini dilakukan agar praktikan mengetahui keseluruhan objek secara utuh, baru kemudian digunakan perbesaran yang lebih kuat untuk dapat melihat bagian-bagian yang lebih mendetail. Dalam pengamatan objek/preparat, langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain:

(19)

objek yang akan diamati berada pada lapangan pandang dan objek dapat terlihat dengan jelas.

b. Menjepit kaca benda dengan penjepit yang terletak di atas meja objek. Seperti yang telah dijelaskan pada fungsi penjepit, penjepit digunakan agar objek tidak bergeser.

c. Sambil melihat dari samping, praktikan menurunkan lensa objektif secara perlahan dengan menggunakan pemutar kasar hingga jarak lensa objektif dan preparat yang diamati kira-kira 5 mm. Pada beberapa mikroskop, yang naik turun bukan lensa objektifnya tetapi meja objek. Hal yang sangat penting untuk diperhatikan saat menurunkan lensa objektif ini adalah berhati-hati agar lensa objektif jangan sampai menyentuh/membentur object glass karena hal ini dapat menyebabkan lensa objektif tergores.

d. Praktikan kemudian memperhatikan bayangan melalui lensa okuler. Pemutar kasar digunakan untuk menaikkan atau menurunkan lensa objektif sampai preparat dapat terlihat. Apabila bayangan belum terlihat, praktikan dapat mengulang menaik-turunkan lensa objektif hingga bayangan objek terlihat. e. Setelah preparat terlihat, dengan menggunakan pemutar halus, praktikan

menaik-turunkan lensa objektif agar tepat pada fokus lensa sehingga objek atau preparat tersebut tampak lebih jelas dan dapat diamati.

f. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar bayangan adalah dengan mengganti lensa obyektif dengan perbesaran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. Praktikan harus mengusahakan agar posisi preparat tidak bergeser. Karena bila hal ini terjadi maka praktikan harus mengulangi langkah-langkah pengamatan dari awal.

(20)

peletakan mikroskop, kebersihan mikroskop sendiri. Cara menyimpan mikroskop ini untuk mikroskop cahaya maupun mikroskop listrik.

Mikroskop harus disimpan ditempat sejuk, kering, bebas debu, bebas dari uap asam-basa. Tempat penyimpanan yang sesuai adalah lemari yang terbuat dari bahan logam yang telah dilapisi dengan cat sehingga tidak menyebabkan korosif atau kotak mikroskop yang dilengkapi silica gel, yang bersifat higroskopis sehingga lingkungan mikroskop tidak lembab. Silica gel akan menyerap udara lembab disekitar tempat penyimpanan mikroskop, Selain itu dapat pula dalam almari yang diberi lampu hal ini dimaksudkan agar pada bagian-bagian mikroskop, misalnya lensa tidak ditumbuhi jamur.

Sebelum menyimpan mikroskop, praktikan harus membersihkan selalu mikroskop yang telah dipakai. Tidak diperbolehkan untuk menyimpan mikroskop yang preparatnya masih tertinggal di atas meja mikroskop. Hal ini dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada preparat yang pada akhirnya akan mengkontaminasi lensa. Sebelum menyimpan mikroskop, lensa objektif dijauhkan dari meja preparat dengan memutar alat penggeraknya ke posisi semula, kondensor diturunkan kembali, untuk mikroskop listrik lampu dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan.

Kegiatan selanjutnya adalah cara membersihan mikroskop. Pada saat kita mengamati benda/objek dengan mikroskop, mungkin terlihat noda/bintik-bintik hitam, serat-serat halus seperti benang, buram, dan hal-hal lain yang mengganggu pengamatan. Hal tersebut menandakan mikroskop sudah terkena jamur atau mungkin sistem lensanya sudah rusak. Cara membersihkan mikroskop ini untuk mikroskop cahaya maupun mikroskop listrik.

a. Membersihkan bagian optik

(21)

dalam tabung mikroskop. Setelah dibersihkan kemudian praktikan mengecek kondisi lensa dengan cara melakukan pengamatan preparat mikroskopis. Apabila lensa sudah bersih tentu tidak akan ada yang mengganggu pengamatan. Jika belum terlalu bersih maka putarlah lensa okuler mikroskop untuk memastikan bahwa kotoran itu masih berasal dari lensa okuler atau berasal dari lensa objektif. Kalau bintik atau gangguan lain ada yang ikut bermutar berarti okuler tersebut masih kotor (kotoran masih nempel di bagian dalam lensa pada lapisan lensa bagian dalam. Jikalau demikian sistem lensa harus dibongkar dengan menggunakan alat tertentu.

Untuk membersihkan lensa objektif, langkah pertama yaitu melepas lensa objektif (lensa objektif diputar searah jarum jam). Sama halnya pada saat membersihkan lensa okuler, membersihkan lensa objektif dengan cotton bud yang sudah dicelupkan terlebih dahulu ke xylol/alcohol.Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol (xylene). Namun perlu diperhatian dalam menggunakan xilol (xylene), karena xilol dapat merusak bahan plastik.

Berdasarkan literature membersihkan lensa dengan minyak imersi yang digunakan pada permukaan lensa perbesaran 100x, sehingga debu atau partikel halus lainnya tidak menempel dan menggumpal bahkan mengering. Minyak dan partikel halus pada lensa dapat mengaburkannya dan menyebabkan goresan. Hal tersebut tentu akan menurunkan kemampuan lensa.

Untuk reflektor cukup dilap menggunakan tisu atau kain flannel, agar bersih dari debu. Setelah lensa bersih dari kotoran, kemudian lensa diangin-angiankan sebentar agar kondisi mikroskop kering, setelah itu baru memasang lensa objektif dan lensa okuler.

b. Membersihkan Bagian mikroskop non-optik (mekanik)

(22)
(23)

F. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkanbahwa :

1. Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda mikroskopik/ renik yang tidak dapat dilihat menggunakan mata telanjang. Terdapat beberapa jenis mikroskop diantaranya:

Pada praktikum ini jenis mikroskop yang digunakan yaitu mikroskop cahaya monokuler dan binokuler. Mikroskop binokuler menggunakan listrik sebagai sumber cahaya dan mikroskop monokuler menggunakan sinar matahari atau sinar lampu didalam ruangan sebagai sumber cahaya. Berdasarkan pengamatan bagian-bagian mikroskop cahaya bersumber listrik dan fungsinya antara lain :

1) Tabung

Tabung (tubus) berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungkan lensa objektif dengan lensa okuler. Di bagian atas tabung melekat lensa okuler, dengan perbesaran tertentu. Dibagian bawah tabung terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa objektif.

2) Lensa okuler

Yaitu lensa yang berada dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali. 3) Lensa objektif

(24)

Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X, dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.

4) Lengan

Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau direbahkan. Lengan dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop. Lengan mikroskop terbuat dari bahan logam yang dilapisi dengan cat agar tidak mudah korosi.

5) Revolver

Revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya hingga berbunyi “klik”. Revolver terbuat dari logam yang dikelilingnya terdapat karet hitam dan bergerigi.

6) Meja benda

Meja benda digunakan untuk meletakkan preparat yang akan diamati. Pada bagian tengah terdapat lubang agar sinar dapat menembus preparat. Meja pada mikroskop yang diamaati terdapat skala dibagian atas dan samping meja serta penjepit preparat yang berada di samping kanan kiri lubang. Dibagian samping meja juga terdapat pengatur posisi preparat agar pengamat dapat mengamati dengan mudah.

7) Penjepit preparat

8) Penjepit preparat atau klip terdapat sisi kanan dan kiri lubang pada meja benda. Preparat terbuat dari logam aluminium. Klip digunakan untuk menjepit preparat agar tidak bergerak.

9) Diafragma

(25)

masuk dengan mengatur bukaan iris. Letak diafragma melekat pada diafragma di bagian bawah. Pada mikroskop sederhana hanya ada diafragma tanpa kondensor.

10) Kondensor

Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop.

11) Pengatur kasar

Komponen ini letaknya pada bagian lengan dan berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop pengatur kasar dan halus berfungsi untuk mengatur fokus lensa objektif dengan memutar pengatur kasar sehingga meja preparat bergerak naik atau turun dengan signifikan.

12) Pengatur halus

Pengatur halus terletak dibawah pengatur kasar dan lebih kecil dari pengatur kasar. Fungsinya sama seperti pengatur kasar hanya saja kerjanya lebih halus.

13) Kaki

Kaki mikroskop berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. mikroskop terbuat dari bahan logam yang kokoh dan dilapisi dengan cat agar tidak mudah korosi.

14) Sumber cahaya

Sumber cahaya pada mikroskop yang diamati berupa lampu yang berada didalam kaca pada bagian bawah mokroskop. Cahaya pada mikroskop ini dapat diatur intensitas yang akan digunakan dalam pengamatan. Lampu dikelilingi dengan lingkaran berbahan melamin hitam.

15) Tombol on/off

Tombol on/off terletak di samping kaki mikroskop berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan lampu pada mikroskop.

16) Pengatur intensitas cahaya

(26)

akan digunakan dalam pengamatan dengan cara memutarnya. Pengatur intensitas ini terbuat dari melamin berwarna hitam

17) Kabel

Kabel terdapat dibagian belakang kaki mikroskop digunakan untuk menghubungkan mikroskop dengan sumber listrik.

18) Pengatur posisi preparat

Perngatur posisi preparat terdapat di salah satu sisi meja preparat yang berfungsi untuk mengatur posisi preparat yang berada diatas meja. Pengatur ini terbuat dari bahan melamin. Cara penggunaanya yaitu dengan memutarnya. Pemutar bagian atas (besar) berfungsi untuk menggerakkan meja ke samping kanan atau kiri, sedangkan pemutar yang berada di bagian bawah (kecil) berfungsi untuk menggerakkan meja ke depan atau belakang.

2. Hal pertama yang penting untuk diperhatikan dalam pengamatan menggunakan mikoskop ialah mengatur pencahayaan. Pengaturan pencahayaan ini penting karena pencahayaan merupakan salah satu aspek utama dalam pengamatan agar objek dapat terlihat dengan jelas.

Pertama-tama praktikan meletakkan mikroskop pada meja agar lebih mudah melakukan pengamatan melalui tabung mikroskop. Setelah memastikan mikroskop terletak pada tempat yang aman, praktikan kemudian mempersiapkan objek atau preparat yang akan diamati. Praktikan selanjutnya mengatur pencahayaan.

Selanjutnya praktikan mengatur diafragma dan kedudukan cermin hingga cahaya terpantul melalui lubang meja objek.

Setelah pengaturan pencahayaan selesai dilakukan, maka untuk dapat melihat objek (preparat/sediaan) melalui mikroskop digunakan lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah terlebih dahulu. Dalam pengamatan objek/preparat, langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain:

(27)

objek yang akan diamati berada pada lapangan pandang dan objek dapat terlihat dengan jelas.

2) Menjepit kaca benda dengan penjepit yang terletak di atas meja objek. Seperti yang telah dijelaskan pada fungsi penjepit, penjepit digunakan agar objek tidak bergeser.

3) Sambil melihat dari samping, praktikan menurunkan lensa objektif secara perlahan dengan menggunakan pemutar kasar hingga jarak lensa objektif dan preparat yang diamati kira-kira 5 mm. Hal yang sangat penting untuk diperhatikan saat menurunkan lensa objektif ini adalah berhati-hati agar lensa objektif jangan sampai menyentuh/membentur object glass karena hal ini dapat menyebabkan lensa objektif tergores.

4) Praktikan kemudian memperhatikan bayangan melalui lensa okuler. Apabila bayangan belum terlihat, praktikan dapat mengulang menaik-turunkan lensa objektif hingga bayangan objek terlihat.

5) Setelah preparat terlihat, dengan menggunakan pemutar halus, praktikan menaik-turunkan lensa objektif agar tepat pada fokus lensa sehingga objek atau preparat tersebut tampak lebih jelas dan dapat diamati.

6) Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar bayangan adalah dengan mengganti lensa obyektif dengan perbesaran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. Praktikan harus mengusahakan agar posisi preparat tidak bergeser. Karena bila hal ini terjadi maka praktikan harus mengulangi langkah-langkah pengamatan dari awal.

3. Mengetahui cara membawa mikroskop dengan benar

(28)

4. Mengetahui cara menyimpan mikroskop dengan baik

Agar mikroskop tetap dalam kondisi baik, sebaiknya memperhatikan tempat penyimpanan, posisi peletakan mikroskop, kebersihan mikroskop sendiri. Cara menyimpan mikroskop ini untuk mikroskop cahaya maupun mikroskop listrik.

Mikroskop harus disimpan ditempat sejuk, kering, bebas debu, bebas dari uap asam-basa. Tempat penyimpanan yang sesuai adalah lemari yang terbuat dari bahan logam yang telah dilapisi dengan cat sehingga tidak menyebabkan korosif atau kotak mikroskop yang dilengkapi silica gel, yang bersifat higroskopis sehingga lingkungan mikroskop tidak lembab. Silica gel akan menyerap udara lembab disekitar tempat penyimpanan mikroskop. Selain itu dapat pula dalam almari yang diberi lampu hal ini dimaksudkan agar pada bagian-bagian mikroskop, misalnya lensa tidak ditumbuhi jamur.

Sebelum menyimpan mikroskop, praktikan harus membersihkan selalu mikroskop yang telah dipakai. Tidak diperbolehkan untuk menyimpan mikroskop yang preparatnya masih tertinggal di atas meja mikroskop. Hal ini dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada preparat yang pada akhirnya akan mengkontaminasi lensa. Sebelum menyimpan mikroskop, lensa objektif dijauhkan dari meja preparat dengan memutar alat penggeraknya ke posisi semula, kondensor diturunkan kembali, untuk mikroskop listrik lampu dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan.

5. Mengetahui cara membersihan mikroskop dengan benar.

Cara membersihkan mikroskop ini untuk mikroskop cahaya maupun mikroskop listrik.

a. Membersihkan bagian optik

(29)

kondisi lensa dengan cara melakukan pengamatan preparat mikroskopis. Apabila lensa sudah bersih tentu tidak akan ada yang mengganggu pengamatan. Jika belum terlalu bersih maka putarlah lensa okuler mikroskop untuk memastikan bahwa kotoran itu masih berasal dari lensa okuler atau berasal dari lensa objektif. Kalau bintik atau gangguan lain ada yang ikut bermutar berarti okuler tersebut masih kotor. Jikalau demikian sistem lensa harus dibongkar dengan menggunakan alat tertentu.

Untuk membersihkan lensa objektif, langkah pertama yaitu melepas lensa objektif (lensa objektif diputar searah jarum jam). Sama halnya pada saat membersihkan lensa okuler, membersihkan lensa objektif dengan cotton bud yang sudah dicelupkan terlebih dahulu ke xylol/alcohol. Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol (xylene). Namun perlu diperhatian dalam menggunakan xilol (xylene), karena xilol dapat merusak bahan plastik.

Untuk reflektor cukup dilap menggunakan tisu atau kain flannel, agar bersih dari debu. Setelah lensa bersih dari kotoran, kemudian lensa diangin-angiankan sebentar agar kondisi mikroskop kering, setelah itu baru memasang lensa objektif dan lensa okuler.

c. Membersihkan Bagian mikroskop non-optik (mekanik)

(30)

G. DAFTAR PUSTAKA

Anonim1. 2012. Asal usul mikroskop/ http://asal-usul-motivasi.blogspot.com/ diakses pada tanggal 5 November 2014.

Anonim2. 2012. Sejarah dan perkembangan mikroskop/www.dc224.4shared.com diakses pada tanggal 5 November2014.

Campbell, Neil A, dkk. 2008. Campbell. Jakarta: Erlangga

Nasir, Mohammad dkk. 1993. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Restiati, Ni Putu. 2000. Pengantar Biologi Umum. Jakarta: Proyek Pengembangan Guru Sekolah Menengah.

Wirjosoemarto, koesmadji. 2004. Common Textbook Teknik Laboratorium. Jakarta: Universitas Pendidikan Indonesia.

Anonim.mikroskop.Yogyakarta: FMIPA UNY diunduh online pada (http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/MIKROSKOP.pdf) tanggal 6 November 2014

Tim Penyusun. 2011. Panduan Teknis Perawatan Peralatan Laboratorium Biologi. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Diunduh

online pada

(31)

H. LAMPIRAN

No Gambar Keterangan

1.1 Sirkulasi udara / ventilasi pada

mikrokop

1.2 Lensa objektif

1.3 Reflector

1.4 Pemutar halus dan pemutar

kasar

1.5 Penampakan hasil mikroskop

1.6 Diafragma

(32)

1.8 Reflector

1.9 Lensa okuler

1.10 Skala

1.11 Mikroskop dilihat dari samping

(33)

1.13 Mikroskop cahaya monokuler

1.14 Mikroskop cahaya tampak

samping

1.15

1.16 Mikroskop cahaya tampak

Referensi

Dokumen terkait

Reflektor adalah bagian mikroskop yang berfungsi memantulkan cahaya dari cermin ke objek yang diamati melewati lubang yang ada di meja objek.. Reflektor terdiri dari dua jenis

Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler, Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, pemutar halus

Tubus tengah merupakan tubus bagian tengah dari mikroskop, yang terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut (1) Lengan mikroskop, berfungsi sebagai penyangga tubus

lensa yaitu lensa obyektif yang dekat dengan preparat dan lensa okuler yang terletak. pada ujung atas mikroskop dekat

Preparat embrio stria primitive/primitif streak mempunyai ciri yang khas yaitu : terbentuk penebalan garis yang terlihat pada bagian tengah posterior dari zona

Mikroskop merupakan alat yang digunakan melihat benda kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.Mikroskop di bagi menjadi dua bagian,yaitu bagian

Ilmu ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu fisika optik khususnya penemuan mikroskop dan ilmu teknik pewarnaan (histokimia) dan teknik pembuatan preparat dari organ

Sumber cahaya pada mikroskop modern berupa sinar lampu yang sudah terpasang pada mikroskop, sedangkan jika tidak terdapat listrik maka dapat berupa pantulan cahaya dari sinar dalam