• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Perbandingan Bubur Mentimun dengan Bubur Brokoli dan Persentase Gum Arab Terhadap Mutu Vegetable Leather

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Perbandingan Bubur Mentimun dengan Bubur Brokoli dan Persentase Gum Arab Terhadap Mutu Vegetable Leather"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

47

DAFTAR PUSTAKA

Alinkolis, J. J. 1989. Candy Technology. The AVI Publishing Co. Westport-Connecticut.

Almatsier, S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gedia Pustaka Utama, Jakarta.

AOAC. 1995. Official Methods of Analysis of The Association of Analytical Chemists. Washington D.C.

Apriadji, W. H. 2001. Menimbang Keunggulan Sayuran Daun.

http://www.sayur.htm. (28 November 2016).

Asben, A. 2007. Peningkatan kadar iodium dan serat pangan dalam pembuatan

fruit leathers nenas (Ananas comosus Merr) dengan penambahan rumput

laut. Skripsi. Teknologi Pertanian. Universitas Andalas. Padang.

Bangun, M. K. 1991. Perancangan Percobaan untuk Menganalisis Data. Bagian Geometri. Fakultas Pertanian USU. Medan.

BSN-SNI No. 1718. 1996. Syarat Mutu Manisan. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

Buckle, K. A., R. A. Edwards, G. H. Fleet, dan M. Wootton. 2009. Ilmu Pangan. Penerjemah: H. Purnomo dan Adiono. UI-Press. Jakarta.

deMan, M. J. 1989. Kimia Pangan. Penerjemah: K. Padmawinata. ITB-Press. Bandung.

Dewi, Y. 2013. Studi deskriptif: Persepsi dan perilaku makan buah dan sayuran pada anak obesitas dan orang tua. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. 2 (1) : 1-17.

Dickinson, E. 2003. Hydrocolloids at interfaces and the influence on the properties of dispersed systems. Food Hydrocolloids. 17:25-39.

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 1981. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Jakarta.

Elizabeth, L. Andress, A. Judy dan Harrison. 2006. So easy to preserve. 5th Ed. The University of Georgia. Athens.

Estiasih, Teti dan K. Achmadi. 2009. Teknologi Pengolahan Pangan. Bumi Aksara. Jakarta.

(2)

48

Fachruddin, L. 2003. Membuat Aneka Sari Buah. Kanisius. Yogyakarta.

Finger, F. L., L. Endres, P. R. Mosquim, dan M. Puiatti. 1999. Physiological Changes During Postharvest Senescence of Broccoli. Pesq. agropec. bras., Brasília. 34 (9) : 1566-1569

Gaonkar, A.G. 1995. Ingredient Interactions: Effect on Food Quality. Marcell Dekker. New York.

Gayo, I. 1987. Buku Pintar (Seri Senior). Iwan Gayo Associates. Jakarta.

Hakim, R.A. 2012. Pengaruh penambahan gum arab dan jenis pemanis terhadap mutu serbuk minuman penyegar rosela. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Handayani, L., dan F. Ayustaningwarno. 2014. Indeks glikemik dan beban glikemik vegetable leather brokoli (Brassica oleracea var. Italica) dengan Substitusi Inulin. UNDIP-Press, Semarang.

Hernani dan M. Rahardjo. 2005. Tanaman Berkhasiat Antioksidan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Historiasih, R. Z. 2010. Pembuatan fruit leathers sirsak-rosella. Skripsi. UPM Veteran, Jawa Timur.

Hutchings, J. B. 1999. Food Colour and Appearance Second Edition. Aspen, Gaithersburg.

Inayah, I. S. 2007. Mengenal Isothyocyanates dan Sulforaphene. Pustaka Rakyat. Jakarta.

Knott J. E. dan Jose R. 1964. Food and Nutrition Research Center. Hand Book no.1. Manila.

Kusumawati, R. P. 2008. Pengaruh penambahan asam sitrat dan pewarna alami kayu secang (Caesalpinia sappan L) terhadap stabilitas warna sari buah belimbing manis (Averrhoa carambola L). Skripsi. IPB, Bogor.

Kwartiningsih, E. dan Mulyati, L. N. S. 2005. Pembuatan fruit leather dari nenas. UNS. Semarang. Ekuilibrum. Vol . Hal 8-12.

Lingga, L. 2010. Cerdas Memilih Sayuran. Plus Minus 54 Jenis Sayuran. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Nezu, A. M., C. M. Nezu., dan P. A. Geller. 2013. Handbook of Psychology, Health Psychology. John Wiley and Sons, United State of America.

(3)

49

Noguci, N. dan Niki E., 1999. Chemistry of Active Oxygen Species and Antioxidationts in Antioxidant Status, diet, Nutrition, and Health. Edited by Papas AM. CRC Press. New York.

Nurlaely, E., 2002. Pemanfaatan buah jambu mete untuk pembuatan leather. Skripsi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Unversitas Brawijaya, Malang.

OSU Extension Foods and Nutrition Specialist. 2013. Brocolli: The Dark Green, Nutrient-Rich Machine. Oregon State University. United States.

Rabah dan Abdalla, 2012. Decolorization of acacia seyal gum arabic. Annual conference of postgraduate studies and scientific research hall, Khartoum, Republic of Sudan.

Rokhani, H. 1995. Disain sistem pengukuran laju transpirasi buah-buahan/ sayuran pada ruang atmosfir terkendali. IPB-Press, Bogor.

Rukmana, R. 1994. Budidaya Mentimun. Kanisius. Yogyakarta.

Sabari, S. D., J. Rajagukguk dan A. Dwiwijaya. l994. Pengaruh kimia dan suhu penyimpanan terhadap daya simpan kubis bunga. Jurnal Hortikultura. Vol 4(2).

Saltveit, M. E. 1996. Physical and Physiological Change in Minimally Processed Fruits and Vegetables in Phytochemistry of Fruits and Vegetables. F.A. Thomas-Barberan (ed), Oxford Univ. Press. USA.

Sangihe, D., 2010. Pembuatan Fruit Leather dari Campuran Buah Sirsak dan Pisang. http://www.epetani.deptan.go.id (28 November 2016).

Shin, J. E., L. Salim, dan P. Cornillon. 2002. The effect of centrifugation on agar/sucrose gels. Food Hydrocolloids.

Sitorus, A., A. Ali, dan F. Hamzah. 2010. Kajian Pembuatan Minuman Jelly dari Sayuran Wortel dan Brokoli. http://repository.unri.ac.id (28 November 2016).

Soedibyo, B. M. 1998. Alam Sumber Kesehatan: Manfaat & Kegunaan. Balai Pustaka. Jakarta.

Soekarto. 1985. Penilaian Organoleptik. Pusat Pengembangan Teknologi Pangan. IPB. Bogor.

Sudarmadji, S., B. Haryona, dan Suhardi. 1989. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

(4)

50

Sudarminto. 2015. Peluang Usaha Tani Brokoli. Prospek, Khasiat Dan Panduan

Budidaya. Seri Pertanian Modern. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Halaman 130-132.

Sulastri, T. A. 2008. Pengaruh konsentrasi gum arab terhadap mutu velva buah nenas selama penyimpanan dingin. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Sumpena, U. 2001. Budidaya Mentimun Intensif. Penebar Swadaya. Jakarta.

Suprapti, M. L. 2005. Aneka Olahan Pepaya Mentah dan Mengkal. Kanisius. Yogyakarta.

Tensiska. 2008. Serat Makanan. Universitas Padjadjaran. Bandung.

USDA, 2008. Nutritional value of broccoli. http://www.usda.com. (20 Oktober 2016).

Wikipedia. 2016. Asam Sitrat. http://id.wikipedia.org. (20 Oktober 2016).

Williams, P. A. dan G. O. Phillips. 2004. Handbook of Hydrocolloids. North East Wales Institute. Wrexham.

Winarno, F. G. 2007. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Interaksi antara perbandingan bubur buah sirsak dan bubur buah pepaya dengan konsentrasi gum arab memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap kadar air

Dari daftar sidik ragam (Lampiran 10) dapat dilihat bahwa interaksi antara perbandingan bubur buah nenas dan bubur kangkung dengan konsentrasi gum arab memberikan pengaruh

Pengaruh perbandingan bubur buah sirsak dengan bubur jahe dan konsentrasi gum arab terhadap mutu fruit leather.. Ilmu dan

Data penguraian kadar vitamin C (mg/100g) pengaruh perlakuan konsentrasi gum arab terhadap level perbandingan bubur buah dan pengaruh perbandingan bubur buah terhadap

Perbandingan bubur buah sirsak denganbubur buah papaya, dan konsentrasi gum arab memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar serat

Jadi untuk menghasilkan fruit leather dengan kriteria tersebut harus dilakukan tahap pencampuran seluruh bahan seperti bubur buah, bubur sayur, gum arab, asam dan penambahan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bubur buah nenas dan bubur brokoli memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar vitamin C, kadar serat kasar, total

oleh suatu produk sangat bergantung dari bahan baku (buah) yang digunakan untuk pembuatannya, ditambah lagi konsentrasi gum arab paling tinggi pada perlakuan P 1