• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETERPADUAN STRATEGI PENGEMBANGAN KOTA BINJAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "KETERPADUAN STRATEGI PENGEMBANGAN KOTA BINJAI"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Universitas
  • Mata Pelajaran: Perencanaan Pembangunan
  • Topik: Keterpaduan Strategi Pengembangan Kota Binjai
  • Tipe: Dokumen Perencanaan
  • Tahun: 2011
  • Kota: Binjai

I. KETERPADUAN STRATEGI PENGEMBANGAN KOTA BINJAI

Artikel ini membahas tentang keterpaduan strategi pengembangan Kota Binjai yang dituangkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Berbagai kebijakan dan arahan diintegrasikan untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan sesuai dengan kondisi lokal. Penekanan pada integrasi dokumen perencanaan spasial dan sektoral menjadi fokus utama dalam pengembangan infrastruktur, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

1.1. Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kota Binjai

Kebijakan penataan ruang di Kota Binjai mencakup pengembangan struktur dan pola ruang. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan sistem pusat kegiatan pelayanan perkotaan yang terintegrasi, serta pengembangan prasarana wilayah yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Rencana ini juga mencakup pengembangan kawasan lindung dan kawasan budidaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan daya dukung lingkungan.

1.2. Rencana Struktur Ruang

Rencana struktur ruang Kota Binjai disusun berdasarkan kebijakan pengembangan sistem pusat-pusat pelayanan dan jaringan prasarana. Ini mencakup pusat pelayanan kota dengan fungsi primer dan sekunder, serta sistem jaringan transportasi dan energi. Rencana ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

1.3. Kawasan Strategis Kota (KSK)

Kawasan Strategis Kota Binjai ditetapkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan pelestarian lingkungan. Kriteria penetapan meliputi potensi ekonomi, aksesibilitas, dan perlindungan lingkungan. Kawasan industri, perdagangan, dan pusat pemerintahan menjadi fokus utama dalam pengembangan kawasan strategis ini.

1.4. Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kota Binjai

Arahan pemanfaatan ruang di Kota Binjai mencakup program utama, sumber pendanaan, dan pelaksana kegiatan. Rencana ini dibagi dalam empat tahapan pelaksanaan yang berfokus pada perencanaan, pengembangan, dan pemantapan kawasan strategis. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemanfaatan ruang dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

1.5. Arahan Peraturan Zonasi

Peraturan zonasi di Kota Binjai mengatur klasifikasi zona dan pemanfaatan ruang untuk mendukung pengendalian pembangunan. Arahan ini bertujuan untuk melindungi lingkungan, menjamin kualitas pembangunan, serta menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat. Zonasi juga mencakup ketentuan khusus untuk kawasan lindung dan budidaya.

Gambar

Gambar 5.1. Alur Singkrosisasi Acuan dan Kebijakan Rencana Pembangunan Daerah
Tabel 5.2.
Gambar 5.2. Rencana Struktur Ruang, RTRW Kota Binjai 2011-2030
Gambar 5.3.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Surat Penetapan Pokja Pengadaan Jasa Konsultansi Pekerjaan Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Kawasan I I I Kota

Untuk itu dibuat matriks program pembangunan yang diarahkan SPPIP untuk kawasan permukiman prioritas di Kampung Bugis dan Tanjung Unggat , selanjutnya matriks

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa metode pendekatan sebagai berikut : Pelakasanaan Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ini

 Keempat bagian dalam Panduan Teknis Pelaksanaan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan

RPI2JM Bidang Cipta Karya Kota Surakarta Tahun 2014 V-82 Rencana peningkatan kualitas permukiman Kota Surakarta terbagi menjadi beberapa segmen kawasan penanganan seperti

permukiman dan pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya pada kawasan prioritas

ekstensifikasi permukiman baru pada kawasan yang melebihi luas 2 (dua) hektar, dikembangkan dengan konsep rencana tapak terintegrasi dengan RDTR Kecamatan, peraturan

o Ketinggian maksimum 100 (seratus) meter di luar kawasan perkotaan. Terkait dengan rencana infrastruktur telekomunikasi dan informasi, berupa pembangunan menara BTS