• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Memasuki bulan Oktober 2016 harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum mengalami sedikitkenaikan. Hal ini terlihat dari naiknya angka Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebesar 131,57 pada bulan September 2016 menjadi 131,68 pada bulan Oktober 2016 atau terjadi perubahan indeks (inflasi) sebesar 0,08 persen.

 Inflasi terjadi karena tiga dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut turut: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,23 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,44 persen; dan kelompok kesehatan naik 0,10 persen. Sementara pada kelompok lainnya terjadi penurunan indeks yaitu pada kelompok bahan makanan turun -0,28 persen; kelompok sandang turun sebesar -0,04 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga turun -0,0001 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan turun -0,23 persen

 Komoditi yang dominan menyumbang inflasi pada bulan ini adalah cabe merah, tarip listrik, bayam, kangkung, batu bata, daun bawang dan ikan bandeng.

 Laju inflasi tahun kalender 2016 tercatat sebesar 1,79 persen. Sedangkan Inflasi “Year on Year” (IHK Oktober 2016 terhadap Oktober 2015) tercatat sebesar 3,14 persen.

No. 59/11/36/Th.X, 1 November 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

OKTOBER 2016 BANTEN INFLASI 0,08 PERSEN

Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik terhadap 417 jenis barang dan jasa serta hasil Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2012 di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon baik secara mingguan, dua mingguan maupun bulanan, diketahui pada bulan Oktober 2016 ini sebanyak 217 komoditas mengalami perubahan harga. Sebanyak 120 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 97 komoditas mengalami penurunan harga.

Hal tersebut di atas menyebabkan inflasi pada Oktober 2016 sebesar 0,08 persen dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,57 pada bulan September 2016 menjadi 131,68 pada bulan Oktober 2016. Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Banten secara berturut-turut adalah: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0529 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,0981 persen; dan kelompok kesehatan 0,0059 persen. Sementara pada kelompok lainnya memberikan andil deflasi yaitu pada kelompok bahan makanan sebesar 0,0359 persen; kelompok sandang sebesar 0,0006 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga -0,0001 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,0374 persen

(2)

komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain kol kentang, ikan ekor kuning, jengkol, ikan tenggiri, kacang tanah, ikan selar dan ikan tongkol.

Tabel 1

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Banten

Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Oktober 2016 (2012= 100) Kelompok Pengeluaran Oktober IHK

2015 IHK September 2016 IHK Oktober 2016 Inflasi Oktober 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Inflasi “Year on Year” ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U M U M 127.68 131.57 131.68 0.08 1.79 3.14 1. Bahan Makanan 132.70 143.45 142.17 -0.28 4.26 7.14

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 136.65 144.02 144.36 0.23 4.01 5.64 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 120.93 122.83 123.37 0.44 0.70 2.02

4. Sandang 110.23 112.18 112.13 -0.04 1.71 1.72

5. Kesehatan 126.61 130.01 130.14 0.10 2.01 2.79

6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 124.80 127.49 127.49 0.00 1.99 2.15 7. Transpor, komunikasi & Jasa Keuangan 128.25 125.14 124.85 -0.23 -3.06 -2.65

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Oktober 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Oktober 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Bulan Oktober 2016 terhadap IHK Bulan Oktober 2015

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Banten Bulan Oktober 2016

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%)

(1) (2)

UMUM 0.0830

1. Bahan Makanan -0.0359

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.0529

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.0981

4. Sandang -0.0006

5. Kesehatan 0.0059

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga -0.0001

(3)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

Kelompok

Bahan Makanan

IHK Turun -0,28 persen

Andil Inflasi -0,0359 persen

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Oktober 2016 tercatat sebesar 142,17 dimana pada bulan lalu tercatat sebesar 143,45 atau terjadi penurunan indeks sebesar -0,28 persen. Andil Inflasi tercatat untuk kelompok ini sebesar -0,0359 persen.

Delapan dari sebelas sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami penurunan indeks. Penurunan indeks yang cukup tinggi terjadi pada sub kelompok ikan segar sebesar -1,66 persen, disusul kemudian sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar -1,40 persen, dan sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar -1,15 persen. Sedang pada sub kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks yaitu pada sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 2,03 persen, sub kelompok sayur-sayuran sebesar 1,55 persen dan sub kelompok ikan diawetkan sebesar 0,73 persen.

Dari 109 komoditi yang ada pada kelompok ini, 103 komoditi mengalami koreksi harga, koreksi harga negatif atau penurunan harga terjadi pada 62 komoditi, sedangkan 41 komoditi mengalami kenaikan harga. Komoditi yang dominan memberikan andil deflasi yang cukup besar antara lain bawang merah sebesar -0,0472 persen, daging ayam ras sebesar -0,0344 persen, telur ayam ras sebesar -0,0269 persen, bawang putih sebesar -0,0263 persen, dan kentang sebesar -0,0215 persen. Sedangkan komoditi yang memberikan andil deflasi antara lain: cabe merah sebesar 0,1294 persen, bayam sebesar 0,0407 persen, kangkung sebesar 0,0220 persen dan daun bawang sebesar 0,0103 persen.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

IHK Naik 0,23 persen

Andil Inflasi 0,0529 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK)

kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini mengalami kenaikan dari 144,02 pada bulan lalu menjadi 144,36 pada bulan Oktober 2016 dengan perubahan sebesar

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Bahan Makanan 142.17 -0.28 4.26 Padi2an & umbi2an 117.44 -0.25 0.86 Daging & Hasilnya 167.72 -1.07 9.70 Ikan Segar 129.58 -1.66 -1.24 Ikan Diawetkan 141.45 0.73 1.86 Telur, Susu & Hasilnya 140.40 -1.15 -4.08 Sayur-sayuran 157.68 1.55 -1.98 Kacang-kacangan 118.20 -0.31 0.10 Buah-buahan 148.73 -0.94 4.64 Bumbu-bumbuan 234.33 2.03 23.67 Lemak & Minyak 140.21 -0.78 13.47 Bhn Mkn Lainnya 159.16 -1.40 7.45

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Makanan Jadi, Minuman,

Rokok & Tembakau 144.36 0.23 4.01

Makanan Jadi 141.81 0.19 2.60

Minuman Yg Tdk Beralkohol 135.98 0.24 3.93 Tembakau & Minuman beralkohol 158.36 0.32 7.73

(4)

Semua sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yakni berturut-turut sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,19 persen, sub kelompok minuman yang tidak beralkohol naik sebesar 0,24 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik sebesar 0,32 persen.

Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi adalah bubur sebesar 0,0087 persen, rokok kretek sebesar 0,0079 persen, dan rokok kretek filter sebesar 0,0072 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi terbesar adalah makanan ringan/snack dengan andil -0,0071 persen, gula pasir -0,0023 persen dan minuman kesegaran sebesar -0,0017 persen.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

IHK Naik 0,44 persen

Andil Inflasi 0,0981 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar mengalami kenaikan dari 122,83 pada bulan lalu menjadi 123,37 pada bulan Oktober 2016 dengan perubahan indeks sebesar 0,44 persen.

Semua sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yaitu berturut-turut: sub kelompok biaya tempat

tinggal naik 0,06 persen; sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air naik 1,24 persen, sub kelompok perlengkapan rumahtangga naik 0,54 persen dan sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga naik 0,28 persen.

Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil inflasi sebesar 0,0981 persen, dimana kontribusi terbesar disumbangkan oleh kenaikan tarif listrik sebesar 0,0756 persen dan batu bata sebesar 0,0116 persen. Sementara komoditi yang memberi andil deflasi di antaranya adalah semen sebesar -0,0054 persen dan sabun crean detergen sebesar - 0,0045 persen.

Kelompok Sandang

IHK Turun -0,04 persen

Andil Inflasi -0,0006 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada

kelompok Sandang tercatat mengalami

penurunan sebesar -0,04 persen yakni dari 112,18 pada bulan lalu menjadi 112,13 pada bulan Oktober 2016.

Penurunan indeks hanya terjadi pada sub kelompok barang pribadi & sandang lainnya asebesar -0,92 persen. Pada sub

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Perumahan, Air, Listrik, Gas

& Bahan Bakar 123.37 0.44 0.70

Biaya Tempat Tinggal 113.65 0.06 0.26 Bhn Bakar, Penerangan & Air 148.00 1.24 1.02 Perlengkapan Rumahtangga 129.83 0.54 1.68 Penyelenggaraan RT 119.87 0.28 1.25

021

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Sandang 112.13 -0.04 1.71 Sandang Laki-laki 120.69 0.25 1.22 Sandang Wanita 109.19 0.23 1.49 Sandang Anak-anak 115.80 0.05 2.52 Brg Pribadi & Sandang lainnya 100.69 -0.92 1.43

(5)

kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0,25 persen, sub kelompok sandang wanita sebesar 0,23 persen, sub kelompok sandang anak-anak naik sebesar 0,05 persen.

Komoditi yang memberikan andil deflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan sebesar -0,0091 persen, seragam sekolah anak sebesar -0,0002 persen dan pembalut wanita sebesar 0,0002 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil inflasi diantaranya adalah sandal kulit laki-laki sebesar 0,0037 persen, baju muslim wnita sebesar 0,0013 persen dan pampers sebesar 0,0011 persen.

Kelompok Kesehatan

IHK Naik 0,10 persen

Andil Inflasi 0,0059 persen

Indeks harga kelompok kesehatan pada bulan ini mengalami kenaikan dari 130,01 pada bulan lalu menjadi 130,14 pada bulan ini atau naik 0,10 persen.

Dua dari empat sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok jasa perawatan jasmani naik 0,03 persen dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetik naik sebesar 0,35 persen. Pada

sub kelompok lainnya mengalami penurunan indeks yaitu sub kelompok obat-obatan turun -0,03 persen. Sementara pada sub kelompok jasa kesehatan tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi di antaranya adalah sabun mandi sebesar 0,0034 persen, hand body lotion sebesar 0,0015 persen, dan bedak sebesar 0,0013 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi adalah pasta gigi sebesar -0,0015 persen, obat dengan resep sebesar -0,0004 persen dan kapas sebesar -0,0001 persen.

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

IHK Turun -0,0001 persen

Andil Inflasi -0,0001 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga cenderung tidak mengalami perubahan pada bulan ini dengan indeks yang sama sebesar 127,49 dibandingkan bulan lalu.

Hanya pada kelompok perlengkapan/ peralatan pendidikan yang mengalami penurunan indeks yaitu sebesar -0,05 persen. Dua dari lima sub Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Kesehatan 130.14 0.10 2.01 Jasa Kesehatan 129.44 0.00 0.70 Obat-obatan 128.22 -0.03 2.10 Jasa Perawatan Jasmani 173.73 0.03 13.58 Perawatan Jasmani &

Kosmetik 125.99 0.35 2.58

113.53 0.19 0.36

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Pendidikan, Rekreasi & OR 127.49 0.00 1.99 Jasa Pendidikan 123.80 0.01 2.70 Kursus2/Pelatihan 171.10 0.00 3.86 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 135.56 -0.05 -0.29 Rekreasi 122.73 0.01 0.26 Olahraga 146.94 0.00 0.59

(6)

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Transpor, Komunikasi & Jasa

Keuangan 124.85 -0.23 -3.06

Transpor 134.74 -0.33 -4.78

Komunikasi & Pengiriman 99.99 0.06 0.99 Sarana & Penunjang Transpor 123.67 0.00 1.94 Jasa Keuangan 117.99 0.00 1.60

mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok jasa pendidikan naik dan sub kelompok rekreasi yang masing-masing naik sebesar 0,01 persen. Sementara pada sub kelompok kursus2/pelatihan dan sub kelompok olahraga tidak mengalami koreksi indeks.

Komoditi yang memberikan andil deflasi pada kelompok ini adalah laptop/notebook sebesar -0,0005 persen, dan tas sekolah sebesar -0,0001 persen.

Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

IHK Turun -0,23 persen

Andil Inflasi -0,0374 persen

Indeks Harga Konsumen pada kelompok ini tercatat mengalami penurunan sebesar -0,23 persen yakni dari 125,14 pada bulan lalu menjadi 124,85 pada bulan Oktober 2016.

Sub kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah sub kelompok transport sebesar -0,33 persen. Sub kelompok lainnya yaitu sub kelompok komunikasi dan pengiriman mengalami kenaikan indeks sebesar 0,06 persen.

Sementara pada sub kelompok sarana dan penunjang transport serta sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami koreksi indeks.

Komoditi yang memberikan andil deflasi terbesar yaitu tarip angkuta udara sebesar -0,0430 persen dan tarip pulsa ponsel sebesar -0,0011 persen. Sementara itu, andil inflasi pada kelompok ini terbesar disumbangkan oleh adalah pada tarip kereta api dengan andil sebesar 0,0041 persen.

(7)

PERKEMBANGAN INFLASI KOTA SERANG, TANGERANG DAN CILEGON

BULAN OKTOBER 2016

Pada bulan Oktober 2016 perkembangan harga barang dan jasa di 3 (tiga) kota IHK di Banten adalah sebagai berikut : Kota Serang 0,17 persen, Kota Tangerang 0,07 persen dan Kota Cilegon 0,06 persen. Laju inflasi tahun kalender tercatat untuk Kota Serang 2,81 persen; Kota Tangerang 1,41 persen dan Kota Cilegon 2,74 persen.

Tabel 3

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Oktober 2016 (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran

Serang Tangerang Cilegon

IHK Oktober 2016 Inflasi Oktober 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK Oktober 2016 InflasiOktober 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK Oktober 2016 Inflasi Oktober 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) U M U M 132.44 0.17 2.81 131.99 0.07 1.41 129.14 0.06 2.74 1. Bahan Makanan 141.37 -0.82 4.09 144.15 0.06 4.56 140.36 -0.52 3.99 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok &

Tembakau 151.00 0.93 8.06 145.07 0.04 2.92 132.86 0.49 5.61 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas &

Bahan Bakar 123.26 0.51 1.47 123.00 0.45 0.56 125.54 0.35 0.63 4. Sandang 110.85 0.09 3.57 111.29 -0.20 0.30 118.17 0.60 7.49 5. Kesehatan 125.34 0.04 4.96 133.47 0.11 1.70 117.37 0.12 3.85 6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 126.39 0.02 3.94 125.39 0.00 1.24 140.25 -0.02 3.73 7. Transpor, komunikasi & Jasa

Keuangan 124.50 -0.79 -5.44 126.60 -0.33 -2.71 115.67 -0.03 -2.57 Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Oktober 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya

**) Persentase perubahan IHK Bulan Oktober 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015

Tabel 4

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon

Bulan Oktober 2016 (%)

Kelompok Pengeluaran Serang Tangerang Cilegon

(1) (2) (3) (4)

UMUM 0.1714 0.0684 0.0621

1. Bahan Makanan -0.1787 0.0126 -0.1385

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.2232 0.0079 0.1048 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.1011 0.1039 0.0630

4. Sandang 0.0058 -0.0083 0.0341

5. Kesehatan 0.0042 0.0065 0.0048

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0015 -0.0001 -0.0016 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.0143 -0.0541 -0.0045

(8)

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Serang, Tangerang, Cilegon dan Banten (2012=100) Bulan Oktober 2016

Umum Bahan

Makanan

Makanan

Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

Serang 132.44 141.37 151.00 123.26 110.85 125.34 126.39 124.50 Tangerang 131.99 144.15 145.07 123.00 111.29 133.47 125.39 126.60 Cilegon 129.14 140.36 132.86 125.54 118.17 117.37 140.25 115.67 Banten 131.68 142.17 144.36 123.37 112.13 130.14 127.49 124.85 100.00 110.00 120.00 130.00

(9)

Tabel 5

Perbandingan IHK, Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi 26 Kota Di Pulau Jawa dan Banten Bulan Oktober 2016

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Oktober 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Oktober 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Bulan Oktober 2016 terhadap IHK Bulan Oktober 2014

Pada bulan Oktober 2016, tercatat 16 kota IHK yang ada di Pulau Jawa mengalami inflasi dan 10 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi yang tertinggi terjadi di kota Bogor yaitu sebesar 0,59 persen, disusul kemudian oleh DKI Jakarta sebesar 0,25 persen dan Tegal sebesar 0,37 persen. Inflasi terendah terjadi di kota Depok sebesar 0,01 persen, Sukabumi dan Purwokerto dengan inflasi yang sama yaitu sebesar 0,02 persen. Sementara deflasi tertinggi tercatat pada kota Jember sebesar -0,26 persen, Probolinggo sebesar -0,21 persen, dan Malang sebesar -0,20 persen.

Laju inflasi year on year tertinggi masih tercatat di Kota Serang yaitu sebesar 4,80 persen. Kota berikutnya yang menempati urutan tertinggi berturut-turut adalah Bogor sebesar 3,87 persen; dan Cilegon

Kota Oktober IHK 2015 IHK September 2016 IHK Oktober 2016 Inflasi Oktober 2016 *) Laju Inflasi Tahun Kaleder 2016 **) Inflasi Year on Year ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Jakarta 122.32 125.32 125.63 0.25 1.85 2.71 2. Bogor 120.45 124.37 125.11 0.59 2.81 3.87 3. Sukabumi 121.00 123.99 124.01 0.02 1.68 2.49 4. Bandung 120.54 123.67 123.84 0.14 1.75 2.74 5. Cirebon 118.42 120.61 120.73 0.10 1.50 1.95 6. Bekasi 118.99 121.86 121.77 -0.07 1.39 2.34 7. Depok 119.91 123.64 123.65 0.01 2.02 3.12 8. Tasikmalaya 119.83 123.44 123.49 0.04 1.97 3.05 9. Cilacap 123.13 126.96 127.01 0.04 2.12 3.15 10. Purwokerto 119.02 121.81 121.84 0.02 1.26 2.37 11. Kudus 126.79 129.70 129.94 0.19 1.33 2.48 12. Surakarta 118.28 121.43 121.31 -0.10 1.24 2.56 13. Semarang 120.27 123.60 123.67 0.06 1.56 2.83 14. Tegal 117.87 121.91 122.18 0.22 2.45 3.66 15. Yogyakarta 119.15 122.33 122.39 0.05 1.61 2.72 16. Jember 119.46 121.37 121.05 -0.26 0.67 1.33 17. Banyuwangi 119.15 121.84 121.62 -0.18 1.18 2.07 18. Sumenep 119.09 121.78 121.72 -0.05 1.12 2.21 19. Kediri 119.91 121.58 121.48 -0.08 0.40 1.31 20. Malang 121.83 125.31 125.06 -0.20 1.58 2.65 21. Probolinggo 120.67 122.31 122.05 -0.21 0.68 1.14 22. Madiun 119.09 121.65 121.57 -0.07 1.27 2.08 23. Surabaya 120.73 124.88 124.75 -0.10 2.38 3.33 24. Tangerang 128.52 131.90 131.99 0.07 1.41 2.70 25. Cilegon 124.55 129.06 129.14 0.06 2.74 3.69 26. Serang 126.38 132.21 132.44 0.17 2.81 4.80 27. BANTEN 127.68 131.57 131.68 0.08 1.79 3.14

(10)

Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Agoes Soebeno, M.Si Kepala BPS Provinsi Banten Telepon: 0254-267027; Fax: 0254-267026

E-mail : [email protected] Website : banten.bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok kesehatan 0,22 persen; kelompok sandang 0,12 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen;

Inflasi yang terjadi di Kota Banda Aceh disebabkan oleh inflasi pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 4,15 persen, Kelompok Sandang 2,99 persen, Kelompok Makanan

Kenaikan indeks terjadi pada kelompok bahan makanan 0,19 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,20 persen; kelompok sandang 0,96 persen; kelompok

Deflasi di Kota Madiun terjadi karena adanya penurunan Indeks Harga Konsumen pada kelompok Bahan Makanan sebesar -1,56 persen; kelompok Kesehatan sebesar -0,02

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan 0,21 persen; kelompok sandang 0,31 persen serta.kelompok transpor,

Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau -0,02 persen; kelompok sandang -0,55 persen; dan kelompok

Inflasi yang terjadi di Kota Banda Aceh disebabkan oleh inflasi pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,44 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,42 persen, Kelompok

Empat kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks harga yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,44 persen; kelompok sandang 0,77