• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Pada bulan Februari 2016 di Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 0,02 persen, Kota Lhokseumawe deflasi sebesar 0,13 persen, dan Kota Meulaboh inflasi sebesar 0,37 persen. Secara agregat untuk Aceh pada bulan Februari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen.

Inflasi yang terjadi di Kota Banda Aceh disebabkan oleh inflasi pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,44 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,42 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,32 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,07 persen, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga mengalami inflasi sebesar 0,07 persen. Sedangkan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar Lainnya mengalami deflasi sebesar 0,41 persen dan Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan deflasi sebesar 0,31 persen.

Laju Inflasi tahun kalender hingga Februari 2016 untuk Kota Banda Aceh sebesar 0,63 persen, Kota Lhokseumawe 0,15 persen, Kota Meulaboh 0,83 persen dan Aceh 0,51 persen. Inflasi “year on year” (Februari 2016 terhadap Februari 2015) untuk Kota Banda Aceh adalah sebesar 2,74 persen, Kota Lhokseumawe 4,30 persen, Kota Meulaboh 2,54 persen dan Aceh 3,17 persen.

Komponen Inti untuk Kota Banda Aceh pada Februari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen, komponen yang Harganya Diatur Pemerintah mengalami deflasi 0,83 persen dan komponen Bergejolak mengalami inflasi 0,60 persen.

No. 11/03/TH.XIX, 1 Maret 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya.

(2)

Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga. Untuk Provinsi Aceh SBH 2012 dilaksanakan di Kota Banda Aceh, Lhokseumawe dan Meulaboh dengan total sampel sebanyak 400 Blok Sensus dan 4.000 rumahtangga.

Paket komoditas nasional hasil SBH 2012 terdiri dari 859 komoditas. Paket komoditas terbanyak ada di Jakarta yaitu 462 komoditas, dan yang paling sedikit di Singaraja sebanyak 225 komoditas. Paket Komoditas di Banda Aceh sebanyak 383 komoditas, Lhokseumawe 369 komoditas dan Meulaboh 347 komoditas.

FEBRUARI 2016 BANDA ACEH INFLASI SEBESAR 0,02 PERSEN

Pada bulan Februari 2016 harga berbagai komoditas di Kota Banda Aceh secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Hal ini ditandai dengan naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 117,01 pada Januari 2016 menjadi 117,03 pada Februari 2016 atau terjadi inflasi sebesar 0,02 persen.

Laju Inflasi tahun kalender hingga Februari 2016 untuk Kota Banda Aceh sebesar 0,63 persen dan Inflasi “year on year” (Februari 2016 terhadap Februari 2015) untuk Kota Banda Aceh adalah sebesar 2,74 persen.

Dari 98 jenis barang dan jasa yang mengalami perubahan harga untuk Kota Banda Aceh di bulan Februari 2016, 51 jenis barang dan jasa menunjukkan adanya kenaikan harga dan 47 jenis barang dan jasa mengalami penurunan harga.

Beberapa komoditas di Kota Banda Aceh yang mengalami kenaikan harga pada bulan Februari 2016 antara lain adalah Udang Basah dengan andil sebesar 0,2177 persen, Emas Perhiasan sebesar 0,0387 persen, Cumi-cumi sebesar 0,0322 persen, Tongkol/Ambu-ambu sebesar 0,0318 persen, Rokok Kretek Filter sebesar 0,0278 persen, Cabai Merah sebesar 0,0260 persen dan Minyak Goreng dengan andil sebesar 0,0231 persen.

Sementara beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain adalah Tarip Listrik dengan andil sebesar -0,1077 persen, Bawang Merah sebesar -0,0912 persen, Jeruk sebesar -0,0482 persen, Telur Ayam Ras sebesar 0,0432 persen, Pepaya sebesar 0,0424 persen, Bensin sebesar -0,0404 persen, Kembung/Gembung sebesar -0,0311 persen, Dencis sebesar -0,0275 persen dan Salak dengan andil sebesar -0,0252 persen.

(3)

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Banda Aceh Februari 2016, Tahun Kalender 2016, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Februari 2015 IHK Desember 2015 IHK Februari 2016 Inflasi Bulan Februari 2016 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2016 2) Inflasi Tahun Ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) UMUM 113.91 116.30 117.03 0.02 0.63 2.74 1 Bahan Makanan 122.94 123.56 128.87 0.44 4.30 4.82

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 109.12 111.97 112.61 0.32 0.57 3.20 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 109.98 111.24 110.54 -0.41 -0.63 0.51

4 Sandang 108.27 111.48 112.38 0.42 0.81 3.80

5 Kesehatan 107.16 109.63 110.01 0.07 0.35 2.66

6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 111.09 115.93 116.28 0.07 0.30 4.67 7 Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 119.16 124.15 122.04 -0.31 -1.70 2.42

1) Persentase perubahan IHK Februari 2016 terhadap IHK Januari 2016

2) Persentase perubahan IHK Februari 2016 terhadap IHK Desember 2015

3) Persentase perubahan IHK Februari 2016 terhadap IHK Februari 2015

Gambar 1

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Banda Aceh Februari 2015 – Februari 2016 100,00 105,00 110,00 115,00 120,00 125,00 130,00

Feb-15 Mar-15 Apr-15 Mei-15 Jun-15 Jul-15 Agt-15 Sep-15 Okt-15 Nov-15 Des-15 Jan-16 Feb-16

Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan

(4)

Gambar 2

Perkembangan Inflasi Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Provinsi Aceh dan Nasional, Februari 2015 – Februari 2016

Tabel 2

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun (persen)

Inflasi Banda

Aceh

Lhokseu

mawe Meulaboh Aceh

(1) (2) (3) (4) (5)

1 Februari 2016 0,02 -0,13 0,37 0,02

2 Tahun Kalender (Februari 2016 terhadap Desember 2015) 0,63 0,15 0,83 0,51 3 Tahun ke Tahun (Februari 2016 terhadap Februari 2015) 2,74 4,30 2,54 3,17

Tabel 3

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Menurut Kota Februari 2016 (persen)

Kelompok Pengeluaran Banda Aceh Lhokseumawe Meulaboh

(1) (2) (3) (4)

UMUM 0,0152 -0,1381 0,3720

1. Bahan Makanan 0,1016 -0,0906 0,0265

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0,0497 0,0398 0,3481 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar -0,1151 -0,1170 -0,0361

4. Sandang 0,0276 0,0313 0,0630

5. Kesehatan 0,0031 0,0037 0,0011

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,0035 0,0017 0,0015 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan -0,0552 -0,0070 -0,0321 -2,5 -2 -1,5 -1 -0,5 0 0,5 1 1,5

Feb-15 Mar-15 Apr-15 Mei-15 Jun-15 Jul-15 Agt-15 Sep-15 Okt-15 Nov-15 Des-15 Jan-16 Feb-16

(5)

INFLASI KOMPONEN INTI KOTA BANDA ACEH FEBRUARI 2016

Komponen Inti pada Februari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 108,68 pada Januari 2016 menjadi 108,74 pada Februari 2016. Sedangkan Komponen Harga Diatur Pemerintah mengalami deflasi 0,83 persen dan Komponen Bergejolak mengalami inflasi 0,60 persen

Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah dan komponen bergejolak untuk tahun kalender (Januari – Desember) 2016 masing-masing minus 0,05 persen, minus 1,61 persen dan 4,77 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (Februari 2015 terhadap Februari 2016) masing-masing 1,55 persen, 4,19 persen dan 5,35 persen.

Komponen inti, komponen harga diatur pemerintah dan komponen bergejolak pada bulan Februari 2016 memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebesar 0,03 persen, minus 0,14 persen dan 0,12 persen.

Tabel 4

Tingkat Inflasi Februari 2016, Inflasi Tahun Kalender 2016, Inflasi Tahun ke Tahun & Andil Inflasi Kota Banda Aceh Menurut Komponen

Komponen IHK Februari 2015 Inflasi Bulan Desember 2015 IHK Februari 2016 Inflasi Bulan Februari 2016 Laju Inflasi Tahun Kalender 2016 Inflasi Tahun Ke Tahun Andil Inflasi Februari 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) UMUM 113,91 116,30 117,03 0,02 0,63 2,74 0,02 1 Inti 107,07 108,79 108,74 0,05 -0,05 1,55 0,03

2 Harga Diatur Pemerintah 135,23 143,21 140,90 -0,83 -1,61 4,19 -0,14

3 Bergejolak 123,26 123,95 129,85 0,60 4,77 5,35 0,12

Grafik 3

Perkembangan Andil Inflasi Komponen Inti Kota Banda Aceh Februari 2015 – Februari 2016 -1,0 -0,8 -0,6 -0,4 -0,2 0,0 0,2 0,4 0,6 0,8 1,0

Feb-15 Mar-15 Apr-15 Mei-15 Jun-15 Jul-15 Agt-15 Sep-15 Okt-15 Nov-15 Des-15 Jan-16 Feb-16

(6)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN KOTA BANDA ACEH

1. Bahan Makanan

Pada bulan Februari 2016 Kelompok Bahan Makanan mengalami inflasi sebesar 0,44 persen atau mengalami kenaikan IHK dari 128,30 pada Januari 2016 menjadi 128,87 pada Februari 2016.

Dari 11 subkelompok dalam Kelompok Bahan Makanan 7 subkelompok mengalami inflasi dan 4 subkelompok mengalami deflasi.

Inflasi yang terjadi pada Kelompok Bahan Makanan, terutama disebabkan oleh naiknya indeks pada Subkelompok Ikan Diawetkan mengalami inflasi 6,30 persen, Subkelompok Sayur-sayuran inflasi 3,62 persen, Subkelompok Ikan Segar inflasi 3,17 persen, Subkelompok Lemak dan Minyak inflasi sebesar 2,23 persen, Subkelompok Bahan Makanan Lainnya mengalami inflasi 1,01 persen, Subkelompok Daging dan Hasil-hasilnya inflasi 0,43 persen dan Subkelompok Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya mengalami inflasi sebesar 0,18 persen. Sedangkan Subkelompok Bumbu-bumbuan yang mengalami deflasi sebesar 4,58 persen, Subkelompok Buah-buahan deflasi 4,51 persen, Subkelompok Telur, susu dan Hasil-hasilnya deflasi 2,50 persen dan Subkelompok Kacang-kacangan mengalami deflasi 0,36 persen.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Februari 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1016 persen. Beberapa komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: Udang Basah dengan andil sebesar 0,2177 persen, Cumi-cumi dengan andil sebesar 0,0322 persen, Tongkol/Ambu-ambu dengan andil sebesar 0,0318 persen, Cabai Merah dengan andil sebesar 0,0260 persen, Minyak Goreng dengan andil sebesar 0,0231 persen dan Kentang dengan andil sebesar 0,0228 persen.

Sementara komoditi yang dominan memberikan sumbangan deflasi pada Kelompok ini antara lain: Bawang Merah dengan andil sebesar 0,0912 persen, Jeruk dengan andil sebesar -0,0482 persen, Telur Ayam Ras dengan andil sebesar -0,0432 persen, Pepaya dengan andil sebesar -0,0424 persen, Kembung/Gembung dengan andil sebesar -0,0311 persen, Dencis dengan andil sebesar -0,0275 persen dan Salak dengan andil sebesar -0,0252 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Pada bulan Februari 2016 Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 0,32 persen atau mengalami kenaikan IHK dari 112,25 pada Januari 2016 menjadi 112,61 pada Februari 2016.

Dari tiga subkelompok dalam kelompok ini, Subkelompok Tembakau dan Minuman Beralkohol mengalami inflasi 0,90 persen, Subkelompok Minuman yang Tidak Beralkohol inflasi 0,34 persen dan Subkelompok Makanan Jadi tidak mengalami perubahan indeks.

Pada bulan Februari 2016 Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0497 persen. Komoditas yang dominan menyumbang terhadap kenaikan indeks pada kelompok ini adalah Rokok Kretek Filter dengan andil sebesar 0,0278 persen.

(7)

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Februari 2016 mengalami deflasi sebesar 0,41 persen atau mengalami penurunan IHK dari 110,99 pada Januari 2016 menjadi 110,54 pada Februari 2016.

Dari empat subkelompok dalam Kelompok ini, Subkelompok yang menyumbang terhadap penurunan indeks pada Kelompok ini adalah Subkelompok Bahan Bakar, Penerangan dan Air yang mengalami deflasi sebesar 2,55 persen dan Subkelompok Biaya Tempat Tinggal yang mengalami deflasi 0,05 persen. Sedangkan Subkelompok Perlengkapan Rumah Tangga yang mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dan Subkelompok Penyelenggaraan Rumahtangga mengalami inflasi sebesar 0,14 persen.

Pada Februari 2016 kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,1151 persen. Komoditas yang dominan menyebabkan terjadinya deflasi pada Kelompok ini adalah Tarip Listrik dengan andil sebesar 0,1077 persen dan Semen dengan andil sebesar 0,0093. Sedangkan Kompor menyumbang terhadap inflasi pada subkelompok ini dengan andil sebesar 0,0040 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok Sandang pada Februari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,42 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 111,91 pada Januari 2016 menjadi 112,38 pada Februari 2016.

Subkelompok yang menyumbang terhadap kenaikan indeks pada Kelompok ini adalah subkelompok Barang Pribadi dan Sandang Lain yang mengalami inflasi sebesar 2,28 persen. Sedangkan Subkelompok Sandang Anak-anak mengalami deflasi sebesar 0,78 persen dan Subkelompok Sandang Wanita dan Subkelompok Sandang Laki-laki tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok ini pada Februari 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0276 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah Emas Perhiasan dengan andil sebesar 0,0387 persen.

5. K e s e h a t a n

Pada Februari 2016 Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,07 persen atau mengalami kenaikan IHK dari 109,93 pada Januari 2016 menjadi 110,01 pada Februari 2016.

Subkelompok yang menyumbang terhadap inflasi pada Kelompok ini adalah Subkelompok Perawatan Jasmani dan Kosmetika yang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen. Sedangkan Subkelompok Obat-obatan, Subkelompok Jasa Perawatan Jasmani dan Subkelompok Jasa Kesehatan tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok ini pada Februari 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0031 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah Parfum dengan andil sebesar 0,0031 persen.

(8)

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Pada Februari 2016 Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,07 persen atau mengalami kenaikan IHK dari 116,20 pada Januari 2016 menjadi 116,28 pada Februari 2016.

Subkelompok yang menyumbang terhadap inflasi pada Kelompok ini adalah Subkelompok Perlengkapan/Peralatan Pendidikan yang mengalami inflasi sebesar 0,67 persen. Sedangkan Subkelompok Kursus-kursus/Pelatihan, Subkelompok Pendidikan, Subkelompok Rekreasi, dan Sub kelompok Olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok ini pada Februari 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0035 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah Buku Pelajaran SD dengan andil sebesar 0,0018.

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok ini pada Februari 2016 mengalami deflasi sebesar 0,31 persen atau terjadi penurunan IHK dari 122,42 pada Januari 2016 menjadi 122,04 pada Februari 2016.

Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, Subkelompok Transpor mengalami perubahan indeks sehingga mengalami deflasi sebesar 0,42 persen. Sedangkan Subkelompok Jasa Keuangan, Subkelompok Sarana Penunjang Transpor dan Subkelompok Komunikasi & Pengiriman tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok ini pada bulan Februari 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0552 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi pada Kelompok ini adalah Bensin dengan andil sebesar 0,0404 persen dan Angkutan Udara dengan andil sebesar -0,0226 persen.

(9)

Tabel 5

Jenis Barang dan Jasa yang Dominan Memberikan Andil Terhadap Inflasi/Deflasi Kota Banda Aceh, Februari 2016

No Jenis Barang dan Jasa

Penyumbang Inflasi Andil (%) (1) (2) (3) 1 UDANG BASAH 0,2177 2 EMAS PERHIASAN 0,0387 3 CUMI-CUMI 0,0322 4 TONGKOL/AMBU-AMBU 0,0318

5 ROKOK KRETEK FILTER 0,0278

6 CABAI MERAH 0,0260 7 MINYAK GORENG 0,0231 8 KENTANG 0,0228 9 BAYAM 0,0169 10 AYAM HIDUP 0,0149 11 DAUN SINGKONG 0,0140 12 KOPI BUBUK 0,0133 13 IKAN KAYU 0,0131 14 TOMAT BUAH 0,0129 15 TERI 0,0118 16 ROKOK PUTIH 0,0104 17 TOMAT SAYUR 0,0103 18 BERAS 0,0089 19 SAWI HIJAU 0,0086 20 MOBIL 0,0085

No Jenis Barang dan Jasa

Penyumbang Deflasi Andil (%) (1) (2) (3) 1 TARIP LISTRIK -0,1077 2 BAWANG MERAH -0,0912 3 JERUK -0,0482

4 TELUR AYAM RAS -0,0432

5 PEPAYA -0,0424 6 BENSIN -0,0404 7 KEMBUNG/GEMBUNG -0,0311 8 DENCIS -0,0275 9 SALAK -0,0252 10 ANGKUTAN UDARA -0,0226 11 SEMANGKA -0,0142 12 WORTEL -0,0117 13 RAMBE -0,0099 14 SEMEN -0,0093 15 CABE HIJAU -0,0089 16 SEPATU -0,0081

17 BIJI NANGKA / KUNIRAN -0,0074

18 KAKAP MERAH -0,0073

19 BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA -0,0052

(10)

PERBANDINGAN ANTAR KOTA

Dari 82 kota di Indonesia yang dipantau harganya pada Februari 2016, tercatat 30 kota mengalami inflasi dan 52 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandang sebesar 1,02 persen dan yang terendah di Kota Banda Aceh sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 2,95 persen dan terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,02 persen.

Bila dilihat dari 23 kota di Sumatera, pada Februari tercatat inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,02 persen dan yang terendah di Kota Banda Aceh sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,51 persen dan terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,02 persen.

Tabel 6

Perbandingan IHK dan Inflasi Februari 2016 Kota-kota di Pulau Sumatera (2012=100)

Kota IHK Februari 2016 % Perubahan thd Januari 2016 Tahun Kalender Year on Year (1) (2) (3) (4) (5) 1. TANJUNG PANDAN 129,21 1,02 0,99 2,48 2. PADANG 128,21 0,86 0,87 5,98 3. METRO 131,67 0,42 1,07 4,96 4. PANGKAL PINANG 125,41 0,39 1,33 5,99 5. MEDAN 126,31 0,38 1,29 6,46 6. MEULABOH 122,27 0,37 0,83 2,54 7. TANJUNG PINANG 123,84 0,35 1,28 4,03 8. DUMAI 123,94 0,32 0,97 4,72 9. JAMBI 122,47 0,22 0,64 4,51 10. BUNGO 121,76 0,18 0,96 4,19 11. BANDA ACEH 117,03 0,02 0,63 2,74 12. SIBOLGA 125,62 -0,02 1,81 6,75 13. TEMBILAHAN 127,14 -0,06 0,41 3,66 14. PALEMBANG 120,78 -0,11 0,21 4,98 15. LHOKSEUMAWE 118,49 -0,13 0,15 4,30 16. PADANGSIDIMPUAN 120,86 -0,19 0,53 3,97 17. BUKITTINGGI 121,62 -0,21 0,08 5,77 18. BENGKULU 129,14 -0,25 0,42 6,09 19. PEMATANG SIANTAR 126,21 -0,33 0,11 5,56 20. LUBUKLINGGAU 120,58 -0,43 0,06 5,88 21. BATAM 122,61 -0,43 0,06 5,75 22. PEKANBARU 122,50 -0,50 -0,24 3,80 23. BANDAR LAMPUNG 123,59 -0,51 -0,25 5,35

(11)

Tabel 7

IHK (2012=100) dan Inflasi Kota Banda Aceh Februari 2016

Kelompok/Sub kelompok IHK Februari 2016 % perub thd Januari 2016 Tahun Kalender % Perub. Feb 2016 thd Des 2015 Year on Year % Perub. Feb 2016 thd. Feb 2015 [1] [2] [3] [4] [5] U M U M / T O T A L 117,03 0,02 0,63 2,74 BAHAN MAKANAN 128,87 0,44 4,30 4,82

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 127,39 0,18 1,68 7,97

Daging dan Hasil-hasilnya 143,70 0,43 5,07 18,29

Ikan Segar 120,80 3,17 11,77 -6,77

Ikan Diawetkan 124,26 6,30 12,52 5,56

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 129,76 -2,50 0,58 3,81

Sayur-sayuran 143,14 3,62 3,07 20,23

Kacang – kacangan 140,79 -0,36 -0,29 8,89

Buah – buahan 131,42 -4,51 -3,07 1,55

Bumbu – bumbuan 138,82 -4,58 0,97 28,29

Lemak dan Minyak 109,56 2,23 1,97 -6,56

Bahan Makanan Lainnya 114,42 1,01 1,58 4,57

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK &

TEMBAKAU 112,61 0,32 0,57 3,20

Makanan Jadi 103,49 0,00 0,00 0,43

Minuman yang Tidak Beralkohol 111,11 0,34 0,71 2,36

Tembakau dan Minuman Beralkohol 135,90 0,90 1,53 9,43

PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN

BAKAR 110,54 -0,41 -0,63 0,51

Biaya Tempat Tinggal 104,87 -0,05 -0,85 -0,18

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 137,47 -2,55 -0,32 0,62

Perlengkapan Rumahtangga 123,39 0,25 0,28 6,51 Penyelenggaraan Rumahtangga 113,43 0,14 0,15 2,07 SANDANG 112,38 0,42 0,81 3,80 Sandang Laki-laki 112,03 0,00 0,02 3,50 Sandang Wanita 113,91 0,00 0,07 3,82 Sandang Anak-anak 118,16 -0,78 -0,56 4,34

Barang Pribadi dan Sandang Lain 106,99 2,28 3,51 3,59

KESEHATAN 110,01 0,07 0,35 2,66

Jasa Kesehatan 105,66 0,00 0,00 2,18

Obat-obatan 110,19 0,00 0,61 0,61

Jasa Perawatan Jasmani 114,08 0,00 0,00 4,89

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 112,80 0,19 0,49 4,06

PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 116,28 0,07 0,30 4,67

Pendidikan 118,20 0,00 0,00 6,32

Kursus-kursus / Pelatihan 119,65 0,00 3,39 3,39

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 116,29 0,67 0,67 2,65

Rekreasi 109,88 0,00 0,00 1,15

Olahraga 102,68 0,00 0,00 2,20

TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA

KEUANGAN 122,04 -0,31 -1,70 2,42

Transpor 131,14 -0,42 -2,32 3,36

Komunikasi Dan Pengiriman 98,76 0,00 0,00 -0,44

Sarana dan Penunjang Transpor 112,79 0,00 0,14 0,47

(12)

Tabel 8

IHK (2012=100) dan Inflasi Kota Lhokseumawe Februari 2016

Kelompok/Sub kelompok IHK Februari 2016 % perub thd Januari 2016 Tahun Kalender % Perub. Feb 2016 thd Des 2015 Year on Year % Perub. Feb 2016 thd. Feb 2015 [1] [2] [3] [4] [5] U M U M / T O T A L 118,49 -0,13 0,15 4,30 BAHAN MAKANAN 127,88 -0,31 0,78 8,41

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 127,94 0,34 0,67 7,76

Daging dan Hasil-hasilnya 148,64 2,79 4,04 21,30

Ikan Segar 114,32 0,94 2,04 -0,25

Ikan Diawetkan 132,05 -0,59 -5,00 -6,51

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 124,53 -2,08 0,65 5,85

Sayur-sayuran 148,50 -3,05 0,41 15,69

Kacang – kacangan 139,30 2,04 1,56 13,69

Buah – buahan 132,34 -0,22 -0,29 7,14

Bumbu – bumbuan 138,31 -6,29 -4,44 21,94

Lemak dan Minyak 115,12 0,72 1,12 7,13

Bahan Makanan Lainnya 115,37 4,92 5,81 6,83

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK &

TEMBAKAU 113,72 0,22 0,64 4,89

Makanan Jadi 112,43 0,00 0,00 4,62

Minuman yang Tidak Beralkohol 108,44 0,94 1,36 4,65

Tembakau dan Minuman Beralkohol 121,63 0,00 1,21 5,63

PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN

BAKAR 117,08 -0,50 -0,53 0,90

Biaya Tempat Tinggal 111,73 -0,08 0,08 0,72

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 136,38 -2,08 -3,10 -0,06

Perlengkapan Rumahtangga 124,67 0,12 1,62 4,51 Penyelenggaraan Rumahtangga 110,79 0,03 0,05 1,80 SANDANG 117,00 0,39 0,56 2,28 Sandang Laki-laki 125,31 0,00 0,00 3,60 Sandang Wanita 113,33 0,00 0,00 0,98 Sandang Anak-anak 127,14 0,00 0,07 3,56

Barang Pribadi dan Sandang Lain 102,92 1,76 2,51 0,73

KESEHATAN 111,16 0,10 0,36 3,70

Jasa Kesehatan 107,28 0,00 0,82 6,58

Obat-obatan 112,51 0,00 0,00 0,00

Jasa Perawatan Jasmani 110,78 0,00 0,00 7,45

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 112,70 0,19 0,30 3,03

PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 112,42 0,03 0,32 3,55

Pendidikan 115,20 0,00 0,00 4,40

Kursus-kursus / Pelatihan 114,93 0,00 1,14 8,36

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 103,42 0,00 0,00 -0,08

Rekreasi 110,08 0,12 1,37 2,06

Olahraga 124,76 0,64 0,64 7,50

TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA

KEUANGAN 113,83 -0,05 -1,20 2,53

Transpor 121,01 -0,17 -2,08 3,84

Komunikasi Dan Pengiriman 99,11 0,00 0,00 -0,68

Sarana dan Penunjang Transpor 117,72 0,95 1,83 3,95

(13)

Tabel 9

IHK (2012=100) dan Inflasi Kota Meulaboh Februari 2016

Kelompok/Sub kelompok IHK Februari 2016 % perub thd Januari 2016 Tahun Kalender % Perub. Feb 2016 thd Des 2015 Year on Year % Perub. Feb 2016 thd. Feb 2015 [1] [2] [3] [4] [5] U M U M / T O T A L 122,27 0,37 0,83 2,54 BAHAN MAKANAN 119,05 0,10 2,18 1,58

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 121,95 0,00 0,02 10,32

Daging dan Hasil-hasilnya 125,04 0,00 5,57 5,29

Ikan Segar 118,82 1,52 5,50 -13,04

Ikan Diawetkan 127,75 0,00 -0,29 -2,17

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 112,35 -1,25 -1,23 9,15

Sayur-sayuran 123,25 -5,13 -1,60 6,01

Kacang – kacangan 140,37 0,00 0,00 1,17

Buah – buahan 117,59 1,62 1,52 7,37

Bumbu – bumbuan 118,77 -3,12 1,81 47,80

Lemak dan Minyak 99,52 2,36 0,59 -7,47

Bahan Makanan Lainnya 143,34 6,30 6,30 13,74

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK &

TEMBAKAU 127,55 1,41 1,70 5,69

Makanan Jadi 127,49 2,64 2,64 2,64

Minuman yang Tidak Beralkohol 114,54 0,59 0,65 9,14

Tembakau dan Minuman Beralkohol 136,79 0,00 0,86 8,73

PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN

BAKAR 118,54 -0,19 -0,13 1,04

Biaya Tempat Tinggal 107,00 0,10 0,33 -0,27

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 139,80 -0,89 -1,33 3,10

Perlengkapan Rumahtangga 128,78 0,00 0,26 1,34 Penyelenggaraan Rumahtangga 117,19 0,18 0,44 1,58 SANDANG 125,28 0,48 0,45 1,96 Sandang Laki-laki 120,53 0,70 0,01 0,31 Sandang Wanita 128,22 0,68 0,65 4,98 Sandang Anak-anak 143,04 0,00 0,32 0,76

Barang Pribadi dan Sandang Lain 119,01 0,53 0,63 1,94

KESEHATAN 112,46 0,03 0,27 0,74

Jasa Kesehatan 111,70 0,00 0,00 0,00

Obat-obatan 110,69 0,19 0,76 2,09

Jasa Perawatan Jasmani 125,14 0,00 0,00 0,00

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 111,11 0,00 0,27 0,73

PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 119,61 0,03 0,10 1,00

Pendidikan 114,95 0,00 0,00 0,26

Kursus-kursus / Pelatihan 124,79 0,00 0,00 5,45

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 132,84 0,10 0,10 2,52

Rekreasi 121,91 -0,06 0,07 0,16

Olahraga 147,24 1,80 3,91 7,11

TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA

KEUANGAN 126,80 -0,34 -1,90 2,41

Transpor 134,02 -0,52 -2,90 3,32

Komunikasi Dan Pengiriman 103,62 0,00 0,00 0,00

Sarana dan Penunjang Transpor 141,47 0,00 0,00 1,56

(14)

Tabel 10

IHK (2012=100) dan Inflasi Provinsi Aceh Februari 2016

Kelompok/Sub kelompok IHK Februari 2016 % perub thd Januari 2016 Tahun Kalender % Perub. Feb 2016 thd Des 2015 Year on Year % Perub. Feb 2016 thd. Feb 2015 [1] [2] [3] [4] [5] U M U M / T O T A L 118,11 0,02 0,51 3,17 BAHAN MAKANAN 127,36 0,18 2,98 5,47

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 126,88 0,21 1,18 8,18

Daging dan Hasil-hasilnya 142,86 1,10 4,81 17,62

Ikan Segar 118,64 2,32 8,04 -5,85

Ikan Diawetkan 127,00 3,28 4,89 0,58

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 126,06 -2,24 0,40 4,97

Sayur-sayuran 142,27 0,49 1,72 17,13

Kacang – kacangan 140,30 0,38 0,28 9,22

Buah – buahan 129,99 -2,59 -1,75 3,81

Bumbu – bumbuan 136,19 -4,95 -0,63 28,10

Lemak dan Minyak 109,97 1,77 1,55 -2,81

Bahan Makanan Lainnya 118,27 2,88 3,46 6,51

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK &

TEMBAKAU 114,78 0,44 0,74 4,03

Makanan Jadi 109,10 0,37 0,37 1,99

Minuman yang Tidak Beralkohol 110,74 0,55 0,89 3,84

Tembakau dan Minuman Beralkohol 131,78 0,54 1,36 8,27

PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN

BAKAR 113,47 -0,41 -0,53 0,70

Biaya Tempat Tinggal 107,17 -0,04 -0,42 0,08

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 137,43 -2,20 -1,28 0,72

Perlengkapan Rumahtangga 124,43 0,18 0,67 5,23 Penyelenggaraan Rumahtangga 113,11 0,11 0,16 1,93 SANDANG 115,34 0,42 0,68 3,09 Sandang Laki-laki 117,01 0,09 0,01 3,11 Sandang Wanita 115,50 0,09 0,13 3,13 Sandang Anak-anak 123,89 -0,43 -0,25 3,58

Barang Pribadi dan Sandang Lain 107,27 1,89 2,82 2,54

KESEHATAN 110,65 0,07 0,34 2,72

Jasa Kesehatan 106,89 0,00 0,24 3,15

Obat-obatan 110,94 0,02 0,45 0,61

Jasa Perawatan Jasmani 114,47 0,00 0,00 4,91

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 112,56 0,16 0,41 3,34

PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 115,55 0,05 0,28 3,86

Pendidikan 116,91 0,00 0,00 4,99

Kursus-kursus / Pelatihan 118,89 0,00 2,29 5,04

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 114,52 0,41 0,41 1,89

Rekreasi 111,42 0,03 0,41 1,28

Olahraga 114,72 0,49 0,81 4,62

TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA

KEUANGAN 120,20 -0,24 -1,59 2,45

Transpor 128,49 -0,36 -2,33 3,49

Komunikasi Dan Pengiriman 99,46 0,00 0,00 -0,46

Sarana dan Penunjang Transpor 117,79 0,28 0,61 1,64

Referensi

Dokumen terkait

Besarnya sumbangan inflasi menurut kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan menyumbang inflasi sebesar 0,7743 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok

Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,36 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,41

Sementara kelompok pengeluaran lainnya tercatat memberikan sumbangan inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0516 persen; kelompok

Inflasi pada bulan Juli 2017 disumbangkan oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,06 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,04 persen; kelompok

Besarnya sumbangan inflasi menurut kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan menyumbang inflasi sebesar 0,1221 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman,

kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga memberi andil inflasi sebesar 0,2127 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberi andil inflasi sebesar 0,1826

Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,81 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,66

Empat kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks harga yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,44 persen; kelompok sandang 0,77