Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN GprP U T U S A N
Nomor 117/Pdt.G/2020/PN Gpr
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri yang memeriksa dan memutus perkara perdata pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan antara:
1. Agis Susanto, tempat dan tanggal lahir Kediri, 22-08-1986 (umur 34 tahun),
pendidikan terakhir SLTA, agama Islam, pekerjaan wiraswasta, tempat tinggal di Rt.08 Rw.03 Desa Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri, selanjutnya disebut sebagai Penggugat I;
2. Mu’anam Susanto, tempat dan tanggal lahir Kediri, 12-05-1985 (umur 35
tahun), pendidikan terakhir SLTA, agama Islam, pekerjaan wiraswasta, tempat tinggal di Rt.001 Rw.003 Desa jarak Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, selanjutnya disebut sebagai Penggugat II ;
Dalam hal ini Penggugat I dan Penggugat II memberikan Kuasa kepada Agus Purwanto, S.H., Advokat-Penasihat Hukum yang berkantor di Jl. Pahlawan gang III No. 32 Desa Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 30 September 2020, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Nomor : 249/Leg.Srt Kuasa/2020/PN Gpr tanggal 5 Oktober 2020, selanjutnya disebut sebagai Para Penggugat ;
Lawan:
1. Sri Istari, S.E., umur 53 tahun, pendidikan terakhir Sarjana (S1), agama
Islam, pekerjaan wiraswasta, tempat tinggal Dusun Plaosan Rt.020 Rw.005 Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, selanjutnya disebut sebagai Tergugat I ;
2. Putut Purwo Dumadi, umur 53 tahun, pendidikan terakhir SLTA, agama
Islam, pekerjaan wiraswasta, tempat tinggal Dusun Plaosan Rt.20 Rw.05 Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, selanjutnya disebut sebagai Tergugat II ;
3. Istedy Septyarini, tempat dan tanggal lahir Kediri, 22 September 1994 (umur
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN Gpr26 tahun), pendidikan terakhir SLTA, agama Islam, pekerjaan mengurus rumah tangga, tempat tinggal Dusun Plaosan Rt.20 Rw.05 Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, selanjutnya disebut sebagai Tergugat III;
4. Nandika Purwadi, tempat dan tanggal lahir Bekasi, 19 November 1996
(umur 24 tahun) pendidikan terakhir SLTA, agama Islam, pekerjaan swasta, tempat tinggal Dusun Plaosan Rt.20 Rw.05 Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, selanjutnya disebut sebagai Tergugat IV ;
5. Bagus Dwi Satrio, tempat dan tanggal lahir Bekasi, 19 November 2001
(umur 19 tahun), pendidikan terakhir SLTA, agama Islam, pekerjaan swasta, tempat tinggal Dusun Plaosan Rt.20 Rw.05 Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, selanjutnya disebut sebagai Tergugat V ;
Dalam hal ini Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III, Tergugat IV dan Tergugat V memberikan Kuasa kepada Hendra Gunawan Tanuwijaya, S.H. dan Nur Hadi, S.H., masing-masing sebagai Advokat dan Konsultan Hukum dari Kantor Advokat Hendra Gunawan Tanuwijaya, S.H. dan Rekan berkantor di Jalan Yos Sudarso No. 135/153 Kota Kediri, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 13 Oktober 2020 yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Nomor : 261/ Leg.Srt Kuasa/2020/PN Gpr tanggal 15 Oktober 2020, selanjutnya disebut sebagai Para Tergugat ;
Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca berkas perkara;
Setelah mendengar kedua belah pihak yang berperkara;
TENTANG DUDUK PERKARA
Menimbang, bahwa Para Penggugat dengan surat gugatan tanggal 1 Oktober 2020 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri pada tanggal 5 Oktober 2020 dalam Register Nomor 117/Pdt.G/2020/PN Gpr, telah mengajukan gugatan sebagai berikut :
1. Bahwa awal mulanya pada hari Rabu, tanggal 18 Nopember 2015 bertempat tinggal di Kantor Pelayanan dan lelang di jalan S. Supriadi No. 157 Kabupaten Malang telah dilaksanakan Lelang Ulang Eksekusi berdasarkan Pasal 6 Undang Undang Hak Tanggungan (UUHT) atas
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN Gprbarang tidak bergerak berupa sebidang tanah darat bersertifikat hak milik (SHM) Nomor : 682, atas nama Sri Istari, S.E., Surat Ukur tanggal 25-01-2010 seluas 642 M2 berikut bangunan rumah yang berdiri diatasnya, yang terletak di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten kediri, dengan batas-batasnya sebagai berikut :
Sebelah Utara : Jalan Aspal
Sebelah Timur : tanah milik Murtiyem dan alm Jumiran Sebelah Selatan : tanah milik Dokah dan Uminarsih Sebelah Barat : tanah milik Sumino dan Sumarni
2. Bahwa Penggugat II ikut lelang di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri dinyatakan sebagai Pemenang lelang atas obyek sengketa, berdasarkan Kutipan Risalah lelang Nomor : 1313/2015 atas nama Mu’anam Susanto (Penggugat II (Dua) sebagai Pemenang lelang atas sebidang tanah sertifikat hak milik /SHM, Nomor 632, tanggal 25-01-2010 seluas 642 M2 atas nama Sri Istari, S.E. berikut segala sesuatu yang beridir melekat diatasnya yang terletak di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, kabupaten Kediri, atas nama Pembeli lelang tanah bernama Mu’anam Susanto (Penggugat II) ;
3. Bahwa Penggugat II berdasarkan sertifikat hak milik Nomor : 682 atas nama : Mu’anam Susanto Surat Ukur Tanggal 30 Desember 2009 Nomor : 69/Plaosan/2009, Luas 642 M2, telah menjual tanah dan bangunan rumah permanen kepada Penggugat I oleh dan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Imam Mahmudi Kurniawan, S.H.,M.Kn, berkantor di Jl. Prof.Dr.Moestopo No. 52 Ngadiluwih Kabupaten Kediri Jawa Timur dengan diterbitkan akta jual beli Nomor 534/2017 tanggal 24 Agustus 2017 (terlampir) ;
4. Bahwa setelah diterbitkan akta jual beli Nomor : 534/2017 tanggal 24 Agustus 2017 didaftarkan di Kantor Pertanahan Kabupaten Kediri, maka Penggugat I telah terbit dan memiliki sertifikat hak milik Nomor : 682 atas nama : Agis Susanto, Surat Ukur Tanggal 30 Desember 2009 Nomor : 69/Plaosan/2009, Luas 642 M2 ;
5. Bahwa Penggugat I setelah memiliki Sertifikat Hak Milik Nomor : 682 atas nama Agis Susanto, Surat Ukur Tanggal 30 Desember 2009 Nomor : 69/Plaosan/2009, Luas 642 M2 berkehendak menguasai tanah dan menempati Bangunan Rumah yang berdiri diatasnya, yang terletak di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dengan mendatangi Tergugat I sampai dengan Tergugat V di rumahnya agar
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN Gprmengosongkannya, akan tetapi tidak diperbolehkan atau ditolak oleh Tergugat I sampai dengan Tergugat V sehingga Tergugat I sampai dengan Tergugat V tetap menguasai dan menempati bangunan rumah permanen sebagai obyek sengketa ;
6. Bahwa Penggugat II telah mengajukan Permohonan eksekusi pengosongan tanggal 20 September 2019 kepada Bapak Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri tetapi tidak dapat dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri karena sertifikat hak milik telah beralih menjadi sertifikat hak milik Nomor : 682 atas nama : Agis Susanto, Surat Ukur Tanggal 30 Desember 2009 Nomor : 69/Plaosan/2009, Luas 642 M2 karena bukan sebagai Pemenang Lelang sehingga tidak dapat dilakukan eksekusi Pengosongan atas obyek sengketa lantas Penggugat I dan Penggugat II melakukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum keapda Tergugat I sampai dengan Tergugat V di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri untuk mengosongkan obyek sengketa kepada Tergugat I sampai dengan tergugat V karena tidak mau mengosongkannya obyek sengketa secara sukarela ; 7. Bahwa perbuatan Tergugat I sampai dengan Tergugat V menguasai,
menempati tanah dan rumah permanen sebagai obyek sengketa adalah merupakan Perbuatan Melawan Hukum yang merugikan kepentingan Penggugat I dan Penggugat II ;
8. Bahwa Tergugat I sampai dengan Tergugat V atau siapa saja yang mendapatkan hak dari padanya secara tanggung renteng seharusnya menyerahkan kepada Penggugat I dan Penggugat II atas obyek sengketa ; 9. Bahwa Penggugat I dan Penggugat II telah berusaha mengajak
musyawarah kekeluargaan dengan Tergugat I dan Tergugat II untuk menyelesaikan persoalan obyek sengketa agar dikuasai, dimiliki dan ditempati oleh Penggugat I dan Penggugat II tetapi tidak berhasil ;
10. Bahwa untuk menjamin dapat terlaksananya putusan dalam perkara ini, maka wajar menurut hukum bilama Penggugat I dan Penggugat II mohon agar Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) untuk setiap hari lalai dalam menjalankan putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap.
Berdasarkan uraian uraian dan alasan alasan tersebut diatas, maka Penggu gat I dan Penggugat II mohon kepada Bapak Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, c.q Bapak Ketua Majelis Hakim pemeriksa perkata ini berkenan menjatuhkan amar putusan, sebagai berikut :
1. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN Gpr2. Menetapkan bahwa Penggugat I adalah pemilik sah obyek sengketa yang terletak di Desa Plaosan Kecamatan Wates kabupaten Kediri dengan bukti sertifikat hak milik Nomor : 682 atas nama : Agis Susanto, Surat Ukur Tanggal 30 Desember 2009 Nomor : 69/Plaosan/2009, Luas 642 M2 ; 3. Menetapkan bahwa akta jual beli Nomor : 534/2017 Tanggal 24 Agustus
2017 dibuat oleh dan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Imam mahmudi Kurniawan, S.H.,M.Kn, Berkantor di Jl. Prof Dr Moestopo No. 52 Ngadiluwih Kabupaten Kediri Jawa Timur adalah sah menurut hukum ;
4. Menetapkan bahwa sebidang tanah dan bangunan rumah yang berdiri diatasnya, yang terletak di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dengan bukti seritifikat hak milik Nomor : 682 atas nama : Agis Susanto, Surat Ukur Tanggal 30 Desember 2009 Nomor : 69/Plaosan/2009, Luas 642 M2, dengan batas-batasnya sebagai berikut :
Sebelah Utara : Jalan Aspal
Sebelah Timur : tanah milik Murtiyem dan alm Jumiran Sebelah Selatan : tanah milik Dokah dan uminarsih Sebelah Barat : tanah milik Sumino dan Sumarni Adalah sah hak milik Penggugat I.
5. Menetapkan bahwa perbuatan Tergugat I sampai dengan tergugat V dalam menguasai, menempati Tanah dan Bangunan Rumah yang berdiri diatasnya, yang terletak di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri adalah Perbuatan Melawan Hukum ;
6. Menghukum Tergugat I sampai dengan Tergugat V dan/siapa saja yang mendapat hak dari padanya untuk menyerahkan obyek sengketa point 1 gugatan Para Penggugat diatas dalam keadaan kosong tanpa syarat apapun kepada Penggugat I dan Penggugat II bilamana perlu minta bantuan Polisi (Aparat Negara) ;
7. Menghukum Tergugat I sampai dengan Tergugat V untuk membayar uang paksa atau Dwangsom sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) setiap hari lalai dalam menjalankan putusan ini sampai mempunyai kekuatan hukum tetap ;
8. Menghukum Tergugat I sampai dengan Tergugat V secara tanggung renteng untuk membayar biaya perkara yang timbul akibat perkara ini . Atau :
Bilama Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri berpendapat lain, maka kami mohon putusan yang seadil adilnya.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN GprMenimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan , u ntuk Para Penggugat dan Para Tergugat masing-masing hadir Kuasa Hukumnya ;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mengupayakan perdamaian diantara para pihak melalui mediasi sebagaimana diatur dalam Perma Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan dengan men unjuk Gu ntur Pambudi Wijaya, S.H.,M.H., Hakim pada Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, sebagai Mediator;
Menimbang, bahwa berdasarkan laporan Mediator tanggal 10 Desember 2020, upaya perdamaian tersebut tidak berhasil;
Menimbang, bahwa oleh karena itu pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan pembacaan surat gugatan yang isinya tetap dipertahankan oleh Para Penggugat ;
Menimbang, bahwa terhadap gugatan Para Penggugat tersebut, Para Tergugat memberikan Jawaban yang pada pokoknya sebagai berikut :
DALAM EKSEPSI
I. Gugatan Kabur dan Tidak Jelas (Obscuur Libel)
- Bahwa gugatan Penggugat I dan Penggugat II, kabur dan tidak jelas hal ini disebabkan karena Para Tergugat tidak ada hubungan hokum dengan Para Penggugat (Penggugat I dan II). Dalam gugatan ini Penggugat II sebagai pemenang lelang sedangkan Penggugat I bukan sebagai pemenang lelang telah terjadi jual beli antara Penggugat II dengan Penggugat I, Penggugat II sebagai pemenang lelang dalam gugatan nya tidak melakukan permohonan eksekusi atas hasil pembelian lelang, konsekwensi jual beli tersebut mengikat antara Penggugat I dan Penggugat II sebagaimana ketentuan pada pasal 1338 jo pasal 1320 KUHPerdata. Penggugat II menajdi peserta lelang dari pihak kreditur PT.Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Unit layanan Modal Mikro (ULaMM), yang dilakukan oleh kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang atas objek tanah dan bangunan yang bersrtifikat hak milik (SHM) Nomor 682 .n pemilik Sri Istari, S.E. dengan tertulis Surat Ukur tanggal 25 Januari 2010 dengan luas 642 M². Gugatan Penggugat I dan Penggugat II mengenai penulisan tanggal surat ukur tanggal 25 Januari 2010 adalah kabur dan tidak jelas karena tidak sesuai dengan SHM tersebut. Dengan demikian kaburnya gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang dialamatkan kepada Tergugat I,II,III,IV dan V tidak pernah ada ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN Gpr- Bahwa objek yang dilakuka pelelangan masih Hak Milik Sah dari tergugat I/Debitur dan masih ada hubungan hukum perjanjian kredit dengan pihak lembaga pembiayaan Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai Kreditur dengan merujuk pada surat Nota Pelunasan Fasilitas Pembiayaan Nomor : 010/ULM-WTKD/PK-MMRII/13, unit Wates Kediri yang dibuat pada tanggal 25 Juni 2014 antara PNM sebagai Kreditur dengan Sri Istari sebagai Debitur/Tergugat I, jatuh tempo pelu nasan pinjaman dari PNM tersebut adalah tanggal 21 Pebruari 2016. Dalam kenyataannya karena Debitur/Tergugat I mengalami krisis/kesulitan keuangan diawali dari Pra Musibah Bencana Alam Gunung Kelud 2013, sudah mulai kesulitan menagih piutang serta Akibat Pasca Musibah Bencana Alam Gunung Kelud meletus tanggal 14 Pebruari 2014, u sah a ayam petelur dan pakan ayam mengalami kepailitan/kesulitan penagihan piutang, sehingga belum bisa mengangsur pinjaman kreditnya kepada PNM Unit Wates Kediri, terhitung mulai bulan September 2013 sampai dengan Pasca Musibah Bencana Alam Gunung Kelus Pebruari 2014 (force majeur pasal 1244 Jo 1245 KUHPerdata). Bahwa ypaya Tergugat I/Debitur dengan beritikad baik pada pertengahan bulan Mei 2014 mendatangi PNM Unit Wates Kediri dengan membawa uang sebesar Rp 2.000.000,00 (dua juta rupiah) untuk mengangsur tunggakan angsurannya beberapa bulan, akhirnya oleh pihak PNM Unit Wates disarankan datang ke Kantor Cabang PNM Jl. Ahmad Yani Kota Kediri. Alhasil oleh pihak PNM cabang Kediri Debitu r/Tergugat I, ketika hendak membayar angsurannya tersebut ditolak dan diberitahukan untuk melunasi hutang-hutangnya kepada PNM, padahal Debitur/Tergugat I bersedia mengangsur, sesuai kesepakatan awal saat pencairan kredit yang jatuh tempo pelunasannya tanggal 21 Pebruari 2016. Berdasarkan Surat Keterangan Nomor :470/63/IV/418.85.10/2020 yang dibuat dan ditandatangani oleh Kepala Desa Plaosan Mujianto,S.E. yang pada pokoknya surat keterangan tersebut menjelaskan bahwa pada tahun 2014 usaha dari Debitur/tergu gat I mengalami kebangkrutan, untuk keperluan Debitur/Tergugat I telah disampaikan kepada pihak PNM. Bahwa pihak Debitur/Tergugat I telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyampaikan kesulitan keuangan kepada pihak petugas PNM untuk diberikan kesempatan penundaan pembayaran angsuran. Maka dari itu dengan melihat fakta dan kenyataan hubungan hukum keperdataan dalam perkara ini adalah murni antara Debitur/tergugat I
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN Gprdengan Kreditur (PNM Unit Wates) belum berakhir dan Debitur/Tergu gat I masih sanggup membayar.
II. Gugatan Cacat Hukum
- Bahwa gugatan Penggugat I dan II cacat hukum dikarenakan gugatan kepada Tergugat I sampai Tergugat V masih terikat perjanjian dengan pihak PNM sebagaimana surat yang telah diberitahukan kepada Debitur/Tergugat I, pihak Kreditur (PNM) telah melakukan eksekusi lelang terhadap objek hak tanggungan milik Debitur sebelum jatuh tempo tanggal 21 Pebruari 2016. Dimana sebelumnya pihak Debitur/Tergugat I telah berusaha dan beritikad baik kepada Kreditur untuk membayar angsuran pinjamannya, akan tetapi karena kondisi tidak memungkinkan (force majeur Pasal 1244 Jo 1245 KUHPerdata) akibat bencana alam Gunung Kelud meletus pada tanggal 14 Pebru ari 2014, pembayaran angsuran kredit, mengalami kemacetan, akibat usahanya bangkrut/ kesulitan keuangan ;
- Bahwa tindakan sepihak dari PT. Permodalan nasional madani (Persero) atau PNM tersebut dengan surat Pemberitahuan Hasil Lelang Nomor : S-022/ULM-WTKD/VI/2016, tanggal 09 Juni 2016, pada “tanggal 22 September 2015 telah dilakukan pelaksanaan lelang” atas hak tanggungan SHM No. 682, Luas 642 M2 a.n Debitur Sri Istari, S.E. tindakan sepihak pihak Kreditur (PNM) bertentangan dengan pemberitahuan jadwal lelang yang sebelumnya, lelang dijadwalkan akan dilaksanakan pada :
1. Selasa, 15 Juli 2014 surat pemberitahuan tanggal 18 Juli 2014 ; 2. Selasa, 18 November 2014 surat pemberitahuan tanggal 20 Oktober
2014 ;
3. Rabu, 18 November 2015 surat pemberitahuan tan ggal 12 Nopember 2015 ;
- Bahwa berdasarkan ketiga surat pemberitahuan yang telah diberitahukan jadwal lelang eksekusi hak tanggungan milik Debitur, antara jadwal lelang dengan hasil lelang lebih dahulu dilakukan lelang berten tan gan/ berlawanan dengan pemberitahuan pelaksanaan lelang eksekusi. Tindakan yang dilakukan oleh pihak Kreditur (PNM) kepada Debitur/Tergugat I adalah cacat hukum (wanprestasi). Sebab hal tersebut telah menyalahi asas “pacta sunt servanda” yang diatur dalam pasal 1338 ayat 1 BW yang berbunyi “semua perjanjian yang dibuat secara sah menjadi undang-undang bagi mereka yang membuatnya.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN GprArtinya karena sesuai dengan kesepakatan awal antara Kreditur/PNM dengan Debitur/Tergugat I telah sepakat dan disepakati akad perjanjian Kredit dengan system angsuran perbulan dan jatuh tempo telah disepakati, maka tindakan permohonan eksekusi hak tanggungan yang dimohonkan oleh PNM kepada KPKNL Malang adalah informasi tidak benar atau keterangan palsu dan berakibat Wanprestasi terhadap Debitur/Tergugat I dan ada dugaan Pidana Penipuan dan Pen ggelapan oleh Pihak Kreditur (PNM). Sebab Debitur/Tergugat I baik dan sebelum terjadinya force majeur akibat peristiwa bencana alam gunung kelud meletus selalu beritikad baik terhadap kewajibannya dalam melunasi kreditnya kepada PNM. Akan tetapi ketka Debitur usahanya Pailit dan belum jatuh tempo pihak PNM telah melakukan eksekusi lelang atas hak tanggungan Debitur ;
- Bahwa Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Imam mahmudi Kurniawan,S.H.,M.Kn yang berkantor di Jl. Prof.Dr.Moestopo No. 52 Ngadiluwih Kabupaten Kediri, yang telah membuat akta jual beli (AJB) Nomor : 534/2017 tanggal 24 Agustus 2017 antara Penggugat II dengan Penggugat I tidak cermat dan teliti terhadap asal usul obyek tanah yang diperjualbelikan. Mengakibatkan Penggugat II tidak dapat memenuhi prestasinya kepada Penggugat I atau disebut Wanprestasi (ingkar janji) karena tidak memenuhi syarat sahnya perjanjian Pasal 1320 Jo 1338 KUHPerdata. Hal tersebut dikarenakan objek tanah yang ber SHM No. 682, Luas 641 M2 a.n Debitur Sri Istari, S.E. yang letak tanahnyadi Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, dengan surat ukur tanggal 30 Desember 2009 Bo. 69/Plaosan/2009, masih Hak Milik Sah dari Debitur Sri Istari, S.E./Tergugat I.
III. Error In Persona
Bahwa nama pihak yang disebutkan dalam gugatan Para Penggugat yaitu Putut Purwo Dumadi, Nandika Purwadi dan Bagus Dwi Satrio yan g disebu t dalam gugatan ini masing-masing sebagai Tergugat II, Tergugat IV dan Tergugat V tidak layak dan patut dijadikan sebagai Para Tergugat karena Tergugat II, Tergugat IV dan Tergugat V karena nama-nama tersebut diatas tidak beralamat di Dusun Plaosan RT.020 RW.005 Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri sehingga dengan demikian Penggugat I dan Penggugat II salah gugatan yang mengakibatkan gugatan dari Para Penggugat menjadi Error In Persona.
IV. Ganti Rugi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN GprBahwa akibat dengan diajukan gugatan ini, Para Tergugat mengalami/menderita kerugian baik biaya materiil yang berupa jasa Kuasa Hukum sebesar Rp 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) dan kerugian immaterial yang tidak bisa dinilai dengan uang ajibat Para Tergugat tertekan batin atas perbuatan para Penggugat, sehingga mengakibatkab kerugian sebesar Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Berdasarkan segala apa yang terurai diatas, Para Tergugat mohon dengan hormat sudilah kiranya Pengadilan Negeri kabupaten Kediri c.q Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini berkenan untuk memutuskan :
DALAM EKSEPSI
1. Mengabulkan Eksepsi dari Para Tergugat seluruhnya ;
2. Menyatakan gugatan Penggugat I dan Penggugat II kabur dan tidak jelas (Obscuur libel) karena bertentangan dengan Pasal 1338 Juncto 1320 KUHPerdata ;
3. Menyatakan Tergugat I, II, III, IV dan V tidak melakukan Perbuatan Melawan Hukum (Onrechmatigedaad) ;
4. Menyatakan gugatan Penggugat I dan Penggugat II Cacat Hukum ; 5. Menyatakan gugatan Penggugat I dan Penggugat II Error In Persona ; 6. Mengabulkan Ganti Rugi yang diajukan oleh Para Tergugat atas biaya-biaya
yang dikeluarkan berupa biaya Jasa Kuasa Hukum sebesar Rp 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) dan kerugian Immaterril sebesar Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) akibat gugatan dari Penggugat I dan II;
7. Menghukum Penggugat I dan II untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini secara tanggung renteng.
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil -adilnya (ex aequo et bono).
Menimbang, bahwa terhadap Jawaban Para Tergugat, Para Penggugat telah menanggapinya dengan Replik tertanggal 23 Desember 2020 yang atas Replik tersebut telah ditanggapi oleh Para Tergugat dengan Duplik tertanggal 6 Januari 2021 ;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil gugatannya Para Penggugat telah mengajukan bukti surat P-1 sampai dengan bukti surat P-4 dan bukti surat tersebut telah diberi materai yang cukup dan telah dicocokkan dengan aslinya kecuali bukti surat P-3 berupa fotokopi sesuai legalisir ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN GprMenimbang, bahwa Para Penggugat telah pula mengajukan saksi-saksi yang bernama Muryani dan Pujadi, yang masing-masing telah memberikan keterangan di persidangan dan di bawah sumpah ;
Menimbang, bahwa sebaliknya untuk membuktikan dalil bantahannya Para Tergugat telah mengajukan bukti surat T-1 sampai dengan bukti surat T-3, bukti surat T-2 sampai dengan bukti surat T-5, bukti surat T.I-1 sampai dengan bukti surat T.I-24 bukti surat tersebut telah diberi materai yang cukup dan telah dicocokkan dengan aslinya kecuali bukti surat 1 sampai dengan bukti surat T-3, bukti surat T-2 sampai dengan bukti surat T-5, bukti surat T.I-T-3, bukti surat T.1-11, bukti surat T.1-23 berupa foto copy dari foto copy ;
Menimbang, bahwa Para Tergugat tidak mengajukan saksi ;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah melakukan Pemeriksaan Setempat atas objek perkara yang dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2021, dengan hasil pemeriksaan sebagaimana telah termuat dalam Berita Acara Persidangan;
Menimbang, bahwa Para Penggugat dan Para Tergugat masing-masing mengajukan Kesimpulan tanggal 24 Februari 2021 ;
Menimbang, bahwa untuk menyingkat putusan, maka segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan, dianggap telah termuat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari putusan ini;
Menimbang, bahwa akhirnya para pihak menyatakan tidak ada hal -hal yang diajukan lagi dan mohon putusan;
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Para Penggugat pada pokoknya seperti tersebut diatas ;
Dalam Eksepsi
Menimbang, bahwa Para Tergugat mengajukan eksepsi yang pada pokoknya sebagai berikut :
1. Gugatan kabur tidak jelas (obscuur libel) ; 2. Gugatan cacat hukum ;
3. Error In Persona ; 4. Ganti Rugi ;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim berpendapat bahwa eksepsi Para Tergugat telah masuk dalam pokok perkara dan harus dibuktikan lebih dahulu
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN Gprdengan bukti surat dalam perkara a quo, dengan demikian menolak eksepsi Para Tergugat ;
Dalam Pokok Perkara
Menimbang, bahwa pada pokoknya Para Penggugat mendalilkan bahwa Penggugat II membeli secara lelang sebidang tanah darat Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor : 682 atas nama Sri Istari,S.E., (Tergugat I) Surat Ukur tanggal 25 Januari 2010 luas 642 m² yang terletak di Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, dengan batas-batas : Utara : jalan aspal, Timur : tanah milik Murtiyem dan alm Jumiran, selatan : tanah milik Dokah dan Uminarsih, barat : tanah milik Sumino dan Sumarni kemudian SHM beralih pemegang hak nya dari Tergugat I menjadi atas nama Penggugat II kemudian obyek sengketa dibeli dari Penggugat II dibeli oleh Penggugat I didepan PPAT Imam Mahmudi Kurniawan,S.H.,M.Kn dan SHM menjadi atas nama Penggugat I dan sampai sekarang obyek sengketa masih ditempati oleh Para Tergugat ;
Menimbang, bahwa Para Tergugat tidak mengajukan jawaban dalam pokok perkara namun Majelis akan tetap mempertimbangkan eksepsi Para Tergugat yang telah masuk dalam pokok perkara, yang pada pokoknya bahwa Tergugat I mempunyai hutang kepada PT Penanaman Modal Mandiri Unit Wates dan terjadi kredit macet pada tahun 2014 dan Tergugat I tidak dapat membayar tunggakannya kemudian obyek sengketa dilelang oleh KPKNL Malang atas hak tanggungan obyek sengketa atas nama Tergugat I dan Tergugat I membantah bahwa obyek sengketa perkara aquo masih kepunyaan Tergugat I karena Tergugat I pada dasaranya masih sanggup untuk membayar namun sejak tahun 2014 terjadi kesulitan keuangan sehingga Tergugat I belu m dapat melunasi ;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim akan mempertimbangkan sebagai berikut :
Menimbang, bahwa adapun yang menjadi persengketaan antara Para Penggugat dengan Para Tergugat adalah obyek sengketa berupa sebidang tanah darat Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor : 682 atas nama Sri Istari,S.E., (Tergugat I) Surat Ukur tanggal 25 Januari 2010 luas 642 m² yang terletak di Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri yang kemudian dibeli secara lelang oleh Penggugat II Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor : 682 atas nama Mu’anam Susanto (Penggugat II) Surat Ukur tanggal 30 Desember 2009 Nomor : 69/Plaosan/2009 luas 642 m² yang terletak di Desa Plaosan Kecamatan Wates
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN GprKabupaten Kediri kemudian dari Penggugat II dibeli oleh Penggugat I Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor : 682 atas nama Agis Susanto (Penggugat I) Surat Ukur tanggal 30 Desember 2009 Nomor : 69/Plaosan/2009 luas 642 m² yang terletak di Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri ;
Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 163 HIR Para Penggugat berkewajiban untuk membuktikan hal tersebut di atas ;
Menimbang, bahwa Para Penggugat untuk menguatkan dalilnya telah mengajukan bukti berupa bukti P-1 sampai dengan bukti surat P-4 dan saksi-saksi yaitu Muryani dan Pujadi yang pada pokoknya menerangkan bahwa obyek sengketa yang terletak di Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri sampai sekarang masih ditempati oleh Tergugat I dan keluarganya padahal telah dibeli secara lelang oleh Pen ggugat II karena Tergugat I hutang kepada PT Penanaman Modal Madani Unit Wates dan macet sejak tahun 2014 kemudian dilelang dan SHM beralih menjadi pemegang hak atas nama Penggugat II dan dari Penggugat II kemudian dibeli oleh Penggugat I dan SHM telah beralih menjadi atas nama Penggugat I dan pembelian didepan PPAT Imam Mahmudi Kurniawan, S.H.,M.kn. namun sampai sekarang obyek sengketa masih ditempati oleh Para Tergugat dan Para Tergugat tidak mau pindah dari obyek sengketa tersebut ;
Menimbang, bahwa Para Tergugat untuk menguatkan dalil sangkalannya telah mengajukan bukti berupa bukti surat T-1 sampai dengan bukti surat T-3, bukti surat T-2 sampai dengan bukti su rat T-5, bukti surat T.I-1 sampai dengan bukti surat T.I-24 dan tidak mengajukan saksi ;
Menimbang, bahwa berdasarkan alat-alat bukti yang diajukan oleh kedua belah pihak sebagaimana tersebut di atas dalam kaitannya satu sama lain yang ternyata bersesuaian Majelis Hakim berpendapat sebagai berikut :
Menimbang, bahwa perbuatan Tergugat I sampai dengan Tergugat V dalam menguasai, menempati tanah dan bangunan rumah yang berdiri diatasnya dengan luas 642 m² yang terletak di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri adalah merupakan perbuatan melawan hukum;
Menimbang, bahwa Tergugat I mempunyai sebidang tanah darat dengan SHM Nomor : 682 atas nama Sri Istari,S.E., surat ukur tanggal 25 Januari 2010 luas 642 m² yang terletak di Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri (bukti surat T.1-3) dengan batas-batas : Utara : jalan aspal, timur : tanah milik Murtiyem dan alm Jumiran, selatan : tanah milik Dokah dan Uminarsih, barat : tanah milik Sumino dan Sumarni ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN GprMenimbang, bahwa Tergugat I mempunyai hutang kepada PT Penanaman Modal Madani (PNM) Unit Wates namun sejak tahun 2014 macet dikarenakan Tergugat I kesulitan keuangan, selanjutnya obyek sengketa di lelang oleh KPKNL Malang yang diberitahukan oleh Unit layanan Modal Mikro (ULaMM) (bukti surat T.1-4) ;
Menimbang, bahwa obyek sengketa tersebut kemudian dibeli oleh Penggugat II sebagai pemenang lelan g (bukti surat T.1-5) sehingga segala sesuatu yang melekat pada obyek sengketa menjadi milik pembeli lelang dan SHM menjadi atas nama Mu’anam Susanto (Penggugat II) ;
Menimbang, bahwa Penggugat II kemudian menjual obyek sengketa kepada Agis Susanto (Penggu gat I) dihadapan PPAT Imam Mahmudi Kurniawan, S.H.,M.Kn, yang kemudian terbit akta jual beli Nomor 534/2017 tanggal 24 Agustus 2017 (bukti surat P-3) dan SHM menjadi atas nama Agis Susanto (Penggugat I) (bukti surat P-4) ;
Menimbang, bahwa oleh karena Penggugat I sebagai pembeli dari Penggugat II dan SHM Nomor : 682 telah menjadi atas nama Penggugat I maka Penggugat I hendak menguasai dan menempati obyek sengketa namun ditolak oleh Para Tergugat dan Para Tergugat masih menempati obyek sengketa perkara aquo kemudian berdasarkan Surat Edaran No.4 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2013 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan yaitu “Terhadap pelelangan hak tanggungan oleh kreditur sendiri melalui kantor lelang, apabila terlelang tidak mau mengosongkan obyek lelang, eksekusi pengosongan dapat langsung diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri tanpa melaui gugatan”, dari SEMA tersebut maka Penggugat II sebagai pembeli lelang dari Tergugat I mengajukan lelang ke Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri namun tidak dapat dilaksanakan dengan alasan bahwa SHM Nomor : 682 telah menjadi atas nama Penggugat I yang membeli dari Penggugat II ;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dari Para Penggugat yaitu Muryani dan Pujadi bahwa obyek sengketa telah dibeli oleh Penggugat II melalui lelang kemudian dibeli oleh Penggugat I dengan harga Rp 174.000.000,00 (seratus tujuh puluh empat juta rupiah) dan biaya-biaya lain n ya termasuk Notaris sehingga Penggugat I habis biaya sebesar Rp.200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) kemudian Penggugat I pernah akan memberi kompensasi kepada Para Tergugat sejumlah Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta) supaya Para Tergugat tidak lagi menempati obyek sengketa namun Para Tergugat tidak mau sehingga Para Tergugat masih menempati obyek sengketa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN Gprperkara aquo dan SHM Nomor : 682 obyek sengketa tersebut sekarang atas nama Penggugat I ;
Menimbang, bahwa dengan demikian sebidang tanah dan bangunan rumah yang berdiri diatasnya yang terletak di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dengan SHM Nomor : 682 atas nama Agis Susanto, surat ukur tanggal 30 Desember 2009 Nomor : 69/Plaosan/2009 luas 642 m², dengan batas-batas : Utara : jalan aspal, timur : tanah milik Murtiyem dan alm Jumiran, selatan : tanah milik Dokah dan Uminarsih, barat : tanah milik Sumino dan Sumarni adalah sah sebagai hak milik dari Penggugat I ;
Menimbang, bahwa oleh karena obyek sengketa SHM telah menjadi atas nama Penggugat I maka kepada Tergugat I sampai dengan Tergugat V dan/siapa saja yang mendapat hak dari padanya untuk menyerahkan obyek sengketa perkara aquo kepada Para Penggugat dalam keadaan kosong tanpa syarat apapun kepada Para penggugat dan bilamana perlu minta bantuan kepada Polisi (Aparat Negara) ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan -pertimbangan tersebut di atas ternyata Para Penggugat dapat membuktikan seluruh dalil-dalil gugatannya, sedangkan Para Tergugat tidak dapat membuktikan dalil-dalil sangkalannya, maka selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan tuntutan-tuntutan Para Penggugat sebagaimana termuat pada bagian petitum dari gugatan Para Penggugat ;
Menimbang, bahwa mengenai petitum kedua, ketiga, keempat dan kelima yang merupakan pokok persengketaan dalam perkara a quo, oleh karena Para Penggugat dapat membuktikan dalil-dalil gugatannya, maka petitum kedua, ketiga, keempat dan kelima haruslah dikabulkan ;
Menimbang, bahwa oleh karena petitum kedua, ketiga, keempat dan kelima dikabulkan maka terhadap petitum keenam Majelis berpendapat untuk patut untuk dikabulkan ;
Menimbang, bahwa petitum kesepuluh mengenai uang paksa (dwangsom), oleh karena dalam gugatan tidak disebutkan mengenai ganti rugi maka menurut Majelis petitum ketujuh Para Penggugat dinyatakan ditolak ;
Menimbang, bahwa oleh karena Para Penggugat telah dapat membuktikan sebagian dalil gugatannya maka mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN GprMenimbang, bahwa oleh karena gugatan Para Penggugat dikabulkan untuk sebagian dan Para Tergugat berada di pihak yang kalah, maka berdasarkan Pasal 181 ayat (1) HIR menghukum Para Tergugat tersebut untuk membayar biaya perkara ini secara tanggung renteng yang jumlahnya akan disebutkan dalam amar putusan ;
Mengingat pasal-pasal dalam HIR, KUHPerdata dan peraturan lain yang bersangkutan ;
MENGADILI Dalam Eksepsi
Menolak eksepsi Para Tergugat ;
Dalam Pokok Perkara
1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian ;
2. Menetapkan bahwa perbuatan Tergugat I sampai dengan Tergugat V dalam menguasai, menempati Tanah dan Bangunan Rumah yang berdiri diatasnya, yang terletak di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri adalah Perbuatan Melawan Hukum ;
3. Menetapkan bahwa Penggugat I adalah pemilik sah obyek sengketa yang terletak di Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri dengan bukti sertifikat hak milik Nomor : 682 atas nama : Agis Susanto, Surat Ukur Tanggal 30 Desember 2009 Nomor : 69/Plaosan/2009, Luas 642 M2 ;
4. Menetapkan bahwa akta jual beli Nomor : 534/2017 Tanggal 24 Agustus 2017 dibuat oleh dan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Imam Mahmudi Kurniawan, S.H.,M.Kn, Berkantor di Jl. Prof Dr Moestopo No. 52 Ngadiluwih Kabupaten Kediri Jawa Timur adalah sah menurut hukum ; 5. Menetapkan bahwa sebidang tanah dan bangunan rumah yang berdiri
diatasnya, yang terletak di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dengan bukti seritifikat hak milik Nomor : 682 atas nama : Agis Susanto, Surat Ukur Tanggal 30 Desember 2009 Nomor : 69/Plaosan/2009, Luas 642 M2, dengan batas-batasnya sebagai berikut :
Sebelah Utara : Jalan Aspal
Sebelah Timur : tanah milik Murtiyem dan alm Jumiran Sebelah Selatan : tanah milik Dokah dan uminarsih Sebelah Barat : tanah milik Sumino dan Sumarni Adalah sah hak milik Penggugat I.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN Gpr6. Menghukum Tergugat I sampai dengan Tergugat V dan/siapa saja yang mendapat hak dari padanya untuk menyerahkan obyek sengketa point 1 gugatan Para Penggugat diatas dalam keadaan kosong tanpa syarat apapu n kepada Penggugat I dan Penggugat II bilamana perlu minta bantuan Polisi (Aparat Negara) ;
7. Menolak gugatan Para Penggugat untuk selain dan selebihnya ;
8. Menghukum Para Tergugat untuk membayar biaya perkara secara tan ggu ng renteng sejumlah Rp 2.512.000,00 (dua juta lima ratus dua belas ribu rupiah).
Demikian diputuskan dalam sidang musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, pada hari Rabu, tanggal 3 Maret 2021, oleh kami Lila Sari, S.H., M.H., sebagai Hakim Ketua, H.Muhammad Rifa Rizah , S.H., M.H., dan Evan Setiawan Dese, S.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam persidangan yang terbuka untuk umum secara elektronik pada hari Rabu, tanggal 10 Maret 2021, oleh Lila Sari, S.H., M.H., sebagai Hakim Ketua, H.Muhammad Rifa Rizah , S.H., M.H., dan Rofi Heryanto, S.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, dibantu Subagiyo, S.H.,M.H., Panitera Pengganti dengan dihadiri oleh Kuasa Hukum Para Penggugat dan Kuasa Para Tergugat secara litigasi.
Hakim Anggota, Hakim Ketua,
H. Muhammad Rifa Rizah, S.H., M.H. Lila Sari, S.H., M.H.
Rofi Heryanto, S.H.
Panitera Pengganti,
Subagiyo, S.H.,M.H.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 18 Putusan 117/Pdt.G/2020/PN GprBiaya-biaya : 1. Pendaftaran Rp. 30.000,00 2. ATK Rp. 50.000,00 3. Panggilan Rp. 1.231.000,00 4. PNBP/Panggilan P+ T Rp. 60.000,00 5. Pemeriksaan Setempat Rp. 1.101.000,00 6. Sumpah Rp. 20.000,00 7. Redaksi Rp. 10.000,00 8. Materai Rp. 10.000,00 Jumlah Rp. 2.512.000,00
(Dua Juta Lima Ratus Dua Belas Ribu Rupiah)
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :