• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Hutami Nurdiana Putry

Academic year: 2024

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia "

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

P U T U S A N

Nomor 647/Pdt.G/2017/PN.Bks.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Bekasi yang memeriksa dan memutus perkara perdata pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan antara:

I.SUYOGO, Sebagai Direktur Utama Untuk Mewakili PT. Widya Inti Sukses, tempat kedudukan Bukit Golf Arcadia I Blok A 7 No.9 Rt.002, Rw.021 Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor dalam hal ini memberikan kuasa kepada H.

Zulkifli Syukur, S.H.. Dan Yuyun Wahyuniati, S.H., Advokat yang berkantor di Advokat & Legal Consultant Pada Kantor Advokat &

Legal Consultant H. Zulkifli Syukur, S.H. & Partners, Beralamat Di Jl. Dr. Saharjo No.187 Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan 12860 berdasarkan surat kuasa khusus tanggal, 7 November 2017, Selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ;

Lawan

II. M.L. SIREGAR, bertempat tinggal di Dahulu Di Jalan Kemayoran Timur Ii, Rt.003/rw.008, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat Dan Sekarang Tidak Diketahui Lagi Tempat Tinggalnya, Selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT ;

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca berkas perkara;

Setelah mendengar Pihak Penggugat;

Setelah memperhatikan bukti surat dan saksi-saksi ; TENTANG DUDUK PERKARA

Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatan tanggal 13 November 2017 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bekasi pada tanggal 14 November 2017 dalam Register Nomor 647/Pdt.G/2017/PN.Bks, telah mengajukan gugatan sebagai berikut:

1. Bahwa Penggugat mengajukan gugatan ini melalui Pengadilan Negeri Bekasi, karena sesuai dengan Akta Pelepasan Hak Atas Tanah No.10

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

tanggal 5 Desember 2012 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT Rawat Erawady, SH di Bekasi Pasal 7 berbunyi :

“Akhirnya Para Penghadap menerangkan bahwa mengenai akta ini dengan segala akibatnya yang mungkin timbul serta pelaksanaannya memilih tempat kediaman hukum yang umum dan tetap dikantor Panitera Pengadilan Negeri Bekasi” ;

2. Bahwa Penggugat pada tanggal 5 Desember 2012 telah membeli Sebidang tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat atas nama Tergugat ;

3. Bahwa tanah yang dibeli oleh Penggugat Luas 815 M2 terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat dengan batas- batas yang ditunjukkan oleh Tergugat yaitu :

- Sebelah Utara : Jalan - Sebelah Timur : Sutarto - Sebelah Selatan : M

- Sebelah Barat : M dan pecahannya

4. Bahwa atas pembelian tanah tersebut pada poin 2 diatas Penggugat telah menyerahkan uang kontan sebesar Rp. 301.550.000,- (tiga ratus satu juta lima ratus lima puluh ribu rupiah) dan untuk penerimaan uang itu Tergugat dengan ini memberi tanda pelunasannya, sehingga merupakan kwitansi untuk penerimaan uang tersebut ;

5. Bahwa pada saat Penggugat membeli Tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat atas nama Tergugat, Sertifikat tersebut telah dibebankan Hak Tanggungan ke PT. Bank Bali dan menurut keterangan Tergugat surat roya dan pelunasannya telah hilang ;

6. Bahwa sejak Penggugat membeli tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat tersebut, Penggugat telah menguasai fisik sampai sekarang meskipun tanah belum atas nama Penggugat, namun setiap tahunnya Penggugat tetap membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara global sejak tahun 2012 sampai dengan saat ini.

7. Bahwa Penggugat telah mengecek Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat ke Kantor Pertanahan Bekasi dan dinyatakan telah diperiksa dan sesuai dengan daftar dikantor Pertanahan.

8. Bahwa kemudian pada tahun 2017 pada saat Penggugat akan memproses balik nama Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat menjadi atas nama Penggugat melalui Kantor Pertanahan Bekasi, Dan Penggugat sudah mencari Tergugat dengan mendatangi alamat Tergugat sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang tertera dalam Akta Pelepasan Hak Atas Tanah No.10 tanggal 5 Desember 2012 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT Rawat Erawady, SH, namun Tergugat sudah tidak bertempat tinggal dialamat tersebut ;

9. Bahwa sebagaimana dalam Akta Pelepasan Hak Atas Tanah No.10 tanggal 5 Desember 2012 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT Rawat Erawady, SH. Pasal 3 menyebutkan:

“PIHAK PERTAMA menjamin PIHAK KEDUA, bahwa tanah tersebut berikut segala sesuatu yang berada diatasnya adalah Hak PIHAK PERTAMA, belum dijual kepada orang lain, digadaikan atau dibebani dengan hak lain berupa apapun juga, bebas dari sitaan dan tentang hal itu baik sekarang maupun dikemudian hari PIHAK KEDUA tidak akan mendapat tuntutan apapun juga dari pihak lain yang menyatakan mempunya hak terlebih dahulu atau turut mempunyai hak atas tanah tersebut dan oleh karenanya PIHAK KEDUA dibebaskan oleh PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan berupa apapun juga dari pihak lain mengenai hal-hal tersebut diatas. ;

10. Bahwa oleh karena Penggugat kesulitan mencari Tergugat guna kepentingan Penggugat untuk proses balik nama Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat ke atas nama Penggugat melalui Kantor Pertanahan Bekasi, maka Tergugat dapat dikatakan telah wanprestasi.

11. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas untuk kepastian hukum status kepemilikan tanah yang sudah dibeli oleh Penggugat, maka Penggugat mengajukan gugatan melalui Pengadilan Negeri Bekasi agar Akta

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

Pelepasan Hak Atas Tanah No.10 tanggal 5 Desember 2012 yang dibu at dihadapan Notaris dan PPAT Rawat Erawady,SH di Bekasi dapat dinyatakan sah dan Penggugat dapat memproses untuk balik nama keatas nama Penggugat.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Penggugat mohon kepada Pengadilan Negeri Bekasi untuk memeriksa, mengadili serta memutus perkara ini yang amarnya berbunyi sebagai berikut :

1. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya ; 2. Menyatakan Tergugat telah wanprestasi;

3. Menyatakan Akta Pelepasan Hak Atas Tanah No.10 tanggal 5 Desember 2012 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT Rawat Erawady,SH di Bekasi dapat dinyatakan sah.

4. Menyatakan Sebidang tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya,Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat atas nama Tergugat dengan batas- batas :

- Sebelah Utara : Jalan - Sebelah Timur : Sutarto - Sebelah Selatan : M

- Sebelah Barat : M dan pecahannya

Sah milik Penggugat

5. Menyatakan roya terhadap Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat adalah sah.

6. Menyatakan putusan ini dapat dijadikan dasar untuk proses balik nama Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat ke atas nama Penggugat;

7. Biaya menurut hukum;

Menimbang, bahwa pada hari sidang yang telah di tentukan Penggugat telah datang menghadap di persidangan, akan tetapi Tergugat tidak datang menghadap ataupun menyuruh orang lain menghadap untuk mewakilinya, meskipun berdasarkan risalah panggilan sidang tanggal 14 Desember 2017,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

tanggal 16 Januari 2018 telah dipanggil dengan patut, sedangkan tidak ternyata bahwa tidak datangnya itu disebabkan oleh sesuatu halangan yang sah;

Menimbang, bahwa ternyata tidak datangnya Tergugat tersebut bukan disebabkan sesuatu halangan yang sah, sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 125 (1) HIR cukup beralasan bagi Majelis Hakim untuk memeriksa perkara ini tanpa hadirnya Tergugat ;

Menimbang, bahwa Penggugat telah membacakan surat gugatannya di depan persidangan dan atas surat gugatan tersebut Penggugat menyatakan tetap pada gugatannya;

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil gugatannya, Penggugat di persidangan telah mengajukan bukti surat berupa photocopy yang telah diberi meterai secukupnya, yaitu berupa :

1. Foto Copy Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham luar biasa PT.

Widya Intisukses No.53 tanggal 30 Oktober 2013, yang dibuat dan dihadapan Limiawan Dekrit Supatmo, SH.MH., Notaris di Jakarta, diberi tanda Bukti ...P-1;

2. Foto Copy Akta Pelepasan Hak atas Tanah no.10 tanggal tanggal 5 Desember 2012 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT Rawat

Erawady, SH., di Bekasi diberi tanda,

...P-2;

3. Foto copy Sertifikat Hak Milik No.11/Jatikarya, Surat Ukur/Uraian Batas Gambar Situasi No. 2523/1980 luas 815 M2 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan Tahun yang terletak di Desa Jatikarya , Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat, diberi tanda Bukti ... P-3 ;

4. Foto Copy Surat Pemberitahuan Pajak terutang Pajak Bumi dan Bangunan tahun 2017 tanah yang terletak di Kp. Kalimanggis Rt.000/Rw.00, Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi , diberi tanda bukti ...P-4 ;

5. Foto Copy Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT.

Widya Intisukses No. 6 tanggal 7 Januari 2014, yang dibuat dihadapan Limiawan Dekrit Supatmo, SH.MH., Notaris di Jakarta, diberi tanda Bukti P-5 ;

6. Foto Copy Berita Acara Rapat Pemegang Sah am Luar Biasa PT. Widya Intisukses No. 33 tanggal 26 Juli 2017, yang dibuat dihadapan Limiawan Dekrit Supatmo, SH.MH., Notaris di Jakarta, diberi tanda Bukti P-6 ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

Menimbang, bahwa bukti bukti surat tersebut telah diberi materai cukup, dimana bukti surat bertanda P-1s/d P-4, sesuai dengan asli ;

Menimbang, bahwa untuk selain bukti surat tersebut, menguatkan dalil gugatannya Penggugat mengajukan 2 (dua) orang saksi yang memberikan keterangan dibawah sumpah yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Saksi A S N A W I :

- Bahwa saksi bekerja di Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi Jawa Barat yang bertugas sebagai bendahara bagian barang;

- Bahwa saksi sudah bekerja di Kelurahan Jatikarya sudah 15 Tahun ; - Bahwa saksi mengetahui asal usul tanah membaca berkas yang ada di

Kelurahan;

- Bahwa awalnya tanah tersebut milik MINAN bin BOIN dibeli oleh ML.

SIREGAR ;

- Bahwa saya tidak mengetahui batas-batasnya tanah yang menjadi obyek perkara tersebut ;

- Bahwa tanah tersebut sebelumnya dikuasai oleh pemiliknya yakni MINAN bin BOIN ;

- Bahwa sejak dibeli oleh Penggugat sampai sekarang tanah tersebut dikuasai oleh PT. Widya Intisukses;

- Bahwa setelah tanah dibeli oleh Penggugat tahun 2012, tanah langsung dikuasai oleh Penggugat dan tidak ada yang complain atau yang mempersalahkan ;

2. Saksi NGADISAN

- Bahwa saksi bekerja di PT. Widya Intisukses sejak tahun 1994 sampai sekarang dibagian lapangan;

- Bahwa saksi mengetahui Penggugat menguasi tanah obyek sengketa tersebut sejak pembelian dari Desember 2012 sampai dengan sekarang;

- Bahwa luas tanah obyek sengketa lebih kurang 815 m2 dengan batas- batas tanah tersebut adalah :

- Sebelah utara dengan Jalan, - Sebelah selatan M,

- Sebelah barat dengan Warga, - Sebelah timur warga;

- Bahwa setelah tanah tersebut dibeli kemudian Penggugat memagar tanah tersebut dan saksi ikut mengerjakan pemagaran tanah tersebut ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

- Bahwa Tanah tersebut sampai sekarang masih atas nama Tergugat ; - Bahwa Penggugat mengajukan gugatan ke Pengadilan karena

Penggugat ingin membalik namakan tanah tersebut ke atas nama Penggugat ;

- Bahwa Tergugat sulit ditemui, akhirnya mengajukan gugatan ke Pengadilan;

3. Saksi H. RAWAT ERAWADY,SH.MH : - Bahwa saksi adalah Notaris dan PPAT;

- Bahwa Penggugat (SAYOGA) dari PT. Widya Inti Sukses, dan Tergugat (M.L.SIREGAR) pernah menghadap saya untuk membuat Akta Pelepasan Hak Atas Tanah ;

- Bahwa tanah yang akan dibuatkan Akta Pelepasan Hak Atas Tanah tersebut terletak di Desa Jatikarya,Kecamatan Jatisampurna Bekasi ; - Bahwa yang hadir pada saat pembuatan Akta Pelepasan Hak Atas

Tanah pihak pertama dan pihak kedua;

- Bahwa saksi sebelum membuat akta terlebih dahulu mengecek ke BPN, sesuai buku tanah di BPN;

- Bahwa tanah yang dijual oleh L.M. SIREGAR seluas 815 m2 di beli oleh Penggugat dengan uang kontan sebesar Rp. 301.550.000,- (tiga ratus satu juta lima ratus lima puluh ribu rupiah);

- Bahwa saat pembayaran langsung dibuat di akta sebagai kwitansi pembayaran lunas;

- Bahwa waktu Penggugat membeli tanah Sertifikat tersebut telah dibebankan Hak Tanggungan ke PT. Bank Bali, dan menurut keterangan Tergugat surat roya telah hilang;

- Bahwa sekarang sertifikat Sertifikat asli ada pada Penggugat;

- Bahwa pelepasan hak atas obyek sengketa tersebut sejak tahun 2012;

- Bahwa sejak pelepasan hak Penggugat menguasai tanah sejak pembelian dari Desember 2012 sampai dengan sekarang;

- Bahwa karena tidak ada bukti pelunasan, belum diroya karena surat roya hilang, penggugat kesulitan untuk membaliknamakan sertifikat Tanah tersebut ;

- Bahwa Penggugat ingin membalik namakan tanah tersebut ke atas nama Penggugat, tapi Tergugat sulit ditemui, akhirnya mengajukan gugatan ke Pengadilan;

Menimbang, bahwa terhadap obyek perkara telah dilakukan pemeriksaan setempat pada tanggal 15 Februari 2018 ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

Menimbang, bahwa Penggugat telah mengajukan kesimpulan tertan ggal 6 Maret 2018 ;

Menimbang, bahwa akhirnya pihak Penggugat menyatakan tidak ada hal- hal yang diajukan lagi dan mohon putusan ;

Menimbang, bahwa selanjutnya segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan perkara ini, untuk menyingkat putusan ini dianggap telah lengkap termuat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan putusan ini;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan Gugatan Penggugat pada pokoknya adalah sebagaimana terurai diatas ;

Menimbang, bahwa Tergugat tidak pernah hadir dan tidak pula mengirimkan kuasa atau wakilnya yang sah meskipun kepadanya telah dilakukan pemanggilan secara patut dan sah untuk sidang pada tanggal 22 Nopember 2016, 29 Nopember 2016 dan 6 Desember 2016;

Menimbang, bahwa ternyata ketidak hadiran Tergugat bukan disebabkan suatu halangan yang sah, sehingga sesuai ketentuan pasal 125 ayat 1 HIR, gugatan Penggugat diperiksa tanpa kehadiran Tergugat (Verstek);

Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat tidak hadir tanpa alasan yang sah, maka Tergugat dianggap telah melepaskan hakn ya, untuk menjawab, dan membantah dalil dalil Gugatan Penggugat tersebut ;

Menimbang, bahwa meskipun Gugatan Penggugat diperiksa tanpa kehadiran Tergugat, Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah Gugatan Penggugat tersebut tidak melawan hak dan beralasan menurut Hukum;

Menimbang, bahwa Gugatan Penggugat pada pokoknya adalah sebagai berikut :

Bahwa Penggugat pada tanggal 5 Desember 2012 telah membeli Sebidang tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat atas nama Tergugat dengan Luas 815 M2 dan batas-batas sebagai berikut:

- Sebelah Utara : Jalan - Sebelah Timur : Sutarto - Sebelah Selatan : M

- Sebelah Barat : M dan pecahannya

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

Bahwa Penggugat telah membayar kontan uang pembayaran sebesar Rp. 301.550.000,- (tiga ratus satu juta lima ratus lima puluh ribu rupiah);

Bahwa sejak Penggugat membeli tanah tersebut selain telah mengu asai fisik sampai sekarang setiap tahunnya Penggugat tetap membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara global sejak tahun 2012 sampai dengan saat ini sertifikat Asli Juga dikuasai Penggugat;

Bahwa pada tahun 2017 pada saat Penggugat akan memproses balik nama Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat menjadi atas nama Penggugat melalui Kantor Pertanahan Bekasi, Tergugat sudah tidak bertempat tinggal dialamat tersebut ;

Bahwa untuk kepastian hukum status kepemilikan tanah yang sudah dibeli oleh Penggugat, maka Penggugat mengajukan gugatan melalui Pengadilan Negeri Bekasi agar Akta Pelepasan Hak Atas Tanah No.10 tanggal 5 Desember 2012 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT Rawat Erawady,SH di Bekasi dapat dinyatakan sah dan Penggugat dapat memproses untuk balik nama keatas nama Penggugat ;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan Gugatanya Pengguagat telah mengajukan bukti surat Berupa P-1 sampai dengan P-6 dan tiga orang saksi dipersidangan ;

Menimbang, bahwa setelah mencermati apa yang telah disampaikan oleh Penggugat dalam Gugatanya Majelis Hakim dapat menyimpulkan bahwa yang menjadi pokok permasalahan dalam perkara ini adalah masalah jual beli an tara Penggugat dan Tergugat pada tanggal 5 Desember 2012 atas Sebidang tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat atas nama Tergugat. Dimana hingga saat ini Sertifikat Hak Milik tanah tersebut masih atas nama Tergugat ;

Menimbang, bahwa ketika Penggugat akan membalik namakan Sertifikat Hak Milik teresebut tidak dapat dilaksanakan karena Roya atas tanah tersebut menurut Tergugat hilang, dan saat ini Tergugat tidak diketahui lagi tempat tinggalnya ;

Menimbang, bahwa selanjutnya akan dipertimbangkan apakah tindakan Tergugat tersebut dapat dikwalifikasikan sebagai Perbuatan inkar janji atau Wanprestasi ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

Menimbang, bahwa mengenai permasalahan tersebut Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sebagaimana uraian pertimbangan dibawah ini ;

Menimbang, bahwa berdasarkan segala sesuatu yang terjadi di persidangan yang diperoleh dari bukti surat, saksi-saksi dan segala sesuatu yang telah diakui dan dibenarkan atau tidak dibantah sehingga merupakan suatu keadaan dianggap telah terbukti dalam perkara ini yakni :

- Bahwa Penggugat pada tanggal 5 Desember 2012 telah membeli Sebidang tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat atas nama Tergugat ;

- Bahwa Penggugat telah membayar kontan uang pembayaran sebesar Rp. 301.550.000,- (tiga ratus satu juta lima ratus lima puluh ribu rupiah);

- Bahwa sejak Penggugat membeli tanah tersebut telah menguasai fisik sampai sekarang setiap tahunnya Penggugat tetap membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara global sejak tahun 2012 sampai dengan saat ini (vide Bukti P-4);

- Bahwa sejak penguasaan tanah tersebut oleh Penggugat tidak ada yan g mempersalahkan, atau gangguan dari pihak lain ;

- Bahwa pada saat Penggugat membeli Tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat atas nama Tergugat, Sertifikat tersebut telah dibebankan Hak Tanggungan ke PT. Bank Bali dan menurut keterangan Tergugat surat roya dan pelunasannya telah hilang ;

- Bahwa pada tahun 2017 pada saat Penggugat akan memproses balik nama Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat menjadi atas nama Penggugat melalui Kantor Pertanahan Bekasi, Tergugat sudah tidak bertempat tinggal dialamat tersebut ;

- Bahwa untuk kepastian hukum status kepemilikan tanah yang sudah dibeli oleh Penggugat, maka Penggugat mengajukan gugatan melalui Pengadilan Negeri Bekasi ;

Menimbang, bahwa sebelum Majelis Hakim mempertimbangkan pokok perkara akan terlebih dahulu mempertimbangkan Gugatan Penggugat sebagaimana uraian dibawah ini ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

Menimbang, bahwa berdasarkan Akta Pelepasan Hak Atas Tanah No.10 tanggal 5 Desember 2012 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT Rawat Erawady, SH di Bekasi Pasal 7 yang menerangkan bahwa mengenai akta ini dengan segala akibatnya yang mungkin timbul serta pelaksanaannya memilih tempat kediaman hukum yang umum dan tetap dikantor Panitera Pengadilan Negeri Bekasi maka Pengadilan Negeri Bekasi berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara ini ;

Menimbang, bahwa sebagaimana dalil Gugatan Penggugat bahwa ketika Terjadi jual beli Tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat atas nama Tergugat, Sertifikat tersebut masih dibebankan Hak Tanggungan pada PT. Bank Bali ;

Menimbang, bahwa berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat (Vide bukti P-3) sampai saat ini tanah tersebut masih dibebani Akta Hak Tanggungan pada PT. Bank Bali ;

Menimbang, bahwa sebagaimana dalil Penggugat bahwa tanah tersebu t akan dibalik namakan atas nama Penggugat, namun Roya yang ada pada Tergugat tersebut menurut keterangan Tergugat hilang, dan saat ini Tergugat sudah tidak diketahui lagi keberadaanya, oleh kaenanya Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat belum dapat dibalik namakan atas nama Penggugat ;

Menimbang, bahwa Hak Tanggungan yang merupakan pembebanan terhadap hak atas tanah dan bangunan , Hak tanggungan sebagai lembaga jaminan hak atas tanah dan bangunan diatur dalam Undang-undang Nomor 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan ;

Menimbang, bahwa Hak Tanggungan, menurut ketentuan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan adalah

”Hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria berikut atau tidak berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu untuk pelunasan hutang tertentu,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor lainnya”;

Menimbang, bahwa Pemberian hak tanggungan didahului dengan janji untuk memberikan hak tanggungan sebagai jaminan pelunasan hutang tertentu, yang dituangkan di dalam dan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian hutang-piutang yang bersangkutan atau perjanjian lainn ya yang menimbulkan hutang tersebut. Oleh karena hak tanggungan menurut sifatnya merupakan ikutan atau accessoir pada suatu piutang tertentu, yang didasarkan pada suatu perjanjian hutang-piutang atau perjanjian lain, maka kelahiran dari keberadaannya ditentukan oleh adanya piutang sebagai Perjanjian pokok yan g dijamin pelunasannya. Dengan demikian dengan hapusnya perjanjian pokok melalui pelunasan hutang piutang, maka dengan sendirinya Hak Tanggugan menjadi hapus karenanya ;

Menimbang, bahwa berakhirnya pembebanan hak atas tanah dan bangunan dengan hak tanggungan dilakukan dengan mencoret (roya) catatan Hak Tanggungan tersebut pada buku tanah hak atas tanah dan sertipikatnya, dengan melampirkan Sertipikat Hak Tanggungan yang dilampiri catatan atau pernyataan dari kreditor bahwa Hak Tanggungan hapus karena piutang yang dijamin pelunasannya dengan Hak Tanggungan itu sudah lunas. Dengan demikian hapusnya Hak Tanggungan memerlukan surat yang dijadikan bukti dasar hapusnya hak tanggungan, yan g dalam hal ini merupakan surat bukti pelunasan dari kreditur ;

Menimbang, bahwa memperhatikan pula ketentuan Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang No.4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah dimana Hak Tanggungan tersebut hapus karena pelunasan utang ;

Menimang, bahwa dalam perkara ini surat yang dijadikan bukti dasar hapusnya hak tanggungan yang dalam hal ini berupa surat bukti pelunasan dari kreditur atau orang yang berwenang menerima pembayaran tersebut adalah Bank Bali ;

Menimbang, bahwa menurut Penggugat Sertifikat Tanah telah dibebankan Hak Tanggungan ke PT. Bank Bali dan menurut keterangan Tergugat surat roya dan pelunasannya telah hilang ;

Menimbang, bahwa Bank Bali oleh Pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada tahun 2002 telah digabung atau merger dengan beberapa bank lainya sehingga saat ini menjadi Bank Permata,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

sehingga yang berwenang untuk menentukan dan memberikan bukti pelunasan, surat roya, dan surat keterangan pengambilan jaminan yang ditandatangani oleh Unit manager berikut penyerahan Sertifikat Hak Milik dan Sertifikat Hak Tanggungan adalah Bank Permata. Yang menurut Penggugat saat konfirmasi ke pihak Bank tidak ada lagi data tentang Hak Tanggungan yang melekat pada tanah tersebut ;

Menimbang, bahwa Penggugat telah mengecek Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat ke Kantor Pertanahan Bekasi dan dinyatakan telah diperiksa dan sesuai dengan daftar dikantor Pertanahan ;

Menimbang, bahwa sejak terjadinya peralihan hak, Akta Pelepasan Hak Atas Tanah No.10 tanggal 5 Desember 2012(vide bukti P-2) Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya (vide bukti P-3) telah diserahkan dan dikuasai oleh Penggugat hingga saat ini ;

Menimbang, bahwa sejak adanya peralihan hak tanggal 5 Desember 2012 tanah dan bangunan tersebut telah dikuasai secara fisik oleh Penggugat tanpa adanya gangguan dari pihak manapun ;

Menimbang, bahwa dan selama penguasaan obyek perkara sebagaimana tersebut diatas Penggugat telah membayar Pajak bumi dan bangunan atas tanah tersebut (vide bukti P-4) ;

Menimbang, bahwa Berdasarkan ketentuan Pasal 18 ayat (1) UU No. 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan, hak tanggungan selain karena hapusnya utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan dapat juga melalui pembersihan Hak Tanggungan berdasarkan penetapan peringkat oleh Ketua Pengadilan Negeri ;

Menimbang, bahwa dalam UU Hak Tanggungan ditur jika Kreditor dalam hal ini Bank tidak bersedia memberikan pernyataan tertulis bahwa hak Tanggungan telah hapus , karena hutang telah lunas debitur dapat mengajukan permohonan perintah pencoretan kepada Ketua Pengadilan Negeri ;

Menimbang, bahwa dengan telah dikuasainya tanah tersebut berikut Sertifikat Hak Milik No.11/Jatikarya, Surat Ukur/Uraian Batas Gambar Situasi No. 2523/1980 luas 815 M2, di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat tanpa gangguan dari pihak manapun, dengan telah dibayarnya Pajak Bumi dan Bangunan atas tanah tersebut , dan kemudian tidak ditemukan adanya permasalahan dengan Bank dimaksud, telah cukup

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

meyakinkan dan merupakan bukti persangkaan bahwa hutang pokok telah dijamin pelunasanya ;

Menimbang, berdasarkan pertimbangan tersebut diatas selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan pertitum Gugatan Penggugat sebagaimana uraian dibawah ini ;

Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat telah lalai melaksanakan kesepakatan yang tertuang dalam Akta Pelepasan Hak Atas Tanah No.10 tanggal 5 Desember 2012 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT Rawat Erawady, SH., sehingga mengakibatkan kepentingan Penggugat untuk proses balik nama atas Sertifikat Hak Milik atas tersebut mengalami kesulitan, maka Tergugat dapat dinyatakan telah wanprestasi ;

Menimbang, bahwa Akta Pelepasan Hak Atas Tanah No.10 tanggal 5 Desember 2012 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT Rawat Erawady,SH yang dibuat dan ditanda tangani oleh Penggugat dan Tergugat secara sadar dan tanpa adanya paksaan , maka Akta tersebut mengikat kedua belah pihak, dan berlaku sebagai Undang undang bagi yang membuatnya sehingga sepatutnya Akta tersebut dinyatakan sah menurut Hukum ;

Menimbang, bahwa Penggugat pada tanggal 5 Desember 2012 telah membeli Sebidang tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya, Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat atas nama Tergugat, dan Penggugat telah menyerahkan uang kontan sebesar Rp. 301.550.000,- (tiga ratus satu juta lima ratus lima puluh ribu rupiah) dan untuk penerimaan uang itu Tergugat dengan ini memberi tanda pelu n asannya, sehingga merupakan kwitansi untuk penerimaan uang tersebut ;

Menimbang, bahwa oleh karena telah terjadi jual beli secara sah, dan beralihnya sertifikat ke tangan Penggugat serta tanah tersebut secara reel telah dikuasai oleh Penggugat tanpa ada keberatan dipihak lain, maka sepatutnya menyatakan bahwa tanah tersebut adalah milik Penggugat ;

Menimbang, bahwa oleh karena Tanah tersebut adalah milik Penggugat maka Penggugat memiliki hak untuk meproses balik nama Sertifikat Hak Milik Sertifikat Hak Milik No.11/Jatikarya, Surat Ukur/Uraian Batas Gambar Situasi No. 2523/1980 luas 815 M2, di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat menjadi atas nama Penggugat ;

Menimbang, bahwa proses balik nama sertifikat diperlukan syarat dan ketentuan yang ditentukan dalam Undang Undang, maka sepanjang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

persyaratan telah dipenuhi proses balik nama tersebut dapat dilakukan, sehingga dengan demikian putusan Pengadilan bukanlah salah satu dasar dan mutlak untuk proses balik nama. Sehingga dengan demikian petium Gugatan penggugat agar putusan ini dapat dijadikan dasar untuk proses balik nama Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya haruslah ditolak ;

Menimbang, bahwa oleh karena jangka waktu dan formalitas panggilan menurut hukum telah diindahkan dengan sepatutnya serta gugatan tersebut tidak melawan hukum dan beralasan, maka Tergugat yang telah dipanggil dengan patut akan tetapi tidak datang menghadap di persidangan dan tidak menyuruh orang lain menghadap sebagai wakilnya, harus dinyatakan tidak hadir dan gugatan tersebut sepatutnya dikabulkan dengan verstek untuk sebagian;

Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat dikabulkan sebagian dengan verstek dan Tergugat ada di pihak yang kalah maka Tergugat dihukum membayar biaya perkara ini;

Memperhatikan Pasal 125 HIR/149RBg dan peraturan -peraturan lain yang bersangkutan;

MENGADILI:

1. Menyatakan Tergugat telah dipanggil dengan patut tetapi tidak hadir;

2. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian dengan verstek;

3. Menyatakan Tergugat telah wanprestasi;

4. Menyatakan Akta Pelepasan Hak Atas Tanah No.10 tanggal 5 Desember 2012 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT Rawat Erawady,SH di Bekasi dapat dinyatakan sah ;

5. Menyatakan Sebidang tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya,Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat atas nama Tergugat dengan batas- batas :

- Sebelah Utara : Jalan - Sebelah Timur : Sutarto - Sebelah Selatan : M

- Sebelah Barat : M dan pecahannya

Sah milik Penggugat ;

6. Menyatakan roya terhadap Sertifikat Hak Milik Nomor 11/Jatikarya Surat Ukur/uraian Batas Gambar Situasi Nomor 2523/1980 Luas lebih kurang 815 M2 yang terletak di Desa Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna Bekasi Jawa Barat adalah sah ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 16 Putusan Perdata Gugatan Nomor 647/Pdt.G/2017./PN.Bks ..

7. Menolak Gugatan Penggugat selain dan selebihnya ;

8. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp.2.326.000.- (dua juta tiga ratus dua puluh enam ribu rupiah);

Demikian diputuskan dalam sidang pemusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi, pada hari Selasa, tanggal 3 April 2018, oleh kami, A.

ROPIK, SH.MH., sebagai Hakim Ketua, RAKHMAN RAJAGUKGUK, SH. M Hum. dan DEWA PUTU YASMAI HARDIKA, SH.M.Hum., masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang ditunjuk berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Bekasi Nomor : 647/Pdt.G/2017/PN.Bks tanggal 14 November 2017, putusan tersebut pada hari itu juga diucapkan dalam persidangan terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut, SRI SARJINI ,SH., Panitera Pengganti dan Penggugat tanpa dihadiri oleh Tergugat.

Hakim-hakim Anggota: Hakim Ketua,

RAKHMAN RAJAGUKGUK, SH. M Hum. A. ROPIK, SH.MH

DEWA PUTU YASMAI HARDIKA, SH.M.Hum,

Panitera Pengganti,

SRI SARJINI ,SH.

Perincian biaya

1. Pendaftaran………Rp. 30.000,- 2. Proses………. Rp. 50.000,- 3. Panggilan……….Rp. 975.000,- 4. Pemeriksaan Setempat Rp 1.250.000,- 5. PNBP……… Rp. 10.000,- 6. Redaksi………. Rp. 5.000,- 7. Meterai………. Rp. 6.000,-

Jumlah……….. ……….Rp.2.326.000,- (dua juta tiga ratus dua puluh enam

ribu rupiah)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

Referensi

Dokumen terkait

• "Menimbang, bahwa dari jawab menjawab antara pihak perkara dapat diketahui inti pokok persengketaan dalam perkara a quo adalah dimana Penggugat mendalilkan dirinya

Menimbang, bahwa berdasarkan dalil Penggugat dalam hal Tergugat telah pergi meninggalkan Penggugat dan tidak lagi memberi nafkah Penggugat serta tidak lagi memperdulikan

Menimbang, bahwa oleh karena Penggugat I sebagai pembeli dari Penggugat II dan SHM Nomor : 682 telah menjadi atas nama Penggugat I maka Penggugat I hendak menguasai

Bahwa oleh karena Para Penggugat telah mengajukan upaya administratif baik melalui permohonan pemblokiran yang diajukan secara tertulis, namun ditolak oleh Tergugat

Menimbang bahwa dalam posita angka 6 dan 7 Para Penggugat mendalilkan bahwa tanpa ada kabar sebelumnya kepada Para Penggugat tiba- tiba Tergugat tidak mengijinkan masuk

Menimbang bahwa yang menjadi pokok persengketaan antara kedua belah pihak dikarenakan Pemutusan Hubungan Kerja oleh Perusahaan karena Penggugat tidak masuk kerja atau

Pada alinea ke-3 halaman 44 menyatakan: “menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan hukum di atas maka petitum Penggugat angka (3) yang pada pokoknya

Turut Tergugat II pada tanggal 6 Juni 2016 ; Menimbang, bahwa Para Pembanding semula Para Penggugat tidak mengajukan memori banding ; Membaca, Surat pemberitahuan memeriksa berkas