• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Pada bulan Mei 2016 Indonesia mengalami Inflasi sebesar 0,24 persen dengan nilai IHK sebesar 123,48 Tingkat inflasi tahun kalender (Januari – Mei 2016) sebesar 0,40 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) sebesar 3,33 persen.

Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak (1,67 persen) dan inflasi terendah terjadi di Singaraja dan Palangkaraya (0,02 persen). Deflasi tertinggi terjadi di Sorong (-0,92 persen) dan deflasi terendah di Maumere (-0,01 persen). Padabulan Mei 2016, Sulawesi Selatan mengalam iInflasi 0,39 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,14. Dari 5 kota IHK di Sulawesi Selatan, 3 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Parepare sebesar0,65 persendengan IHK 119,91dan Inflasi terendah terjadi di Kota Watampone sebesar 0,28 persen dengan IHK 118,39. Deflasi terjadi di Kota Makassar (-0,10 persen)dan Kota Palopo (-0,39 persen).

Inflasi di Kota Parepare bulan Mei 2016 sebesar 0,65 persen. Kenaikan harga terjadi pada Kelompok Komoditas Bahan Makanan (1,84persen); Makanan Jadi, Minuman, Rokok danTembakau (0,86 persen); Sandang (0,51 persen); dan Kesehatan (0,48 persen). Sedangkan kelompok komoditas yang mengalami penurunan adalahPerumahan, Air, Listrik, Gas danBahan Bakar (-0,03persen); dan Kelompok Komiditas Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan (-0,02persen).Kelompok komoditas yang tidak mengalami perubahan harga adalah Pendidikan, RekreasidanOlah raga.

Tingkat inflasi Kota Pareparetahunkalender 2016 sebesar 0,28 persen dan tahun ke tahun (Mei 2016 terhadapMei2015) sebesar3,22persen.

Komponen inti, diatur pemerintah, dan bergejolak Kota Parepare pada bulan Mei 2016 masing-masing sebesar 0,22 persen, 0,50 persen dan 1,96 persen;. Inflasi Tahun Kalender komponen inti, diatur pemerintah, dan bergejolak sebesar 1,73 persen, -2,59 persen, -1,21 persen. Inflasi tahun ketahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) komponen inti, diatur pemerintah, dan bergejolak sebesar 2,85 persen; -1,30 persen; dan 8,36 persen.

No. 97/06/7372/Th.VIII, 1Juni2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan

(2)

Berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen BPS di Kota Parepare pada Mei 2016 terjadi Inflasi sebesar 0,65 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 119,91. Tingkat inflasi tahun kalender (Mei 2016 terhadap Desember 2015)sebesar 0,28 persen dan tingkat inflasi tahun ketahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) sebesar 3,22 persen.

Inflasi di Kota Parepare bulan Mei 2016 sebesar 0,65 persen. Kenaikan harga terjadi pada Kelompok Komoditas Bahan Makanan (1,84persen); MakananJadi, Minuman, RokokdanTembakau (0,86 persen); Sandang (0,51 persen); dan Kesehatan (0,48 persen). Sedangkan kelompok komoditas yang mengalami penurunan adalah Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar (-0,03persen); dan Kelompok Komiditas Transpor, Komunikasi dan JasaKeuangan (-0,02 persen). Kelompok komoditas yang tidak mengalami perubahan harga adalah Pendidikan, Rekreasidan Olah raga.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan Mei 2016 antara lain : beras, bandeng, rokok kretek filter, ikan cakalang, kol putih, gula pasir, daging ayam ras, ikan layang, rokok kretek, emas perhiasan, udang basah, air kemasan, sayur kangkung, wortel, bawang merah, bedak, ikan tongkol, ikan katamba, cumi-cumi, rokok putih, kacang panjang, bawal, pasta gigi, ikan asin belah, sawi hijau, susu untuk balita, shampo, cakalang asap, minyak goreng, bawang putih, bayam, teh, teri, kentang, selar, kopi bubuk, telur itik, sabun cair, handuk, kecap (isi), telur ayam kampung, ikan kakap merah dan sirup.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada bulan Mei2016 antara lain : ikan kembung, tarif listrik, cabai rawit, jeruk nipis, cabai merah, bensin, telur ayam ras, baronang, kacang tanah, sabun deterjen bubuk, speaker, minuman kesegaran, vetsin, dan margarine.

(3)

Tabel1

IHK dan Tingkat InflasiKota Parepare Mei2016, Tahun Kalender 2016, dan Tahun ke TahunMenurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok/Sub kelompok IHK Mei

2015 IHK Des 2015 IHK Mei 2016 % perub thdDes2 015 Tahun Kalender Y o Y U M U M / T O T A L 116,17 119,57 119,91 0,65 0,28 3,22 BahanMakanan 117,14 127,64 126,74 1,84 -0,71 8,20

MakananJadi, Minuman, Rokok&Tembakau 115,64 119,14 123,73 0,86 3,85 7,00 Perumahan,Air,Listrik,Gas&Bahan Bakar 118,82 119,09 119,00 -0,03 -0,08 0,15

Sandang 104,92 105,69 108,00 0,51 2,19 2,94

Kesehatan 105,24 106,95 109,29 0,48 2,19 3,85

Pendidikan, Rekreasi Dan Olah Raga 106,16 108,80 109,03 0,00 0,21 2,70 Transpor,Komunikasi Dan JasaKeuangan 122,37 122,21 118,67 -0,02 -2,90 -3,02

1) Persentase perubahan IHKMei2016terhadap IHKApril 2016

2) Persentase perubahan IHK Mei2016terhadap IHKDesember2015

3) Persentase perubahan IHK Mei2016 terhadap IHK Mei2015

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Parepare (2012=100) Mei2016 (persen) KelompokPengeluaran AndilInflasi (%) (1) (2) U M U M 0,6469 1. BahanMakanan 0,3405

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok,dan Tembakau 0,1765 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar -0,0095

4. Sandang 0,0288

5. Kesehatan 0,0181

6. Pendidikan, Rekreasi,danOlahraga -0,0004 7. Transpor, Komunikasi,danJasaKeuangan -0,0021

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Mei2016 mengalami Inflasi sebesar 1,84 persen dengan nilai Indeks Harga Konsumen sebesar 126,74.

Dari 11 subkelompok bahan makanan, sebanyak 8 subkelompok mengalami Inflasi,1 subkelompok mengalami deflasi dan 2 subkelompok tetap. Subkelompok yang mengalami Inflasi antara lain : padi-padian, umbi-umbian dan hasil-hasilnya; dagang dan hasil-hasil-hasilnya; ikan segar; ikan diawetkan; telur, susu dan hasil-hasilnya; sayur-sayuran; bumbu-bumbuan; dan lemak dan minyak. Subkelompok yang mengalami deflasi adalah kacang-kacangan. Sedangkan subkomoditas yang tetap yaitu buah-buahan dan bahan makanan lainnya.

Komoditas bahan makanan yang mengakibatkan Inflasi diantaranya beras, daging ayam ras, dan ikan bolu/bandeng dan beberapa komoditas sayuran seperti kol.

Gambar 1. Indeks Harga Konsumen Kelompok Bahan Makanan Mei 2015 – Mei 2016

Tabel 3. Inflasi dan Sumbangan Inflasi Kelompok Bahan Makanan

Kelompok/ Subkelompok Inflasi Sumbangan Inflasi

BAHAN MAKANAN 1,84 0,3405

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 1,77 0,1165

Daging dan Hasil-hasilnya 3,53 0,0421

Ikan Segar 3,29 0,1656

Ikan Diawetkan 1,77 0,0086

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 0,11 0,0028

Sayur-sayuran 3,04 0,0019

Kacang - kacangan -0,35 -0,0017

Buah - buahan 0,00 0,0000

Bumbu - bumbuan 0,19 0,0027

Lemak dan Minyak 0,20 0,0022

Bahan Makanan Lainnya 0,00 0,0000

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan Mei 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen dengan angka Indeks Harga Konsumen sebesar 123,73.

Kenaikan harga terjadi pada subkelompok minuman yang tidak

beralkohol sebesar 2,05 persen dan tembakau dan minuman yang alkohol sebesar 2,17 persen.

Kenaikan terjadi pada gula pasir, air kemasan dan kopi bubuk dan kenaikan harga semua komoditas rokok.

(5)

Tabel 4. Inflasi dan Sumbangan Inflasi Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok/ Subkelompok Inflasi Sumbangan Inflasi

MAKANAN JADI, MINUMAN,

ROKOK & TEMBAKAU 0,42 0,1765

MakananJadi 0,00 0,0000

Minuman yang TidakBeralkohol 2,05 0,0745

TembakaudanMinumanBeralkohol 2,17 0,1020

Gambar 2. Indeks Harga Konsumen Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Mei 2015 – Mei 2016

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, gas dan bahan bakar pada bulan Mei 2016 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen dengan angka Indeks Harga Konsumen sebesar 119,00.

Penurunan terjadi pada

subkelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar -0,17 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar -0,01 persen sedangkan subkelompok biaya tempat tinggal dan perlengkapan rumah tangga tetap.

Penurunan harga terjadi pada komoditas listrik dan sabun detergen bubuk. Sedangkan kenaikan terjadi pada komoditas sabun cuci piring.

Tabel 5. Inflasi dan Sumbangan Inflasi Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok/ Subkelompok Inflasi SumbanganInflasi

PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR

-0,03 -0,0092

Biaya Tempat Tinggal

Bahan Bakar, Penerangandan Air -0,17 0,00 -0,0091 0,0000

Perlengkapan Rumahtangga

Penyelenggaraan Rumahtangga 0,00 0,01 -0,0001 0,0000

Gambar 3. Indeks Harga Konsumen Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

(6)

4. Sandang

Kelompok Sandang pada bulan Mei 2016 mengalami inflasi sebesar 0,51 persen dengan indeks harga konsumen 108,00.

Kenaikan harga terjadi pada subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya. Sedangkan subkelompok sandang anak-anak; sandang laki-laki dan sandang wanita tidak mengalami perubahan harga.

Kenaikan harga terjadi pada komoditas emas perhiasan dan handuk.

Tabel 6. Inflasi dan Sumbangan Inflasi Kelompok Sandang

Kelompok/ Subkelompok Inflasi Sumbangan Inflasi

SANDANG 0,51 0,0288

SandangLaki-laki 0,00 0,0000

SandangWanita 0,00 0,0000

SandangAnak-anak 0,00 0,0000

BarangPribadidanSandang Lain 2,50 0,0288

Gambar 4. Indeks Harga Konsumen Kelompok Sandang Mei 2015 – Mei 2016

5. Kesehatan

Kelompok kesehatan bulan Mei 2016 mengalami kenaikan harga sebesar 0,48 persen dengan nilai indeks harga konsumen sebesar 109,29.

Kenaikan harga terjadi pada biaya perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 1,24 persen. Komoditas perawatan jasmanai dan kosmetika yang mengalami kenaikan adalah komoditas bedak, pasta gigi dan shampo.

Tabel 7. Inflasi dan Sumbangan Inflasi Kelompok Kesehatan

Kelompok/ Subkelompok Inflasi SumbanganInflasi

KESEHATAN 0,48 0,0181

Jasa Kesehatan 0,00 0,0000

Obat-obatan 0,00 0,0000

Jasa Perawatan Jasmani 0,00 0,0000

Perawatan Jasmani dan

Kosmetika 1,24 0,0181

Gambar 5. Indeks Harga Konsumen Kelompok Kesehatan Mei 2015 – Mei 2016

(7)

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga pada bulan Mei 2016 tidak mengalami kenaikan, indeks harga konsumen 109,03.

Tabel 8. Inflasi dan Sumbangan inflasi Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok/ Subkelompok Inflasi SumbanganInflasi

PENDIDIKAN, REKREASI DAN

OLAH RAGA 0,00 0,0000 Pendidikan 0,00 0,0000 Kursus-kursus / Pelatihan 0,00 0,0000 Perlengkapan / PeralatanPendidikan 0,00 0,0000 Rekreasi 0,00 0,0000 Olahraga 0,00 0,0000

Gambar 6. Indeks Harga Konsumen Kelompok Kesehatan Mei 2015 – Mei 2016

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok Transport, Komunikasi dan Jasa Keuangan pada bulan Mei 2016 mengalami penurunan sebesar -0,02 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 118,67.

Penurunan terjadi pada

subkelompok transpor sebesar -0,02 persen. Sedangkan subkomoditas Komunikasi dan Pengiriman; Sarana dan Prasarana Penunjang Transpor dan Jasa Keuangan tidak mengalami kenaikan harga.

Penurunan harga terjadi pada komoditas bahan bakar kendaraan pertamax.

Tabel 9. Inflasi dan Sumbangan inflasi Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok/ Subkelompok Inflasi Sumbangan Inflasi

TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN

JASA KEUANGAN -0,02 -0,0021

Transpor -0,02 -0,0021

Komunikasi Dan Pengiriman 0,00 0,0000

Saranadan Penunjang Transpor 0,00 0,0000

Jasa Keuangan 0,00 0,0000

Gambar 6. Indeks Harga Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa KeuanganMei 2015 – Mei 2016

(8)

PERBANDINGANINFLASIKOTA PAREPARE TAHUN 2012 - 2016

Pada bulan Mei 2015 dan Mei 2016 Kota Parepare mengalami Inflasi. Tetapi perhitungan inflasi year on year pada bulan Mei sejak tahun 2012 hingga 2016 terus mengalami inflasi.

Tabel 10

InflasiBulanan, Tahunkalender, TahunkeTahun, Tahun 2012–2016

Inflasi 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Mei -0,16 -0,27 0,33 0,25 0,65

Meitahunkalender 0,72 1,54 1,20 -1,31 0,28

Mei terhadap Mei tahun sebelumnya

(9)

PERBANDINGAN ANTAR KOTA

Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi

Kota IHK di Indonesia pada tahun 2016 sebanyak 82 kota, Sebanyak 11 kota berada di Pulau Sulawesi. Pada Bulan Mei 2016, 9 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi.

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi Mei 2016 Kota-kota di Pulau Sulawesi (2012 = 100)

Kota IHK Mei 2015 IHK Desember 2015 IHK Mei 2016 Inflasi

(%) Kalender Tahun Year On Year

(1) (2) (4) (5) (6) (7) (8) Manado 119,32 125,20 123,01 0,14 -1,75 3,09 Palu 120,42 125,22 124,75 0,80 -0,38 3,06 Bulukumba 124,77 128,34 127,02 0,29 -1,03 1,80 Watampone 115,73 118,49 118,39 0,28 -0,08 2,30 Makassar 117,79 122,54 123,79 -0,10 1,02 5,09 Pare-pare 116,98 119,57 119,91 0,65 0,28 3,22 Palopo 116,98 120,48 120,68 -0,39 0,17 3,16 Kendari 115,35 118,06 119,61 0,15 1,31 3,69 Bau-bau 122,49 126,70 127,82 1,44 0,88 4,35 Gorontalo 115,16 120,22 120,42 0,26 0,17 4,57 Mamuju 117,53 122,78 122,28 0,13 -0,41 4,04

(10)

INFLASI MENURUT KOMPONEN MEI 2016

Tabel 5

Tingkat Inflasi Mei 2016, Inflasi Tahun Kalender 2016, dan Inflasi Tahun ke Tahun Kota Parepare Menurut Kelompok Komponen

Komponen Mei 2016 IHK Mei 2016 Inflasi Kelender Inflasi Year on Year Inflasi

(1) (5) (6) (7) (8)

Umum 119,91 0,65 0,28 3,22

Inti 113,26 0,22 1,73 2,85

DiaturPemerintah 135,44 0,50 -2,59 -1,30

Gambar

Tabel 3. Inflasi dan Sumbangan Inflasi Kelompok  Bahan Makanan
Tabel 4. Inflasi dan Sumbangan Inflasi Kelompok Makanan  Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Tabel 7. Inflasi dan Sumbangan Inflasi Kelompok Kesehatan
Tabel 9. Inflasi dan Sumbangan inflasi   Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Referensi

Dokumen terkait

Kelompok Bahan Makanan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,65 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 0,28 persen,

Selama Maret 2015, deflasi sebesar 0,68 persen dipengaruhi oleh penurunan indeks harga bahan makanan sebesar 5,67 persen dan sandang sebesar 0,37 persen.. Secara

Kelompok bahan makanan pada bulan April 2009 mengalami perubahan indeks sebesar -3,43 persen atau terjadi penurunan indeks dari 132,13 pada Maret 2009 menjadi 127,60 pada April

Kelompok bahan makanan serta sandang mengalami penurunan indeks harga masing-masing sebesar 0,22 persen dan 0,05 persen, sementara pada periode yang sama kelompok

Deflasi yang terjadi di Provinsi Aceh disebabkan oleh penurunan indeks harga konsumen Kelompok Bahan Makanan sebesar -3,25 persen dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi,

Selama Mei 2017 subkelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga yakni subkelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 0,28 persen serta sandang wanita

Selama September 2016, subkelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga yakni biaya tempat tinggal sebesar 0,14 persen, sedangkan subkelompok bahan

Kelompok bahan makanan selama Februari 2017 mengalami penurunan indeks harga sebesar 1,53 persen, sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga relatif