STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
i
KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Ahli Madya Kebidanan STIKES Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
INDRAYANI NOER SAVITRI 1113030
PROGRAM STUDI KEBIDANAN (D-3) SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA
2016
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
ii
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
iii
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur memanjatkan kehadirat Allah SWT. atas limpahan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “ Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Reproduksi di Dusun Wonontoro Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul” Rangkaian penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai gelar Ahli Madya Kebidanan Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Karya Tulis Ilmiah ini dapat diselesaikam atas bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, dan pada kesempatan ini penulis dengan rendah hati mengucapkan terimakasih dengan tulus kepada:
1. Reni Merta Kusuma, M.Keb selaku Ketua Program Studi Kebidanan ( D-3 ) Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
2. Ekawati, S.SiT., M.Kes selaku dosen pembimbing Karya Tulis Ilmiah.
3. Sri Subiyatun, S.SiT., M.Kes selaku dewan penguji yang telah bersedia memberikan bimbingan dan saran.
4. Selaku Kepala Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul yang telah memberikan izin melakukan penelitian.
5. Seluruh Dosen dan Staf Akademik Kebidanan Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta yang telah memberikan motivasi dan dukungan dengan sepenuh hati.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kebaikan kepada semuanya, sebagai imbalan atas segala amal kebaikan dan bantuannya. Akhirnya besar harapan penulis semoga Karya Tulis Ilmiah ini berguna bagi kita semua.
Yogyakarta, September 2016
Indrayani Noer Savitri
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
v DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... ... .... i ...
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
LEMBAR PERNYATAAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
INTISARI……….x
ABSTRACT……….xi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Manfaat Penelitian ... 5
E. Keaslian Penelitian ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori ... 8
B. Kerangka Teori ... 31
C. Kerangka Konsep Penelitian ... 32
D. Pertanyaan Penelitian ... 32
BAB III METODE PENELITIAN A. Rencana Penelitian ... 33
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 33
C. Populasi dan Sampel ... 34
D. Variabel Penelitian ... 34
E. Definisi Operasional ... 35
F. Alat dan Metode Pengumpulan Data ... 35
G. Validitas dan Reliabilitas ... 37
H. Metode Pengolahan dan Analisis Data ... 39
I. Etika Penelitian ... 42
J. Pelaksanaan Penelitian ... 43
BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 46
B. Pembahasan ... 49
C. Keterbatasan Penelitian ... 56
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
vi BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan ... 57 B. Saran ... 58
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Keaslian penelitian ... 6
Tabel 2 Definisi operasional ... 35
Tabel 3 Kisi kisi kuesioner ... 36
Tabel 4 Distribusi frekuensi karakteristik responden ... 47
Tabel 5 Distribusi frekuensi pengetahuan tentang dampak psikologis dan fisik .. 47
Tabel 6 Distribusi frekuensi pengetahuan tentang dampak pernikahan dini ... 48
Tabel 7 Tabel silang karakteristik dan pengetahuan ... 48
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Teori Penelitian... 31 Gambar 2.2 Kerangka Konsep Penelitian ... 32
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Pengantar Penelitian Lampiran 2 Informed Consent
Lampiran 3 Surat Permohonan Menjadi Responden Lampiran 4 Kuesioner Penelitian
Lampiran 5 Kunci Jawaban Kuesioner Lampiran 6 Uji Validitas
Lampiran 7 Penelitian
Lampiran 8 Time Scedule Penelitian 2016 Lampiran 9 Lembar konsultasi
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
x
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI
DI DUSUN WONONTORO DESAJATIAYU KECAMATAN KARANGMOJO KABUPATEN GUNUNGKIDUL
INTISARI
IndrayaniNoerSavitri1, Ekawati2
Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan pernikahan yang terjadi pada perempuan berusia kurang dari 18 tahun dan laki-laki berusia kurang dari 20 tahun.
Pernikahan dini juga dapat berakibat stress pada remaja karena belum memiliki kesiapan secara mental. Risiko kesehatan yang harus dihadapi perempuan pada pernikahan dini antara lain aborsi, anemia, infrauterifetaldeath, prematur, atonia uteri, cancer serviks, selain itu juga dapat berisiko pada ibu melahirkan, kurang siapnya mental dan psikologi juga dapat menimbulkan masalah peningkatan angka perceraian dan juga berdampak pada sosial ekonomi. Indonesia merupakan Negara peringkat kedua pernikahan dini di ASEAN setelah kamboja. Di wilayah DIY, Kabupaten dengan pernikahan dini tertinggi yaitu Gunungkidul dan Kecamatan dengan pernikahan dini di Gunungkidul yaitu Karangmojo Desa Jatiayu.
Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Dusun Wonontoro Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2016.
Metode penelitian: Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif, metode penelitian ini menggunkan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan data menggunakan data primer dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu total populasi.
Hasil: Pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 17 responden (42,5%) Kesimpulan: Dari penelitian didapatkan pengetahuan remaja putri di DusunWonontoro Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul mayoritas berpengetahuan cukup.
Kata Kunci: Pengetahuan, Remaja Putri, Dampak Pernikahan Dini, Kesehatan Reproduksi
1Mahasiswa STIKES Jendral A. Yani Yogyakarta
2Dosen STIKES Jendral A. Yani Yogyakarta
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
xi
THE KNOWLEDGE OVERVIEW OF FEMALE ADOLESCENTS ABOUT THE IMPACT OF EARLY MARRIAGEFORREPRODUCTIVE
HEALTH IN WONONTORO JATIAYU VILAGE KARANGMOJO SUB DISTRICT
GUNUNGKIDUL ABSTRACT
IndrayaniNoerSavitri1, Ekawati2
Background: Early marriageis a marriage happened to females aged less than 18 years and males aged less than 20 years. Early marriage can also lead to the stress in adolescents because they not ready mentally. Health risks must be faced by women in early marriage include abortion, anemia, infrauterifetaldeath, premature, atonic uterus, cervical cancer, it is also can be risky to the mother when give birth, lack of mental and psychological readiness can also be problematic to divorce rate and also impact on the socio-economic. Indonesia is the second ranked of early marriage in ASEAN after Kamboja. In DIY area, Districtwith the highest early marriage was Gunungkidul and Sub-District with early marriage in Gunungkidul was Karangmojo Jatiayu Village.
Objective: To know the knowledge overview of female adolescents about the impact of early marriage for reproductive health in Wonontoro Jatiayu Vilage Karangmojo Sub District Gunungkidul District of Yogyakarta year 2016.
Research Method: Type of research was quantitative descriptive, research method used cross sectional approach. Data collection used primary data and data collection tools used was questionnaires. Sampling method used was total population.
Result: Knowledge of female adolescents about the impact of early marriage for reproductive healthas in majority 17 respondents (42,5%) had enough knowledge.
Conclusion: From the study obtained that knowledge of female adolescents inWonontoro Jatiayu Vilage Karangmojo Sub District Gunungkidul District majority had enough knowledge.
Keywords: Knowledge, Female Adolescents, Impact of Early Marriage, Reproductive Health
1Student of Institute of Health Science Jendral A. Yani Yogyakarta
2Lecturer of Institute of Health Science Jendral A. Yani Yogyakarta
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, dimana pada masa itu terjadi pertumbuhan yang pesat termasuk fungsi reproduksi sehingga mempengaruhi perubahan-perubahan perkembangan baik fisik, mental maupun peran sosial, periode usia antara 10-19 tahun. Sebagai tanda kematangan organ reproduksi perempuan ditandai dengan beberapa tanda seks sekunder yaitu dengan tumbuh rambut di kemaluan dan ketiak, pinggul membesar, payudara membesar, kulit lebih lembut, serta suara semakin merdu (Widyastuti,Rahmawati,Purnamaningrum, 2009).
Permasalahan remaja dalam kesehatan diantaranya masih tinggi usia pernikahan pertama dibawah usia 20 tahun, yaitu usia 10-14 tahun sebanyak 4,8% dan usia 15-19 tahun sebanyak 41,9%. Aktifitas seksual remaja erat kaitannya dengan perkembangan psikis, fisik, proses belajar dan sosiokultural. Kurangnya pemahaman tentang perilaku seksual pada masa remaja sangat merugikan remaja sendiri termasuk keluarga,sebab pada masa ini remaja mengalami perkembangan yang penting yaitu kognitif, emosi, sosial dan seksual. Ada sekitar 35% perempuan berumur antara 15- 19 tahun melakukan hubungan seksual pada masa remaja yang tidak bertanggung jawab sehingga terjadi kehamilan sebelum menikah (Soetjiningsih, 2008).
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Hasil Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan di Kairo (International Conference on Population and Development-ICPD) pada tahun 1994, kesehatan reproduksi diartikan sebagai keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya (Kumalasari, 2012). Risiko kesehatan yang harus dihadapi perempuan pada pernikahan dini antara lain aborsi, anemia, infrauterifetaldeath, prematur, atonia uteri, cancerservik, selain itu juga dapat berisiko pada ibu melahirkan, kurang siapnya mental dan psikologi juga dapat menimbulkan masalah peningkatan angka perceraian dan juga berdampak pada sosial ekonomi (Manuaba, 2009).
World health organization (WHO) tahun 2014 menunjukkan bahwa sebanyak 16 juta kelahiran terjadi pada remaja yang berusia 15-19 tahun atau 11% dari seluruh kelahiran didunia yang mayoritas (95%) terjadi dinegara sedang berkembang. Di Amerika Latin dan Karibia 29% wanita muda menikah saat mereka berusia 18 tahun.
Menurut United Nations Development Economic and Social Affairs (UNDESA, 2010), Indonesia merupakan negara ke-37 dengan jumlah pernikahan dini terbanyak didunia tahun 2007. Untuk level ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), tingkat pernikahan dini di Indonesia berada diurutan ke dua terbanyak setelah Kamboja.
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2014, perempuan usia 15-19 tahun yang menikah diperkotaan meningkat menjadi 21%, sedangkan di
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
3
pedesaan pernikahan usia muda menurun menjadi 24,5%. Perempuan muda di Indonesia dengan usia 10-14 tahun sebanyak 0,2% atau lebih dari 22.000 wanita muda berusia 10-14 tahun di Indonesia sudah menikah, jumlah dari perempuan muda berusia 15-19 tahun yang menikah lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki muda berusia 15-19 tahun (11,7% P : 1,6% L) diantara kelompok umur perempuan 20-24 tahun lebih 56,2% sudah menikah (BKKBN, 2014).
Tabel 1.1 Data Pernikahan Dini Kementrian Agama DIY
No Tahun Kota Jumlah
(orang)
Presentase (%)
1 2015
Bantul Gunungkidul
Sleman Kulon progo Yogyakarta Kota
132 orang 184 orang 98 orang 34 orang 13 orang
28,6%
39,9%
21,2%
7,4%
2,8%
Dari data diatas menurut Kementrian Agama DIY tahun 2015 Gunungkidul menduduki peringkat pertama dalam pernikahan dibawah umur dengan rincian 184 orang.Menurut data yang didapatkan dari Dinas Kabupaten Gunung Kidul, Budaya pernikahan dini masih dijumpai di beberapa desa, hal ini masih merupakan budaya sekaligus menjadi kebanggaan beberapa orang tua bila anak perempuan menikah pada usia muda. Mereka kurang menyadari akan masalah yang bisa timbul yaitu adanya ibu hamil risiko tinggi (risti), rawan gizi, kehamilan tidak diinginkan, aborsi, kematian ibu/bayi, dan kekerasan dalam rumah tangga (Kemenag DIY, 2015)
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pernikahan dini di Indonesia, yaitu pendidikan rendah, kebutuhan ekonomi, kultur nikah muda, pernikahan yang diatur
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
dan seks bebas pada remaja, remaja yang melakukan seks bebas merasa bahwa seks bebas aman untuk dilakukan, padahal seks bebas banyak resiko salah satunya yaitu kehamilan diluar nikah (BKKBN, 2012).
Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 24 Maret 2016 di Dusun Wonontoro Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul Provinsi DIY, wawancara dilakukan terhadap 10 remaja yang belum melakukan pernikahan dini dan diperoleh informasi bahwa 40% remaja sudah mengerti tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi dan 60% remaja belum mengerti tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi.Hanya mengetahui tentang pernikahan dini adalah pernikahan dibawah umur dan belum mengetahui resiko dari pernikahan dini.
Berdasarkan studi pendahuluan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Dusun Wonontoro Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul Provinsi DIY.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah tersebut adalah
“Bagaimana gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul?”
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
5
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampakpsikologis pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul.
b. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak fisik pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teori
Memberikan informasi tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi dan dapat digunakan untuk tambahankajian pustaka.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Remaja
Diharapkan dapat untuk menambah pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi sehingga dapat mengurangi angka kejadian
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
pernikahan dini terutama di Dusun Wonontoro, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo.
b. Bagi Tenaga Kesehatan (Bidan)
Masukan dan informasi tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi.Sehingga dapat meningkatkan program yang telah diberlakukan dan memberi pendidikan tentang kesehatan reproduksi pada remaja.
c. Bagi Peneliti
Sebagai tambahan pengalaman bagi peneliti dalam menerapkan ilmu kesehatan tentang pernikahan dini, serta dapat menambah wawasan bagi peneliti sendiri.
d. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini dapat digunakan sebagaitambahan sumber referensi dan meningkatkan pengetahuan mengenai Gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi.
E. Keaslian Penelitian
Keaslian penelitian dapat dilihat pada penelitian dalam tabel berikut ini.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
7
Tabel 2.1. Keaslian penelitian
No Nama/ judul Metode penelitian Hasil penelitian Perbedaan Persamaan 1 Susilawati
(2016)/
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang
Dampak
Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Reproduksi di Desa Rata Agung
Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat.
Metode
penelitian:deskriptif kuantitatif,
populasi: remaja putri usia 16-19 tahun dengan jumlah 46 orang, teknik sampel: total sampling
Hasil penelitian dengan
pengetahuan baik yaitu sebanyak 14 responden (30,4), pengetahuan cukup baik sebanyak 10 responden (21,7), pengetahuan kurang baik sebanyak 22 responden (47,8).
Tempat, waktu, populasi
Sama-sama penelitian tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi.
Metode penelitian, teknik sampel.
2 Ironi (2014)/
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Tentang Dampak
Pernikahan Dini Pada Kesehatan Reproduksi
Metode penelitian:
quasi eksperimental design, populasi:
seluruh siswa kelas VIII berjumlah 60 orang, instrumen:
kuesioner
Hasil penelitian menyatakan jawaban
responden dan dikelompokkan berdasarkan nilai minimum, maksimum, nilai rata-rata (mean) dan standar deviasi.
Metode
penelitianpopulasi, lokasi, waktu penelitiannya.
Sama-sama penelitian tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi, metode penelitian, teknik sampel, instrumen.
3 Desiyanti (2015)/ Faktor- faktor yang Berhubungan Terhadap Pernikahan Dini Pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Mapaget Kota Manado
Metode penelitian:
kuantitatif,
populasi: seluruh pasangan usia subur
yang telah
menikah, sampel:
total sampling, instrumen:
kuesioner
Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor yang paling dominan
terhadap
pernikahan dini adalah faktor peran orang tua dalam
komunikasi keluarga.
Tempat, waktu, populasi,
Metode penelitian, teknik sampel, instrumen.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
45 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Wonontoro, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.Dusun Wonontoro merupakan salah satu dari 13 dusun yang ada di Desa Jatiayu.Dusun Wonontoro mempunyai luas wilayah 60 Ha. Adapun batasan-batasan Dusun Wonontoro yaitu sebelah utara berbatasan dengan Dusun Sawahan 13, sebelah selatan berbatasan dengan Dusun Banjardowo, sebelah timur berbatasan dengan Dusun Karangwetan, sebelah barat berbatasan dengan Dusun Warung.
Jumlah penduduk Dusun Wonontoro berjumlah 629 jiwa, yang terdiri dari 154 kepala keluarga dengan rincian penduduk laki-laki 315 jiwa (50,08%), penduduk perempuan sebanyak 314 jiwa (49,92%) yang terbagi dalam 4 rukun tetangga. Jumlah remaja putri yang berusia 10-19 tahun di Dusun Wonontoro yang mengikuti penelitian berjumlah 40 orang.Remaja di Dusun Wonontoro Desa Jatiayu mempunyai kegiatan kumpulan karangtaruna/pemuda yang dilaksanakan pada setiap bulan.
Tingginya angka pernikahan dini di Dusun Wonontoro dikarenakan beberapa faktor diantaranya, tingkat pendidikan remaja yang masih rendah, sikap dan hubungan dengan orang tua dimana rasa patuh terhadap orang tua menjadi faktor utama remaja melakukan pernikahan dini serta masih tingginya angka kehamilan diluar nikah. Di
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
46
Dusun Wonontoro belum pernah dilaksanakan penyuluhan tentang pernikahan dini tetapi sebagian besar remaja putri di dusun ini sudah mendapatkan penyuluhan pernikahan dini dari sekolah mereka masing-masing.
B. Hasil Penelitian 1. Karakteristik Responden
Karakteristik responden yang diamati dalam penelitian ini adalah berdasarkan umur, dan pendidikan. Distribusi frekuensi karakteristik umur responden selengkapnya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden di Dusun Wonontoro Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul
Karakteristik (f) (%)
Umur
10 – 12 tahun 7 17,5
13 – 15 tahun 16 40,0
16 – 19 tahun 17 42,5
Pendidikan
SD 7 17,5
SMP 13 32,5
SMA 13 32,5
Perguruan Tinggi 7 17,5
Total 40 100
Sumber : data primer, 2016
Berdasarkan tabel 4.1. di atas dapat diketahui dari 40 responden di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri berusia antara 16-19 tahun sebanyak 17 responden (42,5%).
Pendidikan responden sebagian besar SMP dan SMA masing-masing sebanyak 13 responden (32,5%).
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
2. Pengetahuan tentang Dampak Psikologis dan Dampak Fisik Pernikahan Dini pada Kesehatan Reproduksi
Pengetahuan tentang dampak pernikahan dini dapat diketahui berdasarkan dampak psikologis dan dampak fisik pernikahan dini pada kesehatan reproduksi, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2. Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Psikologis dan Dampak Fisik Pernikahan Dini pada Kesehatan Reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul
Dampak Pernikahan Dini Baik Cukup Kurang
F % f % f %
Dampak Psikologis 12 30,0 18 45,0 10 25,0
Dampak Fisik 15 37,5 22 55,0 3 7,5
Sumber: Data Primer 2016
Berdasarkan tabel 4.2. diketahui bahwa pengetahuan remajaputri tentang dampak psikologis sebagian besar pada kategori cukup sebanyak 18 responden (45,0%), dan dalam kategori kurang sebanyak 10 responden (25,0%). Pengetahuan remaja tentang dampak fisik pernikahan remaja sebagian besar pada kategori cukup sebanyak 22 responden (55,0%), dan dalam kategori kurang sebanyak 3 responden (7,5%).
3. Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Pernikahan Dini pada Kesehatan Reproduksi
Gambaran tingkat pengetahuan secara keseluruhan tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi dapat dilihat pada tabel berikut:
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
48
Tabel 4.3. Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Pernikahan Dini pada Kesehatan Reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul
Tingkat Pengetahuan Frekuensi %
Baik 16 40,0
Cukup 17 42,5
Kurang 7 17,5
Total 40 100,0
Sumber: Data Primer 2016
Berdasarkan tabel 4.3.diketahui dari 40 responden menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini dalam kategori cukup sebanyak 17 responden (42,5%), dan dalam kategori kurang sebanyak 7 responden (17,5%).
4. Tabulasi Silang Karakteristik Remaja dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Pernikahan Dini pada Kesehatan Reproduksi
Hasil tabulasi silang karakteristik remaja dengan tingkat pengetahuan tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4. Tabulasi Silang Karakteristik Remaja dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Pernikahan Dini pada Kesehatan Reproduksi
Karaktersitik
Pengetahuan
Total
Baik Cukup Kurang
F % F % F % F %
Usia
10 – 12 tahun 2 5,0 3 7,5 2 5,0 7 17,5
13 – 15 tahun 6 15,0 6 15,0 4 10,4 16 40,0
16 – 19 tahun 8 20,0 8 20,0 1 2,5 17 42,5
Total 16 40,0 17 42,5 7 17,5 40 100
Pendidikan
SD 2 5,0 3 7,5 2 5,0 7 17,5
SMP 4 10,0 5 12,5 4 10,0 13 32,5
SMA 6 15,0 6 15,0 1 2,5 13 32,5
Perguruan Tinggi
4 10,0 3 7,5 0 0 7 17,5
Total 16 40,0 17 42,5 7 17,5 40 100
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Berdasarkan hasil tabulasi silang diketahui bahwa remaja yang berusia 10-12 tahun sebagian besar memiliki pengetahuan kategori cukup sebanyak 3 orang (42,9%).
Remaja dengan usia 16-19 tahun sebagian besar memiliki pengetahuan baik dan cukup masing-masing sebanyak 8 orang (47,1%). Remaja yang memiliki pendidikan SD dan SMP sebagian besar memiliki pengetahuan cukup masing-masing sebanyak 3 orang (42,9%) dan 5 orang (38,5%). Remaja dengan pendidikan SMA sebagian besar memiliki pengetahuan baik dan cukup masing-masing sebanyak 6 orang (46,2%) dan remaja dengan pendidikan perguruan tinggi sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 4 orang (57,1%).
C. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan karangmojo Kabupaten Gunungkidul.Gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini diantaranya pengetahuan remaja tentang dampak psikologis dan dampak fisik pada remaja putri.
1. Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Psikologis Pernikahan Dini pada Kesehatan Reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul
Hasil penelitian tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak psikologis menunjukkan sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan cukup (47,5%).
Menurut Sarwono (2006) dampak psikologis pernikahan dini diantaranya belum
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
50
matangnya mental seseorang remaja akan mempengaruhi penerimaan kehamilannya, dimana alat reproduksi remaja yang belum siap menerima kehamilan, merasa tersisih dari pergaulan karena dianggap belum mampu membawa diri, terkadang perasaan tertekan karena mendapat cercaan dari keluarga, teman atau lingkungan masyarakat.
Sebesar 83,0% responden diketahui menjawab benar pada pernyataan bahwa remaja putri tidak menyesal setelah melakukan pernikahan dini dan 85,0% menjawab benar pada pernyataan remaja yang menikah dini dapat tertekan karena cercaan keluarga, teman, lingkungan dan masyarakat. Hal tersebut menunjukkan sebagian besar responden telah memahami dampak psikologis pernikahan dini, responden dengan jawaban yang mayoritas benar tentang dampak psikologis pernikahan dini, hal ini bisa dikarenakan akses yang mudah dalam memperoleh informasi tersebut baik dari media cetak maupun televisi.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diana (2013) menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup tentang dampak psikologis pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi (69,5%).
Responden dengan pengetahuan cukup dikarenakan remaja putri belum sepenuhnya mengerti tentang dampak psikologis pernikahan dini seperti menarik diri, stres dan belum siap menjadi orang tua. Selain itu, pengetahuan remaja juga dapat dipengaruhi oleh usia responden.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 16-19 tahun dan sebagian besar memiliki pengetahuan baik dan cukup. Sesuai dengan pendapat
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Wawan (2011) bahwa semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat seseorang yang lebih dewasa dipercaya dari orang yang belum tinggi kedewasaannya. Hal ini akan sebagai dari pengalaman dan kematangan jiwa. Hasil penelitian juga diketahui sebesar 22,5% responden memiliki pengetahuan kurang tentang dampak psikologis pernikahan dini. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Susilawati (2016) yang menunjukkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini terhadap organ reproduksi sebagian besar dikategorikan kurang sebesar 47,8%.
Respendon diketahui sebesar 45,0% menjawab salah pada soal remaja yang melakukan pernikahan dini akan merasakan penyesalan karena, sebesar 40,0%
responden menjawab salah pada pernyataan bahwa remaja yang menikah dini akan merasa minder. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat remaja yang belum memahami sepenuhnya tentang dampak psikologis pernikahan dini.
Berdasarkan hasil penelitian teori dan penelitian sebelumnya maka dapat dinyatakan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak psikologis sebagian besar pada kategori cukup.Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan yaitu seperti keluarga harus mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai yang baik sejak dini kepada anak, serta memberikan bimbingan, perlindungan, dan pengawasan agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat mengarah pada berbagai hal negatif.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
52
Adanya kerjasama sekolah dengan organisasi-organisasi sosial untuk memberikan penyuluhan atau bimbingan mengenai berbagai permasalahan sosial terutama tentang risiko pernikahan di usia muda melalui pendidikan seks dini, konseling kesehatan reproduksi juga memberikan kesadaran kepada para siswa untuk menghindari seks pranikah yang bisa mengakibatkan kehamilan. Dan memberikan penyuluhan kepada orang tua dan masyarakat tentang dampak dari pernikahan dini.
2. Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Fisik Pernikahan Dini pada Kesehatan Reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup (55,0%) tentang dampak fisik pernikahan dini pada kesehatan reproduksi. Sesuai dengan pendapat Manuaba (2009) bahwa dampak fisik dalam pernikahan dini memang perlu diketahui oleh remaja karena memang memiliki dampak sangatlah besar baik dalam melakukan hubungan seksual ataupun dalam persalinan.
Sebesar 90,0% responden diketahui menjawab benar pada pernyataan bahwa perdarahan pada saat melahirkan dapat terjadi pada remaja yang menikah dini dan pernikahan dini dapat berpengaruh pada AKI (Angka Kematian Ibu). Hal tersebut menunjukkan sebagian besar responden telah memahami dampak fisik pernikahan dini yakni meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Perkawinan dini yang berlanjut menjadi kehamilan sangat berdampak negatif pada status kesehatan reproduksinya. Responden kurang dalam mendapatkan informasi dari orang tua tentang dampak pernikahan dini dikarenakan lingkungan yang tidak mendukung.Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Desiyanti (2015) menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap pernikahan dini adalah faktor peran orang tua dalam komunikasi keluarga.Hal tersebut menunjukkan bahwa peran orang tua sangatlah dibutuhkan dalam pemberian informasi kepada remaja khsusunya tentang dampak fisik pernikahan dini. Terbatasnya pengetahuan dan wawasan orang tua dan anak pelaku pernikahan dini karena sudah menjadi tradisi masyarakat secara umum.
Hasil penelitian diketahui sebagian besar remaja memiliki pendidikan SD dan SMP.
Responden yang berpengetahuan cukup dapat disebabkan oleh faktor pendidikan responden yang masih relatif rendah.Pendidikan diperlukan untuk mendapat informasi misalnya hal-hal yang menunjang kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.Semakin tinggi pendidikan remaja, semakin baik pula pengetahuan remaja.
Hasil penelitian juga menunjukkan sebanyak sebesar 7,5% memiliki pengetahuan kurang tentang dampak fisik pernikahan dini. Respendon diketahui sebesar 40,0%
menjawab salah pada soalremaja yang melakukan pernikahan dini tidak akan berisiko untuk terkena IMS (Infeksi Menular Seksual), dan pada soal dampak pernikahan dini bagi ibu tidak akan berisiko pada kematian. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
54
terdapat remaja yang belum memahami sepebuhnya tentang dampak fisik pernikahan dini yang dapat meningkatkan penularan IMS dan juga meningkatkan risiko kematian pada ibu.
Pengetahuan kurang disebabkan pada dampak psikologi adaptasi lebih lama. Adaptasi psikologis antara lain menerima kehamilan dan mengontrol emosional (Bobak, 2004).
Pengetahuan kurang juga disebabkan pengalaman sekitar yang kurang juga karena dampak psikologis sering tidak terlihat langsung. Pengalaman merupakan suatu cara untuk memperoleh pengetahuan, Hal tersebut dilakukan dengan cara pengulangan kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Bila berhasil maka orang akan menggunakan cara tersebut dan bila gagal tidak akan mengulangi cara itu.
Berdasarkan hasil penelitian teori dan penelitian sebelumnya dapat dinyatakan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak fisik pernikahan dini menunjukkan sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan cukup. Hal tersebut dapat disebabkan karena faktor pendidikan dimana semakin tinggi pendidikan remaja, semakin baik pula pengetahuan remaja. Selain itu, faktor peran orang tua juga dapat berpengaruh pada pengetahuan remaja.
3. Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Pernikahan Dini pada Kesehatan Reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi sebagian besar memiliki pengetahuan cukup (42,5%). Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang dampak pernikahan dini baik dampak psikologis maupun dampak fisik.Menurut Notoatmodjo (2010) pengetahuan merupakan hasil “tahu” pengindraan manusia terhadap suatu obyek
tertentu. Proses pengindraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan melalui kulit. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior).
Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diana (2013) yang menunjukkan bahwasebagian besar pengetahuan responden tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi dikatagorikan cukup yaitu sebanyak 66 responden (69,5%). Pengetahuan yang cukup disebabkan karena remaja putri belum sepenuhnya mengerti tentang pernikahan dini, demikian juga dengan responden dengan pengetahuan kurang, hal ini bisa dikarenakan kurangnya informasi mengenai pernikahan dini serta kurangnya pendidikan seksual yang diperoleh dari keluarga, teman, maupun sekolah.
Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat remaja dengan pengetahuan kurang tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi sebanyak sebesar 17,5%. Pengetahuan yang kurang tentang dampak pernikahan dini dapat disebabkan
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
56
karena kurangnya kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan pada remaja khususnya berkaitan dengan dampak pernikahan dini. Tingkat pengetahuan rendah menjadi faktor remaja dalam melakukan pernikahan dini serta masih tingginya angka kehamilan diluar nikah.Remaja yang melakukan pernikahan dini dapat berdampak pada kesehatan reproduksi diantaranya komplikasi pada kehamilan dan persalinan.
Kehamilan pada masa remaja mempunyai resiko medis yang cukup tinggi, karena pada masa remaja, alat reproduksi belum cukup matang untuk melakukan fungsinya Pengetahuan dan kesehatan reproduksi remaja juga dapat dpengaruhi oleh adalah adanya penyuluhan kesehatan.Berdasarkan hasil wawancara dengan Koramil Kecamaran Karangmojo diketahui bahwa belum pernah dilaksanakan penyuluhan tentang pernikahan dini tetapi sebagian remaja putri di dusun ini sudah mendapatkan penyuluhan pernikahan dini dari sekolah mereka masing-masing.
Untuk mencegah terjadinya perkawinan dini di kalangan remaja diperlukan upaya pencegahan dengan cara meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang resiko perkawinan dini. Penyuluhan dan pemberian informasi kesehatan reproduksi baik dari pihak sekolah maupun tenaga kesehatan kepada remaja putri juga agar lebih ditingkatkan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang dampak pernikahan dini. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ironi (2014) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi dibuktikan
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
dengan nilai signifikan hasil post test kelompok kontrol dan eksperimen sebesar 0,000 (p-value < 0,05).
Berdasarkan hasil penelitian, teori dan penelitian sebelumnya dapat dinyatakan bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan cukup tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi pengetahuan remaja dapat dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan pada remaja khususnya berkaitan dengan dampak pernikahan dini serta kurangnya penyuluhan tentang pernikahan dini di desa tersebut.
D. Keterbatasan
Penulis menyadari terdapat keterbatasan dalam membuat karya tulis ilmiah ini mengingat variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel tunggal sehingga hasil penelitian terbatas pada tingkat pengetahuan saja.Selain itu kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup dimana sudah tersedia pertanyaan yang dibuat oleh penulis dan responden cukup menjawab benar atau salah sehingga belum dapat mengukur pengetahuan responden secara mendalam.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
58 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul kategori cukup (42,5%).
2. Gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak psikologis pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul kategori cukup (47,5%).
3. Gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak fisik pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul kategori cukup (55,0%).
B. Saran 1. Bagi Remaja
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan cukup, maka disarankan kepada remaja putri untuk
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
meningkatkan pengetahuan tentang dampak dari pernikahan dini pada kesehatan reproduksi dengan cara dapat mengkases informasi dari media cetak, televisi maupun ekstrakulikuler Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang diadakan oleh sekolah sehingga dapat mengurangi angka kejadian pernikahan dini terutama di Dusun Wonontoro, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo.
2. Bagi Tenaga Kesehatan (Bidan)
Tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat meningkatkan peran sertanya kepada remaja dalam meningkatkan derajat kesehatan reproduksi dengan cara memberikan penyuluhan melalui KIE tentang dampak pernikahan dini.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk penelitian selanjutnya agar menggali lebih mendalam mengenai pengetahuan tentang dampak pernikahan dini pada remaja dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya seperti faktor lingkungan, tingkat ekonomi, pendidkan orang tua, dan peran tenaga kesehatan.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Cetakan ke-15.
Jakarta: Rineka Cipta.
Aziz Alimul Hidayat. 2010. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data.
Jakarta : Salemba Medika.
BKKBN. 2012. Pernikahan Dini pada beberapa Provinsi di Indonesia.
Bobak, L. 2004. Keperawatan Maternitas. Jakarta: ECG.
Desiyanti, I.W. 2015. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Terhadap Pernikahan Dini Pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Mapaget Kota Manado. JIKUM vol. 5, No. 2, April 2015.
Dewi dan Wawan. 2011. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.
Dinkes Kabupaten Gunungkidul.(2015). Profil Kesehatan Tahun 2015. Gunungkidul : Dinkes Kabupaten Gunungkidul
Hidayat, A. 2007. Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika
Indriyani Diyan.2014. Buku Ajaran Keperawatan Maternitas. Yogyakarta: AR- RUZZ MEDIA.
Ironi, P.C. Octaviati, T.I. Pratiwi, K. 2014. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Tentang Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Reproduksi. Jurnal ilmu kebidanan, vol II, No 2, Agustus 2014. 55- 62.
Kumalasari Intan.2012. Kesehatan Reproduksi Untuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Kementrian Agama DIY. (2015). Laporan Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk tahun 2015. Yogyakarta.
Kementrian Agama Gunungkidul. (2015). Laporan Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk tahun 2015. Gunungkidul.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Kusmiran, E. 2012. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: penerbit Salemba Medika.
Juliansyah Noor. 2012. Metodologi Penelitian, Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Manuaba I. B. G, 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Edisi 2. Jakarta:
EGC.
Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan, Teori dan Aplikasinya. Jakata: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. 2012. Metode Penelitian Kesehatan. Ed. Rev. Jakata: Rineka Cipta.
Pinem, S. (2009). Kesehtaan Reproduksi Dan Kontrasepsi. Jakarta: CV. Trans Info Media
Romauli S dan Vindarti AV. 2012. Kesehatan Reproduksi: Buat Mahasiswi Kebidanan.Cetakan ke-3. Yogyakarta: Mulia Medika.
Sarwono, Sarlito. 2006. Psikologi Perkembangan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Saryono. 2011. Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Mitra Cendikia Press.
Soetjiningsih. 2008. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahan, Jakarta : Sagung Seto
Survei Demografi Kesehatan Indonesia.2012. Laporan Kesehatan Reproduksi Remaja. April. Jakarta
Susilawati., Yuviska,I.A. 2016. Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Reproduksi di Desa Rata Agung Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat. Jurnal kebidanan vol 2, No 1, 2016 : 20-23
Sugiyono. 2014. Statistika untuk Penelitian. Cetakan ke-25, Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Cetakan ke-22, Bandung : Alfabeta.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Sulistyaningsih. 2011. Metodologi Penelitian Kuantitatif-Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu.
WHO (World Health Organization). The Adolescence Information Definition.
Diakses tanggal 15 April 2016 jam 14.30 WIB, dari http://www.who.int/
Widyastuti, Y., Rahmawati, A., & Purnamaningrum,Y. 2009. Kesehatan Reproduksi.Fitramaya: Yogyakarta.