• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERSEPSI DAN KEPUASAN PENDENGAR TERKAIT ATRIBUT PRODUK MEDIA STREAMING RADIO PADA RADIO PRAMBORS JAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS PERSEPSI DAN KEPUASAN PENDENGAR TERKAIT ATRIBUT PRODUK MEDIA STREAMING RADIO PADA RADIO PRAMBORS JAKARTA"

Copied!
146
0
0

Teks penuh

(1)

PRAMBORS JAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Menempuh Ujian Sarjana

pada Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

LULUK NOVITA SARI NIM. 165030201111076

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS KONSENTRASI PEMASARAN

MALANG 2020

(2)

i

َ ني ِرِباَّصلا ََع َم ََللّا ََ ن ِإ َۚ َِة َ لَ صلا َو َرْ

ب صلاِب َاوُ ني ِعت ْسا َاوَ ُ

ن َمآ ََني ِذَ لا َا َهُّيَ

أ َا َي

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

(Q.S: AL Baqarah ayat 153)

َِمْيِظ علا َي ِ ِلَعلا َِللاِب َلّ ِإ ََ ة وُ

ق ََ لّ َو ََل ْو َح ََ

لّ

“Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung."

(3)

ii k

(4)

iii

(5)

iv

(6)

v

Terkait Atribut Produk Media Streaming Radio pada Radio Prambors Jakarta. Zainul Arifin, Dr., Drs., MS hal 127 + xv

Berawal dari penyampaian informasi secara personal, adanya kemajuan teknologi membuat penyampaian informasi saat ini menjadi massal sehingga lebih luas jangkauanya yang kemudian disebut media massa. Media massa di Indonesia ditandai dengan adanya media cetak, kemudian menjadi media elektronik, dan terus berkembang hingga menjadi media yang baru atau biasa disebut media online. Perkembangan tersebut hampir semua berpengaruh di seluruh sektor industri media massa, tidak terkecuali pada industri radio. Menurunnya eksistensi radio konvensional menjadi indikasi dampak dari kehadiran media massa online yang didukung oleh penelitian dari Global Web Index di mana data dari hampir seluruh negara termasuk Indonesia, masyarakatnya lebih sering menggunakan media digital dibandingkan dengan media tradisional per hari. Konsumsi media digital di Indonesia lebih unggul dibandingkan konsumsi media konvensional, yakni sebanyak 8 jam 35 menit untuk media digital dan 5 jam 3 menit untuk media konvensional per hari. Untuk itulah radio konvensional saat ini mencoba menyesuaikan diri dan berinovasi dengan merambah ke dunia digital yang memanfaatkan internet kemudian memberikan layanan aplikasi streaming untuk menjangkau pasar lebih luas, di luar jangkauan frekuensi.

Radio Prambors Jakarta menempati peringkat pertama dalam Top Indonesia Radio Station. Radio Prambors Jakarta memiliki segmentasi anak muda dengan mengusung format musik contemporary hits radio, dengan konten yang up-to- date. Namun saat ini menurut data dari portal “My Tuner” terdapat 459 streaming radio yang tersedia dan 500 streaming radio yang tersedia pada portal “Online Radio Box”. Hal tersebut membuat bertambahnya pilihan bagi pendengar untuk memilih media streaming yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan dan keinginanya. Untuk mempertahankan dan menjaga kesetiaan pendengar, radio Prambors Jakarta perlu melihat dan mempertimbangkan hal tersebut sebagai bagian dari strategi perusahaan. Penggambaran kelebihan dan kekurangan aplikasi streaming radio Prambors Jakarta yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan pendengar dapat dilakukan melalui penilaian persepsi dan kepuasan pendengar pada atribut produk. Sehingga tujuan dari penelitian ini dapat tercapai yaitu untuk memberikan bahan analisa bagi perusahaan dalam menetapkan strategi perusahaan agar bisa mempertahankan eksistensi radio Prambors Jakarta.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan memiliki dua rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana persepsi pendengar terkait atribut produk aplikasi media streaming radio pada radio Prambors Jakarta? (2) Bagaimana kepuasan pendengar terkait atribut produk aplikasi media streaming radio pada radio Prambors Jakarta?. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sumber data

(7)

vi

Prambors Jakarta kurang lebih selama 1 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: peneliti sendiri, pedoman wawancara dan perangkat penunjang.

Analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif dengan empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Untuk pengujian keabsahan data digunakan triangulasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam.

Hasil penelitian ini mengungkapkan persepsi pendengar mengenai atribut produk media streaming radio Prambors Jakarta secara keseluruhan sudah baik.

Mengenai persepsi merek, representasi radio Prambors Jakarta telah sesuai dengan persepsi pendengar sebagai radio anak muda. Keunggulan dari radio Prambors Jakarta menurut pendengar dalam penelitian ini adalah gaya penyiar, program yang ditawarkan, serta lagu yang diputar telah sesuai dengan segmentasi dan mendukung brand image radio Prambors Jakarta sebagai radio anak muda. Selain itu penyiar dari kalangan artis yang informatif dan dikemas santai seolah pendengar ikut dalam perbincangan menjadi daya tarik pendengar. Persepsi pendengar mengenai fitur yang terdapat dalam aplikasi streaming radio Prambors Jakarta secara keseluruhan sudah bagus, variasi fitur yang tersedia sudah lumayan lengkap serta pengoperasian fiturnya mudah. Namun, radio Prambors Jakarta perlu memberikan inovasi fitur tambahan di dalam aplikasi streaming-nya untuk memenuhi keinginan pendengar. Untuk persepsi desain, kombinasi teks, warna, dan background masih kurang memenuhi keinginan pendengar yang didominasi anak muda di mana lebih mengedepankan pada desain yang sesuai dengan tren anak muda yang sedang terjadi seperti nuansa cheerful dan young, sehingga pada desain perlu dilakukan pembaharuan. Sedangkan untuk tata letak tombol bisa digunakan dengan mudah dan tidak terdapat kendala saat digunakan. Pendengar merasa puas terhadap aplikasi streaming radio Prambors Jakarta karena sesuai dengan harapan pendengar, dan kekurangan pada aplikasi streaming ini tidak menjadi masalah yang cukup berarti. Selanjutnya, pendengar masih akan terus menggunakan layanan aplikasi streaming ini dengan alasan program dan penyiar dari radio Prambors masih menjadi unggulan radio tersebut, serta fitur yang sudah tersedia bagus, mudah digunakan dan bisa memenuhi keinginan serta kebutuhan pendengar di luar jangkauan frekuensi 102.2 FM.

Kata Kunci: Streaming Radio, Atribut Produk, Persepsi, Kepuasan.

(8)

vii

Regarding Radio Streaming Media Product Attributes on Radio Prambors Jakarta. Zainul Arifin, Dr., Drs., MS hal 127 + xv

Starting from the delivery of personal information, technological advances make the delivery of information at this time become mass so that its wider reach is then called mass media. The mass media in Indonesia is characterized by the presence of print media, then becomes electronic media, and continues to grow until it becomes a new media or commonly called online media. These developments have had almost all influence in all sectors of the mass media industry, including the radio industry. The decline in the existence of conventional radio is an indication of the impact of the presence of online mass media which is supported by research from the Global Web Index where data from almost all countries including Indonesia, the people use digital media more often than traditional media per day. Consumption of digital media in Indonesia is superior to conventional media consumption, which is 8 hours 35 minutes for digital media and 5 hours 3 minutes for conventional media per day. For this reason, conventional radio is currently trying to adapt and innovate by penetrating into the digital world that utilizes the internet and then provides streaming application services to reach a wider market, beyond the frequency range.

Prambors Jakarta radio is ranked first on the Top Indonesia Radio Station.

Prambors Jakarta radio has a segmentation of young people with a contemporary music hits radio format, and up-to-date content. However, according to data from the "My Tuner" portal there are 459 radio streams available and 500 radio streams available on the "Online Radio Box" portal. This makes the listener more choices to choose streaming media that is considered to be able to meet their needs and desires. To maintain the loyalty of listeners, Prambors Jakarta radio needs to see and consider it as part of the company's strategy. The description of the strengths and weaknesses of the Prambors Jakarta radio streaming application that can meet the needs and desires of listeners can be done through assessing perceptions and listener satisfaction on product attributes. So that the purpose of this research can be achieved, to provide analytical material for companies in determining the company's strategy in order to be able to maintain the existence of Prambors Jakarta radio.

This research uses qualitative research with descriptive method and has two problem formulations, namely: (1) What is the listener's perception related to the product attributes of streaming radio media applications on Prambors Jakarta radio? (2) How is the listener's satisfaction related to the product attributes of the streaming radio media application on Prambors Jakarta radio ?. The selection of informants in this study uses purposive sampling technique with the source of research data derived from informants and documentation. Criteria for selected informants is someone aged 15 to 29 years, domiciled in Malang, duration to

(9)

viii

analysis with four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. To test the validity of the data used triangulation with data collection techniques using in-depth interviews.

.The results of this study reveal listeners' perceptions about the attributes of Prambors Jakarta's radio streaming media products as a whole are good.

Regarding brand perception, Prambors Jakarta's radio representation is in accordance with the listener's perception as youth radio. The advantages of Prambors Jakarta radio according to the listeners in this study are the style of the announcer, the programs offered, and the songs that play are in accordance with the segmentation and support the brand image of Prambors Jakarta radio as a youth radio. In addition, broadcasters from the artists who are informative and casually packed as if the listeners take part in the conversation become an attraction of the listener. The listener's perception of the features contained in the Prambors Jakarta radio streaming application as a whole is good, the variety of features available is quite complete and the operation of the features is easy.

However, Prambors Jakarta radio needs to provide additional feature innovations in its streaming application to fulfil listener desires. For the perception of design, the combination of text, color, and background still does not meet the desires of listeners who are dominated by young people where more emphasis on designs that are in line with the trends of young people that are happening such as cheerful and young nuances, so that the design needs to be updated. As for the button layout, it can be used easily and there are no obstacles when used. Listeners are satisfied with the Prambors Jakarta radio streaming application because it is in line with listeners' expectations, and the lack of a streaming application is not a significant problem. Furthermore, listeners will still continue to use this streaming application service on the grounds that programs and broadcasters from Prambors radio are still the superior radio, and the features that are available are good, easy to use and can fulfil the wants and needs of listeners outside the 102.2 FM frequency range.

Keyword: Streaming Radio, Product Attributes, Perception, Satisfaction.

(10)

ix

melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Persepsi dan Kepuasan Pendengar Terkait Atribut Produk Media Streaming Radio pada Radio Prambors Jakarta”.

Skripsi ini merupakan tugas akhir yang diajukan untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ilmu Admnistrasi Bisnis pada Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya Malang. Penulis menyadari skripsi ini tidak akan terwujud dan berhasil tersusun tanpa dukungan, bantuan dan bimbingan baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS., selaku Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

2. Bapak Prof. Dr. Drs. Mochammad Al Musadieq, MBA., selaku Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

3. Ibu Nila Firdausi Nuzula, S.Sos., M.Si., Ph.D., selaku Ketua Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

4. Bapak Dr. Drs. Zainul Arifin, MS., selaku Komisi Pembimbing yang penuh dedikasi untuk membimbing, mengarahkan serta memberikan dorongan bagi penulis hingga skripsi ini dapat terselaikan dengan baik.

(11)

x

karyawan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

6. Orang tua dan keluarga penulis Bapak Imam Sujono, Ibu Mukanik, Riza Lukmana Putra, dan Oktavia Vera Madalena terima kasih selalu memberikan doa terbaik, kasih sayang, serta dukungan moril yang tiada hentinya bagi penulis.

7. Seluruh informan yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk berpartisipasi dalam penyusunan penelitian ini.

8. Sahabat-sahabat yang mendukung serta menemani perjalanan penulis dari awal masuk kuliah dan memberikan kebahagian selama hampir 4 tahun di Kota Malang, ardhan, mbak lauren, mbak debi, mbak ursula, kakak ipah, salis, mutia, kak ajeng, kak tania, rekan mahasiswa Administrasi Bisnis 2016 yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Demi kesempurnaan skripsi ini, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semoga karya skripsi ini dapat bermanfaat yang berarti bagi pihak yang membutuhkan.

Malang, 2020

Luluk Novita Sari

(12)

xi

MOTTO ... i

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI ... ii

TANDA PENGESAHAN SKRIPSI ... iii

PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI ... iv

RINGKASAN ... v

SUMMARY ... vii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah... 9

C. Tujuan Penelitian ... 9

D. Kontribusi Penelitian ... 9

E. Sistematika Pembahasan ... 10

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 12

A. Kajian Empirik ... 12

B. Kajian Teori ... 20

1. Pemasaran ... 20

a. Pengertian Pemasaran ... 20

b. Konsep Pemasaran ... 21

c. Preses Pemasaran ... 23

d. Relationship Marketing ... 24

2. Produk... 25

a. Pengertian Produk ... 25

b. Klasifikasi Produk ... 26

3. Atribut Produk ... 27

a. Pengertian Atribut Produk ... 27

b. Unsur dan Komponen Atribut Produk ... 28

4. Streaming Radio atau Internet Radio ... 30

5. Perilaku Konsumen ... 31

a. Pengertian Perilaku Konsumen ... 31

b. Jenis Perilaku Konsumen ... 32

c. Model Perilaku Konsumen ... 33

d. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen ... 34

6. Persepsi ... 36

a. Pengertian Persepsi ... 36

(13)

xii

BAB III METODE PENELITIAN ... 41

A. Jenis Penelitian ... 41

B. Fokus Penelitian ... 42

C. Lokasi Penelitian dan Situs Penelitian... 43

D. Sumber Data ... 45

E. Teknik Pengumpulan Data... 46

F. Instrumen Penelitian ... 48

G. Analisis Data ... 49

H. Uji Keabsahan Data ... 51

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 53

A. Gambaran Umum Perusahaan ... 53

1. Sejarah Prambors ... 53

2. Visi dan Misi Prambors ... 55

3. Aplikasi Radio Prambors Jakarta ... 56

B. Karakteristik Informan Penelitian ... 69

C. Persepsi Pendengar Mengenai Media Streaming Radio pada Radio Prambors Jakarta ... 70

1. Persepsi Merek ... 71

2. Persepsi Fitur ... 75

3. Persepsi Desain ... 79

D. Kepuasan Pendengar Mengenai Media Streaming Radio pada Radio Prambors Jakarta ... 82

E. Pembahasan Hasil Penelitian ... 86

1. Persepsi Merek ... 86

2. Persepsi Fitur ... 88

3. Persepsi Desain ... 88

4. Kepuasan Pendengar Mengenai Media Streaming Radio pada Radio Prambors Jakarta ... 89

BAB V PENUTUP ... 90

A. Kesimpulan ... 90

B. Saran ... 93

DAFTAR PUSTAKA ... 95

(14)

xiii

1. Tabel 1.1 Perbandingan Eksistensi Aplikasi

Media Streaming Radio pada Google Play Store ... 6 2. Tabel 1.2 Perbandingan Eksistensi Aplikasi

Media Streaming Radio pada App Store ... 7 3. Tabel 2.1 Kajian Empirik ... 17 4. Tabel 4.1 Karakteristik Informan ... 70

(15)

xiv

1. Gambar 1.1 Jumlah Pengguna Internet 2015-2020... 3

2. Gambar 1.2 Data Pengguna Media Digital dan Media Tradisional 2017 ... 4

3. Gambar 1.3 Logo Prambors ... 6

4. Gambar 2.1 Model Perilaku Konsumen ... 33

5. Gambar 2.2 Konsep Kepuasan Pelanggan ... 39

6. Gambar 2.3 Kerangka Berfikir Penelitian ... 40

7. Gambar 3.1 Jumlah Penduduk di Kota Malang Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin 2013-2020 ... 44

8. Gambar 3.2 Komponen-Komponen Analisis Data Model Interaktif dari Miles dan Huberman ... 49

9. Gambar 3.3 Triangulasi Sumber ... 52

10. Gambar 4.1 Fitur Player Aplikasi Streaming Radio Prambors Jakarta ... 59

11. Gambar 4.2 Fitur Player yang Terdapat Tombol pada Aplikasi Streaming Radio Prambors Jakarta ... 60

12. Gambar 4.3 Fitur 10 Lagu Terakhir Aplikasi Streaming Radio Prambors Jakarta ... 62

13. Gambar 4.4 Fitur Penyiar Aplikasi Streaming Radio Prambors Jakarta ... 63

14. Gambar 4.5 Fitur Acara Aplikasi Streaming Radio Prambors Jakarta ... 64

15. Gambar 4.6 Fitur Berita Aplikasi Streaming Radio Prambors Jakarta ... 65

16. Gambar 4.7 Fitur Podcast Aplikasi Streaming Radio Prambors Jakarta ... 66

17. Gambar 4.8 Fitur Videos Aplikasi Streaming Radio Prambors Jakarta ... 67

18. Gambar 4.9 Fitur Set Alarm Aplikasi Streaming Radio Prambors Jakarta ... 68

(16)

xv

1. Pedoman Wawancara ... 101

2. Transkrip Wawancara Informan 1 ... 104

3. Transkrip Wawancara Informan 2 ... 110

4. Transkrip Wawancara Informan 3 ... 115

5. Transkrip Wawancara Informan 4 ... 120

6. Transkrip Wawancara Informan 5 ... 124

7. Curriculum Vitae ... 130

(17)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia pada hakikatnya memiliki rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitar. Atas dasar rasa ingin tahu tersebut, maka manusia berusaha untuk mengeksplor setiap kejadian yang ada di sekitarnya. Manusia juga dikenal sebagai makhluk sosial yang memiliki kecenderungan untuk mengkomunikasikan setiap kejadian yang terjadi kepada orang lain. Berawal dari penyampaian informasi secara personal, adanya kemajuan teknologi membuat penyampaian informasi saat ini menjadi massal sehingga lebih luas jangkauanya yang kemudian disebut media massa.

Wilbur Lang Schramm dalam Nadie (2018:36) mengungkapkan “media massa adalah suatu kelompok kerja yang terorganisir di sekitar beberapa perangkat untuk mengedarkan pesan yang sama, pada waktu yang sama, ke sejumlah besar orang”. Menurut Cangara (2010:123-126) “media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi”. Nadie (2018:37) Media massa dapat dikategorikan sebagai berikut: (a) Media Cetak, menurut Yaumi (2018:105) media cetak merupakan “suatu industri yang berkaitan dengan pencetakan dan sebagian besar dengan distribusi berita melalui jaringan media, seperti koran dan jurnal”. (b) Media Elektronik, biasa disebarkan melalui televisi,

(18)

rekaman, film, maupun radio. Menurut Hikmat (2018:31) “ciri khas yang dimiliki media massa elektronik adalah pesan-pesan persuasif lebih banyak ditujukan kepada perasaan”. (c) Media yang Baru, menurut Nadie (2018:38) media baru merupakan “cara online dan digital untuk menghasilkan, mengirim, dan menerima pesan”.

Perkembangan media massa khususnya di Indonesia terjadi pada beberapa tahap

“berawal dari media cetak yang lahir di era penjajahan Belanda ditandai dengan terbitnya Bataviase Nouvelles (1744). Kemudian lahirlah pers

‘pribumi’, media cetak yang berkomunikasi dalam bahasa melayu ditandai dengan Warta Berita (1901). Selanjutnya, televisi lahir dengan track record yang berbeda ditandai dengan berdirinya TVRI pada 1962. Setelah reformasi 1998 media massa mengalami perkembangan yang signifikan, salah satunya terdapat konglomerasi media elektronika seperti radio yang mulai tumbuh”. (Djamal dan Fachruddin. 2011:81-84).

Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik. (Herley Prayuda dalam Muttaqin, 2019:19). RG (2018) dalam kpi.go.id menjelaskan pengertian radio adalah sebagai satu jenis media massa satu arah yang berperan untuk menyampaikan pesan (berita, informasi dan hiburan) kepada masyarakat dengan jangkauan luas. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa radio merupakan salah satu media massa konvensional yang bersifat auditif atau hanya bisa didengar, merakyat, murah, dan dapat dibawa atau didengarkan di mana saja selama frekuensi yang tersedia masih dapat dijangkau. Radio berfungsi sebagai media informasi, edukasi, dan hiburan. Radio memberikan layanan penyiaran audio atau suara yang dapat didengarkan melalui sistem modulasi frekuensi yang tersampaikan melalui gelombang suara.

(19)

Top 25 Countries, Ranked by Internet Users, 2015-2020

Gambar 1.1 Jumlah Pengguna Internet 2015-2020 Sumber: eMarketer.com

Namun saat ini industri radio sebagai penyedia jasa informasi dan hiburan masyarakat pada tahun 2018 hanya mendapatkan jumlah pendengar sebesar 12,73 persen dibandingkan tahun 2012 yang masih mendapatkan jumlah pendengar sebesar 18,55 persen di Indonesia (www.bps.go.id). Selain itu industri radio juga mengalami gejolak persaingan yang semakin ketat. Kehadiran media digital seperti internet menjadi indikasi menurunnya eksistensi radio konvensional.

Berdasarkan data dari eMarketer.com Indonesia berada di posisi keenam untuk jumlah pengguna internet terbesar di dunia (Gambar 1.1).

(20)

Sementara itu menurut survei Nielsen Consumer Media View yang dilakukan di 11 kota di Indonesia pada tahun 2016

“penetrasi televisi masih memimpin dengan 96 persen disusul dengan media luar ruang 53 persen, internet 44 persen, radio 37 persen, koran 7 persen, tabloid dan majalah 3 persen. Keberadaan internet sebagai media dengan tingkat penetrasi yang cukup tinggi menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia semakin gemar mengakses berbagai konten melalui media digital.

Saat ini radio tidak lagi didengarkan melalui radio tape saja, tetapi kini perilaku pendengar telah berubah menjadi mengedepankan teknologi dan fleksibelitas dalam mendengarkan radio. Radio kini berangkat menjadi media yang lebih personal bagi masing-masing konsumen melalui mobile phone.”.(www.nielsen.com)

Data Global Web Index semakin menguatkan indikasi tersebut dengan adanya hasil survei sebagai berikut:

Digital VS Traditional Media By Market

Gambar 1.2 Data Pengguna Media Digital dan Media Tradisional 2017 Sumber: www.globalwebindex.net

(21)

Hasil survei Gambar 1,2 menunjukkan bahwa hampir di seluruh negara termasuk Indonesia masyarakatnya lebih sering menggunakan media digital dibandingkan dengan media tradisional per hari. Konsumsi media digital di Indonesia lebih unggul dibandingkan konsumsi media konvensional, yakni sebanyak 8 jam 35 menit untuk media digital dan 5 jam 3 menit untuk media konvensional per hari.

Dengan adanya fakta tersebut, maka terciptalah suatu inovasi baru dan semakin berkembang yang disebut streaming radio.

“Streaming merupakan sebuah teknologi yang mampu mengkompresi atau menyusutkan ukuran file audio dan video agar mudah ditransfer melalui jaringan internet. Aplikasi teknologi streaming adalah aplikasi broadcasting, yaitu penyiaran audio ataupun video yang berbasis Internet Protocol”.

(Virgono dan Puspitasari. 2009:G-83).

Media streaming radio dibagi menjadi dua, yaitu streaming melalui website dan streaming melalui aplikasi smartphone. Dalam penelitian ini, peneliti akan berfokus pada streaming melalui aplikasi. Pemilihan tersebut didasari dengan hasil penelitian terdahulu berupa persepsi bahwa “streaming melalui website memiliki aspek paling efisien dibandingkan dengan streaming melalui aplikasi smartphone” (Audi, dkk. 2018:6395). Untuk itulah diperlukan adanya suatu inovasi baru yang dibutuhkan oleh pendengar pada layanan streaming radio melalui aplikasi agar dapat menambah kepuasan pendengar.

Media portal online “My Tuner” mengungkapkan bahwa Prambors Jakarta menempati peringkat pertama dalam Top Indonesia Radio Stations.

(www.mytuner-radio.com). Kemudian menurut data Google Play Store aplikasi media streaming radio Prambors Jakarta menjadi peringkat pertama dalam jumlah

(22)

rating dan jumlah ulasan pada tiga besar jumlah pen-download terbanyak (Tabel 1.1).

Tabel 1.1 Perbandingan Eksistensi Aplikasi Media streaming Radio pada Google Play Store

Sumber: Google Play Store dengan olahan peneliti (2019)

Gambar 1.3 Logo Prambors Sumber: Prambors

Radio Prambors Jakarta memiliki nama lengkap Prambors Rasinonia berkantor pusat di Jakarta yang mengusung format musik Contemporary Hits Radio, dengan konten up to date. Radio Prambors Jakarta menyasar pendengar anak muda pada rentang usia 15 sampai 29 tahun. Radio Prambors Jakarta merupakan radio anak muda yang memanggil pendengarnya dengan sebutan Kawula Muda. (www.Pramborsfm.com).

Saat ini terdapat banyak pilihan saluran streaming radio yang ditawarkan.

Menurut data dari portal “My Tuner” terdapat 459 streaming radio yang tersedia Stasiun Radio Jumlah pen-

download

Jumlah Rating Jumlah Ulasan

Prambors 100.000+ 4.3 7.728

Gen Fm 100.000+ 3.9 4.200

Jak Fm 100.000+ 4.0 1.605

(23)

(www.mytuner-radio.com). Pada portal “Online Radio Box”, saat ini terdapat 500 streaming radio yang tersedia (www.onlineradiobox.com). Sementara itu pada App Store aplikasi streaming radio Prambors Jakarta hanya menempati urutan kedua dalam 3 besar penerima ulasan terbanyak (Tabel 1.2).

Tabel 1.2 Perbandingan Eksistensi Aplikasi Media Streaming Radio pada App Store

Sumber: App Store dengan olahan Peneliti (2019)

Aplikasi media streaming radio Prambors Jakarta kalah bersaing dengan aplikasi media streaming radio Hard Rock. Data tersebut memberikan gambaran bahwa aplikasi streaming radio Prambors Jakarta belum sepenuhnya memimpin pasar. Selain persepsi bahwa media streaming radio melalui website lebih efisien, data di atas juga memberikan gambaran adanya indikasi bahwa persaingan media streaming radio melalui aplikasi juga cukup ketat.

Banyak pelaku usaha industri radio yang sadar akan perkembangan teknologi yang berdampak pada berubahnya kebiasan masyarakat, menjadikan mereka berbondong-bondong menyesuaikan diri dengan perilaku baru konsumenya. Untuk itu radio Prambors Jakarta perlu menyusun strategi dalam mempertahankan pendengarnya. Salah satu strategi yang dapat mempertahankan pendengar adalah dengan memperhatikan atribut produk.

Menurut Firmansyah (2019a:12) “atribut produk adalah unsur yang menjadi pembeda atau pengembangan pada suatu produk, sehingga memberikan nilai tambah, manfaat dan juga menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pembelian. Atribut produk bisa berupa fitur, kualitas, harga, kemasan, merek, garansi dan pelayanan. Atribut produk

Stasiun Radio Jumlah Rating Jumlah Ulasan

Hard Rock 4.6 137

Prambors 2.8 88

Gen Fm 4.6 7

(24)

memiliki pengaruh besar terhadap persepsi pembelian pada produk, selain membedakan suatu produk dengan produk lain, atribut produk juga harus mampu menjadi suatu daya tarik bagi konsumen. Hal tersebut karena secara fisik atribut produk memberi berbagai manfaat yang dibutuhkan dan diinginkan pembeli”.

Melakukan penggambaran mengenai atribut produk media streaming radio pada aplikasi radio Prambors Jakarta dapat dilakukan dengan mewawancarai langsung bagaimana persepsi konsumen selaku pendengar aplikasi streaming radio Prambors Jakarta. Menurut Stanton dalam Setiadi (2013: 92) “persepsi konsumen dapat didefinisikan sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman masa lalu, stimuli (rangsangan) yang kita terima melalui lima indera”. Persepsi pendengar dapat dijadikan untuk mengetahui gambaran lebih jelas mengenai kelebihan dan kekurangan aplikasi streaming radio Prambors Jakarta, yang dapat mempengaruhi kepuasan pendengar aplikasi streaming radio Prambors Jakarta.

Berdasarkan penjabaran yang sudah disampaikan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Persepsi dan Kepuasan Pendengar Terkait Atribut Produk Media Streaming Radio pada Radio Prambors Jakarta”. Tujuanya ialah untuk mencari tahu persepsi pendengar terkait atribut produk aplikasi streaming radio Prambors Jakarta yang dapat mempengaruhi kepuasan pendengar. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan untuk semakin menguatkan atribut produk yang sesuai dengan keinginan konsumen agar dapat menunjang dan menjaga kepuasan pendengar.

(25)

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana persepsi pendengar terkait atribut produk aplikasi media streaming radio pada radio Prambors Jakarta?

2. Bagaimana kepuasan pendengar terkait atribut produk aplikasi media streaming radio pada radio Prambors Jakarta?

C. Tujuan Penelitian

1. Menjelaskan persepsi pendengar terkait atribut produk aplikasi media streaming radio pada radio Prambors Jakarta.

2. Menilai kepuasan pendengar terkait atribut produk aplikasi media streaming radio pada radio Prambors Jakarta.

D. Kontribusi Penelitian 1. Kontribusi Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan penulis dan pembaca untuk mengetahui lebih dalam mengenai teori persepsi dan teori kepuasan konsumen dalam hal ini pendengar produk aplikasi media streaming radio pada radio Prambors Jakarta.

2. Kontribusi Praktis

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi maupun pertimbangan bagi perusahaan untuk meningkatkan inovasi atribut produk aplikasi media streaming radio yang sesuai dengan keinginan pendengar untuk mempertahankan serta meningkatkan jumlah pendengar.

(26)

E. Sistematika Pembahasan

Sub bab ini akan menguraikan secara garis besar isi yang akan dibahas dalam setiap bab, serta untuk memudahkan dalam memahami seluruh isi dari permasalahan pokok skripsi, maka diperlukan adanya sistematika pembahasan yang dikelompokkan sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang penelitian yang berhubungan dengan judul, rumusan masalah, tujuan penelitian, kontribusi penelitian, dan sistematika pembahasan.

BAB II : KAJIAN PUSTAKA

Dalam bab ini menjelaskan kajian empiric penelitian terdahulu serta teori yang berkaitan dengan penulisan skripsi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori mengenai manajemen pemasaran.

BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan jenis penelitian yang dilakukan, lokasi penelitian, fokus penelitian, situs penelitian, sumber data yang digunakan dalam penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, analisis data, dan uji keabsahan data.

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan mengenai penelitian yang dilakukan. Meliputi gambaran perusahaan, gambaran karakteristik informan penelitian, hasil wawancara dan hasil analisis data.

(27)

BAB V : PENUTUP

Bab ini menjelaskan mengenai pokok-pokok kesimpulan dan saran yang perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan hasil penelitian.

(28)

12 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Empirik

Kajian empiris dalam bab ini untuk menjabarkan mengenai penelitian terdahulu yang menjadi acuan maupun pendukung dalam melakukan penelitian ini. Berikut merupakan penjabaran mengenai tinjauan empiris yang digunakan dalam penelitian ini:

1. Rosalia (2016)

Dalam penelitianya yang berjudul “Pengaruh Atribut Produk Rotiboy terhadap Kepuasan Konsumen di Mall Ciputra Semarang” bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut produk Keterjangkauan Harga (H1), Kualitas Produk (H2), Desain Produk (H3), Keterandalan Produk (H4) terhadap Kepuasan Konsumen (Y).

Jenis penelitian ini kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 100 orang responden diambil dari konsumen yang berbelanja di Rotiboy Mall Ciputra Semarang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Keterjangkauan, Kualitas Produk, Desain Produk dan Keandalan Produk secara kolektif atau sebagian, mempengaruhi Kepuasan Pelanggan (Y). Dengan demikian H1 hingga H5 diterima pada level 95 persen. Mengacu pada hasil penelitian dari empat variabel independen penelitian, yaitu Keterjangkauan, Kualitas Produk, Desain Produk dan Keandalan Produk yang berkontribusi terhadap Kepuasan

(29)

Pelanggan masih mungkin ditingkatkan, di mana variabel Kualitas Produk memiliki pengaruh paling dominan terhadap Kepuasan Konsumen.

2. Arissetio (2017)

Pada penelitian yang berjudul “Motivasi dan Persepsi Konsumen Terkait Atribut Produk Media Streaming Music Spotify dan Joox” bertujuan untuk mencari tahu Persepsi Konsumen mengenai perbedaan Spotify dan Joox serta mengetahui Motivasi Konsumen dalam pemilihan media streaming music Spotify dan Joox melalui atribut produk.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dengan metode deskriptif. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan maximal variation sampling dengan sumber data penelitian berasal dari informan dan dokumentasi. Informan yang dipilih difokuskan pada konsumen streaming music yang sudah pernah menggunakan Spotify dan Joox dengan rata-rata umur 18-24 tahun yang berlatar belakang mahasiswa, kemudian didapat informan sebanyak 6 orang dan lokasi penelitian berada di Malang.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis data interaktif dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan penyajian kesimpulan.

Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Motivasi Konsumen dalam memilih produk Spotify dan Joox karena kebutuhan untuk mendengarkan musik, eksplorasi musik, dan fleksibilitas dalam mendengarkan musik. Selain itu atribut produk fitur menjadi motif rasional dalam memilih Spotify dan harga menjadi motif rasional dalam memilih Joox. Mengenai Persepsi Harga

(30)

yang ditawarkan, Joox lebih diunggulkan dengan kemudahan dalam memperoleh premium. Persepsi Fitur, Spotify lebih unggul karena memiliki cakupan music yang lebih luas. Begitu juga dengan Persepsi Desain dan interface, konsumen lebih menyukai Spotify yang dinilai simple, elegan, dan mudah dimengerti. Sementara itu Persepsi Kualitas Audio kedua media ini memiliki kesamaan dengan jumlah kualitas audio hingga 320 kbps untuk pengguna premium dan VIP.

3. Glantz (2016)

Dalam penelitiannya yang berjudul “Internet Radio Adopts a Human Touch: A Study of 12 Streaming Music Services”, bertujuan untuk lebih memahami bagaimana layanan streaming musik menciptakan dan merangkul peluang untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan penggemar musik di era digitalisasi.

Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitiatif, dengan memahami situs web perusahaan sebagai alat penting untuk pemasaran, periklanan, dan branding. Dua belas layanan streaming musik dipilih untuk dimasukkan dalam analisis tersebut. Sampel yang diambil berdasarkan layanan music populer dan mapan tahun 2015 di situs publikasi seperti Time.com, Billboard.com, dan DigitalTrends.com serta daftar aplikasi musik terlaris di iTunes store. Selain itu sampel juga mencakup layanan relatif baru yang membutuhkan branding dan pemasaran. Peneliti dalam penelitian ini tidak hanya membaca setiap promosi web tapi juga ikut serta dalam fitur interaktif yang tersedia.

(31)

Dari hasil pengamatan, selanjutnya pengumpulan data kualitatif mengungkapkan 7 tema yang saling terkait. Upaya promosi yang dianalisis di sini menekankan: (a) pengoperasi radio adalah diri sendiri, (b) personalisasi, (c) penemuan musik, (d) musik dalam setiap kesempatan, (e) berbagi, (f) bahasa cinta dalam iklan, dan (g) mobilitas. Kemudian hasilnya menunjukkan bahwa layanan ini belum sepenuhnya beralih dari media lama (radio konvensional). Banyak tema yang diamati di sini mengindikasikan upaya untuk memposisikan layanan streaming tepat di arena teknologi media baru.

Banyak strategi branding dan periklanan yang muncul dari penelitian ini sebagai upaya untuk meminimalisir beberapa kelemahan streaming musik.

Misalnya, layanan streaming musik pada elemen manusia (konsumen) dari produk mereka dirancang untuk menanggapi gagasan bahwa radio Internet adalah pengalaman yang dimediasi komputer dan impersonal. Layanan ini juga mendorong rasa kepemilikan atas trek dan file yang secara teknis tidak dimiliki oleh pengguna.

Pada akhirnya, layanan streaming menjelaskan utilitas dan daya tarik mereka dalam kaitannya dengan media lama dan mengacu pada tren yang berlaku di media baru dan sosial. Namun, layanan streaming yang diteliti di sini relatif sedikit untuk membedakan diri dari semua layanan lain di pasar.

Fenomena ini diilustrasikan dan diperburuk oleh homogenitas pemasaran dan tema branding yang digunakan layanan streaming musik. Dalam penelitian ini juga belum menjelaskan bagaimana fitur yang diinginkan dan yang tidak diinginkan oleh konsumen pada layanan streaming musik.

(32)

4. Hirschmeier and Beule (2019)

Penelitian ini berjudul “Characteristics of the Classic Radio Experience Perceived by Young Listeners and Design Implications for Their Digital Transformation” yang bertujuan untuk mengetahui desain layanan radio digital nonlinear dengan fokus pada "pengalaman mendengarkan radio tradisional" dari perspektif nilai konsumen dan transformasi karakteristiknya ke konteks digital. Selanjutnya, dilakukan identifikasi implikasi untuk layanan radio digital berdasarkan karakteristik yang diajukan peneliti.

Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Dalam mengumpulkan data peneliti menggabungkan 2 tahap yaitu (1) pendekatan eksplorasi untuk mengumpulkan sejumlah besar karakteristik radio dari wawancara dengan pendengar muda dan (2) tugas kelompok untuk menyusun karakteristik ini ke dalam kategori. Informan dalam penelitian ini berusia 18-35 tahun berlokasi di Jerman.

Hasil dari penelitian ini membahas proyeksi ke depan dari pengalaman radio tradisional ke pengalaman radio digital, yang merupakan bagian dari gambaran yang lebih besar dari transformasi digital radio. Radio masa depan kemungkinan besar juga akan mengungkapkan fitur dan karakteristik baru yang tidak ada pada radio tradisional, seperti kesadaran lokasi, kecepatan, waktu, cahaya di sekitar, dll. Namun demikian, untuk menciptakan pengalaman radio digital yang sukses yang beresonansi dengan pendengar saat ini dan memungkinkan transisi ke layanan radio digital baru,

(33)

karakteristik pengalaman radio yang ada harus tetap terlihat saat bereksperimen dengan peluang baru dalam layanan radio digital.

Tabel 2.1 Kajian Empirik No. Nama Peneliti

dan Tahun

Judul Penelitian

Metode

Penelitian Hasil Penelitian 1. Rosalia (2016) Pengaruh

Atribut Produk Rotiboy

terhadap Kepuasan Konsumen di Mall Ciputra Semarang

Penelitian Kuantitatif

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut produk Keterjangkauan Harga (H1), Kualitas Produk (H2), Desain Produk (H3), Keterandalan Produk (H4) terhadap Kepuasan Konsumen (Y). Sampel penelitian ini sebanyak 100 responden diambil dari

konsumen yang

berbelanja di Rotiboy Mal Ciputra Semarang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Keterjangkauan, Kualitas Produk, Desain Produk dan Keandalan Produk secara kolektif

atau sebagian,

mempengaruhi Kepuasan Pelanggan (Y). Dengan demikian H1 hingga H5 diterima pada level 95 persen.

2. Arissetio (2017)

Motivasi dan Persepsi

Konsumen Terkait Atribut Produk Media Streaming Music Spotify dan Joox

Deskriptif, Kualitatif

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu Persepsi Konsumen mengenai perbedaan Spotify dan Joox serta mengetahui Motivasi

Konsumen dalam

pemilihan media streaming music Spotify dan Joox melalui atribut produk.

(34)

Lanjutan Tabel 2.1 Kajian Empirik

Informan yang dipilih difokuskan pada konsumen streaming music yang sudah pernah menggunakan Spotify dan Joox dengan rata- rata umur 18-24 tahun yang berlatar belakang mahasiswa.

Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa atribut produk seperti Harga, Fitur, Desain, mempengaruhi Persepsi dan Motivasi Konsumen dalam Pengambilan Keputusan Pembelian.

3. Glantz (2016) Internet Radio

Adopts a

Human Touch:

A Study of 12 Streaming Music Services

Penelitian Kualitatif

Penelitian ini bertujuan untuk lebih memahami bagaimana layanan streaming musik menciptakan dan merangkul peluang untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan penggemar musik di era digitalisasi.

Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitiatif, dengan memahami situs web perusahaan sebagai alat

penting untuk

pemasaran, periklanan, dan branding. Dua belas layanan streaming musik

dipilih untuk

dimasukkan dalam analisis tersebut. Sampel

yang diambil

berdasarkan layanan music populer dan mapan tahun 2015 serta layanan relatif baru yang membutuhkan branding

(35)

Lanjutan Tabel 2.1 Kajian Empirik

dan pemasaran.

Hasil penelitian menunjukkan banyak strategi branding dan periklanan sebagai upaya untuk meminimalisir beberapa kelemahan streaming musik. Pada akhirnya, layanan streaming menjelaskan utilitas dan daya tarik mereka dalam kaitannya dengan media lama dan mengacu pada tren yang berlaku di media baru dan sosial. Namun, layanan streaming yang diteliti di sini relatif

sedikit untuk

membedakan diri dari semua layanan lain di pasar. Dalam penelitian ini juga belum menjelaskan bagaimana fitur yang diinginkan dan yang tidak diinginkan oleh konsumen pada layanan streaming musik.

4. Hirschmeier and Beule (2019)

Characteristics of the Classic Radio

Experience Perceived by Young

Listeners and Design

Implications for Their Digital

Transformation

Penelitian Kualitatif

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain layanan radio digital nonlinear dengan fokus pada "pengalaman mendengarkan radio tradisional" dari perspektif nilai konsumen dan transformasi karakteristiknya ke konteks digital. Informan dalam penelitian ini berusia 18-35 tahun Hasil dari penelitian ini

(36)

Lanjutan Tabel 2.1 Kajian Empirik

membahas proyeksi ke depan dari pengalaman radio tradisional ke pengalaman radio digital, yang merupakan bagian dari gambaran yang lebih besar dari transformasi digital radio. Radio masa depan kemungkinan besar juga akan mengungkapkan fitur dan karakteristik baru yang tidak ada pada radio tradisional.

Sumber: Hasil Olahan Peneliti (2019)

B. Kajian Teori 1. Pemasaran

a. Pengertian Pemasaran

Simamora (2003b:20) menyampaikan definisi pemasaran “sebagai suatu proses sosial dan manajerial yang digunakan individu, rumah tangga ataupun organisasi untuk memperoleh kebutuhan dan keinginan mereka dengan cara menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain.

Tujuanya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individu maupun organisasi”. Kotler dan Armstrong (2008:6) mendefinisikan “pemasaran sebagai proses sosial dan manajerial di mana pribadi atau organisasi memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran nilai dengan yang lain”.

Pemasaran secara singkat menurut Cannon, dkk. (2008:8) merupakan

“suatu aktivitas yang bertujuan mencapai sasaran perusahaan, dilakukan

(37)

dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan atau klien serta mengarahkan aliran barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan atau klien dari produsen”. “Pemasaran adalah membangun merek, meyakinkan orang bahwa merek produk (barang / jasa) perusahaan adalah yang terbaik dan membangun serta melindungi hubungan dengan pelanggan.

Pemasaran adalah memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. (Clayman – Director Of Client Development, Clayman Advertising, Inc dalam Darmanto dan Wardaya, 2016:3).

Berdasarkan penjabaran pengertian pemasaran menurut para ahli tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu proses sosial dan manajerial yang digunakan individu, rumah tangga atau pun organisasi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, kemudian dikomunikasikan dan diwujudkan oleh produsen yang dapat menghasilkan suatu nilai dan keuntungan. Perusahaan juga perlu membangun merek agar merek tersebut diketahui dan dapat dipercaya oleh konsumen untuk terus digunakan.

b. Konsep Pemasaran

“Konsep pemasaran berorientasi pada kepuasan konsumen yang diperoleh dari pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang sesuai dengan harapan konsumen serta berdasarkan tingkat kemudahan untuk mendapatkan produk tersebut”. (Fatihudin dan Firmansyah, 2019:20). Menurut Cannon dkk (2008:20) “konsep pemasaran adalah ketika suatu organisasi memusatkan seluruh upayanya untuk memuaskan pelangganya secara menguntungkan”.

(38)

Dari pengertian para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep pemasaran merupakan upaya suatu perusahaan agar bisa memuaskan konsumen dengan memenuhi kebutuhan dan keinginannya untuk mendapat keuntungan.

Menurut Saleh dan Said (2019:9) konsep inti pemasaran diantaranya:

1. Kebutuhan, keinginan, dan permintaan. Kebutuhan merupakan syarat hidup manusia yang kemudian menjadi keinginan ketika diarahkan ke objek tertentu. Permintaan adalah keinginan akan suatu produk tertentu yang didukung dengan kemampuan untuk membayar.

2. Pasar sasaran, positioning dan segmentasi. Pemasar jarang dapat memuaskan semua orang dalam satu pasar. Karenanya, pemasar memulai dengan membagi pasar ke dalam beberapa segmen. Mereka mengidentifikasi dan membuat profil dari kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin lebih menyukai bauran produk dan jasa yang beragam.

3. Penawaran dan merek. Penawaran dapat berupa suatu kombinasi produk, jasa, informasi dan pengalaman. Merek merupakan suatu penawaran dari sumber yang diketahui.

4. Nilai dan kepuasan. Nilai mencerminkan sejumlah manfaat baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, dan biaya yang dipersepsikan oleh pelanggan. Kepuasan mencerminkan penilaian seseorang tentang kinerja produk anggapannya.

(39)

5. Saluran pemasaran. Untuk mencapai pasar sasaran, pemasar menggunakan tiga jenis saluran pemasaran yaitu saluran komunikasi, saluran distribusi dan saluran layanan.

6. Rantai pasokan. Rantai pasokan merupakan saluran yang lebih panjang yang membentang dari bahan mentah hingga komponen sampai produk akhir dihantarkan ke pembeli akhir.

7. Persaingan. Persaingan mencakup semua penawaran dan produk substitusi yang ditawarkan oleh pesaing baik actual maupun potensial, yang ada kemungkinan dipertimbangkan oleh pembeli.

8. Lingkungan pemasaran. Lingkungan pemasaran terdiri dari lingkungan tugas (perusahaan, pemasok, distributor, dealer dan pelanggan sasaran) serta lingkungan demografis (lingkungan ekonomi, fisik, teknologi, politik-hukum dan sosial budaya).

c. Proses pemasaran

“Proses pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, serta distribusi gagasan suatu produk baik barang maupun jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan bagi pembeli maupun organisasi”. (Nurhayani dan Suryano, 2019:29).

Menurut Firmansyah (2019b:63-64) proses pemasaran adalah “tahapan di mana produk yang berupa barang atau pun jasa dapat sampai ke tangan konsumen dari produsen. Proses pemasaran dimulai dari menemukan hal apa yang menjadi keinginan konsumen”.

(40)

Sementara itu proses pemasaran menurut Morissan (2015:55) adalah

“suatu proses yang harus dijalankan praktisi pemasaran dalam memilih atau menentukan pasar atau yang biasa disebut dengan target pemasaran (target marketing process) atau lebih singkatnya, proses pemasaran saja, yang mencakup empat langkah, antara lain: a) identifikasi pasar atau konsumen yang belum terpenuhi kebutuhannya, b) menentukan segmentasi pasar, c) memilih pasar yang akan dijadikan target, d) menentukan positioning produk melalui strategi pemasaran.

Dari pengertian proses pemasaran menurut beberapa ahli tersebut, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa proses pemasaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dijalankan oleh praktisi mengenai perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, menemukan hal apa yang menjadi keinginan konsumen, target pemasaran, penetapan harga, promosi, serta distribusi gagasan suatu produk baik barang atau pun jasa agar dapat sampai ke tangan konsumen dari produsen. Proses ini diharapkan mampu menciptakan pertukaran yang memuaskan bagi pembeli maupun produsen.

d. Relationship Marketing

Tujuan utama pemasaran adalah untuk menarik dan memuaskan konsumen dalam jangka panjang demi mendapatkan keuntungan bagi perusahaan.

Tanggung jawab utama pemasar adalah membangun serta mempertahankan pasar bagi produk yang dihasilkan oleh perusahaan. “Proses hubungan antara perusahaan dan pelanggannya ini sering disebut dengan istilah hubungan pemasaran (relationship marketing)”. (Morissan, 2008:259). Menurut Chan (2003: 87), “relationship marketing ditujukan untuk menciptakan pengenalan bagi setiap pelanggan secara lebih dekat melalui komunikasi dua arah dengan mengelola suatu hubungan yang saling menguntungkan antara pelanggan dan perusahaan”.

(41)

“Relationship marketing memiliki tujuan membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan utama (pelanggan, pemasok dan distributor) dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan preferensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang”. (Saleh dan Said, 2019:12)

Berdasarkan pengertian menurut beberapa ahli tersebut, maka dapat dikatakan bahwa relationship marketing merupakan suatu bentuk usaha pemasaran melalui pendekatan komunikasi dua arah dengan mengelola suatu hubungan yang saling menguntungkan antara pelanggan dan perusahaan dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan preferensi dan kelangsungan bisnis dalam jangka waktu yang panjang.

2. Produk

a. Pengertian Produk

Produk merupakan elemen paling mendasar namun juga penting dalam suatu proses bisnis. Produk menjadi penting karena merupakan sebuah media perusahaan untuk mengkomunikasikan eksistensi bisnis perusahaan, serta mendapatkan keuntungan yang ingin diperoleh dari penjualan. Produk didefinisikan menurut Kotler dan Keller (2009:4) sebagai “segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide”. Menurut Firmansyah (2019a:2)

“produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dipakai, dimiliki, atau dikonsumsikan sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan”.

H. Djasalim Saladin dalam Firmansyah (2019:3) “produk dapat diartikan ke dalam pengertian yang luas, yaitu produk merupakan sekelompok sifat

(42)

yang berwujud maupun tidak berwujud yang didalamya memuat harga, warna, kemasan, prestise pengecer, prestise pabrik, serta pelayanan yang diberikan oleh produsen dan pengecer kepada konsumen dalam rangka pemenuhan kepuasan konsumen atas apa yang diinginkannya”.

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa produk merupakan suatu alat baik barang maupun jasa yang dapat diperhatikan, dipakai, dimiliki, atau dikonsumsikan dengan tujuan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pasar yang ditawarkan oleh seorang produsen.

b. Klasifikasi Produk

Menurut Kotler dan Keller (2009:5), terdapat tiga klasifikasi produk menurut ketahanan dan keberwujudanya:

a. Barang yang tidak tahan lama

Merupakan barang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan. Strategi yang tepat adalah membuat barang tersedia di banyak lokasi, hanya mengenakan markup yang kecil, dan beriklan secara besar-besaran untuk mendorong percobaan dan membangun preferensi.

b. Barang tahan lama

Merupakan barang berwujud yang biasanya dapat digunakan untuk waktu lama. Produk tahan lama biasanya memerlukan penjualan personal dan jasa, menuntut margin yang lebih tinggi, dan memerlukan garansi penjual yang lebih banyak.

(43)

c. Jasa

Merupakan produk yang tak berwujud, tak terpisahkan, bervariasi, dan dapat musnah. Akibatnya, jasa biasanya memerlukan kendali kualitas, kredibilitas pemasok, dan kemampuan adaptasi yang lebih besar.

3. Atribut Produk

a. Pengertian Atribut Produk

Firmansyah (2019a:12) mengungkapkan pengertian atribut produk adalah

“unsur yang menjadi pembeda atau pengembangan pada suatu produk, sehingga memberikan nilai tambah, manfaat dan juga menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pembelian. Atribut produk bisa berupa fitur, kualitas, harga, kemasan, merek, garansi dan pelayanan”.

Menurut Kotler dan Armstrong (2008:272) “atribut produk merupakan pengembangan suatu produk atau jasa melibatkan manfaat yang akan ditawarkan produk atau jasa tersebut”. Sedangkan menurut Tjiptono (2008:103) “atribut produk adalah unsur-unsur yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian”.

Berdasarkan pengertian atribut produk di atas, maka dapat disimpulkan bahwa atribut produk merupakan unsur penting yang menjadi pembeda sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat yang akan ditawarkan produk atau jasa tersebut dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian.

(44)

b. Unsur dan Komponen Atribut Produk

Menurut Kotler dan Armstrong (2008:272), suatu produk biasanya dikomunikasikan dan dihantarkan oleh atribut produk seperti berikut:

1. Kualitas Produk

Kualitas Produk merupakan salah satu sarana positioning utama pemasar. Kualitas mempunyai dampak langsung pada kinerja produk atau jasa. Oleh karena itu, kualitas berhubungan erat dengan nilai dan kepuasan pelanggan.

2. Fitur Produk

Suatu produk bisa ditawarkan dalam beragam fitur. Model dasar, model tanpa tambahan apapun, merupakan titik awal. Perusahaan dapat menciptakan tingkat model yang lebih tinggi dengan menambahkan lebih banyak fitur. Fitur adalah sarana kompetitif untuk mendiferensiasikan produk perusahaan dengan produk pesaing.

3. Gaya dan Desain Produk

Desain memiliki konsep yang lebih besar daripada gaya. Desain yang baik mempunyai andil dalam penampilan maupun manfaat produk.

Lebih dari sekedar menciptakan atribut produk atau jasa, desain melibatkan pembentukan pengalaman pemakaian produk bagi pelanggan.

(45)

Sementara itu atribut produk menurut Tjiptono (2008:104) terdapat beberapa unsur produk lain yang penting dalam suatu atribut produk, diantaranya:

1. Merek

Merek merupakan nama, istilah, tanda, symbol/lambang, desain, warna, gerak atau kombinasi atribut-atribut produk lainya yang diharapkan dapat memberikan identitas dan diferensiasi terhadap produk pesaing.

2. Kemasan

Pengemasan merupakan proses yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan wadah atau pembungkus untuk suatu produk. Fungsi utama kemasan yaitu: melindungi produk, memberikan kemudahan dalam penggunaan, serta menjadi identitas dan daya tarik produk.

3. Pemberian Label

Label merupakan bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dan penjualan. Label bisa berupa: nama merek yang diberikan pada produk, label yang memberikan informasi obyektif yang berhubungan dengan produk (penggunaan, pembuatan, perawatan, dan kinerja produk), serta label yang mengidentifikasi penilaian kualitas produk.

4. Layanan Pelengkap

Layanan Pelengkap merupakan setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan pelaku bisnis kepada konsumenya. Layanan pelengkap

(46)

umumnya sangat bervariasi antara tipe bisnis yang satu dengan tipe yang lain.

5. Jaminan atau Garansi

Jaminan adalah janji yang merupakan kewajiban produsen atas produknya kepada konsumen, di mana para konsumen akan diberi ganti rugi bila produk ternyata tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan atau dijanjikan.

Berdasarkan penjabaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa unsur atribut produk terdiri dari kualitas, fitur, desain, merek, label, layanan pelengkap dan jaminan. Simamora dalam Haryadi (2007:28) mengungkapkan bahwa “dalam mengukur perilaku konsumen, persoalan pertama yang muncul adalah atribut apa saja yang dianggap sah untuk objek perilaku konsumen”.

Di dalam penelitian ini unsur atribuk produk yang akan digunakan sebagai bahan analisis hanya terdiri dari tiga unsur atribut produk, yaitu: merek, fitur, dan desain. Pemilihan unsur atribut yang akan diteliti tersebut karena ketiga unsur atribut produk dapat dijadikan sebagai dasar penilaian persepsi yang berdampak pada kepuasan pendengar aplikasi streaming radio terhadap radio Prambors Jakarta berdasarkan penyimpulan dari hasil pra-penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari tanggal 6 Desember 2019 – 12 Desember 2019.

4. Streaming Radio atau Internet Radio

Barrera (2019:142) menjelaskan “internet radio (also web radio, net radio, streaming radio, e-radio, IP radio, online radio) is an audio service transmitted via the internet. Internet radio involves streaming media, presenting listeners with a continuous stream of audio that typically cannot be paused or replayed, much like traditional broadcast media, in

(47)

this respect, it is distinct from on-demand file serving”. Internet radio (web radio, net radio, streaming radio, e-radio, IP radio, online radio) merupakan layanan audio yang dikirimkan melalui internet. Internet radio melibatkan media streaming, dengan aliran audio berkelanjutan yang biasanya tidak dapat dijeda atau diputar ulang, seperti media siaran tradisional, dalam hal ini, yang membedakan adalah penyajian file.

Menurut Lal (2008:238) “internet radio provides audio broadcasting over the internet. audio content from internet radio uses streaming media technology. the audio is played and the data is received in real-time”.

Internet radio menyediakan siaran audio melalui internet. Konten audio dari internet radio menggunakan teknologi media streaming. audio diputar dan data diterima secara real-time. Sedangkan menurut Kustiawan (2016:97) radio streaming merupakan layanan siaran yang dapat didengarkan secara langsung dengan mengaksesnya via internet, menggunakan komputer atau smartphone.

Berdasarkan penjabaran menurut beberapa ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa streaming radio atau internet radio merupakan layanan siaran dari radio yang dikirimkan melalui internet, kemudian audio yang diputar dan data yang diterima secara real-time. Layanan streaming tersebut dapat diakses menggunakan komputer maupun smartphone.

5. Perilaku Konsumen

a. Pengertian Perilaku Konsumen

Menurut Setiadi (2013:2) “perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli

(48)

tindakan ini”. Kotler dan Keller (2009:166) “perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka”. Sementara itu menurut Tjiptono (2015:47) “perilaku konsumen merupakan studi yang berfokus pada proses konsumsi yang dialami konsumen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginannya, serta proses menggunakan dan mentransformasikan barang, jasa, atau gagasan menjadi nilai (value)”.

Berdasarkan penjabaran tersebut, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa perilaku konsumen merupakan proses yang dialami konsumen dalam memilih, mendapatkan, mengkonsumsi, untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

b. Jenis Perilaku Konsumen

Umar (2005:50) menjelaskan “perilaku konsumen terbagi menjadi dua bagian yang pertama perilaku tampak, variabel – variabel yang termasuk ke dalamnya adalah jumlah pembelian, aktu, karena siapa, dengan siapa dan bagaimana konsumen melakukan pembelian. Kemudian yang kedua adalah perilaku tidak tampak , variabel – variabelnya antara lain yaitu persepsi, ingatan terhadap suatu informasi dan perasaan kepemilikan yang dirasakan oleh konsumen”.

Sementara itu menurut Firmansyah (2018:15) “pada dasarnya perilaku konsumen secara umum dibagi menjadi dua, yaitu perilaku yang bersifat rasional dan perilaku yang bersifat irasional. Perilaku konsumen yang bersifat rasional diartikan sebagai tindakan perilaku konsumen dalam pembelian suatu produk berupa barang atau jasa yang mengedepankan aspek-aspek konsumen secara umum, seperti tingkat kebutuhan mendesak, kebutuhan utama, serta manfaat produk itu sendiri terhadap konsumen pembelinya. Sedangkan perilaku konsumen yang bersifat irasional adalah perilaku konsumen yag mudah terbujuk oleh rayuan pemasaran dari suatu produk tanpa mengedepankan aspek kebutuhan atau pun kepentingan”.

(49)

Berikut ini ciri-ciri perilaku konsumen yang bersifat rasional dan irasional menurut Firmansyah (2018:16) sebagai berikut:

1. Ciri-ciri perilaku konsumen yang bersifat rasional:

a. Konsumen memilih produk sesuai kebutuhan dan keinginannya.

b. Produk yang dipilih konsumen memberikan manfaat yang optimal bagi konsumen.

c. Konsumen memilih produk yang kualitasnya bagus.

d. Konsumen memilih produk yang harganya sesuai dengan kemampuan dan pendapatan konsumen.

e. Konsumen memilih produk sesuai dengan kenyamanan lingkungan toko.

2. Ciri-ciri perilaku konsumen yang bersifat irasional:

a. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media baik cetak ataupun media elektronik.

b. Konsumen memilih produk bermerek yang sudah terkenal.

c. Konsumen memilih produk bukan untuk kebutuhan, melainkan karena gengsi.

d. Konsumen memilih produk hanya karena ingin mencoba-coba.

c. Model Perilaku Konsumen

Gambar 2.1 Model Perilaku Konsumen Sumber: Kotler dan Armstrong (2008:158)

(50)

Gambar 2.1 adalah gambar model perilaku konsumen menurut Kotler dan Armstrong di mana model tersebut menggambarkan rangkaian proses dari perilaku konsumen. Berdasarkan gambar tersebut dapat dilihat bahwa konsumen akan mendapatkan pengaruh stimuli pemasaran berupa produk, harga, tempat, promosi serta mendapatkan stimuli lain yang terdiri dari ekonomi, teknologi, politik, dan budaya.

Kemudian dua jenis stimuli tersebut masuk ke dalam kotak konsumen dan menghasilkan respon konsumen di dasarkan pada karakteristik konsumen terhadap produk yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya budaya, sosial, pribadi, dan psikologis konsumen. Selanjutnya stimuli dan karakteristik konsumen tersebut akan berproses menjadi rangkaian keputusan pembelian yang dimulai dari pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi, keputusan, dan perilaku konsumen terhadap suatu produk tersebut.

Dari rangkaian model perilaku konsumen dapat diubah menjadi satu susunan tanggapan keputusan pembelian yang dapat diselidiki, yaitu; pilihan produk, pilihan merek, pilihan toko, pilihan waktu, dan jumlah pembelian.

d. Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk berbeda satu dengan yang lain. Menurut Kotler dan Armstrong (2008:159- 176) menyebutkan bahwa terdapat empat faktor yang memengaruhi perilaku

Referensi

Dokumen terkait

Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG) menggunakan teori stakeholder ini bisa dilihat dari transparansi informasi dan

Prilaku disfungsional dapat terjadi pada tingkat anggaran waktu yang sangat mudah dan sangat sulit dicapai.Survei menunjukkan bahwa 31% dari auditor senior

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiplasmodium pada mencit putih yang terinduksi Plasmodium berghei dengan ekstrak n -heksan kulit batang mundu

Untuk setiap macam reaksi itu tetapan kesetimbangan dapat diturunkan dan harganya digunakan sebagai patokan keterpakaian reaksi ini dalam suatu pemeriksaan kimia

[r]

Kegiatan peragaan adalah salah satu cara dalam penyajian materi untuk memperjelas cara kerja, bentuk atau konsep. Dalam pelatihan ini, peragaan dimaksudkan untuk pengenalan bahan,

Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Pasal 9 Bagi PNS yang telah memenuhi persyaratan kompetensi jabatan struktural tertentu dapat diberikan sertifikat sesuai dengan pedoman

Dampak pemekaran wilayah menjadi kabupaten memberi dampak positif bagi pertumbuhan sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan sumber daya alam serta