• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN SISI PENA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN SISI PENA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN

SISI PENAWARAN (PRODUKSI)

NAMA KELOMPOK :

ADRIYAN YULIANSYAH1212000045

(2)

Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan

ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

Dalam menangani kedua permasalahan tersebut

pemerintah menganalisis diantaranya ada tiga solusi yaitu:

1.Mengurangi / menghapus anggaran yang tidak diserap kembali ke kas negara (Subsidi BBM).

2.Perbaikan sistem dan kelembagaan pelaksana anggaran

(8)

TUJUAN KEBIJAKAN

FISKAL

(9)

KEBIJAKAN SISI

PENAWARAN

Kebijakan segi (sisi) penawaran adalah langkah pemerintah yang berusaha

meningkatkan efisiensi kegiatan perusahaan-perusahaan dan tenaga kerja sehingga

(10)

Program Penurunan Pajak dan Anggaran Berimbang

Untuk mengatasi guncangan ekonomi pada tahun 1973, AS menempuh

cara seperti :

mendorong masyarakat untuk rajin menabungmenurunkan tingkat pajak

mendorong masyarakat untuk berani mengambil resiko berusahamendorong mobilisasi angkatan kerja

mendorong masyarakat untuk lebih banyak bekerja di sektor riil

Namun untuk diterapkan di Indonesia saat ini kurang bisa mengatasinya. Hasil-hasil yang dicapai oleh program pemerintah tidak maksimal, bahkan tidak sedikit yang mendapat predikat buruk. Untuk itu kita perlu

mengevaluasi program itu kembali. Salah satu cara untuk membatasi pengeluaran pemerintah dengan mengurangi pemasukan. Dalam hal ini intinya adalah kepercayaan untuk mengatur sendiri keuangan masyarakat. Aliran sisi penawaran mempercayai adanya dampak positif penggunaan dana sendiri oleh swasta. Pada masa Reagan penurunan pajak

menciptakan teori anggaran berimbang yangdidukung oleh para ahli yaitu Alan Blinder, Douglas Holtz Eakin, dan Herbert Stein. Reagan menyukai program penurunan pajak karena kan meningkatkan partisipasi kerja dan tidak terlalu banyak memegang dana. Hal-hal tersebut yang bisa

(11)

IMPLEMENTASI PP 71 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT PADA PELAKSANAAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN APBN 2015.

Pengelolaan keuangan negara :

PRESIDEN Selaku Pengelola

(12)

Perkembangan Terbaru Dalam Akuntansi

Pemerintahan

Penggunaan standar akuntansi pemerintahanPenerapan penyusutan

-Metode garis lurus

o Penerapan penyisihan piutang tak tertagih -Berdasarkan aging schedule piutang

Penggunaan basis akrual

(13)

APBN YANG (LEBIH) BERKUALITAS:

REALITAS DAN HARAPAN

(14)
(15)

FUNGSI ALOKASI APBN

MENJANGKAU MASYARAKAT DESA

Dialokasikan kepada setiap desa

Dasar perhitungan: jumlah penduduk, angka

kemiskinan, luas wilayah, tingkat kesulitan geografis.

Digunakan terutama untuk membiayai

pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

(16)
(17)

Kebijakan penerimaan perpajakan

2015

1. Optimalisasi penerimaan perpajakan melalui penyempurnaan oeraturan perundang

undangan perpajakan dan penggalian perpajakan secara sektoral.

2. Menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penyesuaian kebijakan di bidang bea masuk, bea keluar, dan pph nonmigas.

(18)

SUBSIDI 2015

Subsidi dalam APBN 2015 Rp414,7T meningkat Rp11,7T dari subsidi dalam APBNP 2014, terdiri atas:

- subsidi energi Rp344,7 T -BBM,LPG & BBN Rp276,0T -Listrik Rp68,7T

-subsidi nonenergi Rp70,0T

KEBIJAKAN SUBSIDI 2015 DIARAHKAN UNTUK: 1.Menjaga stabilitas harga

2. Meningkatkan daya saing produksi dan permodalan UMKM. 3. Membantu masyarakat miskin dan menjaga daya beli

masyarakat.

(19)

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan asuransi dan dana pensiun juga ditentukan yaitu tentang usaha perasuransian (ijin, tingkat kesehatan perusahaan asuransi, dan penyelenggara). Kebijakan

Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menaikkan suku bunga pada saat inflasi dan menurunkan pada saat deflasi, ditunjukkan untuk menaikkan tingkat bunga

YAITU KEBIJAKAN EKONOMI YANG DIGUNAKAN PEMERINTAH UNTUK MENGOLAH / MENGARAHKAN PEREKONOMIAN KE KONDISI YANG LEBIH BAIK ATAU DIINGINKAN DENGAN CARA MENGUBAH-UBAH

Menyatakan kebijakan fiskal merupakan kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengarahkan perekonomian suatu negara ke arah yang lebih baik atau sesuai dengan

Dengan kata lain, Kebijakan moneter adalah proses di Dengan kata lain, Kebijakan moneter adalah proses di mana pemerintah, bank sentral, atau otoritas moneter

Grafik di atas menunjukkan bahwa IHK mengalami peningkatan yang cukup tinggi pada tahun 2008, kemudian pemerintah melalui kebijakan moneter telah berhasil menurunkan tingkat

KEBIJAKAN FISKAL kebijakan fiskal adalah penyesuaian dalam pendapatan dan pengeluaran pemerintah untuk mencapai kestabilan ekonomi yang lebih baik dan laju pembangunan ekonomi yang

Implikasi Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia Terhadap Kebijakan Fiskal dan Ekonomi Malik Cahyadin, S.E., M.Si Universitas Sebelas maret Abstrak... Korelasi antara Pertumbuhan