Informasi Dokumen
- Sekolah: Politeknik Negeri Malang
- Mata Pelajaran: Pengetikan Bisnis
- Topik: Petunjuk Penggunaan Modul - Modul Pengetikan Bisnis
- Tipe: Modul
- Kota: Malang
Ringkasan Dokumen
I. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PENGETIKAN BISNIS
Modul Praktik Pengetikan Bisnis ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengetik dan menyusun berbagai dokumen perkantoran. Modul ini terstruktur secara sistematis, mengikuti urutan tujuan pembelajaran dan hasil yang diharapkan. Sebelum memulai latihan pada setiap bab, mahasiswa diharap memahami materi, langkah-langkah, dan petunjuk praktik yang diberikan. Aplikasi utama yang digunakan adalah MS Word, dengan sedikit latihan menggunakan MS Excel dan MS Publisher. Fokus utama modul ini adalah pada kemampuan menyusun dokumen dengan memperhatikan teknik display yang baik dan benar. Contoh-contoh dokumen telah disediakan sebagai bahan praktik.
1.1 Pentingnya Mata Kuliah Praktik Pengetikan Bisnis
Mata kuliah Praktik Pengetikan Bisnis merupakan mata kuliah praktik lanjutan dari Keyboarding Skill dan Korespondensi Bisnis. Pentingnya mata kuliah ini terletak pada relevansinya dengan dunia kerja, khususnya di lingkungan perkantoran modern. Mahasiswa akan dilatih untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan mengetik, serta menguasai penyusunan berbagai dokumen seperti dokumen perjalanan dinas, dokumen rapat, dokumen bisnis, dokumen kegiatan, dan surat bisnis. Kemampuan-kemampuan ini merupakan kompetensi dasar yang dibutuhkan karyawan perkantoran.
1.2 Tujuan
Tujuan utama modul ini adalah meningkatkan kemampuan mengetik sepuluh jari mahasiswa secara buta dan berirama. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menyusun berbagai dokumen perkantoran modern dengan memperhatikan teknik display yang baik dan menarik. Hal ini meliputi penyusunan dokumen perjalanan dinas, dokumen rapat, dokumen bisnis, dokumen kegiatan, dan surat bisnis. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan dokumen yang tidak hanya benar secara isi, tetapi juga estetis dan mudah dibaca.
1.3 Hasil yang Diharapkan
Setelah menyelesaikan modul ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mengetik sepuluh jari secara buta dan berirama. Mereka juga diharapkan mampu menyusun berbagai dokumen perkantoran dengan teknik yang benar, termasuk penggunaan teknik display, penyajian tabel, sehingga menghasilkan dokumen yang benar, menarik, dan mudah dipahami. Khususnya, mahasiswa diharapkan mampu menyusun dokumen perjalanan dinas, dokumen rapat, dokumen kegiatan, dokumen bisnis, dan surat bisnis dengan baik, benar, dan estetis.
1.4 Cara Memahami Modul
Modul ini disusun secara runtut dan sistematis sesuai dengan tujuan dan hasil yang diharapkan. Sebelum mengerjakan latihan pada setiap bab, mahasiswa diharuskan memahami penjelasan singkat tentang materi, langkah-langkah, dan petunjuk praktik. Semua latihan menggunakan aplikasi MS Word, dengan beberapa latihan tambahan menggunakan MS Excel dan MS Publisher. Mahasiswa perlu menguasai aplikasi-aplikasi tersebut sebelum memulai latihan. Fokus utama praktik adalah pada kemampuan menyusun beberapa dokumen yang telah disediakan sebagai contoh, dengan memperhatikan teknik display yang baik dan benar.
1.5 Manfaat Modul Praktik Pengetikan Bisnis
Modul ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai panduan utama dalam mata kuliah Praktik Pengetikan Bisnis. Modul ini juga memudahkan penyampaian materi, baik teori maupun praktik, sehingga mempermudah pemahaman mahasiswa dan mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan, serta membantu mahasiswa untuk menguasai kompetensi yang diharapkan.
II. PENGEMBANGAN KECEPATAN DAN KETEPATAN MENGETIK
Bab ini membahas teknik mengetik yang benar, posisi ergonomis yang tepat, dan latihan untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan mengetik. Diberikan beberapa bahan praktik dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, dari paragraf pendek hingga paragraf panjang yang mencakup kombinasi huruf, angka, dan tanda baca. Mahasiswa diajak untuk mengevaluasi sendiri hasil praktik mereka dan juga menerima masukan dari teman sejawat, menggunakan tabel penilaian yang disediakan. Keterampilan mengetik yang baik dan benar dihubungkan dengan kesehatan dan produktivitas kerja di masa depan.
2.1 Teknik Mengetik
Bab ini merupakan kelanjutan dari mata kuliah Keyboarding Skill. Materi ini menekankan pentingnya penggunaan teknik keyboarding yang baik dan benar sejak dini. Hal ini penting mengingat aktivitas mengetik di dunia kerja modern cukup intensif, sehingga teknik yang benar dapat mengurangi kelelahan dan risiko kesehatan jangka panjang. Latihan dan praktik intensif diberikan untuk meningkatkan atau mempertahankan kemampuan mengetik yang telah dicapai sebelumnya. Koneksi antara teknik mengetik yang baik dengan produktivitas dan kesehatan kerja dijabarkan secara jelas.
2.2 Alat dan Bahan yang Digunakan
Untuk kelancaran praktik, mahasiswa perlu menyiapkan beberapa alat dan bahan, yaitu naskah teks dengan berbagai kombinasi huruf, angka, dan tanda baca; serta penghitung waktu (stopwatch atau fungsi timer pada HP). Naskah-naskah praktik yang disediakan memiliki variasi panjang dan kerumitan untuk melatih mahasiswa dalam berbagai konteks pengetikan. Dengan tersedianya alat dan bahan yang lengkap, proses pembelajaran akan berjalan lebih efektif dan efisien.
2.3 Langkah-Langkah Mengetik Naskah
Langkah-langkah yang harus diikuti mahasiswa untuk praktik ini adalah: (1) mengkondisikan komputer dan perangkatnya, (2) memperbaiki posisi duduk yang nyaman dan ergonomis, (3) mempersiapkan naskah yang akan diketik, (4) mengatur waktu untuk menghitung kecepatan mengetik, dan (5) memulai latihan dan praktik. Urutan langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan proses praktik berjalan dengan tertib dan terstruktur, sehingga hasil yang didapatkan maksimal. Kesiapan diri dan perangkat sebelum praktik sangatlah penting.
2.4 Penilaian Hasil Praktik
Penilaian hasil praktik dilakukan melalui self-evaluation dan penilaian dari mahasiswa lain. Tabel penilaian yang terstruktur disediakan untuk memudahkan proses evaluasi. Mahasiswa diminta untuk mengevaluasi diri sendiri dan saling memberikan masukan. Proses ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa untuk saling belajar dan memperbaiki kekurangan masing-masing. Penilaian yang komprehensif ini memastikan mahasiswa benar-benar menguasai materi dan teknik yang diajarkan.
III. DISPLAY PADA TABEL
Bab ini fokus pada teknik display dalam penyusunan tabel, menekankan pentingnya tampilan tabel yang tidak hanya benar tetapi juga menarik dan mudah dipahami. Mahasiswa diajarkan berbagai teknik display dan bagaimana memilih teknik yang tepat sesuai konteks. Terdapat contoh tabel terbuka dan tertutup, serta penjelasan mengenai bagian-bagian tabel yang perlu diperhatikan, seperti judul, baris, kolom, dan sumber data. Latihan-latihan praktik diberikan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyusun tabel dengan display yang baik.
3.1 Aturan Display pada Tabel
Display pada tabel sangat penting karena tabel harus terlihat menarik dan mudah dibaca. Penjelasan mengenai tabel terbuka dan tertutup diberikan, beserta contohnya. Elemen-elemen penting dalam sebuah tabel seperti judul tabel, baris dan kolom, serta sumber data dijelaskan secara detail, disertai gambar ilustrasi. Aturan penulisan judul tabel, penggunaan spasi, dan pemilihan jenis huruf dijelaskan secara rinci untuk menjamin konsistensi dan estetika tampilan.
3.2 Alat dan Bahan yang Digunakan
Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk praktik ini adalah seperangkat komputer beserta printer, naskah latihan, dan alat tulis. Naskah latihan menyediakan berbagai contoh dan soal latihan yang menantang mahasiswa untuk menerapkan teknik display yang telah dipelajari. Dengan alat dan bahan yang memadai, mahasiswa dapat fokus pada proses pembelajaran dan berlatih secara efektif.
3.3 Langkah-langkah Mengerjakan Latihan Membuat Tabel dengan Display yang Benar
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah membaca soal latihan dengan cermat, merumuskan kolom, lajur, dan judul kolom yang akan dibuat. Proses ini mengajarkan mahasiswa untuk berpikir sistematis dan terstruktur dalam menyusun tabel. Kemampuan untuk memahami dan mengolah informasi menjadi bentuk tabel yang terstruktur dan rapi merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
3.4 Penilaian Hasil Praktik
Penilaian hasil praktik menggunakan tabel self-evaluation dan penilaian dari mahasiswa lain. Kriteria penilaian meliputi kesesuaian judul tabel, kebenaran judul kolom, serta keakuratan isi tabel dan sumber data. Dengan adanya penilaian dari berbagai sudut pandang, mahasiswa dapat secara objektif menilai dan memperbaiki hasil pekerjaan mereka.
IV. DISPLAY PADA PARAGRAF
Bab ini membahas berbagai teknik display dalam menyusun paragraf agar tampilannya menarik dan mudah dibaca. Mahasiswa diajarkan berbagai teknik seperti horizontal centering, vertical centering, kombinasi horizontal dan vertical centering, penggunaan special print (bold, underline, italic), paragraf lurus, paragraf inden, paragraf menggantung, penggunaan leader dots, dan kombinasi beberapa teknik display. Latihan praktik diberikan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam memilih dan menerapkan teknik display yang tepat sesuai kebutuhan.
4.1 Aturan Display pada Paragraf
Bab ini menjelaskan berbagai teknik display untuk menyusun paragraf yang menarik, meliputi horizontal centering, vertical centering, kombinasi keduanya, penggunaan special print (bold, underline, italic), dan penggunaan leader dots. Penjelasan setiap teknik disertai contoh. Selain itu, dijelaskan pula jenis-jenis paragraf seperti paragraf lurus (full blocked), paragraf inden (indented), dan paragraf menggantung (hanging). Penggunaan kombinasi teknik display juga dijelaskan untuk menghasilkan paragraf yang lebih menarik dan efektif.
4.2 Alat dan Bahan yang Digunakan
Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk praktik ini sama seperti bab sebelumnya: seperangkat komputer beserta printer, naskah latihan, dan alat tulis. Naskah latihan berisi berbagai contoh dan soal latihan untuk melatih mahasiswa menerapkan berbagai teknik display paragraf yang telah dipelajari. Ketersediaan alat dan bahan memastikan kelancaran dan efektivitas proses pembelajaran.
4.3 Langkah-Langkah Menyusun Paragraf dengan Display yang Benar
Langkah-langkah yang perlu dilakukan mahasiswa adalah membaca dengan cermat maksud dari perintah praktik dan menyiapkan naskah yang akan disalin. Dengan memahami instruksi dan menyiapkan bahan dengan baik, mahasiswa dapat fokus pada penerapan teknik display dan menghasilkan paragraf yang sesuai dengan instruksi yang diberikan. Ketelitian dan pemahaman instruksi sangat penting dalam proses ini.
4.4 Penilaian Hasil Praktik
Penilaian dilakukan melalui self-evaluation dan penilaian dari mahasiswa lain, menggunakan tabel penilaian yang telah disediakan. Kriteria penilaian meliputi penggunaan teknik keyboarding, pemahaman instruksi, kemampuan menilai paragraf yang baik dan yang salah, serta keberhasilan menyelesaikan seluruh bahan praktik. Penilaian yang komprehensif ini memastikan mahasiswa menguasai materi dan teknik yang diajarkan.
V. DOKUMEN PERJALANAN DINAS (TRAVEL CHECKLIST dan SURAT TUGAS)
Bab ini membahas penyusunan travel checklist dan surat tugas untuk perjalanan dinas. Mahasiswa diajarkan bagaimana menyusun travel checklist yang lengkap dan terstruktur untuk mempersiapkan perjalanan dinas, serta bagaimana membuat surat tugas yang resmi dan sesuai standar. Contoh travel checklist dan surat tugas diberikan sebagai panduan. Latihan praktik diberikan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyusun kedua dokumen tersebut.
5.1 Tujuan dan Bentuk Travel Checklist dan Surat Tugas
Travel checklist bertujuan untuk mempermudah persiapan perjalanan dinas dengan mendata hal-hal yang perlu dipersiapkan. Contoh travel checklist yang terstruktur diberikan, dan mahasiswa diajak untuk membuat travel checklist yang detail dan komprehensif untuk meminimalisir kesalahan dan kelalaian. Surat tugas merupakan surat resmi yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang untuk memberikan wewenang dan tanggung jawab kepada seseorang untuk melakukan perjalanan dinas. Contoh surat tugas yang baik dan benar juga diberikan sebagai panduan.
5.2 Alat dan Bahan yang Digunakan
Alat dan bahan yang diperlukan untuk praktik ini sama seperti bab sebelumnya, yaitu seperangkat komputer beserta printer, naskah latihan, dan alat tulis. Soal latihan diberikan untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam membuat travel checklist dan surat tugas yang sesuai dengan konteks yang diberikan. Dengan alat dan bahan yang memadai, proses belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif.
5.3 Langkah-Langkah Menyusun Travel Checklist dan Surat Tugas
Langkah-langkah yang perlu dilakukan mahasiswa adalah memahami maksud perintah dan menggunakan pengetahuan dan kemampuan untuk menyusun travel checklist dan surat tugas. Pemahaman yang mendalam mengenai tujuan dan fungsi kedua dokumen ini sangat penting untuk menghasilkan dokumen yang efektif dan efisien. Kreativitas dan ketelitian juga dibutuhkan dalam proses ini.
5.4 Penilaian Hasil Praktik
Penilaian dilakukan melalui self-evaluation dan penilaian dari mahasiswa lain. Kriteria penilaian meliputi kemampuan menentukan dokumen yang harus dibawa, serta keberhasilan menyusun travel checklist dan surat tugas dengan benar. Penilaian yang komprehensif ini memastikan mahasiswa mampu memahami dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari.
VI. DOKUMEN PERJALANAN DINAS (SURAT PERINTAH PERJALANAN DINAS/SPPD)
Bab ini membahas Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), meliputi maksud dan tujuan SPPD, serta langkah-langkah penyusunannya. Mahasiswa diajarkan pentingnya SPPD sebagai bukti resmi perjalanan dinas dan bagaimana menyusun SPPD yang sesuai standar dan prosedur. Contoh SPPD diberikan sebagai panduan. Latihan praktik diberikan untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menyusun SPPD.
6.1 Maksud dari SPPD
SPPD merupakan surat resmi yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang untuk memberikan izin dan bukti perjalanan dinas. SPPD dibutuhkan sebagai bukti bahwa perjalanan dinas tersebut resmi dan biaya yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan kepada instansi/perusahaan. Elemen-elemen penting yang harus ada dalam SPPD dijelaskan secara detail, seperti pejabat yang memberi perintah, pegawai yang diperintahkan, maksud dan tujuan perjalanan, lama perjalanan, tempat asal dan tujuan, dan perhitungan biaya. Pentingnya setiap elemen dijelaskan secara rinci.
6.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan sama seperti bab-bab sebelumnya. Contoh SPPD diberikan sebagai panduan. Soal latihan praktik diberikan untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menyusun SPPD dengan lengkap dan benar. Kesiapan alat dan bahan ini sangat krusial untuk kelancaran proses praktik.
6.3 Langkah-Langkah Menyusun SPPD
Langkah-langkah penyusunan SPPD meliputi pemahaman maksud perintah dan penerapan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari. Keterampilan ini melatih mahasiswa untuk bekerja secara sistematis dan teliti dalam menyusun dokumen resmi. Ketepatan dan detail sangat penting dalam membuat SPPD karena SPPD menjadi dokumen resmi yang digunakan sebagai bukti pertanggungjawaban.
6.4 Penilaian Hasil Praktik
Penilaian dilakukan dengan self-evaluation dan penilaian dari mahasiswa lain. Kriteria penilaian meliputi kemampuan menentukan langkah penyusunan SPPD, informasi yang harus ada, serta keberhasilan menyelesaikan SPPD dengan benar. Penilaian ini bertujuan untuk memastikan mahasiswa menguasai materi dan teknik penyusunan SPPD.
VII. DOKUMEN PERJALANAN DINAS (ITINERARY DAN LAPORAN PERJALANAN DINAS)
Bab ini membahas penyusunan itinerary (daftar perjalanan dinas) dan laporan perjalanan dinas. Mahasiswa diajarkan cara menyusun itinerary yang terstruktur dan lengkap, serta cara menyusun laporan perjalanan dinas yang baik dan sistematis sebagai bentuk pertanggungjawaban. Contoh itinerary dan laporan perjalanan dinas diberikan sebagai panduan. Latihan praktik diberikan untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menyusun kedua dokumen tersebut.
7.1 Itinerary dan Laporan Perjalanan Dinas
Itinerary merupakan rencana perjalanan yang terstruktur dan detail, meliputi jadwal kegiatan, transportasi, dan akomodasi. Contoh itinerary yang lengkap dan informatif diberikan sebagai panduan. Laporan perjalanan dinas dibuat sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan perjalanan dinas, yang merangkum kegiatan, hasil yang dicapai, dan kendala yang dihadapi. Contoh laporan perjalanan dinas yang baik dan benar juga diberikan sebagai panduan.
7.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk praktik ini sama seperti bab-bab sebelumnya. Soal latihan diberikan untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menyusun itinerary dan laporan perjalanan dinas yang sesuai dengan konteks yang diberikan. Kesiapan alat dan bahan akan menunjang kelancaran proses pembelajaran.
Referensi Dokumen
- ( Finoza )