FKG UNIMUS
FKG UNIMUS
Antibiotik
Antibiotik
Click to add Title Click to add Title 1
1
Click to add Title Click to add Title 2
2
Click to add Title Click to add Title 3
3
Click to add Title Click to add Title 4
Antibiotik =
Antibiotik =
antikuman =
antikuman =
anti bakteri
anti bakteri
obat anti infeksi yang
obat anti infeksi yang
digunakan untuk
digunakan untuk
membunuh bakteri atau
membunuh bakteri atau
kuman
kuman
ntibiotik
Antibiotik =
Antibiotik =
antikuman =
antikuman =
anti bakteri
anti bakteri
obat anti infeksi yang
obat anti infeksi yang
digunakan untuk
digunakan untuk
membunuh bakteri atau
membunuh bakteri atau
kuman
kuman
ntibiotik
Mikroba termasuk Kindom Protista, yaitu
Mikroba termasuk Kindom Protista, yaitu
kelompok Makhluk Hidup Mikroskopis
kelompok Makhluk Hidup Mikroskopis
mikrob
• Apa itu sel.???
Sel adalah bagian terkecil dari tubuh makhluk hidup yang membentuk struktur dan fungsi tertentu.
Tempat terselenggaranya fungsi kehidupan Manusia dewasa 75 triliun sel
Ukuran, bentuk & fungsi bervariasi Ovum 140 m
Eritrosit 7.5 m
Sel otot polos 20 – 500 m
BAGIAN-BAGIAN SEL
BAGIAN YANG BERSIFAT HIDUP (PROTOPLASMA) TERDIRI ATAS
INTI SEL, SITOPLASMA DAN ORGANEL-ORGANEL
BAGIAN YANG BERSIFAT MATI TERDIRI ATAS DINDING SEL DAN
VAKUOLA
SITOPLASMA Cairan yang berada diluar inti s el terdiri atas
air dan zat-zat terlarut s erta berbag ai macam org anel sel
hidup
DINDING SEL
B erfung s i s ebag ai pelindung dan
pemberi bentuk, hanya dimiliki : bakteri, cendawan, g ang g ang , dan tumbuhan.
MEMBRAN PLASMA
Pembatas sel dari lingkungan luar
bersifat semi permeabel, dimiliki semua sel
VAKUOLA rongga bulat berisi senyawa kimia atau sisa metabolisme.
www.themegallery.com
Food Microbiology, third edition, Martin R. Adams and Maurice O. Moss, 2008.
Faktor Implisit
Sinergisme: dua atau lebih mikroba
bekerja sama dan saling membutuhkan
Antagonisme : kematian atau hambatan
pertumbuhan mikroba yang disebabkan
mikroba lain yang mempengaruhi
lingkungan pertumbuhan mikroba pertama
Kapan
Antibiotik
diperlukan?
KUMAN MASUK
Tubuh kita punya sistem pertahanan tubuh, contohnya
sel darah putih untuk melawan kuman penyebab
penyakit.
sel darah putih akan melawan untuk menghancurkan kuman tersebut NUTRISI BAIK NUTRISI BURUK KUMAN MATI KUMAN TIDAK MATI sehingga terjadi infeksi PERLU ANTIBIOTIK
Bakteri Penyebab Infeksi
Tempat Infeksi Bakteri
Sal. Cerna e. coli, salmonella, shigella compylobacter Sal. pernapasan atas h. influenzae, s. pyogenes, s. pneumoniae Sal. pernapasan
bawah
s. pneumoniae, p. aeroginosa, k. pneumoniae, l. pneumophila
Luka bakar p. aeroginosa, e. coli, s. aureus pyogenes
Luka s. aureus, s. epidermidis, klebsiella
bacteroides, p. mirabilis marcescens
Sal. kemih e. coli, p. aeruginosa, proteus aerogenes, s. marcescens, klebsiella, s. faecalis
DEFINISI
Kemoterapi :
terapi mengunakan obat
–obat kimiawi untuk
memberantas penyakit infeksi yg disebabkan
mikroorganisme : bakteri, fungi, virus, protozoa,
sel
–sel kanker (obat sitostatika), termasuk juga
dalam golongan ini adalah obat cacing.
Antibiotik :
zat
–zat kimia yang (dihasilkan oleh fungi &
bakteri), memiliki khasiat mematikan atau
menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan
toksisitasnya bagi manusia relatif kecil.
Definisi antibiotik pd awalnya adalah suatu
senyawa (substance) yg dihasilkan oleh satu
mikroba, yang dapat menghambat pertumbuhan
mikroba lain
Definisi sekarang : suatu senyawa yang
dihasilkan oleh suatu mikroba, atau yang
diproduksi seluruh atau sebagian nya secara
sintesis kimia, yang dalam konsentrasi kecil
dapat menghambat pertumbuhan mikroba lain
Sejarah Kemoterapi
1929, Alexander Fleming, cawan agar
diinokulasi dengan staphylococus aureus
terkontaminasi oleh kapang, koloni kapang
tersebut dikelilingi oleh suatu zona jernih.
Kapang tersebut spesies penicilium.
Sejarah Kemoterapi
1939, Rene Dubos mengisolasi antibiotik
gramisidin dan tirosidin, dari bakteri tanah
Bacillus brevis.
Penemuan streptomisin oleh Selman
Waksman (1944) dari Streptomyces
griseus
KLASIFIKASI ANTIBIOTIKA
Berdasarkan luas aktivitasnya
1.
Antibiotik spektrum sempit (narrow-spectrum
) yaitu antibiotika yang aktif terhadap beberapa jenis kuman saja, contoh : penisilin G & V, eritromisin, klindamisin, kanamisin, asam fusidat (hanya bekerja terhadapkuman gram-positif); streptomisin, gentamisin,
polimiksin-B, dan asam nalidiksat (hanya aktif terhadap bakteri gram negatif)
2. Antibiotik spektrum luas (broad-spectrum), yaitu antibiotik yang bekerja terhadap lebih banyak jenis
kuman baik bakteri gram positif maupun gram negatif. Contoh obat : sulfonamida, ampisilin, sefalosforin,
Bagaimana
Antibiotik bekerja?
•bersifat menghancurkan
kuman.
•Contoh : rifampisin,
amikasin, amoksisilin.
bersifat
bakterisidal
•bekerja menghambat
pertumbuhan kuman.
•Contoh : eritromisin,
kloramfenikol
bersifat
bakteriostatik
Bagaimana Antibiotik
bekerja?
Menghambat sintesis dinding sel kuman Contoh : Amoksisilin, ampisilin, seftriakson
Mengganggu membran sel kuman Contoh : polimiksin
Menghambat sintesis protein dan asam nukleat
Contoh : amikasin, tetrasiklin
Mengganggu metabolisme sel kuman Contoh : cotrimoxazole
MEKANISME KERJA ANTIBIOTIKA
1. Penghambatan sintesis dinding sel
jika sintesis dinding sel terganggu maka dinding sel
menjadi kurang sempurna & tekanan osmotik dalam sel kuman lebih tinggi daripada di luar sel shg terjadi
kerusakan dinding sel kuman, akibatnya pecah/lisis.
contoh obat : penisilin, sefalosporin, basitrasin, sikloserin, vankomisin.
2. Penghambatan fungsi membran sel
molekul lipoprotein di dalam dinding sel yg semi permeabel diganggu sintesisnya shg menjadi lebih permeabel. Akibatnya zat-zat penting (isi sel) dapat merembes keluar maka sel rusak / mati.
contoh obat : polimiksin, polien (nistatin, amfoterisin B), azol / imidazol (mikonazol, ketokonazol, klotrimazol).
MEKANISME KERJA ANTIBIOTIKA
3. Penghambatan sintesis protein sel
sintesis protein bakteri di ribosom diganggu oleh antibiotik dg berbagai cara.
contoh obat : aminoglikosida, tetrasiklin, makrolida (eritromisin), kloramfenikol, linkomisin.
4. Penghambatan sintesis asam nukleat / asam inti (DNA, RNA).
contoh : rifampisin berikatan dg enzim polimerase-RNA shg menghambat sintesis RNA & DNA oleh enzim tsb.
5. Penghambatan metabolisme sel bakteri (antagonisme kompetitif).
antibiotik menyaingi zat-zat penting untuk metabolisme kuman shg pertukaran zatnya terhenti, dihasilkan efek bakteriostatik.
Produksi antibiotik
Mikroorganisme
Penyiapan inokulum
Proses fermentasi
Kontrol pada proses fermentasi
Panen hasil fermentasi
Pemurnian
Produksi Penisilin G
Penicillium notatum (1926)
Penicillium chrysogenum (1940)
1980
‐
an dilakukan usaha peningkatan
produksi melalui strain improvement
(mutasi fisik atau kimia) sehingga produksi
mencapai 20g/L à dibandingkan wildtype
nya yg hanya 2mg/L
Genetic engineering : seleksi strain
KLASIFIKASI BAKTERI
Pengolongan bakteri yang mempunyai makna (manfaat) dalam poses terapi adalah pengolongan menurut Cristian Gram,
secara garis besar bakteri dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu :
Bakteri gram positif : yaitu bakteri dengan struktur dinding sel tertentu sehingga memberikan warna (positif) terhadap pengecatan gram
Bakteri gram negatif : yaitu bakteri dengan struktur dinding sel tertentu yang negatif terhadap pengecatan gram.
Bakteri
Bakteri
Garam(+) dan
Garam(+) dan
Gram(-)
Gram(-)
PEMILIHAN ANTIBIOTIKA
PEMILIHAN ANTIBIOTIKA
Jika harus dipilih beberapa obat antibiotika yang mempunyaiJika harus dipilih beberapa obat antibiotika yang mempunyai aktivitas dan sifat farmakokinetik kurang lebih sama maka aktivitas dan sifat farmakokinetik kurang lebih sama maka dipilih obat dengan pertimbangan :
dipilih obat dengan pertimbangan : 1.
1. Antibioti Antibiotik bakterisid lebik bakterisid lebih dipilih daripada bakterih dipilih daripada bakteriostatikostatik 2.
2. Antibiotik de Antibiotik dengan daya penetngan daya penetrasi kuat ke darasi kuat ke dalam organ lebihlam organ lebih disukai
disukai karena obakarena obat lebih t lebih mudah dismudah diserap keerap ke tempat itempat infeksi.nfeksi. Contoh obat dg penetrasi baik ke dalam jaringan :
Contoh obat dg penetrasi baik ke dalam jaringan :
amoksisilin, linkomisin, rifampisin. Spiramisin berpenetrasi amoksisilin, linkomisin, rifampisin. Spiramisin berpenetrasi baik khusus ke dalam jaringan mulut dan tenggorokan.
baik khusus ke dalam jaringan mulut dan tenggorokan. 3.
3. Antibiotik de Antibiotik dengan pemakaiangan pemakaian 1-2 kali sehari len 1-2 kali sehari lebih disukaibih disukai dari pada 3-4 kali
dari pada 3-4 kali sehari (meningkatkan kepatuhasehari (meningkatkan kepatuhan minumn minum obat).
obat). 4.
4. Antibioti Antibiotik yang terikat proteik yang terikat protein plasma rendah ln plasma rendah lebihebih diutamakan
diutamakan, karena prosentase obat bebas , karena prosentase obat bebas besar shg ygbesar shg yg didistribusikan ketempat infeksi juga besar.
PEDOMAN PENGGUNAAN OBAT
1. Dosis obat dipilih yg tinggi hingga kadar obat di tempat infeksi melampui MIC (Minimum Inhibitory
Concentration) untuk kuman.
2. Frekuensi pemakaian tergantung kecepatan eliminasi obat. Antibiotik dg eliminasi pendek, pemberiannya
sampai 5x sehari, sedangkan obat dg eliminasi panjang, pemberiannya 1x sehari bahkan 1x seminggu.
3. Lama terapi dg kemoterapetik harus cukup panjang untuk menjamin semua parasit mati & menghindarkan kambuhnya penyakit, biasanya terapi terus dilanjutkan 2-3 hari setelah gejala hilang, untuk lepra dan tbc sering kali butuh waktu bertahun-tahun.
EFEK SAMPING ANTIBIOTIK
Pengunaan antibiotika yang tidak tepat skema penakarannya dapat menggagalkan terapi dan menimbulkan efek samping sbb :
1. Resistensi sel bakteri : suatu sifat tidak terganggunya kehidupan sel bakteri oleh antibiotik. (resistensi primer, sekunder & resistensi silang).
Bahaya resistensi bakteri : pengobatan infeksi lebih sulit, lama sakit bertambah, komplikasi, kematian meningkat.
Pencegahan resistensi bakteri :
a. dosis obat relatif tinggi (dibanding dosis efektif minimal), lama terapi maksimal 5 hari.
b. penggunaan kombinasi (2 / lebih antibiotika), terutama pd TBC, lepra, kanker.
c. pembatasan penggunaan antibiotika hanya untuk penyakit infeksi parah (karena kuman berbahaya) & tidak untuk
membasmi kuman biasa (mis : sakit tenggorokan, radang telinga luar).
Yang perlu diperhatikan :
aturan pakai
EFEK SAMPING ANTIBIOTIK
2. Sensitasi
antibiotik menjadi lebih peka setelah dipakai topikal shg pasien menjadi hipersensitif. Efek terjadi alergi (gatal, kemerahan,
bentol, demam, kelainan darah, shock, fatal !).
Pencegahan sensitasi : jangan menggunakan antibiotik
tertentu (penisilin, kloramfenikol, sulfonamid) sbg BSO topikal (lotion, krim, salep).
Contoh obat yg jarang menimbulkan sensitasi & banyak digunakan secara topikal : framisetin, fusidat, tetrasiklin.
EFEK SAMPING ANTIBIOTIK
3. Supra-infeksi
infeksi sekunder dg parasit berlainan (parasit yg berubah patogenitasnya) yg timbul di atas infeksi primer.
Penyebab supra infeksi : terapi antibiotik jangka lama; dosis antibiotik yg kurang; sistem imun pasien pengguna antibiotik
terganggu; karena penggunaan antibiotik spektrum luas sehingga mengganggu keseimbangan antar bakteri di dalam usus, sal. nafas, & kemih. Kelompok mikroorganisme yg lebih kuat & resiten
kehilangan saingan shg menjadi lebih dominan & terjadi infeksi baru.
Contoh obat yang menimbulkan supra-infeksi : ampisilin, kloramfenikol, tetrasiklin.
Gejala supra infeksi : stomatitis; radang saluran nafas, usus, saluran kencing; infeksi kulit & kandidiasis, bahkan diare.
Pencegahan supra infeksi : awasi adanya gejala supra infeksi, pemberian antibiotik spektrum sempit lebih dianjurkan dari pada spektrum luas, waktu penggunaan antibiotik sebaiknya maksimal 5 hari dg dosis rasional.
EFEK SAMPING ANTIBIOTIK
4. Toksisitas antibiotik yg langsung pd organ.
Beberapa antibiotik menimbulkan kerusakan pd organ tertentu.
Tabel : toksisitas organ yg ditimbulkan oleh beberapa antibiotik
Antibiotik Tempat toksisitas
Hal yg perlu diwaspadai Penisilin
Sefalosporin
Otak 1.Hndari pemberian dg injeksi intratekal / spinal.
2.Lakukan pemantauan terhadap pasien gagal ginjal, jika diberi antibiotik tsb.
Gentamisin Vankomisin Eritromisin (jarang) Telinga bagian dalam (ototoksik)
1.Jangan menggunakan bersamaan dg obat lain yg mengganggu fungsi telinga, mis : diuretik furosemid.
2.Pastikan sebelum, selama & setelah terapi, bahwa fungsi pendengaran & keseimbangan pasien tetap baik.
3.Bila pasien mengalami tinitus (telinga berdenging), segera laporkan.
Lanj. Tabel
Antibiotik Tempat toksisitas Hal yg perlu diwaspadai
Tetrasiklin Tulang & gigi yg sedang tumbuh
Jangan memberikan antibiotik ini pd ibu hamil & anak < 8 tahun.
Eritromisin Rifampisin Tetrasiklin
Sefalosporin (jarang)
Hepar (hepatotoksik) 1. Penggunaan jangka lama, sebaiknya dilakukan tes laboratorium sebelum & selama terapi secara teratur untuk memantau fungsi hati
2. Hindari penggunaannya pd pasien dg riwayat abuse alkohol atau mengalami fatty liver pd kehamilannya.
Kotrimoksazol Pankreas 1. Hati-hati terhadap gejala vomitus berat & nyeri yg menjalar ke punggung.
2. Lakukan pemantauan kadar glukosa darah.
Tetrasiklin Asiklovir
Kulit (fotosensitifitas) Hindari kulit terkena sinar matahari langsung, gunakan krim tabir surya (sunscreen).
Lanj. tabel
Antibiotik Tempat toksisitas Hal yg perlu diwaspadai
Gentamisin Kotrimoksazol Vankomisin Sefalosporin (jarang) Penisilin Tetrasiklin
Ginjal (nefrotoksik) Sebaiknya melakukan pemeriksaan darah untuk memantau nilai fungsi ginjal, atau menggunakan obat alternatif lain bila pasien menderita gangguan fungsi ginjal.
Kloramfenikol Kotrimoksazol
Sefalosporin (jarang) Asiklovir
Sumsum tulang belakang 1. Hindari penggunaannya pd pasien dg riwayat kelainan sumsum tulang belakang & sedang menggunakan obat lain (mis : karbimazol) yg
berpotensi toksik terhadap sumsum tulang belakang.
2. Sebaiknya melakukan hitung sel darah lengkap.
EFEK SAMPING ANTIBIOTIK
5. Alergi &/ hipersensitifitas.
Antibiotik dianggap sebagai antigen / alergen oleh
tubuh, shg tubuh membentuk antibodi (IgE) yg berikatan dg antigen tsb.
Ikatan tsb mengikatkan diri pd mast cels (a.l. di mata , hidung, sal. nafas, & kulit) & kelamaan mast cels pecah (degranulasi) serta melepaskan mediator (a.l. histamin) dg akibat : ruam kulit, urtikaria, pruritus,
bronkokonstriksi, udema, hipersekresi mukus. Apabila pelepasan mediator tsb secara menyeluruh (general release) maka dapat terjadi syok anafilaktik, dg gejala : kolaps vaskuler, udema larings, bronkospasme & henti jantung bahkan kematian). Contoh obat yg sering
menimbulkan syok anafilaktik : injeksi penisilin (± 20 menit sesudah injeksi).
Lanj. Alergi
Cara menangani alergi / hipersensitifitas antibiotika : 1. Mengkaji riwayat alergi obat dg cermat, bila perlu
lakukan uji kepekaan obat.
2. Segera hentikan penggunaan obat bila ada gejala alergi ringan/berat.
3. Gejala alergi ringan diatasi dg pemberian antihistamin / kortikosteroid.
4. Syok anafilaktik diatasi dg :
pemberian injeksi adrenalin, diulang tiap 5 menit sampai ada perbaikan TD & denyut nadi).
Pemberian O2 dan antihistamin (klorfeniramin). Pada anafilaktik parah / berulang kali dianjurkan pemberian injeksi hidrokortison.
Klasifikasi Antibakteri
1. Penisilin
2. Sefalosporin dan antibiotik beta laktam
lainnya
3. Tetrasiklin
4. Aminoglikosida
5. Kloramfenikol
6. Makrolida
7. Ripamfisin dan asam fusidat
8. Antibiotik lainnya.
A. Golongan Penisilin
Mekanisme kerja : menghambat pembentukan dinding sel bakteri
Devirat :
Indiksi :
1. Infeksi saluran kemih
2. Infeksi saluran pernapasan 3. Infeksi kulit
4. Infeksi jaringan lunak
Spektrum sempit : penisilin G, penisilin V, penisilin tahan penisilinase
LANJUTAN ....
Efek Samping : Reaksi alergi, Hipersensitif, Mual dan diare
Generik
•Ampicillinum
•Amoxicillinum
•Penisilin G
•Penisilin V
Paten
•Viccilin
•Amoxan
•Panadur LA
•Fenocin
B. Golongan Sefalosporin
Mekanisme kerja : menghambat pembentukan dinding sel bakteri
Devirat :
Indiksi :
1. Infeksi saluran kemih
2. Infeksi saluran pernapasan
3. Infeksi kulit
4. Infeksi jaringan lunak
5. Infeksi pada Sendi 1. Sefaklor 2. Sefadroksil 3. Sefotaksim 4. Seftazidim 5. Seftriakson 5. Sefuroksin 6. Sefaleksim 7. Sefradin 8. Sefazolin
Lanjutan ....
Efek Samping : Reaksi alergi, Hipersensitif, Mual dan diareGenerik
•Sefadroxil
•Sefotaksim
•Sefradin
•Sefaklor
Paten
•Cefat
•Claforan
•Velocef
•Ceclor
C. Golongan Aminoglikosida
Mekanisme kerja : menghambat sintesa protein sel bakteri
Derivat :
Indiksi :
1. Infeksi saluran pernapasan
2. Infeksi kulit 1. Streptomisin 2. Neomisin 3. Kanamisin 4. Gentamisin 5. Framisetin 6. Tobramisina 7. Amikacini
Lanjutan ....
Generik • Streptomisin • Neomisin • Kanamisin • Gentamisin • Framisetin Paten • Streptomycin meiji • Neobiotic • Kanoxin • Ottogenta • Sofra tulle Efek Samping : Terjadinya kerusakan pada telinga sehingga menggangu keseimbangan dan pendengaran
D. Golongan Kloramfenifenikol
Mekanisme kerja : menghambat pembentukan dinding sel bakteri
Derivat : Indiksi : 1. Types 2. Konjungtifitas mata Efek Samping : 1. Anemia
2. Mual, muntah dan diare
3. Alergi
4. Sydrom gray pada bayi
1. Kloramfenikol 2. Tiamfenikol
Paten
1. Biothicol (sanbe) 2. Colme (interbat)
E. Golongan Tetrasiklin
Mekanisme kerja : menghambat sintesa protein sel bakteri
Derivat :
Indiksi :
1. Infeksi Saluran pernapasan
2. Infeksi saluran pencernaan
3. Kulit (luka)
1. Klortetrasiklin 2. Oksitetrasiklin 3. Doksisiklin
Lanjutan ....
Generik
•Tetrasiklin
•Oksitetrasiklin
•Doksisiklin
•Minosiklin
Paten
• Super tetra (Darya Varia) • Teramycin (pfizer indo.) • Interdoxin (interbat) • Minocin (phaphros) Efek Samping : 1. Gigi kecoklatan 2. Muka kemerahan 3. Diare/disentry 4. Sakit kepala/vertigo
Perhatian ...!!!
Kehamilan: golongan tetrasiklin dapat melewati plasenta dan ditemukan dalam jaringan fetus. Dapat terjadi efek toksis pada fetus yang berupa retardasi perkembangan tulang (Kategori D).
Menyusui: tetrasiklin dapat diekskresikan melalui air susu ibu. Tidak dapat dikombinasikan dengan Susu dan Antasida.
Penggunaan antibiotik golongan tetrasiklin selama masa pertumbuhan gigi (dari akhir masa kehamilan sampai anak usia 8 tahun) dapat menyebabkan perubahan warna gigi (kuning, abu-abu, coklat) yang bersifat permanen.
Antibiotik golongan tetrasiklin membentuk kompleks kalsium yang stabil pada jaringan pembentuk tulang
F. Golongan Makrolida
Mekanisme kerja : menghambat sintesa protein sel bakteri
Derivat :
Indiksi : Infeksi Saluran pernapasan
Efek samping : Mual dan Muntah
Generik
• Erytromisin • Spiramisin
Paten
• Erysanbe (sanbe)
• Spiramisin (rhone poulenc
Rifampisin
M.K Rifampisin : Menghambat Enzim bakteri (RNA Polimerase)
Indikasi : TBC, Lepra, Meningitis
E.s : Mual, muntah, diare, pusing, gangguan penglihatan.
Peringatan ! Dapat menyebabkan warna merah pada urin, keringat, tinja, liur, dahak dan air mata
Generik
• Rifampisin
Paten
• Risamtibi
As. Fusidat
M.K As. fusidat : Menghambat sintesa protein sel bakteri
Indikasi : Infeksi saluran pernapasan, radang sussum tulang belakang
E.s : Mual, muntah, diare, pusing, gangguan penglihatan.
Peringatan ! Dapat menyebabkan warna merah pada urin, keringat, tinja, liur, dahak dan air mata
Generik
• Asam FusidatPaten
•Rucidin
(leo pharmaceuticalLinkomisin dan Klindamisin
1. Linkomisin
M.K Linkomisin : menghambat pembentukan protein organisme Indikasi :Infeksi pada tulang dan sendi
E.S : Diare, sakit perut, mual, muntah, ruam, gangguan funsi hati, nyeri.
1. Klindamisin
M.K Linkomisin : menghambat pembentukan protein organisme Indikasi :Infeksi pada tulang dan sendi
E.S : Diare, sakit perut, mual, muntah, ruam, gangguan funsi hati, nyeri.
Golongan Kuinolon
Mekanisme kerja : menghambat pembentukan DNA bakteri
Devirat :
Indikasi terutama ciprofloksasin: Infeksi saluran kemih, saluran cerna (typus) dan Gonorrhoe.
E.S ciprofloksasin : tremor, gagal ginjal, sindrome steve jonhson, dan dapat menurunkan kewaspadaan.
1. Asam Nalidiksat 2. Ofloksasin
3. Siprofloksasin -> Baquinor
Farmakologi_RINA YUNIARTI, S.Farm,
Kombinasi Obat-Obat Antimikroba
Pemberian AB tunggal lebih dianjurkan
untuk :
Organisme penyebab infeksi spesifik.
Menurunkan kemungkinan superinfeksi.
Menurunkan resistensi organisme.
Farmakologi_RINA YUNIARTI, S.Farm,
Pemberian Antibiotik kombinasi untuk
keadaan khusus :
Infeksi campuran.
Ada risiko resistensi organisme, misalnya
pada TBC.
Keadaan yang membutuhkan AB dengan
dosis besar, misalnya sepsis, dan
PENGGUNAAN KOMBINASI ANTIBIOTIK
Pada umumnya penggunaan kombinasi antibiotik tidak
dianjurkan tetapi beberapa kombinasi dapat bermanfaat, yaitu :
Infeksi campuran : (basitrasin + polikmiksin), BSO topikal.
Untuk memperoleh potensiasi : (sulfamotoksazol + trimetropin = kotrimoksazol)
Untuk mengatasi resistensi : (amoksisilin + asam-Klavunolat)
Untuk menghambat resistensi : khususnya pada infeksi menahun TBC (rifampisin + INH + ethambutol)
Untuk mengurangi toksisitas : (trisulfa = sulfadiazin, sulfamerazin, sulfametazin, dan sitostatika).
ANTAGONISME & SINERGISME
Pada umumnya penggunaan kombinasi antibiotik dari berbagai kelompok menghasilkan potensiasi/adisi
(sinergisme) tetapi dapat juga menimbulkan antagonisme (penurunan / peniadaan efek terapi).
Contoh adisi : kombinasi penisilin dan sulfa.
Contoh antagonisme : kombinasi penisilin / sefalosporin dengan tetrasiklin / kloramfenikol, hal ini karena
penisilin/sefalosporin aktif ketika bakteri tumbuh (bakterisid) sedangkan tetrasiklin/kloramfenikol merupakan bakteriostatik.
Kegagalan Terapi
Bukan etiologi infeksi
Obat tidak berpenetrasi ke tempat infeksi
Lama terapi tidak cukup
Dosis terlalu rendah
Dugaan tempat kuman tidak tepat
Resisten, super infeksi, antagonis
Farmakologi_RINA YUNIARTI, S.Farm,
Antibiotika Profilaktik
Pemberian antibiotik untuk pencegahan
infeksi, bukan untuk pengobatan infeksi.
Lama pemberian ditentukan oleh lamanya
risiko infeksi.
Dapat timbul resistensi bakteri &
superinfeksi.
Desinfektan
Desinfektan
didefinisikan
sebagai
bahan kimia atau pengaruh fisika yang
digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi
atau pencemaran jasad renik seperti bakteri
dan
virus,
juga
untuk
membunuh
atau
menurunkan jumlah mikroorganisme atau
kuman penyakit lainnya.
Mekanisme Desinfektan
Cara
kerja
antiseptik
dan
desinfektan
dipengaruhi oleh kadar, waktu, suhu,
bahan-bahan organik, jumlah mikroorganisme dan
adanya spora.
Kontra Indikasi Desinfektan
Antiseptika dan desinfektan sama toksisnya
bagi kuman dan jaringan hidup. Oleh karena itu,
antiseptika
atau
desinfektan
tidak
dapat
digunakan secara sistemis dan penggunaannya
hanya terbatas pada penggunaan lokal, antara
lain:
Untuk membersihkan luka
Preoperatif untuk mematikan kuman di kulit atau
sebelumnya injeksi.
Efek Samping Desinfektan
Tidak jarang antiseptika bersifat toksis bagi
jaringan,
menghambat
penyembuhan
luka,
dan
Jamur (fungi) adalah tumbuhan yang tak berklorofil, sehingga tak mampu fotosintesis untuk hidup. Jamur hidup sbg parasit pada organisme hidup lain atau saprofit pada organisme
mati.
Penyebarluasan infeksi jamur :
penggunaan antibiotika spektrum luas yang mengganggu keseimbangan flora normal.
penggunaan kortikosteroid dpt menurunkan kekebalan tubuh.
pemakain hormon kelamin misalnya pil anti hamil akan menstimulasi infeksi jamur.
faktor hygiene (pribadi & lingkungan) yg kurang baik.
bertambahnya kontak internasional di bidang pariwisata dan perdagangan.
Cara penularan infeksi jamur : Spora dan serpihan kulit
penderita infeksi jamur merupakan sumber utama penularan.
Tindakan umum untuk menghindari infeksi jamur : menjaga kebersihan pribadi sebaik-baiknya terutama ketika berada pada tempat yang potensial sbg sumber infeksi (kolam renang, kamar ganti pakaian, ruang olah raga & fasilitas umum lainnya).
Diagnosa (spesifik) dg tes KOH : pd serpihan kulit, kuku, rambut diberi beberapa tetes larutan KOH 10-20%, diamati di bawah
mikroskop ada/tidaknya jamur (hyphen & spora), untuk menentukan jenis jamur dilakukan pembiakan.
Infeksi jamur pada manusia dibagi 2 yaitu :
1. Mycose umum (sistemis), jamur atau ragi tersebar di seluruh tubuh atau menyebabkan infeksi dalam organ tubuh yg kadang dapat membahayakan jiwa. Contoh : actinomycose,
aspergillose dan candidiasis (infeksi candida pada saluran cerna dan alat pernafasan).
2. Mycose permukaan (tinea), infeksi terbatas pada kulit, rambut, kuku, & mukosa. Infeksi ini mencakup dermatomycose,