• Tidak ada hasil yang ditemukan

Antibakteri.ppt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Antibakteri.ppt"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)

FKG UNIMUS

FKG UNIMUS

Antibiotik

Antibiotik

Click to add Title Click to add Title 1

1

Click to add Title Click to add Title 2

2

Click to add Title Click to add Title 3

3

Click to add Title Click to add Title 4

(2)

Antibiotik =

Antibiotik =

antikuman =

antikuman =

anti bakteri

anti bakteri

obat anti infeksi yang

obat anti infeksi yang

digunakan untuk

digunakan untuk

membunuh bakteri atau

membunuh bakteri atau

kuman

kuman

  ntibiotik

(3)

Antibiotik =

Antibiotik =

antikuman =

antikuman =

anti bakteri

anti bakteri

obat anti infeksi yang

obat anti infeksi yang

digunakan untuk

digunakan untuk

membunuh bakteri atau

membunuh bakteri atau

kuman

kuman

  ntibiotik

(4)

Mikroba termasuk Kindom Protista, yaitu

Mikroba termasuk Kindom Protista, yaitu

kelompok Makhluk Hidup Mikroskopis

kelompok Makhluk Hidup Mikroskopis

mikrob

(5)

•  Apa itu sel.???

 Sel adalah bagian terkecil dari tubuh makhluk hidup yang membentuk struktur dan fungsi tertentu.

 Tempat terselenggaranya fungsi kehidupan  Manusia dewasa  75 triliun sel

 Ukuran, bentuk & fungsi bervariasi  Ovum  140 m

 Eritrosit  7.5 m

 Sel otot polos  20  – 500 m

(6)

BAGIAN-BAGIAN SEL

BAGIAN YANG BERSIFAT HIDUP (PROTOPLASMA) TERDIRI ATAS

INTI SEL, SITOPLASMA DAN ORGANEL-ORGANEL

BAGIAN YANG BERSIFAT MATI TERDIRI ATAS DINDING SEL DAN

VAKUOLA

SITOPLASMA Cairan yang berada diluar inti s el terdiri atas

air dan zat-zat terlarut s erta berbag ai macam org anel sel

hidup

DINDING SEL

B erfung s i s ebag ai pelindung dan

 pemberi bentuk, hanya dimiliki : bakteri, cendawan, g ang g ang , dan tumbuhan.

MEMBRAN PLASMA

Pembatas sel dari lingkungan luar 

bersifat semi permeabel, dimiliki semua sel

VAKUOLA rongga bulat berisi senyawa kimia atau sisa metabolisme.

(7)
(8)

www.themegallery.com

Food Microbiology, third edition, Martin R.  Adams and Maurice O. Moss, 2008.

(9)

Faktor Implisit

Sinergisme: dua atau lebih mikroba

bekerja sama dan saling membutuhkan

 Antagonisme : kematian atau hambatan

pertumbuhan mikroba yang disebabkan

mikroba lain yang mempengaruhi

lingkungan pertumbuhan mikroba pertama

(10)

Kapan

Antibiotik

diperlukan?

KUMAN MASUK

Tubuh kita punya sistem pertahanan tubuh, contohnya

sel darah putih untuk melawan kuman penyebab

penyakit.

sel darah putih akan melawan untuk menghancurkan kuman tersebut NUTRISI BAIK NUTRISI BURUK KUMAN MATI KUMAN TIDAK MATI sehingga terjadi infeksi PERLU ANTIBIOTIK

(11)

Bakteri Penyebab Infeksi

Tempat Infeksi Bakteri

Sal. Cerna e. coli, salmonella, shigella compylobacter Sal. pernapasan atas h. influenzae, s. pyogenes, s. pneumoniae Sal. pernapasan

bawah

s. pneumoniae, p. aeroginosa, k. pneumoniae, l. pneumophila

Luka bakar p. aeroginosa, e. coli, s. aureus pyogenes

Luka s. aureus, s. epidermidis, klebsiella

bacteroides, p. mirabilis marcescens

Sal. kemih e. coli, p. aeruginosa, proteus aerogenes, s. marcescens, klebsiella, s. faecalis

(12)

DEFINISI

Kemoterapi :

terapi mengunakan obat

 –

obat kimiawi untuk

memberantas penyakit infeksi yg disebabkan

mikroorganisme : bakteri, fungi, virus, protozoa,

sel

 –

sel kanker (obat sitostatika), termasuk juga

dalam golongan ini adalah obat cacing.

Antibiotik :

zat

 –

zat kimia yang (dihasilkan oleh fungi &

bakteri), memiliki khasiat mematikan atau

menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan

toksisitasnya bagi manusia relatif kecil.

(13)

Definisi antibiotik pd awalnya adalah suatu

senyawa (substance) yg dihasilkan oleh satu

mikroba, yang dapat menghambat pertumbuhan

mikroba lain

Definisi sekarang : suatu senyawa yang

dihasilkan oleh suatu mikroba, atau yang

diproduksi seluruh atau sebagian nya secara

sintesis kimia, yang dalam konsentrasi kecil

dapat menghambat pertumbuhan mikroba lain

(14)

Sejarah Kemoterapi

1929, Alexander Fleming, cawan agar

diinokulasi dengan staphylococus aureus

terkontaminasi oleh kapang, koloni kapang

tersebut dikelilingi oleh suatu zona jernih.

Kapang tersebut spesies penicilium.

(15)

Sejarah Kemoterapi

1939, Rene Dubos mengisolasi antibiotik

gramisidin dan tirosidin, dari bakteri tanah

Bacillus brevis.

Penemuan streptomisin oleh Selman

Waksman (1944) dari Streptomyces

griseus

(16)

KLASIFIKASI ANTIBIOTIKA

Berdasarkan luas aktivitasnya

1.

Antibiotik spektrum sempit (

narrow-spectrum

) yaitu antibiotika yang aktif terhadap beberapa jenis kuman saja, contoh : penisilin G & V, eritromisin, klindamisin, kanamisin, asam fusidat (hanya bekerja terhadap

kuman gram-positif); streptomisin, gentamisin,

polimiksin-B, dan asam nalidiksat (hanya aktif terhadap bakteri gram negatif)

2. Antibiotik spektrum luas (broad-spectrum), yaitu antibiotik yang bekerja terhadap lebih banyak jenis

kuman baik bakteri gram positif maupun gram negatif. Contoh obat : sulfonamida, ampisilin, sefalosforin,

(17)

Bagaimana

Antibiotik bekerja?

bersifat menghancurkan

kuman.

Contoh : rifampisin,

amikasin, amoksisilin.

bersifat

bakterisidal

bekerja menghambat

pertumbuhan kuman.

Contoh : eritromisin,

kloramfenikol

bersifat

bakteriostatik

(18)

Bagaimana Antibiotik

bekerja?

Menghambat sintesis dinding sel kuman Contoh : Amoksisilin, ampisilin, seftriakson

Mengganggu membran sel kuman Contoh : polimiksin

Menghambat sintesis protein dan asam nukleat

Contoh : amikasin, tetrasiklin

Mengganggu metabolisme sel kuman Contoh : cotrimoxazole

(19)

MEKANISME KERJA ANTIBIOTIKA

1. Penghambatan sintesis dinding sel

 jika sintesis dinding sel terganggu maka dinding sel

menjadi kurang sempurna & tekanan osmotik dalam sel kuman lebih tinggi daripada di luar sel shg terjadi

kerusakan dinding sel kuman, akibatnya pecah/lisis.

contoh obat : penisilin, sefalosporin, basitrasin, sikloserin, vankomisin.

2. Penghambatan fungsi membran sel

molekul lipoprotein di dalam dinding sel yg semi permeabel diganggu sintesisnya shg menjadi lebih permeabel. Akibatnya zat-zat penting (isi sel) dapat merembes keluar maka sel rusak / mati.

contoh obat : polimiksin, polien (nistatin, amfoterisin B), azol / imidazol (mikonazol, ketokonazol, klotrimazol).

(20)

MEKANISME KERJA ANTIBIOTIKA

3. Penghambatan sintesis protein sel

sintesis protein bakteri di ribosom diganggu oleh antibiotik dg berbagai cara.

contoh obat : aminoglikosida, tetrasiklin, makrolida (eritromisin), kloramfenikol, linkomisin.

4. Penghambatan sintesis asam nukleat / asam inti (DNA, RNA).

contoh : rifampisin berikatan dg enzim polimerase-RNA shg menghambat sintesis RNA & DNA oleh enzim tsb.

5. Penghambatan metabolisme sel bakteri (antagonisme kompetitif).

antibiotik menyaingi zat-zat penting untuk metabolisme kuman shg pertukaran zatnya terhenti, dihasilkan efek bakteriostatik.

(21)

Produksi antibiotik

 Mikroorganisme

 Penyiapan inokulum

 Proses fermentasi

 Kontrol pada proses fermentasi

 Panen hasil fermentasi

 Pemurnian

(22)

Produksi Penisilin G

Penicillium notatum (1926)

Penicillium chrysogenum (1940)

1980

an dilakukan usaha peningkatan

produksi melalui strain improvement

(mutasi fisik atau kimia) sehingga produksi

mencapai 20g/L à dibandingkan wildtype

nya yg hanya 2mg/L

Genetic engineering : seleksi strain

(23)

KLASIFIKASI BAKTERI

Pengolongan bakteri yang mempunyai makna (manfaat) dalam poses terapi adalah pengolongan menurut Cristian Gram,

secara garis besar bakteri dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu :

 Bakteri gram positif : yaitu bakteri dengan struktur dinding sel tertentu sehingga memberikan warna (positif) terhadap pengecatan gram

 Bakteri gram negatif : yaitu bakteri dengan struktur dinding sel tertentu yang negatif terhadap pengecatan gram.

(24)

Bakteri

Bakteri

Garam(+) dan

Garam(+) dan

Gram(-)

Gram(-)

(25)
(26)

PEMILIHAN ANTIBIOTIKA

PEMILIHAN ANTIBIOTIKA

 Jika harus dipilih beberapa obat antibiotika yang mempunyaiJika harus dipilih beberapa obat antibiotika yang mempunyai aktivitas dan sifat farmakokinetik kurang lebih sama maka aktivitas dan sifat farmakokinetik kurang lebih sama maka dipilih obat dengan pertimbangan :

dipilih obat dengan pertimbangan : 1.

1.  Antibioti Antibiotik bakterisid lebik bakterisid lebih dipilih daripada bakterih dipilih daripada bakteriostatikostatik 2.

2.  Antibiotik de Antibiotik dengan daya penetngan daya penetrasi kuat ke darasi kuat ke dalam organ lebihlam organ lebih disukai

disukai karena obakarena obat lebih t lebih mudah dismudah diserap keerap ke tempat itempat infeksi.nfeksi. Contoh obat dg penetrasi baik ke dalam jaringan :

Contoh obat dg penetrasi baik ke dalam jaringan :

amoksisilin, linkomisin, rifampisin. Spiramisin berpenetrasi amoksisilin, linkomisin, rifampisin. Spiramisin berpenetrasi baik khusus ke dalam jaringan mulut dan tenggorokan.

baik khusus ke dalam jaringan mulut dan tenggorokan. 3.

3.  Antibiotik de Antibiotik dengan pemakaiangan pemakaian 1-2 kali sehari len 1-2 kali sehari lebih disukaibih disukai dari pada 3-4 kali

dari pada 3-4 kali sehari (meningkatkan kepatuhasehari (meningkatkan kepatuhan minumn minum obat).

obat). 4.

4.  Antibioti Antibiotik yang terikat proteik yang terikat protein plasma rendah ln plasma rendah lebihebih diutamakan

diutamakan, karena prosentase obat bebas , karena prosentase obat bebas besar shg ygbesar shg yg didistribusikan ketempat infeksi juga besar.

(27)

PEDOMAN PENGGUNAAN OBAT

1. Dosis obat dipilih yg tinggi hingga kadar obat di tempat infeksi melampui MIC (Minimum Inhibitory

Concentration) untuk kuman.

2. Frekuensi pemakaian tergantung kecepatan eliminasi obat. Antibiotik dg eliminasi pendek, pemberiannya

sampai 5x sehari, sedangkan obat dg eliminasi panjang, pemberiannya 1x sehari bahkan 1x seminggu.

3. Lama terapi dg kemoterapetik harus cukup panjang untuk menjamin semua parasit mati & menghindarkan kambuhnya penyakit, biasanya terapi terus dilanjutkan 2-3 hari setelah gejala hilang, untuk lepra dan tbc sering kali butuh waktu bertahun-tahun.

(28)

EFEK SAMPING ANTIBIOTIK

Pengunaan antibiotika yang tidak tepat skema penakarannya dapat menggagalkan terapi dan menimbulkan efek samping sbb :

1. Resistensi sel bakteri : suatu sifat tidak terganggunya kehidupan sel bakteri oleh antibiotik. (resistensi primer, sekunder & resistensi silang).

 Bahaya resistensi bakteri : pengobatan infeksi lebih sulit, lama sakit bertambah, komplikasi, kematian meningkat.

 Pencegahan resistensi bakteri :

a. dosis obat relatif tinggi (dibanding dosis efektif minimal), lama terapi maksimal 5 hari.

b. penggunaan kombinasi (2 / lebih antibiotika), terutama pd TBC, lepra, kanker.

c. pembatasan penggunaan antibiotika hanya untuk penyakit infeksi parah (karena kuman berbahaya) & tidak untuk

membasmi kuman biasa (mis : sakit tenggorokan, radang telinga luar).

(29)

 Yang perlu diperhatikan :

aturan pakai

(30)

EFEK SAMPING ANTIBIOTIK

2. Sensitasi

 antibiotik menjadi lebih peka setelah dipakai topikal shg pasien menjadi hipersensitif. Efek terjadi alergi (gatal, kemerahan,

bentol, demam, kelainan darah, shock, fatal !).

 Pencegahan sensitasi : jangan menggunakan antibiotik

tertentu (penisilin, kloramfenikol, sulfonamid) sbg BSO topikal (lotion, krim, salep).

 Contoh obat yg jarang menimbulkan sensitasi & banyak digunakan secara topikal : framisetin, fusidat, tetrasiklin.

(31)

EFEK SAMPING ANTIBIOTIK

3. Supra-infeksi

 infeksi sekunder dg parasit berlainan (parasit yg berubah patogenitasnya) yg timbul di atas infeksi primer.

 Penyebab supra infeksi : terapi antibiotik jangka lama; dosis antibiotik yg kurang; sistem imun pasien pengguna antibiotik

terganggu; karena penggunaan antibiotik spektrum luas sehingga mengganggu keseimbangan antar bakteri di dalam usus, sal. nafas, & kemih. Kelompok mikroorganisme yg lebih kuat & resiten

kehilangan saingan shg menjadi lebih dominan & terjadi infeksi baru.

 Contoh obat yang menimbulkan supra-infeksi : ampisilin, kloramfenikol, tetrasiklin.

 Gejala supra infeksi : stomatitis; radang saluran nafas, usus, saluran kencing; infeksi kulit & kandidiasis, bahkan diare.

 Pencegahan supra infeksi : awasi adanya gejala supra infeksi, pemberian antibiotik spektrum sempit lebih dianjurkan dari pada spektrum luas, waktu penggunaan antibiotik sebaiknya maksimal 5 hari dg dosis rasional.

(32)

EFEK SAMPING ANTIBIOTIK

4. Toksisitas antibiotik yg langsung pd organ.

 Beberapa antibiotik menimbulkan kerusakan pd organ tertentu.

 Tabel : toksisitas organ yg ditimbulkan oleh beberapa antibiotik

Antibiotik Tempat toksisitas

Hal yg perlu diwaspadai Penisilin

Sefalosporin

Otak 1.Hndari pemberian dg injeksi intratekal / spinal.

2.Lakukan pemantauan terhadap pasien gagal ginjal, jika diberi antibiotik tsb.

Gentamisin Vankomisin Eritromisin (jarang) Telinga bagian dalam (ototoksik)

1.Jangan menggunakan bersamaan dg obat lain yg mengganggu fungsi telinga, mis : diuretik furosemid.

2.Pastikan sebelum, selama & setelah terapi, bahwa fungsi pendengaran & keseimbangan pasien tetap baik.

3.Bila pasien mengalami tinitus (telinga berdenging), segera laporkan.

(33)

 Lanj. Tabel

Antibiotik Tempat toksisitas Hal yg perlu diwaspadai

Tetrasiklin Tulang & gigi yg sedang tumbuh

Jangan memberikan antibiotik ini pd ibu hamil & anak < 8 tahun.

Eritromisin Rifampisin Tetrasiklin

Sefalosporin (jarang)

Hepar (hepatotoksik) 1. Penggunaan jangka lama, sebaiknya dilakukan tes laboratorium sebelum & selama terapi secara teratur untuk memantau fungsi hati

2. Hindari penggunaannya pd pasien dg riwayat abuse alkohol atau mengalami fatty liver pd kehamilannya.

Kotrimoksazol Pankreas 1. Hati-hati terhadap gejala vomitus berat & nyeri yg menjalar ke punggung.

2. Lakukan pemantauan kadar glukosa darah.

Tetrasiklin  Asiklovir 

Kulit (fotosensitifitas) Hindari kulit terkena sinar matahari langsung, gunakan krim tabir surya (sunscreen).

(34)

 Lanj. tabel

Antibiotik Tempat toksisitas Hal yg perlu diwaspadai

Gentamisin Kotrimoksazol Vankomisin Sefalosporin (jarang) Penisilin Tetrasiklin

Ginjal (nefrotoksik) Sebaiknya melakukan pemeriksaan darah untuk memantau nilai fungsi ginjal, atau menggunakan obat alternatif lain bila pasien menderita gangguan fungsi ginjal.

Kloramfenikol Kotrimoksazol

Sefalosporin (jarang)  Asiklovir 

Sumsum tulang belakang 1. Hindari penggunaannya pd pasien dg riwayat kelainan sumsum tulang belakang & sedang menggunakan obat lain (mis : karbimazol) yg

berpotensi toksik terhadap sumsum tulang belakang.

2. Sebaiknya melakukan hitung sel darah lengkap.

(35)

EFEK SAMPING ANTIBIOTIK

5. Alergi &/ hipersensitifitas.

  Antibiotik dianggap sebagai antigen / alergen oleh

tubuh, shg tubuh membentuk antibodi (IgE) yg berikatan dg antigen tsb.

Ikatan tsb mengikatkan diri pd mast cels (a.l. di mata , hidung, sal. nafas, & kulit) & kelamaan mast cels pecah (degranulasi) serta melepaskan mediator (a.l. histamin) dg akibat : ruam kulit, urtikaria, pruritus,

bronkokonstriksi, udema, hipersekresi mukus. Apabila pelepasan mediator tsb secara menyeluruh (general release) maka dapat terjadi syok anafilaktik, dg gejala : kolaps vaskuler, udema larings, bronkospasme & henti  jantung bahkan kematian). Contoh obat yg sering

menimbulkan syok anafilaktik : injeksi penisilin (± 20 menit sesudah injeksi).

(36)

Lanj. Alergi

Cara menangani alergi / hipersensitifitas antibiotika : 1. Mengkaji riwayat alergi obat dg cermat, bila perlu

lakukan uji kepekaan obat.

2. Segera hentikan penggunaan obat bila ada gejala alergi ringan/berat.

3. Gejala alergi ringan diatasi dg pemberian antihistamin / kortikosteroid.

4. Syok anafilaktik diatasi dg :

 pemberian injeksi adrenalin, diulang tiap 5 menit sampai ada perbaikan TD & denyut nadi).

 Pemberian O2 dan antihistamin (klorfeniramin). Pada anafilaktik parah / berulang kali dianjurkan pemberian injeksi hidrokortison.

(37)

Klasifikasi Antibakteri

1. Penisilin

2. Sefalosporin dan antibiotik beta laktam

lainnya

3. Tetrasiklin

4. Aminoglikosida

5. Kloramfenikol

6. Makrolida

7. Ripamfisin dan asam fusidat

8. Antibiotik lainnya.

(38)

A. Golongan Penisilin

 Mekanisme kerja : menghambat pembentukan dinding sel bakteri

 Devirat :

 Indiksi :

1. Infeksi saluran kemih

2. Infeksi saluran pernapasan 3. Infeksi kulit

4. Infeksi jaringan lunak

Spektrum sempit : penisilin G, penisilin V, penisilin tahan penisilinase

(39)

LANJUTAN ....

 Efek Samping : Reaksi alergi, Hipersensitif, Mual dan diare

Generik

 Ampicillinum

 Amoxicillinum

Penisilin G

Penisilin V

Paten

Viccilin

 Amoxan

Panadur LA

Fenocin

(40)
(41)

B. Golongan Sefalosporin

 Mekanisme kerja : menghambat pembentukan dinding sel bakteri

 Devirat :

 Indiksi :

1. Infeksi saluran kemih

2. Infeksi saluran pernapasan

3. Infeksi kulit

4. Infeksi jaringan lunak

5. Infeksi pada Sendi 1. Sefaklor  2. Sefadroksil 3. Sefotaksim 4. Seftazidim 5. Seftriakson 5. Sefuroksin 6. Sefaleksim 7. Sefradin 8. Sefazolin

(42)

Lanjutan ....

Efek Samping : Reaksi alergi, Hipersensitif, Mual dan diare

Generik

Sefadroxil

Sefotaksim

Sefradin

Sefaklor

Paten

Cefat

Claforan

Velocef

Ceclor 

(43)
(44)

C. Golongan Aminoglikosida

 Mekanisme kerja : menghambat sintesa protein sel bakteri

 Derivat :

 Indiksi :

1. Infeksi saluran pernapasan

2. Infeksi kulit 1. Streptomisin 2. Neomisin 3. Kanamisin 4. Gentamisin 5. Framisetin 6. Tobramisina 7. Amikacini

(45)

Lanjutan ....

Generik • Streptomisin • Neomisin • Kanamisin • Gentamisin • Framisetin Paten • Streptomycin meiji • Neobiotic • Kanoxin • Ottogenta • Sofra tulle

 Efek Samping : Terjadinya kerusakan pada telinga sehingga menggangu keseimbangan dan pendengaran

(46)
(47)

D. Golongan Kloramfenifenikol

Mekanisme kerja : menghambat pembentukan dinding sel bakteri

 Derivat :  Indiksi : 1. Types 2. Konjungtifitas mata Efek Samping : 1.  Anemia

2. Mual, muntah dan diare

3.  Alergi

4. Sydrom gray pada bayi

1. Kloramfenikol 2. Tiamfenikol

Paten

1. Biothicol (sanbe) 2. Colme (interbat)

(48)
(49)

E. Golongan Tetrasiklin

 Mekanisme kerja : menghambat sintesa protein sel bakteri

 Derivat :

 Indiksi :

1. Infeksi Saluran pernapasan

2. Infeksi saluran pencernaan

3. Kulit (luka)

1. Klortetrasiklin 2. Oksitetrasiklin 3. Doksisiklin

(50)

Lanjutan ....

Generik

Tetrasiklin

Oksitetrasiklin

Doksisiklin

Minosiklin

Paten

• Super tetra (Darya Varia) • Teramycin (pfizer indo.) • Interdoxin (interbat) • Minocin (phaphros)  Efek Samping : 1. Gigi kecoklatan 2. Muka kemerahan 3. Diare/disentry 4. Sakit kepala/vertigo

(51)
(52)

Perhatian ...!!!

 Kehamilan: golongan tetrasiklin dapat melewati plasenta dan ditemukan dalam jaringan fetus. Dapat terjadi efek toksis pada fetus yang berupa retardasi perkembangan tulang (Kategori D).

 Menyusui: tetrasiklin dapat diekskresikan melalui air  susu ibu. Tidak dapat dikombinasikan dengan Susu dan  Antasida.

 Penggunaan antibiotik golongan tetrasiklin selama masa pertumbuhan gigi (dari akhir masa kehamilan sampai anak usia 8 tahun) dapat menyebabkan perubahan warna gigi (kuning, abu-abu, coklat) yang bersifat permanen.

  Antibiotik golongan tetrasiklin membentuk kompleks kalsium yang stabil pada jaringan pembentuk tulang

(53)

F. Golongan Makrolida

 Mekanisme kerja : menghambat sintesa protein sel bakteri

 Derivat :

 Indiksi : Infeksi Saluran pernapasan

 Efek samping : Mual dan Muntah

Generik

• Erytromisin • Spiramisin

Paten

• Erysanbe (sanbe)

• Spiramisin (rhone poulenc

(54)

Rifampisin

 M.K Rifampisin : Menghambat Enzim bakteri (RNA Polimerase)

 Indikasi : TBC, Lepra, Meningitis

 E.s : Mual, muntah, diare, pusing, gangguan penglihatan.

 Peringatan ! Dapat menyebabkan warna merah pada urin, keringat, tinja, liur, dahak dan air mata

Generik

• Rifampisin

Paten

• Risamtibi

(55)
(56)

As. Fusidat

 M.K As. fusidat : Menghambat sintesa protein sel bakteri

 Indikasi : Infeksi saluran pernapasan, radang sussum tulang belakang

 E.s : Mual, muntah, diare, pusing, gangguan penglihatan.

 Peringatan ! Dapat menyebabkan warna merah pada urin, keringat, tinja, liur, dahak dan air mata

Generik

• Asam Fusidat

Paten

Rucidin

(leo pharmaceutical

(57)

Linkomisin dan Klindamisin

1. Linkomisin

M.K Linkomisin : menghambat pembentukan protein organisme Indikasi :Infeksi pada tulang dan sendi

E.S : Diare, sakit perut, mual, muntah, ruam, gangguan funsi hati, nyeri.

1. Klindamisin

M.K Linkomisin : menghambat pembentukan protein organisme Indikasi :Infeksi pada tulang dan sendi

E.S : Diare, sakit perut, mual, muntah, ruam, gangguan funsi hati, nyeri.

(58)

Golongan Kuinolon

 Mekanisme kerja : menghambat pembentukan DNA bakteri

 Devirat :

 Indikasi terutama ciprofloksasin: Infeksi saluran kemih, saluran cerna (typus) dan Gonorrhoe.

 E.S ciprofloksasin : tremor, gagal ginjal, sindrome steve jonhson, dan dapat menurunkan kewaspadaan.

1. Asam Nalidiksat 2. Ofloksasin

3. Siprofloksasin -> Baquinor

(59)
(60)

Farmakologi_RINA YUNIARTI, S.Farm,

Kombinasi Obat-Obat Antimikroba

Pemberian AB tunggal lebih dianjurkan

untuk :

Organisme penyebab infeksi spesifik.

Menurunkan kemungkinan superinfeksi.

Menurunkan resistensi organisme.

(61)

Farmakologi_RINA YUNIARTI, S.Farm,

Pemberian Antibiotik kombinasi untuk

keadaan khusus :

Infeksi campuran.

 Ada risiko resistensi organisme, misalnya

pada TBC.

Keadaan yang membutuhkan AB dengan

dosis besar, misalnya sepsis, dan

(62)

PENGGUNAAN KOMBINASI ANTIBIOTIK

 Pada umumnya penggunaan kombinasi antibiotik tidak

dianjurkan tetapi beberapa kombinasi dapat bermanfaat, yaitu :

 Infeksi campuran : (basitrasin + polikmiksin), BSO topikal.

 Untuk memperoleh potensiasi : (sulfamotoksazol + trimetropin = kotrimoksazol)

 Untuk mengatasi resistensi : (amoksisilin + asam-Klavunolat)

 Untuk menghambat resistensi : khususnya pada infeksi menahun TBC (rifampisin + INH + ethambutol)

 Untuk mengurangi toksisitas : (trisulfa = sulfadiazin, sulfamerazin, sulfametazin, dan sitostatika).

(63)

ANTAGONISME & SINERGISME

 Pada umumnya penggunaan kombinasi antibiotik dari berbagai kelompok menghasilkan potensiasi/adisi

(sinergisme) tetapi dapat juga menimbulkan antagonisme (penurunan / peniadaan efek terapi).

 Contoh adisi : kombinasi penisilin dan sulfa.

 Contoh antagonisme : kombinasi penisilin / sefalosporin dengan tetrasiklin / kloramfenikol, hal ini karena

penisilin/sefalosporin aktif ketika bakteri tumbuh (bakterisid) sedangkan tetrasiklin/kloramfenikol merupakan bakteriostatik.

(64)

Kegagalan Terapi

Bukan etiologi infeksi

Obat tidak berpenetrasi ke tempat infeksi

Lama terapi tidak cukup

Dosis terlalu rendah

Dugaan tempat kuman tidak tepat

Resisten, super infeksi, antagonis

(65)

Farmakologi_RINA YUNIARTI, S.Farm,

Antibiotika Profilaktik

Pemberian antibiotik untuk pencegahan

infeksi, bukan untuk pengobatan infeksi.

Lama pemberian ditentukan oleh lamanya

risiko infeksi.

Dapat timbul resistensi bakteri &

superinfeksi.

(66)
(67)

Desinfektan

Desinfektan

didefinisikan

sebagai

bahan kimia atau pengaruh fisika yang

digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi

atau pencemaran jasad renik seperti bakteri

dan

virus,

juga

untuk

membunuh

atau

menurunkan jumlah mikroorganisme atau

kuman penyakit lainnya.

(68)

Mekanisme Desinfektan

Cara

kerja

antiseptik

dan

desinfektan

dipengaruhi oleh kadar, waktu, suhu,

bahan-bahan organik, jumlah mikroorganisme dan

adanya spora.

(69)

Kontra Indikasi Desinfektan

 Antiseptika dan desinfektan sama toksisnya

bagi kuman dan jaringan hidup. Oleh karena itu,

antiseptika

atau

desinfektan

tidak

dapat

digunakan secara sistemis dan penggunaannya

hanya terbatas pada penggunaan lokal, antara

lain:

Untuk membersihkan luka

Preoperatif untuk mematikan kuman di kulit atau

sebelumnya injeksi.

(70)

Efek Samping Desinfektan

Tidak jarang antiseptika bersifat toksis bagi

 jaringan,

menghambat

penyembuhan

luka,

dan

(71)

 Jamur (fungi) adalah tumbuhan yang tak berklorofil, sehingga tak mampu fotosintesis untuk hidup. Jamur hidup sbg parasit pada organisme hidup lain atau saprofit pada organisme

mati.

 Penyebarluasan infeksi jamur :

 penggunaan antibiotika spektrum luas yang mengganggu keseimbangan flora normal.

 penggunaan kortikosteroid dpt menurunkan kekebalan tubuh.

 pemakain hormon kelamin misalnya pil anti hamil akan menstimulasi infeksi jamur.

 faktor hygiene (pribadi & lingkungan) yg kurang baik.

 bertambahnya kontak internasional di bidang pariwisata dan perdagangan.

 Cara penularan infeksi jamur : Spora dan serpihan kulit

penderita infeksi jamur merupakan sumber utama penularan.

(72)

 Tindakan umum untuk menghindari infeksi jamur : menjaga kebersihan pribadi sebaik-baiknya terutama ketika berada pada tempat yang potensial sbg sumber infeksi (kolam renang, kamar ganti pakaian, ruang olah raga & fasilitas umum lainnya).

Diagnosa (spesifik) dg tes KOH : pd serpihan kulit, kuku, rambut diberi beberapa tetes larutan KOH 10-20%, diamati di bawah

mikroskop ada/tidaknya jamur (hyphen & spora), untuk menentukan jenis jamur dilakukan pembiakan.

 Infeksi jamur pada manusia dibagi 2 yaitu :

1. Mycose umum (sistemis), jamur atau ragi tersebar di seluruh tubuh atau menyebabkan infeksi dalam organ tubuh yg kadang dapat membahayakan jiwa. Contoh : actinomycose,

aspergillose dan candidiasis (infeksi candida pada saluran cerna dan alat pernafasan).

2. Mycose permukaan (tinea), infeksi terbatas pada kulit, rambut, kuku, & mukosa. Infeksi ini mencakup dermatomycose,

Referensi

Dokumen terkait

Alergi, infeksi virus, infeksi bakteri, infeksi jamur, dan pencemaran lingkungan semuanya telah disangkakan sebagai kemungkinan pemicu awal yang dapat meningkatkan

Pada anak usia dibawah tiga tahun ini kebanyakan demam disebakan oleh infeksi virus, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya infeksi bakteri yang

258/MenKes/Per/III/1992 pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit

sedangkan radang telinga tengah yang tidak di obati dapat terjadinya ketulian infeksi saluran pernafasan atas adalah infeksi yang di sebabkan oleh virus dan bakteri

Adanya bakteri dan virus patogen pada tonsil menyebabkan terjadinya proses inflamasi dan infeksi sehingga tonsil membesar dan dapat menghambat keluar masuknya

• Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan IgM sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencegah

Lensa kontak sklera harus disimpan di dalam larutan desinfektan untuk meminimalisir kemungkinan pertumbuhan bakteri dan mencegah terjadinya keratitis mikrobial.20,21 3.3 Penggunaan

DASAR-DASAR K3 PESTISIDA Pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk : ⚫ Memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit yang