• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

40

ANALISA SISTEM BERJALAN

3.1. Tinjauan Perusahaan

Kantor Desa Balonggandu merupakan kantor yang berjalan dibidang pemerintahan untuk melayani masyarakat, baik masyarakat yang menetap maupun masyarakat yang hanya mengontrak di wilayah Desa Balonggandu.

Pelayanan kepada masyarakat Desa Balonggandu merupakan pelayanan yang harus dilakukan setiap hari. Sistem pelayanan kepada masyarakat yang hendak mengajukan dokumen kependudukan di dalam pelaksanaanya memerlukan informasi yang cepat, tepat dan akurat sehingga laporan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada saat ini sistem administrasi data penduduk yang dilakukan di Desa Balonggandu Jatisari masih menggunakan sistem manual yaitu setiap penduduk yang mengurus dokumen kependudukan dan telah memenuhi persyaratan datanya di catat dalam buku register. Nomor register yang diberikan juga sesuai dengan nomor urut yang di tulis manual dalam buku register tersebut.

Administrasi pemerintahan desa mempunyai landasan undang-undang permendagri No. 47 Tahun 2016 Tentang Administrasi Pemerintahan Desa ditetapkan dan ditanda tangani oleh Menteri dalam Negri Tjahjo Kumolo pada tanggal 11 Juli 2016. Peraturan menteri ini diundangkan dan mulai berlaku pada tanggal 29 Juli 2016. Peraturan menteri ini ditetapkan bahwa dalam rangka mewujudkan tertib administrasi desa yang mampu berfungsi sebagai sumber data

(2)

dan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan pembinaaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.

Kantor desa merupakan faktor penting didalam suatu pemerintahan. Kantor desa didirikan dengan tujuan untuk melayani masyarakat, serta dapat memberikan laporan data penduduk dengan tepat, cepat dan akurat. Adapun tinjauan perusahaan tersebut meliputi sejarah perusahaan, struktur organisasi serta fungsinya.

3.1.1. Sejarah Institusi/Perusahaan

Sejak Pemerintah Belanda Tahun 1870, Desa Balonggandu termasuk keasistenan Jatisari Kewedanaan Cikampek Kabupaten Karawang, sudah terbentuk dan telah mempunyai Kepala Desa. Pada Tahun 1978 Desa Balonggandu di mekarkan menjadi Dua Desa, yaitu Desa Balonggandu dan Desa Situdam.

Pada Tahun 1983, Desa Balonggandu hasil pemekaran tersebut dimekarkan lagi menjadi dua (2) Desa, yaitu Desa Balonggandu dan Desa Kalijati, sedangkan Desa Situdam dimekarkan menjadi dua (2) Desa pula, yaitu Desa Situdam dan Desa Barubug, sehingga potensi Desa Balonggandu pada saat ini tinggal seperempat dari Desa asal, namun Jumlah Penduduknya paling banyak di wilayah Kecamatan Jatisari, dikarenakan adanya Perumahan.

Adapun Visi dan Misi dari Kantor Desa Balonggandu dari Tahun 2016 sampai dengan 2021 adalah sebagai berikut:

1. Visi:

Terwujudnya Desa Balonggandu yang “DAMAI, ADIL, MAKMUR dan SEJAHTERA” yang apabila disingkat “DAMAS” dapat diartikan sebagai Desa yang senang akan perdamaian, selalu bersyukur kepada Tuhan Yang

(3)

Maha Esa untuk mencapai Desa yang makmur dan sejahtera, gemah ripah lohjinawi serta tidak ketergantungan pada orang lain.

2. Misi:

a. Menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif dan agamis, ditunjang oleh tersedianya sarana peribadatan dan sumberdaya manusia yang kompeten. b. Membangun pola hidup sehat melalui pemberdayaan Kader Kesehatan dan

Optimalisasi ke arah “DESA SIAGA DAN SEHAT “

c. Menyelenggarakan Pemerintahan yang transparan, akuntabilitas, partisipatif dan Responsif.

d. Meningkatkan dan memberdayakan peranan perempuan dan pemuda, dengan tetap memelihara adat istiadat dan budaya lokal.

e. Membangun sarana dan prasaran yang berbasis pada ekonomi pertanian yang produktif, infrastruktur pedesaan dalam upaya peningkatan Indeks Daya Beli Masyarakat Serta peningktan sumber daya masayarakat desa yang berkualitas melalui “ Program Desa Berpendidikan “ yang berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berwawasan global. 3.1.2. Struktur Organisasi dan Fungsi

Struktur Organisasi Pemerintah Desa, terdiri atas: 1. Pimpinan adalah Kepala Desa

2. Unsur Pembantu Pimpinan adalah Perangkat desa yang terdiri dari:

a. Sekretaris Desa dan unsur pelaksana Teknis lapangan diantaranya: Urusan Pemerintahan, Urusan Umum, Urusan Keuangan, Urusan Ketentraman, Urusan Perekonomian, Pembangunan dan Ketertiban

(4)

b. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa ditetapkan dengan Peraturan Desa.

Bagan Struktur Organisasi Pemerintahan Desa adalah sebagai berikut:

KEPALA DESA BPD SEKRETARIS DESA KAUR UMUM KAUR KEUANGAN KAUR EKBANG KAUR TRANTIB KAUR PEMERINTAHAN KADUS KERTAMULYA KADUS KERTAJAYA KADUS KERTASARI KADUS BCB

Sumber: Kantor Desa Balonggandu (2018)

Gambar III.1. Bagan Organisasi Fungsi:

1. BPD

a. Membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama Kepala Desa.

b. Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa. c. Melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.

2. Kepala Desa

a. Kepala Desa berkedudukan sebagai kepala pemerintahan desa yang memimpin penyelenggaraan pemerintah desa.

(5)

b. Kepala Desa bertugas menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. 3. Sekretaris Desa

a. Melaksanakan urusan ketatausahaan seperti tata naskas, administrasi surat menyurat dan arsip.

b. Melaksanakan urusan umum seperti penataan administrasi perangkat desa, penyediaan prasarana perangkat desa dan kantor, penyiapan rapat, pengadministrasian asset, inventarisasi, perjalanan dinas dan pelayanan umum.

c. Melaksanakan urusan perencanaan menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja desa, menginventarisir data-data dalam pembangunan, melakukan monitoring dan evaluasi program, serta penyusunan laporan. 4. Kaur Umum

a. Pelaksanaan, pengendalian dan pengelolaan surat masuk dan keluar serta pengendalian tata kearsipan.

b. Melaksanakan pengelolaan administrasi umum. c. Mengelola administrasi data perangkat desa. d. Membuat persiapan bahan-bahan laporan.

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Sekretaris Desa. 5. Kaur Keuangan

a. Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan Desa.

b. Persiapan bahan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Sekretaris Desa.

(6)

6. Kaur Pemerintahan

a. Persiapan bahan-bahan penyusunan rancangan peraturan desa dan keputusan Kepala Desa.

b. Pelaksanaan kegiatan administrasi pertanahan. c. Pelaksanaan kegiatan monografi desa.

d. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. 7. Kaur Ekonomi Pembangunan (Ekbang)

a. Penyiapan bantuan-bantuan analisa dan kajian perkembangan ekonomi masyarakat.

b. Pelaksanaan kegiatan administrasi pembangunan. c. Pengelolaan tugas pembantuan

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Desa. 8. Kaur Ketentraman dan Ketertiban (Trantib)

a. Penyusunan dan pelaksanaan program kegiatan pembinaan ketentraman dan ketertiban umum.

b. Pelaksanan pembinaan dan perlindungan kepada masyarakat dan anggota perlindungan masyarakat (Linmas) di Desa.

c. Pelaksanaan penertiban terhadap gangguan sosial.

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. 9. Kepala Dusun (Kadus)

a. Melakukan koordinasi terhadap jalannya pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat di wilayah dusun.

b. Melakukan usaha dalam rangka meningkatkan partisipasi dan swadaya gotong royong masyarakat dan melakukan pembinaan perekonomian.

(7)

c. Melakukan kegiatan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

d. Melakukan fungsi-fungsi lain yang dilimpahkan oleh Kepala Desa. 3.2. Prosedur Sistem Berjalan

Prosedur dalam sistem administrasi penduduk di Desa Balonggandu adalah sebagai berikut:

1. Pengajuan persyaratan a. Kartu Keluarga (KK)

Warga yang akan membuat dokumen Kartu Keluarga yang baru dan sudah beralamat di Desa Balonggandu harus membawa persyaratan yaitu Kartu Keluarga yang lama, KTP kemudian datang ke kantor desa untuk meminta formulir pembuatan Kartu Keluarga (KK).

b. Surat Keterangan Kelahiran

Warga yang mengurus akte kelahiran harus membawa persyaratan yaitu Kartu Keluarga (KK), foto kopi surat nikah 1 lembar, surat keterangan lahir dari tempat kelahiran asli, meminta formulir surat keterangan kelahiran rangkap tiga (3) berwarna putih, hijau dan kuning, meminta formulir kartu keluarga di kantor desa.

c. Surat Keterangan Kematian

Warga yang akan mengurus akte kematian keluarganya harus membawa persyaratan yaitu Kartu Keluarga (KK), KTP yang meninggal (jika ada), datang ke kantor desa untuk meminta formulir surat keterangan kematian.

(8)

d. Surat Keterangan Penduduk Datang

Warga yang mengurus dokumen menjadi penduduk tetap Desa Balonggandu harus membawa surat pindah dari Kantor Catatan Sipil, membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), meminta formulir Kartu Keluarga (KK).

e. Surat Keterangan Penduduk Pindah

Warga yang akan mengurus surat pindah dari Desa Balonggandu harus membawa Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan meminta formulir pindah penduduk di kantor desa.

f. Surat Keterangan Penduduk Domisili

Warga yang bukan penduduk asli Desa Balonggandu tetapi harus mempunyai surat keterangan domisili diharapkan membawa foto kopi KTP. Foto kopi KTP akan diminta sebagai arsip oleh Kaur Umum.

2. Pengisian formulir a. Kartu Keluarga (KK)

Formulir Kartu Keluarga harus segera diisi, diverifikasi dan distempel oleh Ketua RT setempat. Formulir yang telah diisi kemudian dikembalikan lagi ke Kantor Desa beserta persyaratan lainnya.

b. Surat Keterangan Kelahiran

Formulir surat keterangan kelahiran rangkap tiga (3) berwarna putih, hijau dan kuning, formulir kartu keluarga dari kantor desa kemudian diisi, formulir-formulir tersebut hanya diisi oleh pemohon tidak perlu dimintakan verifikasi dan stempel dari Ketua RT.

(9)

c. Surat Keterangan Kematian

Untuk formulir surat keterangan kematian akan diisikan oleh Kaur Umum dan formulir kartu keluarga harus diisi oleh perwakilan keluarga almarhum. d. Surat Keterangan Penduduk Datang

Formulir pembuatan Kartu Keluarga kemudian diisi dan diverifikasi oleh Ketua RT setempat.

e. Surat Keterangan Penduduk Pindah

Formulir penduduk pindah dari kantor desa kemudian harus diisi oleh pemohon tanpa verifikasi dari ketua RT.

f. Surat Keterangan Penduduk Domisili

Untuk penduduk domisili yang tinggal di Desa Balonggandu tidak perlu mengisi formulir khusus karena surat keterangan dibuatkan langsung oleh kaur umum berdasarkan KTP asli.

3. Pencatatan ke dalam buku register

Formulir-formulir yang telah diisi yang disertai kelengkapan berkas yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan masing-masing pengajuan dokumen akan dicatat datanya ke dalam buku register misalnya pengajuan kartu keluarga (KK) dicatat dalam buku register Kartu Keluarga, pengajuan akte kelahiran dicatat dalam buku register kelahiran.

4. Pencatatan registrasi

Setiap pengajuan dokumen penduduk harus disertai dengan nomor registrasi sebelum diverifikasi oleh Kepala Desa. Formulir akan diberi nomor registrasi sesuai nomor yang ada dibuku register dan diverifikasi registrasi oleh Kaur Pemerintahan, kemudian akan diserahkan ke Kepala Desa untuk diverifikasi

(10)

dan diberi stempel. Berkas persyaratan dan formulir tersebut dikembalikan lagi ke warga untuk dilanjutkan ke tingkat selanjutnya.

5. Laporan

Proses pembuatan laporan perkembangan penduduk desa dilaksanakan oleh Sekretaris Desa berdasarkan data yang berada di buku register seperti data kartu keluarga (KK) di buku register kartu keluarga (KK), data kelahiran dari buku register kelahiran, data di buku register kematian, data di buku register penduduk pindah, data di buku register penduduk datang dan data di buku register penduduk domisili yang telah dicatat oleh Kaur Umum. Data yang telah diperoleh dari warga diinput sebagai data penduduk masyarakat yang ada di Desa Balonggandu untuk dilaporkan kepada Kepala Desa berupa data perkembangan penduduk desa dan data perkembangan penduduk berdasarkan usia.

3.3. Use Case Diagram

1. Use Case Diagram Kartu Keluarga (KK)

(11)

Tabel III.1

Deskripsi Use Case Kartu Keluarga (KK)

Use Case Name Kartu Keluarga (KK)

Requirement Kaur umum dan Sekretaris Desa dapat mengetahui

data kartu keluarga (KK)

Goal Kaur Umum dan Sekretaris desa melihat data Kartu

Keluarga melalui buku register Kartu keluarga (KK)

Pre-Condition Kaur Umum memberikan formulir kosong

Post_Condition Kaur Umum menerima formulir yang telah diisi dan

berkas persyaratan

Failed end Condition Berkas yang belum memenuhi persyaratan

dikembalikan

Actors Kaur Umum dan Sekretaris Desa

Main Flow/Basic Path Kaur Umum menuliskan data Kartu Keluarga dalam

buku register Kartu Keluarga (KK)

2. Use Case Diagram Surat Keterangan Kelahiran

(12)

Tabel III.2

Deskripsi Use Case Surat Keterangan Kelahiran

Use Case Name Surat Pengantar Kelahiran

Requirement Kaur umum dan Sekretaris Desa dapat melihat data

kelahiran

Goal Kaur Umum dan Sekretaris desa melihat data Kartu

Keluarga melalui buku register kelahiran

Pre-Condition Kaur Umum memberikan formulir kosong

Post_Condition Kaur Umum menerima formulir yang telah diisi dan

berkas persyaratan

Failed end Condition Berkas yang belum memenuhi persyaratan

dikembalikan

Actors Kaur Umum dan Sekretaris Desa

Main Flow/Basic Path Kaur Umum menuliskan data kelahiran dalam buku

register kelahiran

3. Use Case Diagram Surat Keterangan Kematian

(13)

Tabel III.3

Deskripsi Use Case Surat Keterangan Kematian

Use Case Name Surat keterangan kematian

Requirement Kaur umum dan Sekretaris Desa dapat melihat data

kematian

Goal Kaur Umum dan Sekretaris desa melihat data kematian

melalui buku register kematian

Pre-Condition Kaur Umum memberikan formulir kosong

Post_Condition Kaur Umum menerima formulir isi dan persyaratan

Failed end Condition Berkas yang belum memenuhi persyaratan

dikembalikan

Actors Kaur Umum dan Sekretaris Desa

Main Flow/Basic Path Kaur Umum menuliskan data kematian dalam buku

register

4. Use Case Diagram Surat Keterangan Datang

(14)

Tabel III.4

Deskripsi Use Case Surat Keterangan Datang

Use Case Name Surat Keterangan Datang

Requirement Kaur umum dan Sekretaris Desa dapat melihat data

surat keterangan dating

Goal Kaur Umum dan Sekretaris desa melihat data

penduduk datang melalui buku register

Pre-Condition Kaur Umum memberikan formulir kosong

Post_Condition Kaur Umum menerima formulir yang telah diisi dan

berkas persyaratan

Failed end Condition Berkas yang belum memenuhi persyaratan

dikembalikan

Actors Kaur Umum dan Sekretaris Desa

Main Flow/Basic Path Kaur Umum menuliskan data penduduk datang dalam

buku register

5. Use Case Diagram Surat Keterangan Pindah

(15)

Tabel III.5

Deskripsi Use Case Surat Keterangan Pindah

Use Case Name Surat Keterangan pindah

Requirement Kaur umum dan Sekretaris Desa dapat melihat data

surat keterangan pindah

Goal Kaur Umum dan Sekretaris desa melihat data

penduduk pindah melalui buku register

Pre-Condition Kaur Umum memberikan formulir kosong

Post_Condition Kaur Umum menerima formulir yang telah diisi dan

berkas persyaratan

Failed end Condition Berkas yang belum memenuhi persyaratan

dikembalikan

Actors Kaur Umum dan Sekretaris Desa

Main Flow/Basic Path Kaur Umum menuliskan data penduduk pindah dalam

buku register

6. Use Case Diagram Surat Keterangan Domisili

(16)

Tabel III.6

Deskripsi Use Case Surat Keterangan Domisili

Use Case Name Surat Keterangan Domisili

Requirement Kaur umum dan Sekretaris Desa dapat melihat data

penduduk domisili

Goal Kaur Umum dan Sekretaris desa melihat data

penduduk domisili melalui buku register domisili

Pre-Condition Kaur Umum menerima persyaratan

Post_Condition Kaur Umum membuatkan surat keterangan domisili

Failed end Condition Berkas yang belum memenuhi persyaratan

dikembalikan

Actors Kaur Umum dan Sekretaris Desa

Main Flow/Basic Path Kaur Umum menuliskan data domisili dalam buku

register

3.4. Spesifikasi Dokumen Sistem Berjalan

Spesifikasi dokumen sistem berjalan merupakan rangkaian proses yang terjadi yang didalamnya terdapat dokumen masukan untuk menghasilkan dokumen keluaran. Spesifikasi dari sistem administrasi penduduk pada Desa Balonggandu yaitu:

3.4.1. Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan

Dokumen masukan merupakan bentuk masukan berupa dokumen yang diolah dalam proses dan menghasilkan dokumen keluaran. Dokumen yang digunakan yaitu:

1. Nama Dokumen : Kartu Keluarga (KK)

Fungsi : Sebagai Arsip Data penduduk

Sumber : Warga

Tujuan : Kaur Umum

Media : Kertas

(17)

Frekuensi : Setiap Pembuatan Kartu Keluarga Bentuk : Lampiran A.1

2. Nama Dokumen : Surat Keterangan Pindah WNI Fungsi : Sebagai arsip Penduduk Datang Sumber : Kantor Catatan Sipil

Tujuan : Kantor Desa

Media : Kertas

Jumlah : Satu lembar

Frekuensi : Setiap pengurusan dokumen penduduk datang Bentuk : Lampiran A.2

3. Nama Dokumen : Kartu Tanda Penduduk

Fungsi : Sebagai Arsip Penduduk Domisili

Sumber : Warga

Tujuan : Kaur umum

Media : Kertas

Jumlah : Satu lembar

Frekuensi : Setiap pembuatan surat keterangan domisili Bentuk : Lampiran A.3

3.4.2. Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran

Dokumen keluaran merupakan segala bentuk keluaran berupa dokumen keluaran yang dihasilkan dari proses. Adapun dokumen yang dihasilkan sebagai berikut:

(18)

1. Nama Dokumen : Formulir Permohonan Kartu Keluarga (KK) Fungsi : Pengantar Pembuatan Kartu Keluarga (KK)

Sumber : Kaur umum

Tujuan : Kantor Kecamatan

Media : Kertas

Jumlah : Satu lembar

Frekuensi : Setiap Pembuatan Kartu Keluarga (KK) Bentuk : Lampiran B.1

2. Nama Dokumen : Surat Keterangan Kelahiran

Fungsi : Pengantar Pembuatan Akte Kelahiran

Sumber : Kaur umum

Tujuan : Kantor Catatan Sipil

Media : Kertas

Jumlah : Satu lembar

Frekuensi : Setiap Pembuatan Akte Kelahiran Bentuk : Lampiran B.2

3. Nama Dokumen : Surat Keterangan Kematian

Fungsi : Pengantar Pembuatan Akte Kematian

Sumber : Kaur umum

Tujuan : Kantor Catatan Sipil

Media : Kertas

Jumlah : Satu lembar

Frekuensi : Setiap Pembuatan Akte Kematian Bentuk : Lampiran B.3

(19)

4. Nama Dokumen : Surat Keterangan Pindah Datang WNI Fungsi : Pengantar Pindah Penduduk

Sumber : Kaur Umum

Tujuan : Kantor Kecamatan

Media : Kertas

Jumlah : Satu lembar

Frekuensi : Setiap Pengajuan Pindah Penduduk Bentuk : Lampiran B.4

5. Nama Dokumen : Surat Keterangan Domisili Fungsi : Surat keterangan domisili

Sumber : Kaur Umum

Tujuan : Warga

Media : Kertas

Jumlah : Satu lembar

Frekuensi : Setiap Pengajuan Surat Keterangan Domisili Bentuk : Lampiran B.5

6. Nama Dokumen : Laporan Penduduk Desa Berdasarkan Usia Fungsi : Dokumen Laporan Berdasarkan Usia Sumber : Sekretaris Desa

Tujuan : Kepala Desa

Media : Kertas

Jumlah : Satu lembar

Frekuensi : Setiap Pembuatan Laporan Satu Bulan Sekali Bentuk : Lampiran B.6

(20)

7. Nama Dokumen : Laporan Perkembangan Penduduk Desa Fungsi : Dokumen Laporan Jumlah Penduduk Desa Sumber : Sekretaris Desa

Tujuan : Kepala Desa

Media : Kertas

Jumlah : Satu lembar

Frekuensi : Setiap Pembuatan Laporan Satu Bulan Sekali Bentuk : Lampiran B.7

3.5. Permasalahan Pokok

Permasalahan yang dihadapi dalam sistem administrasi data penduduk di Desa Balonggandu yaitu:

1. Nomor registrasi dicatat secara konvensional ke dalam buku register sebagai acuan data penduduk Desa Balonggandu. Buku registrasi dibuat setiap satu tahun sekali dan tidak terawat dengan baik, bahkan cenderung sudah hilang. Hal tersebut mengakibatkan penulisan nomor registrasi rentan terjadi kesalahan dan rentan terjadi duplikasi data sehingga data dari penduduk Desa Balonggandu menjadi tidak akurat.

2. Laporan data perkembangan penduduk desa tiap bulannya tidak diketahui berdasarkan penduduk tetap atau penduduk domisili, pembuatannya juga secara sederhana tanpa ada rincian dari masing-masing dusun yang ada di Desa Balonggandu sehingga apabila dibutuhkan laporan data penduduk akan kesulitan dan tidak mampu memberikan laporan dengan cepat dan akurat. 3. Laporan data penduduk hanya berdasarkan usia tidak ada laporan penduduk

(21)

penduduk mampu atau tidak mampu sehingga apabila terdapat bantuan dari pemerintah untuk warga tidak mampu akan menjadi salah sasaran.

4. Kantor Desa Balonggandu sudah terhubung dengan fasilitas internet dengan jaringan Local Area Network (LAN), mempunyai satu (1) komputer dan satu (1) printer di ruang pelayanan, satu (1) komputer dan satu (1) printer di ruang Sekretaris Desa, satu (1) komputer dan satu (1) printer di ruang Kepala Desa, akan tetapi fasilitas tersebut belum dimanfaatkan dengan baik dan juga belum mempunyai tenaga yang profesional dalam memproses data penduduk Desa Balonggandu, tidak adanya aturan yang jelas mengenai informasi yang harus dihasilkan dan penanggungjawab data penduduk, sehingga untuk mengasilkan informasi data penduduk jauh dari akurat dan jauh dari aman.

5. Setiap pegawai yang bekerja di Desa Balonggandu tidak bekerja sesuai dengan job desc sehingga saling lempar tanggung jawab apabila ada kesalahan dalam menuliskan data.

3.6. Pemecahan Masalah

Berdasarkan dari uraian permasalahan pokok yang dihadapi dalam sistem administrasi data penduduk di Desa Balonggandu maka penulis merancang dan mengusulkan sistem terkomputerisasi yang baru.

1.

Diperlukan sistem terkomputerisasi berbasis web dengan bahasa scrip PhpMyadmin dan menggunakan database mysql yang lebih efektif untuk proses penginputan data dan proses menyimpan data. Sistem terkomputerisasi mampu memberikan nomor registrasi secara otomatis untuk mengurangi duplikasi data, sistem tersebut juga tidak perlu diganti setiap satu tahun sekali sehingga apabila

(22)

dilakukan pencarian data penduduk akan mudah, cepat dalam memberikan data dan informasi yang akurat.

2.

Dibutuhkan sistem berbasis web intranet untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia di Desa, yang dapat menunjang kinerja pelayanan karena Kepala Desa tidak akan mengganggu komputer di bagian pelayanan akan tetapi mampu memberikan laporan sesuai dengan data yang ada di bagian pelayanan.

3.

Diberlakukannya login untuk mengakses sistem terkomputerisasi sebagai aturan yang jelas mengenai siapa saja yang mempunyai hak akses untuk dapat menggunakan sistem yang baru sehingga keamanan data penduduk dapat dijaga dan dapat dipertanggungjawabkan.

Gambar

Gambar III.1. Bagan Organisasi  Fungsi:
Foto kopi KTP akan diminta sebagai arsip oleh Kaur Umum.
Gambar III.2. Use Case Diagram Kartu Keluarga (KK)
Tabel III.1
+6

Referensi

Dokumen terkait

Pencatatan data penduduk dapat berupa statistik data seperti kartu keluarga (KK), pendidikan, agama, jenis kelamin, pekerjaan sarta kelompok umur. Sistem pengolahan data

Proses pengiriman barang dimulai dari cutomer datang membawa barang kepada bagian administrasi dengan mencetak data barang yang akan dikirim lalu kemudian data tersebut

Analisa sistem berjalan adalah suatu ilmu yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan beberapa tindakan.. Dalam ruang lingkup perkembangan

Berdasarkan buku laporan penjualan resep harian, Asisten apoteker membuat laporan penjualan bulanan yang akan diberikan kepada Pemilik Sarana Apotek (PSA)...

Membantu kepala desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang pemerintahan, sosial budaya, dan kependudukan dan pencatatan sipil, dan pertanahan

Penulis mempunyai pemecahan masalah yang dapat dipertimbangkan dalam sistem peminjaman dan pengembalian buku pada perpustakaan SMK Pelita Ciampea Bogor yakni:.

semua penduduk Indonesia yang telah berusia 17 tahun. 2) Kartu keluarga (KK) adalah kartu identitas keluarga yang memuat data tentang susunan, hubungan, dan jumlah

Mengisi formulir pendaftaran Menerima formulir pendaftaran Memeriksa kelengkapan data Membuat rekap data calon siswa Memeriksa rekap data calon siswa Menyerahkan acc rekap