• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

35

Penelitian ini dilaksanakan di SD N Mangunsari 01 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah. SD N Mangunsari 01 terletak kurang lebih dari Kampus UKSW yang berjarak lima (5) kilometer. SD N Mangunsari 01 juga terletak di pinggir jalan raya yang mudah untuk dijangkau baik guru maupun siswa.

4.2 Pelaksanaan Tindakan 1. Kondisi Awal

Sebelum pelaksanaan siklus I dan siklus II, terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa atau hasil belajar matematika siswa. Selain observasi secara langsung peneliti juga mendapatkan data dari guru kelas berupa hasil belajar siswa.

Berdasarkan hasil observasi dengan guru, peneliti mendapatkan data bahwa hasil belajar siswa dalam pelajaran IPA kelas III sangat rendah yaitu dibawah ketuntasan yang sangat belajar (KKM ≥70).

Dari tes evaluasi yang dilakukan oleh guru untuk siswa diperoleh data hasil belajar IPA kelas III SDN Mangunsari 01 semester II tahun pelajaran 2013/2014. Selengkapnya dapat dilihat di gambar tabel 4.1

(2)

Tabel 4.1

Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Pra Siklus Siswa Kelas III SD Negeri Mangunsari 01 Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2013/2014

NO KETERANGAN JUMLAH

SISWA

PERSENTASE (%)

Nilai

1 ≥70 12 32% Tuntas

2 <70 25 68% Tidak Tuntas

Jumlah 37 100%

Rata-Rata 60

Nilai Tertinggi 80

Nilai Terendah 35

Berdasarkan gambar tabel 4.1 dapat diketahui bahwa hasil belajar IPA prasiklus jumlah siswa yang tuntas 12 orang atau 32% dari 37 siswa, sedangkan siswa yang tidak tuntas mencapai 25 orang atau 68% dari 37 siswa. Nili rata-rata hasil belajar mata pelajaran IPA kelas III 60, nilai tertinggi hasil belajar mata pelajaran IPA 80 dan nilai terendah hasil belajar mata pelajaran IPA 37. Dari data hasil mata pelajaran IPA kelas III prasiklus, selengkapnya dapat dilihat pada gambar diagram batang 4.1

Gambar 4.1

Hasil Belajar IPA Pra Siklus Siswa Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

tuntas tidak tuntas

Prasiklus 12 25

0 5 10 15 20 25 30

jumlah siswa

Pra Siklus

(3)

Berdasarkan diagram 4.1 dapat diketahui bahwa dari 37 siswa kelas III Mangunsari 01, hanya 12 siswa yang mendapatkan nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥70) sedangkan 25 siswa lainnya mendapatkan nilai di bawah KKM. Ketuntasan belajar siswa pra siklus disajikan dalam bentuk diagram lingkaran seperti pada gambar 4.2 berikut.

Gambar 4.2

Persentase Ketuntasan Hasil Belajar IPA Pra Siklus Siswa Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

Berdasarkan diagram 4.2 diketahui rendahnya persentase hasil belajar IPA siswa yang tuntas sebesar 32%, dan tingginya persentase siswa yang belum tuntas sebesar 68%.

Data dari presentase nilai pra siklus Mata pelajaran IPA siswa kelas III SD Negeri Mangunsari 01 dapat dikatakan hasil belajar siswa sangat rendah dan rendah nya hasil belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, pembelajaran masih berpusat pasa guru, guru kurang memili keterampilan menciptakan suasana pembelajarn yang kondusif sehingga mengakibatkan pembelajaran kurang menarik, siswa menjadi jenuh, membosankan, sehingga terjadi hambatan dalam transformasi ilmu pengetahuan yang menimbulkan pembelajaran kurang efektif dan berakibat pada hasil belajar menjadi rendah.

Berdasarkan data hasil belajar mata pelajaran IPA prasiklus, menjadi acuan untuk melakukan penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini penulis melakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Dari masing-masing

32%

68%

Tuntas

Belum Tuntas

(4)

tahap pelaksanaan siklus I dilakukan dua kali pertemuan dan siklus II dua kali pertemuan.

4.3 Pelaksanaan siklus I 4.3.1 Pertemuan I

Pertemuan pertama di laksanakan pada tanggal Jumat 04 April 2014 pukul 09.00-10.45. Pada kegiatan pendahuluan guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, mengatur suasana kelas dan menanyakan keadaan siswa.

Pada pertemuan pertama ini guru mengajarkan bentuk-bentuk energi dal kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan apersepsi guru menanyakan jika berada di bawah matahari, apa yang dirasakan?

Pada kegiatan ini siswa di bagi dalam 5 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 7-8 orang anggota secara heterogen. Setelah pembagian kelompok, setiap kelompok diberi LKS yang berisikan tugas yang akan di kerjakan. Pada kegiatan ini kelompok berdiskusi bertukar pikiran/pendapat mencari penyelesaian masalah, waktu yang diberikan untuk berdiskusi sekitar15 menit. Guru mendampingi kelompok yang masih ke bingungan dalam menyelesaikan masalah dan mengamati setiap pekerjaan kelompok. Setelah semua kelompok selesai guru menunjuk salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerja di depan kelas, sedangkan kelompok lain memperhatikan dan menanggapi hasil kerja dari kelompok yang telah presentasi, tetapi masih ada yang sibuk sendiri dan bercanda dengan temannya . Setelah itu guru memanggil kelompok lain mempresentasikan tugasnya dan kelompok yang lain menanggapi.

Guru memberikan motivasi dari setiap kelompok yang telah presentasi dan membuat kesimpulan tentang bentuk-bentuk energi. Pada kegiatan penutup guru memberikan soal evaluasi di kerjakan dalam waktu 10 menit dan dikumpulkan.

Guru menutup pembelajaran dan mengucapkan salam penutup.

1. Hasil Tindakan

Hasil tindakan pembelajaran pada siklus I ini berupa hasil lembar observasi (terlampir). Untuk mengukur keberhasilan penggunaan model NHT

(5)

dalam kegiatan pembelajaran menggunakan lembar obsevasi. Penilaian observasi ini di lakukan oleh Kiswuryani guru kelas III sebagai pengamat. Lebar observasi yang terdiri dari dua yaitu lembar observasi kinerja guru dan lembar observasi kinerja siswa.

a) Lembar Observasi Kinerja Guru Pertemuan

Untuk mengukur keberhasilan penggunaan model NHT dalam kegiatan pembelajaran, menggunakan lembar observasi pembelajaran guru. Hasil observasi pembelajaran pertemuan I disajikan pada tabel 4.2 di bawah ini.

Tabel 4.2

Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus I Pertemuan I

Berdasarkan tabel 4.2 diketahui bahwa pertemuan I siklus I pembelajaran dengan model NHT sudah diterapkan oleh guru dengan total nilai keseluruhan kinerja guru sebesar 50 dengan nilai rata-rata 2,63, minimal sudah tergolong dalam kategori cukup. Secara keseluruhan total nilai keseluruhan kinerja guru pada pertemuan I ini belum tercapai sehingga perlu pemantapan pada pertemuan II, karena total nilai keseluruhan kinerja guru yang ditetapkan dalam penelitian ini baru dikatakan berhasil apabila minimal total nilai keseluruhan kinerja guru sebesar ≥57 dari keseluruhan kegiatan model pembelajaran NHT yang diterapkan guru.

No Aspek yang diamati Skor

1 2 3 4

1 Persiapan 1 2 2

2 Tindakan yang kondusif 5 5

3 Penutup 3 1

Jumlah 9

9

8 8

4 2 Total nilai keseluruhan kinerja guru 50

Nilai rata-rata kinerja guru 2,63

(6)

b) Lembar Observasi Kinerja siswa Siswa

Penggunaan model pembelajaran NHT pada pertemuan 1 disajikan pada tabel 4.3 berikut.

Tabel 4.3

Hasil Observasi Kinerja Siswa Siklus I Pertemuan I

No Aspek yang diamati

Skor 1 2 3 4

1 Kesiapan 2

2 Kegiatan/aktivitas Siswa 12 4

3 Penutup 1 2

Jumlah 13 8

Total nilai keseluruhan kinerja siswa 50 Nilai rata-rata kinerja siswa 2,38

Berdasarkan tabel 4.3 diketahui bahwa pertemuan I pembelajaran dengan model NHT sudah diterapkan oleh guru dan total nilai keseluruhan kinerja siswa sebesar 50 dengan nilai rata-rata kinerja siswa sebesar 2,38 minimal sudah termasuk dalam kategori cukup. Namun secara keseluruhan total nilai keseluruhan kinerja siswa pada pertemuan I ini belum tercapai sehingga perlu pemantapan pada pertemuan II, karena total nilai kinerja siswa yang diterapkan dalam penelitian ini dikatakan berhasil atau tergolong kategori baik apabila minimal total kinerja siswa sebesar ≥63.

2) Analisis data

Hasil belajar IPA siswa pada pertemuan I siklus I ketuntasan siswa meningkat menjadi 68% dari sebelum tindakan atau pra siklus.

Berikut ini hasil belajar IPA siswa kelas III Mangunsari 01 pertemuan I dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut.

(7)

Tabel 4.4

Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Siklus I Pertemuan I Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

NO NILAI JUMLAH

SISWA

PERSENTASE (%)

KETERANGAN

1 ≥70 25 68% Tuntas

2 <70 12 32% Tidak Tuntas

Jumlah 37 100%

Rata-Rata 79

Nilai Tertinggi 100

Nilai Terendah 50

Berdasarkan tabel 4.4 diketahui pencapaian hasil belajar siswa pada pertemuan I dari total siswa berjumlah 37 siswa dalam satu kelas. Diketahui jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas KKM ≥70 sebanyak 25 siswa dengan persentase 68% dan siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM sebanyak 12 siswa dengan persentase 32%. Perolehan nilai rata-rata sebesar 79 dan nilai tertinggi adalah 100 sedangkan nilai terendahnya adalah 50.

Data dari hasil belajar IPA siswa pada pertemuan I disajikan dalam bentuk gambar diagram 4.3 berikut.

Gambar 4.3

Perolehan Hasil Belajar IPA Siklus I Pertemuan I Siswa Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

Tuntas Tidak tuntas

Pertemuan I 25 12

0 5 10 15 20 25 30

Jumlah Siswa

Pertemuan I

(8)

Berdasarkan perolehan Hasil Belajar IPA Siklus I Pertemuan I Siswa Kelas III SD Negeri Mangunsari 01 jumlah siswa yang tuntas sebanyak 25 siswa dengan persentase 68% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 12 siswa dengan persentase 32%.

Berdasarkan pada tabel 4.4 perolehan hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Mangunsari 01 yang tuntas dan tidak tuntas dapat dimuat dalam bentuk diagram lingkaran pada pada gambar 4.4

Gambar 4.4

Persentase Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siklus I Pertemuan I Siswa Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

Berdasarkan gambar 4.4 dengan menggunakan model pembelajaran NHT hasil belajar IPA siswa pada pertemuan I meningkat dibandingkan hasil belajar pada prasiklus, dengan pencapaian nilai siswa yang tuntas sebesar 68%, dan siswa yang belum tuntas sebesar 32%.

3. Refleksi

Setelah melakukan kegiatan pembelajaran pada perteuman I siklus I, dari hasil observasi kinerja guru pada pertemuan I kekurangan guru dalam mengajar penguasaan materi masih sedikit kurang, kelengkapan alat peraga masih kurang.

Pada lembar observas siswa, masih banyak siswa yang sibuk sendiri kurang memperhatikan penjelasan dari guru, kekurangannya antara lain siswa masih kurang aktif dalam bertanya, kekompakkan dalam diskusi kelompok, dan belum mampu memecahkan persoalan dalam pembahasan materi kelompok secara

68%

32%

Tuntas Tidak…

(9)

bersama-sama dan masih terdapat banyak siswa yang mendapatkan hasil belajar rendah.

Dari pencapaian hasil belajar IPA siswa pada pertemuan I dapat dikatakan indikator kinerja dalam penelitian ini belum tercapai. Melihat kekurangan dari hasil kinerja guru, kinerja siswa dan hasil belajar IPA pada pertemuan I, kegiatan pembelajaran dengan model NHT akan dilanjutkan pada pertemuan II sebagai pemantapan keberhasilan pada pertemuan I.

4.3.2 Pertemuan II

Pelaksanaan pembelajaran pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa 08 April 2014 pukul 07.30-08.45 Pada pertemuan kedua ini, peneliti telah menyusun rencana pembelajaran yang baik agar kekurangan pada pertemuan pertama dapat diperbaiki. Guru telah menyiapkan alat peraga dengan materi sumber energi, kegiatan pembelajaran diawali dengan mengucapkan salam, mengatur suasana kelas dan menanyakan keadaan siswa, dalam kegiatan apersepsi guru menunjukkan senter, kemudian guru menyuruh salah satu siswa maju ke depan untuk menghidupkan senter. Guru melakukan tanya jawab, apa yang terjadi jika senter di nyalakan ? . Siswa menjadi antousias dan bersemangat mengikuti kegiatan inti.

Pada kegiatan inti siswa bergabung dengan kelompok sesuai yang telah dibagi pada pertemuan sebelumnya. Guru mengatur penempatan tempat duduk, agar siswa lebih mudah berdiskusi di dalam kelompoknya. Guru membagikan LKS yang berisikan masalah, setiap kelompok mengerjakan tugasnya masing- masing dan waktu yang diberikan selama 15 menit. Masih terlihat siswa yang tidak ikut berdiskusi dengan kelompoknya. Guru berkeliling untuk mengamati hasil pekerjaan setiap kelompok. Beberapa kelompok mengalami kesulitan dan mengajukan pertanyaan yang sama. Guru memberikan pengarahan kepada siswa secara bersama-sama di depan kelas. Setelah guru selesai menjelaskan, beberapa kelompok mulai menyimpulkan hasil diskusi mereka. Namun masih ada kelompok yang tampak masih bingung dan berusaha bertanya kepada kelompok lain.

(10)

Seperti pertemuan pertama, guru meminta kesediaan kelompok untuk menyampaikan hasil pekerjaan diskusinya. Satu kelompok bersedia untuk mempresentasikan LKS yang telah dikerjakan. guru menunjuk salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerja di depan kelas, sedangkan kelompok lain memperhatikan dan menanggapi hasil kerja dari kelompok yang telah presentasi.

Setelah itu guru memanggil kelompok lain mempresentasikan tugasnya dan kelompok yang lain menanggapi. Guru memberikan motivasi dari setiap kelompok yang telah presentasi dan membuat kesimpulan tentang bentuk-bentuk energi. Pada kegiatan penutup guru memberikan soal evaluasi di kerjakan dalam waktu 10 menit dan dikumpulkan. Guru menutup pembelajaran dan mengucapkan salam penutup.

1. Hasil Tindakan

Hasil tindakan kegiatan pembelajaran pada pertemuan II ini berupa hasil lembar observasi kinerja guru dan siswa (terlampir). Hasil tindakan dengan menggunakan model pembelajaran NHT sebagai berikut.

a) Lembar Observasi Kinerja Guru

Penerapan model pembelajaran NHT pada pertemuan II disajikan pada tabel 4.5 berikut.

Tabel 4.5

Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus I Pertemuan II

No Aspek yang diamati

Skor 1 2 3 4

1 Persiapan 3 1 1

2 Tindakan yang kondusif 4 6

3 Penutup 3 1

Jumlah 7 10 2

Total nilai keseluruhan kinerja guru 52 Nilai rata-rata kinerja guru 2,73

Berdasarkan tabel 4.5 diketahui total pencapaian hasil kinerja guru dengan melaksananakan model pembelajaran NHT pada pertemuan II sebesar 52 dengan nilai rata-rata sebesar 2,73, Masih tergolong dalam kategori Cukup. Dari

(11)

keseluruhan total nilai keseluruhan kinerja guru pada pertemuan II siklus I ini belum sepenuhnya tercapai sehingga perlu pemantapan pada siklus II, karena total nilai keseluruhan kinerja guru yang ditetapkan dalam penelitian ini baru dikatakan berhasil apabila minimal total nilai keseluruhan kinerja guru sebesar

≥57.

b) Lembar Observasi Kinerja Siswa

Penerapan model pembelajaran NHT pada pertemuan 1I siklus I disajikan pada tabel 4.6 berikut.

Tabel 4.6

Hasil Observasi Kinerja Siswa Siklus I Pertemuan II

Berdasarkan tabel 4.6 diketahui aktivitas siswa meningkat dibandingkan pada pertemuan I. Total nilai keseluruhan kinerja siswa pertemuan II sebesar 58 dengan nilai rata-rata kinerja siswa sebesar 2,76 minimal sudah termasuk dalam cukup, secara keseluruhan total nilai keseluruhan kinerja siswa pada pertemuan II ini belum sepenuhnya optimal sehingga perlu pemantapan pada siklus II, karena total nilai kinerja siswa yang ditetapkan dalam penelitian ini baru dikatakan berhasil atau tergolong kategori sangat baik apabila minimal ≥63 dari keseluruhan aktivitas siswa.

2. Analisi Data

Hasil belajar IPA siswa pertemuan II dengan kompetensi dasar yang sama dengan pertemuan I meningkat sebesar 78%. Berikut dapat di sajikan hasil belajar IPA siswa kelas III pertemuan II siklus I pada tabel 4.7.

No Aspek yang diamati

Skor 1 2 3 4

1 Kesiapan 1 1

2 Kegiatan/aktivitas Siswa 8 5 3

3 Penutup 1 2

Jumlah 9 8 4

Total nilai keseluruhan kinerja siswa 58 Nilai rata-rata kinerja siswa 2,76

(12)

Tabel 4.7

Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Siklus I Pertemuan II Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

NO NILAI JUMLAH

SISWA

PERSENTASE (%)

KETERANGAN

1 ≥70 29 78% Tuntas

2 ˂70 8 22% Tidak Tuntas

Jumlah 37 100%

Rata-Rata 81

Nilai Tertinggi 100

Nilai Terendah 50

Berdasarkan tabel 4.7 diketahui pencapaian hasil belajar IPA siswa pada pertemuan II meningkat dilihat dari jumlah siswa yang mencapai nilai di atas (KKM ≥70) sebanyak 29 siswa atau 78% dan siswa yang tidak tuntas berkurang menjadi 8 siswa atau 22%, dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 81 dan nilai tertinggi adalah 100 sedangkan nilai terendahnya adalah 50.

Untuk lebih jelasnya data nilai hasil belajar siswa pada pertemuan II dapat disajikan dalam bentuk grafik seperti pada gambar diagram 4.5 berikut.

Gambar 4.5

Perolehan Hasil Belajar IPA Siklus I Pertemuan II Siswa Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

Dari gambar diagram 4.5 diketahui bahwa jumlah siswa yang mendapatkan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM ≥70) sebanyak 29 siswa dan siswa yang mendapatkan nilai <70 sebanyak 8 siswa.

Tuntas Tidak Tuntas

Pertemuan II 29 8

0 10 20 30 40

Jumlah Siswa

Pertemuan II

(13)

Berdasarkan data dari gambar diagram 4.5 akan disajikan persentase ketuntasan hasil belajar IPA siswa yang tuntas dan tidak tuntas pada gambar diagram 4.6 berikut.

Gambar 4.6

Persentase Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siklus I Pertemuan II Siswa Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

Berdasarkan gambar 4.6 dengan menggunakan model pembelajaran NHT ketuntasan hasil belajar IPA siswa pada pertemuan II meningkat sebesar 78%, dan 22% siswa yang tidak tuntas. Dari pencapaian hasil belajar siswa pada pertemuan II siklus I dapat dikatakan indikator kinerja dalam masih belum tercapai. Maka akan dilakukan pembelajaran pada siklus II.

Jika dibuat perbandingan hasil belajar IPA siswa yang tuntas dan tidak tuntas pada siklus I pertemuan I dan II dapat disajikan pada tabel 4.8 berikut.

Tabel 4.8

Perbandingan Hasil Belajar IPA Siklus I Pertemuan I dan II

No Nilai

Siklus I

Pertemuan I Pertemuan II

1 ≥70 25 29

2 <70 12 8

Jumlah Siswa 37 37

78%

22%

Tuntas Tidak Tuntas

(14)

Perbandingan perolehan hasil belajar IPA siswa siklus I berdasarkan tabel 4.8 dengan penggunaan model pembelajaran NHT diketahui adanya peningkatan hasil belajar IPA siswa, dilihat dari banyaknya jumlah siswa yang tuntas dari tiap pertemuan.

Berikut disajikan perbandingan ketuntasan hasil belajar IPA siswa pertemuan I dan II siklus I dalam bentuk diagram pada gambar 4.7 berikut.

Gambar 4.7

Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siswa Siklus I Pertemuan I dan II

Berdasarkan gambar 4.7 diketahui hasil belajar siswa pada pertemuan I dengan penerapan model pembelajaran NHT, siswa yang tuntas dengan nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥70) sebanyak 25 siswa dengan persentase 68% dan siswa yang belum tuntas banyak 12 siswa dengan persentase 32%, pada pertemuan II dengan model pembelajaran yang sama, hasil belajar siswa yang tuntas meningkat menjadi 29 siswa dengan persentase 78% dan siswa yang tidak tuntas berkurang menjadi 9 siswa dengan persentase 22%.

3. Refleksi

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada pertemuan II, dari hasil lembar observasi kinerja guru pertemuan II, kekurangan guru dalam mengajar antara lain guru masih sibuk sendiri, gambar peraga peraga terlalu kecil. Pada lembar observasi kinerja siswa, kekurangannyasiswa masih ada yang tidak

Perte muan

I

Perte muan II

Tuntas 25 29

Tidak Tuntas 12 8

05 1015 2025 3035

Jumlah Siswa

Siklus I

(15)

memperhatikan pejelasan dari guru, saat diskusi sebagian besar yang mengerjakan hanya ketua kelompok yang lain pasif.

Pencapaian hasil belajar IPA siswa pada pertemuan II dikatakan meningkat atau lebih baik jika dibandingkan pada pertemuan I dan indikator kinerja pada pertemuan II ini juga sudah tercapai. Namun melihat kekurangan dari kinerja guru, kinerja siswa dan keseluruhan hasil belajar siswa, peneliti melanjutkan ke siklus II sebagai pemantapan keberhasilan pada I siklus I.

4.4 Pelaksanaan Siklus II 4.4.1 Pertemuan I

Pertemuan pertama di laksanakan pada tanggal Jumat 11 April 2014 pukul 09.00-10.45. Pada kegiatan pendahuluan guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, mengatur suasana kelas dan menanyakan keadaan siswa.

Pada pertemuan pertama ini guru tujuan penggunaan energi dalam kehidupan sehari-hari. Di rumah kalian pasti mempunyai kulkas, kulkas digunakan untuk?

Pada kegiatan ini siswa dibagi dalam 5 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 7-8 orang anggota secara heterogen. Setelah pembagian kelompok, setiap kelompok diberi LKS yang berisikan tugas yang akan di kerjakan. Pada kegiatan ini kelompok berdiskusi bertukar pikiran/pendapat mencari penyelesaian masalah, waktu yang diberikan untuk berdiskusi sekitar15 menit. Guru mendampingi kelompok yang masih ke bingungan dalam menyelesaikan masalah dan mengamati setiap pekerjaan kelompok. Setelah semua kelompok selesai guru menunjuk salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerja di depan kelas, sedangkan kelompok lain memperhatikan dan menanggapi hasil kerja dari kelompok yang telah presentasi, tetapi masih ada yang sibuk sendiri dan bercanda dengan temannya . Setelah itu guru memanggil kelompok lain mempresentasikan tugasnya dan kelompok yang lain menanggapi.

Guru memberikan motivasi dari setiap kelompok yang telah presentasi dan membuat kesimpulan tentang tujuan penggunaan energi. Pada kegiatan penutup guru memberikan soal evaluasi di kerjakan dalam waktu 10 menit dan dikumpulkan. Guru menutup pembelajaran dan mengucapkan salam penutup.

(16)

1. Hasil Tindakan

Hasil tindakan pembelajaran pada pertemuan I siklus II ini berupa hasil lembar observasi (terlampir). Untuk mengukur keberhasilan penggunaan model NHT dalam kegiatan pembelajaran menggunakan lembar obsevasi. Penilaian observasi ini di lakukan oleh Kiswuryani guru kelas III. Lembar observasi yang terdiri dari dua yaitu lembar observasi kinerja guru dan lembar observasi kinerja siswa.

a) Lembar Observasi Kinerja Guru

Penerapan model pembelajaran NHT pada siklus II pertemuan I disajikan dalam bentuk tabel 4.9 berikut.

Tabel 4.9

Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus II Pertemuan I No Aspek yang diamati

Skor

1 2 3 4

1 Persiapan 1 1

2 Tindakan yang kondusif 1 9 3

3 Penutup 1 2 1

Jumlah 2 12 5

Total nilai keseluruhan kinerja guru 60 Nilai rata-rata kinerja guru 3,15

Berdasarkan tabel 4.9 diketahui pada pertemuan I pembelajaran dengan model NHT sudah diterapkan guru, total nilai kinerja guru meningkat sebesar 60, dan nilai rata-rata juga meningkat sebesar 3,15 dan kinerja guru pada pertemuan II siklus I tergolong baik, dari hasil kinerja guru pertemuan I Siklus II ini menunjukkan bahwa guru sudah baik dalam mengajar.

b) Lembar Observasi Kinerja Siswa

Penerapan model pembelajaran NHT pada pertemuan I siklus II disajikan pada tabel 4. 10 berikut.

(17)

Tabel 4.10

Hasil Observasi Kinerja Siswa Pertemuan I Siklus II No Aspek yang diamati

Skor

1 2 3 4

1 Kesiapan 1 1

2 Kegiatan/ aktivitas siswa 3 12 1

3 Penutup 3

Jumlah 4 16 1

Total nilai keseluruhan kinerja siswa 60 Nilai rata-rata kinerja siswa 2,85

Berdasarkan tabel 4.10 diketahui bahwa pertemuan I siklus II pembelajaran dengan model NHT sudah diterapkan oleh guru dan aktivitas siswa meningkat, terlihat dari total nilai keseluruhan kinerja siswa sebesar 60 dengan nilai rata-rata kinerja siswa sebesar 2,85.

2. Analisi Data

Hasil belajar IPA siswa pada pertemuan I siklus II dengan kompetensi dasar “mengidentifikasi energi dan kegunaannya” mengalami peningkatan sebesar

Berikut disajikan perolehan hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Mangunsari 01 pertemuan I siklus II seperti pada tabel 4.11 berikut.

Tabel 4.11

Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Siklus II Pertemuan I Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

No NILAI JUMLAH

SISWA

PERSENTASE

(%) KETERANGAN

1 ≥70 33 89% Tuntas

2 <70 4 11% Tidak Tuntas

Jumlah 37 100%

Rata-rata 83,6

Nilai terendah 55

Nilai tertinggi 100

(18)

Berdasarkan tabel 4.11 diketahui pencapaian hasil belajar IPA siswa yang tuntas pada pertemuan I siklus II sebanyak 33 siswa atau 89% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 4 siswa atau 11% dengan perolehan nilai rata-rata 83,5 dan nilai tertinggi 100 sedangkan nilai terendahnya 55.

Data nilai hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Mangunsari 01 pertemuan I siklus II disajikan dalam bentuk diagram seperti pada gambar 4.8 berikut.

Gambar 4.8

Perolehan Hasil Belajar IPA Siklus II Pertemuan I Siswa Kelas II SD Negeri Mangunsari 01

Berdasarkan data hasil perolehan nilai IPA siswa pada pertemuan I dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM ≥70) dapat diketahui siswa yang mendapatkan nilai (KKM ≥70) sebanyak 33 siswa dan siswa yang mendapatkan nilai <70 sebanyak 4 siswa.

Persentase hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Mangunsari 01 yang tuntas dan tidak tuntas akan disajikan dalam bentuk diagram lingkaran pada gambar 4.9 sebagai berikut.

Tuntas Tidak Tuntas Pertemuan I

Siklus II 33 4

0 5 10 15 20 25 30 35

Jumlah Siswa

Pertemuan I Siklus II

(19)

Gambar 4.9

Persentase Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siklus II Pertemuan I Siswa Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

Berdasarkan gambar 4.9 diketahui persentase siswa yang tuntas sebesar 89% dan tidak tuntas sebesar 11%.

3. Refleksi

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada pertemuan I, dari hasil lembar observasi kinerja guru pertemuan I, kekurangan guru dalam mengajar antara lain penguasaan kelas, penjelasan guru masih kurang menyeluruh, namun secara keseluruhan sudah cukup baik. Sedangkan pada lembar observasi kinerja siswa, kekurangannya antara lain sebagian siswa masih aktif sendiri tidak dikerjakan bersama dalam kelompok, namun keaktifan dan antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas sudah cukup terbangun.

Ketuntasan hasil belajar IPA siswa pada pertemuan I siklus II dikatakan meningkat jika dibandingkan siklus I, dan indikator kinerja pada pertemuan I ini juga sudah tercapai. Namun melihat kekurangan dari kinerja guru, kinerja siswa dan keseluruhan hasil belajar siswa pada pertemuan I, peneliti melanjutkan pertemuan II sebagai pemantapan keberhasilan pada pertemuan I siklus II.

4.4.2 Pertemuan II

Pelaksanaan pembelajaran pertemuan II siklus II ini dilaksanakan pada hari Selasa 08 april 2014 pukul 07.30-08.45 Pada pertemuan kedua ini, peneliti telah menyusun rencana pembelajaran yang baik agar kekurangan pada pertemuan

89%

11%

Tuntas Tidak Tuntas

(20)

pertama dapat diperbaiki. Guru telah menyiapkan alat peraga dengan materi penghematan energi, kegiatan pembelajaran diawali dengan mengucapkan salam, mengatur suasana kelas dan menanyakan keadaan siswa, dalam kegiatan apersepsi guru bertanya, kamar kosong apakah perlu diberi penerangan? Guru melakukan tanya jawab, bagaimana cara menghemat energi? Siswa menjadi antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan inti.

Pada kegiatan inti siswa bergabung dengan kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya. Guru mengatur penempatan tempat duduk, agar siswa lebih mudah berdiskusi di dalam kelompoknya. Guru membagikan LKS yang pertanyaan, setiap kelompok mengerjakan tugasnya masing-masing dan waktu yang diberikan selama 15 menit. Guru berkeliling untuk mengamati hasil pekerjaan setiap kelompok. Beberapa kelompok mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas kelompk, guru memberikan pengarahan kepada kelompok yang belum biasa memahami isi pertanyaan. Setelah guru selesai menjelaskan, beberapa kelompok mulai menyimpulkan hasil diskusi mereka.

Seperti pertemuan pertama, guru meminta kesediaan kelompok untuk menyampaikan hasil pekerjaan diskusinya. Satu kelompok bersedia untuk mempresentasikan LKS yang telah dikerjakan. guru menunjuk salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerja di depan kelas, sedangkan kelompok lain memperhatikan dan menanggapi hasil kerja dari kelompok yang telah presentasi.

Setelah itu guru memanggil kelompok lain mempresentasikan tugasnya dan kelompok yang lain menanggapi. Guru memberikan motivasi dari setiap kelompok yang telah presentasi dan membuat kesimpulan tentang bentuk-bentuk energi. Pada kegiatan penutup guru memberikan soal evaluasi di kerjakan dalam waktu 10 menit dan dikumpulkan. Guru menutup pembelajaran dan mengucapkan salam penutup.

1. Hasil Tindakan

Hasil tindakan pembelajaran pada pertemuan II siklus II ini berupa hasil lembar observasi (terlampir). Untuk mengukur keberhasilan penggunaan model NHT dalam kegiatan pembelajaran menggunakan lembar obsevasi. Penilaian

(21)

observasi ini di lakukan oleh Kiswuryani guru kelas III. Lebar observasi yang terdiri dari dua yaitu lembar observasi kinerja guru dan lembar observasi kinerja siswa.

a) Lembar Observasi Kinerja Guru

Penerapan model pembelajaran NHT pada pertemuan II siklus II disajikan dalam bentuk tabel 4.12 berikut.

Tabel 4.12

Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus II Pertemuan II

No Aspek yang diamati

Skor

1 2 3 4

1 Persiapan 2

2 Tindakan yang kondusif 8 5

3 Penutup 1 2 1

Jumlah 1 10 6

Total nilai keseluruhan kinerja guru 62 Nilai rata-rata kinerja guru 3,26

Berdasarkan tabel 4.12 diketahui pada pertemuan II siklus II pembelajaran dengan model NHT sudah diterapkan oleh guru, total nilai keseluruhan kinerja guru pada pertemuan II meningkat menjadi 62, dan nilai rata-rata meningkat sebesar 3,26. Indikator kinerja guru pada pertemuan II tergolong sangat baik jika dibandingkan pertemuan I siklus II. Dari hasil kinerja guru pada pertemuan II ini menunjukkan bahwa guru sudah sangat baik dalam melaksanakan model pembelajaran NHT di dalam kelas.

b. Lembar Observasi Kinerja Siswa

Penerapan model pembelajaran NHT pada pertemuan II siklus II disajikan pada tabel 4.13 berikut.

(22)

Tabel 4.13

Hasil Observasi Kinerja Siswa Siklus II Pertemuan II

No Aspek yang diamati Skor

1 2 3 4

1 Kesiapan 2

2 Kegiatan/ aktivitas siswa 2 11 3

3 Penutup 3

Jumlah 2 16 3

Total nilai keseluruhan kinerja siswa 64 Nilai rata-rata kinerja siswa 3,04

Berdasarkan tabel 4.13 diketahui bahwa pertemuan II siklus pembelajaran dengan model NHT sudah diterapkan, aktivitas siswa meningkat terlihat dari total nilai keseluruhan kinerja siswa sebesar 64 dengan nilai rata-rata kinerja siswa sebesar 3,04 peningkatan dan aktivitas siswa pada pertemuan II masuk dalam kategori sudah baik.

2. Analisis Data

Hasil belajar IPA siswa pada pertemuan II dengan kompetensi dasar yang sama pada pertemuan I yaitu “mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya”

mengalami peningkatan. Berikut disajikan perolehan hasil belajar IPA siswa pertemuan II siklus II seperti pada tabel 4.14 berikut.

Tabel 4.14

Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Siklus II Pertemuan II SD Negeri Mangunsari 01

No NILAI JUMLAH

SISWA

PERESENTASE

(%) KETERANGAN

1 ≥70 36 97% Tuntas

2 <70 1 3% Tidak Tuntas

Jumlah 35 100%

Rata-rata 86,6

Nilai terendah 65

Nilai tertinggi 100

Berdasarkan tabel 4.14 diketahui pencapaian hasil belajar IPA siswa yang tuntas pada pertemuan II siklus II sebanyak 36 siswa atau 97% dan siswa yang

(23)

tidak tuntas sebanyak 1 siswa atau 3% dengan perolehan nilai rata-rata 86,6 dan nilai tertinggi 100 sedangkan nilai terendahnya 55.

Data hasil belajar IPA siswa pertemuan II disajikan dalam bentuk diagram seperti pada gambar 4.10 berikut.

Gambar 4.10

Perolehan Hasil Belajar IPA Siklus II Pertemuan II Siswa Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

Berdasarkan gambar 4.10 diketahui bahwa hasil perolehan nilai IPA siswa yang mendapatkan nilai ≥70 sebanyak 36 siswa dan siswa yang mendapatkan nilai

<70 hanya 1 siswa. Data hasil belajar IPA siswa akan disajikan dalam bentuk diagram lingkaran seperti pada gambar 4.11 berikut.

Persentase ketuntasan hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Mangunsari 01 dapat di sajikan dalam bentuk diagram lingkaran pada gambar 4.11 berikut.

Tuntas Tidaka Tuntas Pertemuan II

Siklus II 36 1

0 10 20 30 40

Jumlah Siswa

Pertemuan II Siklus II

(24)

Gambar 4.11

Persentase Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siklus II Pertemuan II Siswa Kelas III SD Negeri Mangunsari 01

Berdasarkan gambar 4.11 diketahui banyaknya siswa yang tuntas sebesar 97% dan siswa yang tidak tuntas sebesar 3%. Indikator kinerja (ketuntasan klasikal) pada pertemuan II juga sudah berhasil.

Jika dibuat perbandingan hasil belajar IPA siswa yang tuntas dan tidak tuntas pada siklus II pertemuan I dan II dapat disajikan pada tabel 4.15 berikut.

Tabel 4.15

Perbandingan Hasil Belajar IPA Siklus II Pertemuan I dan II

No Nilai

Siklus II

Pertemuan I Pertemuan II

1 ≥70 33 36

2 <70 4 1

Jumlah Siswa 37 37

Perolehan perbandingan hasil belajar IPA siswa kelas III siklus II pertemuan I dan II berdasarkan tabel 4.8 dengan menggunakan model pembelajaran NHT diketahui adanya peningkatan hasil belajar IPA siswa, dilihat dari banyaknya jumlah siswa yang tuntas dari tiap pertemuannya.

Berikut disajikan perbandingan ketuntasan hasil belajar IPA siswa pertemuan I dan II siklus II dalam bentuk diagram pada gambar 4.12 berikut.

97%

3%

Tuntas Tidak Tuntas

(25)

Gambar 4.12

Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siklus II Pertemuan I dan II

Berdasarkan gambar 4.12 diketahui hasil belajar siswa pada pertemuan I dengan penerapan model pembelajaran NHT siswa yang tuntas atau mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥70) sebanyak 33 siswa dengan persentase 89% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 4 siswa dengan persentase 11 %, dan pertemuan II hasil belajar siswa yang tuntas meningkat menjadi 36 siswa dengan persentase 97% dan siswa yang tidak tuntas hanya 1 siswa dengan persentase 3 %.

3. Refleksi

Dari hasil lembar observasi kinerja guru pertemuan II, kekurangan guru dalam mengajar yaitu kurangnya kelengkapanya alat peraga, sebagian siswa masih kurang memperhatikan penjelasan, penjelasan tidak terlalu luas, namun secara keseluruhan pelaksanaan dalam kegiatan pembelajaran sudah sangat optimal. Sedangkan pada lembar observasi kinerja siswa, kekurangannya yaitu alat peraga, siswa masih aktif sendiri dalam kegiatan pembelajaran namun secara keseluruhan minat, antusias siswa dalam belajar sudah terbentuk dan siswa merasa senang mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir. Dari hasil pelaksanaan siklus II pertemuan I dan II dengan penerapan model

Pertemuan I pertemuan II

Tuntas 33 36

Tidak Tuntas 4 1

0 5 10 15 20 25 30 35 40

Jumlah Siswa

Siklus II

(26)

pembelajaran NHT hasil belajar IPA siswa meningkat jika dibandingkan siklus I pertemuan I dan II. Penelitian pada siklus II tergolong sangat baik sehingga peneliti tidak melaksanakan siklus berikutnya.

Jika dibuat perbandingan hasil belajar siswa sebelum tindakan (prasiklus), siklus I pertemuan I dan II, dan siklus II pertemuan I dan II, dapat disajikan pada tabel 4.16 berikut.

Tabel 4.16

Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPA Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

No Nilai

Sebelum Tindakan

Siklus I Siklus II

Jumlah Siswa Jumlah Siswa Jumlah

Siswa

Pertemuan I

Pertemuan II

Pertemuan I

Pertemuan II

1 ≥70 12 25 29 33 36

2 <70 25 12 8 4 1

Jumlah 37 37 37 37 37

Rekapitulasi pengelompokkan hasil belajar pada tabel 4.16 diketahui adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas dalam mata pelajaran Ilmu Pengatahuan Alam (IPA) pada tiap siklusnya. Sebelum diberikan tindakan, banyaknya siswa yang tuntas hanya sebagian kecil jika dibandingkan banyaknya siswa yang tidak tuntas.

Dari pencapaian hasil belajar siswa sebelum diberikan tindakan (prasiklus) siswa yang tuntas hanya 12 siswa atau 32%, dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 25 siswa atau 68%. Dengan diberikan tindakan berupa model pembelajaran NHT pada siklus I pertemuan I siswa yang tuntas meningkat menjadi 25 siswa atau 68% dan siswa yang tidak tuntas 12 siswa atau 32%, sedangkan pada pertemuan II siswa yang tuntas sebanyak 29 siswa atau 78% sedangkan siswa yang tidak tuntas berkurang menjadi 8 siswa atau 22%. Pada sklus II pertemuan I dengan model pembelajran yang sama, siswa yang tuntas bertambah menjadi 33 siswa atau 89%

dan siswa yang tidak tuntas berkurang menjadi 4 siswa atau 11%, dan pada

(27)

pertemuan II jumlah siswa yang tuntas bertambah menjadi 36 siswa atau 97% dan yang tidak tuntas hanya 1 siswa.

Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran NHT berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Mangunsari 01.

Berikut disajikan perbandingan ketuntasan hasil belajar IPA siswa siklus I (pertemuan I dan II) dan siklus II (pertemuan I dan II) dalam bentuk diagram pada gambar 4.13 berikut.

Gambar 4.13

Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPA Sikus I dan Siklus II

4.5 Pembahasan

Hasil observasi sebelum tindakan yang dilakukan di kelas III SD Negeri Mangunsari 01 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga ditemukan bahwa hasil belajar siswa masih sangat rendah, hal ini disebabkan penyampaian materi dengan metode ceramah dan tanpa media yang mendukung dalam penyampain materi pembelajaran, siswa hanya mendengarkan penjelasan guru saja, sehingga keaktifan dan kekreatifan siswa sama sekali tidak terlihat.

Pertemuan I Pertemuan

II Pertemuan I Pertemuan II

Siklus I Siklus II

Tuntas 25 29 33 36

Tidak Tuntas 12 8 4 1

0 5 10 15 20 25 30 35 40

Jumlah Siswa

(28)

Dari hasil pencapaian hasil belajar IPA siswa pada saat peneliti melakukan observasi, siswa yang mencapai nilai di atas KKM ≥70 sebanyak 12 siswa atau 32% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 25 siswa atau 68%. Tuntasnya ke-12 siswa ini dikarenakan sudah dapat menangkap materi yang disajikan oleh guru walaupun hanya dengan ceramah saja, karena ke-12 siswa ini memang mempunyai daya tangkap yang lebih dibandingkan teman-temannya yang lainnya walaupun hanya dengan mendengarkan saja, sedangkan 25 siswa yang lain belum bisa menangkap materi yang disajikan oleh guru hanya dengan ceramah saja karena daya tangkap mereka rendah jika hanya mendengarkan saja mereka belum bisa memahami sepenuhnya tentang materi yang disampaikan, sehingga diperlukan tindakan sesuai dengan usia anak sekolah dasar yang masih dalam tahapan operasional konkrit (7-11 th). Siswa akan lebih paham bila siswa mencari, membuat dan melakukan sendiri serta terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Untuk mengatasi rendahnya hasil belajar IPA siswa dalam proses pembelajaran, maka diperlukan model pembelajaran yang cocok dan tepat.

Berdasarkan pandangan konstruktivistik, proses pembelajaran dengan model NHT memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai akhir.

Dengan penerapan model pembelajaran NHT hasil belajar IPA siswa didapat dari hasil perolehan nilai siklus I (pertemuan I dan II) dan siklus II (pertemuan I dan II).

1. Siklus I a) Pertemuan I

Pertemuan I dengan penerapan model pembelajaran NHT siswa yang mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥70) sebanyak 25 siswa atau 68% dan siswa yang belum mencapai nilai di atas KKM sebanyak 12 siswa atau 32%.

b) Pertemuan II

Pertemuan II dengan penerapan model pembelajaran NHT siswa yang mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥70) atau siswa

(29)

yang tuntas sebesar 29 siswa atau 78% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 8 siswa atau 22%.

2. Siklus II a) Pertemuan I

Pertemuan I dengan penerapan model pembelajaran NHT siswa yang mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥70) sebanyak 33 siswa atau 89% dan siswa yang belum mencapai nilai di atas KKM sebanyak 4 siswa atau 11%.

b) Pertemuan II

Pertemuan II dengan penerapan model pembelajaran NHT siswa yang tuntas sebanyak 36 siswa atau 97% dan siswa yang tidak tuntas 1 atau 3 %.

Berdasarkan pencapaian hasil belajar yang didapatkan pada siklus I dan siklus II dengan penerapan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Mangunsari 01 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014, karena dengan model pembelajaran NHT siswa terdorong dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran serta menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok (Group process skills). Situasi pembelajaran seperti ini mendukung efektivitas proses pembelajaran dan dengan langsung terlibat pada aktivitas (learning by doing) siswa akan lebih memahami dan mengerti materi yang dipelajari.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Gambar 4.5 Diagram Hasil Keterampilan Proses Sains Siswa Siklus II Pelaksanaan siklus II yang dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan, dalam gambar 6 terlihat bahwa pertemuan 1

Berdasarkan Gambar 12 dapat diketahui bahwa capaian nilai kemampuan afektif untuk indikator lembar observasi kemampuan afektif pada siklus 1 mengalami peningkatan

76,61 7.. Berdasarkan tabel 10 di atas, dapat diketahui bahwa pada siklus I rata-rata persentase indikator aktivitas belajar siswa belum optimal atau belum mencapai

(PBL) didapatkan peningkatan hasil belajar siswa dari kondisi awal terdapat 28 siswa yang belum tuntas dan 12 siswa yang telah mencapai batas ketuntasan minimal (KKM) ≥

Jadi dengan menggunakan model pembelajaran make a match pada siklus II dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat sebanyak 14

a) Melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning Type Numbered Head Together (NHT), peserta didik lebih bersemangat belajar karena mereka belajar dengan

Berdasarkan hasil nilai formatif siswa yang telah dilaksanakan pada kegiatan prasiklus, dapat diketahui bahwa hasil belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V

Dari hasil pre tes yang diperoleh dalam siklus III ini, hanya ada beberapa siswa yang belum tuntas dalam kata lain nilai yang diperoleh siswa belum memenuhi