• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RANCANGAN AKTUALISASI"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI

EFEKTIVITAS PENGAMBILAN DATA PERIKANAN DENGAN PEMBUATAN SOP PENGAMBILAN DATA HARGA IKAN DI

DINAS PERIKANAN

DISUSUN OLEH : ARIES NUR SEJATI, A.Md NIP. 19890505 202012 2 017

[ 07 ]

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU

BEKERJASAMA DENGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

TAHUN 2021

(2)

ii

LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL : EFEKTIVITAS PENGAMBILAN DATA

PERIKANAN DENGAN PEMBUATAN SOP PENGAMBILAN DATA HARGA IKAN DI DINAS PERIKANAN

NAMA : ARIES NUR SEJATI, A.Md

PANGKAT / GOL. RUANG : PENGATUR / IIc

NIP : 19890505 202012 2 017

NOMOR DAFTAR HADIR : 07

JABATAN : ANALIS PASAR HASIL PERIKANAN

UNIT KERJA/INSTANSI : DINAS PERIKANAN KABUPATEN KAPUAS HULU

Telah disetujui untuk diseminarkan pada hari Jum’at tanggal 2 Juli 2021

Telah diperiksa/disetujui :

COACH,

SAGITARISMAN, S.I.P NIP. 19881211 201402 1 001

Putussibau, 1 Juli 2021

MENTOR,

SULAIMAN, S.PKP, MM NIP. 19680708 200502 1 001

(3)

iii

BERITA ACARA

EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II ANGKATAN XXXII DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU TAHUN 2021

Pada hari ini Jum’at tanggal Dua bulan Juli tahun 2021 bertempat di Badan

Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu (Jl. Danau Luar No. 05 Putussibau) telah dilaksanakan Evaluasi Rancangan Aktualisasi

bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXXII di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021, sebagai berikut :

N a m a : Aries Nur Sejati, A.Md Pangkat / Gol. Ruang : Pengatur / IIc

NIP : 19890505 202012 2 017

Jabatan : Analis Pasar Hasil Perikanan

Unit kerja/Instansi : Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu

Mentor : Sulaiman, S.PKP, MM

Coach : Sagitarisman, S.I.P Penguji : Abdurrohman Bisri, A.Md

Judul : Efektivitas Pengambilan Data Perikanan Dengan Pembuatan SOP Pengambilan Data Harga Ikan Di Dinas Perikanan

Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh : MENTOR,

SULAIMAN, S.PKP, MM NIP. 19680708 200502 1 001

PENYAJI,

ARIES NUR SEJATI, A.Md NIP. 19890505 202012 2 017

COACH,

SAGITARISMAN, S.I.P NIP. 19881211 201402 1 001

PENGUJI,

PRASETYO TRI SEJATI, S.STP, MM NIP.19820325 200112 1 002

Mengetahui :

Plt. KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

KABUPATEN KAPUAS HULU

JANTAU, S.Sos., M.M.

Pembina Utama Muda NIP. 19690201 199010 1 001

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Jalan Danau Luar No.05 Putussibau 78711(0567) 21027 Fax. (0567) 21764

PUTUSSIBAU – KALIMANTAN BARAT 78711

(4)

iv

LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL : PENGAMBILAN DATA PERIKANAN

DENGAN PEMBUATAN SOP PENGAMBILAN DATA HARGA IKAN DI DINAS PERIKANAN

NAMA : ARIES NUR SEJATI, A.Md

PANGKAT / GOL. RUANG : PENGATUR / IIc

NIP : 19890505 202012 2 017

NOMOR DAFTAR HADIR : 07

JABATAN : ANALIS PASAR HASIL PERIKANAN

UNIT KERJA / INSTANSI : DINAS PERIKANAN KABUPATEN KAPUAS HULU

Telah diperbaiki berdasarkan koreksi dan/atau saran Penguji pada

Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan XXXII di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021

pada hari Jum’at tanggal 2 Juli 2021

di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu

Telah diperiksa/disetujui :

COACH,

SAGITARISMAN, S.I.P NIP. 19881211 201402 1 001

Putussibau, Juli 2021

MENTOR,

SULAIMAN, S.PKP, MM NIP. 19680708 200502 1 001

Disetujui :

PENGUJI,

PRASETYO TRI SEJATI, S.STP, MM NIP.19820325 200112 1 002

(5)

v

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur, Penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga Rancanagan Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan XXXII Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021, berjudul “Meningkatkan Efektivitas Pengambilan Data Perikanan Dengan Pembuatan SOP Pengambilan Data Harga Ikan di Dinas Perikanan” dapat diselesaikan.

Penulisan rancangan aktualisasi ini dapat diselesaikan dengan bimbingan, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh Karen aitu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sangat besar kepada :

1. Bapak H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., selaku Gubernur Kalimantan Barat;

2. Bapak Jantau, S.Sos., MM., selaku Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu;

3. Bapak Roni Januardi, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu;

4. Ibu Triwati, S.P., M.Si., selaku Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu;

5. Bapak Prasetyo Tri Sejati, S.STP, MM, selaku penguji dalam penyusunan rancangan aktualisasi;

6. Bapak Sulaiman, S.PKP., MM., selaku Mentor yang telah memberikan bimbingan dan motivasi;

7. Bapak Sagitarisman, S.I.P., selaku Coach yang telah dengan rela memberikan waktunya untuk membimbing, mengajar, memberi saran serta nasehat kepada penulis;

8. Bapak Ir. Lego Suhono, MP dan Ibu Dra. Mahmudah, selaku orang tua penulis yang sudah memberikan dukungan dan doa;

9. Bapak Dian Cahyana,S.Pd dan Muhammad Yarzuqu Cahyana, selaku Suami dan anak penulis yang selalu menjadi sumber inspirasi;

10. Rekan Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan XXXII Tahun 2021 Kabupaten Kapuas Hulu yang telah memberikan semangat, bantuan dan saran.

(6)

vi

Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi ini masih jauh dari sempurna.

Oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan demi sempurnanya rancangan aktualisasi ini. Akhir kata. Semoga rancangan aktualisasi ini bagi penulis dan khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Putussibau, 1 Juli 2021

Penulis

(7)

vii DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

BERITA ACARA ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... viii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Tujuan ... 2

1.3. Tempat dan Waktu Kegiatan ... 2

BAB II GAMBARAN UMUM 2.1. Gambaran Umum, Visi Dan Misi ... 3

2.1.1. Gambaran Umum ... 3

2.1.2. Visi ... 5

2.1.3. Misi ... 6

2.2. Tugas Pokok Dan Fungsi ... 7

2.3. Struktur Organisasi ... 8

2.4. Nilai-Nilai Organisasi ... 9

2.5. Tugas Dan Fungsi Jabatan ... 10

BAB III KERANGKA KONSEP 3.1. Konsepsi Nilai Dasar ANEKA ... 12

3.2. Peran Dan Kedudukan PNS dalam NKRI... 20

BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI 4.1. Identifikasi Isu Dan Gagasan Pemecahan Isu ... 23

4.2. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan ... 27

4.3. Rancangan Jadwal Kegiatan... 36

4.4. Jadwal Konsultasi ... 37

4.4.1. Jadwal Konsultasi dengan Coach ... 37

4.4.2. Jadwal Konsultasi dengan Mentor ... 38

DAFTAR PUSTAKA ... 39

(8)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Dinas Perikanan Kabupaten

Kapuas Hulu ... 3

Tabel 2. Sarana dan Prasarana Dinas Perikanan Sampai Dengan TA. ... 2020 ... 4

Tabel 3. Isu Aktual di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu ... 25

Tabel 4. Masalah Pokok di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu ... 26

Tabel 5. Rancangan Aktualisasi ... 27

Tabel 6. Rancangan Jadwal Implementasi Aktualisasi ... 36

Tabel 7. Jadwal Konsultasi dengan Coach ... 37

Tabel 8. Jadwal Konsultasi dengan Mentor ... 38

(9)

1

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam rangka mencapai tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) diperlukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dapat melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pemerintah, mampu memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas, serta dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk mewujudkan PNS yang profesional, berintegritas, anti korupsi dan bertanggung jawab terhadap tugas dan fungsinya,

Bedasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dicantumkan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) secara tetap oleh Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.

Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil pada pasal 1 poin ke-6 menegaskan Masa Prajabatan adalah masa percobaan selama 1 (satu) tahun yang wajib dijalani oleh CPNS melalui proses pendidikan dan pelatihan.

Pelatihan dalam masa prajabatan dilakukan secara terintegrasi memadukan pembelajaran klasikal dan non klasikal. Peserta diklat mengikuti proses pembelajaran yang mencakup nilai-nilai dasar profesi ASN yang disebut dengan ANEKA yaitu Akuntabilitas, Nasionalime, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. Setelah CPNS menerima pembelajaran secara klasikal maka dilanjutkan dengan pembelajaran non klasikal yaitu habituasi dan aktualisasi.

Salah satu profesi yang diadakan pada Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019 adalah Analis Pasar Hasil Perikanan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 14 tahun 2018 tentang Petunjuk

(10)

2

Teknis Jabatan Fungsional Analis Pasar Hasil Perikanan tugas dari Analis Pasar Hasil Perikanan adalah melakukan kegiatan analisis pasar hasil perikanan meliputi persiapan, pelaksanaan, penyajian dan pelaporan di bidang analisis pasar hasil perikanan.

Berdasarkan hal tersebut, penulis akan melakukan habituasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas sebagai Analis Pasar Hasil Perikanan dalam kegiatan-kegiatan yang tertuang dalam Rancangan Aktualisasi dengan Judul “Efektivitas Pengambilan Data Perikanan Dengan Pembuatan SOP Pengambilan Data Harga Ikan di Dinas Perikanan”

1.2. Tujuan

Adapun tujuan dari proses aktualisasi yang akan dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut :

a. Penulis dapat lebih memahami seberapa pentingnya penerapan nilai-nilai dasar ASN di lingkungan kerja khususnya di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu.

b. Penulis dapat mengimplementasikan kemampuan kompetensinya agar manfaat dari kegiatan aktualisasi bisa dirasakan oleh orang banyak sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi secara nyata dan berkelanjutan di lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu.

1.3. Tempat dan Waktu Kegiatan

Kegiatan aktualisasi direncanakan berlangsung selama 25 hari kerja mulai tanggal 5 Juli 2021 hingga 7 Agustus 2021 di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu. Sebelum melakukan aktualisasi penulis harus melakukan Seminar Rancangan Aktualisasi pada tanggal 2 Juli 2021 di Ruang Dharma Wanita Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu.

(11)

3

BAB II. GAMBARAN UMUM

2.1. Gambaran Umum, Visi dan Misi 2.1.1 Gambaran Umum

Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu dibentuk pada tahun 2008 melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu dan ditata kembali berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 5 tahun 2012 Tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perikanan. Kemudian dirubah kembali struktur organisasi dan tata kerja melalui Peraturan Bupati No 63 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Perikanan.

Dinas Perikanan merupakan salah satu unsur pelaksana pemerintah daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas serta berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui sekretaris daerah. Beralamatkan di Jalan Antasari Nomor 06 Putussibau.

Potensi Sumber Daya Manusia Dinas Perikanan dalam data sampai dengan Desember 2020 sebanyak 82 (Delapan Puluh Dua) orang pegawai yang terdiri dari 33 (Tiga Puluh Tiga) orang Pegawai Negeri Sipil dan 50 (Lima Puluh) orang Pegawai Tidak Tetap. Data Pegewai Negeri di Dinas Perikanan dapat dilihat pada Tabel 1 berikut :

Tabel 1. Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu

NO ESSELON / NON ESSELON

PENDIDIKAN GOLONGAN RUANG S2 S1 /

D4 D3 I II III IV

1 II 1 - - - 1

2 III 3 1 - - - 3 1

3 IV 7 2 - - - 9 -

4 FUNGSIONAL - - - =

TOTAL 11 3 0 0 0 12 2

(12)

4

Pegawai Tidak Tetap terdiri dari Tenaga Administrator Perkantoran 22 Orang, Petugas Pengamanan kantor 2 Orang, Petugas Kebersihan Kantor 2 Orang, Supir/Motoris 1 Orang, Petugas Balai Benih Ikan (BBI) 12 Orang, Petugas Tempat Pelelangan Ikan 9 Orang. Petugas Biota Langka 1 Orang dan Penyuluh Perikanan Bantu Orang, dengan kualifikasi pendidikan sebagai berikut:

• Sarjana (S1) : 21 Orang

• Sarjana (D3) : 8 Orang

• SLTA : 21 Orang

Salah satu sumber daya yang mendukung kelancaran pelaksanaan tugas adalah tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana yang tersedia di Dinas Perikanan kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut :

Tabel 2. Sarana dan Prasarana Dinas Perikanan Sampai Dengan TA. 2020

No Jenis Barang Jumlah

Kondisi

Baik Rusak Rusak Berat

1 Tanah 5 5 - -

2 Instalasi

PDAM/PLN/Telp/Jaringan

8 8 - -

3 Bangunan :

a. Gedung Kantor 20 20 - -

b. Rumah Dinas 2 2 - -

c. Rumah Tamu 1 1 - -

d. Mess, Pos Penyuluh Perikanan, dll

23 23 - -

e. Kolam/Bak Ikan 8 8 - -

f. Rumah Packing 1 1 - -

g. Gedung Pertemuan 2 2 - -

h. Tempat Pelelangan Ikan Permanen

1 1 - -

4 Alat Angkut :

a. Mobil 5 5 - -

b. Sepeda Motor 37 37 - -

(13)

5

c. Speed Boat 7 4 1 2

5 Alat Perikanan :

a. Tabung Oksigen 6 6 - -

b. Tag Reader 1 1 - -

c. Mesin Pencetak Pelet 2 2 - -

d. Fry Counter 1 1 - -

e. Mesin Pencetak Pakan

2 2 - -

2.1.2. Visi

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu sebagaimana telah ditetapkan di dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 4 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021, adalah acuan utama bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun dan menetapkan Rencana Strategis OPD masing-masing. Visi pembangunan Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2017-2021 adalah “Terwujudnya Kapuas Hulu yang Harmonis, Energik, Berdaya Saing, Amanah dan Terampil”

Harmonis: mengandung makna dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara bertumpu kepada nilai-nilai budi pekerti dan budaya yang luhur dengan mengedepankan nilai etika, moral dan norma dalam masyarakat, sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai, selaras dan serasi.

Energik: mengandung makna penuh semangat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diindikasikan dengan meningkatnya pendapatan per kapita penduduk yang berdampak pada menurunnya angka kemiskinan, peningkatan ekonomi serta keterjangkauan pelayanan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Berdaya saing: mengandung makna kondisi pembangunan daerah yang dilandasi keinginan bersama untuk mewujudkan masa depan pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan fisik yang lebih baik, didukung sumberdaya manusia yang unggul, profesional, kompetitif, serta berwawasan ke depan.

(14)

6

Amanah: mengandung makna bahwa dalam tata kelola pemerintahan yang baik, mengandung unsur partisipatif, akuntabel, transparan dan responsibilitas, akuntanbilitas, dan bersih, serta bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.

Terampil: mengandung makna kondisi dimana kualitas sumber daya manusia yang handal, kreatif, inovatif dan produktif dengan kompetensi yang teruji serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi.

2.1.3. Misi

Misi dari Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut :

a) Mewujudkan Masyarakat Kapuas Hulu yang Harmonis dalam Kerukunan Kehidupan Beragama, Budaya dan Keamanan;

b) Mewujudkan Kapuas Hulu yang kreatif menuju desa mandiri, pengembangan aktifitas ekonomi yang adil dan pro rakyat, serta ramah investasi;

c) Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang memiliki daya saing;

d) Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Berwibawa, dan Tersedianya Infrastruktur Publik yang Berbasis Transparansi, Responsibilitas dan Akuntabilitas;

e) Mewujudkan Kapuas Hulu yang sejahtera dalam pelayanan kesehatan dasar yang bermutu bagi masyarakat.

Guna merealisasikan Visi dan Misi RPJMD Kabupaten Kapuas Hulu, maka perlu ditetapkannya tujuan serta sasaran Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu dalam kurun waktu 5 (Lima) Tahun. Adapun tujuan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu antara lain:

a. Meningkatkan akuntabilitas kinerja, pelayanan publik dan pengelolaan keuangan Dinas;

b. Meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya dan pengolah;

c. Meningkatkan jaminan ketersediaan ikan yang berkualitas, stabil dan harga terjangkau di tingkat konsumen rumah tangga dan Unit Pengolahan Ikan (UPI).

Sedangkan Sasaran Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2017-2021 antara lain:

(15)

7

a. Meningkatnya penyelenggaraan Akuntabel Kinerja Dinas;

b. Meningkatnya pendapat nelayan;

c. Meningkatnya pendapat pembudidaya;

d. Meningkatnya pendapatan pada pengolah hasil perikanan dan pelaku hilirisasi produk perikanan;

e. Meningkatnya pasokan ikan yang berkualitas, stabil dan harga terjangkau di tingkat konsumen dan unit pengolah.

2.2. Tugas Pokok dan Fungsi

Dinas Perikanan memiliki tugas pokok merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang Perikanan, Pelaksanaan Urusan Pemerintahan di Bidang Perikanan, Pengelolaan barang milik/kekayaan daerah yang menjadi tanggungjawabnya, Pengawasan dan Pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan bidang tugasnya, Penyampaian laporan secara periodik serta melaksanakan tugas lain yang diserahkan oleh Bupati sesuai Tupoksinya.

Dinas Perikanan juga melaksanakan fungsinya yaitu sebagai berikut:

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang perikanan

2. Pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang perikanan

3. Pengelolaan barang milik/kekayaan daerah yang menjadi tanggungjawabnya 4. Pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan yang

berkaitan dengan bidang tugasnya

5. Penyampaian laporan yang berkaitan dengan bidang tugasnya secara periodik

6. Pelaksanaan tugas lain yang diserahkan oleh Bupati sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(16)

8 2.3. Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 63 Tahun 2016 struktur organisasi perangkat daerah DInas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut :

2.3.2. Kepala Dinas 2.3.3. Sekretaris

- Subbagian Program - Subbagian Keuangan

- Subbagian Umum dan Aparatur

2.3.4. Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan Kecil - Seksi Perlindungan Nelayan Kecil

- Seksi Pemberdayaan Nelayan Kecil 2.3.5. Bidang Perikanan Budidaya

- Seksi Pengelolaan Budidaya Ikan

- Seksi Pemberdayaan dan Perlindungan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan 2.3.6. Bidang Kelembagaan dan Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan

- Seksi Kelembagaan Perikanan

- Seksi Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan 2.3.7. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT)

2.3.8. Kelompok Jabatan Fungsional

(17)

9

2.4. Nilai-Nilai Organisasi

Nilai-nilai organisasi yang diterapkan di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut :

1. Tanggung Jawab, 2. Efisiensi,

3. Efektivitas, 4. Berintegritas, 5. Bekerjasama, 6. Jujur,

7. Kejelasan Target,

8. Mementingkan Kepentingan Publik, 9. Berorientasi Mutu, dan

10. Gotong Royong.

KEPALA DINAS

STRUKTUR ORGANISASI DINAS PERIKANAN

SUBBAGIAN PROGRAM KELOMPOK

JABATAN

FUNGSIONAL SUBBAGIAN

KEUANGAN

SUBBAGIAN UMUM DAN APARTUR SEKRETARIS

BIDANG PEMBERDAYAAN DAN PERLINDUNGAN NELAYAN KECIL

BIDANG PERIKANAN BUDIDAYA

BIDANG KELEMBAGAAN DAN PENGELOLAAN TEMPAT PELELANGAN IKAN

SEKSI PEMBERDAYAAN

NELAYAN KECIL SEKSI

PERLINDUNGAN NELAYAN KECIL

SEKSI PEMBERDAYAAN DAN PERLINDUNGAN

USAHA KECIL PEMBUDIDAYA IKAN SEKSI

PENGELOLAAN PEMBUDIDAYAAN

IKAN

SEKSI KELEMBAGAAN

PERIKANAN

SEKSI PENGELOLAAN

TEMPAT PELELANGAN

IKAN

UPTD

(18)

10 2.5. Tugas dan Fungsi Jabatan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2013 Tentang Jabatan Fungsional Analis Pasar Hasil Perikanan dan Angka Kreditnya, Analis Pasar Hasil Perikanan merupakan kelompok Jabatan Fungsional yang memiliki tugas melakukan kegiatan analisis pasar hasil perikanan meliputi persiapan, pelaksanaan, penyajian dan pelaporan di bidang analisis pasar hasil perikanan.

Adapun uraian tugas untuk Analis Pasar Hasil Perikanan Tingkat Terampil adalah sebagai berikut :

1. Persiapan

Perencanaan kegiatan di bidang analisis pasar hasil perikanan :

a. Menyusun rencana kerja tahunan analis pasar hasil perikanan sebagai anggota

b. Menyusun pelaksanaan rencana kerja sebagai anggota 2. Pelaksanaan

a. Pengumpulan Data dan Informasi

- Mengumpulkan data harga komoditi perikanan di tingkat pedagang grosir - Mengumpulkan data harga komoditi perikanan di tingkat supplier

- Mengumpulkan data biaya pemasaran di tingkat pedagang grosir - Mengumpulkan data penawaran di tingkat pengolah

- Mengumpulkan data penawaran di tingkat pedagang grosir

- Mengumpulkan data volume kebutuhan ikan di pasar konvensional (grosir dan eceran)

- Mengumpulkan data volume kebutuhan ikan di pengolah b. Pengolahan Data

- Mengkompilasi, mengklasifikasi dan mengentri data harga komoditi

- Mengkompilasi, mengklasifikasi dan mengentri data biaya penawaran perikanan

- Mengkompilasi, mengklasifikasi dan mengentri data biaya pemasaran 3. Penyajian dan Pelaporan

a. Penyajian

- Menyajikan hasil analisis data dan informasi pasar hasil perikanan kepada pimpinan unit kerja sebagai anggota

(19)

11 b. Pelaporan

- Menyusun laporan kegiatan hasil analisis data dan informasi pasar hasil perikanan sebagai anggota

(20)

12

BAB III. KERANGKA KONSEP

3.1 Konsepsi Nilai Dasar ANEKA

Terdapat lima nilai-nalai dasar profesi PNS yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi. Sebelum mengimplementasikan nilai dasar PNS, ada satu tahap yang dilalui yaitu tahap internalisasi. Internalisasi merupakan proses pemahaman atas nilai yang terkandung dari masing-masing poin ANEKA yaitu:

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah bentuk kewajiban pertanggungjawaban seseorang (pimpinan, pejabat atau pelaksana) atau suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta keterangan terkait kinerja atau tindakan dalam menjalankan misi dan tujuan organisasi dalam bentuk pelaporan yang telah ditetapkan secara periodik. Indikator nilai-nilai dasar akuntabilitas adalah :

 Tanggung Jawab

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.

 Kejelasan Target

Menurut KBBI Target adalah sasaran (batas ketentuan dan sebagainya) yang telah ditetapkan untuk dicapai. Sedangkan jelas adalah terang;

nyata; gambling. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kejelasan target yaitu sasaran yang telah ditetapkan secara gamblang untuk dicapai.

 Transparan

Menurut KBBI transparan berarti nyata, jelas dan tidak terbatas pada orang tertentu saja.

 Konsisten

Menurut KBBI konsisten berarti tetap yaitu tidak berubah-ubah, taat asas, selaras, dan sesuai antara ucapan dan perbuatan yang dilakukan.

 Partisipatif

Partisipatif yaitu pelayanan yang dapat mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat.

(21)

13

 Jujur

Berdasarkan kamus Besar Bahasa Indonesia kata jujur berarti lurus hati;

tidak berbohong; tidak curang. Perilaku jujur diimplementasi dengan selalu melakukan atau mengucapkan apa adanya tanpa memberikan tambahan yang tidak sesuai keadaan.

 Netral

Arti kata netral adalah tidak berpihak (tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak) (KBBI). Maka sikap netral diterapkan dengan tidak memihak pada salah satu golongan dan memberikan sikap yang sama rata.

 Mendahulukan Kepentingan Publik

Ditinjau dari Kamus Besar bahasa Indonesia arti kata mendahulukan adalah mengerjakan sesuatu lebih dahulu daripada yang lain. Kata Kepentingan memiliki arti keperluan; kebutuhan dan kata publik adalah orang banyak (umum); semua orang yang datang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mendahulukan kepentingan publik adalah mengutamakan keperluan orang banyak.

 Adil

Menurut KBBI kata adil bararti sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak; berpihak kepada yang benar; tidak sewenang-wenang. Maka sikap adil ditunjukkan dengan tidak memihak pada salah satu pihak dan selalu mengutakan kebenaran sehingga tidak sewenang-wenang.

2. Nasionalisme

Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa. Adapun nilai-nilai dasar nasionalisme dan pengertiaannya menurut KBBI adalah sebagai berikut :

 Hormat menghormati

Hormat adalah sikap menghargai/menghormati diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, memperlakukan orang lain seperti keinginan untuk dihargai, beradab dan sopan, tidak melecehkan dan menghina orang lain, tidak menilai orang lain sebelum mengenalinya dengan baik.

(22)

14

 Kerjasama

Kerjasama diwujudkan dalam suatu perbuatan atau kegiatan yang biasa dilakukan oleh beberapa individu dalam suatu kelompok ataupun suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan bersama yang telah disepakati sebelumnya.

 Jujur

Jujur adalah tidak berbohong (berkata apa adanya), tidak curang. Perilaku jujur diimplementasi dengan selalu melakukan atau mengucapkan apa adanya tanpa memberikan tambahan yang tidak sesuai keadaan.

 Kepentingan Bersama

Kepentingan memiliki arti keperluan; kebutuhan. Kata bersama berarti berbarengan; serentak; kami; semua; sekalian; seiring dengan. Jika disimpulkan maka kepentingn bersama adalah keperluan / kebutuhan banyak orang.

 Tidak menggunakan hak yang bukan miliknya

Tidak menggunakan hak yang bukan miliknya adalah menolak untuk melakukan sesuatu dengan kewenangan individu yang berbeda.

 Kerja Keras

Kerja adalah kegiatan melakukan sesuatu; sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah. Keras yaitu gigih; sungguh sungguh hati. Maka kerja keras adalah kegiatan melakukan sesuatu dengan gigih dan sepenuh hati.

 Religius

Religius adalah bersifat religi; bersifat keagamaan yang bersangkut-paut dengan kepercayaan kepada Tuhan. Maka religius adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.

 Tidak Memaksakan Kehendak

Tidak memaksakan kehendak adalah tidak mendesakkan sesuatu pada orang lain atau tidak memaksa orang agar mau menerima kehendak kita, tidak berbuat melebihi batas kenyataan yang sebenarnya.

 Amanah

Amanah dalah sesuatu yang dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain, dapat dipercaya.

(23)

15

 Adil

Adil adalah sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak. Sehingga adil disini memiliki makna yaitu bersikap setara kepada siapa saja tanpa membedakan suku, agama, ras dan antargolongan.

 Persamaan Derajat

Persamaan derajat adalah sama tingkat (pangkat, kedudukan) yang artinya dalam bersikap kita tidak boleh membedakan seseorang berdasarkan derajat sosialnya.

 Tidak Diskriminatif

Tidak diskriminatif adalah tidak ada pembedaan perlakuan terhadap sesama Negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama dan sebagainya).

 Mencintai Sesama Manusia

Mencintai adalah menaruh kasih sayang kepada; Sesama adalah sama- sama (satu golongan). Maka mencintai sesama manusia berarti suatu sikap mengasihi dan menghormati kepada sesema manusia.

 Tengang Rasa

Yaitu suatu sikap yang dapat atau ikut menghargai dan menghormati perasaan orang lain.

 Membela Kebenaran

Membela kebenaran adalah tindakan menjaga baik-baik suatu keadaan yang sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

 Persatuan

Gabungan (ikatan, kumpulan, dan sebagainya) beberapa bagian yang sudah bersatu,perserikatan, serikat. Maka dapat diartikan persatuan yaitu suatu sikap menjaga ikatan atau keutuhan suatu bangsa.

 Rela Berkorban

Rela berkorban merupakan suatu tindakan yang menyatakan kebaktian dan kesetiaan dengan ikhlas hati.

 Cinta Tanah Air

perasaan yang timbul dari hati sanubari seseorang warga Negara untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala gangguan.

(24)

16

 Memelihara Ketertiban

Memelihara ketertiban adalah suatu usaha untuk menjaga keadaan supaya tertib, aman serta teratur dalam kehidupan bermasyarakat dan sebagainya.

 Disiplin

Disiplin yaitu tata tertib/ketaatan kepada peraturan/kondisi yang merupakan perwujudan sikap mental dan perilaku suatu bangsa ditinjau dari aspek kepatuhan dan ketaatan terhadap ketentuan peraturan dan hukum yang berlaku di kehidupan berbangsa dan bernegara.

 Musyawarah

Musyawarah merupakan pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah. Musyawarah memiliki tujuan untuk mencapai mufakat atau persetujuan.

 Kekeluargaan

Kekeluargaan adalah sebuah rasa yang diciptakan oleh manusia untuk mempererat hubungan antar keduanya, maupun per-kelompok agar timbul rasa kasih sayang dan persaudaraan.

 Menghormati Keputusan

Menghormati memiliki arti menghargai; menjunjung tinggi: mengakui dan mentaati (tentang aturan, perjanjian), sedangkan keputusan : adalah perihal yang berkaitan dengan putusan segala putusan yang telah ditetapkan (sesudah dipertimbangkan, dipikirkan dan sebagainya). Jadi seorang ASN harus selalu mengakui dan menaati segala apapun yang telah menjadi ketetapan pemerintah.

 Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, bahawa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab, apabila tidak mau bertanggung jawab maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu.

(25)

17

 Gotong Royong

Gotong royong adalah sikap bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang di inginkan bersama.

 Sosial

Sosial adalah berkenaan dengan masyarakat; suka memperhatikan kepentingan umum (suka menolong, menderma).

 Hidup Sederhana

Hidup sederhana yaitu menjalani kehidupan dengan tidak berlebih-lebihan dan bersahaja.

 Menghargai Karya Orang Lain

Menghargai disini memiliki arti menghormati; mengindahkan; memandang penting. Karya adalah kerja, pekerjaan, hasil perbuatan; ciptaan (terutama hasil karangan). Menghargai karya orang lain artinya bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap yang memiliki karya.

3. Etika Publik

Etika publik merupakan refleksi tetang standar / norma yang menentukan baik / buruk, benar / salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

Adapun indikator dari etika publik adalah sebagai berikut:

 Jujur

Jujur yaitu berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran yang ada berkata apa adanya tidak curang (misalnya dalam permainan, dengan mengikuti aturan yang berlaku tulus; ikhlas).

 Cermat

Cermat adalah sikap hati-hati, teliti, sungguh-sungguh, ikhlas, rajin dan ulet dalam melakukan pekerjaan.

 Sopan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sopan adalah hormat dan takzim (akan, kepada); tertib menurut adat yang baik.

 Taat perintah

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) taat yaitu senantiasa tunduk, tidak berlaku curang, setia. Sedangkan perintah yaitu aba-aba, komando, aturan dari pihak atasan yang harus dilakukan, sehingga dapat

(26)

18

disimpulkan taat perintah adalah senantiasa tunduk dan setia melakukan aba-aba atau komando dari pihak atasan yang harus dilakukan.

 Bertanggung Jawab

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

 Integritas

Suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan nilai dan prinsip.

 Disiplin

Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya. Atau juga kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu system yang mengharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, perintah dan peraturan yang berlaku.

Dengan kata lain, disiplin adalah sikap menaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan tanpa pamrih.

 Hormat

Hormat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah menghargai (Takzim, khidmat, sopan).

 Taat Pada Peraturan Perundang-Undangan

Taat yaitu senantiasa tunduk, tidak berlaku curang, setia, kata peraturan memilik arti tataan (petujuk, kaidah, ketentuan) yang dibuat untuk mengatur. Sedangkan perundang-undangan adalah, yang bertalian dengan undang-undang; seluk-beluk undang-undang. Sehingga taat pada peraturan perundang-undangan memiliki makna sikap taan terhadap ketentuan yang berkaitan dengan undang-undang.

 Menjaga Rahasia

Menjaga yaitu memeliharakan, merawat, mengawasi supaya tidak mendatangkan bahaya sedangkan rahasia sesuatu yang sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain, dapat disimpulkan menjaga rahasia berarti memelihara atau mengawasi sesuatu yang sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain.

(27)

19 4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu merupakan pemahaman konsep mengenai efektivitas, efisiensi, inovasi, dan mutu penyelenggaraan Pemerintah.

 Efektivitas

Efektivitas berasal dari kata efektif yang diartikan dengan ada efeknya (ada akibatnya, pengaruh, dan kesannya (manjur atau mujarab).

 Efisiensi

Efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan tepat waktu dan mampu menjalankan tugas dengan cermat, dan berdaya guna.

 Berorientasi Mutu

Berorientasi yaitu melihat-lihat / meninjau / mempunyai kecenderungan pandangan / menitik beratkan pandangan. Mutu yaitu ukuran / baik buruk suatu benda / kadar / taraf / derajat/ kualitas. Berorientasi mutu memiliki makna memiliki pandangan terhadap standar suatu hal.

 Inovasi

Inovasi adalah penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya/ gagasan/ ide/ pembaharuan.

5. Anti Korupsi

Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Dalam bahasa yunani corruption adalah perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menympang dari kesucian, melanggar norma-norma agama, material, mental dan umum. Sehingga anti korupsi dapat diartikan sebagai tidakan menolah terhadap sikap-sikap tersebut. Adapun nilai-nilai indicator dari anti korupsi adalah sebagai berikut:

 Disiplin

Disiplin yaitu tata tertib/ketaatan kepada peraturana/ kondisi yang merupakan perwujudan sikap mental dan perilaku suatu bangsa ditinjau dari aspek kepatuhan dan ketaatan terhadap ketentuan peraturan dan hukum yang berlaku di kehidupan berbangsa dan bernegara.

 Sederhana

Sederhana adalah sikap bersahaja tidak berlebih-lebihan; sedang; tidak banyak seluk-beluknya; tidak banyak pernik; lugas.

(28)

20

 Mandiri

Mandiri yaitu dalam keadaan dapat berdiri sentdiri; tidak bergantung pada orang lain.

 Jujur

Jujur yaitu berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran yang ada berkata apa adanya tidak curang (misalnya dalam permainan, dengan mengikuti aturan yang berlaku tulus; ikhlas.

 Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, bahawa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab, apabila tidak mau bertanggung jawab maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu.

 Kerja Keras

Menurut KBBI Kerja keras adalah kegiatan yang dikerjakan secara sungguh-sungguh tanpa mengenal Lelah atau berhenti sebelum target.

 Adil

Adil adalah sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak.

 Berani

Berani yaitu mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan dan sebagainya.

 Peduli

Peduli yaitu memperhatikan, mengindahkan, menghiraukan.

3.2. Peran dan Kedudukan PNS dalam NKRI 1. Whole of Government (WoG)

Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintah dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.

(29)

21

Adapun indikator nilai Whole of Government antara lain : a) Koordinasi

Secara umum koordinasi adalah menyelaraskan atau menyeimbangkan kegiatan kerja dari satu pihak dengan pihak lain demi mencapai tujuan masing-masing pihak dan berakhir dengan tujuan bersama.

b) Kolaborasi

Kolaborasi adalah suatu bentuk interaksi diskusi, kompromi, kerjasama yang berhubungan dengan individu, kelompok atau beberapa pihak lainnya baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

c) Komunikasi

Komunikasi dipahami sebagai proses penyampaian informasi atau pesan oleh seorang komunikator kepada komunikan melalui berkesinambungan.

2. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Dimana pegawai ASN memiliki kedudukan sebagai Aparatur Negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah.

Untuk menjalankan kedudukannya maka pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta sebagai perekat dan pemersatu Bangsa. Selanjutnya Pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik serta bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Ada beberapa asas manajemen ASN yaitu kepastian hukum, profesionalisme, proporsionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif, efisien, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan, kesatuan, keadilan dan kesetaraan, serta kesejahteraan. Berikut indikator nilai manajemen ASN adalah:

a) Profesional

Kata “profesional” diadaptasi dari bahasa Inggris “profess” yang secara etimologis berasal dari bahasa Latin “professus” yang mengandung arti menyatakan atau mengakui. Menurut asal katanya tersebut, pengertian profesional adalah orang-orang yang menyatakan keahliannya kepada orang lain, dan bersumpah untuk melakukan profesinya dengan standar

(30)

22

tertinggi. Dengan kata lain, menjadi seorang profesional berarti menempatkan kualitas pekerjaan yang baik di atas keuntungan ekonomi dari pekerjaannya. Dengan kata lain, profesional sangat memperhatikan kualitas dan integritas dalam melaksanakan pekerjaannya.

b) Kepastian hukum

Kepastian hukum yaitu perangkat hukum suatu negara yang mampu menjamin hak dan kewajiban setiap warga Negara.

3. Pelayanan Publik

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik, pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Berikut adalah nilai indokator dari pelayanan publik : a) Ramah

Ramah adalah baik hati dan menarik budi bahasanya; manis tutur kata dan sikapnya serta suka bergaul dan menyenangkan dalam pergaulan.

b) Kepastian waktu

Kepastian memiliki arti perihal (keadaan pasti); ketentuan; ketetapan.

Sedangkan waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Maka dapat disimpulkan bahwa kepastian waktu adalah ketentuan suatu keadaan dimulai dan berapa lama berlangsung.

c) Kelengkapan sarana dan prasarana

Sarana adalah segala suatu yang dapat dijadikan sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan; alat; media. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek dan sebagainya).

d) Kejelasan

Kejelasan merupakan keadaan jelas; kejernihan dan kegamblangan.

(31)

23

BAB IV. RANCANGAN AKTUALISASI

4.1. Identifikasi Isu dan Gagasan Pemecahan Isu

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia isu memiliki arti masalah yang dikedepankan, kabar yang tidak jelas asal usulnya dan tidak terjamin kebenarannya. Maka dapat disimpulkan bahwa isu adalah masalah yang terjadi dari dalam maupun dari luar organisasi harus segera ditanggapi karena dapat memberikan efek negatif dan dapat berlanjut pada tahap kritis bagi organisasi tersebut bila tidak ditangani secara baik. Adapun isu yang terdapat di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut :

1. Masih belum efektifnya pengambilan data perikanan

Data memiliki fungsi yang sangat penting bagi kinerja dan kelancaran kerja suatu instansi pemerintah. Instansi pemerintah membutuhkan penyusunan data yang baik agar dapat membantu para pimpinan/pengambilan kebijakan dalam menyusun rencana kegiatan dan menyusun sebuah keputusan. Data adalah modal utama keberhasilan perencanaan sebuah pekerjaan, dapat dikatakan bahwa data adalah pemandu untuk menetukan arah dalam pembuatan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan. Namun dalam implementasinya pengambilan data harga ikan masih belum efektif karena belum adanya standar operasional prosedur yang ditetapkan untuk mengambil data sehingga pelaksanaan pengambilan data tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Bila kegiatan yang yang dilakukan tidak berjalan sesuai rencana dikhawatirkan data yang didapatkan tidak optimal dan diragukan keakuratannya sehingga ini menjadi isu yang penting untuk diangkat dalam aktulisasi ini. Isu ini berasal dari analisa pimpinan terhadap situasi yang terjadi di Dinas Perikanan saat ini.

2. Masih belum stabilnya harga ikan di pasaran

Berdasarkan keluhan masyarakat akan fluktuasi harga ikan dimana saat air sungai pasang susah mendapatkan ikan sehingga harga melambung naik, sedangkan saat air sungai surut sangat mudah mendapatkan ikan sehingga harga menjadi rendah menjadi isu yang selalu hangat diperbincangkan masyarakat. Hal ini terjadi karena belum adanya sarana penyimpanan ikan yang memadai untuk menampung ikan di masa air sungai surut.

(32)

24

3. Minimnya penerapan proses rantai dingin pada distribusi ikan

Menurut opini dari pimpinan terhadap sistem distribusi ikan. Mutu ikan seharusnya menjadi poin utama yang diperhatikan dalam proses distribusi ikan dari produsen ke pelanggan. Namun kenyataannya pelaku usaha masih belum benar-benar menyadari pentingnya mempertahankan mutu ikan padahal mutu ikan yang terjaga dapat mempengaruhi nilai jual ikan.

Proses rantai dingin atau biasa di kenal dengan cold chain system merupakan salah satu solusi untuk mempertahankan mutu ikan yaitu dengan mempertahankan suhu ikan dibawah 0oC di setiap tahapan proses distribusi. Namun sistem ini belum dapat dilakukan secara optimal karena keterbatasan sarana dan prasana, kunci utama dari sistem rantai dingin ini adalah es yang berfungsi menjaga suhu ikan, namun di Kabupaten Kapuas Hulu belum terdapat pabrik es, sehingga masyarakat hanya mengandalkan freezer untuk membuat es yang mana tidak semua masyarakat memiliki freezer sehingga biaya distribusi relatif tinggi.

Dalam menyikapi isu-isu yang ditemukan, maka isu tersebut akan dianalisis untuk menentukan isu prioritas. Teknik tapisan ilmu yang digunakan adalah tenik analisis APKL. Analisis APKL merupakan alat bantu untuk menganalisis ketepatan dan kualitas isu dengan memperhatikan tingkat aktual, problematik, kekhalayakan, dan layak dari isu-isu yang ditemukan di lingkungan kerja. Penentuan isu aktual dilakukan dengan menggunakan skala dengan rentang angka dari 1-5 yang menyatakan bahwa isu tersebut : (1) = Tidak Penting;

(2) = Kurang Penting; (3) = Cukup Penting; (4) = Penting dan (5) = Sangat Penting pada kriteria Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak (APKL). Analisa penilaian kualitas isu menggunakan metode APKL dapat dilihat pada Tabel 3. Isu Aktual di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu.

(33)

25

Tabel 3. Isu Aktual di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu

NO ISU A P K L JUMLAH RANGKING

1 Masih belum efektifnya pengambilan data harga ikan (knowledge Others)

5 5 5 5 20 1

2 Masih belum stabilnya harga ikan di pasaran (Public at Large)

5 3 5 5 18 2

3 Minimnya penerapan proses rantai dingin pada distribusi ikan (Knowledge Others)

3 4 4 5 16 3

Dari analisis isu menggunakan teknik APKL maka didapatkalah isu prioritas di Dinas Perikanan yang mendapatkan rangking pertama yaitu “masih belum efektifnya pengambilan data harga ikan”, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

1. Belum tersedianya Standar Operasional Prosedur pengambilan data harga ikan

Dalam melakukan setiap kegiatan seyogyanya ada Standar Operasional Prosedur yang digunakan sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan agar hasil dari kegiatan yang dilakukan sesuai dengan hasil yang diharapkan. Namun kondisi yang ada saat ini belum tersedia SOP bagi kegiatan pengumpulan data harga ikan.

2. Tidak tersedianya database tentang pedagang ikan

Tidak tersedianya database pedagang ikan membuat proses pengambilan data harga ikan menjadi lebih rumit karna harus terlebih dahulu menelusuri keberadaan setiap pelaku usaha.

3. Kurangnya tenaga Analis Pasar Hasil Perikanan

Kuantitas Sumber Daya Manusia juga menjadi salah satu penyebab belum efektifnya pengambilan data harga ikan. Saat ini baru terdapat 2 (dua) analis pasar hasil perikanan untuk mengumpulkan dan menganalisa data harga ikan di Kabupaten Kapuas Hulu.

(34)

26

Setelah faktor penyebab isu didata maka perlu dilakukan analisis untuk menentukan masalah utama penyebab isu. Alat bantu tapisan yang digunakan adalah Urgency, Seriousness, Growth (USG) yang merupakan salah satu alat untuk menyusun urutan prioritas isu yang harus diselesaikan. Caranya dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan dan perkembangan isu dengan menentukan skala nilai 1 – 5. Isu yang memiliki total skor tertinggi merupakan masalah utama (Ismowati, 2018).

Tabel 4. Masalah Pokok di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu

MASALAH U S G JUMLAH RANGKING

Belum tersedianya Standar Operasional Prosedur

pengambilan data harga ikan

5 5 5 15 1

Tidak tersedianya database

tentang pedagang ikan / pedagang grosir ikan

4 4 4 12 2

Kurangnya tenaga Analis Pasar Hasil Perikanan

3 3 3 9 3

Dari analisis menggunakan metode USG pada Tabel 4 didapatkan penyebab utama dari isu prioritas yaitu belum tersedianya Standar Operasional prosedur pengambilan data harga ikan. Dari hasil dua sistem analisa tersebut, maka gagasan yang ditetapkan untuk penulisan rancangan aktualisasi ini adalah

“Efektivitas Pengambilan Data Perikanan Dengan Pembuatan SOP Pengambilan Data Harga Ikan di DInas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu”

Menurut Laksmi (2008:52) Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari pekerjaan dengan biaya serendah-rendahnya. SOP pengambilan data harga ikan dapat dijadikan acuan pelaksanaan kegiatan pengambilan data harga ikan sehinga diharapkan data yang didapatkan dapat lebih optimal karena pelaksanaan kegiatan sudah sesuai dengan rencana yang ditetapkan

(35)

27 4.2. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Tabel 5. Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja : Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu

Identifikasi Isu : 1. Masih kurangnya efektifitas pengambilan data harga ikan 2. Masih belum stabilnya harga ikan di pasaran

3. Minimnya penerapan proses rantai dingin pada distribusi ikan Isu yang diangkat : Masih kurangnya efektivitas pengambilan data harga ikan

Gagasan Pemecahan Isu : Efektivitas Pengambilan Data Perikanan Dengan Pembuatan SOP Pengambilan Data Harga Ikan di DInas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu

No Kegiatan Tahapan Kegiatan

Output / Hasil

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi- Misi Organisasi

Penguatan Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

1 Konsutasi dengan mentor

1. Menyiapkan bahan konsultasi dengan mentor

Notulen hasil konsultasi

1. Saya datang ke tempat kerja dengan tepat waktu (Anti Korupsi : Disiplin).

Sebelum memulai

pekerjaan saya selalu menyalakan laptop dan menyiapkan alat tulis

Dengan tersedianya notulen hasil konsultasi, maka saya

mendukung visi dan misi

Dengan tersedianya notulen hasil konsultasi, maka saya memperkuat nilai-nilai

organisasi yaitu :

(36)

28

(Akuntabilitas:

Konsisten). Setelah itu saya akan membuat daftar tentang apa saja yang akan saya konsultasikan dengan mentor (Komitmen mutu:

Efektivitas).

organisasi yaitu:

“Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan tersedianya infastruktur publik yang berbasis transparansi, responsibilitas dan

akuntabilitas”

“Kejelasan Target”

2. Membuat janji temu dengan mentor

2. Saya akan membuat janji dengan mentor dengan menggunakan kata-kata

yang baik untuk

menentukan waktu

pertemuan (Etika publik : Sopan) (Pelayanan publik : Ramah).

3. Melakukan konsultasi dan mencatat hasil konsultasi

3. Sebelum memasuki ruang mentor saya akan memberi salam terlebih dahulu (Nasionalisme : Hormat menghormati).

Saya berkoordinasi dengan

(37)

29

mentor dengan

mengemukakan semua rencana dan permasalahan yang dihadapi secara nyata dan jelas (Akuntabilitas : Transparan) (WoG : Koordinasi).

Setelah berdiskusi dengan mentor saya akan meminta persetujuan untuk langkah selanjutnya yang harus saya lakukan (Akuntabiltas : Partisipatif) (Manajemen ASN : Profesional).

2. Mengumpulkan informasi dasar penyusunan SOP

Pengambilan Data Harga Ikan

1. Mencari aturan terkait

pembuatan SOP

Terkumpulnya informasi dasar

penyusunan SOP

Pengambilan Data Harga

1. Saya melakukan pencarian aturan terkait pembuatan SOP untuk mendukung kelancaran

penyusunan SOP

(Akuntabilitas : Tanggung jawab). Saya akan mencari

Dengan terkumpulnya informasi dasar penyusunan SOP

pengambilan data harga ikan

Dengan tersedianya informasi dasar penyusunan SOP pengambilan data harga ikan, maka saya memperkuat

(38)

30

Ikan aturan terkait pembuatan SOP sendiri tanpa merepotkan orang lain (Anti korupsi : Mandiri) (Manajemen ASN : Kepastian hukum).

, maka saya mendukung visi dan misi

organisasi yaitu:

“Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan tersedianya infastruktur publik yang berbasis transparansi, responsibilitas dan

akuntabilitas”

nilai-nilai

organisasi yaitu :

“Berorientasi mutu”

2. Mencari referensi SOP tentang

pengambilan data

2. Saya akan berusaha mencari contoh SOP yang sudah ada di Dinas (Nasionalisme : Kerja

keras) (WoG :

Koordinasi). Selain itu saya juga mencatat sumber dari SOP tersebut sesuai kenyataannya (Etika publik : Jujur). Saya akan memilih dan memilah contoh SOP yang relevan terkait dengan tugas pokok dan fungsi dalam pengambilan data harga ikan (Komitmen

(39)

31

mutu : Berorientasi mutu).

Saya akan menyelesaikan proses pencarian referensi SOP sesuai jadwal yang ditentukan (Anti Korupsi : Disiplin) (Pelayanan publik : Kepastian waktu).

3 Menyusun Konsep SOP Pengambilan Data Harga Ikan

1. Mempelajari aturan terkait dan referensi SOP yang sudah ada

Tersusunnya konsep SOP pengambilan data harga ikan

1. Saya akan mempelajari setiap aturan dan refisi yang didapat dengan teliti (Etika publik : Cermat

Dengan tersusunnya konsep SOP pengambilan data harga ikan, maka saya mendukung visi dan misi

organisasi yaitu:

“Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan

Dengan tersedianya konsep SOP pengambilan data harga ikan, maka saya memperkuat nilai-nilai

organisasi yaitu :

“Berorientasi mutu”

2. Membuat konsep awal SOP

pengambilan data harga ikan

2. Saya akan

mempersiapkan laptop saya sendiri untuk membuat konsep (Nasionalisme : Tidak menggunakan hak yang bukan miliknya) (Pelayanan publik : Kelengkapan sarana dan prasarana). Saya akan

(40)

32

membuat konsep SOP yang tidak berbelit-belit (Anti Korupsi : Sederhana).

Agar proses pengambilan data dapat maksimal dengan tahapan yang sederhana (Komitmen mutu : Efisien). Saya akan meminta saran pada rekan kerja (WoG : Kolaborasi).

Saya akan menyelesaikan konsep SOP sesuai batas waktu yang ditentukan (Akuntabilitas : Kejelasan target).

tersedianya infastruktur publik yang berbasis transparansi, responsibilitas dan

akuntabilitas”

4 Konsultasi kepada mentor

1. Menyiapkan bahan

konsultasi ke mentor

Notulen hasil konsultasi

1. Saya selalu terlebih dahulu menyiapkan bahan konsultasi ke mentor (Akuntabilitas : Konsisten) (Manajemen ASN : Profesional).

Dengan tersedianya notulen hasil konsultasi, maka saya

mendukung visi

Dengan tersedianya notulen hasil konsultasi, maka saya memperkuat nilai-nilai

(41)

33 2. Membuat janji

temu dengan mentor

2. Saya menemui mentor dengan menggunakan pakaian yang rapi untuk

menentukan waktu

pertemuan (Etika publik :

Sopan) (WoG :

Komunikasi).

dan misi

organisasi yaitu:

“Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan tersedianya infastruktur publik yang berbasis transparansi, responsibilitas dan

akuntabilitas”

organisasi yaitu :

“Kejelasan Target”

3. Melakukan konsultasi terkait konsep SOP yang telah dibuat

3. Saya menemui mentor sesuai dengan jadwal yang disepakati (Anti Korupsi : Disiplin). Saya menjelaskan konsep SOP secara kronologi kepada mentor agar mudah dipahami (Komitmen mutu : Efektif) (Pelayanan publik : Kejelasan).

Saya akan menulis hasil konsultasi sesuai dengan arahan, saran dan kritik yang diberikan mentor

(42)

34

(Nasionalisme : Jujur).

5 Penyempurnaan SOP

Pengambilan Data Harga Ikan

1. Mempelajari hasil konsultasi dengan mentor

Tersedianya SOP

Pengambilan Data Harga Ikan

1. Saya selalu mempelajari arahan mentor sebelum melakukan penyempurnaan SOP (Akuntabilitas : Konsisten).

Dengan tersedianya SOP

pengambilan data harga ikan,

maka saya

mendukung visi

dan misi

organisasi yaitu:

“Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan tersedianya infastruktur publik yang berbasis transparansi, responsibilitas

Dengan

tersedianya SOP pengambilan data harga ikan, maka saya memperkuat nilai-nilai

organisasi yaitu :

“Berorientasi mutu”.

2. Melakukan penyempurnaan atas koreksi yang diberikan mentor

2. Saya melakukan revisi sesuatu arahan mentor (Etika publik : Taat perintah) (WoG : Kolaborasi). saya tetap mengacu pada aturan pembuatan SOP dalam

melakukan revisi

(Komitmen mutu : Berorientasi mutu) (Manajemen ASN : Kepastian hukum).

3. Menyampaikan hasil

penyempurnaan

3. Saya akan menggunakan fasilitas kantor dengan baik untuk mencetak hasil

(43)

35 SOP

Pengambilan Data Harga Ikan pada mentor

penyempurnaan SOP

(Nasionalime :

Kepentingan bersama) (Pelayanan publik : Kelengkapan sarana dan prasarana). Saya akan menyampaikan

penyempurnaan SOP sesuai waktu yang ditetapkan mentor (Anti Korupsi : Disiplin).

dan

akuntabilitas”

Coach

Sagitarisman, S.I.P NIP. 19881211 201402 1 001

Menyetujui, Mentor

Sulaiman, S.PKP, MM NIP. 19680708 200502 1 001

Putussibau, 1 Juli 2021 Peserta

Aries Nur Sejati, A.Md NIP. 19890505 202012 2 017

(44)

36 4.3. Rancangan Jadwal Kegiatan

Berikut rancangan jadwal implementasi aktualisasi pada Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu :

Tabel 6. Rancangan Jadwal Implementasi Aktualisasi Nama Peserta : Aries Nur Sejati, A.Md

Instansi : Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu Tempat Aktualisasi : Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu

No Kegiatan Tanggal

Pelaksanaan Output 1 Konsutasi dengan

mentor

6 – 8 Juli 2021 Notulen hasil konsultasi

2 Mengumpulkan

informasi dasar penyusunan SOP Pengambilan Data Harga Ikan

9 – 13 Juli 2021 Terkumpulnya informasi dasar penyusunan SOP Pengambilan Data Harga Ikan

3 Menyusun Konsep SOP Pengambilan Data Harga Ikan

14 – 23 Juli 2021 Tersusunnya

konsep SOP

pengambilan data harga ikan

4 Konsultasi kepada mentor

24 – 26 Juli 2021 Notulen hasil konsultasi

5 Penyempurnaan SOP Pengambilan Data Harga Ikan

27 – 1 Agustus 2021

Tersedianya SOP Pengambilan Data Harga Ikan

Mentor

Sulaiman, S.PKP, MM NIP. 19680708 200502 1 001

Peserta

Aries Nur Sejati, A.Md NIP. 19890505 202012 2 017

Gambar

Tabel 1. Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Dinas Perikanan Kabupaten  Kapuas Hulu
Tabel 2. Sarana dan Prasarana Dinas Perikanan Sampai Dengan TA. 2020
Tabel 3. Isu Aktual di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu
Tabel 4. Masalah Pokok di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu
+5

Referensi

Dokumen terkait

Diklat CPNS Melalui Kegiatan habituasi, peserta pelatihan dasar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) dapat membiasakan diri untuk menerapkan nilai-nilai dasar

Dalam kegiatan habituasi, penyusun yaitu peserta Pelatihan Dasar CPNS yang merupakan seorang guru Bahasa Inggris akan mengaktualisasikan sebuah Metode pembelajaran

dalam melaksanakan tugas sebagai pembina upacara bendera saya mengaktualisasikan nilai menjunjung tinggi nilai standar etika yang luhur dengan teknik menghormati norma norma

dalam melaksanakan tugas sebagai pembina upacara bendera saya mengaktualisasikan nilai menjunjung tinggi nilai standar etika yang luhur dengan teknik menghormati norma norma

Melalui Kegiatan habituasi, peserta pelatihan dasar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) diharapkan dapat membiasakan diri untuk menerapkan nilai-nilai dasar ASN

Tujuan aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar adalah peserta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen

91 RENCANA TINDAK LANJUT AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI – NILAI DASAR SESUAI DENGAN PERAN DAN KEDUDUKAN PNS DALAM MEWUJUDKAN SMART GOVERNANCE Yang bertanda tangan di bawah ini :

Kegiatan aktualisasi dan habituasi di BPKPAD Kabupaten bisa berjalan dengan tertib dan efektif sesuai dengan nilai-nilai dasar BerAKHLAK dan kedudukan serta peran PNS dalam mewujudkan