• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancangan Aktualisasi Bidan Pelaksana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rancangan Aktualisasi Bidan Pelaksana"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI

NILAI – – NILAI DASAR PNS NILAI DASAR PNS

UPAYA PENINGKATAN PENCAPAIAN TARGET AKSEPTOR KB UPAYA PENINGKATAN PENCAPAIAN TARGET AKSEPTOR KB METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH

KERJA PUSKESMAS KARANGMALANG KECAMATAN MIJEN KERJA PUSKESMAS KARANGMALANG KECAMATAN MIJEN

KOTA SEMARANG KOTA SEMARANG

Disusun oleh: Disusun oleh:

Nama

Nama : : Bintang Bintang Anggun Anggun Atika Atika PalupiPalupi NIP

NIP : : 19941101 19941101 201902 201902 2 2 010010 Nomor

Nomor Presensi Presensi : : 1212 Gol

Gol / / Angkatan Angkatan : : II II / / 33 Jabatan

Jabatan : : Calon BidanCalon Bidan Unit

Unit Kerja Kerja : : Puskesmas Puskesmas KarangmalangKarangmalang Kota Semarang

Kota Semarang Coach

Coach : : Tri Mardiyanti Tri Mardiyanti Ratnasari, Ratnasari, SE. SE. M.Acc.M.Acc. Mentor

Mentor : : dr. dr. Anasih Anasih RachmawatiRachmawati

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 3 PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 3

PEMERINTAH KOTA SEMARANG PEMERINTAH KOTA SEMARANG

BEKERJASAMA DENGAN BEKERJASAMA DENGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH

PROVINSI JAWA TENGAH PROVINSI JAWA TENGAH

2019 2019

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) Judul

Judul : : Upaya Upaya Peningkatan Peningkatan Pencapaian Pencapaian Target Target Akseptor Akseptor KBKB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Wilayah Kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang

Mijen Kota Semarang

Nama

Nama : : Bintang Bintang Anggun Anggun Atika Atika PalupiPalupi NIP

NIP : : 19941101 19941101 201902 201902 2 2 010010  Angkatan

 Angkatan : III: III No. Presensi : 12 No. Presensi : 12

Disetujui untuk diseminarkan pada : Disetujui untuk diseminarkan pada : Hari

Hari : : JumatJumat Tanggal

Tanggal : : 03 03 Mei Mei 20192019 Tempat

Tempat : : Balai Balai Pendidikan Pendidikan dan dan Pelatihan Pelatihan Kota Kota SemarangSemarang

Semarang, 03 Mei 2019 Semarang, 03 Mei 2019 Peserta Pelatihan Dasar CPNS Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Bintang Anggun Atika Palupi Bintang Anggun Atika Palupi NIP. 19941101 201902 2 010 NIP. 19941101 201902 2 010 Menyetujui Menyetujui Pembimbing/Coach Mentor Pembimbing/Coach Mentor

Tri Mardiyanti Ratnasari, SE. M.Acc

Tri Mardiyanti Ratnasari, SE. M.Acc.. dr. Anasih Rachmawatidr. Anasih Rachmawati Widyaiswara

Widyaiswara Ahli Ahli Muda Muda Ka. Ka. Puskesmas Puskesmas KarangmalangKarangmalang NIP.

(3)

LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul :

Judul : Upaya Peningkatan Pencapaian Target Akseptor KBUpaya Peningkatan Pencapaian Target Akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Wilayah Kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang

Mijen Kota Semarang Nama

Nama : : Bintang Bintang Anggun Anggun Atika Atika PalupiPalupi NIP

NIP : : 19941101 19941101 201902 201902 2 2 010010 No. Presensi : 12

No. Presensi : 12

Dinyatakan layak untuk diaktualisasikan dalam habituasi. Dinyatakan layak untuk diaktualisasikan dalam habituasi. Disahkan pada

Disahkan pada Hari

Hari : : JumatJumat Tanggal

Tanggal : : 03 03 Mei Mei 20192019 Tempat

Tempat : : Balai Balai Pendidikan Pendidikan dan dan Pelatihan Pelatihan Kota Kota SemarangSemarang Semarang, 03 Mei 2019

Semarang, 03 Mei 2019 Peserta Pelatihan Dasar CPNS Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Bintang Anggun Atika Palupi Bintang Anggun Atika Palupi NIP. 19941101 201902 2 010 NIP. 19941101 201902 2 010 Menyetujui Menyetujui Pembimbing/Coach Mentor Pembimbing/Coach Mentor

Tri Mardiyanti Ratnasari, SE. M.Acc.

Tri Mardiyanti Ratnasari, SE. M.Acc. dr. Anasih Rachmawatidr. Anasih Rachmawati Widyaiswara

Widyaiswara Ahli Ahli Muda Muda Ka. Ka. Puskesmas Puskesmas KarangmalangKarangmalang NIP.

NIP. 19710317 19710317 199703 199703 2 2 005 005 NIP. NIP. 19710117 19710117 200212 200212 2 2 003003 Narasumber

(4)

PRAKATA PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Aktualisasi yang Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Aktualisasi yang berjudul “

berjudul “Upaya Peningkatan Pencapaian Target Akseptor KB MetodeUpaya Peningkatan Pencapaian Target Akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang

Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang” sebagai salah satu” sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II syarat untuk menyelesaikan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Pemerintah Kota Semarang dengan baik, dimana Pemerintah Kota Pemerintah Kota Semarang dengan baik, dimana Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Semarang bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan pada rancangan Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan pada rancangan  Aktualisasi

 Aktualisasi ini ini diharapkan diharapkan mampu mampu mencerminkan mencerminkan nilai-nilai nilai-nilai dasar dasar profesiprofesi  Aparatur

 Aparatur Sipil Sipil Negara Negara (ASN) (ASN) yang yang meliputi meliputi materi materi tentang tentang Akuntabilitas,Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) yang dapat diterapkan di unit kerja.

yang dapat diterapkan di unit kerja.

Penulisan aktualisasi ini tidak terlepas dari bimbingan, dorongan Penulisan aktualisasi ini tidak terlepas dari bimbingan, dorongan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah turut serta membantu terima kasih pada semua pihak yang telah turut serta membantu penyusunan rancangan ini kepada :

penyusunan rancangan ini kepada : 1.

1. Drs. Drs. Mohamad Arief Mohamad Arief Irwanto, Irwanto, M.Si M.Si selaku selaku Kepala BadanKepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi

Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa TengahJawa Tengah yang telah memfasilitasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan yang telah memfasilitasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan III;

III;

2. Ir. Zulkifli Sahardin, M.BA selaku narasumber atau penguji, yang 2. Ir. Zulkifli Sahardin, M.BA selaku narasumber atau penguji, yang memberikan masukan dan arahan sehingga rancangan aktualisasi ini memberikan masukan dan arahan sehingga rancangan aktualisasi ini dapat diterapkan dengan baik;

dapat diterapkan dengan baik;

3. dr. Anasih Rachmawati selaku mentor yang telah memberikan 3. dr. Anasih Rachmawati selaku mentor yang telah memberikan masukan dan arahan sehingga rancangan aktualisasi ini dapat masukan dan arahan sehingga rancangan aktualisasi ini dapat diselesaikan dengan baik;

diselesaikan dengan baik; 4.

4. Tri Mardiyanti Ratnasari, SE. M.AcTri Mardiyanti Ratnasari, SE. M.Acc. selaku pembimbing yanc. selaku pembimbing yang telahg telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sehingga memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sehingga aktualisasi ini dapat

(5)

5.

5. Seluruh Widyaiswara Seluruh Widyaiswara yang telah yang telah memberikan ilmunya memberikan ilmunya selamaselama kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan III

kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan III ;;

6. Seluruh panitia penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS Golongan II 6. Seluruh panitia penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS Golongan II

 Angkatan III;  Angkatan III;

7. Seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II khususnya 7. Seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II khususnya

 Angkatan III atas inspirasi, keko

 Angkatan III atas inspirasi, kekompakan, bantuan dan dukmpakan, bantuan dan dukungannya;ungannya; 8.

8. Orang tua sayOrang tua saya, terimakasih atas a, terimakasih atas bantuan, fasilitas, dorobantuan, fasilitas, dorongan dan doangan dan doa yang tidak pernah putus. Semoga penulis dapat memberikan yang yang tidak pernah putus. Semoga penulis dapat memberikan yang terbaik untuk kalian.

terbaik untuk kalian.

Penulis menyadari dalam aktualisasi ini masih banyak kekurangan, Penulis menyadari dalam aktualisasi ini masih banyak kekurangan, untuk itu penulis berharap kepada semua pihak agar memberikan kritik untuk itu penulis berharap kepada semua pihak agar memberikan kritik dan saran yang membangun untuk penyempurnaan aktualisasi ini. dan saran yang membangun untuk penyempurnaan aktualisasi ini. Semoga aktualisasi ini dapat memberikan manfaat dan juga dapat Semoga aktualisasi ini dapat memberikan manfaat dan juga dapat diterpakan di lingkungan kerja dengan sebaik-baiknya, serta dapat diterpakan di lingkungan kerja dengan sebaik-baiknya, serta dapat dikembangan lebih lanjut.

dikembangan lebih lanjut.

Demikian yang dapat penulis sampaikan. Semoga aktualisasi ini Demikian yang dapat penulis sampaikan. Semoga aktualisasi ini bermanfaat bagi semua pihak.

bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang, 01 Mei 2019 Semarang, 01 Mei 2019

Penulis Penulis

Bintang Anggun Atika Palupi Bintang Anggun Atika Palupi NIP. 19941101 201902 2 010 NIP. 19941101 201902 2 010

(6)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI HALAMAN COVER ... i HALAMAN COVER ... i HALAMAN PERSETUJUAN ... ii HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

PRAKATA ... iv

PRAKATA ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

BAB I PENDAHULUAN ... 1

 A. Latar Belakan  A. Latar Belakang g ... ... 11 B. Identifikasi Isu ... 3

B. Identifikasi Isu ... 3

C. C. Rumusan Rumusan Masalah ...Masalah ... 8... 8

D. Tujuan ... 8

D. Tujuan ... 8

E. Manfaat ... 9

E. Manfaat ... 9

BAB BAB II II LANDASAN LANDASAN TEORI TEORI ... 10. 10  A. Sikap dan Perilak  A. Sikap dan Perilaku Bela Negara u Bela Negara ... ... 1010 B. Nilai B. Nilai – – nilai Dasar PNS ... 11 nilai Dasar PNS ... 11

C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ... 27

C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ... 27

BAB III STRUKTUR ORGANISASI ... 32

BAB III STRUKTUR ORGANISASI ... 32

 A. Profil Organisasi ...  A. Profil Organisasi ... ... 3232 1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi ... 32

1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi ... 32

2. Nilai dasar, Visi, Misi danTujuan Organisasi ... 33

2. Nilai dasar, Visi, Misi danTujuan Organisasi ... 33

3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsinya ... 38

3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsinya ... 38

B. Keadaan Sumberdaya ... 39

B. Keadaan Sumberdaya ... 39

C. C. Gambaran Singkat Bisnis Gambaran Singkat Bisnis ... ... 4444 D. D. Tugas Tugas Jabatan Jabatan Peserta Peserta Diklat Diklat ... ... 4545 E. Role Model ... 46

E. Role Model ... 46

BAB BAB IV IV RANCANGAN RANCANGAN KEGIATAN KEGIATAN AKTUALISASI AKTUALISASI ... ... 4949  A. Daftar Rancang  A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitanasi dan Keterkaitan dengan Nilai ANEKA ... 49

dengan Nilai ANEKA ... 49

B. Jadwal Rancangan Aktualisasi ... 60

(7)

C.

C. Antisipasi dan Antisipasi dan Strategi MengStrategi Mengahadapi keahadapi kendala ndala ... ... 6161 BAB V PENUTUP ... 63 BAB V PENUTUP ... 63 DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR RIWAYAT HIDUP DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(8)

DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL

Tabel

Tabel 1.1 1.1 Identifikasi Identifikasi Isu Isu ... 4... 4 Tabel

Tabel 1.2 1.2 Identifikasi Identifikasi Isu Isu dengan dengan APKL APKL ... ... 55 Tabel

Tabel 1.3 1.3 Analisis Analisis Isu Isu dengan dengan metode metode USG USG ... . 77 Tabel 3.1 Tabel data tenag

Tabel 3.1 Tabel data tenaga kerja Puskesmas a kerja Puskesmas Karangmalang ...Karangmalang ... ... 3939 Tabel 4.1 Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi ... 51 Tabel 4.1 Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi ... 51 Tabel

Tabel 4.2 4.2 Jadwal Jadwal Rancangan Rancangan Aktualisasi Aktualisasi ... ... 6060 Tabel 4.3 Antisipasi

(9)

DAFTAR GAMBAR DAFTAR GAMBAR

Gambar

Gambar 3.1 3.1 Struktur Struktur Organisasi Organisasi ... 38.... 38 Gambar 3.2 Me

(10)

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN A. Latar Belakang A. Latar Belakang  Aparatur

 Aparatur Sipil Sipil Negara Negara (ASN) (ASN) adalah adalah profesi profesi bagi bagi pegawai pegawai negerinegeri sipil dan

sipil dan pegawai pemerintah pegawai pemerintah dengan perjanjian dengan perjanjian kerja yang bkerja yang bekerja padaekerja pada instansi

instansi pemerintah. Dalam pemerintah. Dalam rangka prangka pelaksanaan elaksanaan cita - cita bcita - cita bangsa daangsa dann mewujudkan tujuan negara sebagaimana tertuang dalam Undang mewujudkan tujuan negara sebagaimana tertuang dalam Undang -Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 perlu dibangun Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 perlu dibangun  Aparatur

 Aparatur Sipil Sipil Negara Negara sebagai sebagai pelaksana pelaksana kebijakan kebijakan yang yang memilikimemiliki integritas,

integritas, profesional, netral dan profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bbebas dari intervensi politik, bersih dariersih dari praktik

praktik korupsi, korupsi, kolusi kolusi dan dan neponepotisme tisme serta serta mampumampu menyelenggarakan

menyelenggarakan pelayanan publik pelayanan publik bagi masyarakat, dan mabagi masyarakat, dan mampumpu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar Negara bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sesuai UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Republik Indonesia tahun 1945 sesuai UU Nomor 5 tahun 2014 tentang  ASN.

 ASN.

Peraturan baru tentang tentang ASN tertuang dalam UU No.5 Peraturan baru tentang tentang ASN tertuang dalam UU No.5 Tahun 2014 sudah secara implisit menghendaki bahwa ASN yang umum Tahun 2014 sudah secara implisit menghendaki bahwa ASN yang umum disebut sebaga

disebut sebagai i birokrat bukan birokrat bukan sekadar merujusekadar merujuk kepada jenis pek kepada jenis pekerjaankerjaan tetapi merujuk kepada sebuah profesi pelayanan publik. ASN perlu tetapi merujuk kepada sebuah profesi pelayanan publik. ASN perlu membuat rancangan aktualisasi khususnya di pelayanan bidang membuat rancangan aktualisasi khususnya di pelayanan bidang kesehatan yang dilaksanakan di instansi P

kesehatan yang dilaksanakan di instansi Puskesmas.uskesmas.

Dewasa ini, pelayanan publik yang dilakukan ASN di bidang Dewasa ini, pelayanan publik yang dilakukan ASN di bidang kesehatan mendapat sorotan publik, terutama tentang kualitas pelayanan kesehatan mendapat sorotan publik, terutama tentang kualitas pelayanan yang kurang memuaskan. Banyaknya masalah yang timbul diakibatkan yang kurang memuaskan. Banyaknya masalah yang timbul diakibatkan kurangnya dan turunnya kesadaran serta kepeduliaan ASN dalam kurangnya dan turunnya kesadaran serta kepeduliaan ASN dalam melaksanakan tugas dan f

melaksanakan tugas dan fungsinyaungsinya Di era

Di era globalisasi masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek,globalisasi masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek, termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sejalan termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sejalan dengan

dengan peningkatan peningkatan pengetahuan dapengetahuan dan teknologi, kebutuhan dn teknologi, kebutuhan dan tuntutanan tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat. Baik masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat. Baik

(11)

pelayanan

pelayanan yang yang bersifatbersifat  preventif,  preventif, promotif, promotif, kuratif kuratif , , maupunmaupun rehabilitative

rehabilitative hal inhal ini menui menunjukan njukan bahwa bahwa pandangan pandangan masyarakat masyarakat terhadapterhadap kesehatan telah semakin meningkat terutama pada kesehatan umum kesehatan telah semakin meningkat terutama pada kesehatan umum masyarakat yang mana hal tersebut berdampak pada tercapainya derajat masyarakat yang mana hal tersebut berdampak pada tercapainya derajat kesehatan yang optimal. Oleh sebab itu perlu pelayanan kesehatan yang kesehatan yang optimal. Oleh sebab itu perlu pelayanan kesehatan yang tepat, cepat dan akurat di Puskesmas dengan berdasarkan nilai-nilai tepat, cepat dan akurat di Puskesmas dengan berdasarkan nilai-nilai dasar ANEKA, yaitu:

dasar ANEKA, yaitu: 1. Akuntabilitas 1. Akuntabilitas 2. Nasionalisme 2. Nasionalisme 3.

3. Etika Etika PublikPublik 4.

4. Komitmen Komitmen MutuMutu 5.

5. Anti Anti KorupsiKorupsi

Berdasarkan PERLAN nomor 12 tahun 2018 tentang Pelatihan Berdasarkan PERLAN nomor 12 tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil disebutkan bahwa CPNS menjalani Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil disebutkan bahwa CPNS menjalani masa percobaan selama 1 (satu) tahun. Setiap Instansi Pemerintah wajib masa percobaan selama 1 (satu) tahun. Setiap Instansi Pemerintah wajib memberikan Pelatihan Dasar CPNS selama Masa Prajabatan memberikan Pelatihan Dasar CPNS selama Masa Prajabatan dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan yang hanya dapat dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan yang hanya dapat diikuti satu kali.

diikuti satu kali.

Pelatihan Dasar CPNS dapat dilaksanakan dalam bentuk pelatihan Pelatihan Dasar CPNS dapat dilaksanakan dalam bentuk pelatihan klasikal dan/atau pelatihan nonklasikal. Selama proses pembelajaran klasikal dan/atau pelatihan nonklasikal. Selama proses pembelajaran secara klasikal yang dilaksanakan pada 18 (delapan belas) hari pertama secara klasikal yang dilaksanakan pada 18 (delapan belas) hari pertama Pelatihan Dasar CPNS dilakukan proses pendampingan. Proses Pelatihan Dasar CPNS dilakukan proses pendampingan. Proses pendampingan dapat dilakukan kegiatan penguatan jasmani, rohani dan pendampingan dapat dilakukan kegiatan penguatan jasmani, rohani dan spiritual. Pelaksanaan pendampingan disesuaikan dengan

spiritual. Pelaksanaan pendampingan disesuaikan dengan lingkungan danlingkungan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi ASN.

ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi ASN.

Pada dasarnya isu bersumber dari individu, unit kerja dan Pada dasarnya isu bersumber dari individu, unit kerja dan organisasi yang terkait dengan peran dan kedudukan ASN pada Negara organisasi yang terkait dengan peran dan kedudukan ASN pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penulis adalah bidan pelaksana di Kesatuan Republik Indonesia. Penulis adalah bidan pelaksana di Puskesmas Karangmalang Kota Semarang. Penulis mengamati bahwa Puskesmas Karangmalang Kota Semarang. Penulis mengamati bahwa terdapat isu

terdapat isu  – –  isu yang terdapat pada unit kerja terkait layanan kepada  isu yang terdapat pada unit kerja terkait layanan kepada pasien. Isu

(12)

1.

1. Kurangnya Kurangnya sosialisasi sosialisasi mengenai mengenai pentingnya pentingnya kunjungan kunjungan neonatus kneonatus kee fasilitas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Karangmalang fasilitas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang;

Kecamatan Mijen Kota Semarang; 2.

2. Kurangnya Kurangnya sosialisai sosialisai mengenai Mmengenai Metode Koetode Kontrasepsi Jantrasepsi Jangka Pangka Panjangnjang (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di wilayah kerja (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di wilayah kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang;

Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang;

3. Kurang optimalnya petugas melakukan sosialisasi mengenai 3. Kurang optimalnya petugas melakukan sosialisasi mengenai

pentingnya imunisasi TT (

pentingnya imunisasi TT (Tetanus Toxoid Tetanus Toxoid ) kepada Wanita Usia Subur) kepada Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang;

Kota Semarang; 4.

4. Kurangnya Kurangnya sosialisasi mengesosialisasi mengenai pentingnynai pentingnya kunjungan a kunjungan ibu nifas ibu nifas keke fasilitas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Karangmalang fasilitas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang;

Kecamatan Mijen Kota Semarang; 5.

5. Kurang Kurang optimalnya optimalnya petugas petugas melakukan melakukan sosialisasi sosialisasi mengenai mengenai gizi padagizi pada ibu hamil untuk mencegah kelahiran dengan Bayi Berat Lahir Rendah ibu hamil untuk mencegah kelahiran dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang.

Kota Semarang.

Untuk kebutuhan aktualisasi, nantinya akan dipilih satu

Untuk kebutuhan aktualisasi, nantinya akan dipilih satu core issuecore issue yang menjadi prioritas untuk dipecahkan melalui gagasan - gagasan yang menjadi prioritas untuk dipecahkan melalui gagasan - gagasan kegiatan kreatif dan inovatif yang dilandasi oleh nilai - nilai dasar PNS kegiatan kreatif dan inovatif yang dilandasi oleh nilai - nilai dasar PNS yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi (ANEKA) yang dituangkan dalam

korupsi (ANEKA) yang dituangkan dalam sebuah rancangan aktualisasi.sebuah rancangan aktualisasi.

B. Identifikasi Isu B. Identifikasi Isu

1. Identifikasi Isu 1. Identifikasi Isu

Rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan di Puskesmas Rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan di Puskesmas Karangmalang yang berdasarkan pada nilai dasar Aparatur Sipil Karangmalang yang berdasarkan pada nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu ANEKA dan berprinsip kepada Layanan Publik, Negara (ASN) yaitu ANEKA dan berprinsip kepada Layanan Publik, Managemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan

Managemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Whole of Government Whole of Government .. Laporan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu Laporan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu yang ditemuk

yang ditemukan di an di tempat kerja dtempat kerja dengan engan metode metode Aktual, ProblAktual, Problematik,ematik, Kekhalayakan, Layak (APKL) dan diprioritaskan dengan mengukur Kekhalayakan, Layak (APKL) dan diprioritaskan dengan mengukur

(13)

urgensinya (

urgensinya (Urgency Urgency ), tingkat keseriusan masalah dan (), tingkat keseriusan masalah dan (Seriously Seriously )) perkembangan isu tersebut jika tidak dipecahkan (

perkembangan isu tersebut jika tidak dipecahkan (GrowthGrowth), atau yang), atau yang dikenal dengan USG. Isu yang menjadi prioritas segera diidentifikasi dikenal dengan USG. Isu yang menjadi prioritas segera diidentifikasi faktor penyebabnya, sehingga terbentuk kegiatan-kegiatan yang faktor penyebabnya, sehingga terbentuk kegiatan-kegiatan yang digagas untuk menyelesaikan permasalahan mengenai isu prioritas. digagas untuk menyelesaikan permasalahan mengenai isu prioritas.

Tabel 1.1 Identifikasi Isu Tabel 1.1 Identifikasi Isu No

No Identifikasi isuIdentifikasi isu Kondisi saat iniKondisi saat ini Kondisi yangKondisi yang diharapkan diharapkan 1

1 Kurangnya Kurangnya sosialisasisosialisasi mengenai pentingnya mengenai pentingnya Kunjungan Neonatus (KN-3) Kunjungan Neonatus (KN-3) ke fasilitas kesehatan di ke fasilitas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas wilayah kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang

Mijen Kota Semarang

Belum Belum tercapainya tercapainya target KN-3 target KN-3 Tercapainya Tercapainya target KN-3 target KN-3 2

2 Kurangnya Kurangnya sosialisaisosialisai

mengenai Metode

mengenai Metode

Kontrasepsi Jangka Panjang Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) kepada Pasangan (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Usia Subur (PUS) di Puskesmas Karangmalang Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Kecamatan Mijen Kota Semarang Semarang Masih Masih rendahnya rendahnya PUS yang PUS yang belum belum menggunakan menggunakan KB MKJP KB MKJP PUS yang PUS yang menggunakan menggunakan KB MKJP KB MKJP mencapai mencapai target target 3

3 Kurang Kurang optimalnya optimalnya petugaspetugas melakukan sosialisasi melakukan sosialisasi mengenai pentingnya mengenai pentingnya imunisasi TT (

imunisasi TT (TetanusTetanus Toxoid 

Toxoid ) kepada Wanita Usia) kepada Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Subur (WUS) di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang

Mijen Kota Semarang

Masih Masih rendahnya rendahnya caupan caupan imuinsasi TT imuinsasi TT pada WUS pada WUS Tercapainya Tercapainya target target imunisasi TT imunisasi TT pada WUS pada WUS 4

4 Kurangnya Kurangnya sosialisasisosialisasi mengenai pentingnya mengenai pentingnya kunjungan ibu nifas (KN-4) ke kunjungan ibu nifas (KN-4) ke fasilitas kesehatan di wilayah fasilitas kesehatan di wilayah

kerja Puskesmas

kerja Puskesmas

Karangmalang Kecamatan Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang

Mijen Kota Semarang

Masih Masih rendahnya rendahnya kunjungan ibu kunjungan ibu nifas KN-4 nifas KN-4 Tercapainya Tercapainya taget taget kunjungan kunjungan nifas KN-4 nifas KN-4 5

5 Kurang Kurang optimalnya optimalnya petugaspetugas melakukan sosialisasi melakukan sosialisasi mengenai gizi pada ibu hamil mengenai gizi pada ibu hamil untuk mencegah kelahiran untuk mencegah kelahiran dengan Bayi Berat Lahir dengan Bayi Berat Lahir

Rendah (BBLR) di

Rendah (BBLR) di

Puskesmas Karangmalang Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Kecamatan Mijen Kota

Masih terdapat Masih terdapat Kelahiran Kelahiran dengan BBLR dengan BBLR Tidak ada Tidak ada kelahiran kelahiran dengan BBLR dengan BBLR

(14)

Semarang Semarang

a.

a. Identifikasi Isu dengan Metode Identifikasi Isu dengan Metode APKLAPKL

Penentuan isu aktual prioritas untuk secepatnya diatasi Penentuan isu aktual prioritas untuk secepatnya diatasi dilakukan dengan menggunakan skala nilai (

dilakukan dengan menggunakan skala nilai (Rensis Likert Rensis Likert ) antara 1) antara 1 – – 5 dengan berpedoman pada 4 kriteria isu yakni

5 dengan berpedoman pada 4 kriteria isu yakni :: 1)

1) Aktual artinya Aktual artinya benar-benar terjadi benar-benar terjadi dan sedang dan sedang hangathangat dibicarakan dalam masyarakat.

dibicarakan dalam masyarakat. 2)

2) Problematik artinya Problematik artinya isu yang isu yang memiliki dimensi masmemiliki dimensi masalah yangalah yang komples, sehingga perlu dicarikan solusinya.

komples, sehingga perlu dicarikan solusinya. 3)

3) Kekhalayakan Kekhalayakan artinya isu yartinya isu yang menyangang menyangkut hajat hidup orakut hajat hidup orangng banyak.

banyak. 4)

4) Layak artinya Layak artinya isu yang isu yang masuk akal masuk akal dan realistis dan realistis serta relevanserta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya

untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya Tabel 1.2 Identifikasi Isu dengan APKL

Tabel 1.2 Identifikasi Isu dengan APKL No.

No. Identifikasi Identifikasi IsuIsu KriteriaKriteria KeteranganKeterangan  A

 A P P K K LL 1.

1. Kurangnya Kurangnya sosialisasi sosialisasi mengenaimengenai pentingnya Kunjungan Neonatus pentingnya Kunjungan Neonatus (KN-3) ke fasilitas kesehatan di (KN-3) ke fasilitas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas wilayah kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang

Kota Semarang ((Pelayanan PublikPelayanan Publik))

+ + - - - - + + TidakTidak memenuhi memenuhi syarat syarat 2.

2. Kurangnya Kurangnya sosialisai sosialisai mengenaimengenai Metode Kontrasepsi Jangka Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) kepada Panjang (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Karangmalang Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Kecamatan Mijen Kota Semarang

Semarang

((Pelayanan PublikPelayanan Publik))

+ + + + Memenuhi + + + + Memenuhi

syarat syarat

3.

3. Kurang Kurang optimalnya optimalnya petugaspetugas melakukan sosialisasi mengenai melakukan sosialisasi mengenai pentingnya imunisasi TT pentingnya imunisasi TT ((Tetanus Toxoid Tetanus Toxoid ) kepada Wanita) kepada Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Usia Subur (WUS) di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang Kota Semarang + + - - - - + + TidakTidak memenuhi memenuhi syarat syarat

(15)

((Pelayanan PublikPelayanan Publik)) 4.

4. Kurangnya Kurangnya sosialisasi sosialisasi mengenaimengenai pentingnya Kunjungan ibu Nifas pentingnya Kunjungan ibu Nifas (KN-4) ke fasilitas kesehatan di (KN-4) ke fasilitas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas wilayah kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang

Kota Semarang ((Pelayanan PublikPelayanan Publik))

+ + - - - - + + TidakTidak memenuhi memenuhi syarat syarat 5.

5. Kurang Kurang optimalnya optimalnya petugaspetugas melakukan sosialisasi mengenai melakukan sosialisasi mengenai gizi pada ibu hamil untuk gizi pada ibu hamil untuk mencegah kelahiran dengan Bayi mencegah kelahiran dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Berat Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Karangmalang Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Kecamatan Mijen Kota Semarang

Semarang

((Pelayanan PublikPelayanan Publik))

+ + + + Memenuhi + + + + Memenuhi

syarat syarat

Dari analisa APKL diperoleh isu yang memenuhi untuk Dari analisa APKL diperoleh isu yang memenuhi untuk dianalisis lebih lanjut, maka dapat disusun daftar masalah sebagai dianalisis lebih lanjut, maka dapat disusun daftar masalah sebagai berikut :

berikut :

1) Kurangnya sosialisai mengenai Metode Kontrasepsi Jangka 1) Kurangnya sosialisai mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Panjang (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Karangmalang

Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kecamatan Mijen Kota Semarang Kota Semarang 2)

2) Kurang Kurang optimalnya optimalnya petugas petugas melakukan melakukan sosialisasi sosialisasi mengenai mengenai gizigizi pada ibu hamil untuk mencegah kelahiran dengan Bayi Berat pada ibu hamil untuk mencegah kelahiran dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Karangmalang

Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Karangmalang KecamatanKecamatan Mijen

Mijen Kota Semarang Kota Semarang b.

b. Prioritas Masalah dengan Metode USGPrioritas Masalah dengan Metode USG

Dalam proses penetapan isu yang berkualitas atau isu yang Dalam proses penetapan isu yang berkualitas atau isu yang bersifat aktual, sebaiknya menggunakan kemampuan berpikir kritis bersifat aktual, sebaiknya menggunakan kemampuan berpikir kritis yang ditandai dengan penggunaan alat bantu penetapan kriteria yang ditandai dengan penggunaan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu. Salah satu alat bantu penetapan kriteria isu yang kualitas isu. Salah satu alat bantu penetapan kriteria isu yang berkualitas adalah menggunakan kriteria USG :

berkualitas adalah menggunakan kriteria USG : 1)

1) Urgency Urgency   menilai seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,  menilai seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis, dan ditindaklanjuti.

dianalisis, dan ditindaklanjuti. 2)

2) SeriousnessSeriousness  menilai seberapa serius suatu isu harus dibahas  menilai seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan dit

(16)

3)

3) GrowthGrowth menilai seberapa besar kemungkinan memburuknya isu menilai seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani.

tersebut jika tidak ditangani.

Tabel 1.3 Analisis isu dengan metode USG Tabel 1.3 Analisis isu dengan metode USG NO

NO Isue Isue U U S S G G Total Total PriorotasPriorotas

1 1

Kurangnya sosialisai mengenai Metode Kurangnya sosialisai mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang

Mijen Kota Semarang

4 5 4

4 5 4 13 13 II

2 2

Kurang optimalnya petugas melakukan Kurang optimalnya petugas melakukan sosialisasi mengenai gizi pada ibu hamil sosialisasi mengenai gizi pada ibu hamil untuk mencegah kelahiran dengan Bayi untuk mencegah kelahiran dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Berat Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang Semarang 3 5 3 3 5 3 11 11 IIII Keterangan: Keterangan: 1)

1) U U (Urgency) (Urgency) :: Seberapa mendesak suatu isu harusSeberapa mendesak suatu isu harus dibahas,dianalisis dan ditindaklanjuti.

dibahas,dianalisis dan ditindaklanjuti. 2)

2) S (Seriousness)S (Seriousness) : Seberapa serius suatu isu harus dibahas: Seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan 3)

3) G G (Growth) (Growth) :: Seberapa Seberapa besar besar kemungkinankemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani sebagaimana mestinya.

ditangani sebagaimana mestinya. Skala likert 1-5

Skala likert 1-5 5

5 = = sangat sangat besarbesar 4 4 = = besarbesar 3 3 = = sedangsedang 2 2 = = kecilkecil 1

1 = = sangat sangat kecilkecil

Urutan masalah berdasarkan prioritas masalah adalah : Urutan masalah berdasarkan prioritas masalah adalah : 1.

1. Kurangnya Kurangnya sosialisai sosialisai mengenai mengenai Metode Metode Kontrasepsi Kontrasepsi JangkaJangka Panjang (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Panjang (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Karangmalang

(17)

2. Kurang optimalnya petugas melakukan sosialisasi mengenai gizi 2. Kurang optimalnya petugas melakukan sosialisasi mengenai gizi

pada ibu hamil untuk mencegah kelahiran dengan Bayi Berat

pada ibu hamil untuk mencegah kelahiran dengan Bayi Berat LahirLahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Karangmalang

Rendah (BBLR) di Puskesmas Karangmalang Kecamatan MijenKecamatan Mijen Kota Semarang

Kota Semarang

Berdasarkan urutan prioritas masalah, Kurangnya sosialisai Berdasarkan urutan prioritas masalah, Kurangnya sosialisai mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) kepada mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Karangmalang Kota Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Karangmalang Kota Kecamatan Mijen

Kecamatan Mijen  Semarang menjadi prioritas pertama. Pencapaian  Semarang menjadi prioritas pertama. Pencapaian target akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) target akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih belum tercapai. Maka dari itu, perlu dilakukan analisis masih belum tercapai. Maka dari itu, perlu dilakukan analisis terhadap masalah tersebut.

terhadap masalah tersebut. C. Rumusan Masalah

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan penjabaran identifikasi isu dan penetapan isu di atas, Berdasarkan penjabaran identifikasi isu dan penetapan isu di atas, rumusan masalah dalam rancangan aktualisasi ini

rumusan masalah dalam rancangan aktualisasi ini adalah bagaimana caraadalah bagaimana cara mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yang tekandung dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yang tekandung dalam akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi (ANEKA) dalam meningkatkan pencapaian target akseptor KB Metode (ANEKA) dalam meningkatkan pencapaian target akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah kerja Puskesmas Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang?

Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang? D. Tujuan

D. Tujuan 1.

1. Tujuan Tujuan umumumum

a. Meningkatkan pencapaian target Akseptor KB Metode Kontrasepsi a. Meningkatkan pencapaian target Akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Jangka Panjang (MKJP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang.

Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang. b.

b. Menginternalisasi Menginternalisasi dan dan mengimplementasikmengimplementasikan an nilai-nilai nilai-nilai ANEKAANEKA yang telah dipelajari dan dipahami saat melakukan aktualisasi dan yang telah dipelajari dan dipahami saat melakukan aktualisasi dan habituasi di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota habituasi di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang.

Semarang. 2.

2. Tujuan Tujuan khususkhusus

a. Mampu mengidentifikasi masalah kurangnya sosialisai mengenai a. Mampu mengidentifikasi masalah kurangnya sosialisai mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) kepada Pasangan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) kepada Pasangan

(18)

Usia Subur (PUS) di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Usia Subur (PUS) di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang.

Kota Semarang. b.

b. Mampu menganMampu menganalisis faktor-faktor alisis faktor-faktor penyebab repenyebab rendahnya ndahnya programprogram pencapaian target akseptor KB MKJP.

pencapaian target akseptor KB MKJP. c.

c. Mampu Mampu menentukan prioritas menentukan prioritas masalah yang masalah yang ditemukan ditemukan padapada Kurangnya sosialisai mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Kurangnya sosialisai mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Panjang (MKJP) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang.

Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang. d.

d. Mampu Mampu merencanakan kegiatan merencanakan kegiatan aktualisasi aktualisasi untuk untuk peningkatanpeningkatan pencapaian target akseptor KB MKJP di Puskesmas Karangmalang pencapaian target akseptor KB MKJP di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang.

Kecamatan Mijen Kota Semarang. E. Manfaat

E. Manfaat

1. Bagi Puskesmas 1. Bagi Puskesmas

a.

a. Dapat meningkatkan Dapat meningkatkan program peningkatan program peningkatan target akseptor KBtarget akseptor KB MKJP di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota MKJP di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang sesuai target.

Semarang sesuai target. b.

b. Sebagai Sebagai bahan bahan penetapan penetapan kebijakan kebijakan yang yang perlu dperlu diambil dan iambil dan upayaupaya yang dilakukan untuk program pencapaian target akseptor KB yang dilakukan untuk program pencapaian target akseptor KB MKJP di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota MKJP di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang.

Semarang. 2. Bagi Masyarakat 2. Bagi Masyarakat

Dapat menambah wawasan masyarakat mengenai KB dengan Dapat menambah wawasan masyarakat mengenai KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Puskesmas Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Puskesmas Karangmalang Kecamatan Mijen Kota Semarang.

(19)

BAB II BAB II

LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI

A. Sikap dan Perilaku Bela

A. Sikap dan Perilaku Bela NegaraNegara 1.

1. Wawasan KebangsaaWawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negaran dan Nilai-Nilai Bela Negara

Pemahaman dan pemaknaan wawasan kebangsaan dalam Pemahaman dan pemaknaan wawasan kebangsaan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bagi aparatur,

penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bagi aparatur, padapada hakikatnya terkait dengan pembangunan kesadaran berbangsa dan hakikatnya terkait dengan pembangunan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berarti sikap dan tingkah laku PNS harus sesuai bernegara yang berarti sikap dan tingkah laku PNS harus sesuai dengan kepribadian bangsa dan selalu mengaitkan dirinya dengan dengan kepribadian bangsa dan selalu mengaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia.

cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia.

Kesadaran bela negara merupakan upaya untuk Kesadaran bela negara merupakan upaya untuk mempertahankan negara dari ancaman yang dapat mengganggu mempertahankan negara dari ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidup bermasyarakatyang berdasarkan atas cinta tanah kelangsungan hidup bermasyarakatyang berdasarkan atas cinta tanah air. Selain itu menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di air. Selain itu menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri PNS. Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar dalam diri PNS. Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar  juga

 juga merupakan merupakan kehormatan kehormatan bagi bagi setiap setiap warga warga negara negara yangyang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh tanggung jawab dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa.

rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. 2.

2. Analisa Perubahan LingkAnalisa Perubahan Lingkungan Strategisungan Strategis

Lingkungan strategis adalah situasi internal dan eksternal baik Lingkungan strategis adalah situasi internal dan eksternal baik yang statis (trigatra) maupun dinamis (pancagatra) yang memberikan yang statis (trigatra) maupun dinamis (pancagatra) yang memberikan pengaruh pada pencapaian tujuan nasional. Analisa perubahan pengaruh pada pencapaian tujuan nasional. Analisa perubahan lingkungan strategis ini bertujuan membekali peserta dengan lingkungan strategis ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan memahami konsepsi perubahan lingkungan strategis kemampuan memahami konsepsi perubahan lingkungan strategis sebagai wawasan strategis PNS. Sehingga PNS dapat memahami sebagai wawasan strategis PNS. Sehingga PNS dapat memahami modal insani dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis, dapat modal insani dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis, dapat mengidentifikasi isu-isu kritikal, dan dapat melakukan analisis isu-isu mengidentifikasi isu-isu kritikal, dan dapat melakukan analisis isu-isu kritikal dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis. Dengan

kritikal dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis. Dengan begitubegitu PNS dapat mengambil keputusan yang terbaik dalam tindakan PNS dapat mengambil keputusan yang terbaik dalam tindakan profesionalnya.

(20)

3.

3. Kesiapsiagaan Bela NKesiapsiagaan Bela Negaraegara

Pasal 27 dan Pasal 30 UUD Negara RI 1945 mengamanatkan Pasal 27 dan Pasal 30 UUD Negara RI 1945 mengamanatkan kepada semua komponen bangsa berhak dan wajib ikut serta dalam kepada semua komponen bangsa berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelan negara. upaya pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelan negara. Dalam hal ini setiap PNS sebagai bagian dari warga masyarakat Dalam hal ini setiap PNS sebagai bagian dari warga masyarakat tertentu memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk melakukan bela tertentu memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk melakukan bela negara sebagaimana diamanatkan dalam UUD Negara RI 1945 negara sebagaimana diamanatkan dalam UUD Negara RI 1945 tersebut.

tersebut.

Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai bela Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai peran dan profesi warga negara, demi menjaga kedaulatan sesuai peran dan profesi warga negara, demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman yang berasal dari dalam maupun dari luar segala bentuk ancaman yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri.

negeri.

Kesiapsiagaan bela negara merupakan kondisi warga negara Kesiapsiagaan bela negara merupakan kondisi warga negara yang secara fisik memiliki kondisi kesehatan, keterampilan dan jasmani yang secara fisik memiliki kondisi kesehatan, keterampilan dan jasmani yang prima serta secara kondisi psikis yang memiliki kecerdasan yang prima serta secara kondisi psikis yang memiliki kecerdasan intelektual, dan spiritual yang baik, senantiasa memelihara jiwa dan intelektual, dan spiritual yang baik, senantiasa memelihara jiwa dan raganya, memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras, dan tahan uji, raganya, memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras, dan tahan uji, merupakan sikap mental dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh merupakan sikap mental dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Oleh sebab tiu dalam pelaksanaan latihan dasar bagi CPNS dibekali Oleh sebab tiu dalam pelaksanaan latihan dasar bagi CPNS dibekali dengan latihan-latihan seperti :

dengan latihan-latihan seperti : a.

a. Kegiatan olah raga dan kesehatan fisik;Kegiatan olah raga dan kesehatan fisik; b.

b. Kesiapsiagaan dan keceKesiapsiagaan dan kecerdasan mental;rdasan mental; c.

c. Kegiatan baris-berbaris, apel, dan tata upKegiatan baris-berbaris, apel, dan tata upacara;acara; d. Keprotokolan;

d. Keprotokolan; e.

e. Kegiatan ketangkasan dan permainKegiatan ketangkasan dan permainan.an. B.

B. Nilai Dasar Pegawai Negeri Nilai Dasar Pegawai Negeri SipilSipil

Nilai-nilai dasar adalah nilai yang sangat dibutuhkan dalam tugas Nilai-nilai dasar adalah nilai yang sangat dibutuhkan dalam tugas  jabatan

(21)

dasar tersebut meliputi: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, dasar tersebut meliputi: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Kelima nilai-nilai dasar

Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Kelima nilai-nilai dasar ini diakronimkanini diakronimkan menjadi “ANEKA” yang dijabarkan

menjadi “ANEKA” yang dijabarkan sebagai berikut:sebagai berikut: 1. Akuntabilitas

1. Akuntabilitas

 Akuntabilitas

 Akuntabilitas adalah adalah kewajiban kewajiban untuk untuk memberikan memberikan pertanggungpertanggung  jawaban

 jawaban atau atau untuk untuk menjawab menjawab dan dan menerangkan kinerja menerangkan kinerja dan dan tindakantindakan seseorang/badan hukum/pimpinan kolektif suatu organisasi kepada seseorang/badan hukum/pimpinan kolektif suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban.

keterangan atau pertanggungjawaban.  Akuntabilitas adalah

 Akuntabilitas adalah suatu kewajiban suatu kewajiban pertanggungpertanggungjawaban jawaban yangyang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Dengan demikian kepercayaan masyarakat kepada amanahnya. Dengan demikian kepercayaan masyarakat kepada birokrasi akan semakin menguat karena aparaturnya mampu berperan birokrasi akan semakin menguat karena aparaturnya mampu berperan sebagai kontrol demokrasi, mencegah korupsi dan penyalahgunaan sebagai kontrol demokrasi, mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

kekuasaan serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas. a.

a. Aspek Aspek AkuntabilitasAkuntabilitas

Terdapat beberapa aspek dalam akuntabilitas, antara lain : Terdapat beberapa aspek dalam akuntabilitas, antara lain : 1)

1) Akuntabilitas adalah Akuntabilitas adalah sebuah hubungsebuah hubungan (an (accountability is aaccountability is a relationship

relationship), adalah hubungan antara dua belah pihak antara), adalah hubungan antara dua belah pihak antara individu/kelompok/institusi

individu/kelompok/institusi dengan dengan negara danegara dan masyn masyarakat.arakat. 2)

2) Akuntabilitas Akuntabilitas berorientasi berorientasi pada pada hasil (hasil (accountability is resultsaccountability is results oriented 

oriented ). Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah). Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah perilaku aparat pemerintah yang bertanggung jawab, adil dan perilaku aparat pemerintah yang bertanggung jawab, adil dan inovatif.

inovatif.

3) Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (

3) Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (accountabilityaccountability requires reporting 

requires reporting ). Dengan memberikan laporan kinerja berarti). Dengan memberikan laporan kinerja berarti mampu menjelaskan terhadap tindakan dan hasil yang telah mampu menjelaskan terhadap tindakan dan hasil yang telah dicapai oleh individu/kelompok/institusi, serta mampu dicapai oleh individu/kelompok/institusi, serta mampu memberikan bukti nyata dari hasil dan proses yang telah memberikan bukti nyata dari hasil dan proses yang telah dilakukan.

(22)

4) Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (

4) Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (accountability isaccountability is meaningless without consequences

meaningless without consequences). Akuntabilitas adalah). Akuntabilitas adalah kewajiban, kewajiban menunjukkan tanggung jawab, dan kewajiban, kewajiban menunjukkan tanggung jawab, dan tanggung jawab menghasilkan konsekuensi. Konsekuensi tanggung jawab menghasilkan konsekuensi. Konsekuensi tersebut dapat berupa penghargaan atau sanksi.

tersebut dapat berupa penghargaan atau sanksi. 5) Akuntabilitas memperbaiki kinerja (

5) Akuntabilitas memperbaiki kinerja (accountability improvesaccountability improves  performance

 performance). Tujuan utama dari akuntabilitas adalah). Tujuan utama dari akuntabilitas adalah memperbaiki kinerja PNS dalam memberikan pelayanan memperbaiki kinerja PNS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

kepada masyarakat. b.

b. Jenis-jenis Jenis-jenis AkuntabilitasAkuntabilitas

 Akuntabilitas publik terdiri atas dua mac

 Akuntabilitas publik terdiri atas dua macam, yaitu:am, yaitu: 1)

1) Akuntabilitas Akuntabilitas vertikal vertikal ((vertical accountability vertical accountability ), akuntabilitas yang), akuntabilitas yang pertanggungjawaban atas pengelolaan dananya kepada pertanggungjawaban atas pengelolaan dananya kepada otoritas yang lebih tinggi.

otoritas yang lebih tinggi. 2)

2) Akuntabilitas Akuntabilitas horizontal horizontal ((horizontal accountability horizontal accountability ), akuntabilitas), akuntabilitas yang pertanggungjawabannya kepada masyarakat luas. yang pertanggungjawabannya kepada masyarakat luas.  Akuntabilitas

 Akuntabilitas ini ini membutuhkan membutuhkan pejabat pejabat pemerintah pemerintah untukuntuk melapor “kesamping” kepada pejabat lainnya dan lembaga melapor “kesamping” kepada pejabat lainnya dan lembaga negara.

negara. c.

c. Tingkatan Tingkatan AkuntabilitasAkuntabilitas  Akuntabilitas

 Akuntabilitas memiliki memiliki 5 5 tingkatan tingkatan yang yang berbeda berbeda yaituyaitu akuntabilitas personal, akuntabilitas individu, akuntabilitas akuntabilitas personal, akuntabilitas individu, akuntabilitas kelompok, akuntabilitas organisasi, dan akuntabilitas

kelompok, akuntabilitas organisasi, dan akuntabilitas stakeholder:stakeholder: 1)

1) Akuntabilitas Akuntabilitas PersonalPersonal  Akuntabilitas personal

 Akuntabilitas personal mengacu pada mengacu pada nilai-nilai nilai-nilai yang ada yang ada padapada diri seseorang seperti kejujuran, integritas, moral dan etika. diri seseorang seperti kejujuran, integritas, moral dan etika. Pribadi yang akuntabel adalah yang menjadikan dirinya Pribadi yang akuntabel adalah yang menjadikan dirinya sebagai bagian dari solusi dan bukan masalah.

sebagai bagian dari solusi dan bukan masalah. 2)

2) Akuntabilitas Akuntabilitas IndividuIndividu  Akuntabilitas

 Akuntabilitas individu individu mengacu pada mengacu pada hubungan antara hubungan antara individuindividu dan lingkungan kerjanya, yaitu antara PNS dengan instansinya dan lingkungan kerjanya, yaitu antara PNS dengan instansinya sebagai pemberi wewenang.

(23)

3)

3) Akuntabilitas Akuntabilitas KelompokKelompok

Kinerja sebuah institusi biasanya atas kerja sama kelompok, Kinerja sebuah institusi biasanya atas kerja sama kelompok, maka pembagian kewenangan dan semangat kerja sama yang maka pembagian kewenangan dan semangat kerja sama yang tinggi antar berbagai kelompok yang ada dalam

tinggi antar berbagai kelompok yang ada dalam sebuah institusisebuah institusi memainkan peranan penting dalam tercapainya kinerja memainkan peranan penting dalam tercapainya kinerja organisasi yang diharapkan.

organisasi yang diharapkan. 4)

4) Akuntabilitas Akuntabilitas OrganisasiOrganisasi  Akuntabilitas

 Akuntabilitas organisasi organisasi mengacu mengacu pada pada hasil hasil pelaporan pelaporan kinerjakinerja yang telah dicapai, baik pelaporan yang dilakukan oleh individu yang telah dicapai, baik pelaporan yang dilakukan oleh individu terhadap organisasi/institusi maupun kinerja organisasi kepada terhadap organisasi/institusi maupun kinerja organisasi kepada stakeholders lainnya.

stakeholders lainnya. 5) Akuntabilitas

5) Akuntabilitas Stakeholder Stakeholder 

Stakeholder yang dimaksud adalah masyarakat umum, Stakeholder yang dimaksud adalah masyarakat umum, pengguna layanan, pembayar pajak yang memberikan pengguna layanan, pembayar pajak yang memberikan masukan, saran, dan kritik terhadap kinerjanya. Jadi masukan, saran, dan kritik terhadap kinerjanya. Jadi akuntabilitas stakeholder adalah tanggungjawab organisasi akuntabilitas stakeholder adalah tanggungjawab organisasi pemerintah untuk mewujudkan pelayanan dan kinerja yang adil, pemerintah untuk mewujudkan pelayanan dan kinerja yang adil, responsive dan bermartabat.

responsive dan bermartabat. d.

d. Indikator dIndikator dari nilai-nilai ari nilai-nilai dasar dasar akuntabilitas akuntabilitas yang yang harus harus diperhatikan,diperhatikan, yaitu :

yaitu :

1) Kepemimpinan 1) Kepemimpinan

Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah di Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah di mana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam mana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan

menciptakan lingkungannylingkungannya.a. 2) Transparansi

2) Transparansi

Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi.

dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi. 3) Integritas

3) Integritas

Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.

(24)

4)

4) Tanggung Tanggung JawabJawab

Kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang Kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewaji berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewaji ban.ban. 5) Keadilan

5) Keadilan

Kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, Kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.

baik menyangkut benda atau orang. 6) Kepercayaan

6) Kepercayaan

Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas.

Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas. 7) Keseimbangan

7) Keseimbangan

Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas.

kewenangan, serta harapan dan kapasitas. 8) Kejelasan

8) Kejelasan

Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus memiliki Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan.

hasil yang diharapkan. 9) Konsistensi

9) Konsistensi

 Adalah sebuah usaha

 Adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan suntuk terus dan terus melakukan sesuatuesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.

sampai pada tercapai tujuan akhir. 2. Nasionalisme

2. Nasionalisme

Nasionalisme adalah paham atau ajaran untuk mencintai

Nasionalisme adalah paham atau ajaran untuk mencintai bangsabangsa dan negara sendiri; sifat

dan negara sendiri; sifat nasional; kesadaran keanggotaan dalam suatunasional; kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu;

kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan (Kamussemangat kebangsaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Besar Bahasa Indonesia).

Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Prinsip nasionalisme bangsa didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa

(25)

Indonesia senantiasa menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan Indonesia senantiasa menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan.

kepentingan golongan.

Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Bahkan tidak sekedar wawasan saja tetapi kemampuan Bahkan tidak sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Nilai-nilai yang yang senantiasa berorientasi pada tugasnya. Nilai-nilai yang yang senantiasa berorientasi pada kepentingan publik menjadi dasar yang harus dimiliki oleh setiap kepentingan publik menjadi dasar yang harus dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Pegawai ASN harus memahami dan mampu pegawai ASN. Pegawai ASN harus memahami dan mampu mengaktualisasikan Pancasila dan semangat nasionalisme serta mengaktualisasikan Pancasila dan semangat nasionalisme serta wawasan kebangsaan dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugasnya, wawasan kebangsaan dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugasnya, sesuai bidangnya masing-masing. Pegawai ASN dapat mempelajari sesuai bidangnya masing-masing. Pegawai ASN dapat mempelajari bagaimana aktualisasi sila demi sila dalam Pancasila, dan kisah bagaimana aktualisasi sila demi sila dalam Pancasila, dan kisah ketauladanan yang dapat diambil hikmahnya.

ketauladanan yang dapat diambil hikmahnya.  Ada

 Ada lima lima indikator indikator dari dari nilai-nilai nilai-nilai dasar dasar nasionalisme yang nasionalisme yang harusharus diperhatikan, yaitu :

diperhatikan, yaitu : a.

a. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha EsaSila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa

1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan 1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan

ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2)

2) Manusia Manusia Indonesia Indonesia percaya percaya dan dan takwa takwa terhadap terhadap Tuhan Tuhan YangYang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

beradab. 3)

3) Mengembangkan Mengembangkan sikap sikap hormat hormat menghormati menghormati dan dan bekerjasamabekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 4)

4) Membina Membina kerukunan kerukunan hidup hidup di di antara antara sesama sesama umat umat beragamaberagama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 5)

5) Agama Agama dan dan kepercayakepercayaan an terhadap terhadap Tuhan Tuhan Yang Yang Maha Maha EsaEsa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

(26)

6)

6) Mengembangkan sMengembangkan sikap saling mengikap saling menghormati kebebasahormati kebebasann menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanny

kepercayaannya a masing-masing.masing-masing. 7)

7) Tidak Tidak memaksakan memaksakan suatu suatu agama agama dan dan kepercayaan kepercayaan terhadapterhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. b.

b. Sila Kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradapSila Kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradap 1)

1) Mengakui Mengakui dan dan memperlakukan memperlakukan manusia manusia sesuai sesuai dengan dengan harkatharkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha

dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.Esa. 2)

2) Mengakui Mengakui persamaan persamaan derajat, derajat, persamaan persamaan hak, hak, dan dan kewajibankewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

sosial, warna kulit dan sebagainya. 3)

3) Mengembangkan Mengembangkan sikap sikap saling saling mencintai mencintai sesama sesama manusia.manusia. 4)

4) Mengembangkan Mengembangkan sikap sikap saling saling tenggang tenggang rasa rasa dan dan tepa tepa selira.selira. 5)

5) Mengembangkan Mengembangkan sikap sikap tidak tidak semena-mena semena-mena terhadap terhadap orangorang lain.

lain. 6)

6) Menjunjung Menjunjung tinggi tinggi nilai-nilai nilai-nilai kemanusiaan.kemanusiaan. 7)

7) Gemar Gemar melakukan melakukan kegiatan kegiatan kemanusiaan.kemanusiaan. 8)

8) Berani Berani membela membela kebenaran kebenaran dan dan keadilan.keadilan. 9)

9) Bangsa Bangsa Indonesia Indonesia merasa merasa dirinya dirinya sebagai sebagai bagian bagian dari dari seluruhseluruh umat manusia.

umat manusia. 10)

10) Mengembangkan Mengembangkan sikap sikap hormat hormat menghormati menghormati dan dan bekerjasamabekerjasama dengan bangsa lain.

dengan bangsa lain. c.

c. Sila Ketiga : PersatuaSila Ketiga : Persatuan Indonesian Indonesia 1)

1) Mampu Mampu menempatkan menempatkan persatuan, persatuan, kesatuan, kesatuan, serta serta kepentingankepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. 2)

2) Sanggup Sanggup dan dan rela rela berkorban berkorban untuk untuk kepentingan kepentingan negara negara dandan bangsa apabila diperlukan.

bangsa apabila diperlukan. 3)

3) Mengembangkan Mengembangkan rasa rasa cinta cinta kepada kepada tanah tanah air air dan dan bangsa.bangsa. 4)

4) Mengembangkan Mengembangkan rasa kebangrasa kebanggaan begaan berkebangsaan rkebangsaan dandan bertanah air Indonesia.

(27)

5)

5) Memelihara Memelihara ketertiban ketertiban dunia dunia yang yang berdasarkan berdasarkan kemerdekaan,kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 6)

6) Mengembangkan Mengembangkan persatuan persatuan Indonesia Indonesia atas atas dasar dasar BhinnekaBhinneka Tunggal Ika.

Tunggal Ika. 7)

7) Memajukan Memajukan pergaulan pergaulan demi demi persatuan persatuan dan dan kesatuan kesatuan bangsa.bangsa. d. Sila Keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan d. Sila Keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan

dalam

dalam permusyawaratan/perwpermusyawaratan/perwakilanakilan 1)

1) Sebagai Sebagai warga warga negara negara dan dan warga warga masyarakat, masyarakat, setiap setiap manusiamanusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

sama. 2)

2) Tidak Tidak boleh boleh memaksakan memaksakan kehendak kehendak kepada kepada orang orang lain.lain. 3)

3) Mengutamakan Mengutamakan musyawarah musyawarah dalam dalam mengambil mengambil keputusankeputusan untuk kepentingan bersama.

untuk kepentingan bersama. 4)

4) Musyawarah Musyawarah untuk untuk mencapai mencapai mufakat mufakat diliputi diliputi oleh oleh semangatsemangat kekeluargaan.

kekeluargaan. 5)

5) Menghormati Menghormati dan dan menjunjung menjunjung tinggi tinggi setiap setiap keputusan keputusan yangyang dicapai sebagai hasil

dicapai sebagai hasil musyawarah.musyawarah. 6)

6) Dengan Dengan iktikad iktikad baik baik dan dan rasa rasa tanggung tanggung jawab jawab menerima menerima dandan melaksanakan hasil keputusan

melaksanakan hasil keputusan musyawarah.musyawarah. 7)

7) Di Di dalam dalam musyawarah musyawarah diutamakan diutamakan kepentingan kepentingan bersama bersama didi atas kepentingan pribadi dan golongan.

atas kepentingan pribadi dan golongan. 8)

8) Musyawarah Musyawarah dilakukan dilakukan dengan dengan akal akal sehat sehat dan dan sesuai sesuai dengandengan hati nurani yang luhur.

hati nurani yang luhur. 9)

9) Keputusan Keputusan yang yang diambil diambil harus harus dapat dapat dipertanggungjawdipertanggungjawabkanabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, m

secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggienjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

kepentingan bersama. 10)

10) Memberikan Memberikan kepercayaan kepercayaan kepada kepada wakil-wakil ywakil-wakil yang dipercang dipercayaiayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Gambar

Tabel 1.1 Identifikasi IsuTabel 1.1 Identifikasi Isu No
Tabel 1.2 Identifikasi Isu dengan APKL No.
Tabel 1.3 Analisis isu dengan metode USGTabel 1.3 Analisis isu dengan metode USG NO
Gambar 3.2 Menteri Kesehatan Republik IndonesiaGambar 3.2 Menteri Kesehatan Republik Indonesia
+4

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan Rahmat dan Karunia- Nya Rancangan Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan III

Proses pelaksanaan rancangan aktualisasi ini menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi serta

Memahami nilai-nilai dasar yang harus dimiliki seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Mampu mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas sebagai guru. Menerapkan

Berdasarkan hal tersebut, penulis akan melakukan habituasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas sebagai Analis Pasar Hasil Perikanan

Dengan mengetahui masalah pokok tersebut, maka gagasan yang tepat untuk penulisan rancangan aktualisasi ini adalah “Optimalisasi Penerapan Kartu Stok Opname reagen secara

Dalam hal ini penyusun merupakan peserta pelatihan dasar yang akan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Rumah Sakit Pratama Batu

Dalam hal ini penyusun merupakan peserta pelatihan dasar yang akan mengaktualisasikan nilai-nilai dasr Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Rumah Sakit Pratama Batu Buil

Terima kasih penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan anugerah - Nya penulis dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi dalam Pelatihan Dasar