• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANGAN AKTUALISASI"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA MATERI

POLA HIDUP SEHAT SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SEMITAU

DISUSUN OLEH : Galih Wibowo, S. Pd. 198803152020121010

13

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS

HULU

BEKERJASAMA DENGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

(2)

i

LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL : OPTIMALISASI PELAJARAN

PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA MATERI POLA HIDUP SEHAT SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SEMITAU

NAMA : GALIH WIBOWO, S. Pd.

PANGKAT / GOL. RUANG : Penata Muda / III/a

NIP : 198803152020121010

NOMOR DAFTAR HADIR : 13

JABATAN : AHLI PERTAMA GURU PENJASORKES

UNIT KERJA/INSTANSI : SMP NEGERI 1 SEMITAU

(3)

ii

BERITA ACARA

EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III ANGKATAN LXXI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS

HULU TAHUN 2021

Pada hari ini Senin tanggal Dua Puluh Dua bulan Maret tahun 2021 bertempat di Ruang Dharma Wanita Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu ( Jl. Danau Luar No. 05 Putussibau), telah dilaksanakan Evaluasi Rancangan Aktualisasi bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXI di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021, sebagai berikut :

N a m a : Galih Wibowo, S. Pd. Pangkat / Gol. Ruang : Penata Muda / IIIa

NIP : 198803152020121010

Jabatan : Ahli Pertama Guru Penjasorkes Unit kerja/Instansi : SMP Negeri 1 Semitau

Mentor : Harianto, S.Pd. SD

Coach : Sagitarisman

Penguji : Didih Abidin

Judul : Optimalisasi Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Dengan Metode Demonstrasi Pada Materi Pola Hidup Sehat Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Semitau

Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh :

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA

Jalan Danau Luar No.05 Putussibau 78711(0567) 21027 Fax. (0567) 21764

(4)

iii

LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL : OPTIMALISASI PELAJARAN

PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA MATERI POLA HIDUP SEHAT SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SEMITAU

NAMA : GALIH WIBOWO, S. Pd.

PANGKAT / GOL. RUANG : Penata Muda / IIIa

NIP : 198803152020121010

NOMOR DAFTAR HADIR : 13

JABATAN : AHLI PERTAMA GURU PENJASORKES

UNIT KERJA/INSTANSI : SMP NEGERI 1 SEMITAU

Telah diperbaiki berdasarkan koreksi dan/atau saran Penguji pada Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil

Golongan III

Angkatan LXXI di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 pada hari Senin tanggal 22 Maret 2021

di Ruang Dharma Wanita Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu

(5)

iv

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamin.

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala berkat dan rahmat, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Rancangan kegiatan aktualisasi dengan judul “ Optimalisasi

Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Dengan Metode Demonstrasi Pada Materi Pola Hidup Sehat Siswa Kelas VII Smp Negeri 1 Semitau ” dengan baik. Rancangan Kegiatan aktualisasi dan Habituasi

nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kesadaran dan pembiasaan peserta didik di SMP Negeri 1 Semitau terutama dalam menjaga pola hidup sehat.

Penulisan laporan ini terlaksana karena karena kontribusi banyak pihak berupa bimbingan dan motivasi sehingga pada kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada

1. Bapak Fransiskus Diaan, S.H. selaku Bupati Kapuas Hulu

2. Bapak H. Sarbani, S.E, M.A.P selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu 3. Bapak Petrus Kusnadi, S.Sos, M.Si selaku Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Kapuas Hulu.

4. Bapak Suprayogi, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP N 1 Semitau 5. Bapak Didih Abidin Selaku penguji yang telah memberikan masukan

dan saran

6. Bapak Sagitarisman, S.I.P selaku Coach yang telah memberikan bimbingan, masukan dan pengarahan

7. Bapak Harianto, S.Pd.SD selaku mentor yang telah memberikan bimbingan dan dukungan

8. Panitia Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III Angkatan LXXI Tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2021 yang telah memberikan bantuan dan motivasi.

(6)

v

9. Rekan Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III Angkatan LXXI Tahun 2021 Pemerintah kabupaten kapuas hulu tahun 2021 yang telah memberikan Semangat dan motivasi.

10. Kedua Orang Tua penyusun, Bapak Djunaedi dan Ibu Sudarmi yang selalu memberi do’a, semangat dan dukungan.

Penyusun berupaya agar Rancangan Aktualisasi ini dapat mencapai tujuan, sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penulisan ini di terima dengan terbuka. Semoga Laporan Aktualisasi ini dapat bermanfaat.

Putussibau, Maret 2021

(7)

vi DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN ... i

BERITA ACARA ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

... KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... vii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan dan Sasaran ... 3

C. Tempat dan Waktu Kegiatan ... 3

BAB II GAMBARAN UMUM A. Profil Organisasi ... 4

B. Keadaan Organisasi ... 4

C. Visi dan Misi Sekolah ... 7

D. Struktur Organisasi ... 9

BAB III NILAI –NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN ASN DALAM NKRI A. Nilai-Nilai Dasar ASN ... 16

B. Peran dan Kedudukan PNS ... 21

BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI A. Identifikasi Isu dan Gagasan Pemecahan ... 27

B. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan ... 34

C. Rancangan Jadwal Kegiatan ... 43

D. Jadwal Bimbingan Coach ... 44

E. Jadwal Bimbingan Mentor ... 45 DAFTAR PUSTAKA

(8)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Profil Kepala Sekolah dan Guru ... 5

Tabel 2.2 Data Siswa………6

Tabel 2.3 Keadaan Gedung ... 6

Tabel 2.4 Struktur Organisasi ... 10

Tabel 4.1 Nilai Ulangan Harian Siswa ... 28

Tabel 4.2 Analisis Isu Dengan Teknik APKL ... 29

Tabel 4.3 Analisi Isu Dengan Teknik USG ... 30

Tabel 4.4 Rancangan Aktualisasi ... 34

Tabel 4.5 Rancangan Jadwal Kegiatan Aktualisasi ... 43

Tabel 4.6 Jadwal Konsultasi Dengan Coach ... 44

(9)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada intansi pemerintah, diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian, diserahi tugas dalam jabatan pemerintah serta di gaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.

PNS sebagai bagian dari ASN harus memiliki kompetensi yang sesuai perkembangan jaman. Dalam rangka reformasi birokrasi, PNS selain harus memiliki kompetensi profesional juga harus memiliki etika, sikap dan perilaku yang baik dalam mengemban tugas jabatannya.

PNS memiliki dua fungsi jabatan yang berbeda yaitu jabatan administrasi dan jabatan fungsional. Jabatan administrasi adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi tugas yang berkaitan dengan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan. Jabatan fungsional adalah sekelompok jabatan yang tugas pokoknya sudah diatur secara khusus.

Guru Penjasorkes di Sekolah Menengah Pertama merupakan bagian dari PNS yang diharapkan dapat membentuk karakter dari dalam dirinya sendiri untuk menjadi PNS yang berkompetensi, profesional, memiliki integritas yang tinggi, dan berkomitmen atas tugas yang diembannya. Untuk mewujudkan semua itu PNS harus bisa mengaktualisasikan nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi) dalam pelaksanaan tupoksinya.

Dengan diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 mengharuskan guru mengajar dengan mematuhi standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kegiatan pengajaran yang tiba-tiba

(10)

2

berubah drastis ini menjadi tantangan bagi guru khusunya guru pjok, agar sasaran dan tujuan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dapat tercapai. Oleh karena itu kita sebagai guru harus dapat memanfaatkan media pembelajaran agar tujuan dari pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik. Meskipun melalui surat edaran Mendikbud No 4 Tahun 2020 terkait panduan pembelajaran di rumah selama masa pandemi mengharuskan guru untuk tidak membebani peserta didik melalui tuntutan capaian kurikulum sebagai syarat kenaikan kelas.

Dasar hukum dilaksanakannya Peserta Pelatihan Dasar adalah Perlan No. 1 Tahun 2021 tentang pedoman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan Dasar PNS golongan III yang menjelaskan bahwa PNS harus mengikuti diklat selama 51 hari kerja dengan sistem on off, 18 hari on kampus, 30 hari off kampus dengan mengaktualisasikan ke 5 nilai ANEKA di tempat tugas, dan 3 hari on kampus mempresentasikan hasil aktualisasi.

Berdasarkan pertimbangan diatas, peserta pelatihan CPNS Tahun 2021 ditugaskan untuk merancang aktualisasi nilai dasar ANEKA yang akan diimplementasikan di unit kerja. Adapun lokasi unit kerja aktualisasi yaitu di SMP Negeri 1 Semitau Kabupaten Kapuas Hulu.

Peserta Pelatihan Dasar CPNS dilakukan untuk dapat membentuk sosok PNS yang mempunyai kompetensi yang mengarah kepada upaya peningkatan:

1. Menunjukkan sikap perilaku bela Negara

2. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya

3. Mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

4. Menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas.

(11)

3 B. Tujuan

Tujuan dari aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini secara khusus yaitu:

1. Memahami nilai-nilai dasar yang harus dimiliki seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

2. Mampu mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas sebagai guru.

3. Menerapkan nilai-nilai nasionalisme dalam melaksanakan tugas sebagai guru sehingga mampu mengedepankan kepentingan nasional.

4. Menjunjung tinggi etika publik dalam melaksanakan tugas sebagai guru sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis.

5. Mampu menerapkan nilai-nilai komitmen mutu sehingga mewujudkan pelayanan yang prima terhadap peserta didik maupun masyarakat.

6. Mampu menerapkan nilai-nilai anti korupsi di lingkungan sekolah sehingga bisa mewujudkan sikap disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas sebagai guru.

C. Tempat dan Waktu Kegiatan

Tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah di SMP Negeri 1 Semitau, kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu. Alamat Jln. Muh. Amin No. 30 Semitau, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, kode pos 78775.

Waktu pelaksanaan kegiatan yaitu pada saat off class Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan 71 dari tanggal 24 maret s/d 1 Mei 2021.

(12)

4 BAB II

GAMBARAN UMUM

A. Profil Organisasi

Profil SMP Negeri 1 Semitau

Berikut adalah profil SMP Negeri 1 Semitau :

PROFIL SEKOLAH

Nama Sekolah : SMPN 1 Semitau

NPSN : 201130514003/30102900

Alamat : Jl. Muh. Amin No. 30 Semitau No. Telepon : 082151223679

Nama Kepala Sekolah : Suprayogi, S. Pd.

No. Hp : 085750997417

Kategori Sekolah : Negeri Tahun Beroperasi : 1966

Kepemilikan Tanah : Milik Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu

Luas Tanah/status : 12.000m

2/ SHM/HGB/Hibah Pakai/Akta Jual-Beli

Luas Bangunan : 1.861m2 B. Keadaan Sekolah

SMP Negeri 1 Semitau merupakan unit kerja pemerintah dibidang pendidikan menengah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. SMP Negeri 1 Semitau berada di kecamatan Semitau

(13)

5

Tabel 2.1

Profil Kepala Sekolah dan Guru SMP N 1 Semitau

NO NAMA NIP JABATAN

PANGKAT GOLONGAN

1 Suprayogi, S. Pd. 196409171987031014 Kepala Sekolah

IV/b

2 Emilia Paula, S. Pd. 196705061997022002 Waka Kesiswaan

IV/a

3 Welson, S. Pd. 196610202000121002 Bendahara BOS

IV/a

4 Sri Dwi L., S. Pd. 196311151984122005 Guru IPA IV/a 5 Kornelia Dwi H. S. Pd. 199004092019032004 Guru Katolik III/a 6 Ijah, S. Pd. K 196903142000032001 Guru Katolik III/d 7 Wiwin Sholihat, S. Pd. 198607282010012008 Guru B.

Inggris

III/c

8 Asnawati, S. Pd. 198403052010012015 Guru BP III/b 9 Muh. Syihabuddin, S. Pd. I 199407252019031002 Guru PAI III/a 10 Yunny Elvandari, S. Pd. 198506242011012004 Guru Matematika III/b 11 Kristiana Dani T., S. Pd. 198408072010012011 Guru B. Inggris III/b

12 Galih Wibowo, S. Pd. 198803152020121010 Guru Penjas III/a 13 Teresia Natalia, S. Pd. Guru Penjas

14 Vinelda Vyses, S. Pd. Guru

Matematika 15 Saverus Ruli A., S.

(14)

6

16 Arie Wulandari, S. Pd. Guru IPS 17 Juliana Karistiani, S. Pd. Guru Matematika 18 Nikmah Ayu R., S. Pd. I Guru PAI

19 Nechy Astriati, S. Pd. Guru B. Inggris 20 Ana Kusumawati, S.

Pd. Guru Katolik

21 Dwi Untari K., S. Pd. Guru IPA 22 Teresia Dahi, S. Pd.

23 Dessy Susanti, S. Pd. Guru IPS

Tabel 2.2

Data siswa SMP Negeri 1 Semitau

KELAS SISWA LAKI-LAKI SISWA PEREMPUAN JUMLAH I 92 72 164 II 71 58 129 II 62 73 135 JUMLAH 225 203 428 Tabel 2.3 Keadaan Gedung

NAMA RUANGAN JUMLAH

Ruang Kelas 12

Kantor Guru 2

(15)

7 Laboratorium 1 UKS 1 Mushola 1 WC Guru 2 WC Siswa 5 Gudang 1

C. Visi dan Misi SMP Negeri 1 Semitau 1. Visi Sekolah

“ Beriman, Berprestasi, Berpotensi dan Berbudaya “

2. Misi Sekolah

a. Melaksanakan pengembangan kurikulum satuan pendidikan. b. Melaksanakan pembelajaran secara efektif.

c. Menumbuhkan semangat kerja berorientasi mutu secara komperhensip dan kompetitif.

d. Membantu setiap siswa untuk menggali potensi diri melalui kegiatan olahraga dan pengembangan diri.

e. Melaksanakan manajemen kependidikan dengan memberikan pelayanan prima.

f. Melakukan komunikasi secara intensif.

g. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa.

h. Mendorong lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlak tinggi, berbudaya dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

(16)

8 3. Nilai-Nilai Organisasi

Nilai-nilai yang diterapkan di SMPN 1 Semitau yaitu nilai-nilai pendidikan karakter yang meliputi :

1. Efektif 2. Berorientasi mutu 3. Kompetitif 4. Berkualitas 5. Berprestasi 6. Berakhlak tinggi 7. Berbudaya 8. Bertaqwa

Kegiatan Pengembangan diri di SMPN 1 Semitau

a) Pramuka. Kegiatan ini melatih peserta didik untuk hidup mandiri, ulet, kerja keras, mampu bekerja secara berkelompk serta memiliki jiwa nasionalis. Adapun materi yang diajarkan dalam kegiatan pramuka antara lain: Peraturan Baris Berbaris dan sandi.

b) Pembiasaan Shalat dzuhur berjamaah. Kegiatan shalat dzuhur berjamaah dilakukan di mushola sekolah setiap hari senin s.d. kamis dan sabtu setelah jam pembelajaran selesai. Kegiatan ini bertujuan agar siswa-siswi terbiasa shalat wajib secara berjamaah.

c) Ekstra kurikuler olahraga. Kegiatan ini merupakan wadah bagi siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat dalam hal olahraga. Tujuan selanjutnya dari adanya ekstrakurikuler olahraga ini agar siswa-siswi mampu menampilkan potensinya pada event PORSENI maupun Turnamen keolahrgaan. Adapun cabang yang menjadi kegiatan ekstrakurikuler adalah: Sepak Bola, Bola Voli, Sepak Takraw, Bulu Tangkis, Tenis Meja dan Atletik.

(17)

9

d) Organisasi Osis. Organisasi ini merupakan wadah bagi siswa-siswi yang berminat untuk mengembangkan kemampuan dalam berorganisasi.

D. Struktur Organisasi 1. Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah suatu susunan komponen-komponen atau unit-unit kerja dalam sebuah organisasi. Struktur organisasi menunjukkan bahwa adanya pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau kegiatan-kegiatan berbeda yang dikoordinasikan. Dan selain itu struktur organisasi juga menunjukkan mengenai spesialisasi dari pekerjaan, saluran perintah maupun penyampaian laporan. Demi mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

(18)

10

(19)

11 2. Tugas Pokok dan Fungsi Guru

1) Tugas Guru

a. Guru Sebagai Pendidik

Guru adalah seorang pendidik yang menjadi tokoh / panutan bagi peserta didik dan lingkungannya. Maka seorang guru itu harus:

1) Mempunyai standar kualitas pribadi yang baik.

2) Bertanggung jawab terhadap tindakannya dalam proses pembelajaran di sekolah.

3) Berani mengambil keputusan berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi.

b. Guru Sebagai Pelajar

Di dalam tugasnya seorang guru membantu peserta didik dalam meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka seorang guru harus mengikuti perkembangan teknologi agar apa yang di bawakan seorang guru pengajarannya tidak jadul.

c. Guru Sebagai Pembimbing

Sebagai pembimbing seorang guru dan siswa di harapkan ada kerja sama yang baik dalam merumuskan tujuan secara jelas dalam proses pembelajaran.

d. Guru Sebagai Pengarah

Seorang guru di harapkan dapat mengarahkan peserta didiknya dalam memecahkan persoalan yang telah di hadapinya dan bisa mengarahkan kepada jalan yang benar apabila mengalami persoalan yang negative yang telah menimpa dirinya.

e. Guru Sebagai Pelatih

Mengembangkan keterampilan-keterampilan pada peserta didik dalam membentuk kompetensi dasar sesuai dengan potensi masingmasing dari peserta didik.

(20)

12 f. Guru Sebagai Penilai

Penilaian merupakan proses penetapan kualitas hasil belajar / proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan

pembelajaran peserta didik yang meliputi tiga tahap yaitu: Persiapan, Pelaksanaan, dan Tindak lanjut.

2) Fungsi Guru

Menurut UU. RI No. 14 th 2005 bab 2 pasal 5 yang berbunyi: Kedudukan dosen/guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat 1 berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen/guru sebagai agen pembelajaran, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta pengabdi kepada masyarakat, berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Adapun fungsi Guru sebagai berikut:

a. Sumber Belajar

Mengingat tugas guru sebagai tranmisi ilmu, mka di harapkan mampu menguasai materi yang di ajarkannya. Sebab seorang guru merupakan sumber dari belajarnya. Apa yang tidak dipahami oleh peserta didik, diharapkan seorang gurulah yang akan membantunya dalam

memecahkan persoalan yang di hadapi. b. Fasilitator

Sebagai fasilitator seorang guru berperan sebagai

pendamping belajar para peserta didiknya dengan suasana yang menyenangkan. Agar dapat melaksanakan tugas sebagai fasilitator ada beberapa hal yang harus dipahami guru :

1) Memahami berbagai jenis media dan sumber belajar beserta fungsi masing-masing media tersebut.

2) Mempunyai keterampilan dalam merancang suatu media.

(21)

13

3) Mampu mengorganisasikan berbagai jenis media serta dapat memanfaatkan sebagai sumber belajar. 4) Mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan

berinteraksi dengan peserta didik. c. Pengelola

Seorang guru sebagai pengelolah pembelajaran berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa belajar dengannyaman. Sebagai manager, guru memiliki 4 fungsi umum: merencanakan tujuan belajar,

mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar. Memimpin, meliputi :

memotivasi, mendorong dan menstimulasi peserta didik, mengawasi segala sesuatu dalam rangka mencapai tujuan. d. Demonstrator

Seorang guru dapat mempertunjukkan kepada peserta didik agar memahami dan mengerti dari setiap pesan yang

disampaikan. e. Pembimbing

Setiap peserta didik pada saat lahir telah memiliki potensi-potensi yang kemudian dapat di tumbuhkembangkan sesuai dengan potensinya. Maka seorang guru berperan dalam membimbing dan mengarahkannya.

f. Motivator

Untuk menghasilkan sistem belajar yang optimal, seorang guru di tuntut kreatif dalam membangkitkan motivasi belajar peserta didiknya dengan cara:

1) Memperjelas tujuan yang ingin di capai

2) Membangkitkan minat peserta didik dalam belajar 3) Menciptakan suasana yang menyenangkan

4) Memberikan pujian terhadap keberhasilan peserta didik

(22)

14

5) Memberi komentar yang mendidik tentang hasil pekerjaan peserta didik

g. Evaluator

Dengan adanya evaluasi seorang guru dapat mengetahui apakah siswanya telah berhasil sehingga mereka layak untuk diberikan materi yang baru ataukah sebaliknya sehingga mereka perlu adanya remedial.

3) Tugas Pokok dan Fungsi Guru Dalam Mencanangkan Proses Belajar Mengajar

Sebagai seorang guru sudah sepatutnyalah selalu ingat akan tugas pokok dan fungsinya, agar sosok guru senantiasa melekat seiring dengan perubahan jaman yng semakin maju. Dengan menyadari tugas pokok nya maka ia berhak untuk selalu disebut sebagai guru profesional. Dibawah ini merupakan uraian tugas pokok dan fungsi guru dalam merencanakan proses belajar mengajar agar tujuan pendidikn dapat terealisasi dengan baik.

a. Membuat program pengajaran (Silabus, RPP, Prota, Promes)

b. Menganalisa materi pelajaran c. Membuat lembar kerja siswa

d. Membuat program harian/jurnal belajar e. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

f. Melaksanakan kegiatan penilaian baik itu ulangan harian, tengah semester atau akhir semester

g. Melaksanakan analisis ulangan, program remedial, pengayaan

h. Mengisi daftar nilai siswa, mengisi raport i. Melaksanakan bimbingan kelas/konseling

j. Melaksanakan kegiatan bimbingan guru/tutor sebaya apabila telah mengikuti pelatihan

(23)

15

l. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatn kurikulum

m. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah

n. Membuat catatan tentang kemajuan peserta didik

o. Meneliti daftar hadir siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung

p. Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya

q. Mengumpulkan angka kredit dan menghitungnya untuk kenaikan pangkat

r. Menumbuhkembangkan sikap menghargai seni s. Mengikuti kegiatan kurikulum

t. Mengadakan penelitian tindakan kelas

Uraian diatas merupakan paparan tugas pokok dan fungsi guru, agar para guru menjadi lebih profesional dibidangnya dan tahu akan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.

(24)

16 BAB III

NILAI – NILAI DASAR SERTA PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

A. NILAI – NILAI DASAR PNS

Nilai-nilai dasar PNS merupakan nilai-nilai dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan PNS secara profesional sebagai pelayan masyarakat yang meliputi kemampuan berakuntabilitas, mengedepankan kepentingan nasional, menjunjung tinggi standar etika publik, berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya, dan tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan instansinya. Adapun nilai-nilainya adalah sebagai berikut:

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab dan amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Akuntabilitas adalah prinsip dasar bagi organisasi yang berlaku pada setiap level/unit organisasi sebagai suatu kewajiban jabatan dalam memberikan pertanggungjawaban laporan kegaitan kepada atasannya. PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil pilihan yang tepat ketika kerjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis, melayani warga secara adil dan konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2021).

Adapun indikator beserta penjelasannya sebagai berikut :

a) Kejelasan target adalah kejelasan target dalam menjelaskan cara, tindakan ataupun proses kegiatan untuk mencapai suatu tujuan; b) Partisipasif adalah suatu keterlibatan fisik baik, mental dan

(25)

17

tujuan; : perihal turut berperan serta dalam suatu kegiatan; keikutsertaan, peran serta;

c) Tanggung jawab : kewajiban tingkah laku atau perbuatan dalam melaksanakan suatu pekerjaan;

d) Konsisten adalah Tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; Selaras; sesuai;

e) Transparansi adalah Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi. f) Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

g) Adil adalah selalu bersikap imparsial suatu sikap yang tidak memihak kecuali kebenaran, bukan berpihak karena pertemanan h) Jujur adalah Sifat perkataan sesuai dengan kebenaran,

menyatakan sebenar-benarnya i) Netral adalah tidak berpihak 2. Nasionalisme

Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia 2021). Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Setiap pegawai ASN wajib memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa :

a. Menempatkan persatuan dan kesatuan.

b. Kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan;

c. Menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara;

(26)

18

d. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri;

e. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa; f. Menumbuhkan sikap saling mencintai sesama

manusia;

g. Mengembangkan sikap tenggang rasa.

Adapun indikator beserta penjelasannya adalah sebagai berikut : a) Religius artinya Patuh terhadap ajaran agama

b) Kerjasama artinya pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama

c) Jujur artinya berkata dengan sebenarnya d) Amanah artinya dapat dipercaya

e) Adil bermakna suatu sikap yang bebas dari diskriminasi, ketidakjujuran /

f) Tidak Diskriminatif adalah sikap tidak membedakan secara sengaja terhadap golongan-golongan yang berhubungan dengan kepentingan tertentu. Pembedaan tersebut biasanya didasarkan pada agama, etnis, suku, dan ras. Diskriminasi cenderung dilakukan oleh kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas

g) Disiplin

Menurut Simamora (2004:234) disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untukberkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku

(27)

19 h) Musyawarah

Pengertian Musyawarah merupakan suatu upaya bersama dengan sikap rendah hati untuk dapat memecahkan persoalan (mencari jalan keluar) untuk bisa mengambil keputusan bersama dalam penyelesaian atau juga pemecahan yang menyangkut urusan keduniawian (Wikipedia)

i) Menghargai karya orang lain adalah memberikan apresiasi (penghargaan) atas hasil usaha dan jerih payah orang lain. Sebab, jerih payah atau karya termasuk harta kepemilikan yang wajib dilindungi.

j) Tanggung jawab adalah keadaan di mana wajib menanggung segala sesuatu sehingga kewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu yang menjadi akibat.

3. Etika Publik

Etika merupakan refleksi atas standar norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

Adapun indikator beserta penjelasannya adalah sebagai berikut : a) Sopan adalah sikap seseorang terhadap apa yang dia lihat, ia

rasakan dalam situasi dan kondisi apapun.

b) Cermat adalah sikap hati-hati, teliti, sungguh-sungguh, ikhlas, rajin dan ulet dalam melakukan pekerjaan

c) Kerahasiaan adalah praktik pertukaran informasi antara sekelompok orang, bias hanya sebanyak orang lain

d) Jujur adalah suatu sikap yang lurus hati, menyatakan yang sebenar-benarnya tidak berbohong atau berkata hal-hal yang menyalahi apa yang terjadi (fakta)

e) integritas adalah bertindak secara konsisten antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai nilai-nilai yang dianut

(28)

20

(nilai-nilai dapat berasal dari nilai kode etik di tempat dia bekerja, nilai masyarakat atau nilai moral pribadi).

f) Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingklah laku atau perbuatan baik yang disengaja atau tidak disengaja. g) Disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peraturan dan

tunduk pada pengawasan

4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan (customer) sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Adapun Indikator beserta penjelasannya sebagai berikut :

a) Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan atau pencapaian suatu tujuan yang diukur dengan kualitas, dan waktu, sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya.

b) Efisiensi adalah jumlah sumber daya yang di gunakan untuk mencapai tujuan organisasi.

c) Berorientasi mutu adalah apa yang kita berikan di terima oleh pihak lain dengan baik, sehingga mereka merasa puas.

5. Anti Korupsi

Korupsi berasal dari bahasa latin “Coruptio dan Corruptus” yang berarti kerusakan atau kebobrokan. Dalam bahasa Yunani yaitu Corruptio berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma- norma agama, material, mental, dan umum (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 1). Jadi, anti korupsi berarti tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah atau tindakan yang berhubungan dengan korupsi. Menurut UU No 31/1999, tindak pidana korupsi terdiri dari kerugian keuangan

(29)

21

negara, suap menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi.

Adapun indikator beserta penjelasannya adalah sebagai berikut : a) Kejujuran berasal dari kata jujur yang dapat didefinisikan

sebagai sebuah tindakan maupun ucapan yang lurus, tidak berbohong dan tidak curang.

b) Kedisiplinan adalah ketaatan/kepatuhan kepada peraturan. c) Tanggung Jawab adalah keadaan wajib menanggung segala

sesuatu.

d) Kerja keras didasari dengan adanya kemauan di dalam kemauan terkandung ketekadan, ketekunan, daya tahan, daya kerja, pendirian keberanian.

e) Kepedulian adalah mengindahkan, memerhatikan dan menghiraukan. Rasa kepedulian dapat dilakukan terhadap lingkungan sekitar.

B. PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

Peran dan kedudukan PNS menjadi hal penting bagi para PNS agar PNS dapat menjalankan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa sehingga mampu mengelola tantangan dan masalah keragaman sosial-kultural dengan menggunakan perspektif whole of government dalam mendukung pelaksanaan tugas jabatannya dalam melayani publik (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat, 2019).

1. Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN)

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik koripsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu

(30)

22

tersedia sumber daya aparatur sipil negara yang unggul selaras dengan perkembangan zaman. Pegawai ASN berfungsi untuk pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku yang diatur dalam UU ASN menjadi acuan bagi para ASN dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2021).

Manajemen kepegawaian adalah suatu proses pengelolaan pegawai/ karyawan mulai dari perekrutan/ rekruitmen sampai PHK (Putusan Hubungan Kerja) supaya pegawai memberikan andil besar dalam lembaga untuk mencapai tujuan individu, lembaga dan masyarakat. Ada beberapa indikator untuk Pegawai yaitu kepastian hukum, profesionalisme, proposionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif, efisien, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan, kesatuan, keadilan dan kesetaraan, serta kesejahteraan.

Adapun indikator manajemen ASN, antara lain:

a) kepastian hukum; Yang dimaksud dengan “asas kepastian hukum” adalah dalam setiap penyelenggaraan kebijakan dan Manajemen ASN, mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan.

b) profesionalitas; Yang dimaksud dengan “asas profesionalitas” adalah mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan

c) proporsionalitas; Yang dimaksud dengan “asas proporsionalitas” adalah mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban Pegawai ASN.

d) netralitas; Yang dimaksud dengan “asas netralitas” adalah bahwa setiap Pegawai ASN tidak berpihak dari segala bentuk

(31)

23

pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

e) akuntabilitas; Yang dimaksud dengan “asas akuntabilitas” adalah bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan Pegawai ASN harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

f) efektif dan efisien; Yang dimaksud dengan “asas efektif dan efisien” adalah bahwa dalam menyelenggarakan Manajemen ASN sesuai dengan target atau tujuan dengan tepat waktu sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan.

g) keterbukaan; Yang dimaksud dengan “asas keterbukaan” adalah bahwa dalam penyelenggaraan Manajemen ASN bersifat terbuka untuk publik.

h) non diskriminatif; Yang dimaksud dengan “asas nondiskriminatif” adalah bahwa dalam penyelenggaraan Manajemen ASN, KASN tidak membedakan perlakuan berdasarkan jender, suku, agama, ras, dan golongan.

2. Whole of Government

Whole-of-Government (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dan keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan publik. Oleh karenanya, WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan. WoG menekankan adanya penyatuan keseluruhan (whole) elemen pemerintahan(Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2021). Biasanya WoG dipraktekkan dalam pelayanan

(32)

24

publik dengan menyatukan seluruh sektor yang terkait dengan pelayanan publik.

Whole Of Government (WOG) adalah sebuah pendekatan

penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program dan pelayanan publik. Di dalam whole of government terdapat beberapa nilai indikator yaitu koordinasi, komunikasi, integritas, sinkronisasi dan simplikasi.

Terdapat beberapa nilai indikator dalam Whole of Government, yaitu:

a) Koordinasi adalah ialah menyelaraskan atau menyeimbangkan kegiatan kerja dari satu pihak dagan pihak yang lain demi mencapai tujuan masing-masing pihak dan berakhir dengan tujuan bersama.

b) Integrasi adalah pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat.

c) Kolaborasi merupakan proses partisipasi beberapa orang, kelompok, dan organisasi yang bekerja sama untuk mencapai hasil yang diinginkan.

d) Partisipasi adalah peningkatan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat.

e) Kerja sama adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama.

f) Kemitraan adalah kerjasama usaha antara usaha kecil dan usaha menengah atau usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan.

(33)

25 3. Pelayanan Publik

Menurut UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Terdapat 3 (tiga) unsur dalam pelayanan publik yaitu organisasi penyelenggara pelayanan publik, penerima layanan (pelanggan), kepuasan yang diberikan atau diterima oleh penerima layanan (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2021).

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas jasa, barang dan atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggaraan publik. Di dalam pelayanan publik terdapat beberapa nilai indikator yaitu kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, keamanan, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, disiplin/ sapa/ ramah, dan kenyamanan.

Ada 9 prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayan prima diantaranya adalah :

a) Partisipasif

Partisipasif artinya dalam pelayanan harus melibatkan masyarak at dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.

b) Transfaran

Transfaran artinya masyarakat diberikan akses sebesar-besarnya untuk mempertanyakan dan mneyampaikan pengaduan apila mereka merasa tidak puas dengan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah/instansi.

(34)

26 c) Respontif

Respontif artinya dalam pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya.

d) Tidak Diskriminatif

Tidak diskriminatif artinya pelayan publik yang diberikan pemerintah tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara lainnya.

e) Mudah dan Murah

Pelayanan yang masyarakat perlukan harus diterapkan prinsip mudah artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut masuk akan dam mudah untuk dipenuhi. Sedangkan murah artinya biaya yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut terjangkau oleh seluruh warga negara.

f) Efektif dan Efesien

Cara menujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah.

g) Akuntabel

Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dipertanggung-jawabkan.

(35)

27 BAB IV

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi Isu dalam Pelaksanaan Tugas dan Gagasan Penanganan

Sekolah merupakan suatu lembaga formal yang berada dibidang pendidikan yang berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan, minat, bakat dam karakter anak. Di dalam dunia pendidikan kita sering menjumpai adanya kendala-kendala yang membuat tidak tercapainya tujuan dari pendidikan yang bisa dijadikan isu untuk dikaji. Isu-isu yang berada diranah pendidikan ini biasanya terjadi pada proses pembelajaran. Isu-isu yang akan penulis tampilkan di rancangan aktualisasi ini adalah isu – isu yang mana diperoleh dari proses diskusi bersama kepala sekolah, guru penjas dan koordinator pendidik. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, maka penulis mengidentifikasi tiga isu yang terjadi di SMP Negeri 1 Semitau.

Isu-isu Aktual yang ada di SMP Negeri 1 Semitau adalah sebagai berikut:

1. Rendahnya pemahaman siswa dalam kegiatan baris berbaris Berdasarkan hasil diskusi dengan rekan guru, rendahnya pemahaman siswa dalam kegiatan baris-berbaris dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang materi baris-berbaris, pada saat upacara bendera masih ada barisan yang tidak rapi, salah dalam memberikan instruksi, salah dalam menerapkan instruksi dan tidak adanya materi baris berbaris di sekolah.

2. Rendahnya disiplin siswa dalam proses pembelajaran

Berdasarkan pengamatan saya mengajar selama dua minggu, masih rendahnya disiplin siswa dalam proses pembelajaran dikarenakan masih ada siswa yang telat masuk kelas, siswa tidak

(36)

28

memperhatikan gurunya pada saat menjelaskan dan siswa sibuk bermain dengan temannya pada saat proses pembelajaran.

3. Rendahnya pemahaman siswa tentang pola hidup sehat

Berdasarkan nilai KKM di SMP Negeri 1 Semitau banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM, terutama mata pelajaran Pjok materi pola hidup sehat.

Tabel 4.1

Nilai Ulangan Harian Pjok Siswa VII SMPN 1 Semitau

No. Nama KKM Nilai Keterangan

1 Albertus Marcelo 70 60 Tidak tuntas 2 AM. Midzwar A. 70 65 Tidak tuntas

3 Anatasia Chelsie 70 70 Tuntas

4 Angela Ranti 70 65 Tidak tuntas

5 Dayang Nurfaiza J. 70 70 Tuntas

6 Firliansyah M. 70 70 Tuntas

7 Gabriella Jestine A. 70 60 Tidak tuntas 8 Henselmus Yahya A. 70 50 Tidak tuntas 9 Irfan Rahmadi 70 40 Tidak tuntas 10 Kariando Y. P. 70 65 Tidak tuntas 11 Kristian Dogi 70 60 Tidak tuntas

12 Kristiana Linto 70 80 Tuntas

13 Libertus Polibi 70 50 Tidak tuntas

14 Linda Liyana 70 80 Tuntas

15 M. Lexy Prananda 70 65 Tidak tuntas 16 Magdalena C. Laura 70 80 Tuntas Sumber: Nilai Ulangan Harian

Dalam upaya menyikapi isu-isu aktual serta tantangan perubahan dan perkembangan yang terjadi berdasarkan tugas pokok dan fungsi guru, perlu ditentukan skala prioritas permasalahan yang akan ditangani. Penentuan isu aktual prioritas tersebut dilakukan dengan menggunakan skala dengan rentang angka dari 1-5 yang menyatakan bahwa isu tersebut: (1) = Tidak Penting; (2) = Kurang Penting; (3) = Cukup Penting; (4)= Penting dan (5)= Sangat Penting. Skala penilaian ini berpedoman pada 4 (empat) kriteria isu yaitu isu

(37)

29

bersifat Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak atau biasa di singkat APKL sebagai berikut :

Tabel 4.2 Analisis Isu dengan Teknik APKL

No ISU Kriteria Jumlah Rank

A P K L

1. Rendahnya pemahaman siswa

dalam kegiatan baris berbaris 4 4 4 3 15 2

2. Rendahnya disiplin siswa dalam

proses pembelajaran. 3 4 4 3 14 3

3.

Kurangnya pemahaman siswa tentang pola hidup sehat

.

5 4 4 4 17 1

Berdasarkan hasil analisis isu – isu tersebut menggunakan analisis APKL, maka isu aktual yang paling mendasar dan mendapatkan peringkat paling tinggi yaitu “Kurangnya pemahaman siswa tentang pola hidup sehat”. Pembelajaran yang dimaksud dalam isu di atas adalah pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dengan skor 17.

Berdasarkan hasil nilai praktek peserta didik, dapat diketahui bahwa isu tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya :

1. Siswa kurang fokus dalam mendengarkan materi pola hidup sehat

Berdasarkan komunikasi dengan guru, kurang fokusnya siswa dalam mendengarkan materi pola hidup sehat, dikarenakan tidak adanya apersepsi di awal pembelajaran, tidak adanya motivasi yang diberikan guru kepada siswa, tata tempat duduk yang

(38)

30

kurang mendukung dalam proses pembelajaran, guru tidak memberi perhatian khusus kepada siswa yang kurang focus, cara belajar yang textual hanya berpatokan pada buku materi dan penyampaian materi dengan intonasi yang kurang jelas.

2. Kurang Menariknya cara penyampaian materi pola hidup sehat Berdasarkan hasil komunikasi penulis dengan guru, kurang menariknya cara penyampaian materi pola hidup sehat yaitu intonasi guru dalam menyampaikan materi kurang jelas, guru menyampaikan materi secara monoton, tidak adanya model pembelajaran, tidak adanya media dalam pembelajaran, tidak adanya icebreaking dalam pembelajaran, tidak adanya games dalam pembelajaran dan guru kurang menarik dalam mengelola kelas.

3. Belum optimalnya metode pembelajaran dalam materi pola hidup sehat pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan

Berdasarkan hasil komunikasi dengan guru, belum optimalnya metode pembelajaran dalam materi pola hidup sehat dikarenakan masih kurangnya pengetahuan tentang metode pembelajaran, kurang tepatnya guru dalam memilih metode pembelajaran terhadap materi, kurang kreatifnya guru dalam memilih media untuk mempermudah penyampaian materi, guru kurang dalam mengelola kelas dengan baik.

Dari faktor diatas penulis menentukan penyebab utama isu dengan menganalisis menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan skala penilaian 1 sampai 5, sebagai berikut:

(39)

31

Tabel 4.3 Analisis Isu dengan Teknik USG

No Masalah Pokok Prioritas Total Peringkat U S G

1 Siswa kurang fokus dalam mendengarkan materi pembelajaran pendidikan jasmani di kelas VII SMPN 1 Semitau 2 5 4 11 3

2 Kurang Menariknya cara penyampaian materi pembelajaran pendidikan jasmani di kelas VII SMPN 1 Semitau

3 5 5 13 2

3 Belum optimalnya metode pembelajaran dalam materi pola hidup sehat pada mata

pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan siswa kelas VII SMPN 1 Semitau

4 5 5 14 1

Keterangan :

5 : Sangat Tinggi 2 : Rendah

4 : Tinggi 1 : Sangat Rendah

(40)

32

Berdasarkan hasil analisis masalah pokok menggunakan USG yang menggunakan skala Likert dapat diketahui bahwa faktor utama yang menjadi masalah pokok adalah “ Belum optimalnya metode pembelajaran dalam materi pola hidup sehat pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan”. Dengan mengetahui masalah pokok tersebut penulis dapat menyimpulkan gagasan yang tepat untuk penulisan rancangan aktualisasi ini adalah “Optimalisasi Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dengan Metode Demonstrasi pada Materi Pola Hidup Sehat Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Semitau”.

Dalam rancangan aktualisasi yang akan didemonstrasikan yaitu memperagakan cara cuci tangan menggunakan 6 langkah dengan waktu selama 60 detik menggunakan sabun. Kenapa harus dijelaskan cara mencuci tangan yang benar dikarenakan pada kenyataannya masih banyak siswa yang ketilka mencuci tangan hanya asal-asalan saja padahal pada situasi seperti sekarang itu dimana dunia terdampak virus Covid-19 cuci tangan adalah salah satu cara memperlambat penularan virus tersebut dimana tangan merupakan salah satu pintu masuknya virus ke dalam tubuh.

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan sesuatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Muhibbin Syah, 2000).

Langkah-langkah Menggunakan Metode Demonstrasi

Langkah-langkah perencanaan dan persiapan yang perlu ditempuh agar metode demonstrasi dapat dilaksanakan dengan baik adalah:

a. Perencanaan

(41)

33

 Merumuskan tujuan yang jelas baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat ditempuh setelah metode demonstrasi berakhir.

 Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan.

 Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan.

 Selama demonstrasi berlangsung, seorang guru hendaknya introspeksi diri apakah:

- Keterangan-keterangannya dapat didengar dengan jelas oleh peserta didik.

- Semua media yang digunakan ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap peserta didik dapat melihat. - Peserta didik disarankan membuat catatan yang dianggap

perlu.

 Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan peserta didik.

b. Pelaksanaan

Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:

 Memulai demonstrasi dengan menarik perhatian peserta didik.

 Mengingat pokok-pokok materi yang akan didemonstrasikan agar demonstrasi mencapai sasaran.

 Memperhatikan keadaan peserta didik, apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik.

 Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif memikirkan lebih lanjut tentang apa yang dilihat dan didengarnya dalam bentuk mengajukan pertanyaan.

c. Evaluasi

Sebagai tindak lanjut setelah diadakannya demonstrasi sering diiringi dengan kegiatan-kegiatan belajar selanjutnya. Kegiatan ini dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan, menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut. Selain

(42)

34

itu, guru dan peserta didik mengadakan evaluasi terhadap demonstrasi yang dilakukan, apakah sudah berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk menindaklanjuti gagasan isu tersebut maka diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menyusun RPP

2. Menyiapkan bahan ajar

3. Membuat instrumen penilaian unjuk kerja 4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran 5. Evaluasi

(43)

35 B. KETERKAITAN SUBTANSI MATA PELATIHAN

Table 4.4

Rancangan Aktualisasi Unit Kerja SMP Negeri 1 Semitau

Isu yang Diangkat Kurangnya pemahaman siswa tentang pola hidup sehat Masalah yang Diangkat Belum optimalnya metode pembelajaran

Gagasan Pemecah Isu Optimalisasi Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Dengan Metode Demonstrasi Dalam Materi Pola Hidup Sehat Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Semitau

No. Kegiatan Tahap Kegiatan Proses Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai-Nilai Dasar PNS

Kontribusi Terhadap Visi-Misi dan Nilai-Nila

Organisasi 1 2 3 4 5 1 Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Hasil Kegiatan: Dokumen RPP 1. Konsultasi dengan Mentor, kepala sekolah dan Guru Penjas

Saya akan melakukan konsultasi bersama mentor, kepala sekolah dan Guru Penjas mengenai penyusunan RPP (WoG: Koordinasi).

Saya akan menyiapkan silabus sebagai dasar pembuatan RPP dan akan disesuaikan dengan

KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI :

Dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai, saya berkontribusi dalam visi dan

(44)

36 2. Menyiapkan silabus pembelajaran 3. Menentukan metode pembelajaran, tujuan pembelajaran dan media pembelajaran sesuai dengan materi ajar. 4. Membuat RPP 5. Menyerahkan dokumen RPP

kurikulum, sehingga kejelasan tujuan pembelajaran akan mudah dicapai (Akuntabilitas: Kejelasan Target) (Pelayanan Publik: Akuntabel).

Dalam menyusun dokumen RPP, saya akan membangun komunikasi dengan berdiskusi bersama guru senior agar mendapatkan masukan yang positif (Nasionalisme: Kerja sama) (Manajemen ASN: Keterbukaan). Dalam menyusun RPP, saya akan menentukan metode dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran (Etika Publik: Cermat).

Dalam proses menentukkan media pembelajaran dan menyusun langkah-langkah pembelajaran akan dibuat secara sistematis agar pembelajaran tercapai (Komitmen Mutu: Berorientasi Mutu).

Saya akan membuat RPP sesuai tata aturan yaitu kompetensi inti, kompetensi dasar,

misi sekolah yaitu “Melaksanakan Pengembangan kurikulum satuan pendidikan“ PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI : Tersedianya RPP akan membuat proses pembelajaran berjalan dengan baik dan sesuai

dengan tujuan

pembelajaran serta menguatkan nilai efektif, berorientasi mutu, dan berkualitas.

(45)

37

indikator dan tujuan, sumber ajar, metode dan alokasi waktu dalam proses pembelajaran sehingga dalam proses belajar mengajar berjalan secara efektif (Akuntabilitas: Kejelasan Target).

RPP yang akan saya serahkan kepada kepala sekolah sebagai bentuk pelaksanaan tugas pokok dan fungsi guru (Anti Korupsi: Tanggung Jawab). Saya akan menyerahkan RPP sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan (WoG: Ketepatan Waktu)

2 Menyiapkan bahan ajar Hasil Kegiatan: Tersedianya Bahan Ajar 1. Menentukan Kompetensi dasar dan Indikator 2. Mencari materi 3. Mengumpulkan materi 4. Membuat Bahan Ajar

Dalam membuat bahan ajar saya akan menentukan materi yang sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator (Akuntabilitas: Konsisten).

Dalam membuat bahan ajar saya akan bekerja sama dengan teman guru agar mendapatkan informasi lebih dalam penyusunan materi (Nasionalisme: Kerjasama).

KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI :

Dengan dibuatnya materi bahan ajar, telah mendukung salah satu visi sekolah yaitu Melaksanakan

(46)

38

Saya akan mencari materi bahan ajar dari internet untuk menunjang proses pembelajaran (Antikorupsi: Mandiri).

Dalam mengumpulkan materi bahan ajar, saya akan memilah mana yang sesuai dengan kemampuan siswa (Etika Publik: Cermat). Selanjutnya, dalam mengumpulkan materi bahan ajar, saya akan memanfaatkan waktu yang telah ditentukan (Komitmen Mutu: Efisien) (Manajemen ASN: Akuntabilitas). Dalam melakukan proses pencarian materi, saya akan berusaha memenuhi tanggung jawab yang diberikan (Anti Korupsi: Tanggung Jawab).

Saya akan menyatukan materi bahan ajar dalam microsoft word dengan berkoordinasi bersama guru senior (WoG: Koordinasi). Setelah saya kumpulkan materi, saya akan mencetak bahan ajar dengan menyertakan sumber (Nasionalisme: Menghargai Karya

kurikulum satuan pendidikan “

PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI :

Dengan terlaksananya kegiatan pencarian materi bahan ajar, memperkuat nilai akuntabel

(47)

39

Orang Lain). Saya akan menyiapkan bahan ajar yang tidak berbahaya untuk siswa (Pelayan Publik: Keamanan).

3 Membuat instrumen penilaian unjuk kerja Hasil Kegiatan : Tersedianya Instrumen Penilaian 1. Membuat konsep instrumen penilaian unjuk kerja 2. Melakukan konsultasi kepada kepala sekolah. 3. Melakukan perbaikan instrumen unjuk kerja sesuai arahan dan masukan dari kepala sekolah.

Saya akan membuat instrumen penilaian unjuk kerja dengan menyesuaikan materi pembelajaran dan Berupaya membuat konsep kegiatan dengan penuh tanggung jawab (Akuntabilitas: Konsisten). (Anti Korupsi: Tanggung Jawab).

Dalam membuat konsep kegiatan, saya akan berusaha membuat konsep secara efisien (Komitmen Mutu: Efisien).

Dalam pembuatan konsep kegiatan, saya akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk mendapatkan saran dan perbaikan konsep kegiatan (WoG: Koordinasi).

Dalam melakukan konsultasi instrumen unjuk kerja, saya akan mengkomunikasikan dengan baik bersama kepala sekolah (Nasionalisme: Musyawarah). Saya akan menggunakan

KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI :

Dengan membuat konsep instrumen unjuk kerja, akan mendukung misi sekolah yaitu Melaksanakan pengembangan kurikulum satuan pendidikan “ PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI : Dengan terlaksananya konsultasi dan arahan dalam pembuatan angket, saya berkontribusi dalam

(48)

40

bahasa yang sopan pada saat melakukan konsultasi (Etika publik: Sopan). Dalam melakukan perbaikan sesuai arahan dan masukan dari pimpinan, saya akan membuat konsep kegiatan dengan lebih cermat dan teliti (Etika Publik: Cermat)

penguatan nilai koordinasi dan komunikasi 4 Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran Hasil Kegiatan: Terlaksananya kegiatan pembelajaran 1. Melaksanakan Kegiatan Awal 2. Melaksanakan Kegiatan Inti 3. Melaksanakan Kegiatan Penutup

Saya akan meminta ketua kelas untuk memimpin do’a terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran (Nasionalisme: Religius). Saya akan memberikan apersepsi kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari serta tujuan yang akan dicapai (Akuntabilitas: Kejelasan Target) Pelayanan Publik: Transparan). Saya akan memberikan pretest kepada seluruh siswa sebelum memasuki kegiatan pembelajaran (Anti Korupsi: Adil). Setelah memberikan pretest, saya akan menjelaskan materi cuci tangan yang benar menggunakan gambar. Saya akan memperlihatkan langkah-langkah

KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI :

Dengan terlaksananya kegiatan pembelajaran akan mendukung misi sekolah yaitu Melaksanakan pengembangan secara efektif “ PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI:

(49)

41

menggunakan media gambar kepada siswa, kemudian saya akan mendemonstrasikan tahapan cara cuci tangan yang benar sesuai dengan contoh yang telah diberikan. Tahap selanjutnya saya akan membawa peserta didik ke luar ruangan untuk mempraktekkan cara mencuci tangan (Komitmen Mutu: Inovasi) (Manajemen ASN: Keterpaduan). Saya akan memberikan post test kepada seluruh siswa tanpa membedakan-bedakan siswa untuk mengukur sejauh mana peserta didik menangkap materi yang telah dipelajari (Manajemen ASN: Netralitas) (Komitmen mutu: Berorientasi mutu). Saya akan akan mengevaluasi proses pembelajaran (Akuntabilitas: Kejelasan Target), (WoG: Integrasi). Saya akan meminta siswa untuk memimpin berdo’a bahwa kegiatan pembelajaran telah selesai (Nasionalis: Religius) Dengan melakukan kegiatan pembelajaran, berkontribusi dalam memperkuat nilai Tanggung Jawab

(50)

42 5 Evaluasi Hasil Kegiatan: Adanya Rekapitulasi Penilaian 1. Mengumpulkan hasil tes 2. Mengoreksi hasil tes 3. Menganalisis Nilai 4. Merekapitulasi nilai 5. Melaporkan hasil evaluasi

Saya akan mengumpulkan hasil pretest dan posttest siswa tanpa membeda-bedakan siswa (Pelayanan Publik: Tidak DIskriminatif). Setelah dikumpulkan, saya akan mengoreksi tugas siswa dengan benar sesuai dengan pedoman penskoran (Akuntabilitas: Jujur). Saya akan melakukan evaluasi sebagai wujud tanggung jawab kita terhadap apa yang telah direncanakan dan dikerjakan serta akan memberikan nilai yang sesuai dengan hasil praktik siswa (Nasionalisme: Tanggung Jawab (Anti Korupsi: Adil). Saya akan menganalisis nilai dengan teliti dan akan melakukan rekapitulasi nilai yang dapat dijadikan alat ukur keberhasilan kegiatan yang menunjukkan bermutu atau tidaknya kegiatan yang dilakukan dan akan memasukkan nilai kedalam buku nilai (Etika Publik; Cermat). (Komitmen Mutu: Berorientasi Mutu). Saya akan memasukkan nilai ke dalam buku daftar

KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI:

Dengan mengadakan evaluasi secara benar dan terarah, saya berkontribusi

dalam membantu

mewujudkan misi sekolah yaitu “ melaksanakan pengembangan kurikulum satuan pendidikan“ PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI: Dengan melakukan kegiatan evaluasi, berkontribusi dalam memperkuat nilai Tanggung Jawab

(51)

43

nilai sesuai susunan kegiatan yang telah direncanakan (Anti Korupsi: Disiplin). Saya akan melaporkan hasil evaluasi kepada kepala sekolah dan dengan bahasa yang baik dan sopan (Manajemen ASN: Keterbukaan) (WoG: Koordinasi) (Etika Publik: Sopan)

(52)

44 C. Rancangan Jadwal Kegiatan

Tabel 4.5

Rancangan Jadwal Implementasi Aktualisasi

Nama Peserta Galih Wibowo, S. Pd.

Instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kapuas Hulu Tempat Aktualisasi SMP Negeri 1 Semitau

No Kegiatan Tanggal

Pelaksanaan Output 1 Menyusun rencana pelaksanaan

pembelajaran 29 - 31 Maret Dokumen RPP

2 Menyiapkan Bahan Ajar 2 - 5 April Tersedianya Bahan Ajar

3 Membuat instrumen penilaian unjuk

kerja 7 – 9 April Tersediannya Instrumen Penilaian 4 Melaksanakan kegiatan pembelajaran 10 April Terlaksananya kegiatan pembelajaran

5 Evaluasi 13 - 15 April Rekapitulasi Nilai

(53)

45 D. Jadwal Bimbingan

1. Jadwal Konsultasi Coach

Tabel di bawah ini menggambarkan table konsultasi bersama coach Tabel 4.6

Jadwal Konsultasi Dengan Coach Nama Peserta Galih Wibowo, S. Pd.

No. Absen 13

Instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Pendidikan Tempat

Aktualisasi SMP Negeri 1 Semitau No Tanggal/

Waktu Kegiatan Catatan Bimbingan

Media Komunikasi Paraf Coach 1 12/3/2021 19.00 Wib

Diskusi awal terkait penyususnan RA

Mencari isu-isu

yang ada di sekolah Tatap Muka

2 15/3/2021 19.30 Wib

Konsultasi isu-isu yang akan diangkat

Membuat catatan isu-isu yang ada di sekolah

Tatap Muka

3 16/3/2021 19.30 Wib

Bimbingan isu yang akan diangkat

Memilih isu yang

aktual Tatap Muka

4 18/3/2021 19.30 Wib

Menyusun

rancangan dari Bab 1 sampai Bab 3 Perhatikan Langkah-langkah dalam penyusunan Tatap Muka 5 18/3/2021 19.30 Wib Mencari indikakator Aneka dan Kedudukan ASN Mempelajari

maksuda dan tujuan masing-masing Indikator Tatap Muka 6 21/3/21 19.30 Wib Mengaitkan Nilai-nilai ANEKA dan kedudukan ASN dengan Langkah-langkah kegiatan. Menyesuaikan indikator dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran Tatap Muka

(54)

46 7 22/3/21

17.00 Wib Revisi hasil seminar

Perbaiki catatan kesalahan seminar rancangan aktualisasi Tatap muka 8 24/3/21 09.00 Wib Bimbingan laporan aktualisasi dan revisi hasil seminar

Revisi penulisan rancangan aktualisasi berdasarkan catatan seminar Tatap muka

(55)

47 2. Jadwal Konsultasi Mentor

Tabel di bawah ini menggambarkan table konsultasi bersama mentor Tabel 4.7

Jadwal Konsultasi Dengan Mentor Nama Peserta Galih Wibowo, S. Pd.

No. Absen 13

Instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Pendidikan Tempat

Aktualisasi SMP Negeri 1 Semitau No Tanggal/

Waktu Kegiatan Catatan Bimbingan

Media Komunikasi Paraf Coach 1 12/3/2021 19.00 Wib

Diskusi awal terkait penyususnan RA

Mencari isu-isu

yang ada di sekolah Via wa 2 15/3/2021

19.30 Wib

Konsultasi isu-isu yang akan diangkat

Membuat catatan isu-isu yang ada di sekolah

Via wa 3

(56)

48

DAFTAR PUSTAKA

Erwan, Damayani.2017.Pelayanan Publik: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Fatimah, E, & Erna Irawati.2017. Manajemen Aparatur Sipil Negara: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Kumorotomo, dkk.2017.Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Etika Publik.Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Kusumasari, dkk.2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS:Akuntabilitas. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Latif, dkk. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Nasionalisme. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Suwarno, Y, & Sejati, T. A. . (2017). Whole Of Government: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia

Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Anti Korupsi. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Yuniarsih, T, &Taufiq, M. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Komitmen Mutu. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

(57)

49

1. Nama : Galih Wibowo, S.Pd. 2. Jenis Kelamin : Laki-Laki

3. Tempat/Tanggal Lahir : Pemalang, 15 Maret 1988 4. N I P : 19880315 202012 1 010 5. Pangkat / Gol. Ruang : Penata Muda / IIIa 6. Status : Kawin

7. Agama : Islam

8. Pendidikan : S1 – PJKR

9. Jabatan : Guru Penjasorkes Ahli Pertama 10. Unit Kerja : SMP Negeri 1 Semitau

11. Alamat Unit Kerja : Jl. Muh. Amin No. 30 Semitau

12. Nomor Telepon :

13. Alamat Rumah

: Dusun Melati RT/RW 02/01, Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu

14. Nomor HP : 085754979853

15. Motto : Keajaiban hanya akan datang kepada orang-orang yang berani

Gambar

Gambar 2.1 Struktur Organisasi SMP Negeri 1 Semitau
Tabel 4.2 Analisis Isu dengan Teknik APKL
Tabel 4.3 Analisis Isu dengan Teknik USG
Tabel di bawah ini menggambarkan table konsultasi bersama coach  Tabel 4.6
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penyusunan soal-soal evaluasi pembelajaran menggunakan Quizizz, saya akan menerapkan nilai-nilai akuntabilitas tansparansi dan konsistensi terhadap kompetensi dasar,

Diklat CPNS Melalui Kegiatan habituasi, peserta pelatihan dasar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) dapat membiasakan diri untuk menerapkan nilai-nilai dasar

Proses pelaksanaan rancangan aktualisasi ini menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi serta

menerapkan nilai-nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika public, komitmen mutu dan anti korupsi berkontribusi dengan visi misi RS Kanker Dharmais dalam memberikan

Jika nilai manajemen ASN : Akuntabilitas dan Profesionalitas tidak diterapkan pada kegiatan ini maka sama halnya dengan tidak terwujudnya nilai pelayanan publik yaitu peserta tidak

Pelatihan Dasar Calon PNS diselenggarakan untuk membentuk PNS profesional berkarakter dibentuk oleh sikap perilaku bela negara, nilai-nilai dasar PNS yaitu Akuntabilitas,

Profesi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja di Instansi Pemerintah pada masa sekarang ini diberi nama Aparatur Sipil Negara

Melakukan Upaya Preventif/Penyuluhan Kesehatan Setelah melakukan 5 kegiatan tersebut dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN yaitu ANEKA Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik,