i
RANCANGAN AKTUALISASI
PENATAAN BERKAS PEMERIKSAAN UNTUK MEMPERMUDAH
MEMBUAT EVALUASI LAPORAN DI INSPEKTORAT
KABUPATEN MELAWI
DISUSUN OLEH :
ARITONGA. NST., S.E. 19851109 202012 1 002
05
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI
JUDUL : PENATAAN BERKAS PEMERIKSAAN UNTUK
MEMPERMUDAH EVALUASI LAPORAN DI
INSPEKTORAT KABUPATEN MELAWI
NAMA : ARITONGA.NST.,S.E
PANGKAT / GOL. RUANG : PENATA MUDA / (III/a)
NIP : 198509112020121002
NOMOR DAFTAR HADIR : 05
JABATAN : AHLI PERTAMA - AUDITOR KEPEGAWAIAN
UNIT KERJA/INSTANSI : INSPEKTORAT KABUPATEN MELAWI
Telah disetujui untuk diseminarkan pada hari Selasa tanggal 20 April 2021
Telah diperiksa/disetujui : COACH, RUMINSAR MANUARANG,S.E.,M.M NIP.19661113 199403 1 007 Putussibau, 19 April 2021 MENTOR,
NOSKER HUTABALIAN, S.SOS.
iv
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI
JUDUL : Penataan Berkas Pemeriksaan Untuk
Mempermudah Membuat Evaluasi Laporan Di Inspektorat Kabupaten Melawi
NAMA : ARITONGA.NST.,S.E
PANGKAT / GOL. RUANG : PENATA MUDA / (III/a)
NIP : 198511092020121002
NOMOR DAFTAR HADIR : 05
JABATAN : AHLI PERTAMA AUDITOR KEPEGAWAIAN
UNIT KERJA / INSTANSI : Inspektorat Kabupaten Melawi
Telah diperbaiki berdasarkan koreksi dan/atau saran Penguji pada
Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan LXXIX di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021
Pada hari Selasa tanggal 20 April 2021
Di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu
Telah diperiksa/disetujui : COACH, RUMINSAR MANUARANG,S.E,M.M NIP 196611131994031007 Putussibau, 20 April 2021 MENTOR, NOSKER HUTABALIAN NIP 198108062005021004 Disetujui : PENGUJI, MAWARDI ,S.E,M,M NIP.196902141992031008
v
Alhamdulillahirabbil’alamiin, puji syukur kehadiran Allah S.W.T karena dengan Rahmat dan Hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi ini dan tak lupa sholawat serta salam penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Judul Rancangan Aktualisasi ini adalah “Penataan berkas pemeriksaan untuk mempermudah membuat evaluasi
laporan di Inspektorat Kabupaten Melawi”
Rancangan Aktualisasi ini dapat dibuat karena kontribusi dari berbagai pihak berupa bimbingan dan motivasi sehingga pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terutama kepada:
1. Bapak H. SARBANI, S.E., M.A.P, selaku Kepala Badan Kepegawaian dan
Pengembangan Sumberdaya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu
2. Bapak Yakob Tangkin,M.Kes selaku Inspektur Kabutaen Melawi
3. Bapak Kapetete.S.sos selaku sekretaris Inspektorat Kabupaten Melawi
4. Bapak Ruminsar Manuarang, SE,.M.M, selaku Coach yang telah
memberikan bimbingan, masukan, pengarahan, dan motivasi secara menyeluruh kepada penulis.
5. Bapak Nosker Hutabalian, S.Sos, selaku Mentor.
6. Bapak Mawardi, S.E,.M.M selaku Penguji yang telah memberikan bimbingan,
masukan, pengarahan dan motivasi.
7. Seluruh Widyaiswara yang memberikan ilmu ANEKA dan Kedudukan dan
Peran PNS dalam NKRI selama penulis mengikuti pelatihan.
8. Rekan peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXIX yang
selalu kompak dan memberikan motivasi.
9. Panitia Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXIX Kabupaten
Kapuas Hulu yang turut menyukseskan kegiatan ini.
Saran dan masukan dari Penguji demi perbaikan Rancangan Aktualisasi ini sangat diharapkan, sehingga nantinya saat off campus seluruh kegiatannya dapat saya laksanakan dan dapat saya aktualisasikan dalam pekerjaan saya.
Putussibau, 19 April 2021
Peserta Latsar,
Aritonga.NST.S.E NIP.19851109 202012 1 002
vi
DAFTAR ISI SEMENTARA\\
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
BERITA ACARA ... iii
LEMBAR PENGESAHAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI SEMENTARA ... vi
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR BAGAN ... vii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang... 1
B. Tujuan dan Sasaran ... 3
C. Manfaat Aktualisasi ... 3
D. Tempat dan Waktu Kegiatan ... 4
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI ... 5
A. Keadaan Umum Organisasi ... 5
B. Visi dan Misi Kabupaten Melawi ... 6
C. Nilai-Nilai Organisasi ... 7
D. Tugas dan Fungsi Organisasi ... 9
E. Uraian Tugas Peserta Latsar CPNS ... 12
BAB III NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN, DAN PERAN APARATUR SIPIL NEGARA ... 13
A. Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara ... 13
B. Kedudukan Dan Peran ASN Dalam NKRI ... 19
BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI ... 24
A. Identifikasi dan Penetapan Isu Aktual serta Faktor Penyebab ... 24
B. Penetapan Isu Aktual ... 25
C. Jadwal Rancangan Implementasi Aktualisasi ... 52
D. Jadwal Konsultasi ... 53
E. Jadwal Konsultasi Dengan Mentor ... 54
KESIMPULAN SEMENTARA ... 55
vii
Tabel 4.1 Isu Aktual di Inspektorat Kabupaten Melawi ... 26
Tabel 4.2 Faktor Penyebab / Masalah ... 28
Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi Kegiatan ... 29
Tabel 4.4 Jadwal Implementasi Aktualisasi ... 52
Tabel 4.5 Jadwal Konsultasi Dengan Coach ... 53
Tabel 4.6 Jadwal Konsultasi Dengan Mentor ... 54
DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Peta Kabupaten Melawi ... 5
DAFTAR BAGAN Bagan 1 OPD Inspektorat Kabupaten Melawi ... 8
1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Indonesia telah mengalami Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, telah membawa konsekuensi pada perubahan yang mendasar pada kehidupan sistem pemerintahan baik itu di pusat maupun di daerah,Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 12 tahun 2017 tentang pembinaan dan pengawasan Penyelenggara Pemerintah Daerah.
Paradigma Inspektorat saat ini adalah sebagai Catalyst dengan menjalankan fungsi Quality Assurance atau penjamin mutu, dan Consulting Partner atau sebagai konsultan dengan menjalankan fungsi Early Warning System atau sebagai peringatan dini sebelum dilakukan pemeriksaan oleh eksternal. Dengan perubahan paradigma yang tadinya sebagai pemeriksa (watchdog) saat ini Inspektorat lebih ditekankan melakukan pembinaan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi agar tercapainya Tata Kelola Pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel serta Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik secara cepat dan tepat.
Berdasarkan Peraturan Bupati Melawi Nomor 38 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan fungsi, serta Tata Kerja Inspektorat Kabupaten Melawi disebutkan bahwa Inspektorat Kabupaten Melawi mempunyai tugas melaksanakan kewenangan urusan daerah di bidang pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten yang diserahkan oleh Bupati sesuai dengan ruang lingkup tugasnya. Untuk melaksanakan tugas, Inspektorat Kabupaten Melawi mempunyai fungsi melaksanakan perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan, pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, review, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya, pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Bupati, penyusunan laporan hasil pengawasan, pelaksanaan administrasi inspektorat kabupaten, dan pelaksanaan fungsi lain yang
Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi Inspektorat maka Inspektur selaku unsur pimpinan yang mempunyai tugas memimpin, membina, mengkoordinasikan, menyelenggarakan, mengevaluasi dan mengendalikan kegiatan Inspektorat berdasarkan kebijakan Bupati dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, di bantu oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspektorat Kabupaten Melawi yang terdiri atas, Sekretariat, Inspektur Pembantu dan Kelompok Jabatan Fungsional sesuai ruang lingkup tugas, fungsi dan tanggung jawabnya.
Bagian Inspektur Pembantu Wilayah I mempunyai tugas pokok membawahi wilayah kerja Pembinaan dan Pengawasan antara lain satuan kerja terdiri dari Kecamatan Belimbing, Kecamatan Belimbing Hulu, Sekretariat Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan, serta Unit Pelaksana Teknis Dinas, Unit Pelaksana Teknis Badan dan Desa/Kelurahan yang berada di Wilayah Kecamatan Belimbing dan Kecamatan Belimbing Hulu dan Rumah Sakit Umum Daerah.
Namun dalam pelaksanaan tugas, terdapat berbagai kendala salah satunya yaitu, Adanya temuan hasil pemeriksaan Internal maupun eksternal yang belum bisa ditindaklanjuti di karenakan kurangnya tanggung jawab dan kesadaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyelesaikan temuan tersebut dan sulitnya menindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan yang sudah lama/lampau, dikarenakan Obrik/entitas sudah pindah/meninggal maupun yang tidak aktif lagi dalam kegiatan, selain itu jarak tempuh dan medan yang dilalui dalam pelaksanaan monitoring dan tindak lanjut ke setiap Kantor Desa.
Menindaklanjuti kendala tersebut, diperlukan gagasan pemikiran dalam meningkatkan tanggung jawab dan kesadaran Organisasi Perangkat Daerah untuk menyelesaikan temuan dengan melakukan pendampingan melalui aplikasi grup whatsapp khusus perangkat desa. Ini merupakan usaha preventif dalam mengantisipasi permasalahan tersebut, agar perangkat desa dapat menerima informasi terkait pemeriksaan rutin yang dilaksanakan Inspektorat Kabupaten Melawi.
3
B. Tujuan dan Sasaran
Tujuan Aktualisasi adalah:
1. Dapat memahami Nilai-Nilai Dasar PNS (yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi), Pelayanan Publik, Manajemen ASN, dan Whole of Government melalui latsar yang di laksanakan selama 18 hari on campus,
Adapun hal hal yang di laksanakan elama on campus
adalah,mempelajari materi
2. Dapat menyusun gagasan kreatif sebagai solusi untuk menangani isu-isu yang berkembang melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan kontribusi kepada Inspektorat Kabupaten Melawi.
Menerapkan rancangan aktualisasi yang mengandung Nilai-Nilai Dasar PNS (yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi), Pelayanan Publik, Manajemen ASN, dan Whole of Government. Sasarannya adalah untuk mempermudah penataan berkas evaluasi dan pelaporan tepatnya di Inspektorat Kabupaten Melawi.
C. Manfaat Aktualisasi
Manfaat Aktualisasi CPNS pada kegiatan ini adalah berperan unruk memberikan pelayanan Publik yang professional dan berkualitas,dalam mewujudkan fungsi ASN sebgai pelayan public yang professional di indikasikan dengan kemampuan mengaktualisasikan dengan kemampuan mengaktualisasi kan lima nilai dasar yaitu:
1. Kemampuan dalam mewujudkn akuntabilitas dalam melaksanakan tugas jabatan nya
2. Kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam
pelaksanaan tugas jabatan nya.
3. Kemampuan menjunjung tinggi standar etika public dalam pelaksanaan tugas jabatan nya
4. Kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatan nya
5. Kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di lingkunan instansi nya
D. Tempat dan Waktu Kegiatan
On Campus Tempat kegiatan yaitu :
1. Hotel uncak lestari : latsar sejak 30 maret 2021 sampai 19 April 2021bertempat di kedamin Hilir
2. BKPSDM kabupaten Kapuas hulu: seminar Rancangan aktualisasi tanggal 20 april 2021 yang bertempat di kantor BKPSDM Kabupaten Kapuas Hulu jalan Danau luar nomor 05 Putussibau
Off kampus tempat kegiatan yaitu:
1. Inspektorat kab melawi: Habituasi , aktualisasi rancangan tanggal 26 April sampai 28 Mei 2021 kantor Inspektorat kabupaten Melawi jalan Pinoh Kota baru KM 7 Nanga pinoh
2. BKPSDM atau Hotel uncak lestari : Evaluasi Pelaksanaan Aktualisasi tanggak 9 juni 2021
5
BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI A. Keadaan Umum Organisasi
Secara geografis Kabupaten Melawi berada pada posisi 0º 07 – 1º 20
lintang selatan dan 111º 07 – 112º 27 bujur timur. Kabupaten Melawi dengan
ibu kotanya berada di Nanga Pinoh, memiliki luas wilayah 10.644 km² dan memiliki topografi yang sebagian besar merupakan wilayah perbukitan dengan luas sekitar 8.818,70 km² atau 82,85 % dari luas wilayah. Kabupaten Melawi memiliki wilayah administratif tujuh kecamatan, yang terdiri dari 81 desa dan 292 dusun. Kabupaten Melawi berbatasan dengan dua kabupaten dan satu provinsi, yaitu:
1) Bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Dedai, Tempunak, Sei Tebelian dan Sepauk Kabupaten Melawi;
2) Bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Tumbang Senamang Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah;
3) Bagian timur berbatasan dengan kecamatan Serawai Kabupaten Melawi; 4) Bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang.
GAMBAR 1 PETA KABUPATEN MELAWI
Inspektorat Kabupaten Melawi mempunyai tugas pokok membantu Bupati membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas pembantuan oleh perangkat daerah.
Struktur organisasi Inspektorat Kabupaten Melawi terdiri atas 1 (satu) Eselon II yaitu Inspektur; 5 (lima) Eselon III yaitu 1 (satu) Sekretaris dan 4 (Empat) Inspektur Pembantu; dan 3 (tiga) Eselon IV yaitu Kassubag Umum, Kassubag Monitoring & Evaluasi dan Kassubag Program & Pelaporan; serta kelompok jabatan fungsional Pengawas Pemerintah dan Auditor.
Dalam susunan organisasi Inspektorat Kabupaten Melawi, terdiri dari 6 (enam) seksi, yaitu:
1. Sekretariat terdiri dari Sub Bagian Umum, Sub Bagian Program & Pelaporan, dan Sub Bagian Monitoring dan Evaluasi
2. Inspektur Pembantu Bidang Pengawasan I 3. Inspektur Pembantu Bidang Pengawasan II 4. Inspektur Pembantu Bidang Pengawasan III 5. Inspektur Pembantu Bidang Pengawasan IV
6. Kelompok Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintah dan Auditor
B. Visi dan Misi Kabupaten Melawi
Visi merupakan pandangan jauh ke depan, kearah mana dan bagaimana Instansi pemerintah harus dibawa dan berkarya agar tetap konsisten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif serta produktif.
“MEWUJUDKAN KABUPATEN MELAWI ADIL - PANTAS – HEBAT DAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG”
Penjabaran Visi:
1. Adil, mengandung makna dalam lima tahun ke depan pembangunan Kabupaten Melawi untuk kehidupan masyarakat akan distribusikan kegiatan hasil pembangunan secara merata, menghilangkan kesenjangan antar wilayah dan menghilangkan diskriminasi berbagai bentuk ketidakadilan yang menyangkut hajat hidup orang banyak di Kabupaten Melawi.
2. Pantas, mengandung makna kemampuan di dalam memimpin Kabupaten Melawi yang mana Calon Bupati dan Wakil Bupati, pernah menduduki jabatan di lembaga eksekutif dan legislatif, beberapa periode di Kabupaten
Melawi untuk menuntaskan sinergi pembangunan, peningkatan
7 3. Hebat, mengandung makna kondisi pembangunan daerah yang dilandasi keinginan bersama untuk mewujudkan masa depan pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan fisik yang lebih baik, didukung sumberdaya manusia yang unggul, profesional, berdaya saing, berwawasan ke depan, serta mengandung unsur partisipatif, akuntabel, transparan dan responsibilitas, akuntanbilitas, dan bersih, bebas korupsi, korupsi dan nepotisme, meningkatkan jaminan pelayanan kesehatan masyarakat dan pendidikan dengan teknologi dan inovasi yang profesional.
Dalam mewujudkan visi Kabupaten Melawi tersebut ditempuh melalui 6 (Enam) misi pembangunan daerah sebagai berikut:
1. Menjadikan kabupaten melawi sebagai kabupaten pertanian dan perkebunan.
2. Terwujudnya Kabupaten Melawi yang terintegrasi, menuju desa mandiri, pembangunan ekonomi kerakyatan, menciptakan dunia usaha dan ramah investasi yang adil dan pro rakyat dengan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dengan konsep kelestarian lingkungan
3. Terwujudnya Kabupaten Melawi dengan pembangunan infrastruktur yang modern, merata, berkeadilan berkualitas dengan tetap melestarikan budaya dan kearifan lokal;
4. Terwujudnya Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan di Kabupaten Melawi yang gratis dan berkualitas bagi masyarakat;
5. Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang berwibawa dan berkualitas dengan Prinsip Good Governance.
6. Terwujudnya masyarakat Kabupaten Melawi berbudaya, cerdas, mandiri dan inovatif dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul;
C. Nilai-Nilai Organisasi
Adapun Nilai-nilai Organisasi sebagai berikut: 1. Jujur
Berpikir, berperilaku, bertindak dengan amanah, transparan, penuh integritas, memegang teguh kode etik, dan loyal kepada bangsa dan negara.
2. Profesional
Bekerja sesuai dengan keahlian dan kompetensinya, Bekerja dengan semangat, cermat, akuntabel, disiplin, akurat, dan tuntas atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab, komitmen yang tinggi, mampu mengambil keputusan secara mandiri maupun dalam tim, membangun sinergi internal dan eksternal, serta mampu melihat perkembangan jauh ke depan.
3. Bertanggung Jawab
Mematuhi segala tugas-tugas dalam pekerjaan, aturan-aturan serta
kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kegiatan
masyarakat, Dalam hal ini bukan hanya terbatas pada tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan antara atasan dengan bawahan, namun tanggung jawab organisasi atau perusahaan kepada para pemangku kepentingan hingga masyarakat sekitar.
4. Inovatif
Berwawasan terbuka, selalu belajar untuk peningkatan diri, memiliki ide baru yang bermanfaat, melakukan pembenahan secara terus menerus, mampu membuat solusi alternatif dalam pekerjaan untuk mempercepat tercapainya target kinerja.
BAGAN 1 OPD Inspektorat Kabupaten Melawi
INSPEKTUR SEKRETARIS SUB BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN SUB BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUB BAGIAN ADMINISTRASI DAN UMUM INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH I INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH II INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH III INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
9
D. Tugas dan Fungsi Organisasi
Berdasarkan Peraturan Bupati Melawi Nomor 38 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi, Serta Tata Kerja Inspektorat Kabupaten Melawi disebutkan bahwa Inspektorat Kabupaten Melawi mempunyai tugas melaksanakan kewenangan urusan daerah di bidang pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten yang diserahkan oleh Bupati sesuai dengan ruang lingkup tugasnya.
Untuk melaksanakan tugas, Inspektorat Kabupaten Melawi mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi
pengawasan;
b. pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, review, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya; c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Bupati; d. penyusunan laporan hasil pengawasan;
e. pelaksanaan administrasi inspektorat kabupaten;
f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.
Struktur organisasi Inspektorat terdiri dari: 1. Inspektur
Inspektur adalah unsur pimpinan yang mempunyai tugas memimpin, membina, mengkoordinasikan, menyelenggarakan, mengevaluasi dan mengendalikan kegiatan Inspektorat berdasarkan kebijakan Bupati dan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
2. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan program perencanaan dan keuangan, administrasi kepegawaian, organisasi dan tata laksana, umum, perlengkapan, evaluasi dan pelaporan serta rumah tangga Inspektorat dan pelayanan administratif.Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Inspektur.
3. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan
Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas
pengkoordinasian, mengumpul dan mengolah bahan penyusunan rencana kerja serta pengelolaan administrasi keuangan Inspektorat. 4. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan
Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas koordinasi mengumpul dan mengolah bahan evaluasi dan pelaporan serta aset Inspektorat dan menyiapkan bahan laporan tindak lanjut hasil pengawasan fungsional dan pengawasan melekat dan juga Budaya Kerja. 5. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas koordinasi
mengumpul dan mengolah bahan administrasi kepegawaian,
pengembangan sumber daya manusia, organisasi, umum dan perlengkapan serta aset Inspektorat dan menyiapkan bahan laporan tindak lanjut hasil pengawasan fungsional dan pengawasan melekat. 6. Inspektur Pembantu Wilayah I
Inspektur Pembantu Wilayah I mempunyai tugas pokok membawahi wilayah kerja Pembinaan dan Pengawasan antara lain satuan kerja terdiri dari Kecamatan Belimbing, Kecamatan Belimbing Hulu, Sekretariat Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas
Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan, serta Unit Pelaksana Teknis Dinas, Unit Pelaksana Teknis Badan dan Desa/Kelurahan yang berada di Wilayah Kecamatan Belimbing dan Kecamatan Belimbing Hulu dan Rumah Sakit Umum Daerah.
7. Inspektur Pembantu Wilayah II
Inspektur Pembantu Wilayah II mempunyai tugas pokok membawahi wilayah kerja Pembinaan dan Pengawasan antara lain satuan kerja / instansi terdiri dari: Kecamatan Nanga Pinoh, Kecamatan Pinoh Selatan, Kecamatan Sayan, Sekretariat DPRD, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kependudukan dan
11 pencatatan Sipil, Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata serta Unit
Pelaksana Teknis Dinas, Unit Pelaksana Tenis Badan dan
Desa/Kelurahan yang berada di Wilayah Kecamatan Nanga Pinoh, Kecamatan Pinoh Selatan dan Kecamatan Sayan.
8. Inspektur Pembantu Wilayah III
Inspektur Pembantu Wilayah III mempunyai tugas pokok membawahi wilayah kerja Pembinaan dan Pengawasan antara lain satuan kerja / instansi terdiri dari: Kecamatan Pinoh Utara, Kecamatan Ella Hilir, Kecamatan Menukung, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Pangan dan Perkebunan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah serta Unit Pelaksana Teknis Dinas, Unit Pelaksana Tenis Badan dan Desa/Kelurahan yang berada di Wilayah Kecamatan Pinoh Utara, Kecamatan Ella Hilir dan Kecamatan Menukung. 9. Inspektur Pembantu Wilayah IV
Inspektur Pembantu Wilayah IV mempunyai tugas pokok membawahi wilayah kerja Pembinaan dan Pengawasan antara lain satuan kerja / instansi terdiri dari: Kecamatan Tanah Pinoh, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kecamatan Sokan, Badan Kepegawaian, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perhubungan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum serta Unit Pelaksana Teknis Dinas, Unit Pelaksana Tenis Badan dan Desa/Kelurahan yang berada di Wilayah Kecamatan Tanah Pinoh, Kecamatan Tanah Barat, dan Kecamatan Sokan.
10. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah Pegawai Negeri Sipil dalam jenjang jabatan fungsional tertentu berdasarkan bidang keahlian dan keterampilan tertentu.
E. Uraian Tugas Peserta Latsar CPNS
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 77 Tahun 2020 tentang
Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, uraian tugas bendahara pengeluaran pembantu adalah:
1. Mengumpulkan laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat
2. Mengumpulkan data tindak lanjut di sampaikan oleh OPD,atas laporan hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh inspektorat Provinsi Kalimantan barat 3. Menyiapkan bahan untk kegiatan pemantauan tindak lanjut rekomendasi
hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi Kalimantan barat
4. Melaksanakan pengimputan data pada system Evaluasi dan Pelaporan (Sievlap)
5. Melaksanakan Tugas lain pada subbag evaluasi dan pelaporan yang diperintahkan pimpinan
13
BAB III
NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN, DAN PERAN APARATUR SIPIL NEGARA
A. Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara
Peran aparatur sipil negara dalam mewujudkan birokrasi yang berkelas dunia dan profesional tak bisa lepas dari sikap dan tindakan Aparatur Sipil Negara (ASN) itu sendiri. Nilai ANEKA yang merupakan akronim dari Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi merupakan nilai dasar yang wajib dimiliki setiap ASN dalam mengemban dan melaksanakan tugas jabatan sebagai aparatur sipil negara.
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas menurut Dwiyanto, dkk (2015) adalah kewajiban
pertanggungjawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Aspek-aspek Akuntabilitas meliputi beberapa hal sebagai berikut:
1. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship); 2. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is resultsoriented); 3. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requiers
reporting);
4. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is meaningless without consequences);
5. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance). Akuntabilitas publik terdiri atas dua macam, yaitu: akuntabilitas vertical (vertical accountability), dan akuntabilitas horizontal (horizontal accountability). Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi. Akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas.Terdapat lima tingkatan akuntabilitas sebagai berikut:
a. Akuntabilitas Personal (Personal Accountability) b. Akuntabilitas Individu
c. Akuntabilitas Kelompok d. Akuntabilitas Organisasi e. Akuntabilitas Stakeholder
Indikator nilai-nilai dasar akuntabilitas antara lain: Tanggung jawab, Jujur, Kejelasan Target, Netral, Mendahulukan kepentingan public, Adil, Transparan, Konsisten, Partisipatif
2. Nasionalisme
Menurut Dwiyanto, dkk (2015) Nasionalisme adalah pandangan atau paham kecintaan terhadap bangsa dan tanah air Indonesia yang didasarkan pada Pancasila. Nilai-nilai Indikator Nasionalisme sesuai dengan lima sila Pancasila, yaitu: Jujur, Amanah, Adil, Persamaan derajat, Tidak diskriminatif, Mencintai sesama manusia, Tenggang Rasa, Membela kebenaran, Persatuan, Rela
berkorban, Cinta tanah air ,Memelihara ketertiban
,Disiplin,Musyawarah,Kekeluargaan,menghormati keputusan,Tanggung
jawab,Kepentingan bersama,Gotong royong,Sosial,Tidak menggunakan hak yang bukan milik nya,Hidup sederhana,Kerja keras,Menghargai karya orang lain
Nasionalisme mmenurutben Anderson 1911) konsep tentang Negara bangsa merupakan konsep budaya tentang suatu komunitas politis yang secara keseluruhan di bayangkansebagai kerabat yang bersifat terbatas dan berdaulat.bayangan ini bisa muncul karena adanya kesamaan historis,kesaman mitos,kebersamaan persada kenangan sejarah ,berbagi budaya ,public massa ,ekonomi bersama kesamaan hak hak legal dan kewajiban bersama bagi semua anggota komunitas politik modernbayangan tersebut menjelmai menjadi Negara Negara bangsa.sedangkan makna Negara adalah sebuah konsepsi politik tentang sebuah kesatuan politik yang berdaulat yang tumbuh berdasarkankesepakatan
dan kontrak sosisal yang meletakkan individu ke dalam kerangka
kewarganegaraan.dalam kerangka ini individu di pertautkankepada unit politik Negara denagn kedudukan sederajt di mikahukum,dengan demikian bangsa beroperasi atas prisip kedekatan dank e akraban,sedangkan Negara berdasarkan pada prinsip kesaan dan kesetaraan di depan hokum dan keadilan dalam kontek
indonesiakesadaran nasional serta pembentukan kesatuankebangsaan
merupakanreaksi terhadap keberadaan Negara colonial yang asingperjuangan rakyat pada Negara terjajahawal mula nya di orientasikan untuk membentuk Negara dalam Negara denagntujuan menghilangkan istilah hindia belanda kehendak untuk mengganti Negara colonial belanda dengan Negara hindia itulah yang mendorong awal mula timbul nyakesadaran nasionalisme Indonesia. untuk
15
mengganti negar colonial denagn Negara hindiapada mula nya di cconba untuk membentuk komunitas bayangan,berdasarkan konsep ethno-nationalism atau culturalnationalismcultural nationalism merupakan konsep kebangsaan yang memandang bahwa konsep kebangsaanyang memandang bahwa kemanusiaan secara intern di organisasi kan kedalamkomunitas historis yang masingmasing di warnai oleh kekuatan unik nya sendiri melalui eksperi ke khasan budaya berbasiskan pada persada alamiah dan tata pemerintahanyang khas seprti budi utomo denagn kesamaan etnis jawa dan syarikan islam.meski indinesia menganut political nationalism imana Negara menjadi unsur pemersatu akan tetapi konsepsi kebangsaan Indonesia juga mengandung unsur cultutralnationalismyaitu ada nya semaangat untuk mmepertahan kan warisanhistoris tradisi kekuasaan dan kebudayaan sebelum nyasebagai kemajemukan etnis,budaya dn agama.hal ini tercermin dari bayangan paar pendir bangsatentang batas batas teriori negara Indonesia merdeka yangh menyatakan sebagai keberlanjutan dari kekuasaan sebelum nya seperti kerajaan sriwijaya dan majapahit.
Selain itu dalam konsep Negara persatuan Indonesia juga ada pengakuan terhadaphak hak asal usul dari daerah yang bersifat istimewa .beberapa daerah yang memiliki ke khasandi berikan nkewenangan untuk bisa eksis dan berkembang seperti daerah daerah kecil yang memiliki susunan rakyat asli,ada desa untuk dinjawa,nagari minangkabau dusun dan marga di Palembang,huta dan kuria ditapanuli,gampongdi aceh.demikian juga dengankenudayaan nasional dan bahasa nasional tetap harus di topang oleh terpeliharanya keberagaman kebudayaan daerah dan bahasa daerah serta pengakuan tokohtokoh daerah dalam pergerakannasional sebgai pahlawannasional seperti pangeran di ponegoro.,dari jogyakarta sultan hasannuddin dari Makassar,pangrran antasari dari banjarmasinimambonjol dari minang kabaudan lainnya
Ada tiga aliran besar yang memandang masalah kebangsaan kebangsaan yaitu aliran modernis,aliran primordialis dan aliran perenialis.perspektif modernis di
pelopori di antaranya oleh benanderson(1991) j.breulli(1982,1996)
C.calhoun(1988)E.gelner(1964,1983) Hobsbwan(1990) E.kedourie (1960)persektif modernis dan rasionalis seperi di contoh kan dalam Negara birokratis,economy
industridan konsep sekuler tentangotonomi manusia.persektif modernis
memandang duniapra modern berupa formasia politik yang heterogen( kerajaan ,Negara , kota teritori teokrasi di legitimasikan oleh prinsip dinasti.
3. Etika Publik
Berdasarkan penjelasan menurut Dwiyanto, dkk (2015) Etika publik merupakan refleksi tentang standar/ norma yang menentukan baik/buruk, benar/ salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Indikator nilai-nilai
dasar Etika publik antara lain:Jujur,Bertanggungjawab,Integritas
tinggi,Cermat,Disiplin,Hormat, Sopan,taat pada peraturan perundang
undangan,Taat perintah,menjaga rahasia
Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk, benar/salah yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar, sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan. Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah
perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam
rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik untuk memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan antara penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi pribadi, dan kebijaksanaan di dalam pelayanan publik.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan
berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai – nilai komitmen mutu antara lain
adalah mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara kualitas pelayanan.
Mengingat pentingnya aspek mutu, kini hampir dalam setiap struktur organisasi, baik di perusahaan maupun institusi pemerintahan, dimunculkan satu unit kerja yang bertanggung jawab atas penjaminan mutu. Unit penjaminan mutu berkewajiban mengawal implementasi perencanaan mutu dengan menetapkan
17
program pengawasan mutu, sekaligus upaya untuk selalu meningkatkan capaian mutu secara berkelanjutan. Pada era global, orientasi dalam struktur organisasi pemerintahan bukan semata mata pada penempatan pegawai dalam hierarki birokrasi yang kaku untuk menjalankan rutinitas, melainkan telah bergeser pada upaya memberdayakan dan membangkitkan moral kerja melalui pembentukan jejaring (human networking) yang dinamis, sehingga kinerja lembaga dapat memberi kepuasan kepada stakeholders. Hal ini dapat dilakukan melalui pemberian wewenang dan tanggung jawab yang jelas kepada setiap pegawai, sesuai dengan uraian jabatan (job description) yang sudah ditetapkan institusi. Komitmen mutu memiliki empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus diperhatikan, yaitu : Efektif , Efisien, Inovasi, Orientasi mutu.
Mengingat pentingnya aspek mutu, kini hampir dalam setiap struktur organisasi, baik di perusahaan maupun institusi pemerintahan, dimunculkan satu unit kerja yang bertanggung jawab atas penjaminan mutu. Unit penjaminan mutu berkewajiban mengawal implementasi perencanaan mutu dengan menetapkan program pengawasan mutu, sekaligus upaya untuk selalu meningkatkan capaian mutu secara berkelanjutan.
5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latin "corruption" (Fockema Andrea: 1951) atau "corruptus" (Webster Student Dictionary: 1960 ). Selanjutnya dikatakan bahwa "corruption" berasal dari kata "corrumpere", suatu bahasa latin yang lebih tua. Dari bahasa latin tersebut kemudian dikenal istilah "coruption, corrupt" (Inggris), "corruption" (Perancis) dan "corruptive/korruptie" (Belanda).
Kata kunci untuk menjauhkan diri dari korupsi adalah internalisasi integritas pada diri sendiri dan hidup atau bekerja dalam lingkungan yang menjalankan integritas dengan baik. Berdasarkan Dwiyanto, dkk (2015). Identifikasi nilai dasar anti korupsi memberikan nilai- nilai dasar anti korupsi yang prioritas dan memiliki signifikansi yang tinggi bagi kita. Nilai-nilai dasar anti korupsi penting untuk mencegah terjadinya korupsi dan mendukung prinsip-prinsip anti korupsi yang meliputi akuntabilitas, transparansi, kewajaran, kebijakan dan kontrol kebijakan supaya semua dapat berjalan dengan baik serta, untuk mencegah faktor eksternal penyebab korupsi Indikator nilai-nilai dasar Anti Korupsi antara lain: Jujur, Disiplin, Tanggung jawab, kerja keras,
Pengertian korupsi menurut Nurdjana korupsi berasal dari bahasa Yunani yaitu “ corruptio” yang berarti perbuatan yang tidak baik ,buruk,curang,dapat di suap,tidak bermoral,menyimpang dari kesucian,melanggar norma norma agama materil,mental dan hokum.
Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang di lakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi,merugikan Negara atau masyarakatbaik secara langsung maupun tidak langsung .tindak pidana korupsi yang terdiri dari kerugian keuangan Negara ,suap menyuap,pemerasan ,perbuatan curang,penggelapan dalam jabatan benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi,indicator yang ada pada nilai dasar antin korupsi (Tim Komisi Pemberantasan Korupsi,2015: 50) meliputi
1. Mandiri yang dapat membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang sehingga menjadi tidak bergabtung terlalu banyak pada orang lain.Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan denganpihak pihak yang tidak bertanggung jawab demi mencapai keuntunga sesaat
2. Kerja keras merupakan hal yang penting dalam rangka tercapai nya target dari suatu pekerjaan .jika target dapat tercapai peluang untuk korupsi secara materikmaupun non materil waktu menjadi lebih kecil
3. Berani untuk mengatakan atau melaporkan pada atasan atau pihak yang berwenang jika mengetahui ada pegawai yang melakukan kesalahan
4. Disiplin berkegiatan dalam aturan bekerja sesuai dengan undang undang yang mengatur
5. Peduli yang berarti ikut merasakan dan menolong apa yang di rasakan orang lain
6. Jujur yaitu berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran (dharma)
7. Tanggung jawab yaitu berani dalam menanggung resiko atas apa yang kita kerjakan dalam bentuk apapun
8. Sederhana yang dapat di arti kan menerima dengan tulus dan ikhlas terhadap apa yang teklah ada dan di berikan oleh Tuhan kepada kita
9. Adil yaitu memandang kebenaran sebagai tindakan dalam perkataan maupun perbuatan saat memutuskan peristiwa yang terjadi
19
B. Kedudukan Dan Peran ASN Dalam NKRI 1. Manajemen ASN
Manajemen kepegawaian adalah suatu proses pengelolaan pegawai/ karyawan mulai dari perekrutan/ rekruitmen sampai PHK (Putusan Hubungan Kerja) supaya pegawai memberikan andil besar dalam lembaga untuk mencapai tujuan individu, lembaga dan masyarakat. Ada beberapa indikator untuk Pegawai yaitu kepastian hukum, profesionalisme, proposionalitas, keterpaduan,
delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif, efisien, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan, kesatuan, keadilan dan kesetaraan, serta kesejahteraan. (Fatimah & Irawati, 2017)
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASn yang profesional ,memiliki nilai dasar ,etika profesi,bebas dari intervensi politik,bersih dari praktik korupsi,kolusi dannepotismemanajemen ASN lebih menekan kan kpeada penagturan profesi pegawai sehingga di harap kan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggulselaras dengan perkembangan jaman.
Peran dari pegawai ASN perencana ,pelaksana dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintah dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional,bebas dari intervensi politik,serta bersih dari praktik korupsi,kolusi dan nepotisme.ASN berfungsi bertugas dan berperan untuk melaksanakan kebijakan yang di buat oleh pejabat pembina kepegawaiansesuai dengan ketentuanm peraturan perundang undangan .untuk itu ASN harus mengutamakan pelayanan yang ber orientasi pada kepentingan publik. ASN berfungsi dan berperan untuk memberikan pelayanan publik yang profesiuonal dan berkualitas
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.
Peran dari Pegawai ASN: perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang professional, bebas dari
intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk itu ASN harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam menjalankanfungsi dan tugasnya tersebut. Harus mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik. ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas.
1. Whole Of Government (WOG)
Whole Of Government (WOG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program dan pelayanan publik. Di dalam whole of government terdapat beberapa nilai indikator
yaitu koordinasi, komunikasi, integritas, sinkronisasi dan
simplikasi.(Suwarno & Sejati, 2017)
WoG merupakan sebuah pendekatan penyelenggara pemerintah yang menyatukan upaya upaya kolaboratif pemerintah dari keseluruhan sector dalam ruang lingkup koordinasi yang leboih luas guna mencapai tujuan tujuan pembangunan kebijakan ,manajemen program dan pelayanan public.oleh karena itu WoG juga di kenal sebagai pendekatan interagency,yaitu pemdekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan urusan yang relevan
Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan berdasarkan perbedaan kategori hubungan antara kelembagaan yang terlibat sebagai berikut:
a. Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
1) Penyertaan, yaitu pengembangan strategi dengan mempertimbangkan dampak;
2) Dialog atau pertukaran informasi;
3) Joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk kerjasama sementara. b. Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
21
2) Joint venture, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama pada pekerjaan besar yang menjadi urusan utama salah satu penulis kerjasama;
3) Satelit, yaitu entitas yang terpisah, dimiliki bersama, dibentuk sebagai mekanisme integratif.
c. Kedekatan dan pelibatan, yang tipe hubungannya dibagi menjadi:
1) Aliansi strategis, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama pada isu besar yang menjadi urusan utama salah satu penulis kerjasama;
2) Union, berupa unifikasi resmi, identitas masing-masing masih nampak; merger, yaitu penggabungan ke dalam struktur baru.
Dalam WoG terdapat beberapa nilai indikator, yaitu: koordinasi, komunikasi,
kerjasama, integrasi, berkesinambungan, kolaborasi, partisipasi, sinkronisasi, kemitraan, kepentingan bersama, simplikasi.
2. Pelayanan Publik
Definisi yang menjadi rujukan utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik sebaimana termuat dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, dijelaskan bahwa, pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas jasa, barang dan atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggaraan publik.
Terdapat 3 unsur penting dalam pelayanan publik yaitu; unsur pertama adalah organisasi penyelenggara pelayanan public; unsur kedua adalah penerima
layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang
berkepentingan; dan unsur ketiga adalah kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan atau pelanggan.
Adapun prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:
1) Partisipatif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat
pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut.
3) Responsif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka butuhkan, mekanisme
penyelenggaraan layanan, jam pelayanan, prosedur, dan biaya
penyelenggaraan pelayanan.
4) Tidak Diskriminatif
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga negara.
5) Mudah dan Murah
Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan prinsip mudah dan murah.
6) Efektif dan Efisien
Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya dan cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah.
7) Aksesibel
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik dan dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.
8) Akuntabel
Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat
dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
23
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok yang kuat.
24
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Identifikasi dan Penetapan Isu Aktual serta Faktor Penyebab 1. Indentifikasi Isu Aktual
Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas pokok menindaklanjuti rekomendasi yang jadi temuan di seluruh Kabupaten Melawi, dan khusus untuk Irbanwil I memiliki wilayah kerja pembinaan dan pengawasan meliputi : Kecamatan Belimbing, Kecamatan Belimbing Hulu, Sekretariat Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan, serta Unit Pelaksana Teknis Dinas, Unit Pelaksana Teknis Badan dan Desa/Kelurahan yang berada di Wilayah Kecamatan Belimbing dan Kecamatan Belimbing Hulu dan Rumah Sakit Umum Daerah.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Evaluasi dan pelaporan mempunyai fungsi, yaitu, penyiapan bahan, di bidang evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan , penyelenggara fasilitas, koordinasi pengawasan pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah, pengendalian kegiatan pengawasan, pengendalian evaluasi dan pelaporan tindak lanjut terhadap pelaksanaan tugas , dan pelaksanaan tugas lain di Inspektorat yang di serahkan Inspektur.
Dalam pelaksanaan tugas Evalausi dan pelaporan sebagai bagian yang menyelenggarakan pengawasan pelaksanaan dan tindak lanjut, dituntut untuk berperan aktif dan mampu meningkatkan kualitas pengawasan pelaksanaan tindak lanjut sehingga dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) maupun pemerintahan yang bersih (clean government).
Dalam rancangan aktualisasi ini, ada beberapa isu yang muncul di Inspektorat Kabupaten Melawi yaitu :
a. Evaluasi Laporan Sering Terkendala Karena Masih Adanya Keterlambatan Laporan Pada Inspektorat Kabupaten Melawi
25
b. Sering Terkendala Nya Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Karena Masih Adanya Keterlambatan Laporan Pada Inspektorat Kabupaten Melawi
Masih perlu waktu nya untuk mendapatkan Laporan dari irban
c. Ada Nya Kesulitan Saat Tindak Lanjut Rekomendasi Laporan Karena Masih Adanya Keterlambatan Laporan Pada Inspektorat Kabupaten Melawi
Masih terkendala nya komunikasi terhadap objek atau pihak yang mau di tindak lanjuti
.
B. Penetapan Isu Aktual
Dalam upaya menyikapi isu-isu actual serta tantangan perubahan dan perkembangan yang terjadi berdasarkan tugas pokok dan fungsi Inspektorat Kabupaten Melawi dan uraian tugas pokok Staf Subbagian Evaluasi dan Pelaporan, perlu adanya prioritas yang akan ditangani. Penentuan isu actual prioritas dilakukan dengan menggunakan metode APKL, penentuan isu aktual prioritas dilakukan dengan menggunakan skala dengan rentang angka dari 1- 5 yang menyatakan bahwa isu tersebut : “(1) Tidak Penting”, “(2) Kurang Penting”, “(3) Cukup Penting”, “(4) Penting” dan “(5) Sangat Penting”.Skala penilaian ini berpedoman pada 4 (empat) kriteria isu yaitu isu yang bersifat Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak atau biasa di singkat APKL. Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang dibicarakan. Problematik artinya sebuah isu memiliki permasalahan yang kompleks sehingga harus segera dicarikan solusi permasalahannya. Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Layak artinya isu yang diangkat masuk akal dan realistis untuk dipecahkan masalahnya.
Dengan menggunakan metode APKL tersebut, diperoleh hasil analisis isu sebagai berikut :
Tabel 4.1 Isu Aktual di Inspektorat Kabupaten Melawi NO ISU AKTUAL LIKERT SCALE RANK A P K L 1
Evaluasi Laporan Sering Terkendala Karena Masih Adanya Keterlambatan Laporan Pada Inspektorat Kabupaten Melawi
4 3 3 3 13 I
2
Sering Terkendala Nya Tindak Lanjut Laporan Hasil
Pemeriksaan Karena Masih Adanya Keterlambatan Laporan Pada Inspektorat Kabupaten Melawi
3 2 2 2 9 III
3
Ada Nya Kesulitan Saat Tindak Lanjut Rekomendasi Laporan Karena Masih Adanya
Keterlambatan Laporan Pada Inspektorat Kabupaten Melawi
3 3 2 2 10 II
Berdasarkan Tabel 4.1 di atas, isu aktual yang akan menjadi prioritas adalah “Evaluasi Laporan Sering Terkendala Karena Masih Adanya Keterlambatan
Laporan Pada Inspektorat Kabupaten Melawi”.
2. Penetapan Faktor Penyebab/ Masalah
Berdasar kan table Likert Scale di atas,maka isu aktual yang menjadi prioritas yaitu “ Evaluasi Laporan Sering Terkendala Karena Masih Adanya Keterlambatan Laporan Pada Inspektorat Kabupaten Melawi” dengan jumlah score 13 yang di sebab kan oleh beberapafaktor, diantara nya :
a. Sulitnya Mencari Berkas Terutama Berkas Lama
Dari gambar di atas dapat di lihat bahwa penataan berkas masih bercampur
27
b. Laporan Auditor Terkadang Masih Ada Yang Terlambat
Karena di pengaruhi oleh jarak dan waktu dari lokasi pemeriksaan sehingga masih ada yang terlambat masuk ,
c. Laporan Yang Masuk Terkadang Masih Ada Yang Kurang Lengkap
Karena kurang nya penjelasan dari objek yang di cek sehingga belum dapat nya data yang lengkap,dan akhir nya dimintai lagi sampai data atau penjelasan yang di minta terpenuhi sehingga dapat di evaluasi,
Belum lengkap nya juga bisa di sebab kan faktor tidak tau atau tidak sengaja atau kelupaan dari objek/pihak yang di cek
Masih perlu nya waktu dari objek yang dicek untuk mencari data atau bahan yang di minta
Ketiga Faktor Penyebab dari Isu Prioritas dianalisa untuk ditemukan masalah pokok dengan menggunakan analisa USG (Urgency, Seriousness dan Growth):
1. Urgency, dengan memandang seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu;
2. Seriousness, seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan
akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang menimbulkan masalah-masalah lain apabila masalah-masalah penyebab isu tidak dipecahkan. Suatu masalah yang dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan dengan suatu masalah lain yang berdiri sendiri;
3. Growth, kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan
kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk apabila
Tabel 4.2 Faktor Penyebab / Masalah No. Faktor Penyebab /
Masalah
Kriteria
SKOR Prioritas U S G
1. Sulitnya Mencari Berkas
Terutama Berkas Lama 4 3 2 9 I
2. Laporan Auditor Terkadang
Masih Ada Yang Terlambat 3 2 2 7 II
3. Laporan Yang Masuk
Terkadang Masih Ada Yang Kurang Lengkap
2 2 2 6 III
Keterangan:
Angka 5: Sangat gawat/mendesak/cepat; Angka 4: Gawat/mendesak/cepat;
Angka 3: Cukup gawat/mendesak/cepat; Angka 2: Kurang Gawat/mendesak/cepat; Angka 1: Tidak gawat/mendesak/cepat.
Berdasarkan tabel 4.2, dengan melihat analisa USG, ditemukan faktor
penyebab pertama pada nomor 1 yakni “Sulitnya Mencari Berkas Terutama
Berkas Lama” sehingga dibentuklah gagasan pemecahan masalah yang
merupakan judul dari Rancangan Aktualisasi ini, yaitu “Penataan Berkas
Pemeriksaan Untuk Mempermudah Membuat Evaluasi Laporan Di Inspektorat Kabupaten Melawi”.
Judul tersebut dilandasi oleh materi Pelayanan Publik, WoG, dan Manajemen ASN, karena pelayanan administrasi di inspektorat merupakan pelayanan publik, pelaksanaan pencarian berkas secara professional merupakan tanggung jawab sebagai ASN, partisipasi dalam pencarian berkas merupakan implementasi WOG. Berdasarkan judul tersebut, maka rencana kegiatan pada rancangan aktualisasi ini dapat di rumuskan sebagai berikut
1. Menata dan Mengelompokkan berkas Laporan Hasil Pemeriksaan berdasarkan OPD
2. Pembuatan kodefikasi berkas yang berbentuk angka 3. Pembuatan Database berbasis microsoft Excel 4. Uji coba pencarian berkas berbasis Komputer 5. Membuat laporan hasil kegiatan kepada Kasubbag
29
Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi Kegiatan
Unit Kerja : Inspektorat Kabupaten Melawi
Identifikasi Isu : 1. Evaluasi laporan sering terkendala
2. Sering terkendala nya tindak Lanjut Laporan hasil pemeriksaan 3. Ada nya kesulitan saat tindak lanjut rekomendasi laporan
Isu yang Diangkat : “Sulitnya mencari berkas terutama berkas lama”
Dasar pertimbangan dari isu aktual ini adalah agar tertata nya berkas laporan hasil pemeriksaan dan mempermudah evaluasi di Inspektorat Kabupaten Melawi
Keterkaitan MP, PP, WOG, dan MASN Dengan Isu
Menerapkan pelayanan public berupa akuntabel pelaksanaan pencarian berkas
Menerapkan MASN karena melakukan fungsi profesionalitas dalam pelaksanaan pencarian berkas Menerapkan Whole of Government karena partisipasi dalam pencarian berkas
Penerapan PP, MASN, WoG tersebut merupakan wujud upaya untuk mencapai visi “MEWUJUDKAN KABUPATEN MELAWI ADIL - PANTAS – HEBAT DAN
BERLANDASKAN GOTONG ROYONG
Gagasan Pemecahan Isu : “Penataan berkas pemeriksaan untuk mempermudah membuat evaluasi laporan di Inspektorat
30
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan
Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi dan Misi dan Tujuan Organisasi Penguatan Nilai-Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 1 Menata dan Mengelompok kan berkas Laporan Hasil pemeriksaan berdasar kan OPD 1. Mengecek kondisi sarana yang ada, seperi Rak dan Filing cabinet
2. Membongkar berkas dari rak
3. Memilah berkas berkas yang sejenis sesuai dengan OPD nya masing masing
4. Membersih kan berkas berkas yang sudah berdebu
5. Membersih kan rak yang akan di pakai
• Foto kegiatan
Agenda II
1. Saya akan mencek kondisi tempat yang akan saya gunakan
maka saya telah
menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu
A:TanggungJawab, kejelasan target,konsisten N:Disiplin,Kerja,keras, Kepentingan bersama E:Integritas tinggi,Cermat,menjaga rahasia K:Efektif,Berorientasi Mutu,Inovasi A:Mandiri,Berani,jujur 2. Saya akan melalukan
pembongkaran berkas Mendukung Terhadap : Visi Organisasi Yaitu Mewujudkan Kabupaten Melawi Adil - Pantas – Hebat Dan Berlandaskan Gotong Royong Nilai organisasi yang diperkuat adalah Profesional.
31 dari rak maka saya
telah menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu A:Partisipatif,Konsisten ,Kejelasan target N:Kerja keras,Disiplin,tanggun g jawab E:Integritas tinggi,Disiplin,cermat K:Efektif,Efisien,Inovas i A:Mandiri,Peduli,Kerja keras
3. Saya akan memilah berkas sesuai dengan jenis dan OPD masing
masing maka saya
telah menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu A:Kejelasan
target,Partisipatif,Kons isten
N:tanggung
bersama,Kerja keras E:Bertanggungjawab,I ntegritas tinggi,Cermat K:Inovasi,Berorientasi mutu,Efektif A:Peduli,Jujur,Mandiri 4. Saya akan membersihkan berkas berkas yang sudah berdebu maka saya telah menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu A:Mendahulukan kepentingan publik,Partisipatif,Kons isten N:Memelihara ketertiban,Tanggung jawab,Kepentingan bersama E:Integritas tinggi,Cermat,disiplin K:Berorientasi mutu,Efisien,Inovasi
33
A:Kerja
keras,Mandiri,Disiplin 5. Saya akan
membersihkan rak yang akan di pakai maka saya telah menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu
A:Mendahulukan kepentingan public,Konsisten,Kejel asan target N:tanggungjawab,Kep entingan bersama,Menghargai karya orang lain E:Integritas tinggi,Disiplin,Sopan K:Berorientasi mutu,Inovasi,Efisien A:Disiplin,Kerjakeras,S ederhana Agenda III
Dengan menata dan mengelompok kan berkas hasil
pemeriksaan berdasarkan OPD saya akan menerapkan nilai Akuntabilitas (MASN) Akuntabel (Pelayanan Publik) (Partisipasi (WOG) 2 Pembuatan kodefikasi berkas yang berbentuk angka 1. Membuka laptop
2. Membuka apliksi Excel
3. Menyusun angka pada computer untuk kode setiap berkas
4. Memprint out kode angka tersebut
5. Memotong kertas kode angka tersebut sesuai dengan ukuran yang menyesuaikan untuk di tempel kan pada setiap berkas
6. Mengambil lem sebagai alat perekat kode pada berkas
• Foto kegiatan • Screenshot
Aplikasi Excel • Foto print out
kode
Agenda II
1. Saya akan membuka
laptop maka saya
telah menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu: A:Kejelasan target,konsisten,Trans paran N:Kerja keras,Disiplin,Tanggun g jawab E:Integritas tinggi,Disiplin,Cermat K:Berorientasi mutu,Efektif,Rfisien A:Mandiri,Peduli,Kerja keras
2. Saya akan membuka aplikasi Excel maka saya telah Mendukung Terhadap : Visi Organisasi Yaitu Mewujudkan Kabupaten Melawi Adil - Pantas – Hebat Dan Berlandaskan Gotong Royong Nilai organisasi yang diperkuat adalah Inovatif
35 7. Menempelkan kode
pada berkas
menerapkan nilai nilai ASN yaitu A:Konsisten,Mendahu kukan kepentingan public,Kejelasan target N:Tanggung jawab,kerja keras,Sederhana E:Cermat,Disiplin,Inter gritas tinggi K:Inovasi,Efektif,efisie n A;jujur,sederhana,Man diri 3. Saya akan memprintout kode angka tersebut maka saya telah
menerapkan nilai nila dasar ASN yaitu A:Kejelasan target,Tanggung jawab,Konsisten N:hidup
a keras E:Jujur,cermat,bertang gug jawab K:efektif,efidien,Inovaif A:Disiplin,Jujur,kerja keras
4. Saya akan mengambil lem maka saya telah menerapkan nnilai nilai dasar ASN yaitu A:Konsisten,tanggungj awab,kejelasan target N:Disiplin,tanggungja wab,kepentingan bersama E:Bertanggung jawab,Cermat,Integrita s tinngi K:Inovasi,Berorientasi mutu,Efektif A:Kerjakeras,Sederha na,Mandiri 5. Saya akan
37 menempelkan kode
pada berkas maka saya telah
menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu A:Konsisten,Kejelasan target,Jujur N:Amanah,Disiplin,Ke pentingan bersama E:Disiplin,Integritas tinggi,menjaga rahasia K:Berorientasi mutu,Inovasi,Efektif A:kerja kers,berani,peduli 6. Saya akan membuka
laptop maka saya telah menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu A:Kejelasan target,Partisipatif,Tang gungjawab N:Disiplin,kerjakeras,H idup sederhana E:Cermat,Disiplin,integ ritas tinggi
K:Inovasi,berorientasi mutu,Efektif
A:Kerja
keras,sederhana,Mand iri
7. Saya akan membuka Aplikasi microsoft Excel maka saya telah menerapkan nilai nilai dsar ASN yaiitu A:Kejelasan target,Konsisten,Konsi sten N:kepentingan bersama,kerja keras,Tanggung jawab E:Integritas tinggi,Cermat,Disiplin K:Inovasi,efektif,Efisie n A:Kerja keras,Peduli,Mandiri Agenda III saya akan menerapkan nilai Profesionalitas
39 (MASN) Partisipatif (Pelayanan Publik) Kepentingan bersama (WOG) 3 Pembuatan Database berbasis microsoft Excel 1. Membuka laptop 2. Membuka aplikasi Microsoft Excel
3. Membuat tabel berisikan kode masing masing yang sesuai pada setiap berkas yang terpasang 4. Menginputkan kode yang
sudah tertempel pada setiap kode yang sudah terpasang pada berkas 5. Mencocok kan kembali
antara nomor yang terpasang pada berkas sesuai dengan yang di table Excel
• Foto kegiatan Agenda II
1. saya akan membuka laptop maka saya telah menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu: A:Tanggung jawab,Kejelasan target,Konsisten N: Disiplin,Kerja keras,tanggungjawab E:Integritas tinggi,Cermat,Disiplin K:Efisien,Berorientasi Mutu,Inovasi A:Tanggungjawab,Ma ndiri,eduli 2. Saya akan membukaaplikasi Microsof Excel maka saya telah Mendukung Terhadap : Visi Organisasi Yaitu Mewujudkan Kabupaten Melawi Adil - Pantas – Hebat Dan Berlandaskan Gotong Royong Nilai organisasi yang diperkuat adalah Inovatif
menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu A:Konsisten,Kejelasan arget,Tanggung jawab N:Disiplin,Kerja keras,Amanah E:Integritas tinggi,jujur,cermat K:Efektif,Efidien,Inova si A:Sederhana,Mandiri, Berani
3. Saya akan membuat tabel berisikan kode masing masing yang sesuai pada setiap berkas yang terpasang maka saya telah
menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu A:Kejelasan target,Konsisten,Partis ipatif N:Disiplin,Jujur,Kepent ingan bersama E:Bertanggung jawab,Integritas
41 tinggi,Disiplin K:Inovasi,berorientasi mutu,Efektif A:Jujur,Disiplin,Tangg ungjawab Agenda III
4. saya akan menginput kode yang sudah tertempel pada setiap kode yang sudah terpasang pada berkas maka saya telah
menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu A:Kejelasan target,Konsisten,Partis ipatif N:Amanah,Jujur,Kerja keras E:Integritas tinggi,bertanggung jawab,cermat K:Berorientasi mutu,Iovasi,Efisien A:Kerja keras,sederhana,pedul
i
5. saya akan
menoccokkan kembali antara nomor yang trepasang pada berkas sesuai dengan yang di table excel maka saya telah menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu A:mendahulikan kepentingan publikkonsisten,Partisi patif N:Jujur,Amanah,Disipli n E:Cermat,Disiplin,bert anggung jawab K:berorientasi mutu,Inovatif,efisien A:kerjakeras,sederhan a,tanggung jawab Dengan saya
membuka laptop dan Aplikasi Exel maka saya telah
menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu A:kejelasan
43 target,konsisten,tangg ungjawab N: Kerja keras,disipli,kepenting an bersama E:isiplin,cermat,Bertan ggungjawab K:Inovasi,Efektif,efisie n A:kerja keras,sederhana,mand iri Agenda III Efektif/Efisien (MASN) Akuntabel(Pelayanan public) Kolaborasi (WOG) 4 Uji coba pencarian berkas berbasis Komputer
1. Membuka laptop dan aplikasi microsoft excel 2. Menentukan berkas yang
akan di cari
3. membuka folder sesuai dengan kode berkas
• Foto hasil kegiatan
Agenda II
1. saya akan membuka laptop dan aplikasi microsoft excel maka saya telah menerapkan nilai nilai dasar ASN
Mendukung Terhadap : Visi Organisasi Yaitu Mewujudkan Kabupaten Melawi Nilai organisasi yaitu bertanggung jawab
yang dicari
4. croscheck kembali data keakuratan berkas 5. mencari pada list yang
sudah tertera dalam folder yaitu A:Konsisten,Partisipatif,t ransparan N:Disiplin,Kerja keras,Hidup sederhana E:Integritas Tinggi,Bertanggung jawab,Cermat K:Berorientasi Mutu,Inovasi,Efektif A:Tanggungjawab,Kerja keras,Disiplin
2. saya akan menentukan berkas yang akan di cari maka saya telah menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu A: Kejelasan target,konsisten,Jujur N:kerja keras,Disiplin,Amanah E:Integritas tinggi,Disiplin,cermat K:berorientasi
Adil - Pantas – Hebat Dan Berlandaskan Gotong Royong
45 mutu,Inovasi,Efektif
A:Tanggung
jawab,Disiplin,Kerja keras
3. Saya akan membuka folder sesuai dengan kode berkas yang di cari maka saya telah menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu
A:kejelasan target,konsisten,tangg ung jawab N:kerja keras,kepentingan bersama,jujur E:Integritas tinggi,disiplin,bertangg ungjawab K:berorientasi mutu,Inovasi,Efektif A:Tanggung jawab,Mandiri,peduliD engan saya menentukan berkas yang akan di cari maka saya telah menerapkan nilai nilai
dasar ASN yaitu A: Kejelasan target,konsisten,Jujur N:kerja keras,Disiplin,Amanah E:Integritas tinggi,Disiplin,cermat K:berorientasi mutu,Inovasi,Efektif A:Tanggung jawab,Disiplin,Kerja keras
4. Saya akan croschek datakembali
keakuratan berkas maka saya telah menerapkan nilai nilai dasar ASN yaitu
A:Kejelasan target,tanggung jawab,mendahukuka n kepentingan public N:Amanah,tanggung jawab,kerja keras E:jujur,bertanggung jawab,integritas tinggi