RANCANGAN AKTUALISASI
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP
NILAI-NILAI PENDIDIKAN JASMANI MELALUI PENDEKATAN
PEMBELAJARAN OLYMPISM DAN MODEL PEMBELAJARAN
TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA SISWA KELAS
VII SMPN 3 BERASRAMA BADAU
DISUSUN OLEH
BEADRYX OTTE FALLO S.Pd 199402212020122015
07
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
i
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI
JUDUL : UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN
NILAI-NILAI PENDIDIKAN JASMANI MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN
OLYMPISM DAN METODE PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA SISWA KELAS
VII SMPN 3 BERASRAMA BADAU
NAMA : BEADRYX OTTE FALLO, S.Pd
PANGKAT / GOL. RUANG : PENATA MUDA/IIIa
NIP : 199402212020122015
NOMOR DAFTAR HADIR : 07
JABATAN : AHLI PERTAMA GURU PENJASORKES
UNIT KERJA/INSTANSI : SMPN 2 SATU ATAP BADAU
Telah disetujui untuk diseminarkan pada hari Senin tanggal 22 Maret 2021
Telah diperiksa/disetujui :
COACH,
Dian Sekar Ayu, S.STP NIP. 199211082016092001
Putussibau, 20 Maret 2021
MENTOR,
Elias, S.Pd,SD NIP.197304111996061001
ii
PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGANSUMBER DAYA MANUSIA
Jalan Danau Luar No.05 Putussibau 78711(0567) 21027 Fax. (0567) 21764
PUTUSSIBAU – KALIMANTAN BARAT 78711 BERITA ACARA
EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III ANGKATAN LXXIDI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU
TAHUN 2021
Pada hari ini Senin tanggal Dua Puluh Dua Maret Tahun 2021 bertempat di Ruang Rapat Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu (di Jl. Danau Luar No. 5 Putussibau), telah dilaksanakan Evaluasi Rancangan Aktualisasi bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III angkatan LXXI di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2021, sebagai berikut :
N a m a : Beadryx Otte Fallo, S.Pd Pangkat / Gol. Ruang : Penata Muda/ III a NIP : 199402212020122015
Jabatan : Ahli Pertama Guru Penjasorkes Unit kerja/Instansi : SMPN 2 Satu Atap Badau Mentor : Elias, S.Pd,SD
Coach : Dian Sekar Ayu, S.STP Penguji : Abdurrohman Bisri, A.Md
Judul : Upaya Meningkatkan Pemahaman Nilai-Nilai Pendidikan Jasmani Melalui Pendekatan Pendidikan Olympism dan Metode Pembelajaran Teams Games Tournament pada Siswa Kelas VII SMPN 3 Berasrama Badau
Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh : MENTOR,
Elias, S.Pd,SD NIP.197304111996061001
PENYAJI,
Beadryx Otte Fallo, S.Pd NIP.199402212020122015
COACH,
Dian Sekar Ayu, S. STP NIP.199211082016092001
PENGUJI,
Abdurrohman Bisri, A.Md NIP.198108212006041007
Mengetahui :
KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KABUPATEN KAPUAS HULU
H. Sarbani, S.E., M.A.P. Pembina Utama Muda NIP. 196104151986081003
iii
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI
JUDUL : UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN
NILAI-NILAI PENDIDKAN JASMANI
MELALUI PENDEKATAN
PEMBELAJARAN OLYMPISM DAN METODE PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA SISWA KELAS VII SMPN 3 BERASRAMA BADAU
NAMA : BEADRYX OTTE FALLO, S.Pd
PANGKAT / GOL. RUANG : Penata Muda/IIIa
NIP : 199402212020122015
NOMOR DAFTAR HADIR : 07
JABATAN : Ahli Pertama Guru Penjasorkes UNIT KERJA / INSTANSI : SMPN 2 Satu Atap Badau
Telah diperbaiki berdasarkan koreksi dan/atau saran Penguji pada Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan LXXI di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 pada hari senin tanggal 22 Maret 2021 di Ruang Rapat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu.
Telah diperiksa/disetujui :
COACH,
Dian Sekar Ayu, S.STP NIP.199211082016092001 Putussibau, 22 Maret 2021 MENTOR, Elias, S.Pd,SD NIP. 197304111996061001 Disetujui : PENGUJI,
Abdurrohman Bisri, A.Md NIP. 198108212006041007
iv
KATA PENGANTAR
Shalom, Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus karena kasih-Nya “Laporan Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXI Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021” dapat diselesaikan.
Penulisan menyadari bahwa Laporan Aktualisasi ini terlaksana karena kontribusi banyak pihak berupa bimbingan dan motivasi sehingga pada kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Fransiskus Diaan, S.H. selaku Bupati Kabupaten Kapuas Hulu 2. Bapak H. Sarbani, S.E., M. AP. Selaku Kepala Badan Kepegawaian
dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu 3. Bapak Petrus Kusnadi, S.Sos.,M.si. selaku Kepala Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu.
4. Bapak Elias, S.Pd,SD., selaku Koordinator Pendidikan Kecamatan Badau dan Mentor yang telah memberikan bimbingan, masukan dan pengarahan serta motivasi.
5. Ibu Dian Sekar Ayu S.STP., selaku Coach yang telah memberikan bimbingan, masukan dan pengarahan serta motivasi.
6. Dewan guru SMPN 3 Berasrama Badau yang telah menerima dengan baik dan memberi dukungan selama kurang lebih satu bulan.
7. Ayah dan Ibu tercinta yang telah memberi motivasi dan semangat. 8. Rekan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan
III Angkatan LXXI Tahun 2021 Kabupaten Kapuas Hulu yang telah memberikan bantuan dan motivasi.
Penyusun berupaya agar Laporan Aktualisasi ini dapat mencapai tujuan, sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penulisan ini diterima dengan terbuka. Semoga Laporan Aktualisasi ini dapat bermanfaat.
Putussibau, 22 Maret 2021
v
DAFTAS ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ... i
BERITA ACARA ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv DAFTAR ISI ... v DAFTAR TABEL ... vi BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Ruang Lingkup ... 7 C. Tujuan ... 7 D. Manfaat ... 8
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI ... 9
A. Keadaan Umum Organisasi ... 9
B. Visi dan Misi Organisasi ... 10
C. Nilai-nilai Organisasi ... 11
D. Tupoksi Organisasi ... 13
BAB III NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN ASN DALAM NKRI .... 14
A. Nilai-Nilai ANEKA ... 14
B. Peran dan Kedudukan ASN dalam NKRI ... 18
BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI... 21
A. Identifikasi isu dan Gagasan Pemecahan Isu ... 21
B. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan ... 24
C. Jadwal Bimbingan ... 37
vi
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.1 Daftar Nilai Pendidikan Jasmani Kelas VII ... 7
Tabel 2.1 Identitas Sekolah ... 9
Tabel 2.2 Data Guru ... 10
Tabel 4.1 Analisis Isu Aktual di SMPN 3 Berasrama Badau ... 21
Tabel 4.2 Analisis Faktor Penyebab Isu Utama dengan Metode USG ... 22
Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN ... 24
Tabel 4.4 Jadwal Bimbingan dengan Coach ... 37
Tabel 4.5 Jadwal Bimbingan dengan Mentor ... 38
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan memiliki peran yang amat menentukan bagi pengembangan dan perwujudan kompetensi individu, yang merupakan salah satu komponen utama dalam pembangunan suatu bangsa dan negara. Pembangunan suatu negara tidak lepas dari peran pendidikan didalamnya, dalam hal ini kualitas pendidikan yang diberikan pemerintah kepada anggota masyarakatnya, kepada peserta didik. Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha membudidayakan manusia atau memanusiakan manusia. Adapun yang mejadi penilaian dalam pendidikan tersebut meliputi tiga aspek yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif berhubungan dengan kemampuan berpikir, termasuk didalamnya kemampuan menghapal, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan kemampuan mengevaluasi. Ranah afektif mencakup watak perilaku, seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Sementara ranah psikomotor mencakup imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi, dan naturalisasi (Kunandar, 2007:385).
Guru sebagai ujung tombak pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam menjamin hasil terbaik dari pendidikan. Guru sebagai tenaga pendidik harus memiliki kualitas dan bersikap profesional yang memenuhi standar yang telah ditetapkan Pemerintah.
Demi menjaminnya keberlangsungan pendidikan di Indonesia, maka Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya dan satu di antaranya adalah dengan melakukan perekrutan aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kualifikasi sebagai tenaga ahli guru. Sistem perekrutan yang dilakukan menggunakan sistem merit.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, sistem merit merupakan kebijakan dan manajemen ASN
2
berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan ras, agama, asal usul, jenis kelamin, maupun kondisi kecacatan. Hal ini dimaksudkan agar Negara dapat menghasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Pegawai ASN yang hendak dituju tidak serta merta langsung terbentuk instan. Pegawai ASN perlu diberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang mengusung tujuan manajemen ASN tersebut. Oleh karena itu, berdasarkan pasal 63 Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, setiap calon PNS wajib mengikuti masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Selanjutnya, diklat Calon PNS diatur oleh Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integrasi moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Diklat CPNS Melalui Kegiatan habituasi, peserta pelatihan dasar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) dapat membiasakan diri untuk menerapkan nilai-nilai dasar ASN dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di lingkungan kerjanya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. Dalam hal ini, penyusun merupakan peserta pelatihan dasar yang akan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di SMPN 3 Berasrama Badau,
3 Kabupaten Kapuas Hulu.
Selama masa pelatihan, CPNS dibekali dengan pengetahuan bela negara, nilai – nilai dasar PNS, kedudukan dan peran PNS dan juga diberikan pengarahan untuk merancang kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan pada masa habituasi di instansi asal. Modal pengetahuan yang didapatkan akan diaktualisasikan pada agenda habituasi yang dilaksanakan di SMPN 3 Berasrama Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Diharapkan dengan rangkaian kegiatan tersebut, penulis dapat belajar memahami dan menjalankan tugas dan fungsi jabatannya dengan baik di instansi asal penulis, dan juga dapat mengimplementasikan nilai – nilai dasar ASN pada pekerjaannya sehari – hari.
Pendidikan jasmani sebagai salah satu bagian dari pendidikan juga meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang tertuang dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani baik di tingkat SD, SMP dan SMA. Untuk itu penyelenggaraan penjas di sekolah-sekolah, khususnya di SMP bukanlah bertujuan sekedar memberikan pengetahuan keterampilan gerak (Psikomotor) saja, tetapi mempunyai jangkauan yang sangat luas seperti yang telah disepakati diatas yaitu meliputi juga aspek kognitif dan afektif.
Anak-anak yang berusia atau 13 tahun sampai dengan 19 tahun sedang berada dalam masa pertumbuhan yang mengalami masa remaja. Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karena masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Terjadinya perubahan kejiwaan menimbulkan kebingungan dimasa remaja, mereka mengalami penuh gejolak emosi dan tekanan jiwa sehingga mudah menyimpang dari aturan dan norma-norma sosial yang berlaku dikalangan masyarakat (Zulkifli L., 2001:63).
Pendidikan jasmani sangat berperan didalam menolong siswa dalam fase ini untuk membentuk kognitif, psikomotor dan afektif
4
siswa yaitu menunjangnya tercapainya pengenalan diri dan penginternalisasian nilai-nilai yang baik. Hal ini menjawab pertanyaan mengapa pendidikan jasmani perlu diajarkan disekolah yaitu karena, ”tujuan ideal program dan tujuan pendidikan jasmani bersifat menyeluruh mencakup bukan hanya aspek fisik, tetapi juga aspek lainnya mencakup intelektual, emosional,sosial dan moral” (Depdiknas, 2001:18).
Guru pendidikan jasmani dalam hal ini memiliki peranan besar dan strategis pada proses pembelajaran. Dewasa ini peran pendidikan jasmani dalam menginternalisasikan nilai-nilai afektif mulai terabaikan. Guru pendidikan jasmani seringkali berorientasi pada keberhasilan pencapaian materi gerak, teknik dan strategi permainan/olahraga, padahal tidak kalah penting dari itu, guru pendidikan jasmani harus mampu juga memberikan pengalaman belajar yaitu memberikan proses internalisasi nilai-nilai luhur yang ada dalam pendidikan jasmani (saling menghargai, kerja sama, berkompetisi dengan sehat, tidak kenal lelah/pantang menyerah, dan bersahabat, sportifitas, jujur dan seterusnya).
Pelaksanaan proses internalisasi nilai itu bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik mental, intelektual, emosional dan sosial, salah satunya dapat melalui materi sejarah olahraga yaitu melalui pendidikan olimpiade/olympism yang didalamnya mengajarkan nilai-nilai luhur seperti yang terdapat dalam pendidikan jasmani.
Berawal dari Yunani, Olimpiade kuno berlangsung ditempat Olimpian dan merupakan bagian dari pada perayaan keagamaan untuk menghormati dewa Zeus. Perlombaan pertama kali terjadi pada tahun 776 sebelum masehi dan mencapai puncaknya pada tahun 400 sebelum masehi, kemudian menurun karena cita-cita olimpiade yang sejati telah diabaikan diantaranya karena penggunaan atlet yang di sewa, di upah bahkan atlet-atlet dari negara asing dijadikan
5
warga negara Yunani agar dapat memenuhi syarat untuk dapat mengikuti perlombaan. Keadaan tersebut memburuk selama Yunani diduduki oleh bangsa Romawi, dan akhirnya pada tahun 393 sesudah masehi olimpiade kuno berhenti. Pada akhir abad ke-19, barulah seorang bangsawan di perancis bernama Baron Piere de Coubertin berhasil menghidupkan kembali semangat Olimpiade (olympism) yang dipadukan dengan penyelenggaraan pertandingan olahraga tingkat internasional (olympic games) yang kemudian dikenal dengan gerakan olimpiade (olympic movement).
Baron Pierre de Coubertin memiliki angan-angan bahwa melalui olahraga dapat membuka peluang untuk terciptanya dialog dan saling pengertian antar negara dan antar bangsa, menciptakan kehidupan yang damai di dunia melalui kegiatan olah raga antar bangsa. Setelah bertahun-tahun berusaha dengan tidak kenal lelah dan ditengah kekacauan politik, pada tahun 1896 akhirnya de Coubertin menyaksikan mimpinya menjadi kenyataan di kota asal Olimpiade Kuno (Ancient Olympic), Athena, Yunani dengan diselenggarakannya pesta olahraga Olimpiade perdana yang pertama sejak 1500 tahun sebelumnya. Baron Pierre de Cobertin mendorong menghidupkan kembali pesta olahraga olimpiade kuno. Dengan tujuan olimpiade(Olympism) dapat membentuk watak manusia melalui latihan-latihan olahraga yang disiplin juga untuk mengembangkan perdamaian dunia melalui hubungan persaudaraan diantara para atlet-atlet dari segala bangsa.
Bermula dari suatu peristiwa sederhana yang menghadirkan 241 atlet dari 14 negara, Olimpiade modern kini telah berkembang kedalam skala besar. Pada tahun 2004 ketika pesta olahraga ini diadakan kembali dikota asalnya, Athena, 201 negara mengirimkan 10.625 atlet untuk bertanding demi meraih kemenangan dalam Olimpiade. Sungguh suatu pertemuan bangsa-bangsa yang luar biasa dan tak ada tandingnya.
6
ketahanan tubuh yang prima dalam bertanding, sekaligus menuntut ketaatan pada peraturan permainan yang jujur dan semangat yang sportif (fair play). Olimpiade mewujudnyatakan nilai-nilai olahraga tersebut secara kuat dan memberikan pelajaran-pelajaran tentang hidup yang dapat menggugah dan memperlengkapi manusia menjadi manusia seutuhnya. Keyakinan inilah yang diharapkan juga terwujud melalui pendidikan jasmani, karena nilai-nilai yang tertuang dalam olympism tertuang juga dalam pendidikan jasmani. Oleh karena itu sangat disayangkan bila guru pendidikan jasmani hanya mengajar dalam tataran psikomotorik saja.
Permasalahan ini mendorong peulis untuk mengadakan aktualisasi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dan media audio visual/video . Metode dan media pembelajaran yang penulis pilih untuk melaksanakan aktualisasi ini dikarenakan ingin mengaplikasikan pembelajaran pendidikan jasmani yang mengembangkan peran siswa untuk aktif dalam pembelajaran, karena model pembelajaran pendidikan jasmani tidak harus terpusat pada guru, tetapi pada siswa. Orientasi pembelajaranpun disesuaikan dengan perkembangan anak, isi dan urusan materi serta cara penyampaikan disesuaikan sehingga menarik dan menyenangkan.
Sasaran pembelajaran penjas ditujukan bukan hanya untuk mengembangkan keterampilan olahraga, tetapi pada perkembangan pribadi anak seutuhnya. Konsep dasar pendidikan jasmani dan model pengajaran pendidikan jasmani yang efektif perlu dipahami oleh mereka yang hendak mengajar pendidikan jasmani. Peneliti tertarik untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap nilai-nilai pendidikan jasmani dan untuk meningkatkan pemahaman siswa akan nilai-nilai pendidikan jasmani itu, peneliti menggunakan pendekatan pendidikan /nilai-nilai olympism yang dikemas melalui video pembelajaran.
7
Tabel. 1.1 Daftar Nilai Pendidikan Jasamani Siswa Kelas VII
B. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup aktualisasi penulis dilaksanakan di SMPN 3 Berasrama, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu.
C. TUJUAN
Tujuan aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar adalah peserta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) serta mampu mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia di dalam menjalankan tugas dan fungsinya di instansi kerjanya. Selain itu, peserta Pelatihan Dasar juga mampu menganalisis manfaat aktualisasi di dalam agenda habituasi di SMPN 3 Berasrama, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu.
NO NAMA NILAI PENGETAHUAN NILAI KETERAMPILAN KD 3.5 KD 3.6 KD 3.7 KD 3.8 KD 4.5 KD 4.6 KD 4.7 KD 4.8 1 ALEXANDER ISUN 70 70 68 69 78 75 70 72 2 ALEXANDRA LANTONG 75 80 72 75 74 70 75 70 3 ALEXANDRIA SUSI ALAYSIA 75 75 70 72 72 70 75 74 4 BENIDICTHUS C. ALLEN JAHYANG 70 75 74 73 74 75 72 72 5 BENO JELMIN 68 72 68 64 72 72 68 72 6 CERY KUDA 70 70 70 72 78 75 72 74 7 EMILIA NURSAH 75 75 72 78 72 70 72 72 8 FERISCA JENYRIA EMPANA 80 75 70 75 72 72 72 70 9 HERDIANUS APRETUS PAUNJEK 80 78 72 75 74 75 72 75 10 IMBAT 68 70 70 68 74 75 68 72 11 JERI 65 68 70 60 72 75 68 72 12 ROSALINA VERONIKA ANYAK 80 75 72 75 74 72 75 72
8 D. MANFAAT
Kegiatan aktualiasi memberikan manfaat antara lain: 1. Bagi peserta Pelatihan Dasar
Manfaat aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme di dalam diri peserta pelatihan dasar. Selain itu, kegiatan aktualisasi bermanfaat bagi peserta dalam upaya memperkuat kompetensi bidangnya.
2. Bagi Instansi
Manfaat aktualisasi bagi instansi adalah untuk memberikan kontribusi bagi tercapainya visi dan misi dan memperkuat nilai-nilai organisasi dalam instansi.
9 BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI
A. Keadaan Umum Organisasi
SMP Negeri 3 Berasrama Badau merupakan salahsatu SMP Negeri yang ada di Kecamatan Badau Kabupaten Kapuas Hulu. Secara geografis SMP Negeri 3 Berasrama Badau terletak di Jalan Lintas Utara, Desa Seriang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
Tabel 2.1 Identitas Sekolah IDENTITAS SEKOLAH 1. Nama Sekolah 2. Kepala Sekolah 3. NPSN 4. Akreditasi 5. Kurikulum 6. Status Sekolah 7. Status Kepemilikan
: SMP Negeri 3 Berasrama Badau : Maksimianus Deornay, S.Pd : 69856228 : C : Kurikulum 2013 : Negeri : Pemerintah Daerah LOKASI SEKOLAH 1. Alamat 2. Desa 3. Kecamatan 4. Kabupaten 5. Provinsi 6. Negara : JL. Lintas Utara : Seriang : Badau : Kapuas Hulu : Kalimantan Barat : Indonesia DATA PENDUKUNG 1. Ruang Kelas 2. Laboratorium 3. Perpustakaan 4. WC 5. Luas Tanah 6. Daya Listrik : 3 : 1 : 1 : 3 : - : 4000 VA
10 7. Penyelenggaraan 8. Sertifikat ISO 9. Operator : Pagi/6 hari : Belum Bersertifikat : 1
Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan di SMP Negeri 3 Berasrama Badau ada 6 orang. Sedangkan jumlah peserta didik SMP Negeri 3 Berasrama Badau pada tahun ajaran 2020/2021 adalah sebanyak 28 orang yang dibagi ke dalam 3 rombongan belajar (rombel) dengan rincian rombel kelas VII terdiri dari 12 peserta didik, rombel kelas VIII terdiri dari 9 peserta didik, dan rombel kelas IX terdiri dari 7 peserta didik.
Tabel 2.2 Data Guru
No Nama Status
kepegawaian 1 Cristie Pascha Guru Honor Sekolah
2 Enggelina Guru Honor Sekolah
3 Farhattul Ummah CPNS
4 Markus Guru Honor Sekolah
5 Pitus Kosmas PNS
6 Rusman Honor Daerah TK.II
Kab/Kota
B. Visi dan Misi Organisasi 1. VISI
Visi dari SMPN 3 Berasrama Badau adalah “Terwujudnya warga sekolah yang berakhlak mulia, berbudaya, berprestasi, berwawasan lingkungan, dan cinta tanah air”.
2. MISI
Misi SMPN 3 Berasrama Badau adalah sebagai berikut:
1. Mengembangkan potensi siswa yang kreatif, inovatif, berkualitas, dan berakhlak mulia.
11
2. Meningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung pendidikan.
3. Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
4. Meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam penerapan IPTEK.
5. Meningkatkan kepedulian sosial, lingkungan, dan semangat kebangsaan warga sekolah.
6. Mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman.
7. Mewujudkan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan program sekolah.
8. Mengembangkan budaya disiplin dan budaya membaca. 9. Mewujudkan hubungan yang harmonis antara sekolah
dengan orang tua siswa, masyarakat, instansi dan lembaga terkait lainnya.
C. Nilai-Nilai Organisasi
Nilai-nilai organisasi yang ada SMPN 3 Berasrama Badau adalah sebagai berikut: 1. Religius 2. Jujur 3. Prestasi 4. Kreatif 5. Etika 6. Kerjasama 7. Tanggung jawab 8. Disiplin 9. Percaya diri
12 D. Tupoksi Organisasi
1. Tugas dan Fungsi Sekolah
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Pemerintah Indonesia, 2010) menyatakan bahwa pendidikan pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat berfungsi:
a. mengembangkan, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan kepribadian luhur yang telah dikenalinya;
b. mengembangkan, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air yang telah dikenalinya;
c. mempelajari dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi; d. melatih dan mengembangkan kepekaan dan
kemampuan mengapresiasi serta mengekspresikan keindahan, kehalusan, dan harmoni;
e. mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga, baik untuk kesehatan dan kebugaran jasmani maupun prestasi; dan
f. mengembangkan kesiapan fisik dan mental untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan menengah dan/atau untuk hidup mandiri di masyarakat. 2. Tugas dan Fungsi Guru
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenegpan RB) Nomor 16 Tahun 2009 menjelaskan bahwa Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini
13
jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil (Pemerintah Indonesia, 2009).
Tugas utama Guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
14 BAB III
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN ASN DALAM NKRI
A. Nilai-Nilai ANEKA
Tujuan dilaksanakannya program pendidikan dan pelatihan (Diklat) pada dasarnya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap seorang Aparatur Negara agar dapat melaksanakan tugas dan pekerjaanya dengan baik. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara umum merupakan kunci keberhasilan pembangunan Nasional, karena diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan memiliki etos kerja yang produktif, terampil, kreatif, disiplin, profesional, khususnya untuk PNS, agar dicapainya kompetensi tertentu.
Dewasa ini, PNS sering dimaknai dengan citra yang kurang baik. Hal tersebut dapat diketahui dari banyaknya komentar dari para politisi, pakar, pejabat, ketika membludaknya pelamar PNS setiap tahun ketika dibukanya lamaran untuk jadi Calon PNS, begitu menjadi PNS ternyata pelayanan yang dirasakan masyarakat tidak sesuai dengan kepuasaan masyarakat sebagaimana mestinya. Untuk itu dilakukan pelatihan prajabatan, pelatihan teknis, fungsional dan kepemimpinan.
PNS yang berkarakter terbentuk oleh sikap prilaku bela Negara, nilai – nilai dasar PNS, dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menguasai bidang tugasnya, sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat. Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dengan cara mengalami sendiri pada saat kegiatan aktualisasi di tempat tugas melalui pembiasaan (habituasi) (LAN RI, 2017).
15
landasan dalam menjalankan profesi ASN. Adapun nilai-nilai dasar PNS tersebut adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Berikut ini penjelasan mengenai masing-masing nilai dari ANEKA yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah terwujudnya nilai-nilai publik, yaitu (LAN RI, 2015):
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor, kelompok dan pribadi;
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis; c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil
dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik;
d. Menunjukkan sikap dan perilaku konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan.
Akuntabilitas memiliki tiga fungsi utama yaitu pertama, untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi); kedua, untuk mencegah korupsi dan penyalah gunaan kekuasaan (peran konstitusional); ketiga, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Indikator nilai dasar akuntabilitas mencakup tanggung jawab, jujur, kejelasan target, netral, mendahulukan kepentingan publik, adil dan transparan, konsisten serta partisipatif (LAN RI, 2015).
2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai
16
bangsa lain sebagaimana mestinya sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain (LAN RI, 2015).
Indikator nilai dasar nasionalisme mencakup religius, hormat menghormati, kerja sama, tidak memaksakan kehendak, jujur, amanah (dapat dipercaya), adil, persamaan derajat, tidak diskriminatif, mencintai sesama manusia, tenggang rasa, membela kebenaran, persatuan, rela berkorban, cinta tanah air, memelihara ketertiban, disiplin, musyawarah, kekeluargaan, menghormati keputusan, tanggung jawab, kepentingan bersama, gotong royong, sosial, tidak menggunakan hak yang bukan miliknya, hidup sederhana dan kerja keras serta menghargai karya orang lain (LAN RI, 2015). 3. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi tentang standar/ norma yang menentukan baik/ buruk, benar/ salah prilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik (LAN RI, 2015). Nilai-nilai dasar etka publik sebagai mana tercanyum dalam Undang-Undang ASN, yakni sebagai berikut:
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara,
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak, 4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian,
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif, 6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur,
17
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik,
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah,
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat akurat berdaya guna, berhasil guna, dan santun,
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi, 11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan jerjasama,
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai,
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan,
14. Meningkatkan evektififtas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir.
Indikator nilai dasar dari etika publik adalah jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada perundang-undangan, taat perintah dan menjaga rahasia (LAN RI, 2015).
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu terhadap produk/jasa berupa ukuran baik/buruk. Manajemen mutu terpadu terdiri atas kegiatan perbaikan berkelanjutan yang melibatkan setiap orang dalam organisasi melalui usaha yang terintegrasi secara total untuk meningkatkan kinerja pada setiap level organinsasi. Target utama kinerja aparatur yang berbabasis komitmen mutu adalah mewujudkan kepuasan masyarakat yang menerima layanan (LAN RI, 2015). Indikator nilai dasar komitmen mutu antara lain: efektivitas, efisiensi, inovasi, dan berorientasi mutu (LAN RI, 2015).
18 5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yaitu artinya kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Korupsi adalah masalah kehidupan, dampak dan bahayanya bisa berpengaruh secara jangka panjang (LAN RI, 2015). Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luarbiasa menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga,
Berdasarkan penelitian terhadap penerapan variabel praktik nilai dasar ASN, praktik yang masih belum optimal dalam pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan publik adalah praktik anti korupsi, etika publik dan komitmen mutu. Kesadaran diri anti korupsi dibangun melalui pendekatan spiritual, dengan selalu ingat akan tujuan keberadaannya sebagai manusia di muka bumi.
Aparatur Sipil Negara perlu dibekali nilai dasar anti korupsi agar bisa menghindari dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Indikator nilai dasar anti korupsi adalah jujur, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil dan berani serta peduli (LAN RI, 2015).
B. Peran dan Kedudukan ASN dalam NKRI 1. Manajemen ASN
Manajemen ASN (Aparatur Sipil Negara) adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intevensi politik, bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ada beberapa asas manajemen ASN yaitu kepastian hukum, profesionalisme, proposionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif, efisien, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan, kesatuan, keadilan dan kesetaraan, serta kesejahteraan (LAN RI, 2017).
19
Berdasarkan jenisnya, pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan partai politik.
2. Whole of Government (WOG)
Whole of Government (WOG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program dan pelayanan publik (LAN RI, 2017). Di dalam WOG terdapat beberapa asas yaitu koordinasi, kolaborasi, komunikasi, integrasi, pasrtisipasi, kerja sama, kemitraan, kepentingan bersama, berkesinambungan (LAN RI, 2017).
Alasan yang menyebabkan WOG penting dan mendapat perhatian dari pemerintah adalah:
1. Adanya faktor-faktor eksternal seperti dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintah yang lebih baik,
2. Terkait faktor-faktor internal dengan adanya fenomena ketimpangan kapasitas sektoral dalam pembangunan, 3. Khususnya dalam konteks Indonesia, keberagaman latar
belakan nilai, budaya, adat istiadat, serta bentuk latar belakang lainnya mendorong adanya potensi disintegrasi bangsa.
3. Pelayanan Publik
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka
20
pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Di dalam pelayanan publik terdapat beberapa asas yaitu partisipatif, transparan, responsif, tidak diskriminatif, mudah dan murah, efektif, efisien, berkeadilan (LAN RI, 2017).
21 BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Identifikasi Masalah dan Gagasan Pemecahan Isu
Isu adalah masalah yang harus segera ditanggapi karena dapat mempengaruhi pekerjaan di berbagai Organisasi. Isu-isu aktual yang dapat ditemukan di SMPN 3 Berasrama Badau berdasarkan hasil komunikasi dengan mentor adalah sebagai berikut:
1. Rendahnya pemahaman nilai-nilai mpendidikan jasmani pada siswa kelas VII.
2. Rendahnya kalincahan gerak siswa kelas VIII.
3. Randahnya hasil belajar senam lantai materi cartwheel (meroda) siswa kelas VIII.
4. Rendahnya hasil belajar atletik materi lari seprint 100 m pada siswa kelas VII.
Dalam upaya menyikapi isu-isu aktual serta tantangan perubahan dan perkembangan yang terjadi berdasarkan tugas pokok dan fungsi guru mata pelajaran, perlu ditentukan prioritas yang akan ditangani. Penentuan isu aktual prioritas dilakukan dengan menggunakan skala dengan rentang angka dari 1 - 5 yang menyatakan bahwa isu tersebut : “(1) Tidak Penting”, “(2) Kurang Penting”, “(3) Cukup Penting”, “(4) Penting” dan “(5) Sangat Penting”. Skala penilaian ini berpedoman pada 4 (empat) kriteria isu yaitu isu yang bersifat Aktual, Problematik, Khalayak, dan Layak atau biasa di singkat APKL. Adapun penentuan isu aktualnya sebagai berikut :
Tabel 4.1 Analisis ISU Aktual di SMPN 3 Berasrama Badau
NO ISU AKTUAL KRITERIA JUM LAH RA NK A P K L
1 Rendahnya pemahaman nilai-nilai
22 kelas VII
2 Rendahnya kelincahan gerak siswa
kelas VIII 1 1 1 1 4 4
3
Rendahnya hasil belajar senam lantai materi cartwheel (meroda) siswa kelas VIII
3 3 3 3 12 2
4
Rendahnya hasil belajar atletik materi lari seprint 100 m pada siswa kelas VII
2 2 2 2 8 3
Berdasarkan tabel tersebut, maka isu aktual yang menjadi prioritas adalah “Rendahnya pemahaman nilai-nilai mpendidikan jasmani pada siswa kelas VII”. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya isu yang diangkat berdasarkan hasil komunikasi dengan mentor yaitu :
1. Belum optimalnya penanaman nilai-nilai penjas oleh guru pada siswa dalam proses pembelajaran.
2. Belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran.
3. Belum optimalnya penggunaan metode pembelajaran yang menarik.
4. Rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Jasmani.
Untuk menentukan penyebab utama isu, maka dilakukan analisis dengan menggunakan metode USG (Urgency,
Seriousness, Growth) dengan skala penilaian 1 sampai 5, sebagai
berikut :
Tabel 4.2: Analisis Faktor Penyebab Isu Utama dengan Metode USG
No Masalah Pokok Prioritas Total Pering kat U S G 1
Belum optimalnya penanaman nilai-nilai penjas oleh guru pada siswa dalam proses pembelajaran
4 4 4 12 2
2 Belum optimalnya pemanfaatan media
pembelajaran 3 3 3 9 3
3 Belum optimalnya penggunaan
23 4
Rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Jasmani
2 2 2 6 4 Keterangan: 5: Sangat Tinggi 2: Rendah
4: Tinggi 1: Sangat Rendah 3: Sedang
Dari analisis menggunakan metode USG maka didapatlah penyebab utama dari isu adalah “Belum optimalnya penggunaan metode pembelajaran yang menarik”. Dari hasil dua sistem analisa tersebut, ditetapkan judul penulisan yaitu: “Upaya Meningkatkan Pemahaman Nilai-nilai Pendidikan Jasmani Melalui Pendekatan Pembelajaran Olympism dan Metode Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Berasrama Badau”.
Adapun gagasan penanganan isu dapat dicapai melalui kegiatan-kegiatan berikut:
a. Melakukan Konsultasi Kepala Sekolah dan Mentor b. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) c. Membuat media pembelajaran
d. Membuat alat evaluasi pembelajaran
e. Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) f. Melaksanakan evaluasi pembelajaran
24 B. KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN
Rancangan Aktualisasi Nilai - Nilai Dasar ASN yang akan dilakukan di Unit Kerja selama masa habituasi adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3: Rancangan Aktualisasi Nilai - Nilai Dasar ASN UNIT KERJA SMPN 3 BERASRAMA BADAU
IDENTIFIKASI ISU
UTAMA Rendahnya pemahaman nilai-nilai pendidikan jasmani pada siswa kelas VII FAKTOR UTAMA
PENYEBAB Belum optimalnya penggunaan metode pembelajaran yang menarik GAGASAN PEMECAH
ISU
Upaya Meningkatkan Pemahaman Nilai-nilai Pendidikan Jasmani Melalui Pendekatan
Pembelajaran Olympism dan Metode Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Berasrama Badau
NO
Kegiatan dan Sumber Kegiatan
Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan
Proses Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai-Nilai Dasar PNS Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi Penguatan Nilai-Nilai Organisasi 1. Melakukan kosultasi kepada Kepala Sekolah dan Mentor. 1. Melakukan konsultasi dengan kepala Sekolah 2. Melakukan konsultasi dengan Mentor Catatan hasil konsultasi dan surat pernyataan dukungan.
Menyampaikan maksud dan tujuan untuk melaksanakan aktualisasi dengan jujur dan penuh tanggung jawab.
Akuntabilitas: Tanggung Jawab
Nasionalisme: Musyawarah Etika Publik: Sopan
Komitmen Mutu: Efektivitas Anti korupsi: Disiplin
Manajemen ASN: keterbukaan Whole of Government (WOG):
Mendukung mewujudkan Visi dan Misi SMP Negeri 3 Berasrama Badau. Visi: “Terwujudnya warga sekolah yang berakhlak mulia, Menguatkan pengamalan nilai-nilai organisasi: 1. Religius 2. Jujur 3. Prestasi 4. Kreatif 5. Etika 6. Kerjasama 7. Tanggung jawab
25 komunikasi
Pelayanan Publik: responsif
berbudaya, berprestasi, berwawasan lingkungan, dan cinta tanah air”. Misi: 1. Mengembang kan potensi siswa yang kreatif, inovatif, berkualitas, dan berakhlak mulia. 2. Meningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung pendidikan. 3. Meningkatkan profesionalis me dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. 4. Meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam 8. Disiplin 9. Percaya diri
26 penerapan IPTEK. 5. Meningkatkan kepedulian sosial, lingkungan, dan semangat kebangsaan warga sekolah. 6. Mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman. 7. Mewujudkan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan program sekolah. 2. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. Menelaah Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Tersedianya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Adapun bukti fisik kegiatan membuat RPP adalah:
1. Menelaah secara teliti Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran Pendidikan Jasmani di kelas VII sehingga
tergambarkan secara jelas KI dan KD yang ingin dicapai. (Akuntabilitas:
Dengan melaksanakan Pembuatan RPP menwujudkan Visi dan Misi SMP Negeri 3 Berasram Badau. Visi: “Terwujudnya Membuat RPP menguatkan pengamalan nilai-nilai organisasi: 1. Jujur 2. Kreatif 3. Tanggung jawab
27 RPP dan
dokumentasi
Kejelasan Target warga sekolah yang berakhlak mulia, berbudaya, berprestasi, berwawasan lingkungan, dan cinta tanah air”. Misi: 1. Mengembangk an potensi siswa yang kreatif, inovatif, berkualitas, dan berakhlak mulia. 2. Meningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung pendidikan. 3. Meningkatkan profesionalism e dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan Disiplin 2. Mempelajarai Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem) dan Silabus sebagai pedoman pembuatan RPP 2. Mempelajari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem) dan Silabus sebagai pedoman pembuatan RPP sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan terlaksana secara baik dan teratur sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. (Etika
Publik: Cermat) Pelayanan Publik: Efisisen 3. Menyusun RPP sesuai dengan pedoman 3. Menyusun RPP yang sesuai dengan pedoman penyusunan RPP SMP yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. RPP yang disusun harus
disesuaikan dngan KI dan KD yang dipelajari
sebelumnya, sehingga akan tersusun Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) yang sesuai dengan pedoman. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang direncakan di RPP
28
harus bersifat student’s
oriented dan kegiatan-
kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan siswa sehingga akan timbul minat belajar siswa yang baik dan diharapkan di akhir kegiatan, siswa mampu mencapai IPK dengan hasil yang baik. (Komitmen
Mutu: Inovasi)
Manajemen Aparatur Sipil Negara: akuntabilitas 4. Meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam penerapan IPTEK. 5. Meningkatkan kepedulian sosial, lingkungan, dan semangat kebangsaan warga sekolah. 6. Mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman. 7. Mewujudkan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan program sekolah. 8. Mengembangk an budaya disiplin dan budaya membaca. 4. Mencetak RPP 4. Mencetak RPP menggunakan
fasilitas yang ada di sekolah dengan penuh kehati- hatian agar fasilitas sekolah dapat terjaga dengan baik. RPP yang dicetak juga merupakan salah satu kewajiban yang harus disediakan guru dalam pelaksanaan KBM. (Anti
Korupsi: tanggung Jawab)
5.Mengkomunika sikan RPP kepada Mentor
5. Mengkomunikasikan RPP yang telah dicetak kepada mentor sehingga terbangunnya koordinasi yang baik antara mentor dan peserta. (Nasionalisme:
29 Whole of Government: komunikasi. 9. Mewujudkan hubungan yang harmonis antara sekolah dengan orang tua siswa, masyarakat, instansi dan lembaga 3. Membuat Media Pembelajaran 1. Menelaah Indikator Pencapaian Kompetensi Tersedianya Media Pembelajaran yang akan digunakan dalam PBM brupa Video Pendekatan Pembelajaran Olympism. Adapun bukti fisik pembuatan media pembelajaran yaitu adanya dokumentasi media berupa video pembelajaran. 1. Menelaah indikator
pembelajaran bertujuan untuk menentukan standar yang ingin dicapai melalui KBM.(Akuntabilitas: Kejelasan Target) Membuat media Pembelajaran mewujudkan Visi dan Misi SMP Negeri 3 Berasrama Badau: Visi: “Terwujudnya warga sekolah yang berakhlak mulia, berbudaya, berprestasi, berwawasan lingkungan, dan cinta tanah air”. Misi: 1. Mengembangk an potensi siswa yang Membuat media Pembelajaran menguatkan pengamalan nilai-nilai organisai: 1. Kreatif 2. Tanggung jawab 2. Menyiapkan Materi Pembelajaran 2. Menyiapkan materi
pembelajran dilakukan dengan membaca, memahami dan membuat garis besar materi pembelajaran yang akan di sampaikan (Komitmen Mutu:
Efektivitas,
Nasionalisme:Kerja Keras) Manajemen Aparatur Sipil Negara: profesionalisme 3. Menyiapkan Media Audio/Visual atau Video berkaitan dengan materi Pembelajara 3. Menyiapkan media
pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. (Etika Publik:
Cermat)
Whole of Government:
30 4. Menyiapkan
Alat Penunjang Pembelajaran
4. Menyiapkan alat penunjang pembelajaran bertujuan untuk mengoptimalkan penyampaian materi. (Anti Korupsi:
Tanggung Jawab)
Pelayanan Publik: Efektif
kreatif, inovatif, berkualitas, dan berakhlak mulia. 2. Meningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung pendidikan. 3. Meningkatkan profesionalism e dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 4. Meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam penerapan IPTEK. 4. Membuat alat evaluasi pembelajaran 1. Menelaah indikator yang ada di RPP Tersediany a alat evaluasi pembelajar an. Adapun bukti fisik dari kegiatan 1. Menelaah indikator pencapaian kompetensi yang ada di RPP dengan sungguh-sungguh sehingga soal yang dibuat sesuai dengan IPK yang ada. (Nasionalisme
Indikator Kerja Keras)
Dengan melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), mendukung pencapaian visi dan misi: Visi: Dengan melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), menguatkan pengamalan
31 2. Membuat soal dengan berbagai tingkatan kesulitan terlaksananya kegiatan membuat alat evaluasi pembelajaran adalah: soal pre test, soal post test, kunci jawaban, rubrik
penilaian.
2. Membuat soal dengan berbagai tingkatan kesulitan sehingga penilaian hasil belajar siswa objektif. (Komitmen
Mutu Indikator Berorientasi Mutu)
Manajemen Aparatur Sipil Negara: keadilan “Terwujudnya warga sekolah yang berakhlak mulia, berbudaya, berprestasi, berwawasan lingkungan, dan cinta tanah air”. Misi: Mengembangkan potensi siswa yang kreatif, inovatif, berkualitas, dan berakhlak mulia nilai-nilai organisasi: 1. Jujur 2. Kreatif 3. Etika 4. Tanggung jawab 3. Membuat Kunci jawaban
3. Membuat kunci jawaban sebagai satu kesatuan perangkat evaluasi jawaban dan berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan perangkat evaluasi jawaban. (Anti Korupsi:
Tanggung Jawab)
4. Membuat rubrik penilaian
4. Membuat rubrik penilaian dengan teknik penskoran yang digunakan harus objektif. Setiap soal memiliki skor yang sesuai dengan tingkat
kesulitannya, tidak boleh terjadi penskroran yang senjang. (Akuntabilitas Indikator Konsisten) Whole of Government: singkronisasi Pelayanan publik: Berkeadilan.
32 5. Merahasiakan
soal yang dibuat
5. Langkah terakhir,
merahasiakan soal, kunci jawaban, dan rubrik penilaian yang telah dibuat sehingga evaluasi yang diberikan objektif sesuai dengan
kemampuan siswa. (Etika
Publik: Menjaga Rahasia)
5. Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) 1. Mengucapkan salam/menyap a siswa saat memasuki kelas Terlaksana nya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Adapun bukti fisik dari terlaksananya Kegiatan Belajar Mengajar adalah: Daftar hadir siswa dan dokumentasi 1. Mengucapkan
salam/menyapa siswa saat memasuki kelas yang bersifat umum seperti selamat pagi atau selamat siang dan menayakan kabar siswa (Etika Publik:
Hormat) Whole of Government: Komunikasi Melaksanakan KBM Mendukung mewujudkan Visi dan Misi SMP Negeri 3 Berasrama Badau. Visi: “Terwujudnya warga sekolah yang berakhlak mulia, berbudaya, berprestasi, berwawasan lingkungan, dan cinta tanah air”. Misi: 1.Mengembangka Melaksanakan KBM menguatkan pengamalan nilai-nilai organisasi: 1. Religius 2. Jujur 3. Prestasi 4. Kreatif 5. Etika 6. Kerjasama 7. Tanggung jawab 8. Disiplin 9. Percaya diri 2. Berdoa sebelum memulai pembelajaran
2. Berdoa sebelum memulai pembelajaran dengan kesungguhan hati agar KBM dapat berjalan lancar dan dapat bermafaat
(Nasionalisme: Religius)
3. Mengecek kehadiran siswa
3. Mengecek kehadiran siswa sesuai dengan keadaan di lapangan baik itu kehadiran, izin dan sakit (Anti Korupsi:
Berani) Manajemen Aparatur Sipil Negara: keterbukaan
4. Pemberian motivasi
4. Pemberian motivasi kepada siswa bertujuan untuk
33
kepada siswa meningkatkan minat belajar siswa mengikuti PBM (Anti
Korupsi: Peduli) n potensi siswa yang kreatif, inovatif, berkualitas, dan berakhlak mulia. 2. Meningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung pendidikan. 3. Meningkatkan profesionalism e dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. 4. Meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam penerapan IPTEK. 5. Meningkatkan kepedulian sosial, lingkungan, dan semangat kebangsaan warga sekolah. 5. Melaksanakan pretest 5. Melaksanakan pretest bertujuan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang materi (Etika Publik:
Cermat)
6. Menjelaskan tujuan
pembelajaran
6. Menjelaskan tujuan
pembelajaran bertujuan untuk membimbing pikiran peserta didik dalam memahami kosep materi pembelajaran
(Komitmen Mutu: Efektivitas)
Pelayanan Publik: Kejelasan
7.Memperlihatkan media audio visual berupa video Pendekatan Pembelajaran Olympism
7. Memperlihatkan media audio visual berupa video
Pendekatan Pembelajaran
Olympism kepada siswa
bertujuan memaksimalkan penyampaian materi agar lebih mudah diterima oleh siswa dan mejadikan proses PBM lebih menarik (Komitmen mutu: Efektivitas, Efisiensi) 8. Meminta tanggapan siswa terhadap video pembelajaran
8. Meminta tanggapan siswa terhadap video pembelajaran yang telah ditayangkan agar terjadi tibal balik dalam kegiatan pembelajarn
34 yang telah ditayangkan 9. Membentuk kelompok belajar
9. Membentuk kelompok belajar untuk mengajarkan kepada siswa kerja sama dan saling menghargai (Nasionalisme:
Kerjasama)
Manajemen Aparatur Sipil Negara: Persatuan 10. Menerapkan metode pembelajara n TGT dengan melakukan modifikasi permainan olahraga 10. Menerapkan metode pembelajaran TGT dengan melakukan modifikasi permainan olahraga yang menarik dan mengundang minat siswa untuk mengikuti pembelajaran dan dapat memahami dan mempraktekkan langsung nilai-nilai Pendidikan Jasmani(Komitmen Mutu: Berorientasi Mutu) 11. Melakukan kegiatan icebreaking yang menarik 11. Melakukan kegiatan icebreaking yang menarik untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
(Komiitmen Mutu: Inovasi)
12. Memberikan kesempatan siswa untuk menyimpulkan materi pembelajaran 12. Memberikan kesempatan siswa untuk menyimpulkan materi pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa berdasarkan rangkaian pembelajaran yang telah
35
dilakukan (Anti Korupsi:
Berani) Whole of Government: Komunikasi 13. Mengakhiri proses pembeljaran dengan doa 13. Mengakhiri proses
pembeljaran dengan doa
(Nasionalisme: Religius)
6. Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran
1. Melakukan
Post test Terlaksananya evaluasi pembelajar an. Adapun bukti fisik dari kegiatan evaluasi pembelajaran ini adalah: daftar nilai pretest dan post test, serta dokumentasi kegiatan
1. Melakukan Post test bertujuan untuk mengetahui
keberhasilan upaya yang dilakukan oleh peserta
(Akuntabilitas: Kejelasan Target, Komitmen Mutu: Berorientasi Mutu)
Melaksanakan KBM
Mendukung mewujudkan Visi dan Misi SMP Negeri 3 Berasrama Badau. Visi: “Terwujudnya warga sekolah yang berakhlak mulia, berbudaya, berprestasi, berwawasan lingkungan, dan cinta tanah air”. Misi: Mengembangkan potensi siswa yang kreatif, Melaksanakan evaluasi pembelajaran menguatkan pengamalan nilai-nilai organisasi: 1. Religius 2. Jujur 3. Prestasi 4. Etika 5. Tanggung jawab 6. Disiplin 7. Percaya diri 2. Mengawasi siswa saat evaluasi berlangsung
2. Mengawasi siswa saat evaluasi berlangsung agar terciptanya suasana yang kondusif (Anti Korupsi:
Jujur) Pelayanan Publik: Keamanan 3. Melakukan pemeriksaan terhadap hasil kerja siswa 3. Melakukan pemeriksaan terhadap hasil kerja siswa dengan teliti dan cermat (Etika
Publik: Cermat) Whole of Government: Singkronisasi 4. Melakukan penilaian terhadap hasil kerja siswa 4. Melakukan penilaian terhadap hasil kerja siswa sesuai dengan apa yang mereka kerjakan
36
Manajemen Aparatur Sipil Negara: Keadilan
inovatif,
berkualitas, dan berakhlak mulia.
Menyetujui,
Coach MENTOR Peserta Latsar
Dian Sekar Ayu S.STP Elias, S.Pd.SD Beadryx Otte Fallo, S.Pd NIP.199211082016092001 NIP. 197304111996061001 NIP. 199402212020122015
37 C. JADWAL BIMBINGAN
Tabel di bawah ini menggambarkan jadwal kegiatan konsultasi mengenai rancangan aktualisasi bersama Coach.
Tabel 4.4 Jadwal Bimbingan dengan Coach Nama Peserta Beadryx Otte Fallo, S.Pd
Instansi SMPN 2 Satu Atap Badau Tempat Aktualisasi SMPN 3 Berasrama Badau
No Tanggal Kegiatan Media Komuni kasi Coach Paraf 1 Senin, 15 Maret 2021
Diskusi awal terkait rancangan aktualisasi Tatap Muka Dian Sekar Ayu S.STP 2 Selasa, 16 Maret 2021 Konsultasi
mengenai isu yang diangkat Tatap Muka Dian Sekar Ayu S.STP 3 Rabu, 17 Maret 2021
Bimbingan BAB I, II, III, IV Tatap Muka Dian Sekar Ayu S.STP 4 Kamis, 18 Maret 2021 Perbaikan rancangan aktualisasi Tatap Muka Dian Sekar Ayu S.STP 5 Jumat, 19 Maret 2021 Bimbingan kesiapan rancangan aktualisasi Tatap Muka Dian Sekar Ayu S.STP Putussibau, 20 Maret 2021
Coach Peserta Latsar
Dian Sekar Ayu, S.STP Beadryx Otte Fallo, S.Pd NIP.199211082016092001 NIP. 199402212020122015
38
Tabel dibawah ini merupakan gambaran kegiatan konsultasi mengenai rancangan aktualisasi bersama mentor.
4.5 Jadwal Bimbingan dengan Mentor Nama Peserta Beadryx Otte Fallo,S.Pd
Instansi SMPN 2 Satu Atap Badau Tempat Aktualisasi SMPN 3 Berasrama Badau
No Tanggal Kegiatan Media
Komunikasi Mentor Paraf
1 12 Maret 2021 Konsultasi terkait tempat melakukan Aktualisasi dan penentuan isu Rancangan Aktualisasi Via Telepon Elias, S.Pd.SD 2 13 Maret 2021 Konsultas terkait rancangan aktualisasi Via Telepon Elias, S.Pd.SD 3 18 Maret 2021 Konsultas terkait rancangan aktualisasi Via Telepon Elias, S.Pd.SD 4 19 Maret 2021 Konsultas terkait pendampingan oleh mentor pada saat seminar Via Telepon Elias, S.Pd.SD Putussibau, 20 Maret 2021
Mentor Peserta Latsar
Elias, S.Pd,SD Beadryx Otte Fallo, S.Pd NIP. 197304111996061001 NIP. 199402212020122015
39 D. Jadwal Rancangan Aktualisasi
Tabel dibawah ini merupakan gambaran jadwal kegiatan Aktualisasi.
4.6 Jadwal Kegiatan Rancangan Aktualisasi
Putussibau, 20 Maret 2021
Mentor Peserta Latsar
Elias, S.Pd,SD Beadryx Otte Fallo, S.Pd NIP. 197304111996061001 NIP. 199402212020121015 Nama Peserta Beadryx Otte Fallo,S.Pd
Instansi SMPN 2 Satu Atap Badau Tempat
Aktualisasi
SMPN 3 Berasrama Badau
No Tanggal Kegiatan Mentor Paraf
1 29 – 31 Maret 2021
Melakukan Konsultasi Kepala Sekolah dan Mentor Elias, S.Pd.SD 2 1 - 3 April 2021 Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Elias, S.Pd.SD 3 5 – 9 April 2021 Membuat media pembelajaran Elias, S.Pd.SD 4 10 – 14 April 2021
Membuat alat evaluasi pembelajaran Elias, S.Pd.SD 5 15 – 24 April 2021 Melaksanakan Keg.iatan Belajar Mengajar (KBM) Elias, S.Pd.SD 6 26 – 29 April 2021 Melaksanakan evaluasi pembelajaran. Elias, S.Pd.SD
vii
DAFTAR PUSTAKA
Del Asri, Yansens H. Jutalodan Indra Melani Naury Nababan.2010.Jurnal
Pendidikan Jasmani Volume 9 No
2.
https://delasri.wordpress.com/tag/nilai-nilai-pendidikan-jasmani/.(diakses tanggal 10 Maret 2021).
Depdiknas. 2001. Mengajar Pendidikan Jasmani Pendekatan Pendidikan
Gerak di SD. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Kunandar. 2007. Guru Profesional. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS : Anti Korupsi.Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS : Akuntabilitas.Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS : Etika Publik.Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS : Komitmen Mutu.Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS : Manajemen Aparatur Sipil Negara.Jakarta:Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS : Nasionalisme.Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS : Pelayanan Publik.Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS : Whole of Government.Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Zulkifli L. 2001. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosada Karya.