• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN KASUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III TINJAUAN KASUS"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

TINJAUAN KASUS

Pengkajian dilakukan pada tanggal 3 Desember 2009 jam 10.00 wib

A. Pengkajian

Tanggal masuk Rumah Sakit : 05-11-2009

Bangsal di rawat : Gatotkoco/ruang VI

No Rekam Medis : 067714

Sumber Data : CM perawat

1. Identitas pasien

a. Nama : Tn S

b. Umur : 22 th

c. Jenis Kelamin : laki-laki

d. Pekerjaan : buruh tani &buruh pabrik krupuk

e. Pendidikan : SD

f. Alamat : Batang

Identitas Penanggung Jawab

a. Nama : Tn N

b. Umur : -

c. Jenis Kelamin :Laki-laki

d. Pekerjaan : Buruh

(2)

2. Alasan Masuk

Pasien datang ke Rumah Sakit Jiwa dr. Amino Gondohutomo

Semarang diantar oleh keluarganya tanggal 05-11-2009 jam 11.00 WIB.

Kurang lebih 1 bulan yang lalu pasien marah tanpa sebab membanting

barang dan kurang lebih 1 minggu yang lalu pasien memukul ayahnya

tanpa sebab.

3. Faktor Predisposisi

Pasien mengalami gangguan jiwa kurang lebih 2 tahun yang lalu

selama itu pasien sering berbicara sendiri,menyendiri dan minder jika

ketemu orang. Tetapi klien tidak dibawa berobat ke rumah sakit

dikarenakan keadaan ekonomi keluarga yang tidak mampu dan alasan

jarak rumah jauh dengan rumah sakit. Pasien pernah mengalami

pengalaman yang tidak menyenangkan yaitu putus dengan pacar dan tidak

mempunyai pekerjaan yang menetap dan layak.

4. Faktor Presipitasi

Klien tidak minum obat selama ini karena klien tidak pernah

diperiksakan ke klinik/RS dengan alasan tidak mempunyai biaya untuk

berobat.

5. Pemeriksaan Fisik

a. Keadaan umum : pasien dalam keadaan sadar

b. Tanda-tanda vital :

(3)

RR : 20x/menit S :36,5

BB : 50 kg TB : 160 cm

c. Keadaan fisik

Kesadaran : composmentis

Kulit : sawo matang, turgor baik, tidak ada luka

Kepala : rambut hitam, tidak kotor

Mata : konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik

Hidung : simetris tidak ada polip

Telinga : bersih tidak ada serumen

Mulut : bibir kering

Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid

6. Psikososial a. Genogram 64 th 23th 16 th 13 th

(4)

Keterangan :

: Laki-laki

: Perempuan

: Tinggal serumah

: Pasien

Pasien adalah anak ketiga dari 5 bersaudara, hubungan dengan

keluarga baik pasien tinggal dengan ayah dan kedua adiknya. Bahasa

yang digunakan oleh keluarganya adalah bahasa jawa, keluarga pasien

tidak ada yang mengalami gangguan jiwa. Pengambilan keputusan

dilakukan dengan cara musyawarah komunikasi dengan baik.

b. Konsep diri

1) Gambaran diri

Pasien mengatakan dia menyukai semua anggota tubuhnya pasien

menerima dirinya apa adanya.

2) Identitas diri

Pasien belum menikah, pasien menerima dirinya sebagai seorang

laki-laki. Pasien merupakan anak ke-3 dari 5 bersaudara,pasien

menerima sebagai anak ke-3 dengan alasan bisa melindungi ke-2

adiknya. Terkadang pula pasien tidak menerima sebagai anak ke-3

(5)

3) Peran diri

Sebelum sakit pasien mampu menjalankan peranya sebagai buruh

pabrik krupuk, selama sakit pasien tidak bisa menjalankan peranya,

pasien tidak ikut dalam organisasi kemasyarakatan. Pasien tidak

bisa ikut karena sedang sakit.

4) Ideal diri

Pasien ingin kembali kerumah dan kumpul bersama keluarga, bisa

bekerja dan mencari uang lebih banyak lagi untuk masa depannya

kelak.

5) Harga diri

Pasien malu dan minder dengan temanya karena temanya sudah

ada yang menikah dan mendapat pekerjaan yang menetap/layak.

c. Hubungan sosial

1) Orang yang berarti

Pasien merasa dekat dengan bapaknya karena orangtua

satu-satunya. Setiap ada masalah dia selalu menceritakan kepada

keluarganya dan mencari jalan keluar dengan musyawarah.

2) Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat

Pasien tidak ikut dalam organisasi masyarakat, pasien merasa

minder dan malu dengan banyak orang. Pasien juga jarang bicara

(6)

3) Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain

Pasien merasa minder dan malu dengan banyak orang. Pasien kurang

kontak mata saat diajak komunikasi, pasien lebih sering menunduk

dan kadang-kadang menatap kearah lain. Pasien juga jarang bicara

dengan pasien lain, lebih sering dikamar.

d. Spiritual

1) Nilai dan keyakinan

Pasien adalah seorang yang beragama islam. Dan percaya bahwa

semua adalah cobaan dari Tuhan. Keluarga dan masyarakat sekitar

klien beranggapan bahwa penyakit jiwa yang diderita klien dapat

disembuhkan di rumah sakit jiwa.

2) Kegiatan Ibadah

Sebelum sakit dirumah pasien juga melakukan sholat 5 waktu di

rumah dan di masjid. Tetapi sekarang tidak pernah melakukan

karena merasa minder dan dikucilkan.

7. Status Mental

a. Penampilan

Penampilan pasien kurang rapi,tetapi pasien sudah memakai pakain

dengan sesuai.

b. Pembicaraan

Pasien bicara dengan suara pelan, halus kadang-kadang tidak jelas,

(7)

namun sudah sesuai dengan topik pembicaraan, kurang adanya kontak

mata.

c. Aktivitas motorik

Pasien lebih sering menunduk pasien lebih banyak diam bicara kalau

ditanya.

d. Alam perasaan

Pasien menunjukan raut muka sedih dan tidak bertenaga, sikap pasien

menunjukan raut muka sedih saat menyendiri dan menunjukan raut

muka senang saat diajak bicara dan bermain.

e. Afek

Pasien tidak akan bereaksi jika tidak diajak bicara terlebih dahulu,

pasien dapat menyesuaikan keadaan jika diajak bermain raut muka

pasien kelihatan senang.

f. Interaksi selama wawancara

Selama wawancara respon pasien kooperatif , pasien kurang kontak

mata saat diajak komunikasi, pasien lebih sering menunduk dan

kadang-kadang menatap kearah lain.

g. Persepsi

Pasien sering mendengar suara-suara dan sering tertawa, bicara sendiri

serta pasien mondar mandir sendiri. Pasien mengatakan mendengar

suara teman-temannya sedang bercanda. Suara-suara itu muncul pada

(8)

h. Proses pikir

Pasien kurang mampu bercerita secara urut dan kadang menjawab

pertanyaan perawat dengan diulang- ulang

i. Isi pikir

Saat dikaji pasien tidak mempunyai gangguan isi pikir atau waham.

j. Tingkat kesadaran

Kesadaran pasien composmentis, pasien menyadari bahwa dirinya ada

di Rumah Sakit Jiwa dr Amino gondohutomo, pasien mengetahui jam,

tapi pasien tidak mengetahui tanggal dan hari

k. Memori

1) Daya ingat jangka panjang baik : pasien bisa mengatakan alamat

saya di Batang

2) Daya ingat jangka pendek buruk : dalam waktu 1 minggu pasien

tidak bisa mengingat nama perawat

3) Daya ingat saat ini baik : pasien masih bisa mengingat nama

teman sekamar dalam waktu 10 menit.

l. Tingkat konsentrasi berhitung

1) Konsentrasi : pasien dapat berkonsentrasi dengan baik pertanyaan

dan pembicaraan yang diajukan oleh perawat

2) Berhitung : pasien mampu berhitung 1-10 dan mampu mengingat

(9)

m. Kemampuan penilaian

Pasien kurang mampu mengambil keputusan yang sederhana tanpa

bantuan perawat. Misalnya: setelah makan piring tidak ditaruh

ditempatnya kalau tidak disuruh.

n. Daya tilik diri

Pasien tidak mengingkari penyakitnya dan pasien tidak menyalahkan

orang lain atau lingkungan yang menyebabkan dirinya seperti ini.

8. Kebutuhan persiapan Pulang

a. Makan

Pasien bisa makan sendiri. Saat makanan pasien langsung makan

tanpa harus nunggu perintah. Makan 3 kali sehari. Dan setiap porsi

makanan selalu habis satu porsi.

b. BAB / BAK

Untuk kebutuhan BAB ataupun BAK pasien tidak membutuhkan

bantuan dari siapapun. Pasien mampu melakukan semua itu sendiri.

c. Mandi

Pasien biasanya mandi sehari 2 kali. Setiap pagi dan sore, dan tanpa

bantuan siapapun. Pasien mandiri.

d. Berpakaian

Pasien mampu berpakaian sendiri sesuai pasangannya. Setiap mandi

pasien ganti baju, pasien mampu menyisir rambutnya sendiri selama

di Rumah Sakit Jiwa Daerah.

(10)

Pasien tidur tidak teratur,biasanya waktu luang digunakan untuk tidur

kadang habis sarapan pasien kadang juga langsung tidur. Kalau malam

pasien tidur jam 19.30 bangun jam 06.00 pagi.

f. Penggunaan Obat

Selama di Rumah Sakit Jiwa Daerah pasien diberi obat 2 kali yaitu

pagi sesudah makan pagi yaitu pukul 07.15 Wib dan sebelum makan

sore jam 16.00 WIB. Obat selalu diminum, tidak dibuang, reaksi obat

yang dirasakan pasien yaitu pasien merasa mengantuk dan lemes.

g. Pemeliharaan kesehatan

Tekad keluarga sudah bulat dan berani menerima konsekuensinya

untuk mengobati anaknya di Rumah Saki Jiwa Daerah ini, keluarga

akan mengunjungi pasien. Pasien mengatakan jika sudah pulang nanti

akan rutin kontrol dirumah sakit.

h. Kegiatan dirumah

Pasien mengatakan jika nanti sudah pulang kerumah, pasien akan

mencari pekerjaan untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

i. Kegiatan diluar rumah

Pasien tidak pernah melakukan kegiatan diluar selama sakit, tetapi

kalau pulang nanti klien ingin mengikuti kegiatan yang ada

(11)

9. Mekanisme koping

Dalam mengatasi masalah pasien sering berlaku maladaptif pasien sering

menyendiri, diam, menyalahkan dirinya sendiri, merasa bahwa dirinya itu

tidak berguna.

10. Masalah psikososial dan lingkungan

Selama di rumah sakit pasien jarang ngobrol dengan pasien lain, pasien

sering menyendiri sambil melamun dan merasa bahwa dirinya tidak

berguna.

11. Pengetahuan

Pasien kurang mengetahui tentang penyakit jiwa yang dideritanya dan

kurang bisa menggunakan kopingnya.

12. Aspek medic

Terapi : Clorphromazine 2x100 mg

Haloperidol 2x5 mg

(12)

B. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan laboratorium pada tanggal 6-11-2009

Kimia klinik Hasil Normal Satuan

Albumin Cholesterol Creatinin Globulin Glukosa SGOT SGPT Total protein Triglyseride Ureum Urin acid 4,3 115 1,0 3,4 90 40 74 7,7 133 24 8,3 3,4 - 4,8 130 – 200 0,5 – 1,4 3,0 – 3,5 76 – 110 0 – 33 0 – 46 6,4 – 8,3 0 – 200 10 – 50 2,5 – 7,0 g/dl mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl u/l u/l g/dl mg/dl mg/dl mg/dl

(13)

C. ANALISA DATA Nama : Tn. S

Umur : 23 th

No RM : 067714

No Tgl/jam Data Masalah

1 4-12-2009

Jam 11.00 Ds :

• Pasien mengatakan merasa minder dan malu dengan

teman-temanya karena

temanya sudah ada yang

bekerja dan sudah ada yang

menikah.

• Pasien mengatakan mempunyai pengalaman yang

tidak menyenangkan yaitu

putus dengan pacar.

• Pasien mengatakan bahwa dirinya merasa tidak berguna.

Do :

• Sering menyendiri • Kontak mata kurang

• Suara pelan, halus kadang tidak jelas

Gangguan konsep

diri: harga diri

(14)

2. 4-12-2009

Jam 11.00 Ds :

• Pasien mengatakan tidak mau mengikuti kegiatan dalam

masyarakat, suka menyendiri,

pasien mengatakan lebih sering

dikamar.

Do :

• Pasien diam

• Pasien suka melamun

• Sering dikamar tidak ada interaksi Isolasi sosial : menarik diri 3. 4-12-2009 Jam 11.00 Ds :

• Pasien mengatakan sering mendengar suara-suara. • Pasien mengatakan mendengar

suara teman-temannya sedang

bercanda. Suara-suara itu

muncul pada pagi hari,

sebanyak sekali.

Do :

• Pasien mondar mandir,tertawa sendiri

• Pasien bicara sendiri

Gangguan persepsi

(15)

D. MASALAH KEPERAWATAN

1. Ganguan konsep diri : harga diri rendah

2. Isolasi sosial : menarik diri

3. Perubahan persepsi sensori halusinasi

E. POHON MASALAH

Perubahan sensori persepsi : halusinasi

Isolasi sosial : menarik diri

Gangguan konsep diri : harga diri rendah core problem

F. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Gangguan konsep diri : harga diri rendah

2. Isolasi sosial : menarik diri

(16)

G. INTERVENSI Nama pasien : Tn S Umur : 22 th Ruang : VI (gatotkaca) CM : 067714 Tgl No DX Dx Keperawatan Perencanaan

Tujuan Kriteria evaluasi Intervensi

4/12/ 2009 1 Gangguan konsep diri: harga diri rendah. 1. Pasien dapat membina hubungan saling percaya. Setelah …x interaksi, pasien menunjukan ekspresi wajah bersahabat, menunjukan rasa

senang, ada kontak mata, mau berjabat

tangan, mau

menyebutkan

nama, mau

menjawab salam,

1. Bina hubungan saling percaya dengan

menggunakan prinsip komunikasi terapeutik:

a. Sapa pasien dengan ramah baik verbal

maupun non verbal.

b. Perkenalkan diri dengan sopan.

c. Tanyakan nama lengkap dan nama

panggilan yang disukai pasien/ d. Jelaskan tujuan pertemuan. e. Jujur dan menepati janji.

f. Tunjukan sikap empati dan menerima

pasien apa adanya.

(17)

pasien mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi. dasar pasien. 2. Pasien dapat mengidentifi kasi aspek positif dan kemampuan yang dimiliki. Setelah…. x interaksi pasien menyebutkan: 1. Aspek positif dan kemampuan yang dimiliki pasien. 2. Aspek postitif keluarga. 3. Aspek positif lingkungan pasien.

1. Diskusikan dengan pasien tentang

a. Aspek positif yang dimiliki pasien,

keluarga, lingkungan.

b. Kemampuan yang dimiliki pasien.

2. Bersama pasien buat daftar tentang:

a. Aspek positif yang dimiliki pasien,

keluarga, lingkungan.

b. Kemampuan yang dimiliki pasien.

3. Beri pujian yang realistis, hindarkan memberi penilain negatif.

(18)

3. Pasien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan . Setelah .… x interaksi pasien menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakan.

1. Diskusikan dengan pasien kemampuan yang

dilaksanakan.

2. Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaannya. 4. Pasien dapat merencanaka n kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Setelah …. x interaksi pasien membuat rencana kegiatan harian.

1. Rencanakan bersama pasien aktivitas yang dapat dilakuakan setiap hari sesuai kemampuan pasien:

a. Kegiatan mandiri.

b. Kegiatan dengan bantuan.

2. Tingkatkan kegiatan sesuai kondisi pasien. 3. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang

dapat pasien lakukan.

5. Pasien dapat melakukan kegiatan Setelah .… x interaksi pasien melakukan

1. Anjurkan pasien untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan.

(19)

sesuai rencana yang dibuat. kegiatan sesuai jadwal yang dibuat.

3. Beri pujian atas usaha yang dilakukan pasien. 4. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan kegiatan

setelah pulang. 6. Pasien dapat memanfaatk an system pendukung yang ada. Setelah …. x interaksi pasien memanfaatkan system pendukung yang ada di keluarga.

1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat pasien dengan harga diri rendah

a. Beri alasan setiap berinteraksi.

b. Perkenalkan nama, nama panggilan

perawat dan tujuan perawat berkenalan.

c. Tanyakan dan panggila nama kesukaan

pasien.

d. Tunjukan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi.

e. Tanyakan perasaan pasien dan masalah

yang dihadapi pasien.

f. Buat kontrak interaksi yang jelas.

g. Dengarkan dengan penuh perhatin ekspresi

(20)

H. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Nama pasien : Tn S

Umur : 22 th

Ruang : VI (gatotkaca)

CM : 067714

NO Tgl/jam Dx Keperawatan Implementasi Respon pasien Paraf

1. 9/12/09

Jam 08.30

Gangguan konsep diri: harga diri rendah

Sp1p

1.Mengidentifikasi

kemampuan dan

aspek positif yang dimiliki

2.Membantu pasien

menilai kemampuan pasien yang masih dapat digunakan.

3.Membantu pasien

memilih kegiatan

yang akan dilatih

S :- O :

- Kontak mata kurang saat interaksi - Pasien kurang kooperatif

A :

- Pasien belum mampu mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dapat digunakan

P :

Pp : - Mengulang sp1p Pk : -

(21)

sesuai dengan kemampuan pasien.

4.Melatih pasien

kegiatan yang dipilih sesuai kemampuan. 5.Membimbing pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian. 2 14/12/ 2009 Jam 08.30 Gangguan konsep diri : harga diri rendah

Sp1p

1. Mengidentifikasi

kemampuan dan

aspek positif yang dimiliki pasien 2. Membantu pasien menilai kemampuan pasien 3. Membantu pasien memilih kegiatan S :

- Pasien mengatakan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki yaitu :

 menyapu,

 mencuci piring,

 merapikan tempat tidur O :

- Pasien dapat menyebutkan kemampuan yang dimiliki

(22)

yang akan dilatih

sesuai dengan

kemampuan pasien

4. Melatih pasien

kegiatan yang dipilih

sesuai kemampuan (mencuci piring) 5. Membimbing pasien memasukan jadwal kegiatan harian berinteraksi

- Ekspresi wajah pasien senang saat diberi pujian

A:

- Pasien mampu menilai kemampuan

yang dimiliki.

- Pasien mampu melakukan kegiatan

yang dilatih sesuai dengan

kemampuan pasien

- Pasien mampu mengidentifikasi aspek

positif yang dimiliki

- Pasien mampu memilih kemampuan

yang akan dilatih P :

Pp : - Melanjutkan sp2p Pk :

- Anjurkan pasien untuk menyusun

jadwal kegiatan harian

(23)

kegiatan yang ada diruangan salah

satunya mencuci piring sehabis

makan. 3 19/12/ 2009 Jam 10.30 Gangguan konsep diri: harga diri rendah

Sp2p

1. Mengevaluasi

masalah dan latihan sebelumnya

2. Melatih kegiatan

selanjutnya yang

dipilih sesuai dengan kemampuan 3. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian S :

- Pasien mengatakan sudah membuat

jadwal kegiatan harian.

- Pasien mengatakan sudah melakukan

kegiatan yang dijadwalkan.

- Pasien mengetahui kegiatan yang akan dilakukan yaitu menyapu lantai

O :

- Pasien kurang memperhatikan instruksi dalam melakukan latihan.

- Pasien tidak dapat melakukan kegiatan yang dilatih sesuai kemampuan yang dimiliki.

A :

- Pasien tidak dapat melakukan kegiatan selanjutnya yang dipilih sesuai dengan

(24)

kemampuan P :

Pp:

- mengulang Sp2p Pk:

- Anjurkan pasien untuk tetap melakukan kegiatan yang sudah terjadwal.

4 22/12/

2009 Jam 08.00

Gangguan konsep diri: harga diri rendah Sp2p 1. Mengevaluasi latihan sebelumnya 2. Melatih kegiatan selanjutnya yang dipilih sesuai dengan kemampuan 3. Membimbing pasien memasukkan S :

- Pasien mengatakan sudah melakukan

aktivitas yang sudah terjadwal

- Pasien mengatakan dapat menyapu

lantai. O :

- Pasien mampu membantu aktifitas

ruang seperti mencuci gelas sehabis makan,menyapu lantai sehabis makan

- Ekspresi wajah Tn S senang saat

(25)

dalam jadwal kegiatan harian

A :

- Pasien mampu melakukan kegiatan

yang dilatih sesuai dengan

kemampuan pasien

- Membimbing pasien memasukan

dalam jadwal kegiatan harian P :

Pp:

- mempertahankan Sp2p

Pk:

- Anjurkan pasien untuk menerapkan

rencana kegiatan yang telah dibuat bersama

- Anjurkan pada pasien untuk

mempraktekan kemampuan yang

dimiliki baik dirumah sakit atau dirumah

- Anjurkan pasien untuk menyusun jadwal

(26)

5 Isolasi social: menarik diri Sp1p 1. Membantu klien mengidentifikasi penyebab menarik diri 2. Membantu klien mengidentifikasi manfaat berhubungan dengan orang lain. 3. Membantu klien

mengidentifikasi

kerugian tidak

berhubungan berhubungan dengan orang lain. 4. Membantu klien

untuk berkenalan dengan satu orang

S :

- klien mengatakan keuntungan dalam berkenalan dengan orang lain yaitu dapat mempunyai teman banyak. - klien mengatakan kerugian tidak

berkenalan dengan orang lain yaitu tidak mempunyai teman.

- klien mampu berkenalan “nama saya Tn S,alamat saya Pekalongan, hobi saya tidur.

O:

- Pasien kurang kooperatif

- Pasien merunduk

- Kontak mata kurang

A:

- Pasien tidak dapat menyebutkan

penyebab menarik diri.

- Pasien dapat menyebutkan manfaat

(27)

5. Membantu klien untuk memasukan dalam jadwal kegiatan harian 6. Terminasi Mengingatkan klien untuk melakukan kemampuan yang sudah dilatih dan memotivasi klien

untuk tetap

semangat dalam

menghadapi masalah.

- Pasien dapat menyebutkan kerugian

tidak berhubungan dengan orang lain

- Pasien mampu berkenalan dengan

satu orang P:

Pp:

- Pertahankan Sp1p

Pk:

- Anjurkan pasien untuk melakukan

kemampuan yang sudah diajarkan untuk dilakukan di rumah.

- Anjurkan setiap kegiatan dimasukan dalam jadwal kegiatan harian

- Anjurkan pada klien untuk minum

obat secara teratur dirumah

- Anjurkan pada klien untuk rutin

Referensi

Dokumen terkait

dengan melatih kemampuan yang telah dipilih oleh pasien dengan respon pasien mampu mengikuti kegiatan dengan baik.. Kesimpulan : Tindakan keperawatan yang komprehensif

Kontak mata pasien kurang, pasien nampak malu, pasien tidak fokus jika di ajak ngobrol, pasien senang menyendiri dan pasien lebih memilih berdiam diri di kamar..

Adapun ketepatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa yang mengikuti kegiatan ektrakurikuler dalam melakukan servis bawah dengan

Ibu klien mengatakan sebelum sakit An. N sudah bisa bermain dengan kakaknya dan dapat melakukan kegiatan dengan orang rumah. Namun apabila ada orang lain klien

Gangguan aktivitas berhubungan dengan keterbatasan fisik, adanya nyeri dan ketidaknyamanan yang ditandai dengan pasien masih nampak lemas, 3 way kateter masih terpasang,

Evaluasi keperawatan dalam asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien selama 3 hari menggunakan SOAP dilakukan pada tanggal 17 April 2015 pukul 15:00 di bangsal Gladiol

3 01 Jan 09 Ds:Klien mengatakan malas bergaul karena teman-temannya yang lain sudah pulang Do:Klien tampak menyendiri dan jarang berinterasi dengan pasien selama berinteraksi

Dorong klien untuk melakukan tindakan sesuai dengan cara yang telah dipilih dalam menghadapi halusinasi.. Diskusikan dengan klien hasil upaya yang