• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Multikulturalisme di Indonesia dan Dunia Islam

58

Sesungguhnya aku telah mengharamkan kedhaliman terhadap diriku sendiri, dan aku telh menjadikannya haram pula di antara kalian, maka janganlah saling menzhalimi” (HR. Muslim).128

Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis tersebut, maka dapat dipahami bahwa multikulturalisme pada dasarnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Islam memandang multikulturalisme pada dasarnya sebagai bentuk toleransi yang tinggi terhadap perbedaan yang ada selama tidak melanggar batas- batas syariat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Tetapi yang bisa kita lihat dalam lingkungan masyarakat yang masih memegang kental tradisi adat istiadat. Keanekaragaman yang ada bukan sebuah permasalahan namun justru menjadi suatu kekayaan yang bisa saling melengkapi dalam membangun peradaban masyarakat.

59

kebudayaan. Contoh; masyarakat multikultural di Bali, sangat toleran terhadap agama nonHindu.

Bali merupakan wilayah Indonesia dengan umat Hindu terbesar di Indonesia, meskipun mayoritas penduduk di Indonesia sebagian besar adalah Muslim. Toleransi kehidupan beragama di Pulau Dewata, memang sudah terjadi dan sudah berlangsung berabad-abad. Hal inilah yang membuat pondasi kultural di Bali menjadi sangat kuat dan tidak mudah dipecah-belah.

Hubungan antarumat beragama di Bali, seperti umat Hindu, Islam dan agama lainnya dapat hidup berdampingan secara damai, saling tolong menolong, serta saling menghargai, saling berbaur satu dengan lainnya, dengan kondisi budaya dan masyarakat setempat. Lembaga-lembaga adat di Pulau Bali tumbuh dan hidup di dalam kalangan umat Islam yang ada di Bali. Bahkan rasa toleransi umat beragama di Bali pernah diuji saat terjadinya peristiwa ledakan bom pada tahun 2002 dan kemudian berlanjut pada tahun 2005. Saat setelah peledakan bom Bali tersebut, seakan tanah di Bali. Luluh lantah diakibatkan oleh orang-orang yang mengatas namankan jihad dengan membawa Islam. Masyarakat Bali memahami benar perbedaan agama Islam dan terorisme. Mereka memahami jika Islam bukanlah agama yang seperti itu, Islam adalah agama yang mengajarkan mengenai perdamaian. Umat Hindu yang ada di Bali benar benar terbuka dengan agama Islam, meskipun merupakan agama yang minoritas di Bali namun tetap saja masyarakat setempat benar benar menghargainya. Mereka memahami tentang posisi, kelas, serta pembagian tugas dari masing-masing bidang tersebut.130

Proses multukulturalisme di Indonesia tak hanya berlangsung dengan damai dan harmonis, akan tetapi terdapat beberapa kasus multikulturalisme mengakibatkan perpecahan dan konflik, seperti: (1) Pembakaran Pasar Glodok, yaitu peristiwa Mei Kelabu yang terjadi di Jakarta; (2) Peristiwa Ambon-Maluku, merupakan konflik antara Suku Bugis-Buton-Makasar- Ambon, Islam berkonflik dengan Umat Kristen disana; (3) Peristiwa Sambas &

Palangkaraya merupakan permasalahan yang terjadi antara suku Melayu,

130 https://www.ipsmudah.com/2017/03/contoh-konflik-antar-agama.html

60

Dayak, serta Tionghoa yang melawan suku Madura; (4) Peristiwa Poso, merupakan permasalah terjadi antara umat Islam dan Kristen yang ada di Poso dengan adanya unsur-unsur pemicu dari luar; (5) Peristiwa Aceh, merupakan permasalahan yang terjadi antara orang-orang Aceh dengan transmigrasi dari Jawa. Peristiwa Gerakan Aceh Merdeka (GAM); (6) Penghancuran bangunan masjid-masjid milik Ahmadiyah yang ada di Parung, Bogor dikarenakan adanya perbedaan perbedaa yang terjadi.

Demikianlah beberapa contoh masyarakat multikultural di Indonesia. Ada yang berjalan harmonis sesuai dengan prinsip multukulturalisme, namun ada juga diantaranya berjalan dengan beragam konflik yang muncul. Tentu saja sebagai warga Negara Indonesia yang memiliki keanekaragaman dalam suku, budaya, keyakinan agama, ras dan bahasa. Ditanamkan rasa saling toleransi antar umat beragama, kelompok. Sehingga kehidupan masyarakat berjalan dengan damai dan tenteram.

Sepanjang sejarah peradaban manusia, agama dan keyakinan sebetulnya telah banyak memberikan sumbangsih besar bagi terciptanya perdamaian di muka bumi. Akan tetapi, karena pengetahuan dan kedewasaan masyarakat yang kurang mengenal toleransi, persoalan agama justru kerap menjadi pemicu lahirnya konflik horizontal.

1. Konflik Ambon (Islam vs Nasrani). Contoh konflik antar agama yang pertama adalah konflik atau kerusuhan yang terjadi di Kota Ambon, Maluku pada 19 Januari 1999. Konflik ini dipicu permasalahan sederhana, yakni tindak penolakan yang dilakukan 2 orang Muslim terhadap seorang warga nasrani. Konflik semakin membesar setelah ada banyak isu yang berembus dan membakar amarah kedua belah pihak, yakni orang Muslim dan orang Nasrani. Dari laporan yang ada, konflik Ambon disebut menyebabkan tewasnya 12 orang dan ratusan orang terluka. Konflik ini kemudian mereda setelah upaya rekonsiliasi dilakukan oleh pemerintah daerah setempat;

2. Kerusuhan Poso (Islam vs Nasrani). Kerusuhan Poso yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah juga merupakan contoh konflik antar agama yang memberikan dampak cukup serius. Konflik yang berlangsung antara umat

61

Islam dan Nasrani ini bahkan berlarut-larut dan terbagi menjadi 3 bagian karena kurangnya penanganan. Ketiga babak kerusuhan poso tersebut yaitu Poso I terjadi antara 25 s/d 29 Desember 1998, Poso II terjadi antara 17 hingga 21 April 2000, sementara Poso III terjadi antara 16 Mei hingga 15 Juni 2000. Tidak diketahui seberapa besar jumlah korban dan kerugian yang diderita karena konflik ini. Yang jelas setelah penandatanganan Deklarasi Malino pada 20 Desember 2001, antar kedua pihak yang bertikai, kondisi Poso berangsur membaik. Deklarasi Malino sendiri diinisiasi oleh Jusuf Kalla.

3. Konflik Tolikora (Islam vs Nasrani). Konflik di Tolikora Papua terjadi pada tanggal 17 Juli 2015 lalu. Konflik ini dimulai dengan adanya insiden pembakaran masjid oleh para jemaat Gereja Injil di Indonesia, saat masyarakat Muslim hendak mengadakan ibadah sholat Idul Fitri. Karena konflik ini, menewaskan 2 orang korban dan sedikitnya 96 rumah warga Muslim dibakar. Beruntung upaya rekonsiliasi dapat segera dilakukan sehingga jumlah korban tidak bertambah lagi.

4. Konflik Palestina dan Israel (Islam vs Yahudi) Contoh konflik antar agama bukan hanya terjadi di Indonesia. Di belahan dunia lain, konflik semacam ini juga kerap terjadi dan bahkan berlarut-larut hingga saat ini. Misalnya konflik yang terjadi antara warga Muslim, Palestina dan warga Yahudi, Israel dalam perebutan wilayah suci Yerussalem.

5. Konflik Rohingya (Islam vs Budha). Konflik rohingya yang terjadi di Myanmar juga merupakan contoh konflik antar agama. Dalam konflik ini, dua kubu yang bertikai adalah etnis Rohingya yang beragama Muslim dengan pemerintah Myanmar yang memberlakukan agama Budha sebagai agama resmi kerajaan. Konflik rohingya hingga kini masih berlangsung dan menjadi sorotan dunia internasional.

6. Konflik Uighur. Konflik ini terjadi antara Islam dan Komunis. Menurut Laporan Amnesty Internasional dan Komite Penghapusan Diskriminasi Rasial PBB (CERD). Cihina melakukan degradasi terhadap kebudayaan Uighur dan identitas keislaman.

62

7. Konflik Islam dan Hindu di New Delhi India. Konflik ini berawal dari pengesahan Amandemen Undang-undang Kewarganegaraan India (CAB) pada Desember 2019, menjadi polemik dan memicu kerusuhan antara pemeluk Hindu dan Islam di New Delhi, India.

Demikianlah beberapa contoh konflik antar agama yang terjadi di Indonesia dan di dunia, dari beberapa konflik tersebut di atas, dapat di ambil pembelajaran untuk bertoleransi dan saling menghargai antar umat beragama.

Sehingga konflik seperti tersebut di atas tidak terjadi lagi di kemudian hari.