Gagasan multikulturalisme di Indonesia dan dunia Islam berawal dari keinginan untuk meningkatkan penghargaan terhadap keberagaman kebudayaan. Pendidikan multikultural dipersepsikan sebagai jembatan dalam mencapai kebersamaan dalam keberagaman, saling menghargai, menghormati dan hidup rukun serta harmonis. Multikultural menurut Islam adalah sunnatullah yang tidak berubah, tidak mungkin dilawan atau diingkari.
136Taufik Adnan Amal dan Syamsu Rizal Panggabean, Tafsir Kontekstual alQur’an, (Bandung: MIzan, 1990), h. 24.
65
Ungkapan ini menggambarkan, Islam sangat menghargai multikultural karena Islam adalah agama yang tegas mengakui perbedaan setiap individu untuk hidup bersama dan saling menghormati.
G. Saran
Gagasan multikulturalisme untuk menjaga kebersamaan dalam keberagaman, sehingga seluruh kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara damai, tenteram dan harmonis. Jika gagasan multikulturalisme ini telah baik diimplementasikan untuk dipertahankan, jika belum untuk diperbaiki dan ditingkatkan.
DAFTAR PUSTAKA
Ainul Yaqin, Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan, Cet. 1. Yogyakarta: Pilar Media, 2005.
Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqalany, Fath Al Bary, cet.I. Jilid I. Madinah Al Munawarah, 1417/1996.
Al-Baghdadi, Abdurrahman, Hermeneutika dan Tafsir Al-Qur’an, Depok:
Gema Insani, 2007.
Al-Imam Abul Fida Isma’il Ibnu Katsir ad-Dimasyqi, Terjemah Tafsir Ibnu Katsir, Bandung: Sinar Baru al-Gensindo. 2002.
Azra, Azyumardi, Prolog Urgensi Pendidikan Multikultural, Cerita Sukses Pendidikan Multikultural di Indonesia. Jakarta: CSRC UIN Syahid, 2010.
Baidhawy, Zakiyuddin, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural, Jakarta:
Erlangga, 2005.
Budianta, Melani, Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural: Sebuah Gambaran Umum, dalam Burhanuddin (ed.), Mencari Akar Kultural Civil Society di Indonesia, Jakarta: Indonesian Institute for Civil Society, 2003.
Collins, James T., the Historical Relationship of the Language of Central Maluku, Indonesia. James, H., Mc Millan, Formative Classroom Assessment Theory and Practice, New York: Teachers College Press.
2007.
Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Surabaya: Pustaka Agung Harapan, 2006.
66
James A, Bank, dan Cherry A. Mc Gee (ed), Handbook of Research on Multicultural Education, San Francisco: Jossey Bass, 2001.
Kanisius, 2011. Kusruri, Endri. Dinamika Masyarakat Pendatang dari Afrika di Purwokerto: Suatu Kajian Historis Sosiologis. (Yogyakarta, Widya Sari Press, 2011).
Kompasiana.com, Prinsip dan Dimensi Pendidikan Multikultural, Januari 2012, Diakses pada tanggal 27 September 2019.
Mundzier Suparta, Islamic Multicultural Education: Sebuah Refleksi atas Pedidikan Islam di Indonesia, cet. Ke-1. Jakarta: Al-Ghazali Center, 2008.
Muhammad bin Alawi al-Maliky al-Hasany, Al Sayid, Kaidah-kaidah Ulumul Quran, Pekalongan: Al-Asri, 2008.
Mujiburrahman, Islam Multikultural. Surakarta, Vol. 7. No. 1. 2013
Riantama. http//geoenviron.blogspot.com/2013/04/masyarakat-multicultural- dan_1110.html. Diakses pada tanggal 27 September 2019.
Rosyada, Dede, Pendidikan Multikultural Melalui Pendidikan Agama Islam, dalam Jurnal Ta'dib, vol. 11, Nomor 1, Tahun 2008.
Rustam Ibrahim, Pendidikan Multikultural. Surakarta, Addin, Vol. 7, No. 1, Februari 2013
Suprapto, Penanaman dan Sikap Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Nilai-Nilai Multikultural, Jurnal Penelitain Pendidikan Agama dan Keagamaan. Vol VII, No 1, Januari-Maret, Tahun 2009.
Shihab, M. Quraish, Membumikan Al-Qur’an (Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat), Bandung: PT Nizan Pustaka, 2004.
Syam, Nur, Tantangan Multikultural Indonesia, Yogyakarta: Kanisius Horton, 2008.
Sleeter, Christine E.Un–Standardizing Curriculum, Multicultural Teaching in the Standars- Based Classroom. New York: Teachers College Press, 2005.
Taufik Adnan Amal dan Syamsu Rizal Panggabean, Tafsir Kontekstual alQur’an, Bandung: Mizan, 1990.
67
Tilaar, H.A.R., Multikulturalisme, Tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional, Jakarta: Grasindo, 2004.
Tilaar, H.A.R., Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Era Globalisasi Visi, Misi dan Program Aksi Pendidikan dan Pelatihan Menuju 2020, Jakarta: Grasindo. 1997.
Tilaar, H.A.R., Kekuasaan dan Pendidikan, Suatu Tunjauan dari Persfektif Study Kultural, Jakarta: Indonesia Tera, 2003.
Ustam Ibrahim, Pendidikan Multikultural. Surakarta, Addin.Vol.7. No. 1. 2013 https://www.ipsmudah.com/2017/03/contoh-konflik-antar-agama.html
Imam Bukhari, Shahih Bukhari, Kitab Adab, No. 5604. Imam Muslim, Sahih Muslim, Kitab Al Bir, wa ash-Ahillah wa Al Adab, No 4646
Isnarmi Moeis, Pendidikan Multikultural, Integritas Moral, Dialog dan Adil.
Padang: UNP Press, 2014.
Van den Berghe, Pierre L., The Ethnic Phenomenon. New York: Elsevier, 1981
Wasitohadi, Gagasan dan Desain Pendidikan Multikultural di Indonesia dalam Scholaria, Vol. 2. Nomor 1, Januari 2012, h. 116-149
Yaqin, Ainul, M., Pendidikan Multikultural; Cross-Cultur Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan, Yogyakarta: Pilar Media. 2005.
Zubaedi, Pendidikan Berbasis Masyarakat, Yogyakarta: Pustaka Belajar
68 BAB IV
TEORI DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL A. Pendahuluan
Pendidikan merupakan proses pengembangan sumberdaya manusia, agar memiliki kemampuan sosial dan perkembangan optimal memberikan relasi yang kuat antara individu dengan masyarakat dan lingkungan budaya sekitarnya.137 Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia, dengan harapan mampu memahami dirinya, orang lain, alam, dan lingkungan budayanya.138 Pendidikan tidak terlepas dari budaya yang melingkupinya sebagai konsekuensi dari tujuan pendidikan.
Pendidikan bertujuan mengasah rasa, karsa, dan karya, menuai tantangan sepanjang masa karena perbedaan budaya. Kebutuhan terhadap pendidikan yang mampu mengakomodasi dan memberikan pembelajaran agar mampu bersikap toleran terhadap budaya lain, maka pendidikan multikultural sangatlah penting, sebagai solusi dalam pengembangan sumber daya manusia yang mempunyai karakter dan toleran terhadap budaya lain.
Pendidikan dan Multikultural merupakan solusi atas realitas budaya yang beragam sebagai sebuah proses pengembangan seluruh potensi dan menghargai pluralitas dan heterogenitas sebagai konsekuensi keragaman budaya, etnis, suku dan aliran, keyakinan agama.139 Pluralitas budaya yang ada di Indonesia, menempatkan pendidikan Multikultural menjadi sangat urgen.140 Untuk kebersamaan dalam keberagaman.
Keberagaman budaya di Indonesia merupakan kenyataan historis dan sosial yang tidak dapat disangkal oleh siapapun. Keunikan budaya yang beragam tersebut memberikan implikasi pola pikir, tingkah laku dan karakter
137Zahara Idris, Dasar-dasar Kependidikan (Padang: Angkasa Raya. 1987), h. 7
138Driyarkara, Tentang Pendidikan (Jakarta: Kanisius 1980), h. 8.
139Maslikhah, Quo Vadis Pendidikan Multikultural: Reconstruksi Sistem Pendidikan berbasis Kebangsaan (Surabaya: JP. Books, 2007), h. 748.
140M. Ainul Yaqin, Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan, (Yogyakarta: Pilar Media, 2005), h. 3. Baca juga: Ainurrofiq Dawam, EMOH Sekolah: Menolak Komersialisasi Pendidikan dan Kanibalisme Intelektual Menuju Pendidikan Multikultural, (Yogyakarta: Inspeal Ahimsakarya Press, 2003), h. 22.
69
pribadi masing–masing sebagai sebuah tradisi yang hidup dalam masyarakat dan daerah. Tradisi yang terbentuk akan berlainan dari satu suku/daerah dengan suku/daerah yang lain. Pergumulan antar budaya memberikan peluang konflik manakala tidak terjadi saling memahami dan menghormati satu sama lain. Proses untuk meminimalisir konflik inilah memerlukan upaya pendidikan yang berwawasan multikultural dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang majemuk dan heterogen agar saling memahami dan menghormati serta membentuk karakter yang terbuka terhadap perbedaan.141
James A. Banks, menyatakan pendidikan multikultural sebagai konsep, ide, falsafah, atau suatu rangkaian kepercayaan dan penjelasan yang mengakui pentingnya keragaman budaya dan etnis di dalam membentuk perilaku kehidupan, pengalaman sosial, identitas pribadi, kesempatan pendidikan dari individu, kelompok maupun negara.142 Pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang memperhatikan secara sungguh- sungguh terhadap latar belakang peserta didik baik dari aspek keragaman suku (etnis), ras, agama (aliran kepercayaan) dan budaya (kultural).143 Pendidikan multikultural sebagai pendidikan tentang keragaman kebudayaan dalam merespon perubahan demografi dan kultural lingkungan masyarakat tertentu bahkan dunia secara keseluruhan.144 Dengan demikian nantinya diharapkan dapat menumbuhkan sikap toleransi, saling pengertian dan keterbukaan, serta semua sikap dan nilai penting bagi harmoni sosial dan perdamaian.
Dede Rosyada pendidikan multikultural sebagai pendidikan keragaman budaya dalam masyarakat dalam membina sikap siswa agar menghargai
141H.A.R. Tilaar, Multikulturalisme: Tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. (Jakarta: Grasindo, 2004), h. 9-10.
142James A, Bank, dan Cherry A. Mc Gee (ed). Handbook of Research on Multicultural Education. (San Francisco: Jossey Bass, 2001).
143Budianta, Melani, Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural: Sebuah Gambaran Umum, dalam Burhanuddin (ed.), Mencari Akar Kultural Civil Society di Indonesia, (Jakarta:
Indonesian Institute for Civil Society, 2003).
144Azra, Azyumardi. Prolog Urgensi Pendidikan Multikultural, Cerita Sukses Pendidikan Multikultural di Indonesia, (Jakarta: CSRC UIN Syahid Jakarta, 2010).
Baca Juga: Baidhawy, Zakiyuddin, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural, (Jakarta:
Erlangga, 2005).
70
keragaman masyarakat.145 Pendidikan multikultural sebagai pemberian hak yang sederajat untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas kepada seluruh kelompok etnik dan budaya masyarakat Indonesia dan memiliki hak yang sederajat dalam mencapai prestasi terbaik bangsa.146 Pendidikan multikultural adalah strategi yang diaplikasikan pada semua jenis mata pelajaran dengan menggunakan perbedaan-perbedaan kultural yang ada pada siswa seperti perbedaan etnis, agama, bahasa, gender, kelas sosial, ras, kemampuan dan umur agar proses belajar menjadi efektif dan mudah. 147
Upaya memperjuangkan multikulturalisme adalah melalui pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural menunjukkan adanya keragaman dalam pengertian dan pemahaman teori dan pendidikan multikultural. Bab ini membahas tentang pengertian, prinsip, tujuan dan relevansi pendidikan multikultural dengan tujuan pendidikan Islam, dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif deskripif.