• Tidak ada hasil yang ditemukan

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

Dalam dokumen Konsep, Teori, dan Penerapannya (Halaman 39-51)

Dr. Limgiani, M.Pd.

Universitas Wisnuwardhana Malang

Setiap organisasi dan perusahaan pasti mempunyai tujuan dan targetnya masing-masing, yang digerakkan oleh para karyawan di perusahaan tersebut. Agar tujuan dapat tercapai secara maksimal, maka membutuhkan manajemen kinerja. Mungkin istilah ini terdengar asing bagi orang awam. Namun, bagi karyawan di sebuah perusahaan tentu paham jika divisi ini memiliki peran yang sangat krusial.

Definisi Manajemen Kinerja

Manajemen kinerja adalah proses memastikan bahwa serangkaian kegiatan dan keluaran memenuhi tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efisien.

Manajemen kinerja dapat berfokus pada kinerja organisasi, departemen, karyawan, atau proses yang ada untuk mengelola tugas tertentu. Standar manajemen kinerja umumnya diatur dan disebarluaskan oleh kepemimpinan senior di sebuah organisasi dan oleh pemilik tugas, ini dapat mencakup tugas dan hasil pekerjaan yang ditentukan, memberikan umpan balik dan pembinaan yang tepat waktu, membandingkan kinerja dan perilaku aktual karyawan dengan kinerja dan perilaku yang diinginkan, melembagakan penghargaan, dan lain-lain. Penting untuk menguraikan peran setiap individu dalam organisasi dalam hal fungsi dan tanggung

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

28

jawab untuk memastikan bahwa manajemen kinerja berhasil.

Manajemen kinerja menurut Armstrong dan Baron (1998) adalah pendekatan strategis dan terintegrasi untuk memberikan hasil yang sukses dalam organisasi dengan meningkatkan kinerja dan mengembangkan kemampuan tim dan individu. Dessler (2003), mendefinisikan manajemen kinerja adalah proses mengonsolidasikan penetapan tujuan, penilaian, dan pengembangan kinerja ke dalam satu sistem tunggal bersama, yang bertujuan memastikan kinerja karyawan mendukung tujuan strategis perusahaan.

Fungsi Manajemen Kinerja

Fungsi manajemen kinerja adalah untuk penentuan sasaran yang jelas dan terarah. Di dalamnya, terdapat tujuan organisasi yang ingin dicapai, strategi, rencana kerja dan saluran komunikasi atasan dan bawahan untuk memastikan pencapaian kinerja yang diharapkan.

Manajemen kinerja, pada kenyataannya ditentukan oleh atasan berupa strategi yang harus dilaksanakan oleh bawahan guna mencapai tujuan organisasi.

Fungsi manajemen kinerja adalah sebagai berikut:

1. Planning, (fungsi perencanaan) merupakan salah satu fungsi dalam penyusunan suatu tujuan dan disertai dengan penyusunan rencana-rencana yang akan dilakukan dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

2. Organizing, (fungsi pengorganisasian) merupakan suatu fungsi pengelolaan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau juga instansi.

3. Directing, (pengarahan) merupakan sebuah fungsi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas secara optimal.

4. Controlling, (pengendalian) merupakan segala fungsi pengawasan atau pengendalian kinerja, disesuaikan

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

29

dengan standarisasi yang telah ditetapkan pada suatu proses perencanaan.

Peran Manajemen Kinerja

Suatu organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan organisasi. Pencapaian tujuan organisasi menunjukkan hasil kerja/ prestasi organsisasi dan menunjukkan kinerja organisasi. Hasil kerja organisasi diperoleh dari serangkaian aktivitas yang dijalankan.

Aktivitas tersebut dapat berupa pengelolaan sumber daya organisasi maupun proses pelaksanaan kerja yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.

Untuk menjamin agar aktivitas tersebut dapat mencapai hasil yang diharapkan, diperlukan upaya manajemen dalam pelaksanaan aktivitasnya. Dengan demikian, hakikat manajemen kinerja adalah bagaimana mengelola seluruh kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut Wibowo (2007), manajemen kinerja tidak hanya berperan untuk meningkatkan dan menumbuhkan performance organisasi, tetapi juga berperan besar bagi performance manajer dan individu. Bagi organisasi, manajemen kinerja berperan dalam menyesuaikan tujuan organisasi dengan tujuan tim dan individu, memperbaiki kinerja, memotivasi pekerja, meningkatkan komitmen, mendukung nilai-nilai inti, memperbaiki proses pelatihan dan pengembangan, meningkatkan dasar keterampilan, mengusahakan perbaikan dan pengembangan berkelanjutan, mengusahakan basis perencanaan karier, membantu menahan pekerja terampil agar tidak pindah, mendukung inisiatif kualitas total dan pelayanan pelanggan, mendukung program perubahan budaya.

Bagi manajer, manajemen kinerja berperan untuk mengupayakan klarifikasi kinerja dan harapan perilaku, menawarkan peluang menggunakan waktu secara berkualitas, memperbaiki kinerja tim dan individual, mengusahakan penghargaan nonfinansial

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

30

pada staf, membantu karyawan yang kinerjanya rendah, digunakan untuk mengembangkan individu, mendukung kepemimpinan, proses motivasi dan pengembangan tim, mengusahakan kerangka kerja untuk meninjau ulang kinerja dan tingkat kompensasi.

Sementara itu, bagi individu, manajemen kinerja berperan dalam memperjelas peran dan tujuan, mendorong dan mendukung untuk tampil baik, membantu pengembangan kemampuan dan kinerja, peluang menggunakan waktu secara berkualitas, dasar objektivitas dan kejujuran untuk mengukur kinerja, dan memformulasi tujuan dan rencana perbaikan cara bekerja dikelola dan dijalankan.

Menurut Costello (1994), manajemen kinerja mendukung tujuan menyeluruh organisasi dengan mengaitkan pekerjaan dari setiap pekerja dan manajer pada misi keseluruhan dari unit kerjanya. Seberapa baik kita mengelola kinerja bawahan akan secara langsung mempengaruhi tidak saja kinerja masing- masing pekerja secara individu dan unit kerjanya, tetapi juga kinerja seluruh organisasi. Apabila pekerja telah memahami tentang apa yang diharapkan dari mereka, dan mendapat dukungan yang diperlukan untuk memberikan kontribusi pada organisasi secara efisien dan produktif, pemahaman akan tujuan, harga diri dan motivasinya akan meningkat. Dengan demikian, manajemen kinerja memerlukan kerja sama, saling pengertian dan komunikasi secara te rbuka antara atasan dan bawahan.

Tujuan Manajemen Kinerja

Tujuan utama dari manajemen kinerja secara keseluruhan adalah memastikan semua elemen organisasi atau perusahaan bekerja sama secara terpadu untuk mencapai tujuan organisasinya. Sedangkan tujuan Manajemen Kinerja dalam Manajemen Sumber Daya Manusia adalah sebagai berikut:

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

31

1. Membantu karyawan dalam mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya secara efisien dan juga dapat mendorong mereka untuk melakukan tugas yang benar dengan cara yang benar.

2. Meningkatkan kinerja karyawan dengan mendorong pemberdayaan karyawan, motivasi dan penerapan mekanisme penghargaan (rewards) yang efektif.

3. Meningkatkan sistem komunikasi dua arah antara Supervisor/ Manajer dan karyawan untuk dapat memperjelas ekspektasi (harapan) perusahaan mengenai peran dan akuntabilitas karyawan dalam melakukan pekerjaan, mengkomunikasikan tujuan fungsional dan organisasi serta memberikan umpan balik yang teratur dan transparan sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan dan pembinaan berkelanjutan.

4. Mengidentifikasi hambatan untuk kinerja yang efektif dan menyelesaikan hambatan tersebut melalui pemantauan (monitoring), pembinaan (coaching) dan pengembangan (development).

5. Menciptakan dasar untuk beberapa keputusan administratif mengenai perencanaan strategis, perencanaan suksesi (succession planning), promosi, kompensasi dan pengupahan yang berdasarkan kinerja.

6. Meningkatkan pengembangan diri pribadi karyawan dan kemajuan dalam karir karyawan dengan membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diinginkan.

Adapun tujuan manajemen kinerja menurut Armstrong dan Baron (1998) adalah sebagai berikut:

1. Mengatur kinerja perusahaan atau organisasi supaya lebih terstruktur.

2. Mengetahui efektivitas dan efisiensi kinerja sebuah perusahaan atau organisasi.

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

32

3. Membantu dalam pengambilan keputusan terkait kinerja internal sebuah perusahaan atau organisasi baik secara individu maupun kolektif

4. Meningkatkan kemampuan organisasi secara keseluruhan dengan melakukan perbaikan-perbaikan yang berkesinambungan.

5. Memacu karyawan agar bekerja dengan penuh semangat dan produktif serta sesuai prosedur untuk mencapai hasil kerja yang optimal.

Manfaat Manajemen Kinerja

Menurut Wibowo (2010), manfaat dari manajemen kinerja tidak hanya untuk organisasi maupun manajer saja, namun juga berguna untuk masing-masing individu anggota organisasi.

1. Manfaat Manajemen Kinerja untuk Organisasi

a. Sebagai penyesuaian tujuan organisasi dengan tujuan tim (kelompok) serta individu didalam memperbaiki kinerja ialah sebagai motivasi karyawan.

b. Sebagai peningkatan komitmen.

c. Sebagai perbaikan proses pelatihan dan pengembangan.

d. Sebagai peningkatan keterampilan.

e. Sebagai mengupayakan perbaikan dan pengembangan berkelanjutan.

f. Sebagai pengupayaan basis perencanaan karir.

g. Sebagai pembangu menahan karyawan untuk pindah atau minta berhenti.

h. Sebagai pendukung inisiatif kualitas total dan pelayanan pelanggan.

i. Sebagai pendukung program perubahan budaya.

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

33

2. Manfaat Manajemen Kinerja untuk Manajer atau Atasan

a. Sebagai pengupayaan klasifikasi kinerja dan harapan perilaku.

b. Sebagai penawaran peluang memanfaatkan waktu dengan berkualitas.

c. Sebagai perbaikan kinerja tim dan individu.

d. Sebagai pengupayaan penghargaan nonfinansial untuk staf.

e. Sebagai pengupayaan dasar untuk membantu karyawan yang mempunyai kinerja rendah.

f. Sebagai pengembangan individu.

g. Sebagai pendukung kepemimpinan.

h. Sebagai motivasi dan pengembangan tim.

i. Sebagai pengupayaan kerangka kerja untuk meninjau kembali kinerja dan tingkat kompetensi.

3. Manfaat Manajemen Kinerja untuk Individu 1. Sebagai penjelas peran dan tujuan.

2. Sebagai pendorong dan pendukung agar tampil lebih baik.

3. Sebagai pembantu pengembangan kemampuan dan kinerja.

4. Sebagai peluang memanfaatkan waktu yang berkualitas.

5. Sebagai dasar objektivitas dan kejujuran untuk pengukuran kinerja.

6. Agar fokus tujuan dan rencana perbaikan cara bekerja dikelola dan dilaksankaan.

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

34 Pentingnya Manajemen Kinerja

1. Sarana Mencapai Langkah Strategis

Manajemen kinerja berfungsi sebagai salah satu sarana untuk mencapai target atau tujuan yang sudah dibuat. Dengan adanya manajemen tersebut, pencapaian dan pelaksanaan target dapat dilaksanakan secara maksimal. Dengan manajemen perusahaan ini, kita bisa meninjau berbagai aspek seperti performa karyawan. Dari sinilah nantinya bisa dilakukan evaluasi baik dari karyawan maupun pimpinan berdasarkan hasil umpan balik yang dilaksanakan.

2. Tujuan Administratif

Alasan lain mengapa manajemen kinerja penting adalah karena untuk kepentingan administratif.

Dapat dikatakan bahwa hal-hal terkait administratif bukanlah sesuatu yang mudah dikarenakan melibatkan banyak aspek yang saling terkait di perusahaan.

3. Mengelola SDM

Manajemen kinerja dan SDM merupakan salah satu strategi dalam mengelola sumber daya manusia. Hal tersebut tentu dilakukan untuk mencapai tujuan sebuah perusahaan atau organisasi. Tanpa adanya kemampuan manajemen SDM yang memadai, maka kesuksesan bisnis akan lebih susah untuk dicapai.

4. Mengembangkan Perusahaan

Selain itu, manajemen kinerja juga berfungsi sebagai sarana dalam menaikkan kapasitas karyawan.

Khususnya, untuk karyawan yang mempunyai prestasi dan potensi di bidang yang sedang dijalani.

Bentuk konkretnya misal dengan dilaksanakannya pelatihan untuk karyawan yang mempunyai performa kurang baik. Dengan adanya manajemen perusahaan ini, dapat menjadi salah satu indikator pengukuran pelaksanaan performa atau kinerja.

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

35 5. Memperbaiki Sistem Kerja

Walau sebuah perusahaan mungkin terlihat megah dan hebat di luar, akan tetapi belum tentu memiliki manajemen kerja yang baik dan solid. Oleh karena itu, manajemen kerja perusahaan dibangun. Dengan adanya manajemen tersebut, akan selalu ada perbaikan, peningkatan, dan penyempurnaan sistem yang akan membawa efek positif pada perusahaan dan karyawan.

Prinsip Dasar Manajemen Kinerja

Beberapa hal yang menjadi prinsip dasar dalam kegiatan manajemen perusahaan adalah:

1. Analisis Mendalam

Manajemen kinerja dibuat dengan analisis mendalam terhadap permasalahan yang sedang atau diduga akan muncul dalam perusahaan atau organisasi.

Analisis itu diperlukan agar bisa diambil atau dibuat strategi yang tepat dalam menanganinya.

2. Spesifik

Manajemen kinerja yang baik menuntut dibuatnya aturan-aturan atau langkah-langkah yang spesifik atau rinci, baik dalam hal administratif atau hal-hal lain yang terkait dengan kinerja jenis perusahaan tersebut.

3. Terukur dan Terarah

Indikator dalam manajemen kinerja tidak boleh dibuat secara sembarangan dan asal-asalan, akan tetapi harus terukur dan terarah. Hal ini penting dilakukan agar tidak menjadi kendala dalam implementasi dan evaluasinya.

4. Hubungan Umpan Balik

Manajemen kinerja yang baik harus mengedepankan adanya hubungan timbal balik antara manajemen perusahaan dengan karyawannya. Sehingga hubungan antara elemen-elemen dalam perusahaan tersebut tidak berjalan satu arah. Dengan demikian,

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

36

diharapkan akan timbul iklim kerja yang kondusif dan padu yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja perusahaan secara umum.

5. Memberikan Dampak Positif bagi Perusahaan

Dalam pelaksanaannya, manajemen kinerja haruslah bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Jika yang terjadi sebaliknya, maka diperlukan evaluasi dan perbaikan terhadap manajemen kinerja yang telah dibuat dan dilaksanakan tersebut.

Cara Meningkatkan Manajemen Kinerja

Beberapa cara meningkatkan manajemen kinerja:

1. Reward and Punishment

Menghargai karyawan berarti menghargai secara individu, sebagai wujud apresiasi atas suatu prestasi dan sebagai bentuk memanusiakan karyawan. Seperti layaknya kompetisi, perusahaan perlu memberikan reward dan punishment bagi karyawan yang berprestasi dan bagi karyawan yang melakukan kesalahan. Secara teknis, kegiatan ini dapat diadakan secara berkala dalam satu periode tertentu, dan tentu setelah melihat dan mengevaluasi kinerja masing- masing karyawan. Sehingga kekonsistenan dan kontinuitas dapat memotivasi dan pemacu semangat yang efektif bagi para karyawan untuk berlomba- lomba meningkatkan performa.

2. Pelatihan untuk Karyawan

Untuk mendongkrak performa kerja karyawan yang dinilai kurang bagus, perusahaan juga perlu mengadakan pelatihan-pelatihan khusus. Pelatihan tersebut tidak hanya sekali pada masa training atau magang, tapi juga pada masa kerja para karyawan berlangsung. Adapun tahapan pelatihan tersebut berupa pemantauan (monitoring), pembinaan (coaching), dan pengembangan (development). Selain menaikkan kinerja karyawan yang semula buruk menjadi apa yang diharapkan perusahaan. Karyawan yang telah memiliki kinerja baik yang mengikuti

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

37

program pelatihan tersebut juga akan semakin berkembang pengetahuan dan keterampilannya.

3. Visi dan Misi Perusahaan Jelas

Dalam menjalankan roda organisasi, perusahaan harus memiliki strategi yang jelas dalam upaya mewujudkan visi misinya. Kepada para karyawannya, perusahaan wajib mengenalkan company profile, aturan kerja, metode kerja, dan kontrak kerja yang berlaku menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan secara jelas dan terperinci. Dengan tujuan dan visi misi perusahaan yang segamblang ini, maka karyawan tidak akan menilai bahwa perusahaan tempat mereka bekerja tidak memiliki pijakan atau pendirian. Hal ini juga yang akan menghindarkan kedua belah pihak saling tuntut karena ketidakpuasan.

4. Pembagian Kerja yang Terstruktur

Dalam sebuah pekerjaan, seringkali karyawan satu dengan yang lain berebut satu pekerjaan yang sama atau malah saling lempar tanggung jawab. Hal ini bisa jadi karyawan yang tidak memahami job description dan/ atau job description-nya yang tidak terstruktur atau rancu. Mengingat hal ini akan berdampak buruk, maka perusahaan wajib melakukan pembagian kerja dan mengedukasi karyawannya.

5. Dedikasi Tinggi

Sebagai puncak panutan dari para karyawan, harus ada dedikasi tinggi dari kepemimpinan yang kuat di tingkat top managers yang nantinya akan memberikan contoh dan positive vibe bagi sumber daya manusia yang ada. Seorang pemimpin yang dengan antusias mencintai pekerjaannya akan dengan mudah menyalurkan energi positif bagi karyawannya.

FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA

38 Daftar Pustaka

Armstrong, M. and Baron, A. (1998). Performance Management – The New Realities. London: Institute of Personnel and Development.

Costello, S. J. (1994). Effective Performance Management.

New York: Mc GrawHill Companies, Inc.

Dessler, Gary. (2003). Human Resource Management.

Tenth Edition. Jakarta: PT Indeks.

Wibowo. (2007). Manajemen Kinerja. Edisi ketiga. Jakarta:

PT Raja Grafindo Prasada.

Wibowo. (2010). Manajemen Kinerja. Jakarta: Rajawali Pers.

Profil Penulis Dr. Limgiani, M.Pd.

Penulis adalah Dosen Universitas Wisnuwardhana Malang, menyelesaikan studi S-1 di IKIP PGRI Malang pada tahun 1986, S-2 di Universitas Kanjuruhan Malang diselesaikan pada tahun 2004 dan menyelesaikan studi S-3 di Universitas Merdeka Malang pada bidang Ilmu Ekonomi pada tahun 2014.

Penulis memiliki kepakaran di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan mengajar di Program Studi S-1 Manajemen dan S- 1 Akuntansi serta S-2 Magister Manajemen. Guna mewujudkan karir sebagai dosen profesional, penulis pun aktif sebagai peneliti di bidang kepakarannya tersebut. Beberapa penelitian yang telah dilakukan didanai oleh internal perguruan tinggi dan juga Kemenristek DIKTI. Selain itu peneliti juga menulis beberapa artikel bagi jurnal nasional maupun jurnal internasional.

E-mail Penulis: [email protected]

39

4

TANTANGAN DAN

Dalam dokumen Konsep, Teori, dan Penerapannya (Halaman 39-51)