• Tidak ada hasil yang ditemukan

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

Dalam dokumen Konsep, Teori, dan Penerapannya (Halaman 137-151)

Mesi Herawati, M.E.

UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Pendahuluan

Kinerja sendiri didefinisikan sebagai tingkat pencapaian suatu misi organisasi. Artinya, kinerja merupakan sesuatu yang menjadi acuan tentang sejauhmana untuk menjamin organisasi berlangsung dengan baik.

Pencapaian kinerja yang ingin dicapai oleh sebuah organisasi tentu dipengaruhi oleh berbagai aspek, sehingga untuk mengetahui kinerja sebuah organisasi, maka perlu melihat aspek-aspek lain yang berpengaruh terhadap pencapaian kinerja organisasi tersebut.

Kinerja merupakan hasil dari kerja personel, unit atau kelompok organisasi dalam mencapai tujuan atau sasaran strategik yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk mencapai kinerja yang baik, sebuah organisasi harus memperhatikan kinerja individu serta tim dalam satu organisasi tersebut. Karena pada hakikatnya, kinerja organisasi merupakan akumulasi dari kinerja individu dan kelompok. Sehingga sangat penting bagi sebuah organisasi untuk memperhatikan kinerja individu dalam perusahaan agar menghasilkan kinerja organisasi yang sesuai dengan target yang sudah ditetapkan.

Kinerja Individu

Individu adalah elemen yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Individu merupakan penggerak dan

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

126

pelaku dalam menjalankan sistem pada sebuah organisasi. Kotze (dikutip oleh Sukarman, dkk.) menyatakan bahwa pentingnya mempelajari perilaku individu karena berkaitan dengan kinerja sumber daya manusia. Kinerja sumber daya manusia akan meningkat apabila perilakunya sesuai dengan tuntutan pekerjaan.

Kinerja individu yang berkualitas secara langsung akan berdampak pada organisasi, selain itu perilaku individu dalam organisasi haruslah serasi, seimbang dan sejalan dengan perilaku organisasi (Purba et al., 2020). Sehingga kinerja individu dalam sebuah organisasi perlu ditingkatkan kualitasnya secara terus menerus, supaya dapat memberikan dampak positif bagi organisasi dan dapat memberikan kontribusi besar bagi tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Menurut Onita dkk., kinerja individu adalah hasil kerja seseorang yang dipengaruhi oleh kompetensi individu, dukungan organisasi dan dukungan manajemen.

Menurut Mangkunegara, kinerja individu adalah hasil kerja karyawan baik dari segi kualitas maupun kuantitas sesuai dengan standar kerja yang sudah ditetapkan.

Kinerja individu ini akan tercapai jika didukung oleh beberapa hal sebagai berikut (Mangkunegara, 2017):

1. Atribut individu, yang menentukan kapasitas untuk mengerjakan sesuatu. Termasuk dalam atribut individu adalah kemampuan dan keahlian, latar belakang, serta faktor psikologis yang meliputi persepsi, attitude, personality, pembelajaran dan motivasi.

2. Upaya kerja, yang membentuk keinginan untuk mencapai sesuatu.

3. Dukungan organisasi yang memberikan kesempatan untuk berbuat sesuatu. Dukungan organisasi tersebut meliputi sumber daya, kepemimpinan, lingkungan kerja, struktur kerja dan job design.

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

127

Secara umum, kinerja individu dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari individu itu sendiri, seperti pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan perilaku.

Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor kinerja yang muncul dari lingkungan organisasi di mana individu itu berada dan beraktivitas, seperti budaya organisasi, hubungan dengan sesama di dalam organisasi.

1. Faktor Internal Kinerja Individu a. Pengetahuan (Knowledge)

Pengetahuan merupakan hal yang perlu terus di- update oleh setiap individu, kelompok maupun organisasi. Pengetahuan yang luas dan terbaharui tentu akan memengaruhi pola pikir dan pola kerja seseorang. Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang berasal dari berbagai sumber seperti kepercayaan, adat kebiasaan, pengalaman, pancaindra, akal pikiran, dan intuisi individu.

Dalam kamus filsafat, dijelaskan bahwa pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. Dalam peristiwa ini yang mengetahui memiliki yang diketahui di dalam dirinya sendiri sedemikian aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif (Bagus, 1996).

Pengetahuan atau knowledge adalah segala sesuatu yang diketahui oleh seseorang melalui pancaindra, pengalaman, kepercayaan, lingkungan, dan intuisi individu. Dalam hal ini, pengetahuan individu sangat penting untuk individu dalam mencapai kinerja sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh organisasi.

b. Perilaku Kerja (Attitude)

Keberhasilan sebuah organisasi ditentukan juga dengan sikap dan perilaku individu di dalam organisasi tersebut. Seringkali individu yang

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

128

mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang bagus, tidak dilibatkan dalam organisasi diakibatkan perilaku dan sikap yang kurang baik.

Perilaku diartikan sebagai segala sesuatu pengetahuan, sikap, dan tindakan yang tampak maupun yang tidak tampak yang dipengaruhi oleh lingkungan dan peranan dalam kehidupan sehari- hari. Sedangkan perilaku kerja merupakan suatu karakteristik dan tingkah laku yang terdapat dalam setiap individu, perilaku kerja meliputi kepribadian, harga diri, pemantauan diri (Purba et al., 2020).

c. Keterampilan kerja (Skills)

Pada hakikatnya, keterampilan merupakan anugerah yang dimiliki pada setiap orang. Setiap individu pasti mempunyai skill atau keterampilan di bidangnya masing-masing. Menurut Bambang Wahyudi, keterampilan merupakan kecakapan individu untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang hanya diperoleh dalam praktek (Wahyudi, 2002).

Menurut Davis Gordon, keterampilan adalah kemampuan individu untuk mengoperasikan pekerjaan secara mudah dan teratur (Gordon, 1999). Sedangkan menurut Soemarjadi, keterampilan adalah perilaku yang diperoleh individu melalui tahap belajar, pengalaman, pelatihan melalui proses perbedaan dan integrasi sehingga menghasilkan sebuah keterampilan (Soemarjadi, 1992).

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan merupakan kecakapan yang dimiliki individu dalam melakukan pekerjaan yang diperoleh melalui praktek dan pengalaman. Keterampilan yang dimiliki setiap individu pasti berbeda-beda sehingga organisasi memerlukan individu- individu yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan tujuan dari organisasi sehingga dapat

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

129

menghasilkan individu yang mempunyai kinerja yang baik.

d. Motivasi Kerja

Setiap perusahaan pasti menginginkan sumber daya manusia yang baik sebagai elemen penggerak organisasi. Sumber daya manusia atau individu yang berkualitas akan memengaruhi tercapainya tujuan organisasi, hal yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia salah satunya adalah motivasi kerja. Menurut Daft, kebanyakan orang memulai pekerjaan baru dengan antusias dan semangat, tetapi dapat kehilangan semangat tersebut apabila tidak terdapat sosok motivator yang baik dalam organisasi tersebut (Purba et al., 2020). Sehingga banyak individu yang kurang bersemangat dalam menjalankan misi organisasi, sehingga berdampak negatif bagi etos kerja dan loyalitas.

Motivasi kerja dianggap sangat penting, karena dengan motivasi kerja yang baik diharapkan bisa menghasilkan individu yang bersemangat dan mempunyai etos kerja tinggi. Motivasi sendiri berarti dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu atau usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya (KBBI, 2016).

Menurut Stephen P. Robbins dan Timothy A.

Judge, motivasi sebagai sebuah proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya (P.

Robbins & A. Judge, 2008). Filmore H. Stanford mengatakan motivasi sebagai sebuah kondisi yang menggerakkan manusia kea rah suatu tujuan tertentu.

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

130

Menurut Hasibuan Melayu, motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya dan upaya untuk mencapai kepuasan (Melayu, 2001). Secara umum, motivasi dapat didefinisikan sebagai sebuah dorongan atau arahan yang menggerakkan individu untuk bekerja lebih giat dengan segala upaya dan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan organisasi.

Untuk membuat individu termotivasi untuk bekerja lebih giat, tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri seorang karyawan. Faktor internal terdiri dari persepsi mengenai diri sendiri, harga diri, prestasi, harapan, kebutuhan, pembawaan individu, tingkat pendidikan, dan pengalaman masa lalu.

Kedua, Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri karyawan. Faktor ini terdiri dari lingkungan kerja, pemimpin dan gaya kepemimpinannya, tuntutan perkembangan organisasi, dan dorongan atasan.

Berdasarkan faktor yang memengaruhi motivasi individu dalam organisasi maka, pimpinan atau sebuah organisasi perlu membuat rancangan pekerjaan atau job design. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja. Pendekatan rancangan kerja umumnya dibagi menjadi empat, yaitu:

1) Penyederhanaan kerja, yakni membuat rancangan supaya tugas atau beban kerja menjadi lebih sederhana dan efisien.

2) Perputaran kerja, yakni memindahkan individu dari satu tugas ke tugas lain, sehingga menjadikan individu yang multifungsi.

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

131

3) Pemekaran pekerjaan, yaitu menggabungkan beberapa tugas menjadi tugas yang baru, hal ini merupakan jawaban terhadap ketidakpuasan karyawan terhadap pekerjaan yang terlalu sederhana.

4) Pengayaan pekerjaan, yaitu menambahkan tugas individu lebih tinggi dari tugas saat ini, hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pekerjaan individu.

2. Faktor Eksternal Kinerja Individu 1. Budaya Organisasi

Pada dasarnya, budaya merupakan sebuah kebiasaan, karakteristik, sifat yang melekat pada sebuah objek. Budaya organisasi menurut Gharet R. Jones adalah seperangkat (kumpulan) nilai- nilai bersama yang mengendalikan interaksi anggota-anggota organisasi, di antara mereka, dan dengan mitra pendukungnya, pelanggan, serta orang-orang lain di luar organisasi. Menurut (A. P. Mangkunegara, 2005), mengemukakan bahwa budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilainilai dan norma-norma yang dikembangkan dalam organiasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi adaptasi eksternal dan integrasi internal.

Dari beberapa pengertian di atas, budaya organisasi dapat diartikan sebagai seperangkat nilai, norma, adat, kebiasaaan dalam sebuah organisasi dan telah menjadi perilaku individu yang ada di dalam organisasi tersebut. Budaya organisasi tentu memengaruhi bagaimana seseorang bekerja, sehingga juga menetukan kinerja individu tersebut. Misalnya saja, kebiasaan terlambat merupakan hal yang sudah biasa di dalam sebuah organisasi, maka tingkat kedisiplinan waktu seseorang dalam organisasi menjadi turun, dan juga berakibat pada pola kedisiplinan individu tersebut di luar organisasi.

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

132

2. Hubungan dengan Individu Lain

Hubungan dengan individu lain dalam organisasi erat kaitannya dengan cara seseorang dalam bekerja, dan tentu akan berdampak terhadap kinerja individu tersebut. Memiliki rekan kerja yang baik dan satu visi tentu akan sangat membantu seseorang dalam bekerja. Dalam kehidupan organisasi, seorang pekerja pasti membutuhkan rekan kerja yang lain, karena tidak semua pekerjaan bisa diselesaikan oleh individu secara mandiri. Keterlibatan rekan kerja tidak bisa dihindari dalam sebuah organisasi. Artinya, kinerja individu dan kinerja organisasi secara keseluruhan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu dalam menyelesaikan tugas tetapi juga hubungan dan dukungan individu lain menjadi penting. Oleh karena itu, dukungan dari tim kerja juga menjadi hal yang memengaruhi kinerja organisasi.

Untuk menghasilkan kinerja individu yang baik, maka sebuah organisasi perlu memiliki manajemen kinerja yang baik. Bagi individu manfaat manajemen kinerja adalah untuk memperjelas peran dan tujuan, mendorong dan mendukung, membantu pengembangan kemampuan dan kinerja. Dalam manajemen kinerja, pengukuran atau penilaian kinerja individu tentu berbeda dengan pengukuran kinerja organisasi. Menurut Siswoyo pengukuran kinerja individu diukur dengan tiga deskriptor atau dimensi kinerja, yaitu (Haryono, 2018):

a) Hasil kerja, meliputi: kuantitas hasil kerja, kualitas hasil kerja, serta efisiensi dalam melaksanakan tugas.

b) Perilaku kerja, meliputi: diisiplin kerja, inisiatif dan ketelitian.

c) Sifat pribadi yang berhubungan dengan pekerjaan, meliputi: kepemimpinan, kejujuran dan kreativitas.

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

133 Kinerja Kelompok

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan interakasi antara satu dengan yang lain, karena adanya interaksi menjadikan manusia cenderung berkelompok termasuk dalam sebuah organisasi.

Kelompok dapat juga dikatakan sebagai tim, di mana kelompok atau tim diartikan sebagai dua orang atau lebih yang berkumpul dan berinteraksi serta saling tergantung untuk mencapai tujuan tertentu (Tahir, 2014). Menurut Guzzo dan Dickson, tim ialah kelompok kerja yang terdiri dari orang-orang yang melihat diri mereka dan dilihat oleh orang lain sebagai satu kesatuan sosial, yang saling membutuhkan karena tugas yang mereka kerjakan sebagai anggota kelompok yang bergabung dalam satu atau lebih organisasi, di mana tugas yang dikerjakan berpengaruh terhadap orang lain (Purba et al., 2020).

Kelompok atau bisa disebut juga sebagai tim merupakan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling ketergantungan antara satu sama lain di dalam sebuah organisasi yang bekerja untuk mencapai tujuan bersama.

Kinerja kelompok tentu sangat dipengaruhi oleh kinerja perorangan atau individu, seperti pada gambar berikut:

Gambar 1.

Hubungan Kinerja Individu Kelompok dan Organisasi

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

134

Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa perpaduan antara kinerja individu dengan kinerja kelompok akan memengaruhi kinerja organisasi tersebut. Kinerja kelompok sendiri menggambarkan seberapa jauh suatu kelompok telah menjalankan kegiatan-kegiatan pokoknya sehingga mencapai hasil yang telah ditetapkan oleh organisasi. Untuk mencapai hasil kinerja yang sesuai dengan tujuan organisasi, kinerja kelompok dipengaruhi oleh dua hal, yaitu faktor internal dan eksternal. Menurut Gito Sudarmo dalam (Tahir, 2014), faktor internal yang memengaruhi prestasi kerja kelompok adalah sebagai berikut:

1. Kemampuan

Kemampuan kelompok dalam melakukan pekerjaan yang telah ditetapkan organisasi tentu sangat diperlukan. Hal ini berkaitan dengan ketercapaian dari tujuan organisasi. Individu dan kelompok yang mempunyai kemampuan bekerja yang baik tentu akan menghasilkan kinerja yang sesuai dengan tujuan organisasi.

2. Karakteristik Kepribadian

Karakteristik kepribadian kelompok adalah kumpulan dari karakteristik kepribadian individu yang ada dalam kelompok tersebut. Semakin baik karakteristik dari individu yang ada dalam kelompok akan berdampak positif juga terhadap kinerja kelompok tersebut.

Sedangkan faktor eksternal yang memengaruhi kinerja kelompok adalah sebagai berikut:

1. Strategi organisasi. Setiap organisasi mempunyai strategi, setiap strategi yang ditetapkan oleh organisasi akan memengaruhi perilaku kelompok dalam organisasi tersebut.

2. Struktur wewenang. Setiap organisasi mempunyai struktur wewenang kepada siapa seseorang melapor, siapa yang membuat keputusan. Struktur ini menentukan di mana posisi kelompok tertentu dalam hierarki organisasi.

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

135

3. Peraturan. Semakin banyak peraturan formal yang ditetapkan oleh organisasi pada semua pekerjanya, maka perilaku kelompok akan semakin konsisten dan dapat diramalkan.

4. Sumber-sumber organisasi. Besar kecilnya sumber daya yang ada dalam organisasi yang diberikan kepada anggotanya, hal ini akan memengaruhi perilaku prestasi kelompok.

5. Proses seleksi. Proses seleksi menjadi faktor penting dalam menjaring orang-orang yang berkualitas, hal ini pula akan dapat memengaruhi perilaku dan prestasi kelompok.

6. Penilaian prestasi dan sistem imbalan. Adanya sistem imbalan yang mengaitkannya dengan prestasi dari kelompok kerja akan memengaruhi perilaku dan kinerja kelompok tersebut.

7. Budaya organisasi. Setiap organisasi memiliki kebiasaan-kebiasaan yang tidak tertulis yang menentukan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pekerja.

8. Lingkungan fisik. Ruangan yang tertata dengan baik, suhu udara dan lain-lain akan mempengarui perilaku kerja dan kinerja kelompok.

Menurut Griffin dalam (Purba et al., 2020), untuk memperoleh kinerja kelompok yang baik, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Rasa saling percaya antar sesama kelompok. Kinerja kelompok yang baik dalam organisasi dapat tercapai apabila antar individu dalam kelompok memiliki rasa saling percaya. Rasa percaya antar sesama individu akan memudahkan komunikasi dan koordinasi sehingga proses penyelesaian pekerjaan menjadi lebih mudah.

2. Pengadaan pengayaan pekerjaan agar tujuan kelompok tercapai. Anggota kelompok dapat merasakan dan memahami pekerjaan yang dilakukan

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

136

oleh rekan yang lain merupakan alasan pentingnya melakukan pengayaan pekerjaan.

3. Kebebasan untuk lebih otonom. Anggota kelompok mudah untuk mengambil keputusan karena mendapatkan kebebasan berkreasi ketika menghadapi masalah dalam pekerjaan.

4. Kepercayaan mengenai tanggung jawab dan peran anggota kelompok. Pemberian kepercayaan mengenai tanggung jawab dan peran kepada anggota kelompok perlu dilakukan agar mereka tidak menyalahkan anggota yang lain ketika dihadapkan pada masalah dalam pekerjaan.

5. Umpan balik antar anggota kelompok. Pemberian umpan balik perlu dilakukan kepada semua anggota kelompok agar mengetahui cara memperbaiki kesalahan dalam melakukan pekerjaan sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan secara bersama- sama.

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

137 Daftar Pustaka

Bagus, L. (1996). Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia.

Gordon, D. (1999). Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: PT Pustaka Binaman.

Haryono, S. (2018). Manajemen Kinerja SDM Teori dan Aplikasi. Jakarta: Luxima Metro Media.

Kemendikbud. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan.

kbbi.kemendikbud.go.id

Mangkunegara, A. . A. P. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Jakarta: Remaja Rosdakarya.

Mangkunegara, A. P. (2005). Perilaku dan Budaya Organisasi. Jakarta: Refika Aditama.

Melayu, H. (2001). Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Rajawali Press.

P. Robbins, S., & A. Judge, T. (2008). Perilaku Organisasi.

(12th ed.). Jakarta: Salemba Empat.

Purba, S., Revida, E., Dkk. (2020). Perilaku Organisasi.

Medan: Yayasan Kita Menulis.

Soemarjadi. (1992). Pendidikan Keterampilan. Depdikbud.

Tahir, A. (2014). Buku Ajar Perilaku Organisasi.

Yogyakarata: Deepublish.

Wahyudi, B. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia.

Bandung: Sulita.

KINERJA INDIVIDU DAN KELOMPOK

138 Profil Penulis Mesi Herawati, M.E.

Semangat penulis untuk mengembangkan ekonomi khususnya di bidang ekonomi Islam dimulai semenjak di bangku kuliah dengan keikutsertaan penulis dalam anggota Kelompok Studi Ekonomi Islam (K-SEI) yang merupakan organisasi dibawah naungan Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FOSSEI). Penulis menyelesaikan studinya pada tingkat Strata I di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu pada tahun 2016 pada Prodi Ekonomi Islam.

Kemudian meneruskan studi pada jenjang strata II di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada Fakultas Magister Ilmu Agama Islam, konsentrasi Ekonomi Islam dan berhasil lulus pada tahun 2019. Sampai saat ini, penulis masih aktif mengembangkan pemikirannya dalam bidang ekonomi dalam bentuk penelitian, pendidikan dan pengabdian. Selain dalam bentuk penelitian, penulis juga aktif menulis buku dengan harapan bisa memberikan kontribusi positif dan menginspirasi anak bangsa. Penulis juga aktif sebagai tenaga pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Fatmawati Soekarno (UINFAS) Bengkulu. Penulis berkomitmen untuk terus mengupgrade ilmu tentang ekonomi di mana pun berada, khususnya dalam bidang Ekonomi Islam.

E-mail Penulis: [email protected]

139

10

PERENCANAAN KINERJA DAN

Dalam dokumen Konsep, Teori, dan Penerapannya (Halaman 137-151)