• Tidak ada hasil yang ditemukan

GCG becomes the Bank’s corporate culture, which has

Dalam dokumen Building a Stronger Foundation for Growth (Halaman 150-200)

Corporate Governance Report

GCG menjadi budaya

GCG Implementation

The GCG Implementation Report for Commercial Banks has become mandatory since 2007 with the objective to communicate both financial and non-financial conditions to the public. The GCG Implementation Report as a means of providing comprehensive and better information for stakeholders’ interest.

GCG Culture – High Performance Culture

Bank CIMB Niaga is striving to create a culture that endorses integrity, service quality and prudential banking. The culture is internalized into internal processes and comprised of many systems and procedures as well as in internalized by employees. With these approaches, Bank CIMB Niaga’s culture will not only be written in the policies and procedures but also evolve through soft skills practiced by the Board of Commissioners, Directors, and all employees in their daily routines.

GCG implementation is long-term process that will lead to the creation of sustainable value. GCG actualization is implemented through internal processes that involve the Board of Commissioners, Directors, officers and all employees, creating a GCG culture. Interaction between these groups forms a positive work culture and gives Bank CIMB Niaga competitive advantage.

We are very confident that the Company’s culture will support us in achieving stated work objectives.

Corporate Culture

As a company just completing a merger, Bank CIMB Niaga understands the importance of prioritizing its new work culture based on the vision, mission, and values of the merged company. In 2009, the Company carried out an in-depth study on work culture and produced a series of activities which are being implemented continuously to develop a positive work culture.

In order to develop the desired work culture, Bank CIMB Niaga implemented socialization programs that involved the management. To monitor the results of the work culture development, the Bank utilized several tools to identify gaps between the desired work culture and actual work culture.

Pelaksanaan GCG

Kewajiban Laporan Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum telah berlangsung sejak 2007 dengan tujuan menyampaikan transparansi kondisi keuangan dan non keuangan kepada publik. Laporan Pelaksanaan GCG merupakan sarana untuk menyediakan informasi yang komprehensif dan lebih baik bagi stakeholders

GCG Sebagai Budaya – High Performance Culture Bank CIMB Niaga selalu berupaya menciptakan budaya Bank yang menjunjung tinggi integritas, kualitas layanan dan prudential banking. Budaya itu diterapkan melalui proses internalisasi ke dalam sistem dan prosedur serta pembentukan perilaku yang sesuai. Dengan pendekatan tersebut, budaya Bank CIMB Niaga selain tertulis dalam kebijakan dan prosedur juga menjadi suatu disiplin (soft skills) yang dipraktikkan oleh Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.

Penerapan GCG merupakan proses jangka panjang yang memberikan hasil berupa sustainable value. Aktualisasi GCG sebagai budaya dilakukan melalui proses intern yang melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, Pejabat Senior, karyawan pimpinan dan seluruh karyawan. Interaksi tersebut membentuk budaya kerja yang positif dan memberikan keunggulan bersaing Bank CIMB Niaga.

Budaya perusahaan kami yakini mampu mendukung pencapaian sasaran kerja yang ditetapkan.

Budaya Perusahaan

Sebagai perusahaan yang baru menyelesaikan proses merger, Bank CIMB Niaga menyadari perlunya prioritas dalam membangun budaya kerja baru yang sejalan dengan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan hasil merger. Pada tahun 2009, perusahaan telah melakukan studi mendalam mengenai budaya kerja dan menghasilkan serangkaian aktivitas yang dijalankan secara berkelanjutan untuk membangun budaya kerja yang positif.

Untuk membangun budaya kerja yang diinginkan, Bank CIMB Niaga menjalankan program sosialisasi yang melibatkan jajaran Manajemen. Untuk memonitor hasil dari pembangunan budaya kerja tersebut, Bank melakukan monitoring menggunakan tools yang tersedia untuk mengetahui adanya gap antara budaya kerja yang diinginkan dengan budaya kerja aktual yang terbentuk.

CORPORATE GOVERNANCE REPORT

In reference to Bank Indonesia regulations on GCG Implementation for Commercial Bank, herewith we convey the GCG Implementation Report which consists of the transparency of GCG implementation and general conclusions stemming from a self-assessment on GCG implementation at Bank CIMB Niaga as well as all important disclosures required by all stakeholders.

Corporate Governance Structure Annual General Meeting of Shareholders

During 2009, one Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) and one Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) were conducted.

The Annual General Meeting of Shareholders was conducted on 30th April 2009, taking place in the Financial Hall, Graha Niaga 2nd Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190, and was attended by shareholders and authorised representatives that represented 23,489,821,361 shares or 98.14% of the 23,934,863,660 issued shares. The meeting principally agreed on the following:

1. Approved and accepted the 2008 Annual Report of the Company and approved the 2008 Consolidated Annual Financial Statements of the Company and Subsidiaries, which was audited by Public Accountant Haryanto Sahari dan Rekan (a member of PricewaterhouseCoopers), and which included an audit of PT Bank Lippo Tbk Financial Statements for the period of 1 January 2008 to 31 October 2008* (after which time – from 1 November 2008 - PT Bank Lippo Tbk had effectively merged into the Company); with the consolidated financial statements referred to above presenting fairly in all material aspect the consolidated financial position, including results of operations and cash flows, of the Company and subsidiaries as at 31 December 2008, and in conformity with Generally Accepted Accounting Principles in Indonesia.

2. Determined net profit for year 2008 at Rp678,189,000,000 with the following allocations:

a) Appropriation to general and statutory reserve of Rp135,638,000,000 which resulted in general and statutory reserves totaling Rp351,538,000,000, equivalent to 23% of paid-up capital.

b) Final dividend was 45% of net profit or a maximum of Rp305,185,000,000 or Rp12.75 gross per share.

c) The remaining amount of Rp237,366,000,000 will be registered as retained earnings.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia tentang Pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum, dengan ini kami sampaikan Laporan Pelaksanaan GCG, yang terdiri dari transparansi pelaksanaan GCG dan kesimpulan umum hasil self-assessment pelaksanaan GCG di Bank CIMB Niaga serta disklosur penting yang diperlukan oleh para pemegang kepentingan.

Struktur Tatakelola Perusahaan

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

Selama tahun 2009 telah dilaksanakan satu kali Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan satu kali Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan telah diselenggarakan pada tanggal 30 April 2009 bertempat di Financial Hall, Graha Niaga Lantai 2, Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190, dihadiri oleh para pemegang saham dan atau kuasanya yang diwakili sebanyak 23.489.821.361 saham atau 98,14% dari 23.934.863.660 saham yang dikeluarkan Perusahaan. Telah menyetujui hal-hal yang pada pokoknya adalah sebagai berikut:

1. Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan Perusahaan tahun buku 2008 (termasuk laporan pengawasan Dewan Komisaris) dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan dan Anak Perusahaan tahun buku 2008 yang telah diaudit oleh kantor Akuntan Publik Haryanto Sahari dan Rekan (anggota dari PricewaterhouseCoopers di Indonesia), mencakup Laporan Keuangan PT Bank Lippo Tbk untuk periode 1 Januari 2008 sampai dengan 31 Oktober 2008* yang kemudian sejak 1 November 2008 PT Bank Lippo Tbk efektif menggabungkan diri ke dalam Perusahaan, dengan pendapat bahwa laporan keuangan konsolidasian menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan Anak Perusahaan tanggal 31 Desember 2008, dan hasil usaha, serta arus kas konsolidasian yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

2. Menetapkan laba bersih tahun buku 2008 sebesar Rp678.189.000.000 adalah untuk:

a) Pembentukan cadangan sebesar Rp135.638.000.000 sehingga jumlah cadangan umum dan wajib seluruhnya akan menjadi Rp351.538.000.000 atau 23% dari modal disetor.

b) Sebagai dividen final sebesar 45% atau setinggi- tingginya sebesar Rp305.185.000.000 atau Rp12,75 gross per saham.

c) Sisa laba bersih sebesar Rp237.366.000.000 akan dicatatkan sebagai laba yang ditahan.

3. Approved the re-appointment of the Public Accountant, Haryanto Sahari & Rekan (member of PricewaterhouseCoopers in Indonesia) who will audit the financial reports of CIMB Niaga for year 2009.

4. a. Approved the grant of salary / honorarium and other financial facilities to the Board of Commissioners amounted to Rp17,305,627,838 gross per year, and all of Directors amounted to Rp50,090,710,216 gross per year.

b. Approved tantiem payment to the Board of Commissioners and Directors amounted to Rp32,998,000,000 gross c. Approved the determination of salary / honorarium and

other facilities to the Board of Commissioners for 2009 year book amounted to Rp15,585,714,286 gross per year.

5. a. Approved and accepted resignation from:

1) Abdul Farid Alias as Commissioner, effective on 31 January 2009.

2) Gottfried Tampubolon as Director, effective on 28 February 2009.

3) Hendrik Gezienus Mulder as Vice President Director, effective on 1 March 2009, and

4) Thilagavathy Nadason as Director, effective on 17 March 2009.

b. Approved the nominations for the appointment of Joseph Dominic Silva as member of the Board of Commissioners and Suhaimin Djohan, Ferdy Sutrisno and Mohamed Fadzil Sulaiman as Directors, to be effective as of the date of Bank of Indonesia’s approval.

6. Approved amendments to the Articles of Association to comply with Bapepam-LK Regulation Number IX.J.1.

7. a. Approved proposal to amend the Regulation of the Pension Fund.

b. Approved Founder’s Statement to amend and to implement Regulation of Pension Fund as well as to assume a commitment to finance the employee pension fund.

8. Others:

a. The report of the fund allocation of the Limited Public Offering of Employee Stock Option Program (ESOP) and Series I Warrant, to comply with Bapepam-LK regulation X.K.4 Attachment to Bapepam-LK Chairman Decree Number Kep-27/PM/2003 dated 17 July 2003.

b. Report of Audit Committee Structure, to comply with Bapepam-LK regulation number IX.I.5 Attachment of Bapepam-LK Chairman Decree Number Kep-29/

PM/2004 dated 24 September 2004.

3. Menyetujui penunjukan kembali Kantor Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan (anggota dari PricewaterhouseCoopers di Indonesia) sebagai Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perusahaan untuk Tahun Buku 2009.

4. a. Menyetujui realisasi pemberian gaji/honorarium dan tunjangan lain untuk Dewan Komisaris sebesar Rp17.305.627.838 gross per tahun, dan seluruh anggota Direksi sebesar Rp50.090.710.216 gross per tahun

b. Menyetujui pembayaran tantiem yang dibagikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi sebesar Rp32.998.000.000 gross.

c. Menyetujui penetapan gaji/honorarium dan tunjangan lain bagi Dewan Komisaris untuk tahun buku 2009 sebesar Rp15.585.714.286 gross per tahun.

5. a. Menyetujui dan menerima pengunduran diri:

1) Abdul Farid Alias selaku Komisaris yang berlaku efektif sejak tanggal 31 Januari 2009.

2) Gottfried Tampubolon selaku Direktur berlaku efektif sejak tanggal 28 Februari 2009.

3) Hendrik Gezienus Mulder selaku Wakil Presiden Direktur, berlaku efektif sejak tanggal 1 Maret 2009, dan 4) Thilagavathy Nadason selaku Direktur berlaku efektif

sejak tanggal 17 Maret 2009.

b. Menyetujui pengajuan usulan penunjukan Joseph Dominic Silva sebagai anggota Dewan Komisaris, dan Suhaimin Djohan, Ferdy Sutrisno serta Mohamed Fadzil Sulaiman masing-masing sebagai Direktur, yang akan berlaku efektif terhitung sejak diperolehnya persetujuan dari Bank Indonesia.

6. Menyetujui perubahan beberapa ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Bapepam-LK Nomor IX.J.1.

7. a. Menyetujui usulan perubahan Peraturan Dana Pensiun.

b. Menyetujui Pernyataan Pendiri untuk mengubah dan memberlakukan Peraturan Dana Pensiun serta bertanggung jawab sepenuhnya untuk membiayai program pensiun bagi karyawan.

8. Lain-lain

a. Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Terbatas yaitu Employee Stock Option Program (”ESOP”) dan Waran Seri I, sesuai Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor (”Bapepam-LK”) X.K.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-27/PM/2003 Tanggal 17 Juli 2003.

b. Laporan Susunan Komite Audit Perusahaan, sesuai Peraturan Bapepam-LK Nomor IX.I.5 Lampiran Keputusan Bapepam-LK Nomor Kep-29/PM/2004 tanggal 24 September 2004.

* Laporan Keuangan konsolidasian PT Bank Lippo Tbk (sebelum penggabungan usaha) dan Anak Perusahaan pada tanggal dan untuk periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2008, yang total laba bersihnya 14.7% dari total laba bersih konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 telah diaudit oleh auditor independen KAP Aryanto, Amir Jusuf dan Mawar, yang laporannya tertanggal 2 Desember 2008 menyatakan pendapat wajar tanpa

* The consolidated financial statements of PT Bank Lippo Tbk (before merger) and Subsidiary as at and for the ten-month period ended 31 October 2008, of which the net profit represent 14.7% of total consolidated net profit for the year ended 31 December 2008 was audited by independent auditor KAP Aryanto, Amir Jusuf dan Mawar, whose reports dated 2 December 2008 expressed an unqualified opinion.

Extraordinary General Meeting of Shareholders

An Extraordinary General Meeting of Shareholders was conducted on 27th August 2009, taking place in the Financial Hall, Graha Niaga 27th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190, and was attended by shareholders and authorised representatives that represented 23,506,173,539 shares or 98.21% of the 23,934,863,660 issued shares. The meeting principally agreed on the following:

1. Approved the appointment of:

• Wan Razly Abdullah bin Wan Ali as Director.

• Rita Mas’Oen as Director.

2. Appointed Daniel James Rompas and Catherinawati Hadiman, who are both have served as Directors, to be the Vice President Directors.

3. Approved the granting of authority to the Directors of the Company with substitution rights to restate decision related to amendments to change members of the Directors into Notary Deed and to take necessary actions to comply with the prevailing regulations.

4. Approved the granting of authority to the Directors to determine work scope and responsibilities of each member of the Directors.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa telah diselenggarakan di Financial Club, Graha Niaga lantai 27, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190 pada tanggal 27 Agustus 2009, dihadiri oleh para pemegang saham dan atau kuasanya yang mewakili sebanyak 23.506.173.539 saham atau 98,21% dari 23.934.863.660 saham yang dikeluarkan Perusahaan, telah disetujui hal-hal yang pada pokoknya adalah sebagai berikut:

1. Menyetujui pengangkatan:

• Wan Razly Abdullah bin Wan Ali sebagai Direktur.

• Rita Mas’Oen sebagai Direktur.

2. Penunjukan Daniel James Rompas dan Catherinawati Hadiman dari jabatan semula sebagai Direktur menjadi Wakil Presiden Direktur.

3. Menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada Direksi Perusahaan dengan hak substitusi untuk menyatakan kembali keputusan berkenaan dengan perubahan susunan anggota Direksi ke dalam Akta Notaris, dan melakukan segala tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

4. Menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada Direksi Perusahaan untuk menetapkan kembali pembagian tugas dan wewenang masing-masing anggota Direksi Perusahaan.

THE BOARD OF COMMISSIONERS

The Board of Commissioners shall oversee and advise on the performance of duties and responsibilities of the Directors. In fulfilling that duty the Board of Commissioners is required to act independently.

Bank Indonesia regulation on Good Corporate Governance (GCG) states that the number of Board of Commissioners shall be no less than 3 persons and no more than the number of Directors. At least one member of the Board of Commissioners must be domiciled in Indonesia and at least 50% of the Board of Commissioners membership must be Independent Commissioners.

According to Bank Indonesia regulation on foreign workers, 50% of the members of the Board of Commissioners may consist of foreign citizens.

The Bank has met the requirement as there are 3 members of the Board of Commissioners domiciled in Indonesia and 3 members are Independent Commissioners. Also, 50% of the Board of Commissioners are Indonesian citizens.

The members of the Board of Commissioners in 2009 are as follows:

1. President Commissioner: Dato’ Mohd. Shukri Hussin 2. Vice President Commissioners (Independent

Commissioner): Roy Edu Tirtadji

3. Commissioner (Independent Commissioner): Sri Hartina Urip Simeon

4. Commissioner (Independent Commissioner): Zulkifli M.

Ali

5. Commissioner: Ananda Barata 6. Commissioner: Joseph Dominic Silva*

* Became member of the Board of Commissioners in August 2009.

The Board of Commissioners Charter 2009 has been ratified and provides guidelines and regulations that stipulate the scope of work for each member.

According to the regulation of Bank Indonesia regarding Good Corporate Governance:

An Independent Commissioner is a member of the Board of Commissioners with no relation in terms of financial, management, share ownership, and/or family relations to the other member of the Board of Commissioners, Directors, and/

or controlling shareholders, or any relation to the Bank, which could affect the ability to act independently.

DEWAN KOMISARIS

Dewan Komisaris wajib melaksanakan pengawasan dan memberikan saran terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi. Dalam memenuhi tugas dan tanggung jawab itu, Dewan Komisaris wajib bertindak secara independen.

Ketentuan Bank Indonesia mengenai Good Corporate Governance (GCG) menyatakan bahwa jumlah anggota Dewan Komisaris paling kurang 3 orang dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Direksi. Paling kurang satu orang anggota Dewan Komisaris harus berdomisili di Indonesia dan paling kurang 50% dari jumlah anggota Dewan Komisaris merupakan Komisaris Independen.

Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia tentang Tenaga Kerja Asing, maksimal 50% dari anggota Dewan Komisaris dapat merupakan warga negara asing.

Bank telah memenuhi ketentuan tersebut dengan pertimbangan 3 orang anggota Dewan Komisaris berdomisili di Indonesia dan 3 orang merupakan Komisaris Independen.

Selain itu 50% dari anggota Dewan Komisaris adalah warga negara Indonesia.

Anggota Dewan Komisaris di tahun 2009 adalah sebagai berikut:

1. Presiden Komisaris: Dato’ Mohd. Shukri Hussin

2. Wakil Presiden Komisaris merangkap sebagai Komisaris Independen: Roy Edu Tirtadji

3. Komisaris merangkap sebagai Komisaris Independen:

Sri Hartina Urip Simeon

4. Komisaris merangkap sebagai Komisaris Independen:

Zulkifli M. Ali

5. Komisaris: Ananda Barata 6. Komisaris: Joseph Dominic Silva*

* Menjadi anggota Dewan Komisaris per Agustus 2009.

Piagam Dewan Komisaris telah diratifikasi pada tahun 2009 sehingga Dewan Komisaris memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang mengikat bagi setiap anggotanya.

Menurut peraturan Bank Indonesia tentang Good Corporate Governance:

Komisaris Independen adalah anggota Dewan Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan dengan Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

Independent party is external party of the Bank with no relation in terms of financial, management, share ownership, and/or family relation with the Board of Commissioners, Directors and/or controlling shareholders or any relation to the Bank, which could affect the ability to act independently.

Duties and Responsibilities

1. The Board of Commissioners shall ensure that the good corporate governance principles are applied in any of the Bank’s business activities at all levels of the organization, at least in the following:

a. the performance of duties and responsibilities of the Board of Commissioners and the Directors;

b. tasks of committees and working units undertaking the function of internal control;

c. the application of the function of compliance of both internal and external audit;

d. the application of risk management including the system for internal control;

e. credit granted to related parties and large exposures;

f. the strategic planning of the Bank;

g. transparency in reporting the financial and non financial condition of the Bank.

2. The Board of Commissioners shall direct, monitor and evaluate the implementation of the Bank’s strategic policies.

3. The Board of Commissioners is not allowed to take part in the making of decisions on the Bank’s operations, except in:

a. credit granted to related parties as regulated in Bank Indonesia Regulation regarding Commercial Bank Legal Lending Limit; and

b. other matters provided for in the Bank’s Articles of Association or applicable rules and regulations.

4. Decision making by the Board of Commissioners is part of the supervisory functions of the Board, and does not waive the bank management role of the Directors.

5. The Board of Commissioners shall ensure that the Directors follow up on the audit results and recommendations from the Bank’s internal audit unit and external auditors, results of supervision by Bank Indonesia and/or other regulatory bodies.

6. The Board of Commissioners shall submit a report to Bank Indonesia within seven (7) working days of the finding of:

a. any violation of financial and banking laws and regulations; and

b. any conditions or estimated conditions potentially harming the Bank’s businesses.

Pihak Independen adalah pihak di luar Bank yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/

atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan dengan Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

Tugas dan Tanggung Jawab

1. Dewan Komisaris wajib memastikan terselenggaranya pelaksanaan Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi yang setidaknya diwujudkan dalam:

a. pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi;

b. kelengkapan dan pelaksanaan tugas Komite- komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian intern Bank;

c. penerapan fungsi kepatuhan, auditor intern dan auditor ekstern;

d. penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian intern;

e. penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar;

f. rencana strategis Bank;

g. transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Bank.

2. Dewan Komisaris wajib mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank.

3. Dewan Komisaris dilarang terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional Bank, kecuali:

a. penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum; dan b. hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar

Bank atau peraturan perundangan yang berlaku.

4. Pengambilan keputusan oleh Dewan Komisaris merupakan bagian dari tugas pengawasan oleh Dewan Komisaris sehingga tidak meniadakan tanggung jawab Direksi atas pelaksanaan kepengurusan Bank.

5. Dewan Komisaris wajib memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern Bank, auditor ekstern, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain.

6. Dewan Komisaris wajib memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukannya:

a. pelanggaran peraturan perundang undangan di bidang keuangan dan perbankan; dan

b. keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank.

Dalam dokumen Building a Stronger Foundation for Growth (Halaman 150-200)