Kondisi perkembangan industri perbankan Syariah tetap menarik di tahun 2009. Sektor perbankan Syariah terus mengalami pertumbuhan yang positif, baik dalam hal dana pihak ketiga, seperti tabungan, giro dan deposito berjangka maupun dalam pembiayaan kredit maupun perluasan jaringan pelayanannya. Jumlah bank nasional yang menyediakan layanan Syariah juga terus bertambah.
Secara keseluruhan, hal ini adalah perkembangan yang positif, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang perbankan Syariah sebagai alternatif perbankan konvensional.
Lemabaga pengaturan seperti Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan di Indonesia terus mengembangkan peraturan dan kebijakan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan sektor perbankan Syariah. Hal ini dibuktikan melalui perkenalan ketentuan- ketentuan baru di tahun 2009. Diantaranya adalah peraturan mengenai pengeluaran sukuk nasional, dan UU No. 42 Tahun 2009 mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Barang Mewah (PBW). Peraturan ini telah menyelesaikan masalah pajak berganda dalam transaksi perbankan Syariah. Hal ini berdampak memperkuat fondasi bagi Bank Syariah agar lebih kompetitif dalam pelayanannya.
Bersamaan dengan perkembangan peraturan, sektor perbankan Syariah di Indonesia terus menerima dukungan kuat dari berbagai organisasi dan komunitas profesional. Dewan Pengawas Syariah telah memainkan peranan penting dalam menyediakan pengawasan dan nasihat dalam mengimplementasikan peraturan Syariah pada proses bisnis dan pengembangan produk Syariah. Selain itu, Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah secara aktif memberikan dukungan dan nasihat bagi perkembangan perbankan syariah. Bank CIMB Niaga Syariah menyambut baik dan menghargai peran organisasi-organisasi tersebut, untuk memastikan bahwa beragam produk dan layanan bank telah sesuai dengan praktik-praktik terbaik yang dilakukan di industri perbankan Syariah ini.
Conditions for the development of the Sharia banking industry remained favorable in 2009. The Sharia banking sector continued to experience positive growth in terms of third party funds, such as saving, current account and time deposits as well as in the expansion of financing and service networks. The number of national banks providing Sharia services has therefore continued to grow. Overall, this is a positive development, which we expect will increase awareness among Indonesian consumers of Islamic financial services as an alternative to conventional banking.
Indonesia’s regulatory bodies such as Bank Indonesia and the Ministry of Finance continued to develop conducive legal and policy infrastructures to grow the Sharia banking sector. This is witnessed by the introduction of new regulations in 2009. These included legislation on the issuance of national Sukuk, as well as UU No.
42 Tahun 2009 regarding Value Added Tax (VAT) and Luxury Tax.
The latter regulation has effectively addressed problems regarding double taxation on Sharia banking transactions. This has resulted in a more competitive foundation for the delivery of Sharia Banking services.
Concurrent to the regulatory developments, Indonesia’s Sharia banking sector has continued to receive strong support from various professional and community organizations. In terms of professional bodies, the Sharia Supervisory Board has played an important role in providing advice and supervision on the correct implementation of Sharia rules in business processes and product development.
Additionally, community organizations such as Dewan Syariah Nasional (DSN) and the Indonesian Council of Ulama / Majelis Ulama Indonesia (MUI) have been active in providing other support and advice. Bank CIMB Niaga Syariah welcomes and appreciates the continuing role of these organizations, which represent important resources for ensuring that all of the Bank’s products and services remain in compliance with best practices for the industry.
Meskipun perkembangannya sangat positif, secara keseluruhan pangsa pasar dan jumlah aktiva yang dikendalikan oleh Perbankan Syariah masih relatif kecil dalam kisaran antara 2% hingga 3%.
Hal tersebut mencerminkan masih besarnya potensi perbankan Syariah dan memberi ruang bagi peningkatan jumlah pemain baru yang masuk ke pasar bagi perbankan Syariah di Indonesia.
Bank CIMB Niaga Syariah berhasil menunjukan kinerja membanggakan di tahun 2009. Aset meningkat dari Rp1,32 triliun di akhir tahun 2008 mencapai Rp1,98 triliun di akhir tahun 2009 atau meningkat 50,37%. Dana pihak ketiga meningkat 168,18%
dari Rp0,66 triliun menjadi Rp1,77 triliun di akhir tahun 2009. Baik pertumbuhan aset maupun dana pihak ketiga berhasil melebihi target Bank untuk tahun 2009. Tantangan yang lebih besar dalam hal operasional tetap berada di bidang pinjaman Syariah. Jumlah pinjaman meningkat dari Rp1,05 triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp1,13 triliun pada akhir tahun 2009, tetapi peningkatan ini belum sebanding dengan pertumbuhan dana pihak ketiga.
Namun demikian, laba tahun berjalan meningkat signifikan sebesar 56,94% dari Rp38,73 miliar di tahun 2008 menjadi Rp60,78 miliar di tahun 2009.
Dilihat dari kontribusinya terhadap Bank CIMB Niaga, keseluruhan aktivitas CIMB Niaga Syariah masih kecil, atau berada di 1,86%
dari total aset dan 2,05% dari total dana pihak ketiga. Keduanya tumbuh secara substansial selama tahun 2009 sementara kontribusi pinjaman relatif tetap stabil pada 1,36%.
Penggabungan CIMB Niaga Syariah dengan eks-LippoBank LB Salam merupakan pendorong utama bagi pertumbuhan yang terjadi dalam setahun terakhir. Dalam penggabungan ini, Bank telah melewati periode yang intensif dalam penyelarasan produk.
Ini adalah proses yang sangat menguntungkan dimana Bank dapat mensintesis dan menyatukan unsur-unsur terbaik dari kedua lini produk.
Sama seperti tujuan merger Bank CIMB Niaga dengan eks- LippoBank adalah “Penggabungan untuk Pertumbuhan” bagi seluruh Bank, merger tersebut juga telah mengilhami pertumbuhan bagi CIMB Niaga Syariah. Sebagai hasil dari merger, jumlah keseluruhan jalur distribusi fisik CIMB Niaga Syariah meluas secara signifikan. Jumlah KCS, atau cabang mandiri CIMB Niaga Syariah telah bertambah dari 7 menjadi 10. Terlebih lagi, jumlah cabang konvensional yang menawarkan layanan “dual banking”
konvensional/Syariah telah bertambah dari 202 menjadi 505.
In spite of positive developments, the overall market share and total assets controlled by Sharia Banking remains relatively small in the range of 2% to 3%. These continue to be many opportunities in the Sharia banking market, and give a room for the increasing number of new players entering the market for Islamic Banking in Indonesia.
CIMB Niaga Syariah demonstrated encouraging performance in 2009. Assets increased from Rp1.32 trillion at year-end 2008 to Rp1.98 trillion as of year-end 2009 for overall growth of 50.37%.
Third party funds increased by 168.18% from Rp0.66 trillion to Rp1.77 trillion by year-end 2009. Growth in assets and in third party funds exceeded the Bank’s targets for 2009. The greater challenge in terms of operations continues to be in the area of Sharia financing. While finance increased from Rp1.05 trillion at year-end 2008 to Rp1.13 trillion at year-end 2009, the increment has not yet kept pace with the growth in third party funds. Nevertheless, profit current year increased significantly in 2009 by 56.94% from Rp38.73 billion in 2008 to Rp60.78 billion in 2009.
In terms of its contribution to Bank CIMB Niaga, the overall activity of CIMB Niaga Syariah remains small at 1.86% of assets or 2.05%
of third party funds. Both of these figures grew substantially over the course of 2009 while financing has continued to remain relatively stable at 1.36%.
The Merger of CIMB Niaga Syariah with ex-LippoBank’s LB Salam was responsible for a significant portion of the growth, which has occurred over the past year. In merging operations, the Bank passed through an intensive period of product realignment. This was a highly beneficial process from which the Bank was able to synthesize and unify the best elements of both product lines.
Just as the Merger of Bank CIMB Niaga with ex-LippoBank was a ‘Merger for Growth’ for bankwide operations, so too has it been for CIMB Niaga Syariah. As a result of the merger the overall number of physical distribution channels of CIMB Niaga Syariah has significantly expanded. The number of KCS, or standalone CIMB Niaga Syariah branches has expanded from 7 to 10.
More impressively, the number of conventional branches offering the conventional/Sharia services has grown from 202 to 505.
Conversion of available branches to the dual window services was
Konversi cabang-cabang agar dapat melayani “dual individu”
telah diselesaikan pada tahun 2009. Peraturan BI mengharuskan Bank memiliki minimal satu kantor cabang Syariah (KCS) di dalam wilayah operasional Bank Indonesia (KBI) di mana bank tersebut mengadakan layanan “dual-banking”. Oleh karena itu selama CIMB Niaga Syariah terus melakukan penambahan jumlah KCS mandiri ke propinsi propinsi baru, konversi cabang diharapkan akan terus berlanjut.
Keuntungan dari perluasan jaringan distribusi adalah pertumbuhan basis pelanggan dan akses yang lebih luas ke pelanggan baru. Bersamaan dengan pertumbuhan jalur distribusi, proses merger ini memperkuat infrastruktur TI CIMB Niaga Syariah yang memungkinkan cabang untuk mengakses data lebih luas tentang perilaku klien terutama berkaitan dengan penawaran layanan perbankan Islam yang tepat.
Keuntungan strategis lain yang dihasilkan oleh merger ini terletak pada asosiasi CIMB Niaga Syariah dengan CIMB Group. Sebagai penyedia layanan perbankan Islam di seluruh wilayah, CIMB Group mempunyai banyak pengalaman dan pengetahuan, yang dapat dipergunakan oleh CIMB Niaga Syariah, khususnya dalam pengembangan produk-produk keuangan yang memenuhi kebutuhan pelanggan Indonesia. Untuk mengoptimalkan kinerja dan mendorong pertumbuhan, Bank perlu memiliki sarana yang lebih canggih dalam pemanfaatan dana pihak ketiganya untuk menghasilkan pertumbuhan pendapatan. Di masa mendatang, CIMB Niaga Syariah bertujuan untuk menyediakan produk-produk keuangan Islami yang memungkinkan pelanggan untuk membeli rumah, mobil dan sepeda motor. Bank juga akan menyediakan pinjaman pribadi dengan fasilitas pembayaran yang mirip dengan kartu kredit, namun didasari basis Syariah, yaitu basis tanpa bunga untuk pendapatan “fee-based”. Perkembangan produk keuangan Syariah yang makin canggih adalah tantangan utama bagi CIMB Niaga Syariah. Untuk itu, setiap kesempatan untuk transfer pengetahuan dari CIMB Group akan dimanfaatkan.
Tantangan internal lain yang dihadapi CIMB Niaga Syariah ialah memastikan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki, terutama yang berada di garis depan pelayanan memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang produk dan jasa perbankan Syariah. Hal ini adalah elemen penting yang dibutuhkan oleh Bank untuk menjual produk dan jasanya secara efektif. Untuk mengatasi tantangan ini, Bank CIMB Niaga bekerja sama dengan divisi CIMB Niaga SDM
completed in 2009. Under Bank Indonesia regulations Banks must have at least one standalone branch within the Bank Indonesia regional office in which they operate dual window service. As CIMB Niaga Syariah continues to expand the number of standalone KCS branches in additional provinces, conversion of additional branches is expected to continue.
The benefit of such considerable expansion of network distribution channels has been the growth in customer base and the greater access to new customers. Concurrent to the growth in distribution channels, the merger process has provided CIMB Niaga Syariah with substantial developments in terms of IT infrastructure, which enables branch outlets to better access data on client behavior particularly as it may relate to the provision of Islamic banking services.
Another strategic advantage presented by the merger rests in CIMB Niaga Syariah’s association with the CIMB Group. As a leading provider on Islamic banking services throughout the region, CIMB Group provides a wealth of experience and knowledge, which CIMB Niaga Syariah intends to leverage on, particularly on the development of financial products that meets the needs of Indonesian customers. In order for the Bank to optimize its performance and encourage growth, it needs to have a more sophisticated means of using its third party funds in order to generate income growth. In the years ahead, CIMB Niaga Syariah aims to provide Islamic financing products to enable customers to purchase homes, cars and motorcycles. It will also provide personal loans as well as payment facilities similar to credit cards, but which are based on Sharia principles of zero-interest for fee- based income. The development of a more sophisticated Sharia financing products represents a key challenge for CIMB Niaga Syariah. Every possible opportunities to leverage the knowledge of the CIMB Group will be explored and utilized.
Another internal challenge that CIMB Niaga Syariah is addressing, is ensuring that the Bank’s human resources, particularly those who are on the front-lines of service possess comprehensive knowledge of Sharia banking products and services. This is a critical element, which the Bank requires in order to effectively sell its products and services. To address this challenge, Bank CIMB Niaga is cooperating with CIMB Niaga’s HR and Learning and Knowledge Management
Group (LKMG) divisions to implement broad based training programs that specifically meet the needs of the Sharia Banking segment. One of the key developments in training to be achieved by LKMG over the course of 2009 has been the introduction of an Electronic Learning Management System for Islamic Banking.
This program is now available for all employees nation-wide through the CIMB Niaga.Net intranet portal. The system provides an online
‘Community of Practitioners’ with whom learners may interact to develop their overall understanding of Islamic finance. Going forward in 2010, Bank CIMB Niaga will continue to cooperate with HR and LKMG to conduct in-class as well as on-the-job training of staff at branches throughout the network.
Externally, there is still a strong need to create greater awareness of Sharia banking among the Indonesian public. Bank CIMB Niaga Syariah should socialize better understanding of Islamic finance in the context of raising its brand profile in the larger community.
During 2009, Bank CIMB Niaga established several programs to achieve this objective. These include invitations for Bank CIMB Niaga conventional customers to attend various engagements including lectures by motivational speakers as well as family outings which encouraged participation from school aged children as well as their parents. CIMB Niaga Syariah has also aligned itself with travel services promoting the Hajj and Umroh pilgrimages. In 2009 customer gatherings were held in 3 cities to coincide with the opening of 3 new branches and the launch of the Tabungan Festival X-Tra Sharia, a savings product that specifically target families who are saving to go on the Hajj and Umroh pilgrimages.
A Stronger Foundation for Growth
Having now completed the merger of operations as well as the re-branding and conversion of the distribution network, Bank CIMB Niaga is well positioned to pursue a more intensive focus on strategic considerations, which are expected to affect greater growth and income. Going forward into 2010, the primary focus will be on the development of human resources to provide a more comprehensive understanding of the Bank’s existing Islamic products and services.
This process will proceed in close cooperation with HR and LKMG.
A particular emphasis will be given to enhancing the ability of all dan Learning and Knowledge Management Group (LKMG) untuk
melaksanakan program-program pelatihan berbasis luas yang sesuai dengan kebutuhan segmen Perbankan Syariah. Salah satu perkembangan utama dalam pelatihan yang harus dicapai oleh LKMG selama tahun 2009 ialah pengenalan Electronic Learning Management System for Islamic Banking. Program ini sekarang tersedia untuk semua karyawan di seluruh Indonesia melalui portal intranet Niaga.Net CIMB. Sistem ini menyediakan
‘Komunitas Praktisi’ online dimana mereka dapat berinteraksi untuk mengembangkan pemahaman mereka secara keseluruhan atas perbankan Syariah. Di tahun 2010, Bank CIMB Niaga akan terus bekerjasama dengan HR dan LKMG untuk melakukan pelatihan maupun on-the-job training di seluruh cabang dan jaringannya.
Secara garis besar, kesadaran mengenai perbankan Syariah masih perlu ditingkatkan di kalangan masyarakat Indonesia. Bank CIMB Niaga Syariah mensosialisasikan pemahaman yang lebih baik mengenai perbankan Syariah dalam rangka meningkatkan brand profile-nya di masyarakat luas. Selama tahun 2009, Bank CIMB Niaga telah melakukan beberapa program untuk mencapai tujuan tersebut. Termasuk undangan bagi pelanggan konvensional Bank CIMB Niaga untuk menghadiri berbagai acara seperti ceramah motivasi serta outing days untuk keluarga yang melibatkan partisipasi dari anak usia sekolah serta para orang tuanya. CIMB Niaga Syariah juga telah bekerja sama dengan agen travel Haji dan Umroh. Di tahun 2009, “customer gathering” diadakan di 3 kota bertepatan dengan pembukaan 3 cabang baru dan peluncuran Festival Tabungan X-Tra Syariah, sebuah produk tabungan yang ditargetkan khusus bagi keluarga yang menabung untuk pergi Haji dan Umroh.
Landasan yang Lebih Kokoh untuk Pertumbuhan
Setelah proses merger dan proses re-branding serta konversi cabang selesai dilaksanakan, Bank CIMB Niaga kini berada di posisi yang lebih baik untuk berfokus lebih intensif pada pertimbangan strategis yang nantinya akan berpengaruh pada pertumbuhan dan pendapatan. Untuk tahun 2010, fokus akan diutamakan pada pengembangan sumber daya manusia untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai produk dan jasa keuangan Syariah yang tersedia di Bank. Proses ini akan dilakukan melalui kerjasama yang erat dengan SDM dan
LKMG. Penekanan khusus akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan seluruh staf untuk cross-sell produk dan jasa secara efektif. Bersamaan dengan hal tersebut, CIMB Niaga Syariah akan terus untuk meningkatkan hubungannya dengan CIMB Group untuk mengembangkan produk dan jasa baru berdasarkan kebutuhan dan tujuan pelanggan Indonesia. Proses perencanaan pengeluaran produk baru akan disertai strategi yang tepat agar pengetahuan mengenai produk dapat disosialisasikan di tingkat cabang untuk memastikan program pemasaran Bank terimplementasi secara optimal. Dengan berbagai strategi tersebut, CIMB Niaga Syariah akan terus berupaya mencapai target yaitu menjadi pemain terbesar kelima di Bank Syariah Indonesia.
staff to cross-sell products and services in an effective manner.
Concurrently, CIMB Niaga Syariah will continue to leverage its relationship with CIMB Group to develop new products and services based on Indonesian customer needs and goals. The process of planning for new product roll-outs will be accompanied by appropriate strategies to socialize product knowledge at the branch level to ensure the Bank’s marketing programs are optimally implemented. With these strategies in place, CIMB Niaga Syariah continues towards its target of becoming Indonesia’s fifth largest player in Sharia Banking.