A. Hak dan Kewajiban Desa
Dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, selain adanya hak dan kewajiban dari Kepala Desa, Perangkat Desa, dan juga hak dan kewajiban dari Badan Permusyawaratan Desa (Desa), juga ada hak dan kewajiban dari unsur desa serta hak dan ke
wajiban dari masyarakat desa setempat. Hak dan kewajiban dari desa dan masyarakat desa juga telah diatur dengan jelas dan tegas pada UndangUndang tentang Desa.
Pengaturan tentang hak dan kewajiban desa dan masyaraat desa diatur dengan jelqas pada Pasal 67 UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tenatng Desa, yang menyatakan sebagai berikut;
(1) Desa berhak:
a) mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat ber
da sarkan hak asal usul, adat istiadat, dan nilaisosial budaya masyarakat Desa;
b) menetapkan dan mengelola kelembagaan Desa; dan c) mendapatkan sumber pendapatan.
(2) Desa berkewajiban:
BAB X
HAK DAN KEWAJIBAN DESA
a) melindungi dan menjaga persatuan, kesatuan, serta ke ru kunan masyarakat Desa dalam rangka kerukunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b) meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Desa;
c) mengembangkan kehidupan demokrasi;
d) mengembangkan pemberdayaan masyarakat Desa; dan e) memberikan dan meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat Desa.
Berdasarkan ketentuan pada pasal tersebut di atas, maka ter
kait dengan hak dan kewajiban dari suatu desa dapat dinyatakan halhal sebagai berikut;
“Desa memiliki hak sebagai berikut;
– Desa memiliki hak untuk mengatur dan mengurus ke pentingan masyarakat berdasarkan hak asalusul, adat istiadat desa, dan nilai sosial budaya masyarakat desa. Meng atur memiliki arti dan makna dapat membuat aturanaturan terkait dengan desa dan pemerintahan desa melalui peraturan desa. Sedangkan mengurus berarti desa memilki kewenangan untuk dapat mengelola kepentingan masyarakat desa setempat, melalui manajemen dan administrasi pemerintahan desa.
– Desa memiliki hak untuk menetapkan dan mengelola suatu kelembagaan desa. Dalam hal ini desa memiliki kewenangan untuk menetapkan kelembagaan desa dan mengelola ke
lembaga an desa seperti Rukun tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Lembaga Karang Taruna dan Lembaga lainnya yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
– Desa juga memiliki hak untuk mendapatkan sumber pen
dapatan desa.
Selain memiliki hak, desa juga memiliki adanya kewajiban dalam proses penyelenggaraan pemerintahan desa, seperti yang telah dinyatakan pada pasal di atas, kewajiban desa tersebut ter
diri dari;
– Desa berkewajiban untuk melindungi dan menjaga per
satuan, kesatuan, serta kerukunan masyarakat desa dalam rangka menjaga kerukunan nasional dan keutuhan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
– Desa berkewajiban untuk dapat meningkatkan kualitas ke
hidupan dari masyarakat desa.
– Desa berkewajiban untuk dapat mengembangkan kehidupan demokrasi di tingkat desa.
– Desa berkewajiban untuk dapat mengembangkan pember
dayaan masyarakat desa.
– Desa juga berkewajiban untuk dapat memberikan dan me
ningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa.
B. Hak dan Kewajiban Masyarakat Desa
Selain hak dan kewajiban dari desa, maka masyarakat desa juga memiliki hak dan kewajiban tersendiri yang telah diatur dalam peraturan perundangundangan, berdasarkan Pasal 68 Undang
Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dinyatakan bahwa;
“(1) Masyarakat Desa berhak:
a) meminta dan mendapatkan informasi dari Pemerintah Desa serta mengawasi kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan ke ma
sya rakat an Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa;
b) memperoleh pelayanan yang sama dan adil;
c) menyampaikan aspirasi, saran, dan pendapat lisan atau tertulis secara bertanggung jawab tentang kegiatan pe nyeleng
garaan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa;
d) memilih, dipilih, dan/atau ditetapkan menjadi:
1. Kepala Desa;
2. perangkat Desa;
3. anggota Badan Permusyawaratan Desa; atau 4. anggota lembaga kemasyarakatan Desa.
e) mendapatkan pengayoman dan perlindungan dari gangguan ketenteraman dan ketertiban di Desa.
(2) Masyarakat Desa berkewajiban:
a) membangun diri dan memelihara lingkungan Desa;
b) mendorong terciptanya kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pem
berdayaan masyarakat Desa yang baik;
c) mendorong terciptanya situasi yang aman, nyaman, dan tenteram di Desa;
d) memelihara dan mengembangkan nilai per mu
syawa rat an, permufakatan, kekeluargaan, dan ke
go tong royongan di Desa; dan
e) berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di Desa.
Berdasarkan ketentuan pada pasal seperti tersebut di atas, maka terkait dengan hak dan kewajiban dari masyarakat desa, dapat dinyatakan halhal sebagai berikut;
– Masyarakat Desa memiliki Hak, yakni;
a) Masyarakat desa memiliki hak untuk meminta dan men
dapatkan informasi yang benar dan akurat dari peme
rintah desa, serta mengawasi segala bentuk aktivitas dan kegiatan proses penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan kegiatan pembangunan desa, pelak
sa na an pembinaan kemasyarakatan desa, serta pelak
sanaan berbgai bentuk program pemberdayaan masya
rakat desa.
b) Masyarakat desa memiliki hak untuk dapat memperoleh pelayanan yang sama dari unsur pemerintah desa tanpa adanya unsur diskriminatif, dan juga berhak untuk men
dapatkan suatu pelayanan yang bersifat lebih adil dari suatu unsur pemerintah desa.
c) Masyarakat desa memiliki hak untuk senantiasa dapat menyampaikan berbagai bentuk aspirasi, saran, dan pen dapat lisan atau tertulis secara bertanggungjawab tentang berbagai bentuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pelak sanaan pembinaan kemasyarakatan desa, dan juga proses pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat desa.
d) Masyarakat desa memiliki hak untuk dapat memilih, di
pilih, dan/atau ditetapkan menjadi;
1. Kepala Desa 2. Perangkat Desa
3. Anggota Badan Permusyawaratan Desa 4. Anggota Lembaga Kemasyarakatan Desa
e) Masyarakat desa memiliki hak untuk mendapatkan peng ayoman dan perlindungan dari berbagai bentuk gangguan ketentraman dan ketertiban di desa.
– Masyarakat Desa memiliki kewajiban, yakni;
a) Masyarakat desa memiliki kewajiban untuk senantiasa membangun diri dan berupayan untuk senantiasa me
me lihara lingkungan desa.
b) Masyarakat desa memiliki suatu kewajiban untuk se
nantiasa mendorong terciptanya berbagai kegiatan pe
nyeleng garaan pemerintahan desa, pelaksanaan kegiatan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa yang baik.
c) Masyarakat desa memiliki kewajiban untuk senantiasa berupaya mendorong terciptanya suatu situasi dan kon
disi yang lebih aman, lebih tertib, lebih nyaman, dan juga lebih tenteram di lingkungan desa.
d) Masyarakat desa memiliki suatu kewajiban untuk se
nantiasa berupaya memelihara dan mengembangkan nilainilai permusyawaratan, nilainilai permufakatan, nilainilai kekeluargaan, dan juga nilainilai ke gotong
royongan dalam kehidupan masyarakat desa.
e) Serta masyarakat desa juga memiliki kewajiban untuk senantiasa berupaya ikut serta berpartisipasi dalam ber
bagai bentuk kegiatan di desa.
C. Perbandingan dengan UU Nomor 32 Tahun 2004
Pada undangundang yang mengatur tentang pemerintahan desa sebelumnya, yakni UndangUndang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan ditindaklanjuti dengan Per
aturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa tidak pengaturan tentang hak dan kewajiban desa serta hak dan ke
wajiban masyarakat desa.
Hal ini tentunya sangat berbeda sekali dengan substansi pada UndangUndang yang baru yang mengatur tentang desa yakni pada UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa secara jelas mengatur tentang hak dan kewajiban desa, dan juga telah mengatur tentang hak dan kewajiban tentang masyarakat Desa.
Dengan diaturnya hak dan kewajiban desa dan hak dan ke wajiban dari masyarakat desa pada UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tetang Desa ini, tentunya desa maupun masya
rakat desa dapat mengetahui hak dan kewajibannya dengan jelas, sehingga tentunya akan dapat meningkat partisipasi desa dan masyarakat desa dalam penyelenggaran pemerintahan desa dan pelaksanaan pembangunan desa.[]
A. Jenis Peraturan Desa
Sesuai dengan konsep dan pengertian tentang desa, dimana
“desa” adalah “desa” dan “desa adat” atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut dengan desa, adalah suatu ke satu
an masyarakat hukum yang memiliki batasbatas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masya
rakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang telah diakui dan dihormati dalam sutu sistem pemerintahan Negara Kesatuan republik Indonesia.
Oleh karena itu, kepada desa dalam hal ini pemerintahan desa telah diberikan adanya kewenangan untuk dapat meng atur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan dari ma
syarakat desa setempat, bahkan berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asalusul, dan/atau hak tradisonal, maka dengan ketentuan seperti tersebut di atas. Maka berarti desa dapat mengatur dengan membuat berbagai bentuk peraturan desa dan mengurusyang ber
arti pemerintahan desa dapat menjalankan fungsifungsi manaje
men dan administrasi pemerintahan.