PERMUSYAWARATAN DESA
B. Keanggotaan BPD
Badan Permusyawaratan Desa atau yang lebih sering di singkat dengan BPD merupakan sebagai salah satu unsur penyeleng gara pemerintahan desa bersamasama dengan kepala desa. Badan Permusyawaratan Desa memiliki beberapa orang anggota, terkait dengan keberadaan dari anggota BPD ini telah diatur dengan jelas dan tegas pada pasal 56 UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menyatakan sebagai berikut;
1. Anggota Badan Permusyawaratan Desa merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah yang pengisiannya dilakukan secara demokratis.
2. Masa keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa selama 6 (enam) tahun terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah/
janji.
3. Anggota Badan Permusyawaratan Desa sebagaimana di
maksud pada ayat (1) dapat dipilih untuk masa keanggotaan paling banyak 3 (tiga) kali secara berturutturut atau tidak secara berturutturut.
Berdasarkan ketentuan pada pasal tersebut di atas, maka ter kait dengan keberadaan dari anggota Badan Permusyawaratan Desa dapat dinyatakan halhal sebagai berikut:
– Keberadaan dari anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan wakil dari penduduk desa setempat, dasa atau pengisian terhadap keanggotaan Badan Permusya
waratan Desa ini didasarkan kepada unsur keterwakilan wilayah yang pengisiannya dilakukan secara demokratis.
Berda sarkan penjelasan dari pasal 56 ayat (1) undang
undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang dimaksud dengan “dilakukan secara demokratis” adalah dapat diproses melalui proses pemilihan secara langsung dan melalui proses musya warah perwakilan.
– Masa bhakti dari keanggotan Badan Permusyawaratan Desa tersebut adalah selama kurun waktu 6 (enam) tahun, hal ini terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah/janji dari ang
gota BPD yang bersangkutan.
– Periodesasi dari anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tersebut hanya dapat dipilih kembali sebagai anggota BPD untuk masa keanggotaan paling banyak atau maksimal sebanyak 3 (tiga) kali secara berturutturut atau tidak secara berturutturut, sama halnya dengan periodesai Kepala Desa.
Dari sisi keanggotan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maka anggota Badan Permusyawaratan Desa harus memenuhi suatu persyaratan yang telah diatur dalam peraturan perundang
undangan. Persyaratan untuk menjadi calon anggota Badan Permusyawaratan Desa telah diatur dengan jelas pada Pasal 57 UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang me
nyatakan sebagai berikut;
“Persyaratan dari calon anggota Badan Permusyawaratan Desa adalah sebagai berikut:
1) Bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa;
2) Memegang teguh dan mengamalkan Pacasila, melaksanakan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Ke satuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika;
3) Berusia paling rendah 20 (dua puluh) tahun atau sudah.
pernah menikah;
4) Berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah per tama atau sederajat;
5) Bukan sebagai perangkat Pemerintah Desa;
6) Bersedia dicalonkan menjadi anggota Badan Permusya
waran Desa, dan
7) Wakil penduduk Desa yang dipilih secara demokratis.
Berdasarkan pada ketentuan pasal tersebut di atas, maka ter
kait dengan persyaratan calon anggota Badan Permusyawaratan Desa dapat dinyatakan halhal sebagai berikut;
– Calon anggota Badan Permusyawaratan Desa harus bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
– Calon anggota Badan Permusyawaratan Desa harus me
me gang teguh dan mangamalkan dasar negara Pancasila, melak sanakan UndangUndang Dasar Republik Inonesia Tahun 1945, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa harus ikut serta dalam mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan nilai
nilai Bhineka Tunggal Ika.
– Seorang calon anggota Badan Permusyawaratan Desa di
syarat kan harus telah berusia paling rendah 20 (dua puluh) tahun atau sudah/pernah menikah.
– Seorang calon anggota Badan Permusyawaratan Desa harus
berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah pertama atau sederajat.
– Calon anggota Badan Permusyawaratan Desa bukan sebagai perangkat pemerintah desa.
– Calon anggota Badan Permusyawaratan Desa harus me
nyatakan secara tertulis bersedia untuk dicalonkan menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa.
– Calon anggota Badan Permusyawaratan Desa merupakan wakil dari penduduk desa setempat yang dapat dipilih se
cara demokratis. Berdasarkan penjelasan pasal 56 ayat (1) UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bahwa;
yang dimaksud dengan “dilakukan secara demokratis” ada
lah dapat diproses melalui suatu proses pemilihan baik secara langsung dan maupun melalui proses musyawarah perwa
kilan.
Dari sisi jumlah anggota, prosedur dan proses dalam penetap
an anggota dari Badan Perwakilan Desa telah diatur dengan jelas dan jelas dalam suatu peraturan perundangundangan, peng
aturan tentang anggota Badan Perwakilan Desa dapat dilihat pada Pasal 58 UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa., yang menjelaskan bahwa;
1. Jumlah anggota Badan Permusyawaratan Desa ditetapkan dengan jumlah gasal, paling sedikit 5 (lima) orang dan paling banyak 9 (sembilan) orang, dengan memperhatikan wilayah, perempuan, penduduk, dan kemampuan Keuangan Desa.
2. Peresmian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se
bagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Surat keputusan Bupati/Walikota.
3. Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebelum memangku jabatannya bersumpah/berjanji secara bersama
sama di hadapan masyarakat dan dipandu oleh Bupati/
Walikota atau pejabat yang ditunjuk.
4. Susunan kata sumpah/janji anggota Badan Permusyawaratan Desa sebagai berikut:
”Demi Allah/Tuhan, saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya selaku anggota Badan Permusya wara- tan Desa dengan sebaik-baiknya, sejujurjujur nya, dan seadil- adilnya; bahwa saya akan selalu taat dalam mengamalkan dan memper tahankan Pancasila se bagai dasar negara, dan bahwa saya akan menegakkan ke hidupan demokrasi dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta melak sanakan segala peraturan perundangundangan dengan selurus-lurusnya yang berlaku bagi Desa, daerah, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
Berdasarkan ketentuan pada pasal tersebut di atas, maka ter
kait dengan proses dan prosedur dari penetapan jumlah anggota dan keanggotan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ter
sebut dapat dinyatakan dan dijelaskan halhal sebagai berikut;
– Dari sisi jumlah anggota, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ditetapkan dengan jumlah gasal, yakni paling sedikit 5 (lima) orang dan palintg banyak berjumlah 9 (sem
bilan) orang. Kenaggotaan Badan Permusyawaratan Desa ini harus mempertimbangkan dan memperhatikan;
1. Luas Wilayah
2. Keterwakilan perempuan 3. Jumlah penduduk
4. Kemampuan keuangan desa.
– Peresmian terhadap anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tersebut di atas, ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati/Walikota setempat.
– Anggota dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tersebut di atas sebelum memangku jabatannya sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) harus bersumpah/
ber janji secara bersamasama dihadapan masyarakat dan di
pandu oleh Bupati/Walikota setempat, atau pejabat yang di
tunjuk oleh Bupati/Walikota.
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki unsur pim
pin an yang telah diatur dalam peraturan perundangundang
an, terkait dengan keberadaan dan pengaturan tentang unsur pimpin an dari Badan Permusyawaratan Desa tersebut telah di
atur dengan jelas pada Pasal 59 UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang berunyi sebagai berikut;
1) Pimpinan Badan Permusyawaratan Desa terdiri atas 1 (satu) orang ketua, 1 (satu) orang wakil ketua, dan 1 (satu) orang sekretaris.
2) Pimpinan Badan Permusyawaratan Desa sebagaimana di
maksud pada ayat (1) dipilih dari dan oleh anggota Badan Permusyawaratan Desa secara langsung dalam rapat Badan Permusyawaratan Desa yang diadakan se cara khusus.
3) Rapat pemilihan pimpinan Badan Permusyawaratan Desa untuk pertama kali dipimpin oleh anggota tertua dan dibantu oleh anggota termuda.
Perdasarkan ketentuan pada pasal tersebut di atas, terkait de
ngan keberadaan dan pengaturan tentang pimpinan Badan Per
wakilan Desa (BPD), dapat dinyatakan halhal sebagai berikut:
– Pimpinan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terdiri dari unsurunsur sebagai berikut;
1. 1 (satu) orang ketua 2. 1 (satu) orang wakil ketua
3. 1 (satu) orang sekretaris.
– Pimpinan pada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se
perti tersebut di atas dipilih dari dan oleh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) secara langsung dalam rapat Badan Permusyawaratan Desa yang diadakan secara khusus.
– Prosedur dari rapat pemilihan terhadap pimpinan Badan Permusyawaratan Desa untuk pertama kali akan dipimpin oleh anggota BPD dengan usia tertua dan dibantu oleh anggota dengan usia termuda”.
Dalam upaya untuk pengaturan secara internal terhadap ke lembagaan dan aktivitas dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tersebut, maka Badan Permusyawaratan Desa harus me
nyusun peraturan tata tertib, yang disebut dengan tata tertib Badan Permusyawaratan Desa, pengaturan tentang Tata Tertib Badan Permusyawaratan Desa tersebut telah diatur pada pasal Pasal 60 UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang berbunyi sebagai berikut; “ Badan Permusyawaratan Desa me nyusun peraturan tata tertib Badan Permusyawaratan Desa”.
Oleh karena itu, berdasarkan ketentuan pada pasal tersebut di atas, maka terkait dengan keberadaan dari lembaga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tersebut dapat dinyatakan halhal se bagai berikut; bahwa dalam suatu kelembagaan atau struktur organisasi dari Badan Permusyawaratan Desa, aturan aktivitas kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa, sistem kerja serta keanggotan dari unsur Badan Permusyawaratan Desa dapat dibuat aturan tentang Tata Tertib Badan Permusyawaratan Desa oleh Badan Permusyawaratan Desa tersebut, aturan tersebut disebut dengan Tata Tertib Badan Permusyawaratan Desa, yang dijadikan dasar dan pedoman dalam penyelenggaraan fungsi
fungsi dari Badan Permusyawaratan Desa.