Tahap III 2032-2036), Leading Stage
C.4. Sumber Daya Manusia
4. Indikator Kinerja Utama a. Profil Dosen
Analisis data tentang:
1. Kecukupan Dosen Perguruan Tinggi (Tabel 3.a.1 LKPT).
2. Jabatan Akademik Dosen (Tabel 3.a.2 LKPT).
3. Sertifikasi Dosen (Pendidik Profesional/Profesi/Industri/Kompetensi) (Tabel 3.a.3 LKPT).
4. Dosen Tidak Tetap (Tabel 3.a.4 LKPT).
5. Beban Kerja Dosen (Tabel 3.b LKPT).
1) Kecukupan Dosen Perguruan Tinggi (Tabel 3.a.1 LKPT)
Universitas Jayabaya saat ini memiliki total 166 dosen tetap, yang terdiri dari 61 dosen dengan kualifikasi doktor, 103 dosen dengan kualifikasi magister, dan sisanya 2 orang dosen praktisi. Dengan jumlah dosen tersebut, Universitas Jayabaya telah memenuhi kecukupan rasio dosen terhadap mahasiswa. Semua program studi telah mencapai rasio dosen-mahasiswa yang sesuai dengan regulasi pemerintah dan standar mutu pendidikan yang berlaku di universitas Jayabaya.
Gambar C4.1 Jumlah Dosen Universitas Jayabaya berdasarkan jenjang studi
2) Jabatan akademik dosen (Tabel 3.a.2 LKPT)
Berdasarkan jabatan fungsional, Universitas Jayabaya memiliki total 6 Guru Besar, 18 Lektor Kepala, 83 Lektor, 36 Asisten Ahli (AA), dan 23 dosen yang belum memiliki jabatan fungsional. Dosen yang belum memiliki jabatan fungsional sebagian besar merupakan dosen baru yang sedang dalam proses pengajuan jenjang jabatan akademik.
Laporan Evaluasi Diri Universitas Jayabaya 88
Gambar C4.2 Jumlah Dosen Universitas Jayabaya berdasarkan Jabatan Fungsional 3) Sertifikasi Dosen (Pendidik Profesional/Profesi/Industri/Kompetensi) (Tabel 3.a.3
LKPT).
Universitas Jayabaya memiliki 83 dosen yang tersertifikasi sebagai pendidik profesional dan 30 dosen yang memiliki sertifikasi profesi. Secara keseluruhan, 68%
dari total dosen telah memperoleh sertifikasi tersebut, dan Universitas Jayabaya berencana untuk meningkatkan angka ini sehingga mencapai lebih dari 80% dalam lima tahun ke depan.
Gambar C4.3 Jumlah Dosen Universitas Jayabaya berdasarkan Sertifikasi 4) Dosen Tidak Tetap (Tabel 3.a.4 LKPT).
Universitas Jayabaya memiliki jumlah dosen tetap yang cukup, melebihi standar IKU yang ditetapkan, baik dalam segi jumlah, kompetensi, maupun kualifikasi. Hal ini memastikan bahwa penggunaan dosen tidak tetap dapat dikelola dengan baik. Saat ini, terdapat 13 dosen tidak tetap yang terlibat dalam proses pengajaran. Rinciannya adalah 3 Guru Besar, 6 Lektor Kepala, dan 2 dosen praktisi dari industri..
5) Beban Kerja Dosen (Tabel 3.b LKPT).
Beban kerja dosen tetap, terdiri atas:
a) Beban kerja dosen tetap di Universitas Jayabaya terdiri dari beberapa aspek sebagai berikut:
b) a) Rasio Jumlah Mahasiswa terhadap Dosen: Rasio mahasiswa terhadap dosen di Universitas Jayabaya saat ini adalah 1:22,8, yang berada di bawah standar IKU.
Meskipun demikian, unit pengelola program studi telah memenuhi standar yang berlaku, dengan rasio 1:24 di Fakultas Teknologi Industri, 1:23 di Fakultas Ilmu
Laporan Evaluasi Diri Universitas Jayabaya 89
Komunikasi, dan 1:22 di Fakultas Hukum.
c) Penugasan sebagai Pembimbing Utama Tugas Akhir: Rata-rata penugasan dosen tetap sebagai pembimbing utama tugas akhir mahasiswa adalah 1:8.
d) Ekuivalensi Waktu Mengajar Penuh (EWMP): Rata-rata EWMP dosen tetap untuk kegiatan pendidikan (pembelajaran dan pembimbingan), penelitian, PkM, serta tugas tambahan dan penunjang adalah 12-16 SKS per dosen.
b. Kinerja dosen
Analisis data tentang:
1. Produktivitas Penelitian dan PkM (Tabel 3.c.1 dan Tabel 3.c.2 LKPT).
2. Rekognisi Dosen (Tabel 3.d LKPT).
Produktifitas penelitian Dosen dalam 3 tahun terakhir
Dalam tiga tahun terakhir, Universitas Jayabaya menunjukkan produktivitas penelitian yang signifikan. Sekitar 10% dari total penelitian dosen tetap dibiayai oleh lembaga luar negeri, melalui kerja sama penelitian bersama (joint research) antara dosen program doktor dan Kyung Sung University di Busan, yang berfokus pada bidang hukum bisnis. Berdasarkan Tabel 3.c.1, kegiatan penelitian dosen tetap di Universitas Jayabaya telah melampaui target Indikator Kinerja Utama (IKU). Secara keseluruhan, Universitas Jayabaya tercatat melakukan 126 penelitian, yang terdiri dari:
a) 49 judul penelitian (45%) yang mendapatkan pendanaan dari lembaga luar negeri;
b) 15 judul penelitian (14%) yang dibiayai oleh lembaga dalam negeri;
c) 45 judul penelitian (41%) yang bersumber dari Universitas Jayabaya atau mandiri.
Gambar C4.4 Jumlah Penelitian Dosen dengan berbagai Sumber Dana
Produktivitas kegiatan PkM dalam 3 tahun terakhir
Dalam tiga tahun terakhir, dosen Universitas Jayabaya, termasuk dari program doktor ilmu hukum dan kenotariatan, telah melakukan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendanaan dari lembaga luar negeri. Kegiatan PkM yang dibiayai oleh lembaga luar negeri tercatat sebesar 5% per tahun dari jumlah dosen tetap. Berdasarkan Tabel 3.c.2, kegiatan PkM dosen tetap di Universitas Jayabaya telah melampaui target IKU.
Secara keseluruhan, tercatat 79 kegiatan PkM yang terdiri dari:
a) 25 kegiatan PkM (38,5%) yang dibiayai oleh lembaga luar negeri,
b) 10 kegiatan PkM (15,4%) yang dibiayai oleh lembaga dalam negeri (di luar PT),;
c) 30 kegiatan PkM (46,1%) yang dibiayai oleh Universitas Jayabaya atau mandiri..
Laporan Evaluasi Diri Universitas Jayabaya 90
Gambar C4.5 Jumlah PkM Dosen dengan berbagai Sumber Dana Rekognisi Dosen (Tabel 3.d LKPT).
Universitas Jayabaya memberikan dukungan penuh terhadap rekognisi atas prestasi dosen-dosennya. Rekognisi dosen, yang meliputi posisi sebagai visiting professor, keynote speaker/invited speaker, staf ahli, editor/mitra bestari, dan perolehan penghargaan, telah mencapai 50% dari jumlah dosen tetap. Dalam tiga tahun terakhir, Universitas Jayabaya mencatatkan 206 rekognisi dosen tetap, yang mencakup berbagai bentuk penghargaan, antara lain:
• Editor atau mitra bestari,
• Reviewer jurnal,
• Keynote speaker/invited speaker,
• Visiting lecturer,
• Tenaga ahli, dan
• Narasumber pada berbagai forum ilmiah, baik di tingkat wilayah, nasional, maupun internasional..
Pengakuan atas kepakaran dosen Universitas Jayabaya, terutama di bidang Ilmu Hukum, juga diakui di tingkat internasional, seperti peran sebagai invited speaker di Rajamanggala University Thailand, reviewer jurnal nasional terakreditasi, serta narasumber dan keynote speaker pada forum ilmiah di tingkat nasional dan internasional. Link bukti
c. Tenaga Kependidikan
Kecukupan dan kualifikasi tenaga kependidikan berdasarkan jenis pekerjaannya (pustakawan, laboran, teknisi, dll.). Indikator Kecukupan: FTE tenaga kependidikan, jumlah, dukungan teknologi informasi (fungsi-fungsi yang sudah berjalan), dan kompetensi tenaga kependidikan.
Gambar C2.6 menunjukkan kualifikasi tenaga kependidikan yang dimiliki Universitas Jayabaya yang saat ini telah melampaui Standar Dikti serta Indeks Kinerja Tambahan. Sebanyak 6 (7%) tenaga kependidikan memiliki pendidikan D3 (Diploma 3), 41 orang (51%) tenaga kependidikan memiliki gelar S1 (Sarjana), 23 (28%) orang memiliki gelar S2 (Magister), menunjukkan adanya sejumlah tenaga kependidikan dengan kualifikasi pendidikan yang tinggi. Meskipun 11 (14%) dari tenaga kependidikan memiliki pendidikan SMA (Sekolah Menengah Atas), tenaga kependidikan tersebut diberikan pelatihan sesuai dengan bidang pekerjaannya. Link pelatihan
Laporan Evaluasi Diri Universitas Jayabaya 91
Gambar C4.6 Komposisi Jenjang Pendidikan Tenaga Kependidikan Tabel C4.1 Kualifikasi Tenaga Kependidikan
NO Fungsi Layanan
Jumlah Tendik
Kualifikasi Keterangan
IT Pendukung SMA D3 S1 S2
1. Administratif 51 14 30 7 Tenaga
administratif memadai dalam melayani kebutuhan akademik dengan dukungan teknologi komputer dan aplikasi digital
Eoffice.jayabaya.ac.id
2. Pustakawan 2 2 Pustakawan
memadai dalam melayani kebutuhan referensi baik bagi dosen maupun mahasiswa, dengan menggunakan aplikasi e-library yang memudahkan akses terhadap sumber referensi digital.
Pustaka.jayabaya.ac.id
3. Teknisi 8 8 Teknisi cukup
dalam melayani pemeliharaan dan perawatan sarana prasarana yang mendukung pelaksanaan Tridharma PT
Sarpras.jayabaya.ac.id
4. Operator 8 8 Operator cukup
memadai dalam menggunakan aplikasi penunjang yang memfasilitasi proses
pembelajaran dan administrasi akademik,
Sdm.jayabaya.ac.id
5. Laboran 12 6 6 Laboran memadai
untuk memfasilitasi kegiatan praktikum di semua fakultas
Sdm.jayabaya.ac.id
Laporan Evaluasi Diri Universitas Jayabaya 92 NO Fungsi
Layanan
Jumlah Tendik
Kualifikasi Keterangan
IT Pendukung SMA D3 S1 S2
Total 81 22 6 36 17
Kinerja Tenaga Kependidikan
Kinerja tenaga kependidikan dievaluasi secara rutin oleh atasan langsung berdasarkan kemampuan dalam menyelesaikan tugas (hasil kerja), tanggung jawab, sikap/perilaku, inisiatif, dan kehadiran. Tenaga kependidikan di Universitas Jayabaya juga telah mengikuti berbagai pelatihan yang relevan dengan bidang tugas mereka, seperti pelatihan untuk programmer, pustakawan, desain, SDM, dan kehumasan.
5. Indikator Kinerja Tambahan
Indikator kinerja tambahan adalah indikator kinerja SDM lain berdasarkan standar yang ditetapkan oleh perguruan tinggi untuk melampaui SN DIKTI. Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur, dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan berkelanjutan.
a). Kualifikasi Dosen S3
Universitas Jayabaya menetapkan dosen berkualifikasi doktor sebesar 50 %. Saat ini jumlah dosen dengan jenjang studi doktor berjumlah 61 orang (37%) dari total 166 orang dosen.
Dalam upaya melampaui standar IKT tentang kecukupan dosen tetap berkualifikasi S3, yakni sebesar 50%, saat ini sebanyak 12 dosen tetap sedang mengikuti studi lanjut dan pada Tahun 2025 12 orang dosen lagi akan ditugaskan melanjutkan program doktor.
b). Jabatan Fungsional dosen Guru Besar
Universitas Jayabaya saat memiliki 6 orang Guru Besar atau sebesar 4% dari total dosen.
Angka ini masih perlu ditingkatkan sehingga minimal mencapai 15%. Universitas Jayabaya telah melakukan upaya pendampingan terhadap dosen Lektor Kepala untuk percepatan menjadi Guru Besar.
c). Universitas memfasilitasi pengembangan karyawan kualifikasi dan kompetensi SDM melalui SK Nomor 45 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan SDM Universitas Jayabaya. Terkait dengan pengembangan tenaga kependidikan, Universitas telah melakukan upaya untuk meningkatkan kompetensi melalui keikutsertaan program pengembangan yang diselenggaraakan secara internal maupun eksternal. Program pengembangan kompetensi tenaga kependidikan diharapkan mencapai 50% tenaga kependidikan pada tahun 2026.
6. Evaluasi Capaian Kinerja
Berisi deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau ketidakberhasilan pencapaian standar yang telah ditetapkan. Capaian kinerja harus diukur dengan metoda yang tepat, dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi. Analisis terhadap capaian kinerja harus mencakup identifikasi akar masalah, faktor pendukung keberhasilan dan faktor penghambat ketercapaian standar, dan deskripsi singkat tindak lanjut yang akan dilakukan institusi.
Untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan, capaian kinerja Biro SDM dievaluasi dan dianalisis melalui Audit Internal dan Rapat Kerja Tahunan. Capaian kinerja diukur menggunakan instrumen audit mutu internal, dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi yang mencakup identifikasi akar masalah, faktor pendukung keberhasilan dan
Laporan Evaluasi Diri Universitas Jayabaya 93
faktor penghambat ketercapaian standar. sebagai berikut:
• Jumlah dosen sesuai bidang ilmu Prodi sudah memenuhi standar.
• Beberapa dosen masih terkendala publikasi di jurnal internasional bereputasi sebagai syarat wajin menaikkan jabatan fungsional Guru Besar.
• Rata-rata jumlah bimbingan sebagai pembimbing utama di seluruh program studi setiap semester dibatasi maksimal 10 mahasiswa.
• Jumlah mahasiswa aktif 3.764 dengan jumlah dosen penghitung rasio sebanyak 165 dosen akan membuat rasio dosen:mahasiswa = 1:22,8
• Meski dengan jumlah publikasi ilmiah internasional sudah cukup, namun sebagian dosen belum melaksanakan. Akar masalah: Dosen perlu diikutkan pelatihan menulis artikel bereputasi internasional. Faktor pendukung Ketercapaian: telah adan insentif atau peraturan yang mewajibkan dilakukan publikasi.
• Jumlah karya ilmiah yang disitasi telah memadai namun masih terus diupayakan agar merata untuk setiap dosen.