Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan Bab 13,anda akan mampu :
• Menjelaskan elemen-elemen dalam proses komunikasi
• Membandingkan empat macam arah komunikasi.
• Menggambarkan peran yang dimainkan komunikasi interpersonal dalam organisasi.
• Mendiskusikan komunikasi multikultural.
• Mengidentifikasi penghalang-penghalang utama dalam komunikasi yang efektif.
• Menggambarkan cara-cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan komunikasi dalam organisasi.
PENDAHULUAN
Semua makhluk hidup akan selalu berkomunikasi. Individu pada dasarnya menggunakan 70% waktunya untuk berkomunikasi. Dalam berinteraksi antar satu orang dengan orang lain, komunikasi merupakan kunci dari berhasil atau tidaknya interaksi yang terjalin.
Dalam organisasi apapun, komunikasi menjadi begitu penting karena organsasi terdiri dari 2 pilar yaitu anggota dan lingkungan.
Organisasi akan berjalan secara efisien apabila mampu mengendalikan anggota serta lingkungannya. Komunikasi merupakan media yang efektif untuk mengendalikan 2 pilar tersebut.
Komunikasi merupakan hal yang mengikat pada suatu organisasi.
Komunikasi membantu anggota organisasi mencapai tujuan individu dan juga organisasi, merespon dan mengimplementasikan perubahan organisasi, mengkoordinasikan aktivitas organisasi, dan ikut memainkan peran dalam hamper semua tindakan oraganisasi yang relevan.
Lewat komunikasi yang baik, orang akan dapat memindahkan ide atau mengendalikan perilaku anak buah. Melalui komunikasi yang tepat, konflik, keresahan atau kesalahpahaman dapat diselesaikan. Seorang manajer yang memimpin suatu organisasi yang memiliki kepentingan untuk sukses perlu memiliki keterampilan dalam berkomunikasi. Manajer harus berkomunikasi dengan bawahannya agar mereka dapat bekerja dengan baik. Manajemen puncak harus mengkomunikasikan sasaran organsisasi kepada seluruh anggota organisasi sebagai pihak-pihak yang akan mencapai sasaran tersebut. Banyak pekerjaan yang memerlukan koordinasi dengan unit kerja yang lain dalam organsiasai yang memerlukan komunikasi.
Bila sebuah organisasi sampai pada titik dimana komunikasi dalam organisasi tidak seefektif yang seharusnya, organisasi itu tidak akan berfungsi seefektis yang seharusnya. Setiap manajer harus juga menjadi komunikator Semua tugas menajer tanpa terkecuali, berhubungan dengan proses komunikasi . masalah serius yang sering muncul adalah disalah
artikannya perintah dari atasan, tersinggungnya seseorang oleh guyonan rekan kerjanya atau disalah artikannya komentar atasan sehingga terjadi sakit sakit hati dikalangan karyawannya. Situasi tersebut adalah contoh kegagalan proses komunikasi.
PENGERTIAN, FUNGSI DAN PROSES KOMUNIKASI Pengertian dan Fungsi Komunikasi
Para ahli komunikasi berpendapat komunikasi yang efektif adalah adanya pemahaman bersama antara orang yang menyampaikan pesan dan yang menerima pesan. Komunikasi adalah pengiriman informasi dan pemahaman melalui penggunaan simbol-simbol yang umum. Simbol- simbol tersebut bisa verbal maupun non verbal (Ivanchevich dkk, 2011 : 373). Selain itu, Greenberg (2011 : 323) mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses dimana seseoran, kelompok atau organisasi (sebagai penghirim) mengirimkan beberapa informasi (berita)kepada orang lain, kelompok lain atau organisasi lain (sebagai penerima). Sementara itu Robbins dan Coulter (dalam Ardana dkk, 2008 : 56) mengatakan bahwa pengertian komunikasi adalah penyampaian dan pemahaman suatu maksud. Yang perlu diperhatikan dalam definisi ini adalah penekanannya pada penyampaian maksud dan pemahaman maksud. Tanpa penyampaian maksud, komunikasi tidak akan terjadi. Tanpa pemahaman maksud komunikasi juga akan jarang berhasil.
Dalam organisasi, komunikasi memiliki beberapa fungsi, yaitu (Ardana, dkk, 2008 : 57)
a) Pengendalian, agar petunjuk-petunjuk ditaati oleh bawahan b) Motivator, menjelaskan agar karyawan dapat lebih berprestasi c) Sarana pengungkap emosi, kepuasan, frustasi, dll
d) Memberikan informasi
e) Mempengaruhi sikap dan perilaku penerima
Greenberg (2011 : 325) juga mengemukakan adanya 8 fungsi komunikasi dalam organisasi, yaitu :
1. Mengarahkan tindakan. Komunikasi diantara sekelompok orang sangat diperlukan untuk membuat orang lain mau berperilaku sesuai dengan yang diinginkan. Para manajer harus berkomunikasi dengang bawahannya uintuk mengatakan aoa yang haeus mereka lakukan, membarikan uimpan balik terhadap koinerjanyua, mendiskusikajn permasalahan, mendorong mereka, dan lain sebagainya
2. Berkoordinasi. Bagi organsiasi agar berfungsi efektif, para individu dan kelimpok harus secara berhati-hati mengkoordinasikan usaha- usaha dan aktifitas-aktifitas mereka dan komunikasi yang akan membuat hal tersebut mungkin dilakukan.
3. Membangun hubungan. Komunikasi merupakan dasar bagi pengembangan ghubungan interpersonal. Membangun hubungan dan mengenmbangkan kepercayaan memerlukan komunikasi yuang teliti. Melakukan hal terewbut akan dapat mengembangkan atmosfer yang menyenangkan di tempat kerja.
4. Menjelaskan budaya organiosasi. Melalui komunkasi dengan
orang lain, para karyawan akan dapat memahami bagaimana peruisahaan mereka nberoperasi, apa yang bernilai. Dengan kata lain, mereka akan belajar tentng buidaya organisasi.
5. Hubunmgan antar organisasi. Orang-orang tidak hanya berkomunikjasi dengan orang lainb dalam satu organsiasi, tapi juga dengan organisasi yang lauin.
6. Mempresentasikan image organisasi. Organisasi menyampaikan pesan-pesan tentang orgasisasi tersebut kepada kelompok orgasisasi yang lain.
Proses Komunikasi
Proses komunikasi sangat berkaitan dengan bagaimana komunikasi itu berlangsung, yang diawali : siapa, menyampaikan apa, dengan cara apa dan melalui apa, kepada siapa dan berakibat apa.
Dalam konteks organisasi , komunikator adalah karyawa atau manajer yang memiliki ide, niat-niat, informasi, dan tujuan untuk berkomunikasi. Pengkodean digunakan untuk menerjemahkan ide komunikator, komunikator menjadi sekumpulan symbol yang sistematis yang mengungkapkan makna informasi yang diinformasikan.
Segala hal yang disampaikan komunikator refleksikan dalam pesan baik verbal maupun non verbal. Media perantara merupakanmedia yang menyampaikan pesan. Oraganasasi dapat menyediakan informasi pada anggotanya dengan berbagai cara, seperti komunikasi tatap muka, telepon, pertemuan kelompok, memo, pernyataan kebijakan perusahaan, system imbalan, jadwal produksi, dan perkiraan penjualan. Penggunaaan
media elektronik seperti penggunaan computer dan teknologi komunikasi telah meningkatkan perhatian pada peran media perantara dalam berbagai aspek komunikasi organisasi.
Munculnya umpan balik dalam proses komunikasi sangat diharapkan. Komunikasi satu arah adalah memungkinkan tidak adanya umpan balik bagi komunikator dari penerima pesan. Hal ini dapat meningkatkan terjadinya distorsi antar pesan yang disampaikan dengan pesan yang diterima. Sebuah rangkaian umpan balik dapat membuat komunikator tahu, mamaluli respon penerima pesan, apakah pesan telah diterima dan menghasilkan respon yang diharapkan.
Komunikasi dua arah menyediakan umpan balik yang penting dari penerima pesan ke komunikator. Desain sebuah oraganisasi memungkinkan terjadinya komunikasi dalam empat arah yang berbeda:
komunikasi kebawah, keatas, horizontal, dan diagonal. Jenis komunikasi yangmengarah kebawah yaitu dari individu ketingkat yang lebih tinggi dalam heirarki kepada mereka yang berada pada tingkat yang lebih rendah.
Bentuk paling umum dari komunikasi kebawah adalah instruksi kerja, memo resmi, pernyataan kebijakan perusahaan, prosedur, manual kerja, atau publikasi perusahaan.
Gambar. Proses Komunikasi
Sumber : Ivanchevich, dkk. 2001. Organizational Management and Behavior. Mc. Graw Hill International
MODEL DAN UNSUR KOMUNIKASI
Gibson (dalam Ardana, dkk, 2008 : 57) mengatakan bahwa model kontemporer yang luas digunakan untuk menjelaskan proses komunikasi adalah hasil kajian dari Sharon dan Weaver serta Scharmm yag kemudian banyak membantu bagaimana memahami komunikasi tersebut.
Dalam model itu terkandung elemen dasar komunikasi, yaitu sebagai berikut :
1. Komunikator /sumber komunikasi / pengirim, adalah orang yang mempunyai maksud atau ide atau informasi tertentu untuk disampaikan kepada peenerima.
2. Encoding / pengkodean, merubah suatu pesan ke dalam komunikasi menjadi bentuk bentuk simbolis
3. Pesan, sesuatu yang dikomunikasikan, merupakan produk nyata
dari encoding
4. Media /saluran, sesuatu yang dilalui pesan. Di dalam organisasi, pengirim akan menyeleksi pesan-pesan dan menetapkan saluran atau media yang akan digunakan
5. Decoding / penerimaan kode. Penerima adalah obyek yang akan disasar pesan. Sebelum pesan tersebut dimengerti, maka penerima harus menerjemahkan bentuk-bentuk simbol terlebih dahulu. Kegiatan menerjemahjan inilah disebut decoding /Penerimaan pesan
6. Penerima, pihak yang menerika pesan, biasanya dipengaruhi oleh kemampuan, sikap, pengetahuan dan sistem sosial budaya.
7. Umpan balik, pemeriksaan keberhasilan dalam menyampaikan pesan dan menentukan apakah pengertian yang sama antara pengirim dan penerima telah dicapai.
Gambar . Model Komunikasi
Sumber : Ivanchevich, dkk. 2001. Organizational Management and Behavior. Mc. Graw Hill International
Sebuah organisasi yang efektif membutuhkan komunikasi keatas sama banyaknya dengan komunikasi kebawah. Dalam situasi semacam ini, komunikator berada pada tingkat yang lebih rendah dalam heirarki organisasi dari pada penerima pesan. Beberapa bentuk komunikasi keatas yang paling umum melibatkan pemberian saran, pertemuan kelompok, dan protes terhadap prosedur kerja. Ketika komunikasi keatas tidak muncul orang sering kali mencari sejumlah cara untuk menciptakan jalur komunikasi keatas secara tidak formal.
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Design komunikasi dalam organisasi terbagi dalam empat arah komunikasi : kebawah, keatas, sejajar dan diagonal. (Ivanchevich dkk, 2011 : 377)
1. Komunikasi ke bawah, adalah komunikasi yang mengalir dari individu yang berada pada kedudukan lebih tinggi dalam heirarki oraganisasi kepada mereka yang berada pada kedudukan yang lebih rendah. Hal yang umum disampaikan dalam komunikasi ke bawah antara lain deskripsi tugas, memo, email dari CEO, pernytaan kebijakan, prosedur pelaksanaan.
2. Komunikasi keatas, komunikasi yang mengalir pada individu dari heirarki kedudukan yang lebih rendah dalam struktur organisasi kepada mereka yang berada pada kedudukan yang lebih tinggi.
Salah satu bentuk komunikasi ke atas yang paling sering ditemukan adalah kotak saran, rapat-rapat kelompok, dan protes mengenai prosedur.
Komunikasi keatas memiliki beberapa fungsi. Peneliti komunikasi organisasi, Gary Kreps menjelaskan beberapa :
1). Memberikan kepada manajer umpan balik terntang permasalahan-permasalahan organsiasi dan infromasi tentang pelaskanaan tugas sehari-hari yang akan merka perlukan untuk membuat keputusan tentang pengarahanb orgasniasi
2). Merupakan sumber umpan balik utama bagi manajemen untuk mengembangkan komunikasi ke bawah yng efektif 3). Mengurangi ketegangan bagi karyawan dengan mengijinkan
enggota organisasi pada level yang lebih rendah untuk menyampaikan inforanmsi yang penting kepada atasannya.
4). Mendorong partisipasi dan keterlibatan para karywan, selain juga untuk mencipatakan kepaduan organisasi
3. Komunikasi horizontal, komunikasi yang terjadi lintas fungsi yang berbeda-beda dalam sebuah organisasi. Komunikasi horizontal ini penting untuk melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan beragam fungsi dalam organisasi.
4. Komunikasi diagonal, komunikasi yang terjadi lintas fungsi dan lalu lintas tingkatan dalam sebuah organisasi. Komunikasi diagonal ini penting dalam situasi dimana para anggota organisasi tidak bisa berkomunikasi secara efektif pada saluran yang lain.
HAMBATAN-HAMBATAN TERHADAP BERLANGSUNGNYA KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Terdapat beberapa hal yang dapat menghambat berlangsungnya komunikasi yang efektif yang dapat terjadi dalam organisasi (dalam Ardana dkk, 2008 : 62-63)
1. Penyaringan informasi
Komunikator cendferung memanipulasi informasi supaya lebih dapat diterima dengan baik oleh komunikan/penerima. Minat pribadi dan persepsi mengenai apa yang menurut komunikator penting bagi komunikan sangat mempengaruhi penyarigan dan hasilnyua. Semakib banyak jumlah tingkatan dalam struktur organisasi yang harus dilalui oleh suatu informasi, akan semakin besar pula kemungkinan penyaringan.
2. Persepsi yang selektif
Penerima dalam proses komunikasi menyeleksi apa yang mereka terima berdasarkan kebutuhan, motivasi, latar belakang, pengalaman dan karakter pribadi lainnya. Penerima atau komunikan juga memproyeksikan minat danb harapan mereka dalam melakukan decoding (pengartian simbol-simbol)
3. Emosional
Bagaimana perasdaan komunikan saat menerima pesan yang disampaikan juga akan mempengaruhi interprestasinya mengenai pesan tersebut. Pesan yang sama akan dapat diartikan secara berbeda apabila kondisi emosinya berbeda.
4. Bahasa
Kata-kata yang sama dapat berarti berbeda bagi orang yang berbeda. Usia, pendidikan, dan latar belakang budaya merupakan tiga variabel yang biasanya mmpengaruhi bahasa yang digunakan dan arti yang diberikan kepada kata-kata. Di dalam suatu organisasi, para anggotanya bisa berasal dari latar belakang yang tidak sama.
5. Kurang perhatian
Kesalahpahaman bisa terjadi karena orang tidak menangkap dengan benar suatu pesan atau informasi yang diterima.
6. Faktor hello effect
Terjadi apabila komunikator adalah orang yang disenangi atau dihormati, maka audiens atau penerima akan langsung mempercayai apa yang dikatakan, walauapun belum tentu benar, dan juga sebaliknya.
7. Perilaku defensive
Ketika seseorang merasa terancam, ia cenderung akan bereaksi dengan cara mengurangi kemampuannya untuk mencapai saling pengertian. Ketika individu menafsirkan opesan yang datang sdebagai suatu yang mengancam, ia sering meresponnya dengan cara yang menghambat keefektifan komunikasi.
8. Kebanjiran informasi
Ketika informasi yang harus diterima melampaui kapasitas pemrosesan karena membenjirnya infornmasi, maka akan ada
kecenderungan untuk mengabaikan, membuang, melewatkan, melupanan atau menunda pemrosesannya.
Ivanchevich, dkk (2011:387-391) juga mendeskripsikan beberapa penhalang bagi terciptanya komunikasi yang efektif, antara lain
1. Kerangka referensi
Individu-individu yang berbeda dapat menginterpretasikan pesan yang sama dengan cara yang berbeda, tergantung pengalaman mereka sebelumnya. Hal ini akan perujung pada beragamnya proses pengkodean pesan dan penguraian pesan. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah komunikator dapat mengirimkan pesan dan penerima pesan dapat menerima pesan hanya dalam batasan yang sseuai pengalaman mereka.
2. Mendengarkan selektif
Bagian penting dari komunikasi melibatkan aktifitas mendengarkan. Fajtanya sekitar 75 % dari proses komunikasi menggunakan media suara. Kebanyakan orang menghabiskan 30 – 40 % dari waktu mereka untuk mendengarkan sesuatu. Ini berarti banyak terjadi defisiensi dan kekuarangan dalam mendengarkan.
3. Pertimbangan nilai
Dalam setiap situasi komunikasi, pertimbangan nilai dibuat oleh penerima pesan. Hal ini pada dasarnya melibatkan pemberian nlai keseluruhan pada sebuah pesan sebelum seseorang menerima keseluruhan komunikasi. Pertimbangan nilai dapat didasarkan
pada evaluasi penerima pesan terhadap komunikator atau pengalaman-pengalaman sebelumnya dengan komunikator, atau antisipasi terhadap makna pesan yang disampaikan.
4. Kredibilitas sumber
Kredibilitas sumber mengacu pada kepercayaan dari penerima pesan atas kata-kata dan tindakan yang disampaikan oleh komunikator. Tingkat kredibilitas yang diberikan oleh penerima pesan terhadap komunikator akan mempengaruhi secara langsung bagaimana penerima pesan melihat dan bereaksi terhadap kata-kata, ide dan tindakan komunikator.
5. Penyaringan informasi
Penyaringan seringkali terjadi dalam komunikasi keatas dalam organisasi, mengacu pada manipulasi informasi sehingga persepsi penerima pesan, informasi yang disampaikan sebagai pesan yang positif.
6. Bahasa dalam kelompok
Bahasa dalam kelompok dan jargon-jargon teknis tidak selalu mudah dipahami, terutama untuk orang dari kelompok luar.
Seringkali terjadi, kelompok-kelompok kerja, profesional dan sosial mengembankan kata-kata dan frase-frase yang hanya dipahami oleh anggota kelopok tesebut. Ketika bahasa dalam kelompok digunakan, bahas ini dapat menghasilkan komunikasi yang kacau bila melibatkan pihak diluar kelompok.
7. Perbedaan status
Organisasi seringkali mengekspresikan peringkat hirarkinya melalui sejumlah simbol – gelar, kantor, dan lain sebagainya.
Perbedaan status dapat dipersepsikan sebagai ancaman bagi orang yang berada dalam hirarki yang lebih rendah, dan hal tersebut dapat menghalangi atau mendistorsi proses komunikasi.
8. Tekanan waktu
Waktu yang mendesak meruipakan salah satu penghalang utama terjadinya komunikasi. Para manajer seringkali tidak memiliki waktu yang cukup untuk berkomunikasi dengan bawahanya.
Karena adanya keterbatasan waktu, seseorang akan mungkin memotong jalur komunikasi sehingga menyingkirkan orang lain yang seharusnya terlibat dalam proses komunikasi tersebut.
9. Kelebihan muatan komunikasi
Dsalah satu tugas paling penting yang diemban oleh seorang manajer dalam mengambil kputusan dan salah satu kondisi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang efektif adalah informasi. Namun karena kemajuan bidang teknologi informasi, kesulitan yang ada bukan terletak pada bagaiman mencari informasi. Sebaliknya, para manajer seringkali merasa “terkubur”
dalam tumpukan informasi dan data yang harus mereka hadapi, dan mereka tidak dapat menyerap atau merespon dengan tepat setiap pesan yang mereka dapatkan.
MENINGKATKAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Para manajer yang akan mengembangkan kemampuan komunikasi mereka harus melaksanakan 2 tugas. Pertama, mereka harus mampu mengembangkan pesan mereka, informasi yang akan mereka sampaikan. Kedua, mereka harus mencoba meningkatkan pemahaman mereka tentang apa yang ingin dikomunikasikan oleh orang lain kepada mereka. Mereka tidak hanya dimengerti oleh orang lain, tetapi juga mengerti tentang orang lain.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menignkatkan komunikasi dalam organisasi anatara lain : (Ivanchvich, 2011 : 392-394)
1. Menindaklanjuti
Melakukan tindak lanjut berkaitan dengan asumsi bahwa anda telah salah dimengerti dan, jika mungkin, memastikan apakah makna yang ingin anda sampaikan sudah benar-benar diterima.
2. Mengatur Alur Informasi
Pengaturan komunikasi dapat memastikan alur informasi yang optimal kepada para manajer, karena hal tersbut juga akan dapat menghilangkan hambatan berupa “ kelebihan muatan komunikasi”. Komunikasi dapat diatur baik secara kualitas maupun kuantitas.
3. Memanfaatkan umpan balik
Umpsn balik dikenali sebagai unsur yang penting dalam komunikasi dua arah yang efektif. Umpan balik memberikan kesdempatan kepada para penerima persan untuk menanggapi
pesan sehingga pengirim pesan dapat melihat apakah pesan telah dapat diteruima dan telah menghasilkan respon yang diharapkan.
4. Empati
Untuk dapat beretmpati, seseorang harus menempatkan diri ke posisi penerima pesan daripada sebagaI komunikator, guna dapat memperkirakan bagaimana sang penerima pesan akan menerjemahkan dan memaknai pesan yang disampaikan.
5. Pengulangan
Pengulangan kembali adalah salah satu prinsip dalam pembelajaran. Memperkenalkan pengulangan dalam komunikasi (terutama terkait masalah-masalah teknis) memastikan bahwa bila salah satu bgaian pesan tidak dipahami, bagian yang lain akan menyampaikan pesan yang sama.
6. Mendorong rasa saling percaya
Keterbatasan waktu seringkali menegasikan kemungkinan para manajer melakukan tindk lanjut dan mendorong munculnya umpan balik ataupun komunikasi ke ataas setiap kali mereka melakukan komunikasi. Dalam situasi seperti ini, sebuah atmosfer saling percaya antara manajer dan para bawahannya dapat memfasilitasi proses komunikasi.
7. Pengaturan waktu yang efektif
Tiap harinya, komunikasi yang efektif dapat difasilitasi dengan cara mengatur waktu yang tepat untuk memberikan informasi. Pesan- pesan akan lebih mudah untuk dipahami bila pesan-pesan
tersebut tidak saling bersaing dnegan pesan lain yang ada.
8. Menyederhanakan bahasa
Bahasa yang rumit terlah diketahui sebagai salah satu penghalang utama terjadinya komunikasi yang efektif. Para manajer harus mengingat bahwa komunikasi yang efektif melinbatkan upaya menyampaikan pemahaman dan juiga informasi. Bila penerima tidak memahami apa yang disampaikan, komunikasi tidak dapat dikatakan telah terjadi. Para manajer harus menyampaikan pesan yang hendak disampaikan dengan kata-kata, tindakan dan simbol yang dapat dipahami sebagai penerima pesan.
9. Memanfaatkan selentingan/gosip
Gosip umumnya merupakan jalur komunikasi penting yang ada di setiap organisasi. Biasanya gosip berperan sebagai mekanisme yang menciptakan komunikasi yang cepat, dan dalam banyak kasus, gosip dapat menyebar lebih cepat dibandingkan sistem komunikasi fomal yang ada. Di sisi lain, gosip bukanlah jalur komunikasi yang formal. Karena itu, adalah sejumlah orang yang percaya bahwa para manajer sebaiknya tidak memilih gosip sebagai alternatif jalur komunikasi ksrena batasan etis dan bahaya potensial yang cukup besar.
RANGKUMAN
1. Komunikasi adalah salah satu proses vital yang memberikan nyawa dalam struktur organisasi. Proses ini mencakup lima elemen:
komunikator (pengirim pesan), yang memulai komunikasi, pesan;
yang merupakan hasil penerjemah ide yang menyatakan tujuan dari komunikator, media perantara yang merupakan jalur atau medium yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut, penerima pesan, dan umpan balik yaitu sebuah mekanisme yang memungkinkan komunikator menentukan apakah pesan yang disampaikan telah diterima dan dipahami atau tidak.
2. Aliran komunikasi dapat bergerak dalam 4 arah. Komunikasi kebawah adalah komunikasi yang paling umum ditemukan dan mencakup pemberian instruksi, prosedur dan kebijakan kerja.
Sebuah aliran komunikasi keatas dapat sama pentingnya dan melibatkan penggunaan kotak saran, pertemuan kelompok atau prosedur penyampaian keluhan. Komunikasi diagonal dan horizontal berperan penting dalam fungsi koordiatif.
3. Teknologi informasi seperti surat elektronik, pesan suara, konferensi video, dan pertemuan elektronik semakin umum digunakan oleh organisasi dari berukuran kecil hingga besar.
Perhatian harus diberikan pada bagaimana,kapan, dan dimana teknologi ini dengan tepat digunakan.
4. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar individu dalam situasi tatap muka dan kelompok. Selain menyediakan informasi
,komunikasi personal juga mempengaruhi bagaimana pandangan seseorang akan organisasinya dan anggotanya. Gaya interpersonal adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan cara seseorang menunjukkan preferensinya dalam hubungan dengan orang lain dalam situasi komunikasi interpersonal.
5. Dalam lingkungan bisnis internasional kebutuhan untuk berkomunikasi dengan anggota-anggota dari budaya berbeda sangat sering muncul.selain masalah bahasa yang jelas muncul dalam komunikasi antar budaya, perbedaan adat istiadat, nilai- nilai, dan perspektif juga dapat memperumit komunikasi yang efektif. Penghalang yang signifikan adalah etnosentrisme, yaitu kecenderungan untuk menganggap nilai-nilai kelompok atau negara sendiri lebih baik daripada nilai-nilai kelompok atau negara lainnya.
6. Beberapa hal yang menghalangi terjadinya komunikasi efektif, antara lain : kerangka referensi, mendengarkan selektif, pertimbangan nilai-nilai, kredibilitas sumber, bahasa dalam kelompok ,penyaringan informasi, perbedaan status, keterbatasan waktu, dan kelebihan muatan komunikasi.
7. Usaha meningkatkan komunikasi organisasi adalah suatu proses yang berkesinambungan. Teknik-teknik spesifik untuk melakukan peningkatan ini mencakup melakukan tindak lanjut, mengatur aliran informasi, menggunakan umpan balik, menyederhanakan bahasa, mendengarkan secara efektif, mendorong komunikasi
Daftar Pustaka
Ardana, K., Mujiati, N.W., Sriathi, A.A.A. 2008. Perilaku Keorganisasian.
Yogyakarta : Graha Ilmu
Gibson, J.L., Ivanchevich, J.M., Donnelly, J.H,. 1996., Organisasi., Penerjemah : Ir. Nunuk Adiarni.,
Jakarta : Bina Rupa Aksara
Greenberg, J. 2011. Behavior In Organization.10th edition. Harlow : Pearson Education Limited
Ivanchevich, J.M, Konopaske, R., Matteson, M.T,. 2011.,Organizational Behavior and Management. New York : Mc Graw-Hill