• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Kendala Anggaran Konsumen

Dalam dokumen Buku Ekonomi Manajerial (Managerial Economics) (Halaman 173-178)

PERILAKU KONSUMEN

4.4. Konsep Kendala Anggaran Konsumen

MRSXY = ∆Y/∆X = -(MUX/MUY)

Dengan demikian tingkat substitusi marjinal dari produk X untuk produk Y adalah sama dengan rasio dari utilitas marjinal produk X terhadap utilitas marjinal produk Y.

Perhitungan tingkat substitusi marjinal dari produk X untuk produk Y (MRSXY) sepanjang kurva indiferen 1 dan kurva indiferen 2, yang sekaligus menunjukkan slope dari kurva indiferen sepanjang interval titik kombinasi tertentu, berdasarkan informasi dalam Tabel IV.8, ditunjukkan dalam Tabel IV.9.

Tabel IV.9 Perhitungan MRSXY Sepanjang Kurva Indiferen 1 dan 2

Catatan: MRSXY diucapkan dalam nilai absolut seperti pada elastisitas harga dari permintaan, sehingga digandakan dengan -1.

Dari Tabel IV.9 tampak bahwa nilai MRSXY berbeda pada setiap titik kombinasi sepanjang kurva indiferen yang berbentuk cembung (convex), sehingga pengukuran MRSXY harus dilakukan pada setiap titik kombinasi sepanjang kurva indiferen itu.

bahwa setiap konsumen memiliki anggaran yang terbatas untuk membeli produk-produk yang diinginkan untuk dikonsumsi itu. Konsep kendala anggaran konsumen (consumer’s budget constraint) ini perlu dipahami oleh manajer bisnis dan industri agar mampu mempengaruhi konsumen mengkonsumsi produk tertentu melalui meningkatkan utilitas total dari setiap atribut yang melekat pada produk yang dijual dengan harga kompetitif di pasar.

Pada dasarnya secara konseptual setiap konsumen memiliki anggaran pengeluaran yang terbatas untuk mengkonsumsi produk- produk yang ada di pasar. Bagi manajer bisnis dan industri, produk-produk yang perlu diperhatikan adalah produk-produk substitusi terutama yang dijual oleh pesaing-pesaing di pasar.

Untuk menjelaskan konsep kendala anggaran konsumen, maka perhatikan kasus hipotesis berikut. Bayangkan bahwa di Indonesia hanya ada dua produsen ban yang saling berkompetisi secara amat sangat ketat (hiperkompetitif) di pasar ban. Kedua produsen ban itu, katakanlah PT. X dan PT. Y. Misalkan berdasarkan hasil dari survei pasar yang dilakukan, diketahui bahwa rata-rata konsumen itu mengeluarkan anggaran sekitar Rp. 1.000.000 per tahun untuk mengkonsumsi produk-produk ban X dan/atau Y. Tentu saja bagi manajer yang bertanggungjawab pada pemasaran ban-ban merk X, ia harus berusaha untuk mempengaruhi konsumen agar semua anggaran pengeluaran pembelian ban-ban dibelanjakan pada ban merk X, demikian pula tindakan sebaliknya akan dilakukan oleh manajer yang bekerja pada PT. Y. Selanjutnya misalkan bahwa harga ban merk X tipe tertentu adalah Rp. 250.000 per unit, dan juga harga ban merk Y tipe tertentu adalah Rp. 250.000 per unit.

Apabila kasus ini dikaji, maka akan diperoleh informasi berikut:

• Rata-rata anggaran pengeluaran konsumen untuk membeli ban- ban guna penggantian (replacement) adalah Rp. 1.000.000 per tahun.

• Harga per unit ban merk X adalah Rp. 250.000, sehingga apabila semua anggaran pengeluaran konsumen sebesar Rp. 1.000.000 per tahun itu dibelanjakan pada ban-ban merk X, maka ia akan memperoleh 4 unit ban.

• Harga per unit ban merk Y adalah Rp. 250.000, sehingga apabila semua anggaran pengeluaran konsumen sebesar Rp. 1.000.000 per tahun itu dibelanjakan pada ban-ban merk Y, maka ia juga akan memperoleh 4 unit ban.

Berdasarkan informasi di atas, kita boleh menuliskan permasalahan yang ingin dikaji kedalam model persamaan empirik, sebagai berikut:

250.000 X + 250.000 Y = 1.000.000

di mana: X adalah kuantitas ban merk X yang dibeli, Y adalah kuantitas ban merk Y yang dibeli. Grafik dari persamaan 250.000X + 250.000Y = 1.000.000 akan berbentuk garis lurus, dan dalam ekonomi manajerial disebut sebagai garis anggaran (budget line). Dengan demikian secara konseptual, garis anggaran dapat didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik kombinasi produk yang dapat dibeli oleh konsumen pada harga tertentu, jika semua anggaran pengeluaran dipakai untuk pembelian produk-produk yang sedang dipertimbangkan oleh konsumen itu.

Bentuk dari persamaan garis anggaran 250.000X + 250.000Y

= 1.000.000, dapat dituliskan dalam bentuk lain, sebagai fungsi: Y = f(X). Dari fungsi ini kita ingin mengkaji bagaimana perilaku keinginan konsumen dalam membeli produk ban merk Y tergantung pada hasrat pembelian produk ban merk X. Secara matematik, persamaan 250.000X + 250.000Y = 1.000.000 dapat diubah menjadi:

250.000Y = 1.000.000 - 250.000X

Y = (1.000.000 / 250.000) - (250.000/250.000) X Y = 4 - X

Secara konseptual dalam ekonomi manajerial, apabila seorang konsumen memiliki pendapatan uang (money income) tertentu, dinotasikan sebagai M, serta dari pendapatan itu akan dipergunakan

untuk mengkonsumsi n jenis produk X1, X2, ..., Xn dengan harga per unit dari masing-masing produk itu adalah P1, P2, ..., Pn , maka persamaan garis anggaran konsumen itu dapat dituliskan sebagai berikut:

M = P1X1 + P2X2 + ... + PnXn

Persamaan garis anggaran itu dapat juga dinyatakan dalam bentuk hubungan ketergantungan antara produk tertentu dan semua produk lainnya, sebagai misal: X1 = f(X2, X3, ...., Xn). Dengan demikian persamaan hubungan ketergantungan antarproduk yang sedang dipertimbangkan konsumen untuk dibeli, adalah:

X1 = (M/P1) - (P2/P1)X2 - (P3/P1)X3 - ... - (Pn/P1)Xn

Kembali kepada kasus hipotesis pembelian ban merk X dan merk Y yang menjadi pertimbangan konsumen di atas, maka dari persamaan garis anggaran 250.000X + 250.000Y = 1.000.000, dapat diturunkan berbagai titik kombinasi konsumsi produk ban merk X dan produk ban merk Y pada kendala anggaran pengeluaran sebesar Rp. 1.000.000 per tahun dan tingkat harga produk ban yang berlaku di pasar yaitu: Rp. 250.000 per unit untuk produk ban merk X dan Rp. 250.000 per unit untuk produk ban merk Y. Titik-titik kombinasi konsumsi itu ditunjukkan dalam Tabel IV.10, sedangkan kurva garis anggaran konsumen ditunjukkan dalam Bagan IV.8.

Tabel IV.10 Kombinasi Produk Ban merk X dan merk Y

Bagan IV.8 Garis Anggaran Konsumen untuk Pembelian Produk Ban Dari garis anggaran konsumen dalam Bagan IV.8, kita dapat memperoleh beberapa informasi berikut:

• Slope dari garis anggaran konsumen adalah negatif, dalam kasus yang dikemukakan adalah: -(Px/PY ) = -(250.000/250.000) = -1, yang menunjukkan berapa unit produk ban merk Y yang harus disubstitusikan untuk tambahan satu unit produk ban merk X.

Dalam kasus yang dikemukakan tampak bahwa produk ban merk Y dan merk X bersifat substitusi sempurna, karena slope garis anggaran sebesar -1, menunjukkan untuk setiap tambahan satu unit produk ban merk X, konsumen harus mengurangi pembelian produk ban merk Y sebesar satu unit, sesuai dengan nilai dari slope garis anggaran konsumen itu. Dengan demikian tingkat substitusi dari dua produk yang berkaitan adalah tergantung pada rasio harga dari kedua produk itu.

• Intersep dari garis anggaran pada sumbu vertikal adalah sebesar:

M/Py = 1.000.000/250.000 = 4, yang menunjukkan banyaknya produk ban merk Y yang dibeli oleh konsumen apabila tidak ada produk ban merk X yang dibeli. Sedangkan intersep dari garis

anggaran pada sumbu horizontal adalah: M/PX = 1.000.000 / 250.000 = 4, yang menunjukkan banyaknya produk ban merk X yang dibeli oleh konsumen apabila tidak ada produk ban merk Y yang dibeli. Besaran intersep dari garis anggaran dapat dipergunakan oleh pihak manajemen bisnis dan industri sebagai informasi tentang maksimum produk yang akan dibeli oleh

Dalam dokumen Buku Ekonomi Manajerial (Managerial Economics) (Halaman 173-178)