• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENJADI MANUSIA TERBAIK

Dalam dokumen Kumpulan Khutbah Jum'at & Hari Raya (Halaman 119-125)

Kumpulan Khutbah Jum'at & Hari Raya | 113

18

114 | Dr. Khairul Hamim, MA.

kenikmatan, ketenangan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

Hadirin kaum muslimun rahimakumullah

Isalm mengajarkan bahwa manusia itu menurut fitrahnya pembawa manfaat. Namun tidak semua orang memberikan manfaat itu kepada orang lain. Akhir–akhir ini tidak sedikit orang yang merasa dirinya sudah tidak bermanfaat lagi. Karena itu mereka bunuh diri. Di Indonesia saat ini, angka kematian bunuh diri sudah termasuk kategori menghawatirkan. Data sepanjang tahun 2015 s/d 2017 jumlah bunuh diri mencapai 50.000 orang.

Ini berarti setiap tahun ada 16,000 orang bunuh diri di negeri ini atau setiap jam ada 2 orang mengakhiri hidupnya karena merasa dirinya sudah tidak berguna bagi setiap orang pasti memliki manfaat sehingga bagi yang baru lahir pun telah memberikan manfaat dengan menyenangkan hati ayah bundanya. Karena itu mari kita menjadi orang yang keberadaannya pun di tangisi.

Orang bijak berkata dalam syairnaya :

اًرْو ُ ُس َنْو ُك َح ْضَي َكَلْو َح ِساَّنلاَو

۞

ًايِكاَب َمَدٰا َنْبا اَي َكُّمُا َكْتَدَلَو اًرْوُ ْسَم ا ًكِحا َض َكِتْوَم ِمْوََي ْف

۞

اوكب َاذِا َنْو ُكَت ْنَا َكِسْفَنِل ْدَه ْجَاف

Artinya : Engkau dilahirkan oleh ibumu wahai anak adam dalam keadaan menjerit dan menangis, dan orang–orang yang berada di sekelilingmu ketawa kegirangan, oleh karenanya berjuanglah untuk dirimu, agar disaat kamu mati nanti dimana orang–orang pada menangis, namun engkau menghadapinya dalam keadaan tersenyum gembira.

Nilai dan martabat manusia sangat tergantung pada seberapa besar manfaatnya kepada orang lain, semakin banyak memberi manfaat, semakin tinggi nilainya. Sebaliknya semakin kecil manfaatnya, semakin rendah pula nilainya. Itulah sebabnya Rasulullah saw bersabda :

Kumpulan Khutbah Jum'at & Hari Raya | 115

ِساَّنلِل ْمُهُعَفْنَا ِساَّنلا ُ ْي َخ

Sebaik–baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia yang lain.”( H.R. Bukhari )

Hadirin kaum muslimin rahimakumllah

Hidup manusia akan terasa hampa jika dirinya tidak memberi manfaat. Orang tua merasa bahagia jika dirinya bisa memberi manfaat kepada anak–anaknya. Seorang suami merasa bahagia jika bisa memberi manfaat kepada istrinya. Demikian juga seorang isteri merasa bahagia jika bisa memberi manfaat dengan memberikan pelayanan terbaik kepada suaminya.

Seorang pengusaha merasa puas dan bahagia jika bisa memberi manfaat berupa gaji, upah, bonus atau pemberian kepada anak buahnya. Demikian juga seorang guru, mereka merasa berarti jika telah memberi manfaat berupa ilmu dan nilai kepada murid–muridnya. Seorang pejabat baru bisa merasa bernilai jika keputusan–keputusannya bermanfaat untuk rakyat di bawahnya. Seorang kepala negara baru bisa merasa puas dan bahagia sekiranya dia merasa kebijakannya telah mampu mensejahterakan rakyatnya.

Dengan demikian, memberi manfaat dalam hidup adalah kebutuhan manusia. Secara psikologis, seseorang baru merasa puas dan bahagia jika hidupnya bermanfaat untuk orang lain.

Sebaliknya, seseorang akan merasa hampa jika hidupnya tidak memberi manfaat apapun kepada orang lain. Orang tua akan merasa gagal, jika hidupnya tidak bisa memberi manfaat kepada anak–anaknya. Seorang kaya raya tidak merasa bahagia jika kekayaannya tidak digunakan untuk memberi manfaat kepada orang lain. Seorang guru tidak merasa bahagia jika dia tidak mengajarkan ilmunya dengan baik. Seorang pejabat akan tersiksa batinnya jika jabatannya tidak digunakan untuk memberi manfaat kepada orang lain, bahkan sebaliknya digunakan untuk menarik manfaat bagi dirinya sendiri.

116 | Dr. Khairul Hamim, MA.

Hadirin sidang jum’at yang berbahagia

Orang yang mengejar jabatan ada dua jenis: Pertama, orang yang ambisius, ia mengejar jabatan semata–mata ingin mengeruk manfaat bagi dirinya. Jabatan baginya adalah fasilitas.

Dengan jabatan itu ia mendapatkan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk mendapatkan manfaat bagi dirinya sendiri, baik berupa kekayaan, kehormatan, dan harga diri. Kedua, orang yang ingin memberi manfaat lebih banyak kepada orang lain, mereka bukan ambisisus tapi semangatnya tak kalah besarnya dengan orang yang sekedar berambisi. Ia menganggap bahwa jabatan itu adalah tantangan untuk bisa memberi manfaat lebih banyak dan lebih besar kepada orang lain. Jabatan baginya adalah ladang amal, ladang perjuangan, ladang pengabdian, sekaligus ladang ibadah.

Inilah yang dilakukan oleh Nabi Yusuf ketika menyodorkan dirinya agar diberi jabatan oleh raja yang berkuasa pada saat itu.

Sebagaimana firman Allah SWT. Surah Yusuf: 55

ٌميِل َع ٌظيِف َح ِّنِإ ِض ْرَ ْلا ِنِئاز َخ ل َع يِنْلَع ْجا َلاق

“Yusuf berkata“ jadikanlah aku bendaharawan Negara (Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.”

Dalam kaitannya dengan pilkada, dimana pelaksanaanya sudah dekat dan banyak orang–orang yang berambisi. Maka jika kita menemukan orang–orang yang terkesan ambisius tapi motivasinya semata–mata ingin memberikan manfaat yang lebih besar kepada umat, maka bukakan jalan baginya untuk meraih apa yang diharapkan. Dukunglah, dan tidak sepantasnya jika kita berburuk sangka kepadanya. Sebaliknya, tutup rapat–

rapat ambisi orang yang ingin mendapatkan jabatan karena ingin mengeruk keuntungan sebesar–besarnya untuk dirinya sendiri. Jangan diberi jalan, jangan didukung. Kalau perlu patahkan di tengah jalan, sebab orang–orang seperti ini hanya akan menimbulkan berbagai kerusakan dan permasalahan. Mari

Kumpulan Khutbah Jum'at & Hari Raya | 117 kita hanya, yang dengan kekayaan itu kita bisa berbagi kepada orang lain. Mari, kita menjadi pintar, yang dengan kepintaran itu kita bisa mengajarkan kebaikan, kebenaran dan keindahan kepada orang lain. Bahagiakan hidup kita dengan lebih banyak memberi manfaat kepada orang lain.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Orang yang mampu memberi manfaat dengan berbuat baik kepada orang lain, akan dicintai oleh orang yang mendapatkan manfaat dan kebaikan dari dirinya. Bahkan orang lain yang tidak mendapatkan manfaat dan kebaikannya pun akan mengagumi dan menghormatinya. Allah swt berfirman dalam surah al–Isra’: 7

اهَلَف ْمُتْأ َسَأ ْنِإ َو ْم ُكِسُفْنَ ِل ْمُتْن َس ْحَأ ْمُتْن َس ْحَأ ْنِإ

“Jika kamu berbuat baik ( berarti ) kamu bebuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri”.

Orang–orang yang membuat kerusakan serta merugikan orang lain akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Balasan itu bisa dalam bentuk hukuman, kecaman, kutukan, kebencian, dijauhi dan sebagainya. Begitu pula bila perbuatan itu dikembalikan kepada Allah swt, maka akan mendapatkan balasan. Allah swt berfirman, Surah al–Zalzalah: 7–8

* ُهَرَي اًّ َش ٍةَّرَذ َلاقْثِم ْلَمْعَي ْنَمَو * ُهَرَي ًا ْي َخ ٍةَّرَذ َلاقْثِم ْلَمْعَي ْنَمَف

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun niscaya dia akan melihat ( balasan )nya, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zahrahpun, niscaya dia akan melihat ( balasan ) nya pula “.

Maka jika kita mampu memberi manfaat pasti kita akan memperoleh manfaat baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, perbanyaklah memberi manfaat, memberi salam dan doa, memberi senyum, memberi pertolongan, memberi

118 | Dr. Khairul Hamim, MA.

harta, dan sebagainya. Berbuat baik sebanyak–banyaknya, karena Allah SWT berfirman dalam Surah al-Qashash : 77

ايْن ُّدلا َنِم َكَبي ِصَن َسْنَت ل َو َةَرِخ ْلا َرا َّدلا ُللها َكاتآ ميِف ِغَتْبا َو

َّنِإ ِضْرَ ْلا ِف َداسَفْلا ِغْبَت لَو َكْيَلِإ ُللها َن َس ْحَأ مَك ْنِس ْحَأَو

َنيِد ِسْفُْلا ُّبِ ُي ل َللها

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Demikianlah khutbah singkat kali ini semoga kita diberikan hidayah dan kemampuan untuk dapat memberi manfaat kepada saudara–saudara kita, sahabat–sahabat kita, sanak keluarga serta semua manusia pada umumnya. Karena setiap muslim adalah manusia–manusia yang akan memberi manfaat bagi orang lain. Amin ya rabbal alamin.

ِهْيِف َمِب ْمُكاَّيِاَو ْيِنْعَفَنَو .ِمْيِظَع ِنَاْرُقْلا ِف ْمُكَلَو ْ ِل ُللها َكَراَب

ُهَّنِا ُهَت َو َلَت ْم ُكْنَم َو ْيِّنِم َلَّبَقَت َو .ِمْيِكَ ْلا ِرْك ِّذلا َو ِةَي َلْا َنِم

ْ ِل ِمْيِظَعْلا َللهاُرِفْغَت ْساَو ا َذَه ِلْوَق ُلْوُقَا .مْيِلَعْلا ُعْيِم َّسلاَوُه

ُتاَنِم ْؤُلا َو َ ْيِنِم ْؤُلا َو ُت َمِل ْسُلا َو َ ْيِمِل ْسُلا ِرِئا َسِل َو ْم ُكَل َو

. ِمْيِحَّرلا ُروفَغْلا َوُه ُهَّنِا ُه ْوُرِفْغَت ْساَف

Kumpulan Khutbah Jum'at & Hari Raya | 119

19

Dalam dokumen Kumpulan Khutbah Jum'at & Hari Raya (Halaman 119-125)